Diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Al-Hakim, dari Ali ra, berkata, bahwasanya pernah Abdurrahman bin Auf mengajak dan menjamu kami makan-makan di kediamannya, lalu ia menyediakan minuman khamar, lalu kami pun meminum khamar, setelah itu mereka memilih aku untuk menjadi imam dalam shalat. Lalu dalam shalat aku membaca, "Katakanlah: "Hai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. dan kami menyembah apa yang kamu sembah." Maka turunlah ayat 43 ini. Diriwayatkan oleh Al-Faryabi dan Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mundzir dari Ali ra, berkata, bahwa ayat ini yang berbunyi, "(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub," adalah berkenaan dengan seorang musafir yang sedang junub maka diharuskan untuk bertayamum terlebih dahulu, kemudian boleh shalat. Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Asla bin Syarik, berkata bahwasanya pernah aku menyiapkan unta rasulullah saw untuk bepergian, namun aku sedang junub di malam hari yang dingin tersebut. Aku takut mandi karena dinginnya air sehingga terkena penyakit atau kematian. Kemudian aku pun berkata pada rasulullah saw, maka Allah menurunkan ayat ini. Diriwayatkan oleh Thabrani, dari Asla, ia berkata bahwasanya dahulu aku suka membantu menyiapkan tunggangan rasulullah saw untuk bepergian. Maka bersabdalah beliau di suatu hari, "Wahai Asla, ayo kita berangkat!" Lalu aku katakan pada rasulullah, "Wahai rasulullah, aku sedang junub." Maka rasulullah saw pun terdiam sesaat, dan datanglah Jibril dengan ayat tentang tayamum, maka rasulullah saw pun bersabda, "Wahai Asla, bertayamumlah kamu!" Maka rasulullah saw memperlihatkan kepadaku bagaimana tatacara tayamum, yaitu dengan mengusapkan debu sekali ke telapak tangan lalu ke wajah, setelah itu mengusapkan sekali debu ke telapak tangan lalu menempelkannya pada kedua lengan sampai siku. Maka aku pun mengikuti tayamum lalu pergi bersama beliau. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Yazid bin Abi Habib, bahwasanya dahulu orang-orang Anshar mempunyai rumah yang pintunya melewati masjid. Lalu ketika itu mereka terkena junub, dan tidak ada air di rumah mereka. Dan mereka hendak mencari air keluar rumah, namun harus melewati masjid. Maka turunlah ayat ini yang berbunyi, " (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja," Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Mujahid, ia berkata bahwasanya ayat ini turun ketika seorang lelaki Anshar mengalami sakit dan belum bisa bangun untuk berwudhu, dan ia pun tidak punya pembantu untuk menolongnnya mengambilkan air, maka hal ini disampaikan kepada rasulullah saw, lalu turunlah ayat ini, yang berbunyi, "Dan jika kamu sakit ..." Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibrahim An-Nakhai, ia berkata bahwasanya tatkala itu para sahabat terkena luka dan lukanya membesar, lalu mereka terkena junub, maka disampaikan perihal tersebut kepada nabi saw, lalu turunlah ayat ini, "Dan jika kamu sakit ... ... maka bertayamumlah kamu ..."
Back

