× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu Yala dengan sanad yang jayyid (baik), yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa Dlamrah bin Jundab keluar dari rumahnya untuk berhijrah. Dia berkata pada keluarganya:"Gotonglah saya dan hijrahkanlah saya dari tanah musyrikin ini ke tempat Rasulullah saw." Di tengah perjalanan, sebelum sampai kepada Nabi, ia wafat. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa: 100) sebagai janji Allah kepada orang-orang yang gugur di saat melaksanakan tugas agama Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin Jubair bahwa Abu Dlamrah az-Zurqi termasuk orang yang ada di Mekah (belum berhijrah). Ketika menerima berita tentang turunnya ayat ini (an-Nisaa: 98) ia berkata: "Aku cukup berada dan mampu." Ia pun bersiap-siap untuk hijrah menuju ke tempat Nabi saw. di kampung Tanim. Di perjalanan ia meninggal dunia. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa: 100) yang menjelaskan keduduukan orang yang gugur di saat melaksanakan Panggilan Rabb-nya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, seperti hadits di atas, yang bersumber dari Said bin Jubair, Ikrimah, Qatadah, as-Suddi, adl-Dlahhak, dan lain-lain. Bahwa orang yang wafat dalam hijrah itu, ada yang mengatakan Dlamrah bin al-Aish atau al-Aish bin Dlamrah; Jundab din Dlamrah; al-Jundai; adl-Dlammari; seorang laki-laki dari Bani Dlamrah; seorang laki-laki dari suku Khuzaah; seorang laki-laki dari Bani Laits; seorang laki-laki dari bani Kinanah; dan ada pula yang mengatakan seorang dari bani Bakr. Diriwayatkan oleh Ibnu Sad di dalam kitab ath-Thabaqaat, yang bersumber dari Yazid bin Abdillah bin Qisth. Bahwa Jundab bin Dlamrah al-Dlamari sedang sakit di Mekah. Ia berkata pada anaknya: "Bawalah aku keluar dari Mekah. Aku bisa mati akibat situasi kalut di tempat ini." Mereka berkata: "Kemana kami bawa?" Ia memberi isyarat dengan tangannya ke arah Madinah dengan maksud hijrah. Kemudian mereka membawanya ke Madinah. Akan tetapi baru sampai di kampung Bani Ghifar, ia meninggal dunia. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa: 100) berkenaan dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mandah, dan al-Baudi, dari Hisyam bin Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari az-Zubair bin al-Awwam. Bahwa ketika Khalid bin Haram hijrah ke Habsyah, di perjalanan, ia digigit ular dan wafat. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa: 100) berkenaan dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh al-Umawi dalam kitab Maghaazi-nya, yang bersumber dari Abdulmalik bin Umar. Hadits ini mursal dan sanadnya daif. Bahwa ketika sampai berita tentang kerasulan Nabi saw. kepada Aktsam bin Syaifi, ia bermaksud mengunjungi Nabi, akan tetapi dihalangi oleh kaumnya. Maka ia meminta seseorang untuk diutus menyampaikan maksudnya, minta keterangan tentang Rasulullah. Maka dipilihlah dua orang utusan untuk menghadap Nabi saw. Kedua utusan itu berkata: "Kami utusan dari Aktsam bin Shaifi yang ingin tahu siapa nama tuan, apakah kedudukan tuan, dan apakah yang tuan bawa?" Nabi saw. menjawab: "Saya Muhammad anak Abdullah, hamba Allah dani Rasul-Nya." Kemudian Nabi membacakan ayat, innallaaha yamuru bil ad-li wal ihsaan (sesungguhnya Allah menyuruh [kamu] berlaku adil dan berbuat kebajikan) sampai akhir ayat (an-Nahl: 90). Sesampainya utusan itu kepada Aktsam dan menyampaikan apa yang diterangkan Nabi saw., berkatalah Aktsam: "Hai kaumku, ia menyuruh berbudi tinggi dan melarang berakhlak rendah, jadilah kalian pelopor untuk berbudi luhur, dan jangan menjadi pengekor." Kemudian ia berangkat menuju Madinah, tapi di perjalanan ia meninggal. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa: 100) berkenaan dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim di dalam kitab al-Muammirin, dari dua jalan, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika Ibnu Abbas ditanya tentang ayat ini (an-Nisaa: 100), ia menjawab: "Ayat tersebut turun berkenaan dengan peristiwa Aktsam bin Shaifi." Ketika itu ada yang bertanya lagi: "Bukankah ayat tersebut berkenaan dengan peristiwa al-Laits?" Ia menjawab: "Ini terjadi beberapa masa sebelum peristiwa al-Laits." Ayat tersebut bisa khusus berkenaan dengan peristiwa Aktsam dan juga peristiwa lain.

Back

Snow
Snow
Snow