× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh yang bersumber dari al-Hasan, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengutusku untuk mengemban risalah kerasulan. Hal tersebut menyesakkan dadaku, karena aku tahu bahwa orang-orang akan mendustakan risalahku. Allah memerintahkan kepadaku untuk menyampaikannya, dan kalau tidak, Allah akan menyiksaku." Maka turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 67) yang mempertegas perintah penyampaian risalah disertai jaminan akan keselamatannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ketika turun ayat, yaa ayyuharrasuulu maa ungzila ilaika mir rabbik, (hai Rasull, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu) (sebagian al-Maa-idah: 67), Rasulullah bersabda: "Ya Rabbi. Apa yang harus kuperbuat, padahal aku sendirian dan mereka berkomplot menghadapiku." Maka turunlah kelanjutan ayat tersebut yang menegaskan perintah pemyampaian risalah kenabian. Diriwayatkan oleh al-Hakim dan at-Tirmidzi, yang bersumber dai Aisyah bahwa Siti Aisyah menyatakan bahwa Nabi saw. biasa dijaga oleh pengawalnya, sampai turun ayat, wallaahu yashimuka minan naas (Allah memelihara kamu dari [gangguan] manusia) (al-Maa-idah: 67) setelah ayat itu turun, Rasulullah menampakkan diri dari Kubah sambil bersabda: "Wahai saudara-saudara. Pulanglah kalian, Allah telah menjamin keselamatanku dalam menyerbarkan dakwah ini. Sesungguhnya malam seperti ini baik untuk tidur di tempat masing-masing." Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Abu Said al-Kudri, bahwa al-Abbas, paman Nabi saw., termasuk pengawal Nabi. Ketika turun ayat , wallaahu yashimuka minan naas (Allah memelihara kamu dari [gangguan] manusia) (al-Maa-idah: 67), iapun meninggalkan pos penjagaannya. Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Ishmah bin Malik al-Khathmi bahwa para shahabat biasanya mengawal Rasul saw. pada waktu malam, sampai turun ayat wallaahu yashimuka minan naas (Allah memelihara kamu dari [gangguan] manusia) (al-Maa-idah: 67). Sejak turun ayat tersebut merekapun meninggalkan pos penjagaannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam kitab Shahih-nya, yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa para Shahabat pernah meninggalkan Rasulullah berhenti di dalam perjalanan, dan beliau berteduh di bawah pohon besar. Ketika itu beliau menggantungkan pedangnya di pohon itu. Maka datanglah seorang laki-laki dan mengambil pedang Rasul sambil berkata: "Siapa yang akan menghalangi engkau dari diriku, hai Muhammad?" Rasulullah bersabda: "Allah yang akan melindungiku darimu. Letakkan pedang itu!" seketika itu juga pedang itu diletakkannya kembali. Maka turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 67) yang menegaskan jaminan keselamatan jiwa Rasulullah dari tangan-tangan usil manusia. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah pernah berhenti untuk beristirahat dalam Peperangan Bani Anmar, di Dzatir Raqi di kebun kurma yang paling tinggi. Beliau duduk di atas sebuah sumur sambil menjulurkan kakinya. Berkatalah al-Warits dari Banin Najjar kepada teman-temannya: "Aku akan membunuh Muhammad." Temannya berkata: "Bagaimana cara membunuhnya?" Ia berkata: "Aku akan berkata: Cobalah berikan pedangmu. Dan apabila ia memberikan pedangnya, aku akan membunuhnya." Iapun pergi mendatangi Rasul dan berkata: "Hai Muhammad. Berikan pedangmu kepadaku agar aku menciumnya." Pedang itu oleh Rasul diberikan kepadanya, akan tetapi tangannya gemetar. Bersabdalah Rasul saw, "Allah menghalangi maksud jahatmu." Maka turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 67) yang menegaskan jaminan keselamatan jiwa bagi Rasulullah. Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Hadits ini gharib. Hadits seperti ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Jabir bin Abdillah. Hadits ini menunjukkan bahwa ayat di atas diturunkan di Mekah, padahal sebenarnya diturunkan di Madinah. Bahwa Rasulullah biasa mendapat pengawalan. Setiap hari Abu Thalib pun mengirimkan pengawal-pengawalnya dari bani Hasyim untuk menjaganya. Ketika turun ayat ini (al-Maa-idah: 67) Rasulullah bersabda kepada Abu Thalib yang akan mengirimkan pengawalnya: "Wahai pamanku. Sesungguhnya Allah telah menjamin keselamatan jiwaku dari perbuatan jin dan manusia."

Back

Snow
Snow
Snow