× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءًۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai manusia takutlah kalian kepada Allah, peganglah perintah-perintah-Nya dan jauhilah larangan-larangan-Nya. Dialah yang menciptakan kalian dari jiwa yang satu yaitu Adam dan darinya Dia menciptakan pasangannya yaitu Hawa. Dan dari keduanya Dia menyebarkan kaum laki-laki dan wanita dalam jumlah yang sangat banyak di bumi. Hendaklah kalian merasa diawasi oleh Allah di mana sebagian dari kalian meminta kepada sebagian yang lain dengan nama-Nya, dan berhati-hatilah sehingga kalian tidak memutus hubungan rahim kalian. Sesungguhnya Allah mengawasi segala keadaaan kalian.
وَاٰتُوا الْيَتٰمٰٓى اَمْوَالَهُمْ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيْثَ بِالطَّيِّبِۙ وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَهُمْ اِلٰٓى اَمْوَالِكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حُوْبًا كَبِيْرًا
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Berikanlah kepada anak-anak yang ditinggal mati oleh ayah mereka sementara usia mereka belum baligh ?sedangkan kalian adalah wali-wali bagi mereka- harta mereka bila mereka telah mencapai usia baligh, dan kalian sudah melihat pada diri mereka kemampuan untuk menjaga harta mereka. Jangan mengambil yang baik dari harta mereka dan menggantinya dengan yang buruk dari harta kalian, dan jangan juga kalian campur harta mereka dengan harta kalian agar dengan itu kalian bisa memakan harta mereka. Barangsiapa yang berani melakukan hal itu maka dia telah melakukan dosa besar.
وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاۗ
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian khawatir tidak bisa berbuat adil kepada anak-anak yatim wanita yang berada dalam tanggungan kalian, dengan tidak memberikan mahar mereka seperti wanita-wanita lainnya, maka tinggalkanlah mereka dan menikahlah dengan wanita-wanita lain yang kalian sukai, dua, tiga, atau empat. Bila kalian khawatir tidak bisa berbuat adil kepada mereka, maka cukup dengan satu saja atau melakukan akad milkul yamin dengan hamba sahayamu. Apa yang Dia syariatkan bagi kalian terkait dengan anak-anak yatim wanita, menikah dengan satu sampai empat orang wanita, atau hanya satu orang wanita saja atau milkul yamin adalah lebih dekat kepada keadilan dan kebaikan.
وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةًۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـئًا مَّرِيْۤـئًا
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

Tafsir Al-Muyassar

Berikanlah wahai para suami mahar kepada para istri sebagai pemberian wajib lagi pasti yang harus dari kerelaan jiwa kalian. Bila para istri itu merelakan sebagian dari mahar lalu dia memberikannya lagi kepada kalian, maka ambillah dan silahkan Anda menggunakannya karena ia adalah halal lagi baik.
وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاۤءَ اَمْوَالَكُمُ الَّتِيْ جَعَلَ اللّٰهُ لَكُمْ قِيٰمًا وَّارْزُقُوْهُمْ فِيْهَا وَاكْسُوْهُمْ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan berikan wahai para wali kepada siapa pun yang menghambur-hamburkan harta, baik dia laki-laki atau wanita atau anak-anak, sekalipun harta tersebut adalah harta mereka sendiri yang berada dalam tanggung jawabmu, akibatnya mereka akan meletakkannya bukan pada tempatnya. Padahal harta tersebut merupakan pondasi tegaknya kehidupan manusia. Nafkahilah mereka darinya dan berilah mereka pakaian, ucapkan kepada mereka kata-kata yang baik lagi menentramkan dan berdasar kepada budi pekerti yang luhur.
وَابْتَلُوا الْيَتٰمٰى حَتّٰٓى اِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَۚ فَاِنْ اٰنَسْتُمْ مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوْٓا اِلَيْهِمْ اَمْوَالَهُمْۚ وَلَا تَأْكُلُوْهَآ اِسْرَافًا وَّبِدَارًا اَنْ يَّكْبَرُوْاۗ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْۚ وَمَنْ كَانَ فَقِيْرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوْفِۗ فَاِذَا دَفَعْتُمْ اِلَيْهِمْ اَمْوَالَهُمْ فَاَشْهِدُوْا عَلَيْهِمْۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيْبًا
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu memakan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

Tafsir Al-Muyassar

Ujilah anak-anak yatim yang berada dalam tanggung jawabmu untuk mengetahui kemampuan mereka dalam mengurusi harta mereka dengan baik, sampai mereka mencapai usia baligh, dan kalian mengetahui keshalihan mereka dalam agama dan kemampuan mereka dalam menjaga harta mereka. Maka serahkanlah harta itu kepada mereka, jangan melakukan pelanggaran terhadapnya dengan membelanjakannya bukan pada tempat yang semestinya dengan boros dan cepat-cepat memakannya sebelum anak-anak yatim itu mengambilnya dari kalian. Barangsiapa memiliki harta diantara kalian maka hendaknya dia menahan diri dengan harta kekayaannya dengan tidak mengambil harta anak yatim sedikitpun. Namun barangsiapa yang miskin maka silahkan mengambil secukup kebutuhannya saat diperlukan. Bila kalian tahu bahwa kalian mampu menjaga harta mereka setelah mereka baligh dan kalian menyerahkannya kepada mereka, maka persaksikanlah atas mereka demi menjamin tersampaikannya hak kepada mereka secara utuh, agar mereka tidak mengingkarinya. Cukuplah bagi kalian bahwa Allah adalah saksi atas kalian dan akan menghisab perbuatan-perbuatan kalian.
لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَۖ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ اَوْ كَثُرَۗ نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

Tafsir Al-Muyassar

Bagi laki-laki, kecil atau dewasa, mendapatkan bagian yang Allah tetapkan dari apa yang ditinggalkan oleh bapak ibu atau kerabat berupa harta, sedikit atau banyak dalam bagian-bagian yang sudah ditentukan dengan jelas yang Allah wajibkan untuk mereka, untuk wanita juga sama.
وَاِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ اُولُوا الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنُ فَارْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

Tafsir Al-Muyassar

Bila pembagian warisan dihadiri oleh kerabat-kerabat mayyit yang tidak mendapatkan warisan, atau anak-anak yatim yang ditinggal wafat bapaknya sebelum mereka mencapai usia baligh, atau orang-orang miskin yang tidak mempunyai harta yang mencukupi dan yang bisa menutupi hajat kebutuhan mereka, maka berilah mereka sebagian dari harta sebagai sebuah anjuran sebelum harta tersebut dibagi-bagi kepada yang berhak menerimanya. Ucapkanlah kepada mereka ucapan yang baik bukan ucapan yang kotor lagi buruk.
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang seandainya mereka mati dan meninggalkan anak-anak kecil lagi lemah sesudah mereka hendaknya takut dan khawatir mereka akan dizhalimi dan disia-siakan. Maka hendaknya mereka bertakwa kepada Allah terhadap anak-anak yatim dan lainnya yang menjadi tanggung jawab mereka. Hal itu dengan menjaga harta mereka, mendidik mereka dengan baik, menepis gangguan dari mereka dan hendaknya mereka mengucapkan kata-kata yang sejalan dengan kebaikan dan keadilan.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًاۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang melanggar harta anak yatim dan mengambilnya tanpa hak, mereka hanya akan memakan api neraka yang menyala-nyala di dalam perut mereka di Hari Kiamat dan mereka akan masuk ke dalam api neraka di mana harus merasakan panasnya yang sangat.
يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْٓ اَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۚ فَاِنْ كُنَّ نِسَاۤءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَۚ وَاِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُۗ وَلِاَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ اِنْ كَانَ لَهٗ وَلَدٌۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلَدٌ وَّوَرِثَهٗٓ اَبَوٰهُ فَلِاُمِّهِ الثُّلُثُۚ فَاِنْ كَانَ لَهٗٓ اِخْوَةٌ فَلِاُمِّهِ السُّدُسُ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْ بِهَآ اَوْ دَيْنٍۗ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْۚ لَا تَدْرُوْنَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًاۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya memperoleh seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mewasiatkan dan memerintahkan kepada kalian terkait dengan anak-anak kalian, bila salah seorang dari kalian mati dan meninggalkan anak-anak, laki-laki maupun wanita, maka seluruh warisannya untuk mereka, laki-laki mendapatkan dua kali bagian wanita, bila bersama mereka tidak ada ahli waris yang lain. Bila mayit hanya meninggalkan anak-anak perempuan saja, maka dua anak perempuan atau lebih mendapatkan dua pertiga dari harta, bila anak perempuan itu hanya satu maka dia mendapatkan setengah. Bapak ibu mayit, masing-masing dari keduanya mendapatkan seperenam bila mayit mempunyai anak, laki-laki atau wanita, satu atau lebih. Bila mayit tidak mempunyai anak dan ahli warisnya hanya bapak dan ibunya, maka ibu mendapatkan sepertiga dan sisanya untuk bapak. Bila mayit mempunyai saudara-saudara, dua atau lebih, laki-laki atau wanita, maka ibunya mendapatkan seperenam, sedangkan bapaknya mendapatkan sisanya dan saudara-saudara tersebut tidak mendapatkan apa pun. Pembagian warisan ini baru boleh dilakukan setelah menunaikan wasiat mayit sebatas sepertiga hartanya atau membayar hutangnya. Bapak-bapak dan anak-anak kalian yang berhak mendapatkan warisan, kalian tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat manfaatnya kepada kalian di dunia dan akhirat kalian, maka janganlah melebihkan salah seorang dari mereka atas yang lain. Apa yang Aku wasiatkan kepada kalian ini merupakan kewajiban dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui makhluk-Nya lagi Maha Bijaksana dalam syariat yang ditetapkan-Nya.
وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ اَزْوَاجُكُمْ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهُنَّ وَلَدٌۚ فَاِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْنَ بِهَآ اَوْ دَيْنٍۗ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّكُمْ وَلَدٌۚ فَاِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوْصُوْنَ بِهَآ اَوْ دَيْنٍۗ وَاِنْ كَانَ رَجُلٌ يُّوْرَثُ كَلٰلَةً اَوِ امْرَاَةٌ وَّلَهٗٓ اَخٌ اَوْ اُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُۚ فَاِنْ كَانُوْٓا اَكْثَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاۤءُ فِى الثُّلُثِ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصٰى بِهَآ اَوْ دَيْنٍۙ غَيْرَ مُضَاۤرٍّۚ وَصِيَّةً مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَلِيْمٌۗ
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Bagi kalian wahai kaum laki-laki setengah dari apa yang ditinggalkan oleh istri-istri kalian setelah mereka wafat bila mereka tidak memiliki anak, laki-laki atau perempuan. Bila mereka mempunyai anak maka kalian mendapatkan seperempat dari apa yang mereka tinggalkan, kalian mewarisinya setelah wasiat mereka yang dibolehkan sudah dilaksanakan, atau hutang yang mereka pikul sudah dibayarkan kepada pemiliknya. Sedangkan untuk istri-istri kalian wahai kaum laki-laki seperempat dari apa yang kalian tinggalkan bila kalian tidak mempunyai anak dari mereka, atau dari selain mereka. Bila kalian mempunyai anak laki-laki atau wanita, maka mereka mendapatkan seperdelapan dari apa yang kalian tinggalkan, seperempat atau seperdelapan tersebut dibagi-bagi di antara mereka. Dan bila istri hanya satu maka ia merupakan hak warisnya, setelah pelaksanaan wasiat yang dibolehkan yang kalian wasiatkan, atau setelah pelunasan hutang yang menjadi tanggungan kalian. Bila seorang laki-laki atau wanita wafat sementara dia tidak mempunyai anak dan bapak, tetapi dia mempunyai saudara laki-laki atau saudara perempuan dari pihak ibu, maka masing-masing dari keduanya mendapatkan seperenam. Bila saudara laki-laki atau perempuan seibu lebih dari itu maka mereka berserikat dalam sepertiga dibagi di antara mereka secara sama tanpa membedakan antara laki-laki dengan perempuan. Apa yang Allah tetapkan untuk saudara laki-laki atau perempuan seibu yang mereka terima sebagai warisan bagi mereka setelah pelaksanaan wasiat mayit bila mayit memang mewasiatkan sesuatu atau pelunasan hutang-hutangnya , tidak akan ada mudharat atas ahli waris. Dengan ini Tuhan kalian mewasiatkan kepada kalian, wasiat yang berguna. Allah Maha Mengetahui apa yang bermanfaat bagi makhluk-Nya, Maha Penyantun kepada mereka sehingga Dia tidak menyegerakan hukuman atas mereka.
تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Hukum-hukum ilahiyah yang Allah tetapkan tentang anak-anak yatim, kaum wanita dan juga warisan merupakan syariat-Nya yang membuktikan bahwa ia datang dari sisi Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya dalam hukum-hukum diatas dan lainnya yang telah Allah syariatkan, maka Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang banyak pepohonan dan istananya, sungai-sungai mengalir dibawahnya dengan airnya yang jernih, mereka kekal di dalam kenikmatan tersebut , tidak meninggalkannya dan pahala ini adalah kemenangan yang besar.
وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَاۖ وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dengan mengingkari hukum-hukum Allah dan melanggar apa yang telah Dia syariatkan bagi hamba-hamba-Nya dengan merubahnya atau dengan tidak mengamalkannya, maka Dia kan memasukkannya kedalam api neraka dan dia tinggal di dalamnya, baginya siksa yang akan merendahkan dan menghinakannya.
وَالّٰتِيْ يَأْتِيْنَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِّسَاۤىِٕكُمْ فَاسْتَشْهِدُوْا عَلَيْهِنَّ اَرْبَعَةً مِّنْكُمْۚ فَاِنْ شَهِدُوْا فَاَمْسِكُوْهُنَّ فِى الْبُيُوْتِ حَتّٰى يَتَوَفّٰىهُنَّ الْمَوْتُ اَوْ يَجْعَلَ اللّٰهُ لَهُنَّ سَبِيْلًا
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Tafsir Al-Muyassar

Wanita-wanita yang berzina dari istri-istri kalian, tetapkanlah wahai para hakim dan pemimpin, dengan empat orang saksi laki-laki yang adil dari kaum muslimin. Bila para saksi menetapkannya atas mereka, maka tahanlah mereka didalam rumah sampai kehidupan mereka selesai dengan kematian, atau Allah akan meletakkan jalan keluar dalam hal ini.
وَالَّذٰنِ يَأْتِيٰنِهَا مِنْكُمْ فَاٰذُوْهُمَاۚ فَاِنْ تَابَا وَاَصْلَحَا فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمَاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Dua orang yang terjatuh ke dalam perbuatan buruk zina, hukumlah mereka berdua dengan pukulan, celaan dan pengucilan. Bila keduanya bertaubat dari perbuatan tersebut dan melakukan perbaikan dengan amal-amal shalih maka hentikanlah hukuman dari mereka. Dari ayat ini dan sebelumnya bisa disimpulkan bahwa bila kaum laki-laki berzina, maka mereka dihukum yang berakhir dengan taubat dan perbaikan perilaku. Sedangkan kaum wanita dihukum dan dipenjara yang baru berakhir sampai dengan kematiannya. Hal ini berlaku di awal-awal Islam kemudian ia dinasakh dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya syariatkan, yaitu hukuman rajam bagi pezina muhshan baik laki-laki maupun wanita. Muhshan adalah laki-laki atau wanita dewasa, merdeka, berakal dan sudah pernah melakukan hubungan suami istri dalam pernikahan yang sah. Dan dicambuk seratus kali plus pengasingan selama satu tahun bagi yang belum muhshan. Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰۤىِٕكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Allah hanya menerima taubat dari orang-orang yang melakukan dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan karena ketidaktahuan terhadap akibatnya dan bahwa ia mendatangkan murka Allah. Setiap pelaku maksiat kepada Allah, sengaja maupun tidak sengaja adalah orang bodoh dari sisi pertimbangan ini. Sekalipun mungkin ia mengetahui pengharamannya, kemudian mereka kembali kepada Tuhan mereka dengan taubat dan ketaatan sebelum menyaksikan kematian. Allah akan menerima taubat mereka. Allah Maha Mengetahui makhluk-Nya dan Maha Bijaksana dalam pengaturan dan takdir-Nya.
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۚ حَتّٰٓى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْـئٰنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan:"Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Taubat tidak akan diterima dari orang-orang yang bersikukuh tetap melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan tidak mau kembali kepada Tuhan mereka sampai kematian datang kepada mereka, lalu salah seorang dari mereka berkata : Sekarang saya baru bertaubat. Sebagaimana taubat juga tidak akan diterima dari orang-orang yang mati dalam keadaan ingkar kepada keesaan Allah dan risalah Rasul-Nya Muhammad. Orang-orang yang tetap bersikukuh melakukan kemaksiatan-kemaksiatan sampai mati, dan orang-orang yang ingkar yang mati dalam keadaan kafir tersebut, Kami menyiapkan bagi mereka siksa yang menyakitkan.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَاۤءَ كَرْهًاۗ وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍۚ وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang beriman, tidak halal bagi kalian menjadikan wanita-wanita yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian sebagai harta peninggalannya, di mana kalian memegang perkara mereka dengan menikahi mereka, atau melarang mereka untuk menikah lagi, atau menikahkannya kepada siapa yang kalian inginkan sementara mereka tidak menyukai semua itu. Kalian juga tidak boleh menimpakan mudharat kepada istri-istri kalian saat kalian sudah tidak lagi menyukai mereka agar mereka mau membayar sebagian dari mahar atau seluruhnya kepada kalian agar bisa berlepas diri dari kalian. Kecuali bila mereka melakukan dosa buruk seperti berzina, maka dalam kondisi demikian kalian berhak menahan mereka sampai kalian berhasil mengambil apa yang kalian berikan kepada mereka. Hendaknya kehidupan kalian dengan istri-istri kalian berpijak kepada pemuliaan dan kecintaan, dengan menunaikan hak-hak mereka. Bila kalian membenci mereka karena sesuatu urusan dunia maka bersabarlah, karena bisa jadi kalian membenci suatu perkara namun justru ia mengandung banyak kebaikan.
وَاِنْ اَرَدْتُّمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَّكَانَ زَوْجٍۙ وَّاٰتَيْتُمْ اِحْدٰىهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوْا مِنْهُ شَيْـًٔاۗ اَتَأْخُذُوْنَهٗ بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian hendak mengganti satu orang istri dengan selainnya dan kalian sudah memberikan harta yang banyak kepada istri yang hendak kalian talak, maka tidak halal bagi kalian mengambil sedikit pun darinya. Apakah kalian mau mengambilnya kembali sebgai sebuah kedustaan dan kepalsuan yang nyata?
وَكَيْفَ تَأْخُذُوْنَهٗ وَقَدْ اَفْضٰى بَعْضُكُمْ اِلٰى بَعْضٍ وَّاَخَذْنَ مِنْكُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

Tafsir Al-Muyassar

Bagaimana halal bagi kalian untuk mengambil sebagian dari mahar yang telah kalian berikan, sementara kalian telah mengambil kenikmatan dari mereka dan mereka telah mengambil dari kalian perjanjian yang berat agar kalian menahan mereka dengan baik, atau melepaskan mereka juga dengan baik?
وَلَا تَنْكِحُوْا مَا نَكَحَ اٰبَاۤؤُكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَۗ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً وَّمَقْتًاۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruknya jalan (yang ditempuh).

Tafsir Al-Muyassar

Jangan menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian kecuali apa yang telah terjadi di masa lalu di zaman jahiliyah, maka pada saat itu tidak ada hukuman atasmu. Sesungguhnya pernikahan seorang anak dengan mantan istri bapaknya adalah sesuatu yang sangat buruk, pelakunya dibenci dan dimurkai oleh Allah, cara dan manhaj hidup yang kalian lakukan di zaman jahiliyah tersebut adalah sangat buruk.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْۙ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isteri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya;(dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);,dan menghimpunkan (dalam perkawinan)dua perempuan yang bersaudara,kecuali yang telah terjadi pada masa lampau sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian, dan termasuk ke dalam ibu adalah nenek dari pihak ibu atau dari pihak bapak, anak-anak perempuan kalian yang mencakup cucu perempuan dari anak laki-laki atau perempuan dan terus kebawah, saudara-saudara perempuan kalian, baik sekandung, seayah maupun seibu, bibi-bibi kalian, yaitu saudara perempuan bapak kalian dan kakek kalian, bibi-bibi kalian, yaitu saudara perempuan ibu-ibu kalian dan nenek-nenek kalian, keponakan dari saudara laki-laki dan saudara perempuan, termasuk anak-anaknya, ibu-ibu yang telah menyusui kalian, saudara perempuan kalian dari susuan, Rasulullah telah mengharamkan dari susuan seperti apa yang haram dari nasab, ibu istri-istri kalian, baik kalian sudah melakukan hubungan suami istri dengan mereka atau belum, anak-anak perempuan dari istri kalian di mana biasanya mereka hidup satu rumah dengan kalian dan dalam tanggung jawab kalian, mereka adalah mahram sekalipun mereka tidak dalam pengasuhanmu, akan tetapi dengan syarat kalian telah melakukan hubungan dengan ibu mereka, bila kalian belum melakukan hubungan dengan ibu mereka lalu kalian mentalak ibu mereka atau sudah wafat sebelum kalian menyentuhnya, maka tidak ada dosa atas kalian untuk menikahi mereka. Sebagaimana Allah juga mengharamkan wanita-wanita yang telah dinikahi oleh anak-anak laki-laki kalian dari tulang sulbi kalian termasuk anak-anak yang mempunyai hubungan susuan dengan kalian. Pengharaman ini terjadi hanya dengan akad nikah dengannya, baik anak tersebut telah melakukan hubungan dengan istrinya atau belum. Allah juga mengharamkan menyatukan (menikahi) dua saudara sekaligus baik dari sisi nasab atau susuan dalam satu akad pernikahan kecuali apa yang telah terjadi dan berlalu di zaman jahiliyah. Haram juga menyatukan (menikahi) seorang wanita dan bibinya dari bapak atau dari ibu sebagaimana yang tercantum dalam sunnah (hadits). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun kepada orang-orang yang berbuat dosa bila mereka mau bertaubat. Maha Penyayang kepada mereka sehingga tidak membebani mereka dengan sesuatu yang tidak mereka sanggupi.
وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ النِّسَاۤءِ اِلَّا مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۚ كِتٰبَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْۚ وَاُحِلَّ لَكُمْ مَّا وَرَاۤءَ ذٰلِكُمْ اَنْ تَبْتَغُوْا بِاَمْوَالِكُمْ مُّحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَۗ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهٖ مِنْهُنَّ فَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ فَرِيْضَةًۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهٖ مِنْۢ بَعْدِ الْفَرِيْضَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campur) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Haram atasmu menikahi wanita-wanita yang telah bersuami kecuali siapa yang kalian tawan dalam jihad. Halal bagi kalian menikahinya setelah memastikan kebebasan rahimnya dengan satu kali haid. Allah telah menetapkan bahwa menikahi mereka adalah haram, dan Dia membolehkan bagi kalian untuk menikahi selain mereka dari para wanita yang telah Allah halalkan bagi kalian di mana kalian menikah dengan harta kalian sehingga kalian bisa terjaga dari yang haram. Bila kalian sudah mendapatkan kenikmatan dari mereka dalam pernikahan yang shahih maka berikanlah mahar mereka yang telah Allah tetapkan atas kalian bagi mereka. Tidak ada dosa atas kalian terkait dengan apa yang telah kalian sepakati dengan sukarela di antara kalian dalam bentuk mengurangi atau menambah mahar setelah sebelumnya ditetapkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perkara-perkara para hamba-Nya dan Maha Bijaksana dalam hukum-hukum dan pengaturan-Nya.
وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْۗ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۚ فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍۚ فَاِذَآ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْۗ وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaanya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman bagi wanita-wanita merdeka bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi-bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) diantaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang tidak mampu membayar mahar wanita merdeka yang beriman, maka dia boleh menikah dengan selain-nya dari kalangan hamba sahaya yang beriman. Allah Maha Mengetahui hakikat iman kalian, sebagian dari kalian dari sebagian yang lain maka nikahilah mereka dengan izin keluarga mereka, dan berikanlah mahar mereka sesuai dengan kesepakatan atas dasar kerelaan jiwa dari kalian dengan tujuan menjaga diri dari yang haram, bukan mempraktikkan zina secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi dengan menyimpan kekasih-kekasih gelap. Bila mereka telah menikah lalu mereka masih saja melakukan perbuatan zina, maka hukuman had harus ditegakkan atas mereka, (yaitu hukuman cambuk bukan rajam), setengah dari hukuman had wanita merdeka. Diperbolehkannya menikahi wanita hamba sahaya dengan ketentuan di atas hanya berlaku untuk siapa saja yang takut melakukan perbuatan zina dan dia sudah tidak kuat untuk menahan diri dari hubungan suami istri. Namun bersabar dengan tidak menikahi waanita hamba sahaya diikuti dengan sikap menahan diri dari yang haram adalah jauh lebih utama dan lebih baik. Allah Maha Pengampun terhadap kalian, Maha Penyayang kepada kalian saat Dia membolehkan kalian menikahi mereka ketika sudah tidak mampu lagi untuk menikahi wanita-wanita merdeka.
يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوْبَ عَلَيْكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Allah hendak menerangkan (hukum syarit-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Dengan syariat-syariat ini Allah hendak menjelaskan kepada kalian rambu-rambu agama-Nya yang lurus dan syariat-Nya yang bijak, menunjukkan kalian kepada jalan para nabi dan orang-orang shalih sebelum kalian terkait dengan yang halal dengan yang haram, mengampuni kalian dengan mengembalikan kalian kepada ketaatan. Allah Maha Mengetahui apa yang memperbaiki keadaan hamba-hamba-Nya, Maha Bijaksana dalam syariat yang Dia letakkan bagi kalian.
وَاللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْكُمْۗ وَيُرِيْدُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوٰتِ اَنْ تَمِيْلُوْا مَيْلًا عَظِيْمًا
Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

Tafsir Al-Muyassar

Allah ingin mengampuni kalian dan memaafkan kesalahan-kesalahan kalian, sementara orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsu dan kenikmatan sesaat ingin agar kalian menyimpang dari agama dengan penyimpangan yang jauh.
يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menginginkan kemudahan dengan syariat yang Dia letakkan bagi kalian, tidak mempersulit kalian, karena kalian diciptakan dalam keadaan lemah.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, tidak halal bagi kalian memakan harta sebagian dari kalian dengan cara yang tidak benar, kecuali bila ia sesuai dengan tuntunan syariat dan usaha yang halal atas dasar sukarela diantara kalian. Janganlah sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain sehingga kalian membinasakan diri kalian sendiri dengan melakukan dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kalian dalam segala apa yang Dia perintahkan kepada kalian, dan apa yang Dia larang kalian darinya.
وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ عُدْوَانًا وَّظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيْهِ نَارًاۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang melanggar apa yang dilarang oleh Allah berupa mengambil harta yang haram seperti mencuri, ghashab, berbuat curang dengan kesengajaan dan pelanggaran terhadap hukum Allah, maka Allah akan memasukkannnya kedalam neraka yang dia rasakan panasnya yang luar biasa, dan hal itu bagi Allah adalah mudah.
وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ عُدْوَانًا وَّظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيْهِ نَارًاۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Jiwa Qabil menggodanya untuk membunuh saudaranya, maka dia pun membunuhnya, akibatnya dia termasuk orang-orang yang merugi yang mengorbankan akhiratnya demi dunianya.
اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia(surga).

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian wahai orang-orang mukmin menjauhi dosa-dosa besar seperti mempersekutukan Allah dengan sesuatu, durhaka kepada bapak ibu, membunuh suatu jiwa tanpa alasan yang benar dan lainnya, niscaya Kami akan melebur dosa-dosa kecil dari kalian dan memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia yaitu surga.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْاۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَۗ وَسْـئَلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan berharap apa yang Allah anugerahkan kepada sebagian dari kalian atas sebagian yang lain dalam bentuk rizki, kemampuan dan lainnya. Allah telah menetapkan bagian tertentu dari balasan bagi kaum laki-laki sesuai dengan amal perbuatan mereka, sebagaimana Allah juga menetapkan hal yang sama bagi kaum wanita. Mintalah kepada Allah yang Maha Pemurah dan Maha Memberi agar Dia memberikan kepadamu dari karunia-Nya daripada hanya sekedar berharap. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan Dia lebih mengetahui apa yang baik bagi hamba-hamba-Nya dalam kebaikan yang Dia bagi-bagikan kepada mereka.
وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَۗ وَالَّذِيْنَ عَقَدَتْ اَيْمَانُكُمْ فَاٰتُوْهُمْ نَصِيْبَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدًا
Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannnya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu".

Tafsir Al-Muyassar

Kami telah menjadikan untuk masing-masing dari kalian ahli waris yang mewarisi apa yang ditinggalkan oleh bapak ibu dan para kerabat. Dan orang-orang di mana kalian telah bersumpah setia dengan mereka untuk saling menolong dan saling berbagi warisan, maka berikanlah apa yang ditetapkan bagi mereka kepada mereka. Saling mewarisi atas dasar sumpah setia untuk saling menolong ditetapkan diawal Islam, kemudian di nasakh (dihapus) dengan turunnya ayat-ayat warisan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui amal-amal yang kalian perbuat dan Dia akan membalas kalian atasnya.
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُۗ وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tafsir Al-Muyassar

Kaum laki-laki bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengayomi kaum wanita, karena Allah Ta ala memberikan kepada mereka unsur-unsur penunjang qiwamah dan keunggulan, di samping mahar dan nafkah yang mereka berikan kepada istri. Wanita-wanita yang shalihah yang berpegang kepada syariat Allah adalah yang patuh kepada Allah dan kepada suami-suami mereka, yang menjaga apa yang tidak diketahui oleh suami karena Allah telah mengamanatkan penjagaannya kepada mereka dengan penjagaan dan taufik-Nya. Wanita-wanita yang kalian khawatirkan menentangmu, maka nasihatilah dengan kata-kata yang baik, lalu tinggalkanlah mereka di tempat tidur dan jangan mendekati mereka. Bila hal ini tidak membuat mereka berubah maka pukullah dengan pukulan yang tidak memudharatkan mereka, bila mereka telah menaati kalian maka jangan berbuat zhalim kepada mereka, karena wali mereka adalah Allah yang Mahatinggi lagi Mahabesar. Dia akan membalas siapa yang menzhalimi mereka dan melanggar hak-hak mereka.
وَاِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ اَهْلِهٖ وَحَكَمًا مِّنْ اَهْلِهَاۚ اِنْ يُّرِيْدَآ اِصْلَاحًا يُّوَفِّقِ اللّٰهُ بَيْنَهُمَاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian wahai para wali dari suami istri mengkhawatirkan perselisihan di antara keduanya yang menyebabkan perpisahan, maka utuslah kepada keduanya seorang hakam yang adil dari keluarga suami dan hakam yang adil dari keluarga istri, agar kedua hakam tersebut mempelajari dan menetapkan apa yang baik bagi suami istri. Allah akan membimbing suami istri melalui keinginan kuat dari kedua hakam tersebut untuk saling mendamaikan dan penggunaan mereka berdua terhadap cara-cara yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, tidak ada sesuatu pun dari perkara hamba-Nya yang samar bagi-Nya, Maha Mengenal terhadap apa yang disembunyikan oleh hati mereka.
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

Tafsir Al-Muyassar

Sembahlah Allah dan tunduklah kepada-Nya semata, jangan mengangkat sekutu bagi-Nya dalam rububiyah dan ibadah. Berbuat baiklah kepada bapak ibu, tunaikan hak keduanya dan hak-hak para kerabat, anak-anak yang ditinggal mati oleh bapak mereka saat mereka belum berusia dewasa, orang-orang yang membutuhkan yang tidak mempunyai apa yang mencukupi dan menutup kebutuhan mereka, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, kawan dalam perjalanan dan saat tinggal, musafir yang memerlukan dan hamba sahaya baik laki-laki maupun wanita. Sesungguhnya Allah tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang menyombongkan diri yang merasa lebih tinggi dari manusia lainnya.
الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ
(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Tafsir Al-Muyassar

(Yaitu) orang-orang yang menolak untuk berinfak dan memberi dari apa yang Allah rizkikan kepada mereka dan memerintahkan orang lain untuk berbuat bakhil, mengingkari nikmat-nikmat Allah atas mereka, menyembunyikan karunia dan pemberian Allah. Kami telah menyiapkan siksa yang menghinakan bagi orang-orang yang ingkar.
وَالَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ وَمَنْ يَّكُنِ الشَّيْطٰنُ لَهٗ قَرِيْنًا فَسَاۤءَ قَرِيْنًا
Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Dan barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu teman yang seburuk-buruknya.

Tafsir Al-Muyassar

Kami juga menyiapkan siksa bagi orang-orang yang berinfak atas dasar riya dan sum` ah dan tidak membenarkan Allah dari segi keyakinan dan perbuatan dan juga terhadap Hari Kiamat, ini termasuk perbuatan-perbuatan buruk dimana setan mengajak manusia kepadanya. Siapa yang berkawan dengan setan maka setan itu adalah seburuk-buruk kawan pendamping.
وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللّٰهُۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِهِمْ عَلِيْمًا
Apakah kemudharatan bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezki yang telah diberikan Allah kepada mereka Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Apa ruginya mereka bila mereka membenarkan Allah dan Hari Akhir dari sisi keyakinan dan perbuatan, menginfakkan sebagian dari apa yang telah Allah berikan kepada mereka dengan berharap pahala dari-Nya dan keikhlasan. Allah Maha Mengetahui mereka dan apa yang mereka perbuat dan Dia akan menghisab mereka atasnya.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۚ وَاِنْ تَكُ حَسَنَةً يُّضٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَّدُنْهُ اَجْرًا عَظِيْمًا
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah tidak mengurangi balasan siapa pun dari amal perbuatannya walaupun hanya seberat semut hitam. Bila kebaikan itu hanya seberat semut hitam, maka Allah akan menambah dan menumbuhkannya bagi pelakunya, melimpahkan balasan lebih kepadanya dan memberinya balasan besar untuknya di surga.
فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ
Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Tafsir Al-Muyassar

Bagaimana keadaan manusia di Hari Kiamat manakala Allah mengumpulkan semua umat dengan Rasul-Nya agar dia bersaksi atasnya dengan apa yang diperbuat, dan Allah menghadirkanmu wahai Rasul agar kamu menjadi saksi atas mereka dan atas umatnya, bahwa kamu telah menyampaikan risalah Tuhanmu kepada mereka?
يَوْمَىِٕذٍ يَّوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَعَصَوُا الرَّسُوْلَ لَوْ تُسَوّٰى بِهِمُ الْاَرْضُۗ وَلَا يَكْتُمُوْنَ اللّٰهَ حَدِيْثًا
Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

Tafsir Al-Muyassar

Di hari itu orang-orang yang kafir kepada Allah, menyelisihi Rasul dan tidak menaatinya berharap Allah menjadikan mereka sama dengan bumi, sehingga mereka menjadi tanah agar mereka tidak dibangkitkan dan mereka tidak kuasa menyembunyikan apa pun dalam hati mereka dari Allah, karena Allah mengunci mulut mereka, lalu anggota tubuh mereka bersaksi terhadap apa yang mereka perbuat.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jangan mendekati shalat dan jangan melaksanakannya saat kalian dalam keadaan mabuk sehingga kalian mengetahui dan menyadari apa yang kalian ucapkan, (hal ini sebelum pengharaman khamar secara total dalam keadaan apa pun). Dan jangan mendekati shalat saat kalian dalam keadaan hadats besar, jangan pula mendekati tempat-tempatnya yaitu masjid, kecuali siapa diantara kalian yang hanya sekedar numpang lewat dari satu pintu ke pintu lainnya sehingga kalian bersuci dengan mandi. Bila kalian dalam keadaan sakit yang karenanya kalian tidak mampu untuk menggunakan air, atau saat dalam perjalanan, atau salah seorang di antara kalian selesai buang hajat, atau kalian melakukan hubungan suami istri lalu kalian tidak mendapatkan air untuk bersuci, maka carilah debu yang suci, sapulah wajah dan tangan kalian darinya. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Dia memaafkan kesalahan-kesalahan kalian dan menutupinya atas kalian.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يَشْتَرُوْنَ الضَّلٰلَةَ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ تَضِلُّوا السَّبِيْلَۗ
Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al-Kitab (Taurat) Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul perkara orang-orang Yahudi yang telah diberi sebagian dari ilmu tentang Taurat yang mereka terima, mereka menukar petunjuk dengan kesesatan, meninggalkan bukti-bukti dan tanda-tanda kuat yang menunjukkan kebenaran risalah Rasulullah Muhammad, dan mereka berharap bagi kalian wahai orang-orang mukmin agar menyimpang dari jalan yang lurus sehingga kalian sama-sama sesat seperti mereka.
وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاَعْدَاۤىِٕكُمْۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَلِيًّاۙ وَّكَفٰى بِاللّٰهِ نَصِيْرًا
Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

Tafsir Al-Muyassar

Allah lebih mengetahui daripada kalian wahai orang-orang mukmin permusuhan orang-orang Yahudi kepada kalian. Cukuplah Allah sebagai penolong yang menjaga kalian, cukuplah Allah sebagai pendukung yang membantu kalian atas musuh-musuh kalian.
مِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَّرَاعِنَا لَيًّاۢ بِاَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِى الدِّيْنِۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ قَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَقْوَمَۙ وَلٰكِنْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merobah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata:"Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya". Dan (mereka mengatakan pula):"Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan):"Raa ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan:"Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang Yahudi ada sekelompok orang yang selalu merubah kalam Allah dan menggantinya dari tempatnya yang benar dengan dasar berbuat dusta atas nama Allah. Mereka berkata kepada Rasulullah : Kami mendengar perkataanmu namun kami mendurhakai perintahmu, dengarkanlah kami dan semoga kamu tidak didengarkan. Mereka juga berkata : Berikanlah pendengaranmu. Yakni pahamilah kami dan buatlah kami paham. Mereka membelokkan lidah mereka dengannya, maksud mereka adalah mendoakan ru unah (kebodohan) atas Nabi menurut bahasa mereka dan mencela agama Islam. Sekiranya mereka mengucapkan : Kami dengarkan dan kami taati, dan bukan kami durhakai. Dengarkanlah, dan bukan semoga kamu tidak didengarkan, niscaya hal itu lebih baik bagi mereka di sisi Allah dan lebih lurus dari sisi perkataan. Akan tetapi Allah mengusir mereka dari rahmat-Nya disebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran mereka terhadap kenabian Muhammad. Mereka tidak membenarkan kebenaran kecuali hanya sedikit dan itu tidak bermanfaat bagi mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اٰمِنُوْا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّطْمِسَ وُجُوْهًا فَنَرُدَّهَا عَلٰٓى اَدْبَارِهَآ اَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّآ اَصْحٰبَ السَّبْتِۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا
Hai orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al-Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merobah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Ahli Kitab, berimanlah dan amalkanlah al-Qur an yang telah Kami turunkan, yang membenarkan kitab-kitab yang turun kepada kalian sebelum Kami menyiksa kalian karena keburukan perbuatan kalian, sehingga Kami akan menghapus wajah-wajah kalian dan memutarnya ke belakang, atau Kami melaknat para pembuat kerusakan tersebut dengan merubah wujud mereka menjadi kera dan babi sebagaimana kami telah melakukannya terhadap orang-orang Yahudi yang melanggar di hari Sabtu, di mana mereka telah dilarang untuk menjala ikan di hari itu namun mereka tidak mengindahkannya. Maka Allah murka kepada mereka dan mengusir mereka dari rahmat-Nya. Ketetapan Allah pasti akan terjadi dalam keadaaan apa pun.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dan tidak memaafkan siapa yang mempersekutukanNya dengan sesuatu dan makhluk-Nya atau dia kafir dengan bentuk kekufuran apa pun dari jenis kufur akbar. Sebaliknya Dia memaafkan dosa-dosa dibawah syirik bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Barangsiapa yang melakukan syirik kepada Allah, maka dia telah melakukan dosa yang besar.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu wahai Rasul tidak mengetahui perkara orang-orang yang menyanjung diri mereka dan amal perbuatan mereka, dan menyatakannya suci dan jauh dari keburukan? Padahal hanya Allah yang berhak menyanjung hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki karena hanya Dia yang mengetahui hakikat amal perbuatan mereka. Dan Allah tidak mengurangi sedikitpun balasan bagi amal perbuatan mereka sekalipun hanya setipis kulit di antara daging kurma dengan bijinya.
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَكَفٰى بِهٖٓ اِثْمًا مُّبِيْنًا
Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

Tafsir Al-Muyassar

Lihatlah kepada mereka wahai Rasul dengan ketakjuban terhadap keadaan mereka, bagaimana mereka berani membuat kedustaan atas nama Allah padahal Dia patut disucikan dari segala yang tidak patut bagi-Nya? Cukuplah kedustaan ini sebagai dosa besar yang menyingkap kerusakan keyakinan mereka.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰٓؤُلَاۤءِ اَهْدٰى مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا سَبِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al-Kitab Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul keadaan orang-orang Yahudi tersebut yang telah diberi bagian dari ilmu, mereka membenarkan segala apa yang disembah selain Allah berupa berhala dan setan dari kalangan jin dan manusia dengan pembenaran yang membuat mereka berkenan untuk berhakim kepada selain syariat Allah. Mereka berkata kepada orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad : Orang-orang kafir itu lebih lurus dan lebih adil jalan agamanya daripada orang-orang yang beriman.
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُۗ وَمَنْ يَّلْعَنِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ نَصِيْرًا
Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang kerusakannya telah menyebar dan kesesatannya telah mengakar, Allah telah mengusir mereka dari rahmat-Nya. Barangsiapa telah diusir oleh Allah dari rahmat-Nya, niscaya kamu tidak akan mendapatkan siapa yang bisa menolongnya dan menepis darinya siksa Allah yang buruk.
اَمْ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَاِذًا لَّا يُؤْتُوْنَ النَّاسَ نَقِيْرًاۙ
Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan) Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah mereka mendapatkan bagian dari kerajaan, seandainya ia diberikan kepada mereka niscaya mereka tidak akan memberikannya sedikit pun kepada siapa pun sekalipun hanya setipis kulit antara biji kurma dengan dagingnya?
اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ فَقَدْ اٰتَيْنَآ اٰلَ اِبْرٰهِيْمَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاٰتَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا
Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya. Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah mereka mendengki Muhammad atas nikmat kenabian dan kerasulan yang telah Allah berikan kepadanya, dan mereka melihat sahabat-sahabatnya mendapatkan nikmat bimbingan kepada iman, membenarkan risalah, mengikuti Rasul dan kekuasaan di muka bumi lalu mereka berharap agar nikmat-nikmat tersebut hilang dari para sahabat? Kami telah memberikan kepada anak keturunan Ibrahim sebelum ini kitab-kitab yang Allah turunkan kepada mereka, termasuk apa yang diwahyukan kepada mereka bukan dalam bentuk kitab yang dibaca. Di samping itu Kami telah memberi mereka kerajaan yang besar.
فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ صَدَّ عَنْهُۗ وَكَفٰى بِجَهَنَّمَ سَعِيْرًا
Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang yang telah diberi bagian dari ilmu ada orang-orang yang membenarkan risalah Muhammad dan mengamalkan syariatnya. Namun diantara mereka ada pula yang berpaling dan tidak menjawab seruannya, serta menghalang-halangi manusia untuk mengikutinya. Cukuplah bagi kalian wahai orang-orang yang mendustakan api Neraka Jahanam yang membakar kalian.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, wahyu dalam kitab-Nya, bukti-bukti dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang diturunkan oleh-Nya, Kami akan memasukkan mereka ke dalam api Neraka dimana mereka akan merasakan panasnya. Setiap kali kulit mereka terbakar, Kami menggantinya dengan kulit lainnya agar siksa dan kepedihan mereka terus berlangsung. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu yang membangkang dari-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan ketetapan-Nya.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ لَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌۙ وَّنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيْلًا
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang hatinya tenteram dengan iman kepada Allah, membenarkan risalah Muhammad dan tetap konsisten di atas ketaatan, maka Kami akan memasukkan mereka kedalam surga yang mengalir dibawah pohon-pohonnya dan istana-istananya sungai-sungai, mereka mengenyam kenikmatan didalamnya untuk seterusnya tanpa keluar darinya. Di sana mereka memiliki pasangan-pasangan yang Allah sucikan dari segala yang kotor. Kami juga akan memasukkan mereka ke dalam naungan yang lepas lagi luas di surga.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar menunaikan amanat dengan berbagai macam bentuknya, di mana kalian diamanati atasnya kepada pemiliknya, maka jangan melalaikannya. Allah juga memerintahkan kalian agar menetapkan keputusan diantara manusia dengan adil dan obyektif bila kalian menetapkannya di antara mereka. Ini adalah sebaik-baik nasihat dan petunjuk yang Allah berikan kepada kalian, Sesungguhnya Allah Maha Mendengar kata-kata kalian, mengetahui amal-amal kalian seluruhnya dan melihatnya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jawablah p[erintah-perintah Allah dan jangan menyelisihinya. Jawablah seruan Rasul kepada kebenaran yang dibawanya. Taatilah ulil amri diantara kalian selama bukan dalam bermaksiat kepada Allah. Bila kalian berselisih pendapat di antara kalian tentang suatu perkara, maka pulangkanlah hukumnya kepada kitab Allah dan sunnah Rasulullah, bila kalian beriman dalam arti yang sebenarnya kepada Allah dan hari akhir. Pengembalian hukum kepada al-Qur an dan sunnah adalah lebih baik bagi kalian daripada perselisihan dan berpendapat berdasarkan akal serta lebih bagus akibat dan dampaknya.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَحَاكَمُوْٓا اِلَى الطَّاغُوْتِ وَقَدْ اُمِرُوْٓا اَنْ يَّكْفُرُوْا بِهٖۗ وَيُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّضِلَّهُمْ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu wahai Rasul tidak mengetahui perkara orang-orang munafik yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, yaitu al-Qur an, dan kepada apa yang diturunkan kepada utusan-utusan sebelummu, namun mereka hendak berhakim kepada kebathilan yang tidak disyariatkan oleh Allah dalam memutuskan perselisihan di antara mereka, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari kebatilan?Setan hendak menjauhkan mereka dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya. Ayat ini merupakan dalil bahwa iman yang benar menuntut ketundukan kepada syariat Allah dan menjadikannya sebagai hakim dalam segala perkara. Barangsiapa mengaku beriman namun dia memilih hukum thaghut diatas hukum Allah, maka pengakuannya dusta belaka.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ رَاَيْتَ الْمُنٰفِقِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْكَ صُدُوْدًاۚ
Apabila dikatakan kepada mereka:"Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang tersebut dinasihati, dikatakan kepada mereka : Marilah kita berhakim kepada apa yang diturunkan oleh Allah dan kepada Rasul-Nya Muhammad dan petunjuknya. Niscaya kamu akan melihat orang-orang yang menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran tersebut berpaling dengan sangat kerasnya.
فَكَيْفَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۢبِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ثُمَّ جَاۤءُوْكَ يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِۙ اِنْ اَرَدْنَآ اِلَّآ اِحْسَانًا وَّتَوْفِيْقًا
Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah:"Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

Tafsir Al-Muyassar

Bagaimana keadaan orang-orang munafik itu bila mereka ditimpa musibah disebabkan oleh apa yang mereka kerjakan, kemudian mereka datang kepadamu wahai Rasul meminta maaf dan mereka menegaskan kepadamu bahwa mereka tidak bermaksud dengan perbuatan mereka itu kecuali berbuat baik dan mendamaikan di antara orang-orang yang bertikai?
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللّٰهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَّهُمْ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَوْلًاۢ بَلِيْغًا
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang itu, Allah mengetahui hakikat apa yang ada di dalam dada mereka berupa kemunafikan, maka berpalinglah dari mereka, waspadailah mereka karena mereka menyembunyikan keburukan dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang berpengaruh terhadap mereka, sehingga mereka jera dan meninggalkan apa yang mereka perbuat.
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seijin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Kami tidak mengutus seorang Rasul pun dari Rasul-rasul Kami, kecuali agar dakwahnya dijawab dengan perintah dan ketetapan dari Allah. Seandainya orang-orang yang menganiaya diri mereka dengan melakukan keburukan-keburukan tersebut datang kepadamu wahai Rasul, saat kamu masih hidup, dalam keadaan bertaubat memohon kepada Allah agar mengampuni mereka dan kamu pun memohon ampun bagi mereka, niscaya mereka akan mengetahui bahwa Allah Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan diri-Nya yang mulia bahwa mereka itu belum beriman dalam arti yang sebenarnya, sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan saat kamu masih hidup, dan setelah kamu mati mereka tetap bersedia berhakim kepada sunnahmu. Kemudian mereka tidak menyanggah sedikitpun keputusan yang kamu berikan kepada mereka, mereka tunduk kepadanya secara sempurna. Berhakim kepada apa yang dibawa oleh Rasulullah saw mencakup al-Qur an dan sunnah dalam segala urusan kehidupan, termasuk tuntutan iman disertai dengan sikap menerima dan rela.
وَلَوْ اَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ اَنِ اقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ اَوِ اخْرُجُوْا مِنْ دِيَارِكُمْ مَّا فَعَلُوْهُ اِلَّا قَلِيْلٌ مِّنْهُمْۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهٖ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَشَدَّ تَثْبِيْتًاۙ
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka:"Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya Kami mewajibkan atas orang-orang munafik yang berhakim kepada thaghut tersebut agar sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lainnya, atau agar mereka keluar dari tempat tinggal mereka, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sedikit orang dari mereka. Seandainya mereka menjawab apa yang dinasihatkan kepada mereka, niscaya hal itu bermanfaat bagi mereka, lebih menguatkan iman mereka dan Kami pun akan memberikan pahal yang besar dari sisi Kami kepada mereka di dunia dan di akhirat. Dan Kami juga akan membimbing dan memberi mereka taufik ke jalan Allah yang lurus.
وَّاِذًا لَّاٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ لَّدُنَّآ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ
Dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami.

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya Kami mewajibkan atas orang-orang munafik yang berhakim kepada thaghut tersebut agar sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lainnya, atau agar mereka keluar dari tempat tinggal mereka, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sedikit orang dari mereka. Seandainya mereka menjawab apa yang dinasihatkan kepada mereka, niscaya hal itu bermanfaat bagi mereka, lebih menguatkan iman mereka dan Kami pun akan memberikan pahal yang besar dari sisi Kami kepada mereka di dunia dan di akhirat. Dan Kami juga akan membimbing dan memberi mereka taufik ke jalan Allah yang lurus.
وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Kalaulah Kami wajibkan kepada orang-orang munafik yang menjadikan Tagut sebagai rujukan hukum itu untuk saling membunuh atau diusir dari kampung halaman, maka mereka tidak akan melakukannya kecuali hanya sebagian kecil saja. Kalaulah mereka mau melakukan apa yang dinasihatkan, hal itu benar-benar bermanfaat bagi mereka, lebih menguatkan keimanan mereka. Pasti Kami akan memberi mereka ganjaran yang besar dari sisi Kami di dunia dan akhirat, menunjukkan dan memberi mereka taufik menuju jalan Allah yang lurus.
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang menjawab perintah-perintah Allah dan petunjuk Rasulullah Muhammad , maka mereka adalah orang-orang yang kedudukan dan derajatnya agung. Mereka menyertai orang-orang yang telah Allah beri nikmat di surga dari kalangan para nabi, orang-orang shiddiqin di mana pembenaran kepada apa yang dibawa oleh para Rasul sempurna, baik keyakinan, perkataan dan perbuatan, orang-orang yang gugur syahid di jalan Allah dan orang-orang Mukmin yang shalih, mereka adalah kawan-kawan terbaik d surga.
ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللّٰهِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ عَلِيْمًا
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Pemberian besar ini hanya berasal dari Allah semata. Cukuplah Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya, dan siapa di antara mereka yang berhak mendapatkan pahala besar karena amal shalih yang dikerjakannya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا خُذُوْا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوْا ثُبَاتٍ اَوِ انْفِرُوْا جَمِيْعًا
Hai orang-orang yang beriman, bersiapsiagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang beriman, ambillah kewaspadaan kalian dengan selalu bersiap-siap menghadapi musuh-musuh kalian. Keluarlah untuk memerangi mereka per kelompok demi kelompok atau bersatu sekaligus.
وَاِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَّيُبَطِّئَنَّۚ فَاِنْ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالَ قَدْ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيَّ اِذْ لَمْ اَكُنْ مَّعَهُمْ شَهِيْدًا
Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang-orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata:"Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka".

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya di antara kalian ada beberapa orang yang bermalas-malasan untuk berangkat menyongsong musuh dan menggembosi kawan-kawannya dengan sengaja dan terus menerus. Bila takdir baik tidak memihak kalian dan kalian kalah atau gugur, maka mereka berkata dengan penuh kegembiraan : Allah telah menjagaku saat aku tidak hadir bersama orang-orang yang menjerumuskan diri ke dalam perkara yang aku tidak menyukainya untuk diriku sendiri. Mereka senang karena tidak ikut berperang bersama kalian.
وَلَىِٕنْ اَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِّنَ اللّٰهِ لَيَقُوْلَنَّ كَاَنْ لَّمْ تَكُنْۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهٗ مَوَدَّةٌ يّٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ مَعَهُمْ فَاَفُوْزَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia:"Wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian mendapatkan karunia dari Allah dan harta rampasan perang, maka mereka akan berkata dengan penuh hasad dan penyesalan, seolah-olah antara kalian dengan mereka tidak terdapat kecintaan secara lahir : Seandainya kami bersama mereka, sehingga aku bisa mendapatkan apa yang mereka dapatkan berupa keselamatan, kemenangan dan harta rampasan perang.
فَلْيُقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يَشْرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِۗ وَمَنْ يُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيُقْتَلْ اَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
Karena itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Hendaknya orang-orang yang menjual kehidupan dunia ini dengan kehidupan akhirat dan pahalanya, berjihad di jalan Allah demi menolong agama-Nya dan menjunjung tinggi kalimat-Nya. Barangsiapa berjihad di jalan Allah dengan ikhlas, lalu dia kalah atau terbunuh, maka Kami akan memberinya pahala yang besar.
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa:"Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau".

Tafsir Al-Muyassar

Apa yang menghalangi kalian wahai orang-orang Mukmin untuk berjihad demi menolong agama Allah, dan menolong hamba-hamba-Nya yang lemah dari kalangan kaum laki-laki, wanita dan anak-anak yang dizhalimi, sedangkan mereka tidak mempunyi jalan keluar dan cara menyelamatkan diri kecuali memohon pertolongan kepada Rabb mereka. Mereka berdoa : Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri yaitu Mekah yang penduduknya berbuat Zhalim kepada diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kepada orang-orang beriman dengan menyiksa mereka. Jadikanlah untuk kami dari sisi-Mu seorang pemimpin yang bisa mengurusi perkara kami dan penolong yang bisa membantu kami atas orang-orang yang zhalim?
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۚ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ فَقَاتِلُوْٓا اَوْلِيَاۤءَ الشَّيْطٰنِۚ اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًاۚ
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yg beriman dengan benar, baik akidah dan amal perbuatan, mereka berjihad di jalan Allah demi membela kebenaran dan pendukungnya. Sementara orang-orang kafir berperang di jalan kesesatan dan kerusakan di muka bumi. Maka perangilah wahai orang-orang Mukmin, orang-orang musyrik dan kafir yang bersikap loyal kepada setan dan menaati perintahnya. Sesungguhnya taktik setan dengan para kawan-kawannya adalah lemah.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ قِيْلَ لَهُمْ كُفُّوْٓا اَيْدِيَكُمْ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۚ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةًۚ وَقَالُوْا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَۚ لَوْلَآ اَخَّرْتَنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka:"Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari takutnya. Mereka berkata:"Ya Rabb kami, mengapa engkau wajibkan berperang kepada kami Mengapa tidak engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi" Katakanlah:"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun".

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul keadaan orang-orang yang kepada mereka dikatakan sebelum diwajibkannya berperang : Tahanlah tangan kalian dengan tidak memerangi musuh kalian dari orang-orang musyrikin, dan kalian harus menegakkan shalat dan menunaikan zakat yang Allah wajibkan atas kalian. Manakala berperang diwajibkan atas mereka, tiba-tiba sekelompk orang dari mereka berubah keadaannya,mereka takut dan gentar menghadapi manusia seperti mereka takut keapada Allah bahkan lebih, mereka menyampaikan besarnya rasa takut yang menimpa mereka sambil berkata : Ya Tuhan Kami, mengapa Engkau mewajibkan kami untuk berperang? Mengapa Engkau tidak menundanya beberapa saat. Mereka mengucapkannya karena mereka lebih menyukai kehidupan dunia. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul : Kenikmatan dunia itu sedikit sedangkan akhirat dan apa yang ada padanya adalah lebih agung dan lebih kekal bagi siapa yang bertakwa, yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dan menjauhi apa yang dilarang darinya. Tuhanmu tidak menzhalimi seorang pun sedikit pun, sekalipun hanya setipis kulit di antara biji kurma dengan dagingnya.
اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika memperoleh kebaikan, mereka mengatakan:"Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan:"Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah:"Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun.

Tafsir Al-Muyassar

Di mana pun kalian berada, kematian pasti menjumpai kalian, di tempat manapun kalian berada saat ajal kalian sudah tiba, sekalipun kalian berada di dalam benteng yang kokoh dan jauh dari medan perang. Bila mereka mendapatkan kenikmatan dunia yang membahagiakan mereka, maka mereka menisbatkan keberhasilannya kepada Allah. Namun bila mereka ditimpa sesuatu yang tidak disukai maka mereka menisbatkannya kepada Rasul Muhammad sebagai sebuah kebodohan dan sikap pesimis. Padahal mereka tidak mengetahui bahwa semua itu dari Allah semata dengan qadha dan qadar-Nya, lalu mengapa mereka tidak memahami setiap perkataan yang diucapkan kepada mereka?
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِۙ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًاۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Tafsir Al-Muyassar

Apa yang menimpamu wahai manusia, berupa kebaikan dan kenikmatan, maka ia dari Allah semata, sebagai sebuah karunia dan kebaikan dari-Nya. Apa yang menimpamu berupa kesulitan dan kesusahan, maka ia disebabkan oleh perbuatan burukmu, dan apa yang dihasilkan oleh kedua tanganmu berupa kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa. Kami mengutusmu wahai Rasul kepada manusia seluruhnya sebagai seorang Rasul untuk menyampaikan risalah Rabb-mu. Cukuplah Allah sebagai saksi atas kebenaran risalahmu.
مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًاۗ
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang menjawab Rasulullah dan mengamalkan petunjuknya, maka dia telah menjawab Allah dan mengamalkan perintah-Nya. Barangsiapa yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kami tidak mengutusmu wahai Rasul sebagai pengawas atas orang-orang yang berpaling tersebut di mana kamu yang menjaga amal perbuatan dan menghisab mereka atasnya, karena hisab mereka atas Kami.
وَيَقُوْلُوْنَ طَاعَةٌۙ فَاِذَا بَرَزُوْا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ الَّذِيْ تَقُوْلُۗ وَاللّٰهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُوْنَۚ فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan:"(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang berpaling itu memperlihatkan saat mereka berada di majlis Rasululah bahwa mereka menaati beliau dan apa yang beliau bawa. Namun bila mereka telah menjauh dari beliau dan meninggalkan majlis beliau, maka sekelompok orang dari mereka menyusun rencana di malam hari yang bertentangan dengan ketaatan yang mereka perlihatkan sebelumnya. Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengawasi rencana mereka dan akan membalas mereka dengan balasan yang sempurna. Maka berpalinglah dari mereka wahai Rasul, jangan menggubris mereka, karena mereka tidak akan merugikan kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai penolong dan pendukung.
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran? Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang itu tidak memperhatikan al-Qur an dan kandungan kebenarannya dengan seksama dan cermat, di mana ia hadir dengan susunan yang sangat bagus yang memastikan bahwa ia dari sisi Allah? Seandainya al-Qur an datang dari selain Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak kontradiksi padanya.
وَاِذَا جَاۤءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَمْنِ اَوِ الْخَوْفِ اَذَاعُوْا بِهٖۗ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِلٰٓى اُولِى الْاَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْۢبِطُوْنَهٗ مِنْهُمْۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang yang iman belum bercokol kuat di dalam hati mereka mengetahui suatu perkara yang harus disembunyikan karena ia berkaitan dengan keamanan yang kebaikannya kembali kepada Islam dan kaum muslimin, atau ketakutan yang membuat hati mereka tidak merasa aman, maka mereka menyebarkannya di kalangan manusia. Seandainya mereka mengembalikannya kepada Rasulullah dan kepada ahli ilmu yang memahami, niscaya orang-orang yang memiliki kapabilitas untuk mengambil kesimpulan akan mengetahui hakikat maknanya. Kalau bukan karena limpahan karunia dan rahmat Allah, niscaya kalian akan mengikuti setan dan jebakan-jebakannya, kecuali hanya sedikit dari kalian.
فَقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۚ لَا تُكَلَّفُ اِلَّا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَاللّٰهُ اَشَدُّ بَأْسًا وَّاَشَدُّ تَنْكِيْلًا
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Berjihadlah wahai Nabi di jalan Allah demi meninggikan kalimat Allah. Perbuatan orang lain tidak harus kamu pikul dan kamu tanggung. Doronglah orang-orang Mukmin untuk berjihad dan berperang, buatlah mereka senang kepadanya semoga Allah melindungi kalian dengan mereka dan denganmu dari siksaan orang-orang kafir dan tekanan mereka. Allah lebih keras kekuatan-Nya dan lebih kuat hukuman-Nya atas orang-orang kafir.
مَنْ يَّشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَّكُنْ لَّهٗ نَصِيْبٌ مِّنْهَاۚ وَمَنْ يَّشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَّكُنْ لَّهٗ كِفْلٌ مِّنْهَاۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقِيْتًا
Barangsiapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa yang memberikan syafaat yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang berusaha mewujudkan kebaikan bagi orang laian, maka usahanya tersebut mendapatkan bagian dari pahala. Sebaliknya barangsiapa yang berusaha menyampaikan keburukan kepada orang lain, maka dia mendapatkan bagian dari dosanya. Allah Maha Menyaksikan dan Menjaga segala sesuatu.
وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila seorang muslim mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah salamnya dengan yang lebih baik, baik lafazhnya dan baik pula keceriannya. Atau jawablah dengan yang sama dengan salamnya, masing-masing mendapatkan pahala dan balasan-Nya. Sesungguhnya Allah membalas segala sesuatu.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيْهِۗ وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيْثًا
Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya Allah semata yang memiliki uluhiyah atas seluruh makhluk-Nya. Dia pasti akan mengumpulkan kalian di Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya untuk menghisab dan membalas kalian. Tidak ada yang lebih jujur perkataannya daripada Allah dalam berita yang dikabarkan-Nya.
فَمَا لَكُمْ فِى الْمُنٰفِقِيْنَ فِئَتَيْنِ وَاللّٰهُ اَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوْاۗ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَهْدُوْا مَنْ اَضَلَّ اللّٰهُۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka pada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang telah disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

Tafsir Al-Muyassar

Mengapa kalian wahai orang-orang Mukmin berbeda pendapat menjadi dua kubu tentang orang-orang munafik; kubu pertama berpendapat untuk memerangi mereka sedangkan kubu yang kedua tidak demikian? Padahal Allah telah menjerumuskan mereka kedalam kekufuran dan kesesatan disebabkan buruknya perbuatan mereka. Apakah kalian ingin memberi hidayah kepada orang yang telah Allah palingkan dari agama-Nya? Barangsiapa yang dibiarkan oleh Allah sehingga dia tidak mengikuti agama-Nya dan meninggalkan perintah-Nya, maka tidak ada jalan baginya kepada hidayah.
وَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَ كَمَا كَفَرُوْا فَتَكُوْنُوْنَ سَوَاۤءً فَلَا تَتَّخِذُوْا مِنْهُمْ اَوْلِيَاۤءَ حَتّٰى يُهَاجِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوْهُمْ وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْۙ وَلَا تَتَّخِذُوْا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًاۙ
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun diantara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu berharap bagi kalian wahai orang-orang Mukmin bila kalian mengingkari apa yang diimani oleh hati kalian sebagaimana mereka mengingkarinya dengan hati mereka, sehingga kalian akan sama dengan mereka dalam pengingkaran. Jangan mengangkat mereka sebagai kawan-kawan dekat bagi kalian, sehingga mereka berhijrah dijalan Allah demi membuktikan kebenaran iman mereka. Bila mereka berpaling dari apa yang diserukan kepada mereka, maka tangkaplah mereka di mana pun mereka berada, lalu bunuhlah mereka dan jangan menjadikan mereka sebagai pendukung setia selain Allah dan penolong yang kalian mintai pertolongan.
اِلَّا الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ اِلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ اَوْ جَاۤءُوْكُمْ حَصِرَتْ صُدُوْرُهُمْ اَنْ يُّقَاتِلُوْكُمْ اَوْ يُقَاتِلُوْا قَوْمَهُمْۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوْكُمْۚ فَاِنِ اعْتَزَلُوْكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ وَاَلْقَوْا اِلَيْكُمُ السَّلَمَۙ فَمَا جَعَلَ اللّٰهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيْلًا
kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum,yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang masih ada hubungan perjanjian dengan kalian, jangan memerangi mereka. Demikian pula orang-orang yang datang kepadamu dengan dada yang sempit dan tidak suka memerangi kalian. Sebagaimana mereka tidak menyukai memerangi kaum mereka sendiri, mereka tidak bersama kalian dan tidak pula bersama kaum mereka, maka jangan memerangi mereka. Seandainya Allah berkehendak niscaya Allah akan menguasakan mereka atas kalian, dan selanjutnya mereka akan memerangi kalian bersama orang-orang musyrikin yang menjadi musuh bagi kalian. Akan tetapi Allah memalingkan mereka dari kalian dengan kuasa dan karunia-Nya. Bila mereka membiarkan kalian, tidak memerangi kalian dan tunduk berserah diri kepada kalian, maka kalian tidak mempunyai alasan untuk memerangi mereka.
سَتَجِدُوْنَ اٰخَرِيْنَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّأْمَنُوْكُمْ وَيَأْمَنُوْا قَوْمَهُمْۗ كُلَّ مَا رُدُّوْٓا اِلَى الْفِتْنَةِ اُرْكِسُوْا فِيْهَاۚ فَاِنْ لَّمْ يَعْتَزِلُوْكُمْ وَيُلْقُوْٓا اِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوْٓا اَيْدِيَهُمْ فَخُذُوْهُمْ وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْۗ وَاُولٰۤىِٕكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman(pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Kalian akan menemukan kaum yang lain dari orang-orang munafik, mereka ingin mendapatkan ketenangan di sisi kalian atas diri mereka, maka mereka memperlihatkan iman kepada kalian. Di saat bersamaan, mereka juga ingin mendapatkan keamanan dari orang-orang kafir atas diri mereka, maka mereka memperlihatkan kekufuran. Setiap kali mereka dikembalikan ke tempat kekufuran dan orang-orang kafir, maka mereka terjatuh ke dalam keadaan paling buruk. Bila mereka tidak berpaling dari kalian dan menyerahkan diri mereka secara sempurna kepada kalian dan menahan diri dengan tidak memerangi kalian, maka tangkaplah mereka dengan kuat dan bunuhlah mereka di mana pun mereka berada. Orang-orang tersebut, yang mengambil jalan ini dan telah mencapai batas yang membedakan antara mereka dengan selain mereka, mereka adalah orang-orang di mana Kami memberikan alas an yang jelas dan benar untuk memerangi dan menawan mereka.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ اَنْ يَّقْتُلَ مُؤْمِنًا اِلَّا خَطَئًاۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَئًا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَّدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ اِلٰٓى اَهْلِهٖٓ اِلَّآ اَنْ يَّصَّدَّقُوْاۗ فَاِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍۗ وَاِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ اِلٰٓى اَهْلِهٖ وَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِۖ تَوْبَةً مِّنَ اللّٰهِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Dan tidaklah layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) dan barangsiapa membunuh seorang mumin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar dia yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Seorang mukmin tidak boleh melanggar saudaranya yang mukmin dan membunuhnya tanpa hak, kecuali apa yang terjadi dari atas dasar kekeliruan yang tidak disengaja. Barangsiapa melakukannya karena salah, maka dia harus memerdekakan hamba sahaya yang beriman dan membayar diyat yang telah ditentukan kepada keluarganya, kecuali bila keluarganya menyedekahkannya dan memaafkannya. Bila korbannya berasal dari suatu kaum kafir yang menjadi musuh bagi orang-orang mukmin, namun dia beriman kepada Allah dan beriman kepada kebenaran yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammd, maka pembunuhnya harus memerdekakan hamba sahaya. Bila korbannya berasal dari suatu kaum di mana antara kalian dengan mereka terdapat perjanjian, maka pembunuhnya harus membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakakn hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak mampu memerdekakan hamba sahaya yang beriman, maka dia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut agar Allah mengampuninya. Allah Maha Mengetahui hakikat kehidupan hamba-hamba-Nya, Bijaksana dalam apa yang Dia syariatkan bagi mereka.
وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاۤؤُهٗ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيْمًا
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang melakukan pelanggaran terhadap seorang mukmin lalu dia membunuhnya dengan sengaja tanpa hak, maka hukumannya adalah Jahanam kekal didalamnya, plus murka Allah dan pengusirannya dari Rahmat-Nya bila Dia membalasnya atas dosanya. Dan Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang paling berat disebabkan kejahatan besar yang dilakukannya. Akan tetapi Allah memaafkan dan melimpahkan karunia kepada orang-orang yang beriman, sehingga Dia tidak mengekalkan mereka di dalam Neraka Jahanam.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا ضَرَبْتُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَتَبَيَّنُوْا وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَلْقٰٓى اِلَيْكُمُ السَّلٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًاۚ تَبْتَغُوْنَ عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ فَعِنْدَ اللّٰهِ مَغَانِمُ كَثِيْرَةٌۗ كَذٰلِكَ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu :"Kamu bukan seorang mukmin"(lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian keluar dalam rangka berjihad di jalan Allah, maka hendaknya kalian memastikan apa yang kalian lakukan dan apa yang kalian tinggalkan. Jangan mengingkari iman dari orang-orang yang memperlihatkan sebagian dari tanda-tanda Islam dan mereka tidak memerangi kalian. Karena ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang-orang mukmin yang menyembunyikan iman mereka, hanya demi mendapatkan kenikmatan dunia. Allah mempunyai karunia dan pemberian yang telah mencukupi kalian. Demikian pula dengan kalian diawal Islam, kalian harus menyembunyikan iman kalian dari kaum kalian sendiri yaitu orang-orang musyrikin, lalu Allah melimpahkan nikmat-Nya kepada kalian dan memuliakan kalian dengan iman dan kekuatan. Maka hendaknya kalian mengetahui dan mengenal urusan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatan kalian, mengenal perkara-perkara kalian yang samar dan Dia akan membalas kalian atasnya.
لَا يَسْتَوِى الْقَاعِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةًۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Tafsir Al-Muyassar

Tidak sama antara orang-orang yang tidak berangkat berjihad di jalan Allah, kecuali orang-orang yang memiliki halangan di antara mereka, dengan orang-orang yang berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengunggulkan para mujahidin atas orang-orang yang tidak berjihad dan meninggikan derajat mereka yang tinggi di surge. Allah menjanjikan surge kepada masing-masing dari keduanya, yaitu orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka dan orang-orang yang tidak berjihad karena halangan, karena apa yang mereka berikan dan korbankan di jalan Allah. Namun Allah tetap mengunggulkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang tidak berjihad dengan pahala yang besar.
دَرَجٰتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَةًۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Pahala yang besar ini adalah kedudukan-kedudukan yang tinggi di surge dari Allah secara khusus bagi hamba-hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya, dan ampunan bagi dosa-dosa mereka, ditambah dengan rahmat yang luas dimana mereka bernikmat ria didalamnya. Allah Maha Pengampun dari orang-orang yang kembali dan bertaubat kepadaNya, Maha Penyayang kepada orang-orang yang menaati-Nya dan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.
اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْۗ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِى الْاَرْضِۗ قَالُوْٓا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَاۗ فَاُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًاۙ
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:"Dalam keadaan bagaimana kamu ini". Mereka menjawab:"Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata:"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat sedangkan mereka menzhalimi diri mereka, dengan tetap tinggal di negeri kafir dan menolak berhijrah, para malaikat berkata mencela mereka : Dimana posisi kalian terhadap perintah agama kalian? Mereka menjawab : Kami adalah orang-orang lemah di negeri kami, kami tidak mampu menolak kezhaliman dan pemaksaan atas kami. Maka malaikat mencela mereka : Bukankah bumi Allah itu luas? Lalu mengapa kalian tidak mau meninggalkan negeri kalian ke negeri lainnya dimana kalian bisa aman dengan agama kalian? Tempat kembali mereka adalah neraka, tempat kembali yang sangat buruk.
اِلَّا الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ حِيْلَةً وَّلَا يَهْتَدُوْنَ سَبِيْلًاۙ
kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),

Tafsir Al-Muyassar

Kaum laki-laki, wanita dan anak-anak yang memang lemah di mana tidak kuasa melawan kezhaliman dan tekanan dari diri mereka dimaafkan dari kewajiban tersebut, disamping mereka tidak mengetahui jalan yang bisa membebaskan mereka dari kesempitan yang mereka hadapi.
فَاُولٰۤىِٕكَ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّعْفُوَ عَنْهُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَفُوًّا غَفُوْرًا
Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang lemah tersebut diharapkan Allah berkenan untuk memaafkan mereka, karena Dia mengetahui hakikat urusan mereka. Allah banyak memaafkan, mengampuni kesalahan-kesalahan mereka dan menutupinya atas mereka.
وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةًۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang meninggalkan negeri syirik ke negeri Islam demi menyelamatkan agamanya, berharap karunia Rabb-nya dan bermaksud membantu agama-Nya, niscaya dia akan mendapatkan suatu tempat dimuka bumi ini dimana dia mendapatkan kenikmatan padanya yang akan menjadi sebab bagi kekuatannya dan kerendahan bagi musuhnya, ditambah dengan kelapangan rizki dan kehidupannya. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud membantu agama Allah dan Rasul-Nya, meninggikan kalimat Allah, kemudian maut menjemputnya sebelum ia tiba di tempat tujuannya, maka pahala amalnya sudah ditetapkan disisi Allah sebagai sebuah kebaikan dan kemurahan dari-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِۙ اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اِنَّ الْكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqasar salat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian wahai orang-orang Mukmin melakukan perjalanan di bumi Allah, maka tidak ada dosa atas kalian untuk meringkas shalat bila kalian takut terhadap pelanggaran orang-orang kafir atas kalian, saat kalian mengerjakan shalat. Secara umum perjalanan orang-orang Muslim di awal Islam menakutkan, sementara qashar adalah rukhshah (keringanan) dalam perjalanan, baik dalam keadaan aman maupun takut. Sesungguhnya orang-orang-orang kafir selalu memusuhi kalian dengan terang-terangan, maka waspadailah mereka.
وَاِذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَاَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلٰوةَ فَلْتَقُمْ طَاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوْٓا اَسْلِحَتَهُمْۗ فَاِذَا سَجَدُوْا فَلْيَكُوْنُوْا مِنْ وَّرَاۤىِٕكُمْۖ وَلْتَأْتِ طَاۤىِٕفَةٌ اُخْرٰى لَمْ يُصَلُّوْا فَلْيُصَلُّوْا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوْا حِذْرَهُمْ وَاَسْلِحَتَهُمْۗ وَدَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ تَغْفُلُوْنَ عَنْ اَسْلِحَتِكُمْ وَاَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيْلُوْنَ عَلَيْكُمْ مَّيْلَةً وَّاحِدَةًۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِنْ كَانَ بِكُمْ اَذًى مِّنْ مَّطَرٍ اَوْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَنْ تَضَعُوْٓا اَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوْا حِذْرَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bershalat,lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kamu wahai Nabi sedang berada di medan perang dan kamu hendak mendirikan shalat bersama mereka, maka hendaknya sekelompok orang berdiri bersamamu untuk mendirikan shalat sedangkan kelompok yang lain menyiapkan senjata mereka. Bila kelompok pertama sujud, maka hendaknya kelompok kedua dibelakang kalian dalam keadaan bersiap siaga menghadapi musuh. Kelompok pertama menyempurnakan rakaat mereka yang kedua lalu mereka salam, kemudian kelompok kedua yang belum memulai shalat datang untuk bermakmum kepadamu di rakaat mereka yang pertama. Kemudian mereka menyempurnakan sendiri rakaat mereka yang kedua. Hendaknya mereka tetap waspada kepada musuh mereka dan menyiapkan senjata mereka. Orang-orang yang mengingkari agama Allah itu ingin kalian lengah dari senjata dan perbekalan kalian sehingga mereka bisa menyerang kalian secara tiba-tiba dan menghabisi kalian. Tidak ada dosa atas kalian saat itu bila kalian mendapatkan gangguan berupa hujan atau kalian dalam keadaan sakit untuk meninggalkan senjata-senjata kalian dengan tetap disertai kewaspadaan. Sesungguhnya Allah telah menyiapkan bagi orang-orang yang mengingkari agama-Nya siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka.
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian telah menunaikan shalat, maka teruslah berdzikir kepada Allah dalam segala keadaan kalian. Bila ketakutan itu telah lenyap, maka laksanakanlah shalat secara sempurna, jangan melalaikannya karena ia merupakan kewajiban di waktu-waktu yang telah ditentukan oleh syara.
وَلَا تَهِنُوْا فِى ابْتِغَاۤءِ الْقَوْمِۗ اِنْ تَكُوْنُوْا تَأْلَمُوْنَ فَاِنَّهُمْ يَأْلَمُوْنَ كَمَا تَأْلَمُوْنَۚ وَتَرْجُوْنَ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا يَرْجُوْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan melempem dalam mengejar dan memerangi musuh kalian. Bila kalian merasa sakit karena peperangan dan akibatnya, maka para musuh kalian juga merasakan sakit bahkan lebih sakit. Sekalipun demikian mereka tidak akan pernah berhenti memerangi kalian, maka semsetinya kalian lebih patut berbuat demikian daripada mereka, karena kalian berharap kemenangan, dukungan dan pahala dari Allah, sementara mereka tidak mengharapkan hal itu. Allah Maha Mengetahui segala keadaan kalian, Bijaksana dalam perintah dan pengaturan-Nya.
اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُۗ وَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًاۙ
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu wahai Rasul al-Qur an yang berisi kebenaran, agar kamu memisahkan di antara manusia semuanya dengan apa yang Allah telah wahyukan kepadamu dan beritahukan kepadamu. Maka jangan membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka sendiri dengan menyembunyikan kebenaran, hanya karena apa yang mereka perlihatkan berupa kata-kata yang menyimpang dari kebenaran kepadamu.
وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Mintalah ampunan kepada Allah dalam segala keadaanmu. Karena Allah Maha Pengampun bagi siapa yang berharap karunia-Nya dan anugerah ampunan-Nya sekaligus Maha Penyayang kepada mereka.
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًاۙ
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,

Tafsir Al-Muyassar

Jangan membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka dengan kemaksiatan kepada Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai siapa yang khianatnya besar dan dosa-dosanya banyak.
يَّسْتَخْفُوْنَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُوْنَ مِنَ اللّٰهِ وَهُوَ مَعَهُمْ اِذْ يُبَيِّتُوْنَ مَا لَا يَرْضٰى مِنَ الْقَوْلِۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطًا
mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridoi. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka bersembunyi dari manusia kerena takut mereka akan mengetahui perbuatan buruk mereka. Namun mereka tidak bisa bersembunyi dari Allah dan tidak takut kepada-Nya padahal Dia selalu bersama mereka dengan ilmu-Nya, mengetahui mereka saat dimalam hari mereka menyusun kata-kata yang tidak diridhai-Nya. Allah meliputi seluruh perkataan dan perbuatan mereka, tidak ada sesuatupun yang samar bagi-Nya.
هٰٓاَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ جَادَلْتُمْ عَنْهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ فَمَنْ يُّجَادِلُ اللّٰهَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَمْ مَّنْ يَّكُوْنُ عَلَيْهِمْ وَكِيْلًا
Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?

Tafsir Al-Muyassar

Kalian wahai orang-orang Mukmin telah membela para pengkhianat itu dalam kehidupan dunia ini, lalu siapa yang akan membela mereka di depan Allah di hari kebangkitan dan hisab? Siapa yang akan menjadi pembela bagi para pengkhianat tersebut di Hari Kiamat?
وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang melakukan perbuatan buruk lagi jahat atau menzhalimi dirinya sendiri dengan melakukan perbuatan yang menyelisihi syariat dan hukum Allah, kemudian dia kembali kepada Allah dengan penyesalan atas apa yang dilakukannya, berharap ampunan dari-Nya dan ditutupinya dosanya, niscaya dia mendapatkan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada mereka.
وَمَنْ يَّكْسِبْ اِثْمًا فَاِنَّمَا يَكْسِبُهٗ عَلٰى نَفْسِهٖۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa sengaja melakukan dosa, maka hal itu hanya akan merugikan dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui hakikat perkara hamba-hamba-Nya, Maha Bijaksana dalam apa yang Dia tetapkan diantara mereka.
وَمَنْ يَّكْسِبْ خَطِيْـٓئَةً اَوْ اِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهٖ بَرِيْـٓئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا
Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang tidak sengaja melakukan kesalahan atau melakukan dosa dengan sengaja, kemudian dia melemparkan perbuatannya tersebut kepada seseorang yang bersih dan tidak melakukan kejahatan, maka dia telah memikul dusta dan dosa yang besar.
وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهٗ لَهَمَّتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ اَنْ يُّضِلُّوْكَۗ وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّوْنَكَ مِنْ شَيْءٍۗ وَاَنْزَلَ اللّٰهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُۗ وَكَانَ فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

Tafsir Al-Muyassar

Kalau Allah tidak melimpahkan nikmat-Nya kepadamu wahai Rasul dan merahmatimu dengan nikmat kenabian, lalu Dia menjagamu dari dosa dengan taufik-Nya kepada apa yang Dia wahyukan kepadamu, niscaya sekelompok orang dari kalangan orang-orang yang mengkhianati diri mereka bertekad bulat untuk memalingkanmu dari jalan kebenaran. Padahal mereka tidak menyelewengkan dengan itu kecuali diri mereka sendiri. Mereka tidak akan mampu mengganggumu karena Allah telah menjagamu. Allah menurunkan kepadamu Al-Qur an dan sunnah yang menjelaskannya, membimbingmu kepada ilmu yang sebelumnya kamu tidak mengetahuinya. Apa yang Allah berikan kepadamu secara khusus berupa karunia merupakan sesuatu yang agung.
لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak ada manfaat dari kebanyakan perkataan manusia sebagai rahasia di antara mereka, kecuali bila ia adalah perkataan yang mengajak kepada memberikan kebaikan berupa sedekah, atau kata-kata yang baik, atau mendamaikan diantara manusia. Barangsiapa yang melakukan hal-hal tersebut demi mendapatkan ridha dari Allah dan berharap pahala dari-Nya, maka Kami akan memberinya pahala yang besar lagi luas.
وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدٰى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang menyelisihi Rasulullah setelah dia mengetahui kebenaran, mengambil jalan bukan jalan orang-orang beriman dan meninggalkan kebenaran yang mereka pegang, maka Kami akan membiarkannya mengambil arah yang diinginkannya, sehingga Kami tidak membimbingnya kepada kebaikan, dan Kami akan memasukkannya ke dalam api neraka yang panasnya akan mereka rasakan, dan itu adalah tempat kembali yang sangat buruk.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni siapa yang mempersekutukan-Nya, dan mengampuni dosa-dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Barangsiapa mengangkat sekutu dari makhluk bagi Allah yang Maha Esa, maka dia telah jauh dari kebenaran sejauh-jauhnya.
اِنْ يَّدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِلَّآ اِنَاثًاۚ وَاِنْ يَّدْعُوْنَ اِلَّا شَيْطٰنًا مَّرِيْدًاۙ
Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrikin tidak menyembah selain Allah kecuali berhala-berhala yang tidak mampu mendatangkan manfaat dan menolak mudharat. Mereka tidak menyembah kecuali setan yang bengal dari perintah Allah, rusak dan merusak dalam batas yang sangat jauh.
لَّعَنَهُ اللّٰهُۘ وَقَالَ لَاَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًاۙ
yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan:"Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengusirnya dari rahmat-Nya. Dan setan berkata : Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu dengan menyesatkan mereka dalam perkataan dan perbuatan.
وَّلَاُضِلَّنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا
dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Aku pasti akan memalingkan siapa yang mengikutiku dari kebenaran, aku akan menjanjikan mereka dengan angan-angan palsu, aku akan mengajak mereka untuk memotong-motong telinga hewan ternak dan membelahnya karena kebatilan yang aku hiasi bagi mereka, aku akan menyeru mereka untuk merubah ciptaan Allah dalam fitrah dan bentuk yang disandangnya. Barangsiapa yang menjawab seruan setan dan menjadikannya sebagai penolong selain Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa, maka dia telah binasa dengan nyata.
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيْهِمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

Tafsir Al-Muyassar

kepada para pengikutnya, menggoda mereka dengan angan-angan batil yang menipu. Setan tidak menjanjikan kepada mereka kecuali tipuan yang tidak mengandung kebenaran dan bukti yang nyata.
اُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۖ وَلَا يَجِدُوْنَ عَنْهَا مَحِيْصًا
Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari daripadanya.

Tafsir Al-Muyassar

Tempat kembali mereka adalah Jahannam, mereka tidak menemukan jalan keluar dan tempat selamat darinya.

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّاۗ وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ قِيْلًا
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan kedalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang imannya kepada Allah benar dan mengiringi iman mereka dengan amal shalih, maka Allah akan memasukkan mereka dengan karunia-Nya ke dalam surga yang mengalir dibawah pohon-pohon dan istana-istananya sungai-sungai, mereka tinggal selamanya didalamnya sebagai sebuah janji dari Allah yang tidak menyelisihi janji. Tidak ada yang lebih benar perkataan dan janjinya daripada Allah.
لَيْسَ بِاَمَانِيِّكُمْ وَلَآ اَمَانِيِّ اَهْلِ الْكِتٰبِۗ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا يُّجْزَ بِهٖۙ وَلَا يَجِدْ لَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Keutamaan yang besar ini tidak didapatkan dengan angan-angan yang kalian gantungkan wahai kaum muslimin, tidak pula dengan angan-angan yang digantungkan oleh ahli kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani. Akan tetapi ia diraih dengan iman yang benar kepada Allah, dan memperbaiki amal perbuatan yang diridhai-Nya. Barangsiapa melakukan perbuatan buruk, maka dia akan dibalas dengannya, dan dia tidak akan menemukan selain Allah sebagai pemelihara yang mengurusi perkara dan kepentingannya dan tidak pula penolong yang bisa membantu dan menolak siksa yang buruk darinya.
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang melakukan perbuatan-perbuatan baik, dia laki-laki maupun wanita, sementara dia beriman kepada Allah dan beriman kepada kebenaran yang Dia turunkan, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam surga, rumah kenikmatan. Dan pahala amal perbuatan mereka tidak dikurangi sedikit pun, sekalipun hanya setipis kulit yang menyelimuti biji kurma.
وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَّاتَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًاۗ وَاتَّخَذَ اللّٰهُ اِبْرٰهِيْمَ خَلِيْلًا
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak seorangpun yang lebih baik agamanya daripada seorang yang hati dan anggota tubuhnya tunduk kepada Allah semata, sedangkan dia berbuat baik dalam perkataan dan perbuatannya dan hanya mengikuti perintah Rabbnya. Dia juga mengikuti agama Ibrahim dan syariatnya, condong menjauhi aqidah-aqidah yang rusak dan syariat-syariat yang batil. Allah telah memilih Ibrahim alaihisslam dan mengangkatnya sebagai Khalil di antara makhluk-Nya. Ayat ini menetapkan sifat khullah bagi Allah yang merupakan derajat tertinggi dari kecintaan dan pemilihan.
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطًا
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Seluruh makhluk yang ada di alam raya ini adalah milik Allah, semuanya adalah milik-Nya semata. Allah Maha Meliputi segala sesuatu, tidak ada perkara makhluk yang samar bagi-Nya.
وَيَسْتَفْتُوْنَكَ فِى النِّسَاۤءِۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِيْهِنَّۙ وَمَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ فِيْ يَتٰمَى النِّسَاۤءِ الّٰتِيْ لَا تُؤْتُوْنَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُوْنَ اَنْ تَنْكِحُوْهُنَّ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الْوِلْدَانِۙ وَاَنْ تَقُوْمُوْا لِلْيَتٰمٰى بِالْقِسْطِۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِهٖ عَلِيْمًا
Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah:"Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam al-Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang meminta kepadamu wahai Nabi agar kamu menjelaskan perkara-perkara dan hukum-hukum tentang wanita yang sulit untuk mereka pahami. Katakanlah, Allah yang akan menjelaskan perkara mereka kepada kalian. Apa yang dibacakan kepada kalian dalam al-Kitab tentang anak-anak yatim wanita yang tidak kalian beri mahar dan warisan yang telah Allah tetapkan untuk mereka dan hak-ahak mereka lainnya, sedangkan kalian berhasrat untuk menikahi mereka atau tidak berhasrat. Dan Allah menjelaskan kepada kalian perkara anak-anak kecil yang lemah, kewajiban menunaikan tanggung jawab kepada anak-anak yatim, yaitu anak-anak yang ditinggal wafat oleh bapak mereka saat mereka belum berusia baligh dengan adil dan tidak menzhalimi hak-hak mereka. Kebaikan apa pun yang kalian lakukan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, tidak ada sesuatu pun kebaikan maupun kejahatan yang samar bagi Allah.
وَاِنِ امْرَاَةٌ خَافَتْ مِنْۢ بَعْلِهَا نُشُوْزًا اَوْ اِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ اَنْ يُّصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًاۗ وَالصُّلْحُ خَيْرٌۗ وَاُحْضِرَتِ الْاَنْفُسُ الشُّحَّۗ وَاِنْ تُحْسِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Bila seorang istri mengetahui suaminya merasa lebih tinggi darinya atau berpaling darinya, maka tidak ada dosa atas mereka berdua untuk berdamai dengan dasar kerelaan keduanya terkait dengan pembagian jatah bermalam dan nafkah. Berdamai itu lebih baik dan lebih utama. Jiwa manusia ditabiatkan di atas kekikiran dan kebakhilan, seolah-olah kebakhilan melingkupinya dan tidak bisa terpisah darinya. Bila kalian memperlakukan istri-istri kalian dengan baik dan kalian takut kepada Allah terhadap mereka, maka Allah mengetahui apa yang kamu lakukan terkait dengan hal itu dan hal lainnya, tidak ada sesuatu yang samar bagi Allah dan Dia akan membalas kalian atasnya.
وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْٓا اَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ النِّسَاۤءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا كَالْمُعَلَّقَةِۗ وَاِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Kalian wahai para suami tidak akan mampu mewujudkan keadilan yang sempurna di antara para istri dalam hal cinta dan kecenderungan hati, sekalipun kalian sudah berusaha dalam hal ini. Maka jangan berpaling dari istri yang kurang kamu cintai sehingga kamu membiarkannya seperti wanita yang tidak bersuami dan tidak pula ditalak, akibatnya kalian akan memikul dosa. Bila kalian memperbaiki amal perbauatan kalian dengan berbuat adil dalam pembagian di antara mereka, dan kalian selalu merasa diawasi oleh Allah dan takut kepada-Nya terhadap mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
وَاِنْ يَّتَفَرَّقَا يُغْنِ اللّٰهُ كُلًّا مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَكَانَ اللّٰهُ وَاسِعًا حَكِيْمًا
Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Bila terjadi perpisahan antara suami dan istri, maka Allah akan mencukupkan masing-masing dari keduanya dari karunia dan kemurahan-Nya. Karena Allah Mahaluas nikmat dan karunia-Nya. Maha Bijaksana dalam apa yang Dia tetapkan diantara hamba-hamba-Nya.
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَاِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَۗ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَنِيًّا حَمِيْدًا
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang dibumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan di bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri kitab sebelumnya, dan Kami juga mewasiatkan kepada kalian wahai umat Muhammad agar bertakwa kepada Allah, menunaikan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kami telah menjelaskan kepada kalian bahwa bila kalian mengingkari keesaan Allah dan syariat-Nya maka Dia Mahakaya dari kalian. Karena segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Allah tidak memerlukan makhluk-Nya, terpuji pada sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya.
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Tafsir Al-Muyassar

Seluruh makhluk di jagad raya ini adalah milik Allah. Cukuplah Allah sebagai pemelihara dan penjaga segala urusan makhluk-Nya.
اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ اَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِاٰخَرِيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى ذٰلِكَ قَدِيْرًا
Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.

Tafsir Al-Muyassar

Bila Allah berkehendak, maka Dia akan membinasakan kalian wahai manusia dan mendatangkan kaum yang lain selain kalian. Allah Mahakuasa untuk melakukan hal itu.
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللّٰهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena disisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa di antara kalian wahai manusia berminat terhadap pahala dunia dan berpaling dari akhirat, maka hanya milik Allah-lah pahala dunia dan akhirat. Maka semsetinya kebaikan dunia dan akhirat hanya diminta kepada Allah semata, karena Dialah yang memiliki keduanya. Allah Maha Mendengar kata-kata hamba-Nya, Maha Melihat perbuatan dan niat mereka, dan akan membalas mereka atasnya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَاۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْاۚ وَاِنْ تَلْوٗٓا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jadilah kalian penegak keadilan yang menunaikan kesaksian karena berharap pahala dari Allah. Sekalipunkesaksian tersebut atas diri kalian sendiri, atau atas bapak dan ibu kalian, atau atas kerabat kalian. Apa pun keadaan orang di mana kalian bersaksi atasnya, apakah dia kaya atau miskin, Allah lebih patut kepadanya daripada kalian, dan lebih mengetahui kebaikan keduanya. Maka janganlah hawa nafsu dan fanatisme membuat kalian meninggalkan keadilan. Bila kalian membelokkan kesaksian dan menyelewengkannya dari wajahnya yang benar, atau kalian berpaling darinya dengan menolak menunaikannya atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan kalian yang samar, dan akan membalas kalian karenanya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, peganglah apa yang selama ini kalian pegang, yaitu keimanan yang kokoh kepada Allah dan kepada Rasul-Nya Muhammad, menaati keduanya, beriman kepada al-Qur an yang Dia turunkan kepadanya dan kitab-kitab lain yang Dia turunkan kepada utusan-utusan-Nya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, para malaikat-Nya yang dimuliakan, kitab-kitab-Nya yang Dia turunkan untuk membimbing makhluk-Nya, Rasul-rasul-Nya yang Dia pilih untuk
menyampaikan risalah-Nya dan Hari Akhir di mana saat itu manusia bangkit dari alam kubur untuk menghadap kepada Allah dan menghadapi hisab, maka dia telah keluar dari agama dan menjauh dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا ثُمَّ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا ثُمَّ ازْدَادُوْا كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيْلًاۗ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang masuk ke dalam iman kemudian meninggalkannya kepada kekufuran, kemudian kembali lagi kepada iman, kemudian sekali lagi dia kembali kepada kekufuran kemudian bersikukuh di atas kekufurannya dan bertahan diatasnya, maka Allah tidak berkenan mengampuni mereka dan tidak pula membimbingnya ke jalan petunjuk yang bisa menyelamatkan mereka dari akibat buruk.
بَشِّرِ الْمُنٰفِقِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًاۙ
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Sampaikan berita gembira wahai Rasul kepada orang-orang munafik yang menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran bahwa mereka mendapatkan siksa yang menyakitkan.
الَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۗ اَيَبْتَغُوْنَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَاِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًاۗ
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Yaitu orang-orang yang berkawan akrab dengan orang-orang kafir, mengangkat mereka sebagai pembantu-pembantu dekat dan mereka meninggalkan orang-orang Mukmin, dan tidak berminat menjalin hubungan baik dengan orang-orang Mukmin. Apakah dengan itu mereka mengharapkan dukungan dan bantuan dari orang-orang kafir? Mereka tidak memiliki itu, karena kemuliaan dan kemenangan serta kekuatan hanya milik Allah seluruhnya.
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓۙ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ
Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam al-Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam,

Tafsir Al-Muyassar

Rabb kalian telah menurunkan di dalam kitab kalian wahai orang-orang Mukmin, bahwa bila kalian mendengarkan kekufuran kepada ayat-ayat Allah dan pelecehan terhadapnya, maka janganlah kalian duduk bersama orang-orang kafir yang melecehkan itu, kecuali bila mereka merubah pembicaraan yang bukan lagi merupakan kekufuran dan pelecehan terhadap ayat-ayat Allah. Bila kalian tetap duduk-duduk bersama mereka dan mereka tetap demikian, maka kalian sama seperti mereka, karena kalian rela dengan kekufuran dan pelecehan meereka. Orang yang rela kepada kemaksiatan sama saja seperti pelaku kemaksiatan. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di Neraka Jahanam seluruhnya, di sana mereka akan mendapatkan siksa yang buruk.
الَّذِيْنَ يَتَرَبَّصُوْنَ بِكُمْۗ فَاِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّٰهِ قَالُوْٓا اَلَمْ نَكُنْ مَّعَكُمْۙ وَاِنْ كَانَ لِلْكٰفِرِيْنَ نَصِيْبٌ قَالُوْٓا اَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا
(yaitu) orang-orang yang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata:"Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata:"Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata:"Bukankah kami turut memenangkan kamu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin". Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu menanti-nantikan peperangan-peperangan dan fitnah-fitnah yang akan menimpa kalian wahai orang-orang Mukmin. Bila Allah melimpahkan karunia-Nya dan memenangkan kalian atas musuh kalian dan kalian meraih harta rampasan perang, maka mereka berkata kepada kalian : Bukankah kami yang mendukung kalian? Bila orang-orang yang ingkar kepada agama ini yang meraih kemenangan dan harta rampasan perang, maka mereka berkata : Bukanlah kami yang membantu kalian dengan apa yang telah kami lakukan untuk kalian dan menjaga kalian dari orang-orang Mukmin? Allah akan menetapkan keputusan-Nya di antara kalian dengan mereka di Hari Kiamat. Allah tidak akan membuka jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin yang shalih. Akibat yang baik di dunia dan di akhirat adalah milik orang-orang beriman.
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya jalan yang dipilih oleh orang-orang munafik itu adalah menipu Allah dengan menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran, dan mereka mengira bahwa Allah tidak mengetahui hal itu, padahal Allah justru menipu mereka dan membalas mereka seuai dengan apa yang mereka lakukan. Bila orang-orang munafik itu berdiri untuk menunaikan shalat, mereka bangkit dengan penuh kemalasan, tujuan mereka dalam melaksanakan shalat hanyalah riya dan sum ah, mereka tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja.
مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ ذٰلِكَۖ لَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ وَلَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman dan kafir); tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara keadaan orang-orang munafik adalah kebimbangan, kebingungan dan maju-mundur. Mereka tidak bisa tetap di atas satu keadaan, tidak bersama orang-orang mukmin dan juga tidak bersama orang-orang kafir. Barangsiapa yang Allah palingkan hatinya dari iman dan berpegang kepada petnjuk-Nya, maka dia tidak akan mendapatkan jalan kepada petunjuk dan keyakinan.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan menyampaikan syariat-Nya, jangan bersikap loyal kepada orang-orang yang mengingkari agama Allah dan meninggalkan orang-orang Mukmin dan kecintaan kepada mereka. Apakah dengan mencintai musuh-musuh, kalian hendak menyodorkan kepada Allah bukti yang nyata bahwa iman kalian tidak benar?
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang munafik berada di derajat neraka yang paling bawah di Hari Kiamat. Dan kamu wahai Rasul tidak akan menemukan penolong bagi mereka yang bisa mengentaskan mereka dari buruknya tempat tinggal tersebut.
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, memperbaiki keadaan yang telah mereka rusak baik lahir maupun batin, memberikan Wala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, berpegang kepada agama Allah, mengikhlaskan diri kepada-Nya, maka mereka bersama orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat, dan Allah akan memberikan pahala yang besar bagi orang-orang Mukmin.
مَا يَفْعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَاٰمَنْتُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak akan menyiksa kalian bila kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berbuat kebaikan. Sesungguhnya Allah Mahakaya dari siapa pun. Allah hanya menyiksa hamba-hamba-Nya karena dosa-dosa mereka. Allah berterima kasih kepada hamba-hamba-Nya atas ketaatan mereka kepada-Nya dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْۤءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak menyukai seseorang mengucapkan kata-kata buruk dengan terang-terangan. Akan tetapi orang yang dianiaya boleh mengungkapkan keburukan orang yang menzhaliminya untuk menjelaskan kezhalimannya. Allah Maha Mendengar apa yang kalian ucapkan secara terbuka dan apa yang kalian sembunyikan darinya.
اِنْ تُبْدُوْا خَيْرًا اَوْ تُخْفُوْهُ اَوْ تَعْفُوْا عَنْ سُوْۤءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيْرًا
Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengajak memaafkan dan membuka jalan kepadanya dengan menyatakan bahwa seorang Mukmin mempunyai dua pilihan : menampakkan kebaikan atau menyembunyikannya. Demikian pula saat terjadi tindakan yang tidak baik kepadanya, dia mempunyai dua pilihan, menyebutkannya dalam kondisi menuntut keadilan atau memaafkan dan yang kedua ini lebih utama, karena di antara sifat-sifat orang Mukmin adalah memaafkan sekalipun dia mampu untuk membalas.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّفَرِّقُوْا بَيْنَ اللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَّنَكْفُرُ بِبَعْضٍۙ وَّيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَّخِذُوْا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًاۙ
Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan:"Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka hendak membedak-bedakan antara Allah dan Rasul-rasul-Nya dengan cara beriman kepada Allah dan mendustakan Rasul-rasul-Nya yang Dia utus kepada makhluk-Nya. Atau mereka membenarkan sebagian rasul dan mendustakan sebagian yang lain, mengklaim bahwa sebagian rasul berdusta atas nama Rabb mereka, dan mereka hendak mencari jalan menuju kesesatan yang mereka buat-buat serta bid ah yang mereka kreasikan.
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ حَقًّاۚ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka adalah orang-orang kafir tulen yang tidak patut diragukan. Kami telah menyiapkan siksa bagi orang-orang kafir yang merendahkan dan menghinakan mereka.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَلَمْ يُفَرِّقُوْا بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْ اُولٰۤىِٕكَ سَوْفَ يُؤْتِيْهِمْ اُجُوْرَهُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya dan tidak membedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang membenarkan keesaan Allah, mengakui kenabian para Rasul-Nya seluruhnya, tidak membedak-bedakan di antara mereka, mengamalkan syariat Allah, maka mereka adalah orang-orang yang akan Kami beri pahala dan balasan atas iman mereka kepada Allah dan para Rasul-Nya. Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya dan Penyayang kepada mereka.
يَسْـئَلُكَ اَهْلُ الْكِتٰبِ اَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتٰبًا مِّنَ السَّمَاۤءِ فَقَدْ سَاَلُوْا مُوْسٰٓى اَكْبَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَقَالُوْٓا اَرِنَا اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذٰلِكَۚ وَاٰتَيْنَا مُوْسٰى سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu, mereka berkata:"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi meminta kepadamu wahai Rasul sebuah mukjizat seperti mukjizat Musa yang bisa membuktikan kebenaranmu, yaitu agar kamu menurunkan lembaran-lembaran yang tertulis dari Allah, seperti Musa yang menerima lauh-lauh dari Allah. Jangan heran wahai Rasul kepada mereka, karena leluhur mereka telah meminta kepada Musa sesuatu yang jauh lebih besar. Mereka meminta kepada Musa agar memperlihatkan Allah secara terbuka, maka mereka pun pingsan di sebabkan kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri saat mereka meminta sesuatu yang tidak patut. Setelah Allah menghidupkan mereka lagi, mereka menyaksikan mukijzat-mukjizat yang nyata di tangan Musa yang membuktikan penafian syirik. Mereka menyembah anak sapi selain Allah, lalu Kami memaafkan mereka dari penyembahan mereka terhadap anak sapi tersebut karena mereka bertaubat darinya. Kami telah memberikan hujjah yang agung kepada Musa yang mendukung kebenaran dirinya sebagai seorang nabi.
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّوْرَ بِمِيْثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوْا فِى السَّبْتِ وَاَخَذْنَا مِنْهُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا
Dan telah kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka:"Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud",dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka:"Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Tafsir Al-Muyassar

Kami mengangkat gunung Thur di atas kepala mereka saat mereka menolak berpegang kepada perjanjian yang tegas yang diambil dari mereka agar mereka mengamalkan Taurat. Kami memerintahkan mereka agar masuk gerbang Baitul Maqdis dalam keadaan sujud, namun mereka justru masuk dengan ngesot di atas pantat mereka, Kami memerintahkan mereka agar tidak melakukan pelanggaran dengan menjala ikan di hari Sabtu, namun mereka melanggarnya. Kami mengambil perjanjian yang kuat atas mereka namun mereka membatalkannya.
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَقَتْلِهِمُ الْاَنْۢبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَّقَوْلِهِمْ قُلُوْبُنَا غُلْفٌۗ بَلْ طَبَعَ اللّٰهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan:"Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Kami melaknat mereka karena mereka melanggar perjanjian, ingkar kepada ayat-ayat Allah yang menunjukan kebenaran para Rasul-Nya, pembunuhan mereka terhadap nab-nabi dengan kezhaliman dan pelanggaran, serta ucapan mereka : Hati kami tertutup sehingga tidak bisa memahami apa yang kamu ucapkan. Tidak demikian, sebenarnya Allah telah menguncinya rapat-rapat akibat kekufuran mereka, sehingga mereka tidak akan beriman kecuali dengan iman yang sedikit yang tidak bermanfaat bagi mereka.
وَّبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلٰى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيْمًاۙ
Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

Tafsir Al-Muyassar

Kamu juga melaknat mereka disebabkan oleh kekufuran mereka dan kedustaan yang mereka alamtakan terhadap Maryam bahwa dia telah berzina, padahal dia tidak demikian.
وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُۗ مَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ
dan karena ucapan mereka:"Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah)orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Tafsir Al-Muyassar

Juga karena perkataan mereka yang sembrono dan melecehkan : Kami telah berhasil membunuh al-Masih Isa putra Maryam utusan Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, akan tetapi mereka menyalib seorang laki-laki yang mirip dengannya, dan mereka mengira bahwa laki-laki tersebut adalah Isa putra Maryam. Orang-orang yang mengklaim berhasil membunuh Isa demikian pula orang-orang Nasrani yang mengaku telah menyerahkannya kepada mereka, semuanya terjatuh ke dalam keragu-raguan dan kebingungan, mereka tidak memiliki ilmu kecuali sebatas mengikuti dugaan. Mereka tidak membunuhnya dengan yakin, akan tetapi ragu dan hanya mengira saja.
بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Tapi sebenarnya Allah mengangkat Isa dengan arwah dan jasadnya dalam keadaan hidup dan menyelamatkannya dari orang-orang kafir. Allah Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan ketetapan-Nya.
وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Bahwa tidak tersisa seorang pun dari Ahli Kitab pasca Isa turun di akhir zaman, kecuali dia akan beriman kepadanya sebelum kematian Isa. Dan di Hari Kiamat, Isa akan menjdai saksi atas mereka dengan pendustaan siapa yang mendustakan dan pembenaran siapa yang membenarkan.
فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبٰتٍ اُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَثِيْرًاۙ
Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengharamkan atas orang-orang Yahudi makanan-makanan yang sebelumnya halal bagi mereka disebabkan oleh kezhaliman mereka dengan melakukan dosa-dosa besar. Dan juga disebabkan oleh upaya mereka dalam menghalang-halangi diri mereka dan orang lain dari agama Allah yang lurus.
وَّاَخْذِهِمُ الرِّبٰوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَكْلِهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah melarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Juga disebabkan mereka mengambil riba padahal mereka telah dilarang melakukannya, dan penghalalan mereka pada harta manusia tanpa hak, dan Kami telah menyiapkan bagi orang-orang kafir kepda Allah dan Rasul-Nya dari orang-orang Yahudi siksa yang menyakitkan di akhirat.
لٰكِنِ الرَّاسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ اُولٰۤىِٕكَ سَنُؤْتِيْهِمْ اَجْرًا عَظِيْمًا
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi orang-orang Yahudi yang mengetahui hukum-hukum Allah dengan baik, orang-orang Mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu al-Qur an. Mereka beriman kepada apa yang diturunkan sebelumnya yaitu Taurat dan Injil, menunaikan shalat pada waktunya, membayar zakat harta mereka, beriman kepada kebangkian dan pembalasan. Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar yaitu surga.
اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَۚ وَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ
Sesungguhnya Kami telah mamberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu wahai Rasul agar kamu menyampaikan risalah sebagaimana kami telah mewahyukan kepada Nuh dan Nabi-nabi sesudahnya. Kami juga telah mewahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya qub dan Asbath, mereka adalah para nabi dari anak keturunan Ya qub yang tersebar pada kabilah Bani Israil yang dua belas dari anak turunnya Ya qub, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, Sulaiman. Dan Kami memberikan Zabur kepada Dawud, dan Zabur adalah lembaran kitab yang tertulis.
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَۗ وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

Tafsir Al-Muyassar

Kami telah mengutus para Rasul yang telah Kami kisahkan mereka didalam al-Qur an sebelum ayat ini. Dan ada pula Rasul-rasul yang belum Kami kisahkan kepadamu karena sebuah hikmah yang Kami kehendaki. Allah berbicara kepada Musa secara langsung sebagai sebuah kehormatan baginya dengan keistimewaan ini. Ayat yang mulia ini menetapkan sifat kalam bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya, dan bahwa Allah berbicara kepada Nabi-Nya Musa secara hakiki tanpa perantara.
رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢبَعْدَ الرُّسُلِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Aku mengutus para Rasul kepada makhluk-Ku untuk menyampaikan berita gembira dengan pahala-Ku dan member peringatan tentang adzab-Ku. Agar manuisa tidak memiliki alas an yang akan mereka pakai di depan Allah setelah diutusnya para Rasul. Allah Maha Perkasa dalam kekuasaan-Nya sekaligus Maha Bijaksana dalam pengaturan-Nya.
لٰكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَآ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖۚ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَشْهَدُوْنَۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۗ
(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang Yahudi dan lainnya kafir kepadamu wahai Rasul, maka Allah bersaksi untukmu bahwa kamu adalah utusan Allah yang telah menurunkan al-Qur an yang agung kepadanya. Dia menurunkannya dengan dasar ilmu-Nya. Demikian pula para malaikat, mereka bersaksi atas kebenaran apa yang diturunkan kepadamu, sekalipun sebenarnya kesaksian Allah semata sudah cukup.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ قَدْ ضَلُّوْا ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari kenabianmu, menghalang-halangi manusia dari Islam, mereka telah sangat jauh dari jalan Islam sejauh-jauhnya.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَظَلَمُوْا لَمْ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيْقًاۙ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, berbuat zhalim dengan tetap bersikukuh di atas kekufuran, Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa mereka dan tidak pula membimbing mereka ke jalan yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa-Nya.
اِلَّا طَرِيْقَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian adalah mudah bagi Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Kecuali jalan ke Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Hal itu sangat mudah bagi Allah, tiada sesuatu pun yang melemahkan Allah.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّكُمْۗ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Rabbmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai manusia, telah datang kepada kalian utusan Kami Muhammad dengan membawa Islam sebagai agama yang benar dari Rabb kalian, maka benarkanlah dia dan berimanlah kepadanya, karena beriman kepadanya adalah lebih baik bagi kalian. Namun bila kalian tetap bersikukuh diatas kekufuran kalian, maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kalian dan iman kalian, karena Dia adalah pemilik apa yang ada di langit dan dibumi. Allah Maha Mengetahui kata-kata dan perbuatan-perbuatan kalian, Maha Bijaksana dalam peletakan syariat dan perintah-Nya. Bila langit dan bumi telah tunduk kepada Allah secara kauniyah qadariyah sama dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain, maka kalian lebih patut untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad dan al-Qur an yang Dia turunkan kepadanya. Dan hendaknya kalian patuh kepada semua itu secara syar i sehingga seluruh alam raya ini tunduk kepada-Nya secara syar i dan qadari. Ayat ini merupakan dalil keumuman nubuwah dan risalah Muhammad
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّۗ اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗۚ اَلْقٰهَآ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُۙ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ وَلَا تَقُوْلُوْا ثَلٰثَةٌۗ اِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّكُمْۗ اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۗ سُبْحٰنَهٗٓ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌۘ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:"(Ilah itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang pengikut Injil, jangan melampaui batas akidah yang shahih dalam agama kalian. Jangan berkata atas nama Allah, kecuali kebenaran, dan jangan menisbatkan istri dan anak kepada Allah. Karena al-Maish Isa putra Maryam adalah utusan Allah yang Dia utus dengan membawa kebenaran, Dia menciptakannya dengan kalimat yang dibawa oleh Jibril lalu disampaikannya kepada Maryam, yaitu firman-Nya : Jadilah, maka dia pun jadi. Dia adalah tiupan dari Allah yang ditiupkan oleh Jibril atas perintah Allah. Maka benarkanlah bahwa Allah adalah Esa, tunduklah kepada-Nya, benarkanlah utusan-utusan-Nya dalam apa yang mereka bawa kepada kalian dari Allah dan amalkanlah ia. Dan jangan jadikan Isa dan ibunya sebagai dua sekutu bagi Allah. Berhentilah dari ucapan tersebut karena ia lebih baik bagi kalian daripada apa yang kalian pegang selama ini, karena Allah hanyalah satu Mahasuci Allah, apa yang ada di langit dan dibumi adalah milik-Nya, mana mungkin Dia mempunyai istri dan anak? Cukuplah Allah sebagai pemegang tunggal segala urusan seluruh makhluk-Nya dan pengatur kehidupan mereka, maka bertawakallah hanya kepada-Nya semata karena Dia akan mencukupi kalian.
لَنْ يَّسْتَنْكِفَ الْمَسِيْحُ اَنْ يَّكُوْنَ عَبْدًا لِّلّٰهِ وَلَا الْمَلٰۤىِٕكَةُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ وَمَنْ يَّسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ اِلَيْهِ جَمِيْعًا
Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Al-Masih tidak akan pernah menolak atau merasa enggan untuk menjadi hamba Allah, demikian pula para malaikat yang dekat kepada Allah, mereka tidak menolak untuk mengakui penghambaan kepada-Nya. Barangsiapa enggan tunduk dan patuh, sebaliknya dia malah menyombongkan diri, maka mereka semuanya akan Allah kumpulkan kepada-Nya di HARI Kiamat, lalu Dia akan menetapkan keputusan-Nya dengan adil dan membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْتَنْكَفُوْا وَاسْتَكْبَرُوْا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًاۙ وَّلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Adapun orang-orang yang membenarkan Allah dari sisi keyakinan, perkataan dan perbuatan, dan tetap konsisten di atas syariat-Nya, maka Dia akan memberikan pahala amal baik mereka dengan sempurna dengan tambahan dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang menolak taat kepada Allah, menyombongkan diri untuk merendahkan diri di hadapan-Nya, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang menyakitkan. Mereka tidak akan mendapatkan penolong yang mengentaskan mereka dari siksa Allah, dan pembantu yang membantu mereka selain Allah.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Rabbmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al-Quran).

Tafsir Al-Muyassar

Wahai manusia telah datang kepada kalian bukti nyata dari Rabb kalian, yaitu utusan Kami Muhammad dan keterangan-keterangan serta hujjah-hujjah yang kuat yang dia bawa. Yang paling agung adalah al-Qur an karena ia membenarkan kenabian dan kerasulan penutup. Dan Kami telah menurunkan kepadamu al-Qur an sebagai petunjuk dan cahaya yang terang.
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِهٖ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِيْ رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍۙ وَّيَهْدِيْهِمْ اِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۗ
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Adapun orang-orang yang membenarkan Allah baik dari sisi akidah, perkataan dan perbuatan, berpegang kepada cahaya yang diturunkan kepada mereka, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam surga sebagai rahmat dan karunia dari-Nya, membimbing mereka untuk meniti jalan yang lurus yang mengantarkan mereka ke taman-taman surga.
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِۗ اِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَۗ وَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْاۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Mereka meminta fatwa kepadamu tentang kalalah. Katakanlah:"Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan),jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka bertanya kepadamu wahai Nabi tentang hukum warisan kalalah, yaitu mayyit yang tidak mempunyai orang tua dan anak. Katakanlah : Allah menjelaskan hukumnya kepada kalian; bila seseorang wafat sedangkan dia tidak mempunyai orang tua dan anak, namun dia mempunyai saudara perempuan seayah dan seibu atau seayah saja, maka dia mendapatkan setengah warisan. Sementara saudara laki-lakinya baik sekandung maupun seayah mewarisi seluruh hartanya bila dia mati tanpa meninggalkan orang tua dan anak. Bila mayit dalam kalalah ini mempunyai dua orang saudara perempuan, maka keduanya mendapatkan dua pertiga dari apa yang ditinggalkannya. Bila saudara-saudara laki-laki berkumpul dengan saudara-saudara perempuan yang bukan seibu, maka laki-laki dari mereka mendapatkan dua bagian dari perempuan. Allah menjelaskan kepada kalian pembagian warisan dan hukum kalalah agar kalian tidak tersesat dari jalan yang benar dalam perkara warisan. Allah mengetahui akibat segala perkara dan apa yang mengandung kebaikan bagi hamba-hamba-Nya.