× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang-binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, tunaikanlah perjanjian Allah yang tegas, berupa iman kepada syariat-syariat agama, dan tunduk kepadanya. Tunaikan pula perjanjian-perjanjian diantara kalian dalam bentuk amanat, jual beli dan lainnya asalkan ia tidak menyimpang dari Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Muhammad saw. Allah telah menghalalkan bagi kalian hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing kecuali apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian tentang keharaman bangkai, darah dan lainnya dan pengharaman hewan buruan saat kalian sedang berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan kehendak-Nya yang sejalan dengan Hikmah dan keadilan-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًاۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْاۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۙ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) menggganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Rabbnya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorong kamu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jangan melanggar batasan-batasan dan rambu-rambu Allah. Jangan membolehkan berperang di bulan-bulan haram, yaitu Dzul Qa dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab dan hal ini berlaku di awal Islam. Jangan menghalalkan kehormatan hewan hadyu dan hewan yang sudah dikalungi darinya, di mana mereka meletakkan kalung, yaitu lilitan dari bulu kambing atau unta di leher hewan sebagai tanda bahwa hewan tersebut adalah hadyu,dan bahwa pembawanya ingin menunaikan ibadah haji. Jangan memerangi orang-orang yang mendatangi Baitullah al-Haram yang mencari dari karunia Allah yang bisa memperbaiki kehidupan mereka dan mengundang ridha Rabb mereka. Bila kalian telah ber tahallul dari ihram kalian, maka berburu menjadi halal bagi kalian. Kebencianmu kepada suatu kaum hanya karena mereka pernah menghalang-halangimu dari Masjidil Haram (sebagaimana yang terjadi di Hudaibiyah) jangan membuatmu tidak berbuat adil terhadap mereka. Wahai orang-orang mukmin, hendaknya kalian saling tolong menolong di antara kalian dalam melaksanakan kebaikan dan takwa kepada Allah, dan jangan kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan serta pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah. Jangan menyelisihi perintah Allah karena siksa-Nya keras.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk ( mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengharamkan bangkai atas kalian, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih. Alah mengharamkan darah yang mengalir, daging babi dan hewan yang saat disembelih tidak disebut nama Allah. Begitu pula hewan yang tercekik sampai mati, hewan yang mati karena terpukul dengan tongkat atau batu sampai ia mati, hewan yang jatuh dari tempat yang tinggi atau terjatuh ke dalam sumur lalu ia mati, dan hewan yang ditanduk oleh hewan lain sehingga ia mati. Allah juga mengharamkan hewan yang dimangsa binatang buas seperti singa, harimau, serigala dan yang semisalnya. Allah mengecualikan dari apa yang Dia haramkan : hewan yang tercekik dan seterusnya, hewan yang masih mungkin kalian sembelih sebelum ia mati, ia halal bagi kalian. Allah mengharamkan bagi kalian hewan yang disembelih untuk selain Allah, baik dalam bentuk batu atau lainnya yang dipancang untuk disembah. Allah mengharamkan mencari ilmu dari apa yang dibagi untuk kalian atau tidak dibagi dengan sarana mengundi dengan anak panah yang biasa mereka gunakan sebelum mereka melakukan suatu perkara. Hal-hal yang diharamkan di atas, bila ia dilanggar, merupakan penyimpangan dari perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya kepada kemaksiatan. Saat ini harapan orang-orang kafir untuk bisa mengembalikan kalian kepada agama kalian sudah terkubur setelah kalian menang atas mereka, maka jangan takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku. Hari ini Aku menyempurnakan agama kalian, agama Islam dengan mewujudkan kemenangan dan penyempurnaan syariat. Aku menyempurnakan nikmat-Ku atas kalian dengan mengeluarkan kalian dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya iman. Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kalian, maka peganglah ia dan jangan meninggalkannya. Barangsiapa yang terpaksa karena kelaparan untuk memakan bangkai dan dia tidak memiliki kecenderungan kepadanya dan tidak menginginkannya, maka dia boleh memakannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada mereka.
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِۙ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Mereka menanyakan kepadamu:"Apakah yang dihalalkan bagi mereka". Katakanlah:"Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang-binatang buas yang telah kamu ajarkan dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya".

Tafsir Al-Muyassar

Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu wahai Nabi, apa yang dihalalkan bagi mereka untuk mereka makan? Katakan kepada mereka : dihalalkan bagi kalian yang baik-baik dan hasil buruan dari hewan buas yang bertaring berupa anjing, singa, rajawali, dan lainnya yang mungkin dilatih yang telah kalian latih untuk menangkap hewan buruan bagi kalian dari apa yang Allah ajarkan kepada kalian. Makanlah apa yang ia tangkap untuk kalian dan sebutlah nama Allah saat melepasnya untuk menangkap buruan. Takutlah kalian kepada Allah dalam perkara yang Dia perintahkan kepada kalian dan dalam perkara yang Dia melarang kalian darinya. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisab-Nya.
اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۗ وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّكُمْۙ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْۙ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْٓ اَخْدَانٍۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهٗۙ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerina hukum-hukum Islam). Maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara sempurnanya nikmat Allah kepada kalian wahai orang-orang yang beriman adalah bahwa Dia menghalalkan makanan yang baik-baik bagi kalian. Adapun sembelihan orang-orang Yahudi dan Nasrani bila mereka menyembelihnya menurut syariat mereka adalah halal bagi kalian, dan sembelihan kalian juga halal bagi mereka. Dihalalkan pula untuk kalian wahai orang-orang mukmin menikahi wanita-wanita muhsan, yaitu wanita-wanita merdeka yang beriman yang jauh dari zina. Demikian pula halal menikahi wanita-wanita merdeka yang baik dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani bila kalian menunaikan mahar mereka kepada mereka, sementara kalian sendiri adalah orang-orang yang bersih dan jauh dari zina, dan tidak menyimpan kekasih-kekasih gelap serta kalian merasa aman dari pengaruh mereka. Barangsiapa yang ingkar kepada syariat-syariat iman maka amalnya telah batal, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman, bila kalian hendak mendirikan shalat sementara kalian tidak dalam keadaaan bersuci, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai siku (siku adalah pertemuan antara bahu dan lengan). Usaplah kepala kalian dan basuhlah kedua kaki kalian sampai kedua mata kaki, (yaitu dua tulang menonjol pertemuan antara telapak kaki dengan betis). Bila kalian sedang dalam keadaan hadats besar maka bersucilah darinya dengan mandi sebelum shalat. Bila kalian sedang sakit atau sedang dalam perjalanan dalam keadaan sehat, atau seseorang dari kalian selesai buang hajat, atau melakukan hubungan suami istri lalu kalian tidak mendapatkan air maka pukulkanlah telapak tangan kalian ke permukaan bumi dan usaplah dengannya wajah dan kedua tangan kalian. Dalam urusan bersuci ini Allah tidak ingin mempersulit kalian, sebaliknya Dia mensyariatkan tayamum untuk memberi kemudahan kepada kalian dan sebagai rahmat-Nya kepada kalian, karena Dia menjadikannya sebagai pengganti bersuci dengan air. Diizinkannya tayamum termasuk kesempurnaan nikmat yang patut untuk disyukuri dengan menaati Pemberinya dalam perintah dan larangan-Nya.
وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓ ۙاِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِـيْــمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan :"Kami dengar dan kami taati". Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati(mu).

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah nikmat Allah atas kalian dalam apa yang Dia syariatkan untuk kalian. Ingatlah perjanjianNya yang telah Dia ambil atas kalian dalam bentuk kewajiaban beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad, mendengar dan menaati keduanya. Bertakwalah kepada Allah dalam perintah dan larangan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian rahasiakan di dalam hati kalian.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw, jadilah kalian para penegak kebenaran demi mencari wajah Allah, sebagai saksi-saksi yang adil. Jangan sampai kebencian kalian terhadap suatu kaum membawa kalian untuk berbuat tidak adil. Berbuat adillah di antara para musuh dan para kawan kalian secara berimbang. Keadilan itu lebih dekat kepada rasa takut kepada Allah, dan jangan bertindak zhalim. Sesungguhnya Allah Maha Mengenal apa yang kalian lakukan dan Dia akan membalas kalian atasnya.
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۙ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ
Allah telah menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan melakukan amal shalih bahwa Dia akan mengampuni dosa-dosa mereka dan membalas mereka dengan surga. Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya.
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengingkari keesaan Allah yang menetapkan kebenaran yang nyata, mendustakan dalil-dalil yang dibawakan oleh para Rasul, mereka adalah para penghuni neraka yang kekal didalamnya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَّبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan Nya) kepadamu, diwaktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepada mu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertaqwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, ingatlah nikmat keamanan yang Allah limpahkan kepada kalian dan disusupkannya rasa takut ke dalam hati musuh-musuh kalian yang hendak mencelakai kalian, lalu Allah memalingkan mereka dari kalian, dan menggagalkan apa yang mereka inginkan terhadap kalian. Bertakwalah kalian kepada Allah dan takutlah kepada-Nya. Bertawakallah kalian hanya kepada Allah semata dalam segala urusan kalian, baik urusan agama maupun dunia, percayalah kepada pertolongan dan bantuan-Nya.
وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًاۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْۗ لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka orang pemimpin dan Allah berfirman :"Sesungguhnya Aku beserta kamu, seseungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta menunaikan zakat seta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjamkan yang baik sesungguhnya Aku akan mengahapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Ku-masukkan kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus"

Tafsir Al-Muyassar

Allah telah mengambil perjanjian yag tegas atas Bani Israil agar mereka mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata dan Allah telah memerintahkan Musa agar memilih dua belas pemuka sesuai dengan jumlah kabilah yang ada di kalangan mereka. Kedua belas pemuka tersebut mengambil sumpah setia dari kabilah masing-masing agar mendengar dan menaati Allah, Rasul-Nya dan kitab-Nya. Allah berfirman kepada Bani Israil : Sesungguhnya Aku bersama kalian dengan penjagaan dan pertolongan-Ku. Bila kalian mendirikan shalat, membayar zakat yang wajib kepada pihak yang berhak menerimanya, membenarkan utusan-utusan-Ku dalam apa yang mereka kabarkan kepada kalian dan kalian berkenan mendukung mereka, serta kalian berinfak di jalan-Ku, niscaya Aku akan melebur kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir dibawah pohon dan istana-istananya sungai-sungai. Barangsiapa yang mengingkari perjanjian ini di antara kalian, maka dia telah menyimpang dari jalan kebenaran menuju jalan kesesatan.
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةًۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۙ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhya Allah menyukai orang-orang berbuat baik.

Tafsir Al-Muyassar

Disebabkan pembatalan orang-orang Yahudi terhadap perjanjian yang tegas tersebut, Kami mengusir mereka dari rahmat Kami. Kami menjadikan hati mereka keras dan tidak lunak kepada iman. Mereka mengganti Kalam Allah yang Dia turunkan kepada Musa, yaitu Taurat, dan meninggalkan bagian yang dengannya mereka diperingatkan lalu mereka tidak mengamalkannya. Engkau wahai Rasul akan senantiasa menemukan pengkhianatan dan kecurangan dari orang-orang Yahudi. Mereka telah meniti jalan nenek moyang mereka, kecuali hanya sedikit orang dari mereka. Maafkanlah keburukan perilaku mereka terhadapmu dan maklumilah mereka, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan cara memaafkan orang yang berbuat buruk kepadanya. (Demikianlah, para pengusung kesesatan menemukan jalan untuk mewujudkan tujuan buruk mereka dengan menyelewengkan firman Allah dan menakwilkannya dengan takwil yang batil. Bila mereka tidak mampu menyelewengkan dan menakwilkan, mereka meninggalkan apa yang tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka dari syariat Allah, di mana yang berkenan untuk berpegang kepadanya hanyalah sedikit dari kalangan orang-orang yang dijaga oleh Allah).
وَمِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰٓى اَخَذْنَا مِيْثَاقَهُمْ فَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۖ فَاَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۗ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّٰهُ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
Dan diantara orang-orang yang mengatakan:"Sesungguhnya kami orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Kami mengambil atas orang-orang yang mengaku bahwa diri mereka adalah orang-orang yang mengikuti al-Masih Isa, padahal sebenarnya bukan, perjanjian tegas yang telah Kami ambil atas Bani Israil agar mereka mengikuti Rasul mereka, menolongnya dan mendukungnya. Namun mereka justru mengganti agama mereka, meninggalkan sebagian peringatan yang ditujukan kepada mereka, lalu mereka tidak mengamalkannya, sebagaimana yang diperbuat oleh orang-orang Yahudi. Maka Kami menyusupkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat. Dan di hari Hisab (perhitungan amal) Allah akan memberitahukan apa yang mereka lakukan dan akan menghukum mereka atas perbuatan mereka.
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ
Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan

Tafsir Al-Muyassar

Wahai ahli kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani, telah datang kepada kalian utusan Kami Muhammad yang menjelaskan banyak hal yang kalian sembunyikan dari manusia, dari keterangan yang termaktub di dalam Taurat dan Injil, dan meninggalkan penjelasan tentang sesuatu yang bukan merupakan tuntutan hikmah. Telah datang kepada kalian cahaya dan kitab yang nyata, yaitu al-Qur an al-Karim.
يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Dengan kitab yang nyata tersebut Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti ridha-Nya untuk meniti jalan keamanan dan keselamatan, mengeluarkan mereka dengan izin-Nya dari kegelapan kekufuran menuju cahaya iman, dan member mereka taufik kepada agama yang lurus.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَۗ قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا اِنْ اَرَادَ اَنْ يُّهْلِكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :"Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putera Maryam". Katakanlah:"Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang berada dibumi semuanya" Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh orang-orang Nasrani itu telah kafir karena mereka berkata bahwa Allah adalah al-Masih putra Maryam. Katakana kepada mereka, orang-orang Nasrani yang bodoh itu wahai Rasul, seandainya al-Masih adalah Tuhan sebagaimana yang mereka klaim, niscaya dia akan mampu menolak ketetapan Allah saat ia datang kepadanya yang akan membinasaknnya, membinasakan ibunya dan semua orang yang ada di bumi. Ibu Isa mati tanpa ia kuasa menolak kematiannya, Isa juga tidak kuasa menolak kematian dari dirinya, karena keduanya adalah dua orang hamba dari hamba-hamba Allah yang tidak kuasa menolak kebinasaan dari diri mereka. Hal ini merupakan bukti bahwa keduanya adalah manusia sama dengan anak keturunan Adam yang lainnya. Semua yang ada di langit dan dibumi adalah milik Allah. Dia menciptakan dan mengadakan apa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Hakikat Tauhid mengharuskan keesaan Allah dengan seluruh sifat rububiyah dan uluhiyah, tidak seorangpun dari makhlukNya yang berserikat dengan-Nya padanya. Manusia sering terjerumus kedalam kesyirikan dan kesesatan disebabkan oleh kultus terhadap para nabi dan orang-orang shalih, sebagaimana orang-orang Nasrani bersikap berlebih-lebihan terhadap al-Masih. Alam raya adalah milik Allah seluruhnya. Penciptaan hanya di tangan-Nya semata, dengan apa yang Nampak dari hal-hal luar biasa dan bukti-bukti, semua kembalinya kepada Allah, Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki dan melakukan apa yang Dia inginkan.
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصٰرٰى نَحْنُ اَبْنٰۤؤُ اللّٰهِ وَاَحِبَّاۤؤُهٗۗ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوْبِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۙ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:"Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah:"Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptkan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengaku bahwa diri mereka adalah anak-anak Allah dan orang-orang terkasih-Nya. Katakan kepada mereka wahai Rasul, lalu mengapa Allah meniksa kalian karena dosa-dosa kalian? Kalau kalian adalah orang terkasih Allah niscaya Allah tidak akan menyiksa kalian. Allah tidak mencintai kecuali orang-orang yang menaati-Nya. Katakana kepada mereka : Kalian adalah manusia yang sama dengan Bani Adam lainnya. Bila kalian berbuat baik maka kalian akan mendapatkan balasan kebaikan, dan bila kalian berbuat sebaliknya maka kalian akan mendapatkan balasan yang sesuai. Allah mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dia adalah pemilik kerajaan. Dia mengaturnya sekehendak-Nya, hanya kepada-Nya tempat kembali, lalu Dia akan menetapkan keputusan-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan apa yang menjadi hak mereka.
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلٰى فَتْرَةٍ مِّنَ الرُّسُلِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا جَاۤءَنَا مِنْۢ بَشِيْرٍ وَّلَا نَذِيْرٍۗ فَقَدْ جَاۤءَكُمْ بَشِيْرٌ وَّنَذِيْرٌۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman ) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan:"Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang Yahudi dan Nasrani, telah datang kepada kalian utusan kami Muhammad yang menjelaskan kebenaran dan petunjuk kepada kalian, setelah berlalunya masa waktu antara pengutusannya dengan pengutusan Isa putra Maryam. Agar kalian tidak berkata, tidak ada yang datang kepada kami seorang pemberi kabar gembira dan penyampai peringatan. Maka tidak ada lagi alasan bagi kalian setelah dia diutus kepada kalian. Telah datang kepada kalian seorang utusan yang menyampaikan berita gembira kepada siapa yang beriman diantara kalian dan memperingatkan siapa yang mendurhakai-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk menghukum pendurhaka dan member balasan kepada orang yang taat.
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢبِيَاۤءَ وَجَعَلَكُمْ مُّلُوْكًاۙ وَّاٰتٰىكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:"Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Rasul saat Musa berkata kepada umatnya : Wahai Bani Israil, ingatlah kalian terhadap nikmat Allah kepada kalian, manakala Allah menjadikan nabi-nabi dari kalangan kalian, menjadikan kalian sebagai penguasa-penguasa di mana kalian menguasai urusan kalian setelah sebelumnya kalian ditindas oleh Fir aun dan bala tentaranya. Allah telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kalian di mana Dia tidak memberikannya kepada seorang pun di zaman kalian.
يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai kaumku, masuklah kalian ke bumi yang suci yaitu Baitul Maqdis dan sekitarnya yang telah Allah janjikan kepada kalian bahwa kalian akan memasukinya dan memerangi orang-orang kafir yang menguasainya. Jangan gentar dalam melawan orang-orang yang sombong, karena akibatnya kalian akan merugi kebaikan dunia dan akhirat.
قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَۖ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَاۚ فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ
Mereka berkata:"Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya".

Tafsir Al-Muyassar

Mereka berkata : Wahai Musa, sesungguhnya di sana terdapat orang-orang yang sangat kuat, kami tidak kuasa memerangi mereka. Kami juga tidak akan bisa memasukinya selama mereka masih ada di sana. Bila mereka mau keluar maka kami akan masuk.
قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَۚ فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ ەۙ وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Berkatalah dua orang di antara orang-oang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya :"Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".

Tafsir Al-Muyassar

Dua orang laki-laki dari kalangan orang-orang yang hanya takut kepada Allah, Allah telah memberikan nikmat-Nya berupa ketaatan kepada-Nya dan kepada Nabi-Nya, berkata kepada Bani Israil : Masuklah kepada orang-orang yang sombong tersebut melalui gerbang kota dalam rangka mengikuti sebab akibat. Bila kalian masuk maka kalian akan bisa mengalahkan mereka. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya kalian bertawakal, bila kalian adalah orang-orang yang benar-benar mempercayai apa yang dibawa oleh Rasul kalian dan mengamalkan syariatnya.
قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَاۙ فَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ
Mereka berkata:"Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja".

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Musa berkata kepada Musa : Kami tidak akan memasukinya selama-lamanya selama orang-orang yang sombong itu masih ada di sana. Pergilah kamu bersama Tuhanmu, berperanglah kalian berdua melawan mereka, biarkan kami di sini duduk-duduk saja dan tidak mau memrangi mereka. Hal ini merupakan kegigihan mereka dalam menentang perintah Musa.
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
Berkata Musa:"Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu".

Tafsir Al-Muyassar

Musa pun menghadap kepada Allah dengan berdoa : Sesungguhnya aku tidak mempunyai apa pun selain diriku dan saudaraku, maka tetapkanlah keputusan-Mu di antara kami dengan kaum yang fasik.
قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۚ يَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
Allah berfirman:"(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu".

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada Nabi-Nya Musa : Sesungguhnya bumi yang suci telah ditetapkan keharamannya bagi orang-orang Yahudi sehingga mereka tidak akan mampu memasukinya selama empat puluh tahun, selama itu mereka akan terlunta-lunta di muka bumi dalam keadaan kebingungan, maka kamu wahai Musa jangan bersedih atas kaum yang menyimpang dari ketaatan kepada-Ku.
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa".

Tafsir Al-Muyassar

Sampaikanlah wahai Rasul kepada Bani Israil berita dua orang putra Adam, Qabil dan Habil. Ia adalah berita yang benar : saat masing-masing dari keduanya memberikan kurban ( yakni sesuatu yang bisa mendekatkan mereka kepada Allah), lalu Allah menerima kurban Habil, karena dia adalah laki-laki yang bertakwa dan Allah tidak menerima kurban Qabil, karena dia tidak termasuk orang-orang yang bertakwa. Lalu Qabil dengki kepada saudaranya dan berkata : Aku akan membunuhmu, maka Habil menjawab : Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang takut kepada-Nya.
لَىِٕنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb seru sekalian alam".

Tafsir Al-Muyassar

Habil menasihati saudaranya : Bila Kamu mengulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku maka kamu tidak akan melihatku melakukan apa yang kamu lakukan, aku takut kepada Allah Rabb seluruh makhluk-Nya.
اِنِّيْٓ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْۤاَ بِاِثْمِيْ وَاِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِۚ وَذٰلِكَ جَزَاۤؤُا الظّٰلِمِيْنَۚ
Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni nereka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".

Tafsir Al-Muyassar

Aku ingin kamu pulang dengan memikul dosa membunuhku dan dosamu sebelum itu, sehingga kamu termasuk penghuni neraka dan hal itu adalah balasan orang-orang yang melanggar.
فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Jiwa Qabil menggodanya untuk membunuh saudaranya, maka dia pun membunuhnya, akibatnya dia termasuk orang-orang yang merugi yang mengorbankan akhiratnya demi dunianya.
فَبَعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِى الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِۗ قَالَ يٰوَيْلَتٰٓى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَۛ
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil:"Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.

Tafsir Al-Muyassar

Setelah Qabil membunuh saudaranya, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap jasad saudaranya. Lalu Allah mengutus seekor burung gagak yang membuat galian di tanah untuk menguburkan gagak lain yang mati. Hal itu untuk menunjukkan kepada Qabil bagaimana dia mengubur jasad saudaranya. Dia berkata : Mengapa aku tidak melakukan saja seperti yang dilakukan oleh gagak itu sehingga aku bisa menutupi aurat saudaraku? Maka Qabil mengubur saudaranya. Allah menghukumnya dengan penyesalan setelah dia pulang memikul kerugian.
مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ
Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (keterangan-keterangan) yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

Tafsir Al-Muyassar

pembunuhan tersebut, Kami mensyariatkan kepada Bani Israil bahwa siapa yang membunuh suatu jiwa tanpa sebab berupa qishash atau pelakunya melakukan tindakan merusak di bumi dengan berbagai macam tindakan yang mengharuskannya di bunuh seperti syirik dan muharabah, maka seolah-olah dia membunuh seluruh manusia dalam hal beratnya hukuman yang disediakan oleh Allah atasnya. Dan barangsiapa menahan diri dengan tidak membunuh suatu jiwa yang dilindungi oleh Allah, maka seolah-olah dia menghidupkan manusia seluruhnya. Menjaga kehormatan seseorang sekalipun hanya satu adalah penjagaan terhadap manusia seluruhnya. Rasul-rasul Kami telah datang kepada Bani Israil dengan membawa hujjah-hujjah dan bukti-bukti atas kebenaran dakwah para Rasul tersebut, yaitu seruan agar beriman kepada Rabb mereka, dan menunaikan apa yang diwajibkan atas mereka. Kemudian kebanyakan dari mereka setelah para Rasul datang kepada mereka melakukan pelanggaran terhadap batasan-batasan Allah, dengan melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan meninggalkan perintah-perintah-Nya.
اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya balasan orang-orang yang memerangi Allah, memproklamirkan permusuhan kepada-Nya, melanggar hukum-hukum agama-Nya dan hukum-hukum Rasul-Nya, membuat kerusakan di muka bumi dengan membunuh manusia dan merampas harta adalah hendaknya mereka dibunuh, atau disalib dengan dibunuh (yaitu diikat diatas kayu) atau tangan kanannya dipotong dengan tangan kirinya, atau diasingkan dari negerinya dan dipenjara di pengasingan sampai terlihat taubatnya. Balasan yang Allah siapkan untuk orang-orang yang memerangi ini merupakan kehinaan bagi mereka di dunia, dan dikahirat mereka mendapatkan siksa yang keras bila mereka tidak bertaubat.
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهِمْۚ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
kecuali orang-orang yang taubat (diantara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasannya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi siapa di antara para muharibin tersebut yang datang sebelum kalian menangkapnya, dia datang dengan menyesal dan ingin bertaubat maka gugurlah apa yang menjadi hak Allah. Ketahuilah wahai orang-orang yang beriman bahwa Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, takutlah kalian kepada Allah, mendekatlah kepada-Nya dengan menaati-Nya dan mengamalkan apa yang diridhai-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kalian meraih surga-Nya.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لِيَفْتَدُوْا بِهٖ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaaan Allah dan syariat-Nya, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di muka bumi dan apa yang semisal dengannya, lalu mereka ingin menebus diri mereka di Hari Kiamat dari siksa Allah dengan apa yang mereka miliki, niscaya Allah tidak akan menerimanya dari mereka. Dan bagi mereka siksa yang menyakitkan.
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّخْرُجُوْا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِيْنَ مِنْهَاۙ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ
Mereka ingin keluar dari neraka padahal mereka sekali-sekali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir itu ingin keluar dari api neraka karena mereka tidak tahan menghadapi siksanya, dan mereka tidak memiliki jalan untuk itu, dan bagi mereka siksa yang terus menerus.
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan dari apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan potonglah (wahai para pemimpin) tangan mereka berdua berdasarkan hukum syariat, sebagai balasan atas mereka berdua yang telah mengambil harta manusia tanpa hak, dan dalam rangka memberi pelajaran kepada orang lain agar tidak melakukan seperti yang mereka berdua lakukan. Allah Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam perintah dan larangan-Nya.
فَمَنْ تَابَ مِنْۢ بَعْدِ ظُلْمِهٖ وَاَصْلَحَ فَاِنَّ اللّٰهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang bertaubat setelah dia mencuri dan melakukan perbaikan dalam segala amal perbuatannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha menerima taubat hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan -bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Penguasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul bahwa Allah adalah pencipta alam semesta, Pemilik dan Pengaturnya. Dan bahwa Dia melakukan apa yang Dia inginkan, menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِ مِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوْبُهُمْۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْاۛ سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ سَمّٰعُوْنَ لِقَوْمٍ اٰخَرِيْنَۙ لَمْ يَأْتُوْكَۗ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ مِنْۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهٖۚ يَقُوْلُوْنَ اِنْ اُوْتِيْتُمْ هٰذَا فَخُذُوْهُ وَاِنْ لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوْاۗ وَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتْنَتَهٗ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيْــئًاۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَمْ يُرِدِ اللّٰهُ اَنْ يُّطَهِّرَ قُلُوْبَهُمْۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌۙ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan nulut mereka:"Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) diantara orang-orang yahudi.(Orang-orang yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya.Mereka mengatakan:"Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka ) kepadamu maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) dari pada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan didunia dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, janganlah kamu dibuat sedih oleh orang-orang yang bersegera dalam mendustakan kenabianmu dari kalangan orang-orang munafik yang memperlihatkan Islam sedangkan hati mereka kosong darinya, karena sesungguhnya Aku menolongmu atas mereka. Janganlah kamu dibuat sedih oleh kecepatan orang-orang Yahudi dalam mengingkari kenabianmu, karena mereka adalah suatu kaum yang hanya mendengarkan kebohongan, menerima pemalsuan yang dibuat oleh para ahli agama mereka dan mengikuti kaum yang lain yang tidak menghadiri majlismu. Kaum yang lain tersebut mengganti kalam Allah setelah mereka memahaminya. Mereka berkata : Bila kalian menerima keterangan dari Muhammad yang sesuai dengan keterangan Taurat yang telah kami rubah dan ganti maka terimalah ia. Bila sebaliknya maka waspadailah ia dan jangan menerima dan mengamalkannya. Barangsiapa yang dikehendaki kesesatannya oleh Allah maka kamu wahai Rasul tidak akan sanggup menolaknya darinya, dan kamu tidak mampu memberinya petunjuk. Allah tidak berkehendak membersihkan hati orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi dari kotoran kekufuran, bagi mereka kehinaan dan kerendahan di dunia dan bagi mereka siksa yang besar di akhirat.
سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَكّٰلُوْنَ لِلسُّحْتِۗ فَاِنْ جَاۤءُوْكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ اَوْ اَعْرِضْ عَنْهُمْۚ وَاِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَّضُرُّوْكَ شَيْــئًاۗ وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta keputusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka, jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi Mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi itu menggabungkan antara mendengarkan kebohongan dengan memakan yang haram. Bila mereka datang untuk memintamu sebagai penengah bagi mereka, maka tetapkanlah keputusan di antara mereka atau biarkanlah mereka. Bila kamu tidak menetapkan diantara mereka, maka mereka tidak akan mampu menimpakan mudharat apapun atas kalian. Namun bila kamu menetapkan hukum diantara mereka, maka tetapkanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyintai orang-orang yang adil.
وَكَيْفَ يُحَكِّمُوْنَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرٰىةُ فِيْهَا حُكْمُ اللّٰهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَۗ وَمَآ اُولٰۤىِٕكَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ
Dan bagaimana mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusan mu) dan mereka sungguh-sunguh bukan orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya perbuatan orang-orang Yahudi tersebut adalah aneh. Mereka berhakim kepadamu wahai Rasul, tetapi mereka tetap tidak beriman kepadamu, tidak beriman kepada kitabmu dan Taurat yang mereka imani ada di tangan mereka. Di sana terdapat hukum-hukum Allah, kemudian bila hukum yang kamu tetapkan tidak mereka inginkan maka mereka pasti berpaling. Maka mereka telah menyatukan dua perkara : kufur kepada syariat mereka sendiri dan berpaling dari hukum yang kamu tetapkan. Orang-orang dengan sifat-sifat demikian bukanlah orang-orang Mukmin kepadamu dan kepada ketetapan hukum yang kamu tetapkan.
اِنَّآ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰىةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَالرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَاۤءَۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًاۗ وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya terdapat petunjuk dari kesesatan, dan keterangan tentang hukum-hukum. Para nabi yang tunduk kepada hukum-hukum Allah dan mengakuinya telah berhukum kepadanya di antara orang-orang Yahudi. Para nabi tersebut tidak menyimpang dari hukum-hukumnya dan tidak menyelewengkannya, para ahli ibadah dan ahli ilmu yang mendidik manusia berdasarkan syariat Allah di kalangan orang-orang Yahudi juga berhakim kepadanya. Hal itu karena para nabi di kalangan mereka tetap menyerahkan tugas menyampaikan Taurat, memahami Taurat dan mengamalkannya kepada para ulama dan ahli ibadah di antara mereka. Orang-orang Rabbaniyin dan para ahli ilmu diantara mereka telah bersaksi bahwa nabi-nabi mereka telah menetapkan kitab Allah sebagai sumber hokum diantara orang-orang Yahudi. Allah berfirman kepada para ahliibadah dan ahli ilmu diantara orang-orang Yahudi : Jangan takut kepada manusia dalam menetapkan hokum-Ku, karena mereka tidak mampu member manfaat kepada kalian dan tidak pula mudharat. Akan tetapi takutlah kalian kepada-Ku karena Aku-lah pemberi manfaat dan penimpa mudharat. Jangan menukar apa yang Aku turunkan dengan harga yang remeh. Karena berhukum kepada selain apa yang diturunkan oleh Allah termasuk perbuatan kekufuran. Orang-orang yang mengganti hokum Allah yang Dia turunkan didalam kitab-Nya lalu mereka menyembunyikannya, mengingkarinya dan menetapkan hokum dengan selainnya dengan keyakinan bahwa hal itu halal dan boleh, maka mereka adalah orang-orang kafir.
وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيْهَآ اَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْاَنْفَ بِالْاَنْفِ وَالْاُذُنَ بِالْاُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّۙ وَالْجُرُوْحَ قِصَاصٌۗ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهٖ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهٗۗ وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At-Taurat) bahwasannya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan ( hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Kami telah menetapkan atas mereka di dalam Taurat bahwa jiwa dibunuh dengan jiwa, mata diqishash dengan mata, hidung dipotong dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi ditanggalkan dengan gigi, bahwa qishash juga berlaku pada luka-luka. Barangsiapa yang mengambil lebih dari haknya dalam qishash dari sipelaku, maka hal itu adalah pelebur bagi sebagian dosa pelanggar dan peluruh baginya. Barangsiapa tidak berhukum kepada apa yang diturunkan oleh Allah dalam perkara qishash dan lainnya, maka mereka adlaah orang-orang yang melebihi batasan-batasan Allah.
وَقَفَّيْنَا عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِۙ وَاٰتَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌۙ وَّمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَۗ
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Kami menggabungkan Isa putra Maryam dalam deretan nabi-nabi Bani Israil. Dia beriman kepada apa yang tercantum di dalam Taurat, dan mengamalkan isinya yang tidak dinasakh oleh kitabnya. Kami menurunkan Injil kepadanya sebagai pembimbing kepada kebenaran, penjelas hukum-hukum Allah yang tidak diketahui oleh manusia, saksi atas kebenaran Taurat mencakup hukum-hukum yang dikandungnya, Kami menjadikannya sebagai keterangan bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan peringatan bagi mereka agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang.
وَلْيَحْكُمْ اَهْلُ الْاِنْجِيْلِ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فِيْهِۗ وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Hendaknya Ahli Injil di mana Isa diturunkan kepada mereka kepada apa yang diturunkan oleh Allah. Barangsiapa yang tidak berhukum kepada apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka adalah orang-orang yang menyimpang dari perintah Allah dan durhaka kepada-Nya.
وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًاۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ
Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Tafsir Al-Muyassar

Kami telah menurunkan al-Qur an kepadamu (wahai Rasul). Segala apa yang ada didalamnya merupakan kebenaran yang bersaksi atas kebenaran kitab-kitab sebelumnya. Ia adalah dari sisi Allah, yang mengakui kebenaran apa yang terkandung didalamnya, menjelaskan penyimpangan yang terjadi padanya, dan menasakh sebagian syariatnya. Maka tetapkanlah hukum di antara orang-orang yang menjadikanmu sebagai hakim dari kalangan orang-orang Yahudi dengan apa yang Allah turunkan kepadamu dalam al-Qur an ini. Dan jangan berpaling dari kebenaran yang telah Allah perintahkan padamu kepada hawa nafsu mereka dan apa yang menjadi kebiasaan mereka. Kami telah menjadikan syariat untuk setiap umat dan jalan yang terang yang mereka amalkan. Bila Allah berkenan niscaya Dia menjadikan syariat kalian semua satu, akan tetapi Allah menjadikannya berbeda-beda untuk menguji kalian, sehingga terlihat orang yang taat dengan orang yang durhaka. Maka bersegeralah kepada apa yang baik bagi kalian di dunia dan di akhirat dengan mengamalkan al-Qur an, karena sesungguhnya tempat kembali kalian hanya kepada Allah. Dia akan mengabarkan kepada kalian apa yang kalian perselisihkan dan membalas masing-masing dengan amal perbuatannya.
وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوْبِهِمْۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ
dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Tetapkanlah hukum wahai Rasul di antara orang-orang Yahudi dengan apa yang Allah turunkan di dalam al-Qur an, dan jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak berkenan berhakim kepadamu. Berhati-hatilah dari mereka sehingga mereka tidak menghalang-halangimu dari sebagian apa yang diturunkan oleh Allah kepadamu sehingga kamu tidak mengamalkannya. Bila orang-orang itu berpaling dari hukum yang kamu tetapkan, maka ketahuilah bahwa Allah ingin memalingkan mereka dari hidayah disebabkan oleh dosa-dosa yang mereka lakukan sebelumnya. Sesungguhnya kebanyakan manusia menyimpang dari ketaatan kepada Rabb mereka.
اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang Yahudi tersebut ingin kamu menetapkan hukum di antara mereka berdasarkan kesesatan-kesesatan dan kebodohan-kebodohan yang dikenal oleh orang-orang musyrikin para penyembah berhala? Hal itu tidak terjadi dan tidak patut terjadi. Siapa yang lebih adil hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang berakal yang memahami syariat Allah, beriman kepada-Nya dan meyakini bahwa hukum Allah adalah kebenaran?
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman, jangan mengangkat orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin dan penguasa atas orang-orang beriman. Hal itu karena mereka tidak mencintai orang-orang mukmin. Orang-orang Yahudi, sebagian dari mereka bersikap loyal kepada sebagian yang lain, demikian pula orang-orang Nasrani, kedua kubu telah sepakat untuk memusuhi kalian. Kalian wahai orang-orang mukmin lebih patut untuk saling tolong menolong di antara kalian. Barangsiapa yang mengangkat mereka sebagai pemimpin maka dia termasuk ke dalam golongan mereka, hukumnya adalah hukum mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membimbing orang-orang zhalim yang bersikap loyal kepada orang-orang kafir.
فَتَرَى الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ يُّسَارِعُوْنَ فِيْهِمْ يَقُوْلُوْنَ نَخْشٰٓى اَنْ تُصِيْبَنَا دَاۤىِٕرَةٌۗ فَعَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّأْتِيَ بِالْفَتْحِ اَوْ اَمْرٍ مِّنْ عِنْدِهٖ فَيُصْبِحُوْا عَلٰى مَآ اَسَرُّوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ نٰدِمِيْنَۗ
Maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau suatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengabarkan tentang sebagian dari orang-orang munafik, bahwa mereka berlomba-lomba bersekutu dengan orang-orang Yahudi, karena didalam hati mereka bercokol keraguan dan kemunafikan. Mereka berkata : Kami bersikap demikian karena kami takut mereka akan bisa mengalahkan kaum muslimin dan membunuh kami bersama mereka. Allah berfirman : Allah akan menghadirkan kemenangan, yakni kemenangan di Fathu Makkah dan memenangkan Nabi-Nya, memenangkan Islam dan kaum muslimin atas orang-orang kafir, atau Dia menyiapkan sarana-sarana yang bisa menghabisi kekuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga mereka pun tunduk kepada kaum muslimin. Saat itu orang-orang munafik akan menyesal atas apa yang mereka sembunyikan dalam jiwa mereka, yaitu memberikan kasih saying kepada orang-orang Yahudi.
وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَهٰٓؤُلَاۤءِ الَّذِيْنَ اَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْۙ اِنَّهُمْ لَمَعَكُمْۗ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَاَصْبَحُوْا خٰسِرِيْنَ
Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan:"Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasannya mereka benar-benar beserta kamu" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Pada saat itu, sebagian orang-orang Mukmin akan berkata kepada sebagian yang lain dengan penuh keheranan terhadap keadaan orang-orang munafik saat keadaan mereka yang sebenarnya terungkap : Begitukah orang-orang yang telah bersumpah dengan sumpah-sumpah yang kuat bahwa mereka akan terus bersama kami? Amal perbuatan orang-orang munafik yang mereka kerjakan di dunia telah batal. Mereka tidak mendapatkan pahala atasnya karena mereka melakukannya tanpa dasar iman. Akibatnya mereka merugi di dunia dan di akhirat.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕــــمٍۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, barangsiapa diantara kalian yang meninggalkan agamanya, menggantinya dengan Yahudi atau Nasrani atau selainnya, maka mereka tidak akan merugikan Allah sedikitpun. Allah akan mendatangkan suatu kaum yang lebih baik dari mereka, Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah, penuh kasih saying kepada orang-orang mukmin namun bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad melawan musuh-musuh Allah, dan tidak takut kepada siapapun di jalan Allah. Nikmat tersebut merupakan karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas karunia-Nya, Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapatkannya dari hamba-hamba-Nya.
اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رَاكِعُوْنَ
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya penolong kalian wahai orang-orang Mukmin hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin yang menjaga shalat fardhu, menunaikan zakat dengan penuh kerelaan dan mereka tunduk kepada Allah.
وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ
Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yakin kepada Allah, bersikap loyal kepada-Nya, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin maka mereka adalah hizbullah (pengikut agama Allah) yang akan menang dan unggul.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ اَوْلِيَاۤءَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil menjadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jangan mengangkat orang-orang yang suka mempermainkan dan memperolok-olok agama kalian dari kalangan ahli kitab dan orang-orang kafir sebagai wali-wali kalian. Takutlah kalian kepada Allah bila kalian benar-benar beriman kepada-Nya dan kepada syariat-Nya.
وَاِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًاۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikan buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.

Tafsir Al-Muyassar

Bila muadzin kalian wahai orang-orang Mukmin mengumandangkan adzan untuk shalat, maka orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrikin mengejek dan memperolok-olok ajakan kalian kepadanya. Hal itu disebabkan kebodohan mereka kepada Rabb mereka, dan bahwa mereka tidak mengerti hakikat ibadah.
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ هَلْ تَنْقِمُوْنَ مِنَّآ اِلَّآ اَنْ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلُۙ وَاَنَّ اَكْثَرَكُمْ فٰسِقُوْنَ
Katakanlah, "Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan diantara kamu benar-benar orang yang fasik?".

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang memperolok-olok dari kalangan ahli kitab : Apa yang kalian anggap sebagai aib dan celaan bagi kami sejatinya adalah kebanggaan bagi kami, yaitu iman kami kepada Allah dan kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada kami, dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum kami, serta keyakinan kami bahwa kebanyakan di antara kalian adalah orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus.
قُلْ هَلْ اُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكَ مَثُوْبَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ مَنْ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَۗ اُولٰۤىِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِ
Katakanlah:"Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik ) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi (dan orang yang) menyembah Taghut". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai Nabi kepada orang-orang Mukmin : Maukah kalian aku beritahu orang-orang yang dibalas di Hari Kiamat dengan pembalasan yang lebih berat daripada balasan yang diberikan kepada orang-orang fasik tersebut? Mereka adalah para pendahulu mereka yang Allah usir dari rahmat-Nya dan mendapatkan murka dari-Nya. Allah merubah wujud penciptaan mereka dengan menjadikan mereka sebagai kera dan babi akibat kedurhakaan, kebohongan dan kesombongan mereka. Sebagaimana di antara mereka ada yang menjadi penghamba kepada thaghut, yaitu siapa yang disembah selain Allah dan dia rela. Tempat mereka benar-benar buruk di akhirat, usaha mereka di dunia menyimpang dari jalan yang lurus.
وَاِذَا جَاۤءُوْكُمْ قَالُوْٓا اٰمَنَّا وَقَدْ دَّخَلُوْا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوْا بِهٖۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا يَكْتُمُوْنَ
Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan:"Kami telah beriman", pada hal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang munafik dari kalangan orang-orang Yahudi datang kepada kalian wahai orang-orang Mukmin, maka mereka berkata : Kami beriman. Padahal mereka tetap memegang kekufuran mereka. Mereka datang kepada kalian dengan kekufuran yang mereka yakini dengan hati mereka, kemudian mereka keluar dan mereka tetap bersikukuh di atasnya. Allah lebih mengetahui rahasia-rahasia mereka sekalipun mereka menampakkan kebalikannya.
وَتَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُوْنَ فِى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu melihat wahai Rasul banyak orang dari orang-orang Yahudi berlomba-lomba berbuat maksiat dalam bentuk berkata dusta dan bohong, melanggar hukum-hukum Allah, dan memakan harta manusia dengan cara yang batil. Perbuatan dan pelanggaran mereka benar-benar buruk.
لَوْلَا يَنْهٰىهُمُ الرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْاِثْمَ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.

Tafsir Al-Muyassar

Mengapa para pemuka dan ulama mereka tidak mau mencegah orang-orang yang berlomba-lomba dalam melakukan dosa dan pelanggaran, berupa ucapan palsu dan dusta serta memakan harta manusia dengan cara yang batil. Apa yang mereka lakukan benar-benar buruk saat mereka tidak mau mencegah dari perbuatan mungkar.
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ يَدُ اللّٰهِ مَغْلُوْلَةٌۗ غُلَّتْ اَيْدِيْهِمْ وَلُعِنُوْا بِمَا قَالُوْاۘ بَلْ يَدٰهُ مَبْسُوْطَتٰنِۙ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاۤءُۗ وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۗ وَاَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۗ كُلَّمَآ اَوْقَدُوْا نَارًا لِّلْحَرْبِ اَطْفَاَهَا اللّٰهُۙ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًاۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Orang-orang Yahudi berkata:"Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan diantara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

Tafsir Al-Muyassar

Allah membuka untuk Nabi-Nya sebagian dosa-dosa orang Yahudi (dimana hal itu mereka rahasiakan di antara mereka), bahwa mereka berkata : Tangan Allah tertahan sehingga tidak bisa melakukan kebaikan, Allah kikir kepada kami sehingga Dia tidak mau melapangkan rizki kepada kami. Mereka mengucapkannya saat mereka ditimpa kesulitan dan kekeringan. Tidak demikian, justru tangan mereka-lah yang tertahan, yakni tertahan sehingga mereka tidak bisa melakukan kebaikan-kebaikan dan Allah mengusir mereka dari rahmat-Nya disebabkan oleh ucapan mereka. Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka katakana secara dusta atas Rabb mereka. Akan tetapi kedua tangan Allah terbuka dan tidak ada yang bisa menghalang-halangi-Nya, tidak ada pencegah yang bisa menghalangi-Nya untuk member. Karena Allah Maha Pemurah lagi Maha Pemberi, member sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Ayat ini menetapkan sifat al-Yadain (dua tangan) bagi Allah sesuai dengan kebesaran-Nya tanpa tasybih (menyerupakan) dan takyif (membagaikannya dengan makhluk). Kekufuran dan pelanggaran orang-orang Yahudi tersebut semakin meningkat disebabkan oleh kedengkian dan hasad mereka, karena Allah telah mengangkatmu sebagai Rasul-Nya. Allah mengabarkan bahwa beberapa orang Yahudi akan terus bermusuhan di antara mereka sampai Hari Kiamat, sebagian membelakangi sebagian yang lain. Sebagaimana mereka tidak pernah mau berhenti menyusun rencana jahat terhadap kaum muslimin dengan menyulut fitnah, menyalakan api peperangan dan Allah akan membatalkan rencana jahat mereka dan mencerai-beraikan persatuan mereka. Orang-orang Yahudi tersebut terus bermaksiat kepada Allah yang menimbulkan kerusakan dan kekacauan di muka bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْكِتٰبِ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاَدْخَلْنٰهُمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertaqwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya orang-orang Yahudi dan Nasrani itu membenarkan Allah dan Rasul-Nya, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, niscaya Kami akan melebur dosa-dosa mereka dan Kami akan memasukkan mereka ke dalam surga kenikmatan di akhirat.
وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَامُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَكَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْۗ مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَاۤءَ مَا يَعْمَلُوْنَ
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya mereka mengamalkan apa yang terkandung di dalam Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu al-Qur an al-Karim niscaya mereka akan diberi rizki dari berbagai jalan. Kami menurunkan hujan kepada mereka dan menumbuhkan buah-buahan, dan hal itu merupakan balasan didunia. Di antara ahli kitab ada kelompok yang bersikap seimbang dan teguh di atas kebenaran, namun kebanyakan dari mereka berbuat tidak baik dan tersesat dari jalan yang lurus.
يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَۗ وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗۗ وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ
Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, sampaikanlah wahyu Allah yang telah Dia turunkan kepadamu dari Rabb-mu. Bila kamu melalaikan dalam menyampaikan lalu kamu menyembunyikan sesuatu darinya maka kamu belum menyampaikan risalah Rabb-mu. Rasulullah telah menyampaikan risalah Rabb-nya dengan sempurna. Barangsiapa menuduh beliau telah menyembunyikan sesuatu dari apa yang diturunkan kepadanya, maka dia telah berdusta besar atas nama Allah dan Rasul-Nya. Allah menjagamu dan menolongmu atas musuh-musuhmu. Tugasmu hanya menyampaikan. Sesungguhnya Allah tidak akan membimbing ke jalan kebaikan siapa yang menyimpang dari jalan kebenaran, dan mengingkari apa yang kamu bawa dari Rabb-mu.
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَسْتُمْ عَلٰى شَيْءٍ حَتّٰى تُقِيْمُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani : Sesungguhnya kalian tidak berpijak kepada dasar agama yang benar selama kalian tidak mengamalkan apa yang dikandung oleh Taurat dan Injil serta apa yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah Saw yaitu al-Qur an. Sesungguhnya diturunkannya al-Qur an tidak menambah pada kebanyakan orang dari ahli kitab kecuali kesombongan dan pengingkaran. Mereka hasad kepadamu, karena Allah mengutusmu membawa risalah penutup dimana Dia menjelaskan aib-aib mereka padanya. Maka jangan bersedih wahai Rasul atas pendustaan mereka kepadamu.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـئُوْنَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu kaum muslimin, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabiun, (mereka adalah orang-orang yang berpegang kepada fitrah mereka tanpa mengikuti agama tertentu), orang-orang Nasrani (yaitu para pengikut Isa), barangsiapa yang beriman di antara mereka kepada Allah dengan iman yang sempurna, yaitu mentauhidkan Allah dan membenarkan Muhammad dan apa yang dibawanya, beriman kepada Hari Akhir dan beramal shalih, maka tidak ada ketakutan atas mereka terhadap kengerian Hari Kiamat, dan mereka juga tidak bersedih atas dunia yang tertinggal di belakang mereka.
لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ رُسُلًاۗ كُلَّمَا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰٓى اَنْفُسُهُمْۙ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

Tafsir Al-Muyassar

Kami telah mengambil perjanjian yang tegas atas Bani Israil dalam Taurat agar mereka mendengar dan menaati. Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan hal itu, namun mereka membatalkan perjanjian yang telah diambil atas mereka dan mengikuti hawa nafsu. Setiap kali seorang rasul dari para rasul tersebut datang kepada mereka dengan membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan selera mereka maka mereka memusuhinya. Mereka mendustakan sebagian dari para rasul dan membunuh sebagian yang lain.
وَحَسِبُوْٓا اَلَّا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَصَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَصَمُّوْا كَثِيْرٌ مِّنْهُمْۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Para pendurhaka itu menyangka bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka sebagai balasan atas kedurhakaan dan pelanggaran mereka. Maka mereka terus berjalan di atas hawa nafsu mereka. Mereka pun menutup mata dari petunjuk sehingga mereka tidak melihatnya. Mereka menutup telinga mereka sehingga mereka tidak mendengar kebenaran dan tidak mengambil manfaat darinya. Maka Allah menurunkan siksanya pada mereka, lalu mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka. Kemudian kebanyakan dari mereka kembali menutup mata dan telinga mereka setelah jelas kebenaran bagi mereka. Allah Maha Melihat perbuatan mereka, yang baik dan yang buruk dan akan membalas mereka atasnya.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَۗ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْۗ اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:"Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata:"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah bahwa orang-orang yang berkata bahwa Allah adalah al-Masih putra Maryam telah kafir akibat dari apa yang mereka ucapkan tersebut. Allah mengabarkan bahwa al-Masih berkata kepada Bani Israil : Sembahlah Allah semata dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, karena saya dengan kalian dalam perkara penghambaan adalah sama. Sesungguhnya barangsiapa menyembah sesuatu selain Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya dan menjadikan neraka sebagai tempat tinggalnya, dan dia tidak mempunyai penolong yang bisa mengentaskannya darinya.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّآ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۗ وَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:"Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang kelak berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Telah kafir orang-orang Nasrani yang berkata bahwa Rabb itu tersusun dari tiha unsur : bapak, anak dan ruhul qudus. Apakah orang-orang Nasrani tersebut tidak mengetahui bahwa manusia hanya memiliki Rabb yang satu yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Bila orang-orang yang mengucapkan hal itu tidak mau berhenti dari kebohongan mereka, niscaya mereka akan ditimpa siksa yang pedih disebabkan kekufuran mereka kepada Allah.
اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Mengapa orang-orang Nasrani tersebut tidak mau kembali kepada Allah, bertaubat dari apa yang mereka katakan dan memohon ampunan kepada Allah? Allah memaafkan dosa-dosa para pelaku dosa dan menyayangi mereka.
مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُۗ وَاُمُّهٗ صِدِّيْقَةٌۗ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْاٰيٰتِ ثُمَّ انْظُرْ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

Tafsir Al-Muyassar

Al-Masih putra Maryam tidak lain kecuali hanya seorang rasul, sama dengan rasul-rasul yang telah hadir sebelumnya. Ibunya adalah wanita yang beriman dengan iman yang benar, iman yang mencakup ilmu dan amal. Keduanya sama dengan manusia yang lain, memerlukan makan. Dan siapa yang membutuhkan makan untuk bisa hidup tidak mungkin menjadi Tuhan. Maka perhatikanlah wahai Rasul, keadaan orang-orang kafir itu. Sungguh Kami telah menjelaskan bukti-bukti yang menetapkan keesaan Kami dan kebatilan apa yang mereka klaim terkait dengan Nabi-nabi Allah. Di samping itu mereka tersesat dari kebenaran yang mana Kami membimbing mereka kepadanya. Lihatlah bagaimana mereka dipalingkan dari kebenaran setelah penjelasan ini?
قُلْ اَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًاۗ وَاللّٰهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Katakanlah:"Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat". Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Katakan wahai Rasul kepada orang-orang kafir tersebut : Bagaimana mungkin kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mampu menimpakan mudharat atas kalian dan tidak pula menghadirkan manfaat atas kalian? Allah Maha Mendengar kata-kata para hamba-Nya lagi Maha Mengetahui keadaan mereka.
قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لاَتَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُوا أَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَن سَوَآءِ السَّبِيلِ
Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".

Tafsir Al-Muyassar

Katakan wahai Rasul kepada orang-orang Nasrani, jangan melampaui batas terkait dengan keyakinan kalian terhadap al-Masih. Jangan mengikuti hawa nafsu kalian sebagaimana orang-orang Yahudi mengikuti hawa nafsu mereka dalam perkara agama, sehingga mereka terjatuh ke dalam kesesatan. Mereka juga membawa banyak manusia kufur kepada Allah dan meninggalkan jalan yang lurus kepada jalan kesesatan dan penyimpangan.
لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengabarkan bahwa Dia mengusir orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil dari rahmat-Nya dalam kitab yang Dia turunkan kepada Dawud, yaitu Zabur, dan dalam kitab yang Dia turunkan kepada Isa, yaitu Injil disebabkan oleh kedurhakaan dan pelanggaran mereka terhadap batasan-batasan Allah.
كَانُوْا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُّنْكَرٍ فَعَلُوْهُۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi itu melakukan kemaksiatan secara terbuka dan merelakannya. Sebagian dari mereka tidak mencegah kemungkaran apa pun yang mereka lakukan. Hal ini termasuk perbuatan buruk mereka, karenanya mereka berhak untuk diusir dari rahmat Rabb mereka.
تَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ اَنْفُسُهُمْ اَنْ سَخِطَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَفِى الْعَذَابِ هُمْ خٰلِدُوْنَ
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu melihat wahai Rasul banyak orang-orang dari kaum Yahudi mengangkat orang-orang musyrikin sebagai pemimpin bagi mereka. Apa yang mereka lakukan, yaitu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, benar-benar buruk dimana ia menjadi sebab murka Allah atas mereka dan kekalnya mereka di dalam siksa Allah di Hari Kiamat.
وَلَوْ كَانُوْا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالنَّبِيِّ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوْهُمْ اَوْلِيَاۤءَ وَلٰكِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya orang-orang Yahudi yang mendukung orang-orang musyrikin beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad serta mengakui al-Qur an al-Karim yang Allah turunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai pendukung dan penolong. Akan tetapi kebanyakan di antara mereka menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ وَلَتَجِدَنَّ اَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:"Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu wahai Rasul akan menemukan manusia yang paling kuat permusuhannya kepada orang-orang yang membenarkanmu, beriman dan mengikutimu, mereka adalah orang-orang Yahudi, karena mereka mengingkari dan tidak mau mengakui serta menutup mata dari kebenaran dan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan selain-Nya, seperti para penyembah berhala dan lainnya. Dan kamu akan menemukan orang-orang yang lebih dekat kecintaannya kepada kaum muslimin, yaitu orang-orang yang berkata : Kami adalah orang-orang Nasrani. Hal itu karena di antara mereka terdapat para ulama di bidang agama mereka, ahli zuhud dan ahli ibadah dalam tempat-tempat ibadah mereka, bahwa mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri untuk menerima kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang menerima risalah Muhammad dan beriman kepadanya.
وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata:"Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Quran dan kenabian Muhammad saw).

Tafsir Al-Muyassar

Di antara kedekatan kasih saying mereka kepada kaum muslimin adalah bahwa sekelompok orang dari mereka, (mereka adalah delegasi orang-orang Habasyah saat mendengar al-Qur an), mata mereka menangis. Mereka meyakini bahwa ia adalah kebenaran yang turun dari sisi Allah. Mereka membenarkan Allah dan mengikuti Rasul-Nya, merendahkan diri kepada Allah dan berharap meraih kemuliaan syahadah bersama umat Muhammad atas umat-umat lainnya di Hari Kiamat.
وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَا جَاۤءَنَا مِنَ الْحَقِّۙ وَنَطْمَعُ اَنْ يُّدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصّٰلِحِيْنَ
Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Rabb kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh".

Tafsir Al-Muyassar

Mereka berkata : Apa kesalahan kami ketika kami beriman kepada Allah, membenarkan kebenaran yang datang dibawa oleh Muhammad saw dari sisi Allah, dan kami mengikutinya. Kami berharap Allah berkenan memasukkan kami bersama orang-orang yang menaati-Nya di surga-Nya di hari Kiamat?
فَاَثَابَهُمُ اللّٰهُ بِمَا قَالُوْا جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْمُحْسِنِيْنَ
Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

Tafsir Al-Muyassar

Berkat ucapan kebanggaan terhadap keimanan mereka kepada Islam yang mereka ucapkan dan harapan mereka agar bisa bersama orang-orang yang shalih, Allah membalas mereka dengan surga yang mengalir dibawah pohon dan istana-istananya sungai-sungai. Mereka tinggal di dalamnya tidak keluar darinya dan tidak akan berpindah darinya. Itulah balasan bagi kebaikan mereka dalam berkata dan beramal.
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengingkari keesaaan Allah dan kenabian Muhammad Saw mendustakan ayat-ayat yang Allah turunkan kepada utusan-utusan-Nya, mereka adalah para penghuni nereka yang tinggal di dalamnya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman, jangan mengharamkan makanan, minuman dan pernikahan yang baik yang telah Allah halalkan untuk kalian, akibatnya kalian akan mempersempit apa yang dilapangkan oleh Allah atas diri kalian, jangan melampaui batas-batas Allah sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas-batas-Nya.
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۙ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Nikmatilah wahai orang-orang beriman apa yang halal lagi baik dari apa yang Allah limpahkan dan berikan kepadamu. Bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena iman kalian kepada Allah mengharuskan kalian bertakwa kepada Allah dan merasakan pengawasan-Nya.
لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِاللَّغْوِ فِيْٓ اَيْمَانِكُمْ وَلٰكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ الْاَيْمَانَۚ فَكَفَّارَتُهٗٓ اِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسٰكِيْنَ مِنْ اَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ اَهْلِيْكُمْ اَوْ كِسْوَتُهُمْ اَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍۗ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍۗ ذٰلِكَ كَفَّارَةُ اَيْمَانِكُمْ اِذَا حَلَفْتُمْۗ وَاحْفَظُوْٓا اَيْمَانَكُمْۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikian Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur(kepada-Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak akan menghukum kalian wahai kaum muslimin karena sumpah yang tidak kalian maksud, seperti ucapan sebagian kalian : Tidak demi Allah, ya demi Allah. Akan tetapi Dia akan menghukum kalian dengan sumpah yang kalian ikrarkan dengan hati kalian. Bila kalian tidak memenuhi sumpah maka dosanya dihapus oleh Allah dengan apa yang Dia syariatkan untuk kalian dalam bentuk kaffarat member makan sepuluh orang miskin yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang cukup untuk menutup hajat mereka. Setiap miskin sebesar setengah sha dari makanan menengah penduduk daerah, atau memberi pakaian kepada mereka, setiap miskin mendapatkan pakaian yang mencukupinya menurut kebiasaan yang berlaku, atau memerdekakan hamba sahaya. Orang yang bersumpah dan tidak memenuhi sumpahnya diperkenankan memilih satu di antara ketiga perkara tersebut. Barangsiapa yang tidak mampu juga melakukannya maka dia harus berpuasa selama tiga hari. Hal itu adalah kafarat dari pelanggaran sumpah yang kamu ikrarkan. Jagalah wahai kaum muslimin sumpah-sumpah kalian; dengan tidak bersumpah, atau harus memenuhi sumpah, atau harus membayar kafarat bila kalian tidak memenuhinya. Sebagaimana Allah menjelaskan hukum sumpah dan melepaskan diri dari akibatnya. Dia juga menjelaskan hukum-hukum agama kepada kalian agar kalian mensyukuri hidayah-Nya kepada kalian ke jalan yang lurus.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, sesungguhnya khamar (yaitu semua yang memabukkan yang bisa menutup akal), judi yang mencakup taruhan dari dua belah pihak dan yang sejenisnya, menghalang-halangi dari mengingat Allah. Adapun berhala, yaitu batu-batu yang ditegakkan oleh orang-orang musyrikin dan mereka menyembelih di depannya dengan penuh pengagungan kepadanya, dan apa yang dipancangkan untuk disembah dan mendekatkan diri kepadanya. Anak-anak panah, yaitu yang digunakan oleh orang-orang kafir untuk mengundi sebelum menetapkan suatu perkara, apakah dilakukan atau ditinggalkan. Semua itu adalah dosa termasuk tipu daya setan, maka jauhilah dosa-dosa tersebut agar kalian meraih surga Allah.
اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

Tafsir Al-Muyassar

Setan ingin dengan menghiasi dosa-dosa di hadapan kalian untuk menjerumuskan kalian kepada sikap saling membenci dan memusuhi di antara kalian, akibat dari minum khamar dan main judi. Ia juga bisa memalingkan kalian dari mengingat Allah dan shalat karena hilangnya akal saat mabuk, dan tersibukkan dengan main-main dalam permainan judi, maka berhentilah dari semua itu.
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاحْذَرُوْاۚ فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai kaum muslimin, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya Muhammad saw dalam segala apa yang kalian lakukan dan kalian tinggalkan. Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kalian merasa diawasi oleh-Nya dalam segala urusan. Bila kalian menolak untuk menaati, kalian melakukan apa yang dilarang maka sadarlah bahwa tugas utusan Kami Muhammad saw, hanyalah menyampaikan secara nyata.
لَيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْٓا اِذَا مَا اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاَحْسَنُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah makan dahulu, apabila mereka bertaqwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka (tetap juga ) bertaqwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Mukmin yang telah minum khamar sebelum ia diharamkan tidak memikul dosanya bila mereka meninggalkannya, takut kepada murka Allah, beriman kepada-Nya, dan melakukan amal-amal shalih yang membuktikan iman mereka serta keinginan mereka untuk mendapatkan ridha Allah. Kemudian dengan itu mereka meningkatkan keyakinan terhadap pengawasan Allah dan iman kepada-Nya, sehingga mereka menyembah-Nya dengan keyakinan mereka seolah-olah mereka melihat-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang mencapai derajat ihsan, sehingga iman mereka kepada yang ghaib seperti iman mereka kepada sesuatu yang disaksikan.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللّٰهُ بِشَيْءٍ مِّنَ الصَّيْدِ تَنَالُهٗٓ اَيْدِيْكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّخَافُهٗ بِالْغَيْبِۚ فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barangsiapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, Allah pasti menguji kalian dengan sebagian hewan buruan darat yang mendekat kepada kalian tidak seperti biasanya, di mana kalian bisa menangkap yang kecil darinya tanpa menggunakan senjata dan menangkap yang besar dengan senjata, agar Allah mengetahui secara nyata bagi makhluk yang takut kepada Rabb mereka terhadap hal ghaib, karena mereka meyakini kesempurnaan ilmu-Nya kepada mereka. Hal itu dengan sikap mereka yang menahan diri dari hewan buruan saat mereka sedang berihram. Barangsiapa yang melanggar batasan Allah setelah keterangan ini, lalu dia tetap melakukan perburuan saat dia sedang ihram, maka dia berhak mendapatkan siksa yang berat.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ وَمَنْ قَتَلَهٗ مِنْكُمْ مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاۤءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهٖ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ هَدْيًاۢ بٰلِغَ الْكَعْبَةِ اَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسٰكِيْنَ اَوْ عَدْلُ ذٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوْقَ وَبَالَ اَمْرِهٖۗ عَفَا اللّٰهُ عَمَّا سَلَفَۗ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللّٰهُ مِنْهُۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa diantara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-ya yang dibawa sampai ke Kabah, atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jangan membunuh hewan buruan darat saat kalian sedang berihram haji atau umrah, atau kalian berada di wilayah haram. Barangsiapa yang membunuh hewan buruan darat apa pun dengan sengaja, maka hukumannya adalah hendaknya dia menyembelih hewan ternak yang mirip dengan hewan buruan tersebut, unta, sapi atau kambing atas dasar keputusan dua orang yang adil, lalu membagi-bagikannya kepada orang-orang miskin di Haram. Atau membeli dengan harganya makanan yang diberikan kepada fakir miskin di Haram, masing-masing miskin mendapatkan setengah sha, atau berpuasa satu hari untuk menggantikan setengah sha makanan tersebut. Allah menetapkan hukuman ini agar pelakunya memikul akibat dari perbuatannya. Siapa yang melakukan sebagian darinya sebelum pengharaman, maka Allah memaafkan mereka. Namun, siapa yang mengulang penyelisihan dengan sengaja, maka dia beresiko mendapatkan hukuman dari Allah. Allah Mahaperkasa, kuat dan kokoh kerajaan-Nya. Di antara bukti keperkasaanNya adalah bahwa dia membalas siapa yang mendurhakai-Nya bila Dua berkehendak, karena tidak ada yang bisa menghalangi-Nya untuk melakukan hal itu.
اُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهٗ مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِۚ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (manangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menghalalkan hewan buruan laut bagi kalian wahai kaum muslimin saat sedang berihram, yaitu hewan laut yang masih hidup dan makanannya termasuk yang sudah mati, agar kalian bisa memanfaatkannya dalam keadaan tinggal maupun dalam perjalanan. Dan Allah mengharamkan hewan buruan darat selama kalian dalam keadaan ihram, baik ihram haji atau umrah. Takutlah kalian kepada Allah dan laksanakanlah segala perintah-Nya serta jauhilah segala larangan-Nya sehingga kalian meraih pahala-Nya yang besar dan selamat dari siksa-Nya yang pedih saat kalian dikumpulkan untuk menghadapi hisab dan pembalasan.
جَعَلَ اللّٰهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيٰمًا لِّلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَاۤىِٕدَۗ ذٰلِكَ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Allah telah menjadikan Kabah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, hadya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Allah memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya dalam bentuk menjadikan Ka bah Baitullah al-Haram sebagai sumber kebaikan bagi kehidupan mereka dan tempat yang aman bagi kehidupan mereka. Hal itu bila mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menegakkan kewajiban-kewajiban-Nya. Allah mengharamkan peperangan dan pelanggaran di bulan-bulan Haram, (yaitu Dzul Qa dah, Dzuk Hijjah, Muharram dan Rajab). Di waktu tersebut jangan ada seseorang pun yang melanggar orang lain. Allah juga mengharamkan pelanggaran terhadap hewan ternak yang digiring ke Ka bah. Allah juga mengharamkan pelanggaran terhadap hewan-hewan yang dikalungi sebagai tanda bahwa ia disiapkan untuk manasik. Hal itu agar kalian meyakini bahwa Allah mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi, termasuk apa yang Dia syariatkan untuk melindungi hamba-hamba-Nya, sebagian dari sebagian yang lain, bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah.
اِعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۗ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Ketahuilah wahai manusia, bahwa Allah sangat keras siksa-Nya bagi siapa yang mendurhakai-Nya, namun Dia juga Maha Pengampun lagi Penyayang bagi siapa yang kembali dan bertaubat kepada-Nya.
مَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا تَكْتُمُوْنَ
Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menjelaskan bahwa tugas Rasul-Nya adalah memberi petunjuk dalam arti menyampaikan dan memberitahu. Sedangkan hidayah taufik (bisa mengamalkannya) hanya di tangan Allah semata. Apa yang bersemayam dalam dada manusia yang mereka nampakkan atau rahasiakan berupa hidayah dan kesesatan diketahui oleh Allah.
قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Katakanlah:"Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan".

Tafsir Al-Muyassar

Katakan wahai Rasul, tidak sama yang baik dengan yang buruk dari segala sesuatu. Orang kafir tidak sama dengan orang Mukmin, pendurhaka tidak sama dengan orang yang taat, orang bodoh tidak sama dengan orang yang mengetahui, pelaku bid ah tidak sama dengan pengikut sunnah, harta yang haram tidak sama dengan harta yang halal, sekalipun kamu wahai manusia merasa takjub kepada banyaknya keburukan dan pendukungnya. Bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal yang kuat dengan menjauhi hal-hal yang buruk dan melakukan hal-hal yang baik agar kalian beruntung meraih target paling agung, yaitu ridha Allah dan surga-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَسْــئَلُوْا عَنْ اَشْيَاۤءَ اِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْۚ وَاِنْ تَسْــئَلُوْا عَنْهَا حِيْنَ يُنَزَّلُ الْقُرْاٰنُ تُبْدَ لَكُمْۗ عَفَا اللّٰهُ عَنْهَاۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jangan bertanya tentang perkara-perkara agama di mana kalian tidak diperintahkan dengan sesuatun padanya. Seperti bertanya tentang hal-hal yang tidak terjadi atau hal-hal yang bisa mengakibatkan kesulitan dalam syariat yang bila di bebankan kepada kalian niscaya ia akan sangat memberatkan kalian. Namun bila kalian tetap bertanya tentangnya selama Rasul masih hidup dan saat al-Qur an sedang turun, maka ia akan dijelaskan kepada kalian. Bisa jadi ia dibebankan kepada kalian dan kalian tidak mampu melaksanakannya, Allah mendiamkannya sebagai bentuk rahmatNya kepada hamba-hamba-Nya. Allah Maha Mengampuni hamba-hamba-Nya saat mereka bertaubat kepada-Nya, Penyantun kepada mereka sehingga tidak menyiksa mereka bila mereka kembali kepada-Nya.
قَدْ سَاَلَهَا قَوْمٌ مِّنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ اَصْبَحُوْا بِهَا كٰفِرِيْنَ
Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya.

Tafsir Al-Muyassar

Pertanyaan-pertanyaan tersebut telah disodorkan oleh kaum sebelum kalian kepada Rasul-rasul mereka. Namun saat mereka diperintahkan mereka pun mengingkarinya dan tidak menjalankannya. Waspadalah, jangan seperti mereka.
مَا جَعَلَ اللّٰهُ مِنْۢ بَحِيْرَةٍ وَّلَا سَاۤىِٕبَةٍ وَّلَا وَصِيْلَةٍ وَّلَا حَامٍۙ وَّلٰكِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَاَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak mensyariatkan bagi orang-orang musyrikin apa yang mereka buat-buat terkait dengan hewan ternak dalam bentuk menolak mengambil manfaat dari sebagian darinya dan memberikannya kepada berhala. Yaitu bahiirah yang di potong telinganya bila telah melahirkan sekian kali. Saaibah yaitu hewan yang dibiarkan untuk berhala. Washiilah yaitu yang melahirkan dua anak betina yang berurutan. Ham yaitu unta jantan yang telah berhasil membuntingi betina sekian kali. Lalu orang-orang kafir menisbatkan aturan ini kepada Allah sebagai kedustaan atas nama-Nya, kebanyakan orang-orang kafir tidak membedakan antara yang haq dengan yang batil.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَاۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

Tafsir Al-Muyassar

Bila dikatakan kepada orang-orang kafir yang mengharamkan apa yang Allah halalkan tersebut : Marilah kita kembali kepada apa yang diturunkan oleh Allah dan Rasul-Nya agar kitab mengetahui mana yang halal dengan mana yang haram. Maka mereka menjawab : Cukuplah apa yang telah kami warisi dari nenek moyang kami dalam bentuk kata-kata dan perbuatan. Apakah mereka juga akan mengucapkan hal ini sekalipun nenek moyang mereka tidak mengetahui apa pun, yakni tidak memahami kebenaran, tidak mengetahuinya dan tidak mengetahui jalan kepadanya? Lalu bagaimana mungkin mereka tetap mengikuti nenek moyang yang keadaannya demikian? Mereka tidak akan mengikuti kecuali orang-orang yang jauh lebih bodoh dan lebih sesat jalannya daripada mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْۚ لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, teguhkanlah diri kalian dengan tetap menaati Allah dan menjauhi larangan-Nya. Tetaplah kalian demikian sekalipun banyak orang-orang yang tidak sejalan dengan kalian. Bila kalian melakukan hal itu maka kalian tidak akan dirugikan oleh kesesatan orang-orang yang tersesat selama kalian berpijak kepada jalan yang istiqamah, beramar ma ruf dan bernahi mungkar. Hanya kepada Allah tempat kembali kalian semuanya di akhirat lalu Allah akan mengabarkan amal-amal kalian kepada kalian dan membalas kalian atasnya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِيْنَ الْوَصِيَّةِ اثْنٰنِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ اَوْ اٰخَرٰنِ مِنْ غَيْرِكُمْ اِنْ اَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَاَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةُ الْمَوْتِۗ تَحْبِسُوْنَهُمَا مِنْۢ بَعْدِ الصَّلٰوةِ فَيُقْسِمٰنِ بِاللّٰهِ اِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِيْ بِهٖ ثَمَنًا وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللّٰهِ اِنَّآ اِذًا لَّمِنَ الْاٰثِمِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendalkah (wasiat) disaksikan oleh dua orang yang adil diantara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah shalat (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu; "(Demi Allah) kamu tidak akan menukar sumpah ini dengan harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kamu menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa".

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kematian mendekati salah seorang di antara kalian maka hendaknya dia menghadirkan dua orang saksi dari kaum muslimin yang dipercaya atas wasiatnya, atau dua orang dari kalangan bukan muslim bila diperlukan dan tidak ditemukan kaum muslimin selain mereka berdua. Kalian meminta mereka berdua bersaksi bila kalian melakukan perjalanan di muka bumi lalu tanda-tanda kematian menghampiri kalian. Bila kalian meragukan kesaksian mereka berdua, maka tahanlah mereka berdua setelah shalat, yakni dengan berjamaah khususnya shalat Ashar, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sebenarnya tanpa mengambil upah dunia dan tidak mencari muka dari kerabat dengannya dan tidak menyembunyikan kesaksian Allah yang ada padanya. Bila keduanya ternyata melakukan maka keduanya termasuk orang-orang yang berbuat dosa.
فَاِنْ عُثِرَ عَلٰٓى اَنَّهُمَا اسْتَحَقَّآ اِثْمًا فَاٰخَرٰنِ يَقُوْمٰنِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِيْنَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْاَوْلَيٰنِ فَيُقْسِمٰنِ بِاللّٰهِ لَشَهَادَتُنَآ اَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَآۙ اِنَّآ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim.”

Tafsir Al-Muyassar

Bila keluarga mayit mengetahui bahwa dua saksi tersebut telah melakukan dosa dengan pengkhianatan dalam kesaksian atau wasiat, maka hendaknya mereka menghadirkan dua orang saksi dari keluarga mayit yang bersumpah dengan nama Allah ; bahwa kesaksian kami yang benar lebih layak untuk diterima daripada kesaksian mereka berdua yang dusta. Kami tidak melanggar kebenaran. Bila kami melanggar dan bersaksi dengan kesaksian yang tidak benar maka kami termasuk orang-orang yang zhalim yang melanggar batasan-batasan Allah.
ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِالشَّهَادَةِ عَلٰى وَجْهِهَآ اَوْ يَخَافُوْٓا اَنْ تُرَدَّ اَيْمَانٌۢ بَعْدَ اَيْمَانِهِمْۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاسْمَعُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertaqwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Hukum pada saat terjadi kebimbangan terhadap dua orang saksi dengan bersumpah setelah shalat dan tidak menerima kesaksian mereka berdua, lebih dekat bagi kalian untuk menghadirkan kesaksian dengan benar karena takut terhadap siksa akhirat, atau dikhawatirkan sumpah palsu tersebut ditolak dari pemilik hak padahal sumpah sudah dilakukan, sehingga pelaku dusta yang ditolak sumpahnya di dunia memikul rasa malu saat pengkhianatannya diketahui. Takutlah kalian wahai manusia kepada Allah dan hendaknya kalian merasa diawasi oleh-Nya sehingga dengan itu kalian tidak akan bersumpah secara dusta atau kalian menggunakan sumpah kalian untuk mengambil harta yang haram. Dengarkanlah apa yang dinasihatkan kepada kalian. Allah tidak akan membimbing orang-orang fasik yang menyimpang dari ketaatan kepada-Nya.
يَوْمَ يَجْمَعُ اللّٰهُ الرُّسُلَ فَيَقُوْلُ مَاذَآ اُجِبْتُمْۗ قَالُوْا لَا عِلْمَ لَنَاۗ اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
(Ingatlah), hari diwaktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka):"Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu". Para rasul menjawab:"Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai manusia Hari Kiamat. Di hari itu Allah mengumpulkan seluruh Rasul alaihimus salam. Allah bertanya kepada mereka tentang jawaban umat-umat mereka saat menyeru mereka kepada tauhid. Maka para Rasul itu menjawab : Kami tidak tahu. Kami tidak mengetahui apa yang ada dalam dada manusia dan apa yang mereka lakukan setelah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu, yang samar dan yang terang.
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَۘ اِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًاۚ وَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۚ وَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْــئَةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْۚ وَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْۚ وَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِـئْـتَـهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan:"Hai Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) diwaktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata:"Ini tidak lain sihir yang nyata".

Tafsir Al-Muyassar

Ketika Allah berfirman di Hari Kiamat : Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu saat Aku menciptakanmu tanpa bapak. Juga nikamt-Ku kepada ibumu saat Aku memilihnya di atas wanita-wanita di zamannya. Aku membersihkannya dari apa yang dituduhkan kepadanya. Di antara nikmat Allah kepada Isa adalah bahwa Allah menguatkan dan mendukungnya dengan Jibril. Isa bisa berbicara kepada manusia saat dia adalah bayi yang masih menyusu yang belum saatnya untuk berbicara. Dia mengajak manusia kepada Allah saat dia dewasa, kekuatannya terkumpul dan kepemudaannya sempurna dengan tauhid yang Allah wahyukan kepadanya. Di antara nikmat Allah kepadanya adalah bahwa Dia mengajarkan menulis kepadanya tanpa guru, memberinya kekuatan memahami dan mengetahui, mengajarkan Taurat kepadanya yang telah Dia turunkan kepada Musa dan Injil yang Dia turunkan kepadanya sebagai hidayah bagi manusia. Di antara nikmat Allah kepadanya adalah bahwa dia membuat bentuk burung dari tanah liat lalu meniupnya, sehingga ia menjadi burung yang sebenarnya dengan izin Allah. Di antara nikmat Allah kepadanya adalah bahwa Dia bisa menyembuhkan orang buta bawaan lahir sehingga dia bisa melihat, menyembuhkan penyakit sopak sehingga kulitnya kembali bersih dan mulus dengan izin Allah. Diantaranya lagi dia memanggil orang-orang mati lalu mereka bangkit hidup dari alam kubur mereka. Semua itu dengan kehendak dan izin dari Allah, dan semua itu merupakan mukjizat yang mengagumkan yang membuktikan kebenaran Isa. Kemudian Allah mengingatkan nikmat-Nya kepadanya saat Dia melindunginya dari Bani Israil yang hendak membunuhnya, padahal Isa datang kepada mereka dengan mukjizat yang nyata yang membuktikan kenabiannya. Orang-orang kafir dari mereka berkata : Mukjizat yang dibawa oleh Isa hanyalah sihir yang nyata.
وَاِذْ اَوْحَيْتُ اِلَى الْحَوَارِيّٖنَ اَنْ اٰمِنُوْا بِيْ وَبِرَسُوْلِيْۚ قَالُوْٓا اٰمَنَّا وَاشْهَدْ بِاَنَّنَا مُسْلِمُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia :"Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab:"Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Isa nikmat-Ku kepadamu saat Aku mengilhamkan ke dalam hati beberapa orang dari pendukung setiamu agar mereka membenarkan keesaan Allah dan kenabianmu. Maka mereka berkata : Kami membenarkan wahai Rabb kami, dan saksikanlah bahwa kami tunduk kepada-Mu dan patuh kepada perintah-Mu.
اِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِۗ قَالَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata:"Hai Isa putera Maryam, bersediakah Rabbmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami". Isa menjawab:"Bertaqwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah ketika orang-orang Hawariyin (pendukung setia) berkata : Wahai Isa putra Maryam, apakah Rabbmu mampu bila engkau meminta kepada-Nya agar menurunkan kepada kami meja hidangan dari langit? Maka Isa menjawab dengan memerintahkan mereka agar bertakwa kepada Allah bila mereka adalah orang-orang yang benar-benar beriman.
قَالُوْا نُرِيْدُ اَنْ نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَىِٕنَّ قُلُوْبُنَا وَنَعْلَمَ اَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُوْنَ عَلَيْهَا مِنَ الشّٰهِدِيْنَ
Mereka berkata; "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Hawariyin berkata : Kami ingin makan dari meja hidangan tersebut dan hati kami pun menjadi tenang dengan melihatnya. Kami akan mengetahui dengan yakin kebenaranmu sebagai seorang nabi, dan kami akan menjadi saksi atas mukjizat besar yang Allah turunkan tersebut sebagai bukti keesaan-Nya kepada kami dan kekuasaan-Nya atas apa yang Dia kehendaki, sekaligus bukti bagimu atas kebenaranmu sebagai nabi.
قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Isa putera Maryam berdoa:"Ya Rabb kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama".

Tafsir Al-Muyassar

Isa putra Maryam menjawab permintaan orang-orang Hawariyin, dia memohon kepada Rabbnya dengan berkata : Ya Rabb kami, turunkanlah meja hidangan dari langit, kami akan menjadikan hari turunnya meja tersebut sebagai hari raya, kami dan orang-orang sesudah kami akan mengagungkannya. Meja tersebut menjadi bukti dan hujjah dari-Mu, ya Allah, atas keesaaan-Mu dan kebenaranku sebagai nabi. Berikanlah pemberian-Mu yang agung kepada kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki.
قَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَاِنِّيْٓ اُعَذِّبُهٗ عَذَابًا لَّآ اُعَذِّبُهٗٓ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Allah berfirman:"Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun diantara umat manusia".

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman : Sesungguhnya Aku menurunkan meja hidangan kepada kalian. Barangsiapa di antara kalian yang ingkar kepada keesaan-Ku dan kenabian Isa setelah meja tersebut turun, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang berat, siksaan yang tidak aku timpakan kepada manusia mana pun. Meja tersebut turun seperti yang dijanjikan oleh Allah.
وَاِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ قَالَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِيْ بِحَقٍّۗ اِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗۗ تَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَآ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَۗ اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:"Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:"Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah". Isa menjawab:"Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engaku telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah ketika Allah berfirman di Hari Kiamat : Wahai Isa putra Maryam, apakah kamu berkata kepada manusia agar mereka menjadikanmu dan ibumu dua sesembahan selain Allah? Maka Isa menjawab menyucikan Allah : Tidak patut bagiku mengatakan apa yang tidak benar kepada manusia. Bila akau memang mengatakannya maka Engkau pasti mengetahui, karena tidak ada sesuatu pun yang samar bagi-Mu, Engkau mengetahui apa yang tersimpan dalam dadaku, sedangkan akau tidak mengetahui apa yang ada dalam jiwa-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang Nampak maupun yang tersembunyi.
مَا قُلْتُ لَهُمْ اِلَّا مَآ اَمَرْتَنِيْ بِهٖٓ اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْۚ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْۗ وَاَنْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu:"Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Meyaksikan atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Isa berkata : Ya Rabbi, aku tidak berkata kepada mereka kecuali apa yang Engkau wahyukan kepadaku, dan Engkau perintahkan aku agar menyampaikannya, yaitu mengesakan-Mu dalam Tauhid dan ibadah. Saat aku masih hidup diantara mereka, aku adalah saksi atas mereka atas perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan mereka. Namun ketika Engkau menyempurnakan ajalku di muka bumi, Engkau mengangkatku ke langit dalam keadaan masih hidup, maka Engkau-lah yang mengetahui rahasia mereka. Engkau Maha Mengawasi segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun di muka bumi dan di langit yang samar bagi-Mu.
اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَۚ وَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Tafsir Al-Muyassar

Ya Allah, bila Engkau menyiksa mereka maka mereka adalah hamba-hamba-Mu, Engkau lebih mengetahui keadaan mereka, Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki terhadap mereka dengan keadilan-Mu. Bila Engkau mengampuni dengan rahmat-Mu siapa yang melakukan sebab-sebab ampunan, maka sesungguhnya Engkau Maha Perkasa yang tidak terkalahkan, Maha Bijaksana dalam penataan dan pengaturan-Mu. Ayat ini merupakan sanjungan kepada Allah atas hikmah-Nya, keadilan-Nya dan kesempurnaan ilmu-Nya.
قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْۗ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Allah berfirman:"Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadapnya. Itulah keberuntungan yang paling besar".

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada Isa di Hari Kiamat : Ini adalah hari pembalasan di mana tauhid orang-orang yang bertauhid kepada Rabb mereka, ketundukan mereka kepada syariat-Nya, kebenaran mereka dalam niat, kata-kata dan perbuatan mereka bermanfaat bagi mereka, mereka mendapatkan surga yang mengalir di bawah pohon-pohon dan istana-istananya sungai-sungai, mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya. Allah meridhai mereka sehingga Dia menerima kebaikan-kebaikan mereka, mereka pun ridha kepada Allah dengan apa yang telah Dia berikan dengan apa yang telah Dia berikan berupa pahala yang besar. Pahala dan keridhaan dari Allah kepada mereka adalah kemenangan yang besar.
لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا فِيْهِنَّۗ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada padanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya.