Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu Hibban, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa Rifaah bin Zaid bin at-Tabut dan Suwaid bin al-Harits memperlihatkan keislaman, padahal sebenarnya mereka itu munafik. Salah seorang dari kaum Muslimin bersimpati kepada kedua orang itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Maa-idah: 57) yang melarang kaum Muslimin mengangkat kaum munafik sebagai pemimpin mereka. Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan bahwa serombongan kaum Yahudi, di antaranya Abu Yasir bin Akhthab, Nafi bin Abi Nafi, dan Ghazi bin Amr datang menghadap Nabi saw. dan bertanya: "Kepada rasul yang mana tuan beriman?" Nabi menjawab: "Aku beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan kepada apa-apa yang diberikan kepda nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan hanya kepada-Nya lah kami berserah diri." (Ali Imraan: 84). Ketika Nabi menyebut nama Isa, mereka mengingkari kenabiannya dan berkata: "Kami tidak percaya kepada Isa dan tidak percaya kepada orang yang beriman kepada Isa." Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Maa-idah: 59) berkenaan dengan peristiwa tersebut. Ayat tersebut merupakan teguran kepada orang-orang yang membenci Rasulullah karena beriman kepada rasul-rasul dan apa-apa yang diturunkan kepada mereka sebelumnya.
Back

