بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الۤمّۤ
Alif laam miim.
Tafsir Al-Muyassar
(Alif Lam Mim) Pembahasan tentang jenis ayat-ayat seperti ini ada di awal surah Al-Baqarah.اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُۗ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Dialah Allah, tiada Tuhan yang haq kecuali Dia, yang disifati dengan kehidupan yang sempurna sesuai dengan keagungan-Nya, pemelihara segala sesuatu.نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ
Dia menurunkan Al-Kitab (al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
Tafsir Al-Muyassar
Allah telah menurunkan kepadamu wahai Rasul al-Qur an dengan haq. Tidak ada keraguan padanya. Al-Qur an mempersaksikan kebenaran kitab-kitab dan rasul-rasul yang datang sebelumnya. Dia menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa sebelum Al-Qur an untuk membimbing orang-orang yang bertakwa kepada iman, kebaikan agama dan dunia mereka. Allah menurunkan apa yang membedakan antara yang haq dengan yang batil. Orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan, bagi mereka siksa yang besar. Allah Mahaperkasa tidak terkalahkan, membalas siapa yang mengingkari hujjah-hujjah dan dalil-dalil-Nya serta keesaan-Nya dalam uluhiyah-Nya.مِنْ قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَاَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ەۗ اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍۗ
sebelum (al-Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
Tafsir Al-Muyassar
Allah telah menurunkan kepadamu wahai Rasul al-Qur an dengan haq. Tidak ada keraguan padanya. Al-Qur an mempersaksikan kebenaran kitab-kitab dan rasul-rasul yang datang sebelumnya. Dia menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa sebelum Al-Qur an untuk membimbing orang-orang yang bertakwa kepada iman, kebaikan agama dan dunia mereka. Allah menurunkan apa yang membedakan antara yang haq dengan yang batil. Orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan, bagi mereka siksa yang besar. Allah Mahaperkasa tidak terkalahkan, membalas siapa yang mengingkari hujjah-hujjah dan dalil-dalil-Nya serta keesaan-Nya dalam uluhiyah-Nya.اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya ilmuAllah mencakup seluruh makhluk-Nya, tidak ada sesuatu di langit dan di bumi yang samar bagi Allah sedikit atau pun banyak.هُوَ الَّذِيْ يُصَوِّرُكُمْ فِى الْاَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاۤءُۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Dialah Allah yang telah menciptakanmu dalam rahim ibumu sebagaimana Dia kehendaki, laki-laki atau perempuan, baik atau buruk, sengsara atau berbahagia. Tiada sesembahan yang haq kecuali Dia semata, Mahaperkasa yang tidak dikalahkan, Maha Bijaksana dalam perintah dan pengaturan-Nya.هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاۤءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاۤءَ تَأْوِيْلِهٖۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُۘ وَالرَّاسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَاۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (al-Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi al-Quran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
Tafsir Al-Muyassar
Dialah Allah semata yang menurunkan al-Qur an kepadamu; diantara al-Qur an ada ayat-ayat yang petunjuknya jelas, ayat-ayat tersebut merupakan induk al-Qur an yang menjadi rujukan saat terjadi kemusykilan, apa yang menyelisihinya dikembalikan kepadanya. Di antara al-Qur an ada ayat-ayat yang mutasyabihat yang hanya mengandung sebagian makna-makna. Maksudnya tidak bisa dipastikan kecuali bila ia dikembalikan kepada muhkam. Orang-orang yang memiliki hati yang sakit lagi menyimpang, mereka hanya mengikuti ayat-ayat mutasyabihat semata untuk menimbulkan syubhat-syubhat di kalangan manusia, sehingga mereka menyesatkan manusia dan agar bisa menakwilkannya sesuai dengan madzhab rusak mereka. Hakikat makna dari ayat-ayat mutasyabihat hanya diketahui oleh Allah, sedangkan orang-orang yang berilmu mendalam berkata: Kami beriman kepada al-Qur an ini, seluruhnya datang dari sisi Tuhan kami melalui lisan Rasul-Nya Muhamnad, mereka mengembalikan ayat-ayat mutasyabihat kepada muhkamat. Yang memahami, mengerti dan merenungkan ayat-ayat Allah dengan benar hanyalah orang-orang yang berakal lurusرَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdoa):"Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)"
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berkata : Ya Tuhan kami, janganlah engkau membelokkan hati kami dari iman setelah Engkau melimpahkan hidayah kepada kami kepada agama-Mu, berikanlah kepada kami rahmat yang luas dari karunia-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Memberi; banyak karunia dan pemberian-Nya, Engkau memberi siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.رَبَّنَآ اِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
"Ya Rabb kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya." Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.
Tafsir Al-Muyassar
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mengakui dan bersaksi bahwa Engkau akan mengumpulkan manusia di suatu hari yang tidak diragukan, yaitu Hari Kiamat. Karena sesungguhnya Engkau tidak menyelisihi janji kepada para hamba-Mu.اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْئًاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ وَقُوْدُ النَّارِۗ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari dan menolak agama yang haq, harta dan anak-anak mereka tidak akan bisa untuk membantu mereka untuk selamat dari adzab Allah sedikitpun bila adzab tersebut menimpa mereka di dunia. Ia juga tidak akan bisa melindungi mereka darinya di akhirat dan mereka adalah bahan bakar api Neraka di Hari Kiamat.كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَۙ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْۗ وَاللّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Firaun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Keadaan orang-orang kafir dalam pendustaan mereka dan apa yang menimpa mereka adalah seperti keadaaan keluarga fir aun dan orang-orang kafir sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah yang jelas, maka Allah menghukum mereka dengan segera disebabkan oleh pengingkaran dan pendustaan mereka. Dan Allah adalah pemilik siksa yang keras atas siapa yang kafir kepada-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya.قُلْ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَتُغْلَبُوْنَ وَتُحْشَرُوْنَ اِلٰى جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir:"Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir dari orang-orang Yahudi dan lainnya yang meremehkan kemenanganmu di Badar : Sesungguhnya kalian akan dikalahkan di dunia dan akan mati di atas kekufuran, lalu digiring ke api Neraka Jahanam yang akan menjadi tempat tidur kalian selama-lamanya, dan ia adalah seburuk-buruk tempat tidur.قَدْ كَانَ لَكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَاۗ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُخْرٰى كَافِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِۗ وَاللّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ
Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh telah ada bagi kalian wahai orang-orang Yahudi yang sombong lagi ingkar bukti yang agung pada dua kelompok yang berperang di medan Badar ; kelompok yang berperang demi membela agama Allah, mereka adalah Muhammad dan para sahabatnya, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok yang kafir kepada Allah, berperang demi membela kebatilan. Mereka melihat julah orang-orang mukmin dua kali lipat jumlah mereka dengan mata kepada mereka. Allah menjadikan hal itu sebagai sebab kemenangan bagi kaum muslimin atas mereka dan Allah memberikan kemenangan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya peristiwa yang terjadi tersebut mengandung pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan hati yang tajam yang mengetahui hukum dan perbuatan-perbuatan Allah.زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Tafsir Al-Muyassar
Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap hawa nafsu kepada kaum wanita, anak-anak dan harta yang banyak berupa emas dan perak, kuda-kuda yang bagus, binatang ternak; unta,sapi, dan kambing, tanah yang di siapkan untuk bercocok tanam, semua itu adalah perhiasan kehidupan dunia yang fana, sementara di sisi Allah tersedia tempat kembali dan pahala yang baik, yaitu surga.قُلْ اَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّنْ ذٰلِكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَاَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِۚ
Katakanlah:"Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu". Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Rabb mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul, apakah kalian berkenan bila aku kabarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang dijadikan indah bagi manusia didunia ini? Siapa yang menjaga Allah dan takut kepada hukuman-Nya baginya surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawah istana-istananya dan pohon-pohonnya, mereka kekal didalamnya. Didalam sana mereka mendapatkan pasangan-pasangan yang suci dari haid dan nifas, dari akhlak buruk dan mereka mendapatkan apa yang lebih agung dari hal itu, yaitu ridha Allah. Allah mengetahui rahasia-rahasia makhluk-Nya, mengetahui keadaan-keadaaan mereka dan akan membalas mereka atas hal itu.اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ
(Yaitu) orang-orang yang berdoa:"Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Tafsir Al-Muyassar
Para hamba yang bertakwa itu berkata : Sesungguhnya kami beriman kepada-Mu, kami mengikuti Rasul-Mu Muhammad, maka hapuskanlah dosa-dosa yang kami lakukan dan selamatkanlah kami dari api neraka. الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِاْلأَسْحَارِ
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka adalah orang-orang yang sabar menjalankan ketaatan-ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan dan sabar menghadapi takdir-takdir Allah yang menyakitkan. Mereka jujur dalam perkataan dan perbuatan, melakukan ketaaatan yang sempurna, berinfak secara rahasia dan terbuka, memohon ampun di waktu sahur, karena waktu tersebut adalah waktu diterima dan dijawabnya permohonan.شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersaksi bahwa Dia pemilik tunggal ilahiyah, Dia menyandingkan kesaksian-Nya dengan kesaksian para malaikat dan ahli ilmu atas obyek kesaksian paling besar, yaitu Tauhid Allah dan penegakannya dengan keadilan. Tiada Tuhan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa di mana tidak ada sesuatu yang bisa menolak kehendak-Nya, Mahabijaksana dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan-Nya.اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya agama yang Dia ridhai untuk makhlukNya dan karena Dia mengutus rasul-rasul-Nya, di mana Dia tidak menerima agama selainnya, ia adalah Islam. Yaitu ketundukan kepada Allah semata dengan ketaatan dan penyerahan diri kepada-Nya dengan penghambaan, mengikuti Rasul-rasul-Nya dalam agama yang dengannya Allah mengutus mereka di setiap zaman sampai mereka ditutup dengan Muhammad. Allah tidak menerima agama dari siapapun setelah dia di utus selain Islam yang dengannya Allah mengutusnya. Tidak terjadi perselisihan di kalangan ahli kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka terpecah belah menjadi beberapa aliran dan kelompok kecuali setelah hujjah Allah telah tegak atas mereka dengan diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab, karena pelanggaran dan hasad demi mencari dunia. Barangsiapa mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan rububiyah dan uluhiyah-Nya, maka sesungguhnya Allah Mahacepat hisab-Nya dan Dia akan membalas apa yang mereka kerjakan.فَاِنْ حَاۤجُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّٰهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِۗ وَقُلْ لِّلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْۗ فَاِنْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْاۚ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِ
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah:"Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang ummi:"Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Bila ahli kitab mendebatmu wahai Rasul setalah hujjah Allah ditegakkan atas mereka, maka katakanlah kepada mereka : Sesungguhnya aku telah mengikhlaskan diri kepada Allah semata, aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu. Demikian pula dengan orang-orang mukmin yang mengikutiku, mereka juga mengikhlaskan diri mereka kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Katakanlah kepada mereka, kepada orang-orang musyrikin Arab dan selain mereka : Bila kalian masuk Islam maka kalian berjalan diatas jalan yang lurus, hidayah dan kebenaran, namun bila kalian berpaling maka hisab kalian kembali kepada Allah, tugasku hanyalah menyampaikan dan aku telah menyampaikan kepada kalian dan menegakkan hujjah atas kalian. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya, tidak ada sesuatu pun dari perkara mereka yang samar bagi Allah.اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ حَقٍّۖ وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari bukti-bukti yang nyata dan apa yang dibawa oleh para Rasul, membunuh para Nabi Allah dengan cara yang zhalim tanpa hak, membunuh orang-orang yang menyeru kepada keadilan dan mengikuti jalan para nabi, sampaikan kepada mereka berita gembira berupa siksa yang pedih.اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۙ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka adalah orang-orang yang amal mereka batal didunia dan di akhirat, amal mereka tidak diterima dan mereka tidak memilik penolong yang bisa membantu mereka dari siksa Allah.اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتٰبِ اللّٰهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu tidak melihat wahai Rasul sesuatu yang lebih aneh daripada keadaan orang-orang Yahudi itu, Allah telah memberi mereka kitab dan merekapun mengetahui bahwa apa yang kamu bawa adalah kebenaran, mereka diajak kepada apa yang tercantum di dalam kitab Allah,al-Qur an, agar mereka menjadikannya sebagai penengah dalam perkara yang mereka perselisihkan. Bila ia tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka, maka kebanyakan dari mereka menolaknya, karena sudah menjadi kebiasaan mereka, yaitu berpaling dari kebenaran.ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۙ وَّغَرَّهُمْ فِيْ دِيْنِهِمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
Hal itu adalah karena mereka mengaku:"Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.
Tafsir Al-Muyassar
Sebab mereka berpaling dari kebenaran adalah keyakinan rusak di kalangan ahli kitab, bahwa mereka tidak disiksa kecuali beberapa hari saja. Keyakinan ini membuat mereka berani bersikap menentang Allah dan meremehkan agama-Nya serta bersikukuh di atas agama batil mereka di mana mereka tertipu olehnya.فَكَيْفَ اِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
Tafsir Al-Muyassar
Lalu bagaimana keadaan mereka bila Allah mengumpulkan mereka untuk dihisab di suatu hari yang kejadiannya tidak diragukan lagi, yaitu Hari Kiamat, saat itu Allah menetapkan balasan untuk setiap orang atas apa yang dikerjakannya dan tidak seorang pun dari mereka dizhalimi?قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Katakanlah:"Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Ucapkanlah wahai Nabi kepada Tuhanmu sebagi sebuah ungkapan doa kepada-Nya : Wahai Tuhan yang memiliki seluruh kerajaan, Engaku-lah yang memberikan kerajaan, harta dan kekuasaan di bumi ini kepada makhluk-Mu yang Engkau kehendaki. Engkau pula yang mengambilnya dari siapa yang Engkau kehendaki, Engkau memberikan kemuliaan di dunia dan di akhirat kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau menimpakan kehinaan kepada siapa yang Engkau kehendaki pula. Di tangan-Mu kebaikan, sesungguhnya hanya Engkau yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ayat ini menetapkan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya.تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang kepada malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".
Tafsir Al-Muyassar
Di antara bukti kekuasaan-Mu adalah bahwa Engkau memasukkan malam ke siang dan memasukkan siang ke malam, lalu yang ini menjadi panjang dan yang itu menjadi pendek. Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati yang tidak meiliki kehidupan, seperti mengeluarkan tanaman dari bijinya, mukmin dari kafir. Engkau mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti telur dari ayam, dan Engkau memberi rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّآ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰىةًۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗۗ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
Janganlah orang-orang mumin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mumin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).
Tafsir Al-Muyassar
Allah melarang orang-orang mukmin untuk mengangkat orang-orang kafir sebagai wakil-wakil dengan memberikan kecintaan dan dukungan kepada mereka dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa yang melakukan itu, maka dia telah berlepas dari Allah dan Allah juga berlepas darinya, kecuali bila kalian dalam keadaan lemah dan takut. Dalam kondisi tersebut Allah memberikan keringanan kepada kalian dalam melakukan perdamaian dengan mereka demi menghindari keburukan mereka sampai kalian memiliki kekuatan. Allah memperingatkan kalian terhadap diri-Nya, maka bertakwalah kepada-Nya dan takutlah kepada-Nya, hanya kepada Allah semata kembalinya seluruh makhluk untuk menghadapi hisab dan mendapatkan balasan.قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Katakanlah:"Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Nabi kepada orang-orang yang beriman : Bila kalian menyembunyikan apa yang terbetik didalam hati kalian berupa loyalitas kepada orang-orang kafir dan dukungan kepada mereka, atau kalian menampakkan hal itu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah, karena ilmu-Nya mencakup apa yang ada di langit dan di bumi, bagi-Nya kekuasaan sempurna atas segala sesuatu.يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًاۛ وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍۛ تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًاۢ بَعِيْدًاۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗۗ وَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ
Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Di hari pembalasan, hari Kiamat, setiap jiwa akan mendapatkan balasan penuh dari kebaikan yang dikerjakannya yang selama ini dia nanti-nantikan. Demikian pula dengan amal keburukan, ia juga menantikan balasannya. Maka dia berharap seandainya antara dirinya dengan amal tersebut terdapat masa yang sangat jauh. Maka bersiap-siaplah menghadapi hari tersebut dan takutlah kalian kepada balasan Allah yang Maha Besar. Sekalipun siksa-Nya sangat keras, Dia juga memiliki rahmat yang luas kepada hamba-hamba-Nya.قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah:"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul : Bila kalian mencintai Allah dalam arti yang sebenarnya, maka ikutilah aku dan berimanlah kepadaku lahir dan batin, niscaya Allah akan mencintai kalian dan menghapus dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa dari para hamba-Nya yang beriman dan Maha Penyayang kepada mereka.Ayat ini merupakan vonis tegas atas siapa pun yang mengaku mencintai Allah namun tidak mau mengikuti Nabi-Nya Muhammad dengan sebenar-benarnya dan mentaatinya dalam perintah dan larangannya,maka dia adalah pendusta dalam klaimnya sehingga dia mengikuti Rasul dalam arti yang sebenarnya.
قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ
Katakanlah:"Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul : Taatilah Allah dengan mengikuti kitab-Nya, taatilah Rasul dengan mengikuti sunnahnya dalam kehidupannya dan sesudah kematiannya. Bila mereka berpaling darimu dan tetap bersikukuh di atas kekufuran dan kesesatan yang mereka pegang selama ini, maka mereka tidak pantas mendapat kecintaan dari Allah karena Allah tidak mencintai orang-orang kafir.اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٓى اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran dan menjadikan mereka orang-orang yang terbaik di zaman mereka.ذُرِّيَّةً ۢبَعْضُهَا مِنْۢ بَعْضٍۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۚ
(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Para Nabi dan para Rasul merupakan silsilah kesucian yang bersambung dalam keikhlasan kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan mengamalkan wahyu-Nya. Allah Maha Mendengar kata-kata hamba-Nya, Maha Mengetahui perbuatan mereka dan akan membalas mereka atasnya.اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرَانَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata:"Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Rasul perkara Maryam, ibunya dan putranya Isa, agar kamu bisa menyanggah pihak yang mengklaim ketuhanan Isa atau bahwa dia anak Allah. Saat istri Imran berkata ketika dia sedang hamil : Ya Rabbi, sesungguhnya aku menjadikan untuk-Mu apa yang ada dalam rahimku secara ikhlas kepada-Mu, agar dia berkhidmat untuk Baitul Maqdis, maka terimalah dariku, sesungguhnya hanya Engkau semata yang Maha Mendengarkan doaku dan Maha Mengetahui niatku.فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰىۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, diapun berkata:"Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".
Tafsir Al-Muyassar
Manakala kehamilannya sempurna dan dia melahirkan anaknya, dia berkata : Ya Rabbi, sesungguhnya aku melahirkan bayi perempuan, ia tidak layak menjadi pelayan Baitul Maqdis. Allah lebih mengetahui apa yang dia lahirkan dan Allah akan menjadikannya memegang suatu urusan penting. Dia berkata : Laki-laki yang aku ingin agar dia berkhidmat untuk Baitul Maqdis tidak sama dengan wanita dalam hal itu, karena laki-laki lebih kuat dan bisa lebih menunaikan kewajiban berkhidmat. Sesungguhnya aku menamakannya Maryam dan sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan anak keturunannya dari setan yang terusir dari rahmat-Mu.فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًاۖ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّاۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًاۚ قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَكِ هٰذَاۗ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Maka Rabbnya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata:"Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini" Maryam menjawab:"Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Allah menjawab doanya, menerima nadzarnya dengan penerimaan terbaik, memayungi Maryam putrinya dengan penjagaan, menyampaikan berita gembira kepadanya bahwa pengasuhnya adalah Zakariya. Maka Zakariya mengizinkan Maryam untuk tinggal di tempat ibadahnya. Setiap kali Zakariya masuk ke tempat tersebut, dia melihat rizki di sisi Maryam dalam keadaaan siap dan nikmat, maka dia berkata : Wahai Maryam, dari mana kamu mendapatakan rizki yang baik ini? Dia menjawab : Dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah dengan karunia-Nya memberikan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya tanpa perhitungan.هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Rabbnya seraya berkata, "Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
Tafsir Al-Muyassar
Manakala Zakariya melihat karomah Allah kepada Maryam dalam bentuk rizki dan karunia, maka dia memanjatkan doa kepada Tuhannya, dia berkata : Ya Allah, berikanlah kepadaku seorang anak yang shalih lagi penuh berkah dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa orang yang berdoa kepada-Mu.فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya):"Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".
Tafsir Al-Muyassar
Lalu malaikat memanggilnya saat dia berdiri di hadapan Allah di tempat shalatnya, sedang berdoa kepada-Nya : Sesunggunya Allah mengabarkan sebuah berita gembira kepadamu, yakni bahwa kamu akan diberi rizki seorang anak bernama Yahya yang membenarkan kalimat dari Allah, yaitu Isa putra Maryam. Yahya akan menjadi sayyid di antara kaumnya, memiliki kedudukan yang tinggi lagi mulia dan terjaga sehingga tidak melakukan dosa-dosa dan hawa nafsu yang merugikan. Dia juga akan menjadi seorang Nabi termasuk orang-orang yang mencapai derajat keshalihan tertinggi.قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌۗ قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ
Zakariya berkata:"Ya Rabbku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul". Berfirman Allah:"Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".
Tafsir Al-Muyassar
Zakariya menjawab dengan penuh ketakjuban dan kebahagiaan : Ya Rabbi, bagaimana mungkin aku bisa mempunyai anak, sementara aku sekarang sudah sanagat tua sekali dan istriku sendiri adalah wanita mandul yang sudah tidak bisa melahirkan? Allah menjawab : Demikianlah, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki berupa perbuatan-perbuatan yang menakjubkan yang keluar dari kebiasaan.قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةًۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ اِلَّا رَمْزًاۗ وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ
Berkata Zakariya:"Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman:"Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".
Tafsir Al-Muyassar
Zakariya berkata : Ya Rabbi, berikanlah tanda untukku yang dengannya aku bisa mengetahui bahwa aku akan mempunyai anak, agar aku bisa berbahagia dan gembira. Allah menjawab : Tanda yang kamu minta itu adalah bahwa kamu tidak akan bisa berbicara kepada orang-orang selama tiga hari kecuali dengan isyarat, sekalipun kamu adalah orang yang sehat dan bisa berbicara. Selama itu perbanyaklah berdzikir kepada Allah, shalatlah untuk-Nya di awal dan di akhir siang.وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰىكِ عَلٰى نِسَاۤءِ الْعٰلَمِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata:"Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)."
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Rasul ketika para malaikat berkata : Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memilihmu untuk menaati-Ku, menyucikanmu dari akhlak-akhlak tercela dan memilihmu di atas kaum wanita dunia di zamanmu.يَامَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
Hai Maryam, taatlah kepada Rabbmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang ruku.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Maryam, teruslah taat kepada Tuhanmu, berdirilah dengan kekhusu an dan tawadhu, sujud dan ruku lah bersama orang-orang yang ruku sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang Dia berikan kepadamu.ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢـبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَۗ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَامَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
Tafsir Al-Muyassar
Kisah-kisah yang Kami sampaikan kepadamu itu wahai Rasul termasuk berita-berita ghaib yang Allah wahyukan kepadamu. Saat itu kamu tidak bersama mereka ketika mereka berbeda pendapat tentang siapa yang paling patut untuk menjadi penanggung jawab atas Maryam, terjadilah perselisihan di antara mereka. Maka mereka melakukan undian dengan melemparkan pena-pena mereka, maka Zakariya yang mendapatkan undian, sehingga dia beruntung bisa menjadi penanggung jawab terhadap Maryam.اِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُۖ اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata:"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan diakhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Nabi Allah, kamu tidak ada di sana saat para Malaikat berkata : Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu seorang anak yang keberadaannya adalah dengan kalimat Allah, yakni Allah berfirman kepadanya, Jadilah. Maka ia jadi. Namanya al-Masih Isa putra Maryam, dia mempunyai kedudukan yang agung di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang dekat kepada Allah di Hari Kiamat. وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِينَ
dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh".
Tafsir Al-Muyassar
Dia dapat berbicara kepada manusia sekalipun dia masih bayi yang menyusu sebelum tiba saatnya untuk bisa berbicara, dia mengajak mereka kepada Allah saat dia dewasa, saat kekuatannya sudah sempurna dan kepemudaan lengkap dengan apa yang Allah wahyukan kepadanya. Dan ini adalah pembicaraan kenabian, dakwah dan bimbingan, dia termasuk golongan orangt-orang shalih lagi mulia dalam perkataan dan perbuatannya.قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌۗ قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۗ اِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Maryam berkata:"Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril):"Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:"Jadilah", lalu jadilah dia.
Tafsir Al-Muyassar
Maryam merasa takjub terhadap perkara tersebut, maka dia berkata : Mana mungkin aku bisa mempunyai anak, aku sendiri belum bersuami dan aku juga bukan perempuan nakal? Malaikat menjawab kepadanya : Apa yang akan terjadi padanya itu bukan sesuatu yang mustahil atas Tuhan yang Mahakuasa yang menciptakan apa yang Dia kehendaki dari ketiadaan. Bila Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya perlu berfirman kepadanya, Jadilah. Maka ia pun jadi.وَيُعَلِّمُهُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۚ
Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.
Tafsir Al-Muyassar
Allah mengajarkan kepadanya penulisan, ketepatan dalam bertutur kata dan berbuat dan Taurat yang Dia wahyukan kepada Musa serta Injil yang Allah turunkan kepadanya.وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mujizat) dari Rabbmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman".
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjadikannya sebagai Rasul kepada Bani Israil, dia berkata kepada mereka : Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa bukti dari Tuhan kalian yang menunjukkan bahwa aku adalah utusan Tuhan kalian. Bukti itu adalah bahwa aku membuat bentuk burung dari tanah basah, lalu aku meniupnya maka ia pun menjadi burung dalam arti sebenarnya dengan izin Allah. Aku bisa menyembuhkan orang yang sejak lahir dalam keadaan buta, orang yang berpenyakit sopak, dan aku juga bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati dengan izin Allah, aku mengabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian. Sesungguhnya perkara-perkata besar ini dimana ia tidak dalam tataran kemampuan manusia biasa benar-benar bukti bahwa aku adalah nabi dan utusan Allah, bila kalian mau membenarkan hujjah-hujjah Allah dan ayat-ayat-Nya serta mengakui Tauhid-Nya.وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَلِاُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Rabbmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Al-Muyassar
Aku datang kepada kalian dengan membenarkan apa yang dikandung oleh Taurat, dan agar aku menghalalkan untuk kalian dengan dasar wahyu dari Allah sebagian apa yang telah Dia haramkan atas kalian sebagai keringanan dari Allah dan rahmat kepada kalian. Aku datang kepada kalian dengan hujjah dari Tuhan kalian atas kebenaran apa yang aku katakana kepada kalian, maka bertakwalah kalian kepada Allah dan jangan menyelisihi perintah-Nya, taatilah aku dalam apa yang aku sampaikan kepada kalian dari Tuhan kalian.اِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabbmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah di mana aku mengajak kalian kepada-Nya adalah Tuhanku dan Tuhan kalian juga, maka sembahlah Dia. Aku dan kalian dalam perkara penghambaan dan ketundukan kepada-Nya adalah sama, inilah jalan yang lurus.فَلَمَّآ اَحَسَّ عِيْسٰى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِۗ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِۚ وَاشْهَدْ بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia:"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab:"Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.
Tafsir Al-Muyassar
Manakala Isa merasakan kaumnya tetap bersikukuh di atas kekufuran, dia memanggil sahabat-sahabat-nya yang tulus : Siapa yang akan bersamaku dalam menolong agama Allah? Maka orang-orang yang setia kepadanya menjawab : Kami adalah penolong-penolong Allah dan penyeru kepada-Nya, kami beriman kepada-Nya dan kami mengikutimu. Saksikanlah kami wahai Isa bahwa sesungguhnya kami menyerahkan diri kami kepada Allah dengan bertauhid dan ketaatan kepada-Nya.رَبَّنَآ اٰمَنَّا بِمَآ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".
Tafsir Al-Muyassar
Ya Tuhan kami, kami membenarkan injil yang telah Engkau turunkan, kami mengikuti Rasul-Mu Isa, maka jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengakui keesaan-Mu dan mengimani risalah para Nabi-Mu. Dan mereka adalah umat Muhammad yang bersaksi untuk para Rasul bahwa mereka telah menyampaikan kepada umat-umat mereka.وَمَكَرُوْا وَمَكَرَ اللّٰهُۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir dari Bani Israil membuat makar terhadap Isa, mereka menyuruh seseorang untuk membunuhnya secara sembunyi-sembunyi. Maka Allah menjadikan seseorang yang sangat mirip dengan Isa di mana orang tersebut akan menunjukkan Isa kepada mereka, lalu mereka menagkapnya, membunuhnya dan menyalibnya karena mereka mengira bahwa orang tersebut adalah Isa. Dan Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana. Ini merupakan penetapan sifat al-makru bagi Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya, ia adalah makar yang benar dan dalam rangka membalas makar orang-orang yang berbuat makar.اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
(Ingatlah), ketika Allah berfirman:"Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".
Tafsir Al-Muyassar
Allah membatalkan makar mereka saat Dia berfirman kepada Isa : Sesungguhnya Aku memegangmu dari bumi sehingga mereka tidak bisa menimpakan keburukan kepadamu, dan mengangkatmu kepadaku dengan jasad dan ruhmu, menyelamatkanmu dari orang-orang yang kafir kepadamu, menjadikan orang-orang yang mengikutimu, yakni orang-orang yang berjalan di atas agamamu, beriman kepada apa yang kamu bawa dari Allah berupa agama dan kabar gembira tentang kehadairan Muhammad saw dan mereka juga beriman kepada Muhammad setelah dia diutus, dan berpegang kepada syariatnya, unggul di atas orang-orang yang mengingkari kenabianmu sampai Hari Kiamat. Kemudian hanya kepadaKu tempat kembali kalian di hari pembalasan, lalu Aku akan menetapkan keputusan di antara kalian dalam perkara yang kalian perselisihkan terkait dengan perkara Isa.فَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَاُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۖ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang-orang yang kafir kepada al-Masih dari kalangan orang-orang Yahudi atau orang-orang yang mengkultuskannya dari kalangan orang-orang Nasrani, maka Aku akan menyiksa mereka dengan keras di kehidupan dunia ini dengan kematian, terampasnya harta benda dan lenyapnya kekuasaan. Sedangkan di akhirat Aku menyiksa mereka dengan api Neraka, mereka tidak mempunyai penolong yang bisa menolong mereka dan menolak siksa Allah dari mereka.وَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya, menjalankan amal-amal shalih, maka Allah akan memberi mereka pahala atas amal perbuatan mereka secara utuh tanpa dikurangi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat zhalim melalui kekufuran dan kesyirikan.ذٰلِكَ نَتْلُوْهُ عَلَيْكَ مِنَ الْاٰيٰتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) al-Quran yang penuh hikmah.
Tafsir Al-Muyassar
Apa yang Kami kisahkan kepadamu tentang Isa termasuk bukti nyata atas kebenaran risalahmu dan keabsahan al-Quran yang bijaksana yang membedakan antara yang haq dan yang batil, tiada kebimbangan dan keragu-raguan padanya.اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:"Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
Tafsir Al-Muyassar
Perumpamaan penciptaan Allah terhadap Isa tanpa ayah adalah seperti penciptaan Adam tanpa ayah dan tanpa ibu. Karena Allah menciptakannya dari tanah, kemudian berfirman kepadanya, Jadilah manusia maka ia pun jadi. Klaim Isa sebagai Tuhan hanya karena dia diciptakan tanpa ayah adalah klaim batil, Adam diciptakan tanpa ayah dan ibu, sementara semua orang sepakat bahwa dia adalah hamba di antara hamba-hamba Allah. الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلاَ تَكُن مِّنَ الْمُمْتَرِينَ
(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Rabbmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.
Tafsir Al-Muyassar
Kebenaran yang tidak mengandung keraguan tentang perkara Isa adalah apa yang datang kepadamu wahai Rasul dari Tuhanmu, maka peganglah keyakinanmu dan jangan membuat kepalsuan atas nama Allah, jangan menjadi orang-orang yang meragukan. Hal ini merupakan peneguhan dari Allah dan penenangan untuk Rasulullah.فَمَنْ حَاۤجَّكَ فِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ اَبْنَاۤءَنَا وَاَبْنَاۤءَكُمْ وَنِسَاۤءَنَا وَنِسَاۤءَكُمْ وَاَنْفُسَنَا وَاَنْفُسَكُمْۗ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللّٰهِ عَلَى الْكٰذِبِيْنَ
Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya):"Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.
Tafsir Al-Muyassar
Siapa yang membantahmu wahai Rasul tentang al-Masih Isa putra Maryam setelah kamu mendapatkan ilmu dari Allah tentang Isa, maka katakanlah kepada mereka : Marilah kita sama-sama menghadirkan anak-anak kami dan juga anak-anak kalian, istri-istri kami dan juga istri-istri kalian, jiwa kami dan juga jiwa kalian, kemudian kita menghadap kepada Allah dengan berdoa kepada-Nya agar Dia menimpakan hukuman dan laknat-Nya atas orang-orang yang berdusta dalam kata-katanya, yang tetap bersikukuh di atas pengingkarannya.اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّۚ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesunggguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya apa yang Kami kabarkan kepadamu ini wahai Rasul tentang perkara Isa putra Maryam merupakan berita gembira yang tidak ada keraguan padanya. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan perbuatan-Nya.فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِالْمُفْسِدِيْنَ
Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafsir Al-Muyassar
Bila mereka berpaling dan menolak membenarkanmu dan mengikutimu, maka mereka adalah orang-orang yang berbuat kerusakan, dan Allah Maha Mengetahui mereka dan akan membalas mereka atas itu.قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْئًا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul kepada ahli kitab dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani : Marilah kita semuanya berpegang kepada kalimat yang adil lagi haq, yaitu hendaknya kita mengkhususkan ibadah hanya kepada-Nya dan tidak mengangkat sekutu apapun bersama-Nya, baik berupa patung, berhala, salib, thaghut atau selainnya, dan hendaknya sebagian dari kita tidak memberikan ketaatan kepada sebagian yang lain selain Allah. Bila mereka berpaling dari seruan yang baik ini, maka katakanlah kepada mereka wahai orang-orang yang beriman : Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang mukmin yang tunduk kepada Tuhan kami dengan ibadah dan keikhlasan. Kalimat haq ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, sebagaimana ia juga ditujukan kepada orang-orang yang seperti mereka.يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تُحَاۤجُّوْنَ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَمَآ اُنْزِلَتِ التَّوْرٰىةُ وَالْاِنْجِيْلُ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِهٖۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang menerima kitab dari Allah, dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani, bagaimana masing-masing dari kalian mengklaim bahwa Ibrahim memegang agama kalian, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan kecuali setelahnya? Apakah kalian tidak bisa memahami kekeliruan klaim kalian : Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Yahudi atau Nasrani. Padahal kalian sendiri tentu mengetahui bahwa agama Yahudi atau Nasrani hanya lahir beberapa zaman setelahnya?هٰٓاَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ حَاجَجْتُمْ فِيْمَا لَكُمْ بِهٖ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاۤجُّوْنَ فِيْمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهٖ عِلْمٌۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai kalian, kalian telah mendebat Rasulullah Muhammad saw dalam perkara di mana kalian mempunyai ilmu tentangnya terkait dengan perkara agama kalian, yang kalian yakini kebenarannya dalam kitab kalian. Lalu mengapa kalian masih mendebatnya dengan sesuatu yang mana kalian tidak memiliki ilmu tentangnya terkait dengan Ibrahim? Allah mengetahui perkara-perkara sekalipun ia samar sedangkan kalian tidak mengetahui.مَا كَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik".
Tafsir Al-Muyassar
Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan juga Nasrani, karena agama Yahudi dan Nasrani hanya ada sesudahnya. Akan tetapi Ibrahim adalah orang yang mengikuti perintah Allah dan mentaati-Nya, menyerahkan diri-Nya kepada Allah dan bukan termasuk orang-orang musyrikin.اِنَّ اَوْلَى النَّاسِ بِاِبْرٰهِيْمَ لَلَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ وَهٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ وَاللّٰهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berhak atas Ibrahim dan paling patut terhadapnya adalah orang-orang yang beriman kepadanya, membenarkan risalahnya dan mengikutinya di atas agamanya, dan juga Nabi Muhammad ini serta orang-orang yang beriman kepadanya, dan Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman yang mengikuti syariat-Nya.وَدَّتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يُضِلُّوْنَكُمْۗ وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
Tafsir Al-Muyassar
Sekelompok orang-orang Yahudi dan Nasrani sangat berharap agar bisa menyesatkan kalian wahai kaum muslimin dari Islam, padahal mereka tidak bisa menyesatkan kecuali diri mereka sendiri dan para pengikut mereka. Namun mereka tidak menyadari hal itu dan tidak mengetahuinya.يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَاَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang diberi Taurat dan Injil, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah yang Dia turunkan kepada Rasul-rasul-Nya di dalam kitab-kitab kalian, dan di dalamnya terdapat keterangan bahwa Muhammad adalah rasul yang dinanti-nantikan, dan bahwa apa yang dia bawa kepada kalian adalah kebenaran, sementara kalian mengakui hal itu? Akan tetapi kalian justru mengingkarinya.يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang diberi Taurat dan Injil, mengapa kalian mencampuradukkan antara yang haq yang termaktub di dalam kitab-kitab kalian dengan apa yang kalian selewengkan dan kalian tulis dengan tangan kalian berupa kebatilan, kalian menyembunyikan sifat Muhammad yang ada di dalamnya dan bahwa agamanya adalah agama yang haq padahal kalian mengetahui hal itu?وَقَالَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اٰمِنُوْا بِالَّذِيْٓ اُنْزِلَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوْٓا اٰخِرَهٗ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَۚ
Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya):"Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).
Tafsir Al-Muyassar
Beberapa orang ahli kitab dari orang-orang Yahudi berkata : Percayalah kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman di awal siang dan kafirlah di akhir siang, semoga dengan itu kalian bisa menanamkan kebimbangan dalam agama mereka dan mereka meninggalkannya.وَلَا تُؤْمِنُوْٓا اِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِيْنَكُمْۗ قُلْ اِنَّ الْهُدٰى هُدَى اللّٰهِۙ اَنْ يُّؤْتٰٓى اَحَدٌ مِّثْلَ مَآ اُوْتِيْتُمْ اَوْ يُحَاۤجُّوْكُمْ عِنْدَ رَبِّكُمْۗ قُلْ اِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللّٰهِۚ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌۚ
Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Rabbmu". Katakanlah:"Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Jangan membenarkan dengan benar kecuali kepada siapa yang mengikuti agama kalian dan dia adalah seorang Yahudi. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya hidayah dan taufik adalah hidayah dan taufik Allah kepada keimanan yang shahih. Mereka berkata : Jangan memperlihatkan ilmu kalian kepada kaum muslimin sehingga mereka belajar dari kalian lalu mereka pun sama dengan kalian dalam ilmu tersebut, dan keunggulan menjadi milik mereka atas kalian atau mereka akan menjadikannya hujjah atas kalian di sisi Tuhan kalian, dan mereka mengalahkan kalian dengannya. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya karunia, pemberian dan segala perkara di tangan Allah dan di bawah pengaturan-Nya, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari orang-orang yang beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Allah Mahaluas karunia-Nya dan Maha Mengetahui, ilmu dan pemberian-Nya mencakup seluruh makhluk-Nya dari orang-orang yang berhak atas karunia dan nikmat-Nya.يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah mengkhususkan kenabian dan hidayah kepada syariat yang paling sempurna kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Dan Allah adalah pemilik kebaikan dan pemberian yang banyak lagi lapang.وَمِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مَنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُّؤَدِّهٖٓ اِلَيْكَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِدِيْنَارٍ لَّا يُؤَدِّهٖٓ اِلَيْكَ اِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَاۤىِٕمًاۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَيْسَ عَلَيْنَا فِى الْاُمِّيّٖنَ سَبِيْلٌۚ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Di antara Ahli Kitab ada orang yang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan:"Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Di antara Ahli Kitab dari orang-orang Yahudi ada orang yang bila kamu beri amanat dalam bentuk harta dengan jumlah yang sangat banyak, dia menunaikannya kepadamu tanpa berkhianat. Namun di antara mereka ada yang bila kamu beri amanat satu dinar saja tidak menunaiikannya kepadamu kecuali bila kalian berusaha mati-matian untuk menagihnya. Sebab dari hal itu adalah keyakinan mereka yang rusak yang membuat mereka meyakini kehalalan harta orang-orang Arab dengan cara yang batil, mereka berkata : Kami tidak berdosa dan bersalah dalam memakan harta mereka, karena Allah telah menghalalkannya untuk kami. Mereka mengucapkan hal itu dengan lisan mereka dan mereka mengetahui bahwa mereka adalah berdusta.بَلٰى مَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ وَاتَّقٰى فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertaqwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang yang berdusta tersebut, karena orang yang bertakwa sebenarnya adalah orang yang memenuhi apa yang telah dia janjikan kepada Allah, dalam bentuk menunaikan amanat, beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-rasul-Nya, memegang petunjuk dan syariat-Nya, takut kepada Allah lalu dia menjalankan perintah-Nya dan menahan diri dari larangan-Nya. Allah mencintai orang-orang yang bertakwa yang takut kepada syirik dan dosa-dosa.اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰۤىِٕكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۙ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji dan wasiat Allah yang Dia wasiatkan di dalam kitab-kitab yang Dia turunkan kepada nabi-nabi mereka dengan pengganti yang rendah berupa harta dunia dan kekayaannya, mereka tidak mendapatkan bagian dari pahala akhirat, Allah tidak mau berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang membahagiakan mereka, tidak mau memandang kepada mereka dengan mata kasih sayang, tidak mau menyucikan mereka dari kotoran dosa dan kekufuran, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan.وَاِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيْقًا يَّلْوٗنَ اَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِۚ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۚ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan:"Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya di antara orang-orang Yahudi ada sekelompok orang yang menyelewengkan perkataan dari tempat-tempatnya, mengganti firman Allah untuk menipu orang lain bahwa ia termasuk firman Allah yang diturunkan, yaitu Taurat, padahal ia sama sekali bukan darinya,. Mereka mengatakan bahwa ini dari sisi Allah yang Dia wahyukan kepada Nabi-Nya Musa, padahal ia bukan dari Allah. Mereka membuat kedustaan atas nama Allah demi meraih harta dunia, padahal mereka mengetahui bahwa diri mereka telah berdusta.مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَۙ
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:"Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata):"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak patut bagi siapapun dari manusia, Allah menurunkan kitab-Nya kepadanya dan menjadikannya sebagai hakim di antara makhluk-Nya dan memilihnya sebagai nabi, kemudian dia berkata kepada manusia : Sembahlah aku dan tinggalkan Allah. Akan tetapi dia pasti berkata : Jadilah kalian fuqaha dan ulama dengan apa yang kalian ajarkan kepada orang lain dari wahyu Allah dan dengan apa yang kalian pelajari darinya dalam bentuk hafalan, ilmu dan pemahaman.وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًاۗ اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Rabb. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam"
Tafsir Al-Muyassar
Tidak mungkin salah seorang dari mereka memerintahkan kalian untuk menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai sesembahan lain yang harus kalian sembah selain Allah. Apakah masuk akal wahai manusia bila dia memerintahkan kalian agar kafir kepada Allah setelah sebelumnya kalian tunduk kepada perintah-Nya?وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ النَّبِيّٖنَ لَمَآ اٰتَيْتُكُمْ مِّنْ كِتٰبٍ وَّحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهٖ وَلَتَنْصُرُنَّهٗۗ قَالَ ءَاَقْرَرْتُمْ وَاَخَذْتُمْ عَلٰى ذٰلِكُمْ اِصْرِيْۗ قَالُوْٓا اَقْرَرْنَاۗ قَالَ فَاشْهَدُوْا وَاَنَا۠ مَعَكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi:"Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan bersungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman :"Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu" Mereka menjawab:"Kami mengakui". Allah berfirman:"Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Rasul saat Allah Subhanahu mengambil perjanjian yang tegas atas seluruh nabi. Bila kalian menerima kitab dan himah, kemudian seorang Rasul dari sisi-Ku dating kepada kalian, dia membenarkan wahyu Allah yang Dia berikan kepada kalian, maka kalian akan beriman dan mendukungnya. Apakah kalian mengakui hal itu dan menerima perjanjian-Ku yang tegas? Mereka menjawab : Kami mengakui hal itu. Allah berfirman : Hendaknya sebagian dari kalian bersaksi atas sebagian yang lain dan persaksikanlah hal itu atas umat-umat kalian, dan Aku termasuk saksi-saksi atas kalian dan atas mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Allah telah mengambil perjanjian yang tegas dari setiap nabi dan umatnya agar beriman kepada Muhammad.فَمَنْ تَوَلّٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang berpaling dari ajakan Islam setelah penjelasan dari perjanjian yang Allah ambil atas nabi-nabi-Nya ini, maka mereka adalah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan ketaatan kepada Rabb mereka.اَفَغَيْرَ دِيْنِ اللّٰهِ يَبْغُوْنَ وَلَهٗٓ اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّاِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang fasik dari Ahli Kitab itu menginginkan selain agama Allah, yaitu Islam yang dengannya Allah mengutus Muhammad? Padahal siapapun yang ada di langit dan di bumi tunduk dan patuh kepada Allah, secara sukarela kepada Allah seperti orang-orang beriman, atau terpaksa pada saat terjadi kesulitan-kesulitan manakala hal itu tidak bermanfaat bagi mereka, yaitu orang-orang kafir. Sebagaimana seluruh makhluk juga tunduk kepada-Nya, dan kepada-Nyalah mereka akan kembali di Hari Kiamat, lalu Allah membalas masing-masing dari mereka dengan amal perbuatannya. Ini adalah peringatan dari Allah kepada makhluk-Nya agar mereka tidak berpulang kepada-Nya dengan membawa agama selain agama Islam.قُلْ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَعِيْسٰى وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْۖ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْۖ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah:"Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".
Tafsir Al-Muyassar
Katakan kepada mereka wahai Rasul, kami membenarkan Allah dan mentaati-Nya, tiada Tuhan yang haq bagi kami selain-Nya, tiada sesembahan yang benar bagi kami selain-Nya, kami beriman kepada wahyu yang Allah turunkan kepada kami, wahyu yang Allah turunkan kepada Ibrahim Khalil Allah, anaknya Ismail dan Ishaq, cucunya Ya qub bin Ishaq. Dan wahyu yang Allah turunkan kepada Asbath, mereka adalah para nabi dari anak keturunan Ya qub yang tersebar pada dua belas kabilah Bani Israil, wahyu yang diberikan kepada Musa dan Isa, yaitu Taurat dan Injil, serta wahyu yang Allah turunkan kepada seluruh nabi-nabi-Nya. Kami beriman kepada semua itu, kami tidak akan membedakan antara salah seorang dari mereka dengan yang lainnya, dan kami hanya tunduk dengan ketaatan hanya kepada-Nya semata, mengakui rububiyah, uluhiyah dan beribadah hanya untuk-Nya.وَمَنْ يَّــبْـتَـغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam yang berarti penyerahan diri kepada Allah melalui tauhid dan ketundukan kepada-Nya dengan ketaatan dan penghambaan, kepatuhan kepada Rasul-Nya, nabi penutup Muhammad dengan beriman kepadanya, mengikutinya dan mencintainya lahir dan batin. Maka pilihan (agama) nya tidak diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi di mana diri mereka gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan.كَيْفَ يَهْدِى اللّٰهُ قَوْمًا كَفَرُوْا بَعْدَ اِيْمَانِهِمْ وَشَهِدُوْٓا اَنَّ الرَّسُوْلَ حَقٌّ وَّجَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Bagaimana mungkin Allah memberi taufik kepada kaum yang mendustakan kenabian Muhammad Saw. padahal sebelumnya mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya, bersaksi bahwa Muhammad beserta yang dibawanya adalah benar, dan datang pula hujjahhujjah dari Allah dan bukti yang membenarkan itu? Sementara itu, Allah tidak akan memberi taufik terhadap kebenaran atas kelompok yang zalim, me-reka yang mengganti kebenaran dengan kebatilan sehingga memilih kekufuran dibandingkan keimanan.اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ اَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَۙ
Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) lanat para malaikat dan manusia seluruhnya,
Tafsir Al-Muyassar
Balasan orang-orang zhalim tersebut adalah laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia, mereka terusir dari rahmat Allah.خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۚ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَۙ
mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,
Tafsir Al-Muyassar
Mereka tinggal di neraka, siksa tidak diangkat dari mereka sedikitpun sehingga mereka bisa beristirahat, dan siksa tidak akan ditunda karena alasan yang mereka sodorkan.اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَصْلَحُوْاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan . Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Kecuali orang-orang yang kembali kepada Tuhan mereka dengan taubat nasuha setelah kekufuran dan kezhaliman mereka, memperbaiki apa yang telah mereka rusak dengan taubat mereka, maka Allah menerima taubat mereka. Karena Dia Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya dan menyayangi mereka.اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْدَ اِيْمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوْا كُفْرًا لَّنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الضَّاۤلُّوْنَ
Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang kafir lagi sesudah mereka beriman dan tetap bersikukuh di atas kekufuran sampai mati, taubat mereka saat kematian mendatangi mereka sudah tidak akan diterima, dan mereka adalah orang-orang yang tersesat jalannya dan salah dalam beragama.اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْ اَحَدِهِمْ مِّلْءُ الْاَرْضِ ذَهَبًا وَّلَوِ افْتَدٰى بِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ وَّمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad dan mati di atas kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, di Hari Kiamat tidak diterima dari mereka emas sepenuh jagat untuk menebus dirinya dari siksa Allah, seandainya dia benar-benar menebus dirinya dengannya. Mereka mendapatkan adzab yang menyakitkan, dan tidak seorang pun yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa Allah.لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Tafsir Al-Muyassar
Kalian tidak akan meraih surga sebelum kalian mau mensedekahkan apa yang kalian cintai. Apa pun yang kalian sedekahkan, sedikit atau banyak, maka Allah mengetahuinya, dan Dia akan membalas siapa yang berinfak sesuai dengan amalnya.كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِلَّا مَا حَرَّمَ اِسْرَاۤءِيْلُ عَلٰى نَفْسِهٖ مِنْ قَبْلِ اَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرٰىةُۗ قُلْ فَأْتُوْا بِالتَّوْرٰىةِ فَاتْلُوْهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah:"(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang yang benar".
Tafsir Al-Muyassar
Semua makanan yang baik adalah halal bagi anak-anak Ya qub, kecuali apa yang diharamkan oleh Ya qub atas dirinya sendiri disebabkan sakit yang dideritanya, dan hal itu sebelum diturunkannya Taurat. Manakala Allah menurunkan Taurat, Allah mengharamkan sebagian makanan atas Bani Israil yang sebelumnya halal bagi mereka, dan hal itu karena pelanggaran dan kezhaliman mereka sendiri. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, tunjukkanlah Taurat dan bacalah isinya bila kalian memang benar dalam klaim kalian bahwa Allah menurunkan di dalamnya pengharaman apa yang diharamkan oleh Ya qub atas dirinya, sehingga kalian akan mengetahui kebenaran yang dihadirkan oleh al-Qur an bahwa Allah tidak mengharamkan apapun atas Bani Israil sebelum diturunkannya Taurat, kecuali apa yang diharamkan Ya qub atas dirinya.فَمَنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang berdusta atas nama Allah setelah membaca Taurat dan mengetahui kebenaran dengan jelas, maka mereka adalah orang-orang yang zhalim yang berkata atas nama Allah dengan kebatilan.قُلْ صَدَقَ اللّٰهُۗ فَاتَّبِعُوْا مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Katakanlah:"Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.
Tafsir Al-Muyassar
Katakan kepada mereka wahai Rasul, Mahabenar Allah dalam apa yang Dia beritakan dan syariatkan. Bila kalian adalah orang-orang yang benar-benar mencintai dan mengikuti Khalilullah Ibrahim, maka ikutilah agamanya yang disyariatkan oleh Allah atas lisan Muhammad Saw karena ia adalah kebenaran yang tiada keraguan padanya. Ibrahim tidak termasuk orang-orang musyrik kepada Allah dalam tauhid dan ibadahnya.اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk beribadah kepada Allah di bumi adalah Baitullah al-Haram di Makkah. Rumah ini adalah rumah penuh berkah, kebaikan-kebaikan akan dilipatgandakan dan rahmat-rahmat turun, sebagai kibat dalam shalat, sebagai tujuan haji dan umrah, sebagai sumber kebaikan dan hidayah bagi manusia.فِيْهِ اٰيٰـتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Tafsir Al-Muyassar
Pada rumah tersebut terdapat petunjuk-petunjuk yang nyata bahwa ia didirikan oleh Ibrahim dan bahwa Allah mengagungkan dan memuliakannya, di antaranya adalah maqam Ibrahim, yaitu sebuah batu tempat berdirinya Ibrahim saat dia dan anaknya Ismail membangun Ka bah. Siapa yang masuk ke dalam rumah ini maka dia akan merasa aman sehingga tidak seorang pun yang bisa menimpakan keburukan kepadanya. Allah telah mewajibkan kepada manusia yang mampu di mana pun mereka berada agar mendatangi rumah ini untuk melaksanakan manasik haji. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban ibadah haji, maka dia telah kafir. Allah tidak memerlukan hajinya dan amal perbuatannya, dan Allah juga tidak membutuhkan makhluk-Nya.قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ شَهِيْدٌ عَلٰى مَا تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Katakan wahai Rasul kepada Ahli Kitab dari orang-orang Yahudi dan Nasrani : Mengapa kalian mengingkari hujjah-hujjah Allah yang menunjukkan bahwa agama Allah adalah Islam, dan kalian mengingkari pula bukti-bukti dan argumentasi- argumentasi atas hal ini di dalam kitab-kitab kalian, padahal kalian mengetahui? Dan Allah adalah saksi atas apa yang kalian lakukan. Hal ini merupakan ancaman dan peringatan keras atas mereka.قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ تَبْغُوْنَهَا عِوَجًا وَّاَنْتُمْ شُهَدَاۤءُۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Katakan wahai Rasul kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani : Mengapa kalian menghalang-halangi orang-orang yang hendak masuk ke dalam Islam dan kalian berusaha membelokkannya dan menyelewengkannya dari jalan yang lurus dan istiqamah, padahal kalian mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah kebenaran? Allah tidak lalai dari apa yang kalian lakukan dan Dia akan membalas kalian atas itu.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تُطِيْعُوْا فَرِيْقًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوْكُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ كٰفِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Ahli Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian menaati sekelompok orang dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Allah beri Taurat dan Injil, niscaya mereka akan menyesatkan kalian dan menanamkan syubhat-syubhat dalam agama kalian agar kalian kembali mengingkari kebenaran setelah sebelumnya kalian beriman kepadanya. Maka janganlah mempercayai mereka dalam urusan agama kalian, dan jangan mendengarkan usulan dan pendapat mereka.وَكَيْفَ تَكْفُرُوْنَ وَاَنْتُمْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ اٰيٰتُ اللّٰهِ وَفِيْكُمْ رَسُوْلُهٗۗ وَمَنْ يَّعْتَصِمْ بِاللّٰهِ فَقَدْ هُدِيَ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
Tafsir Al-Muyassar
Bagaimana kalian wahai orang-orang mukmin bisa kafir kepada Allah sementara ayat-ayat al-Qur an dilantunkan kepada kalian, dan Rasul Muhammad yang menyampaikannya kepada kalian ada di antara kalian? Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah dan berpegang kepada al-Qur an dan sunnah, maka dia telah dibimbing ke jalan yang terang, jalan yang lurus.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, takutlah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takut. Hal itu dengan menaati-Nya dan tidak mendurhakai-Nya, mensyukuri-Nya dan tidak mengkufuri-Nya, mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya. Teruslah kalian berpegang kepada Islam kalian sampai akhir hayat kalian agar kalian bisa bertemu Allah di atasnya.وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۙ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Berpeganglah kalian semuanya kepada kitab Tuhan kalian dan petunjuk nabi kalian dan jangan melakukan sesuatu yang bisa memicu perpecahan di antara kalian. Ingatlah sebuah nikmat agung yang Allah limpahkan kepada kalian, saat kalian wahai orang-orang beriman sebelum Islam saling bermusuhan, lalu Allah menyatukan hati kalian di atas kecintaan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Allah juga membuat hati sebagian dari kalian mencintai sebgian yang lain, sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi saudara yang saling mencintai. Dulu kalian berada di tepi jurang api Neraka Jahanam lalu Allah menyelamatkan kalian dari api neraka dengan membimbing kalian kepada Islam. Sebagaimana Allah menjelaskan rambu-rambu Islam yang shahih, Dia juga menjeaskan segala apa yang mengandung kebaikan bagi kalian agar kalian mengetahui jalan yang lurus untuk selanjutnya kalian melaluinya sehingga tidak tersesat darinya.وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Al-Muyassar
Hendaknya di antara kalian wahai orang-orang mukmin ada sekelompok orang yang selalu menyeru kepada kebaikan dan memerintahkan kepada yang ma ruf, yaitu apa yang kebaikannya diketahui dari sisi syar i dan akal, serta selalu mencegah yang mungkar yaitu apa yang keburukannya diketahui dari sisi syar i dan akal. Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung meraih surga kenikmatan.وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kalian wahai orang-orang mukmin seperti Ahli Kitab yang saling memusuhi dan membenci, akibatnya mereka terpecah belah menjadi beberapa aliran dan kelompok. Mereka berselisih tentang dasar-dasar agama setelah mereka mengetahui kebenaran dengan jelas, mereka adalah orang-orang yang berhak atas siksa yang menyakitkan.يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْۗ اَكَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan):"Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".
Tafsir Al-Muyassar
Di Hari Kiamat, wajah orang-orang yang berbahagia berseri-seri, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjalankan perintah-Nya. Sedangkan wajah orang-orang yang sengsara yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta menyelisihi perintah-Nya menghitam. Maka kepada mereka dikatakan sebagai celaan : Apakah kalian kafir lagi setelah beriman. Kalian lebih memilih kekufuran di atas iman? Rasakanlah siksa disebabkan oleh kekufuran kalian.وَاَمَّا الَّذِيْنَ ابْيَضَّتْ وُجُوْهُهُمْ فَفِيْ رَحْمَةِ اللّٰهِۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang berwajah putih berseri dengan kenikmatan dan kebaikan yang membahagiakan, mereka berada di dalam surga dan kenikmatannya, mereka kekal di dalamnya dan tidak keluar darinya selama-lamanya.تِلْكَ اٰيٰتُ اللّٰهِ نَتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّۗ وَمَا اللّٰهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِّلْعٰلَمِيْنَ
Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Ini adalah ayat-ayat Allah dan bukti-bukti-Nya yang jelas, kami membacakannya dan menceritakannya kepadamu wahai Rasul dengan kebenaran dan keyakinan. Allah tidak menzhlimi siapapun dari makhluk-Nya, tidak pula mengurangi sedikitpun dari amal mereka, karena Dia adalah Hakim yang Mahaadil yang tidak berbuat aniaya.وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kepemilikannya merupakan haknya mencakup penciptaan dan pengaturannya. Tempat kembali seluruh makhluk adalah kepada-Nya semata, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan apa yang memang menjadi haknya.كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Tafsir Al-Muyassar
Kalian wahai umat Muhammad, adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfaat bagi manusia. Kalian beramar ma ruf, yaitu sesuatu yang kebaikannya dikenal dari sisi syar i dan akal, dan bernahi mungkar, yaitu sesuatu yang keburukannya dikenal dari sisi syar i dan akal, kalian juga membenarkan Allah dengan pasti yang didukung dengan amal perbuatan. Seandainya Ahli Kitab orang-orang Yahudi dan Nasrani beriman kepada Muhammad saw dan apa yang dia bawa dari sisi Tuhannya seperti kalian beriman, niscaya hal itu lebih baik bagi mereka di dunia dan di akhirat. Di antara mereka ada yang beriman dan membenarkan risalah Muhammad saw dan berkenan mengamalkannya, sekalipun mereka hanya berjumlah sedikit, karena kebanyakan dari mereka menyimpang dari agama Allah dan ketaatan kepada-Nya.لَنْ يَّضُرُّوْكُمْ اِلَّآ اَذًىۗ وَاِنْ يُّقَاتِلُوْكُمْ يُوَلُّوْكُمُ الْاَدْبَارَۗ ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ
Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang fasik dari kalangan Ahli Kitab tidak akan bisa menudharatkanmu selain kata-kata syirik, kekufuran dan yang sepertinya yang hanya bisa mengganggu pendengaran kalian. Bila mereka memerangi kalian niscaya mereka akan kalah dan lari tunggang-langgang, kemudian mereka tidak alan pernah menang atasmu dalam keadaaan apa pun.ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menetapkan kehinaan dan kerendahan sebagai sesuatu yang menempel yang tidak pernah berpisah dari orang-orang Yahudi. Mereka selalu dalam keadaan hina dan rendah di mana pun mereka berada, kecuali dengan perjanjian dari Allah dan perjanjian dari manusia yang dengannya mereka bisa aman atas diri mereka dan harta mereka. Yaitu akad dzimmah bagi mereka dan penetapan hukum-hukum Islam atas mereka, mereka pulang memikul murka dari Allah karena mereka memang berhak mendapatkannya. Kehinaan dan kerendahan ditetapkan atas mereka, maka anda tidak melihat seorang Yahudi kecuali dia dalam keadaan ketakutan dan kecemasan dari orang-orang beriman. Apa yang Allah tetapkan atas mereka itu disebabkan oleh kekufuran mereka, pelanggaran mereka terhadap batasan-batasan-Nya, keberanian mereka untuk membunuh para nabi dengan cara zhalim dan keji, keberanian mereka untuk melakukan dosa-dosa dan melanggar ketentuan-ketentuan Allah.لَيْسُوْا سَوَاۤءًۗ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اُمَّةٌ قَاۤىِٕمَةٌ يَّتْلُوْنَ اٰيٰتِ اللّٰهِ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُوْنَ
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).
Tafsir Al-Muyassar
Ahli kitab memang tidak sama, di antara mereka ada sekelompok orang yang konsisten di atas perintah Allah, beriman kepada Rasul-Nya Muhammad saw, mendirikan shalat di malam hari dengan melantunkan ayat-ayat al-Qur an yang mulia, dan sibuk dengan munajat kepada Allah dalam shalat-shalat mereka.يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mengajak kepada kebaikan seluruhnya dan mencegah keburukan seluruhnya, berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan, mereka termasuk hamba-hamba Allah yang shalih.وَمَا يَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُّكْفَرُوْهُۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ
Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Amal kebaikan apa pun, sedikit maupun banyak, yang dilakukan oleh kelompok yang beriman ini, Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Akan tetapi Dia berterima kasih kepada mereka dan membalasnya. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa yang melakukan kebaikan-kebaikan dan menjauhi larangan-larangan demi mencari ridha Allah dan pahala dari-Nya.اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْئًاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan mendustakan Rasul-rasul-Nya, harta dan anak-anak mereka tidak sedikitpun bisa membela mereka melawan adzab Allah di dunia dan di akhrat. Mereka adalah penghuni neraka yang mendiaminya dan tidak akan keluar darinya.مَثَلُ مَا يُنْفِقُوْنَ فِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيْحٍ فِيْهَا صِرٌّ اَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَاَهْلَكَتْهُۗ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.
Tafsir Al-Muyassar
Perumpamaan infak yang dilakukan oleh orang-orang kafir di jalan-jalan kebaikan di dunia ini berikut pahalanya yang mereka harapkan, adalah seperti angin kencang yang membawa udara yang sangat dingin yang menerjang kebun suatu kaum yang diharapkan panennya. Dan di sebabkan oleh dosa-dosa mereka, angin tersebut tidak menyisakan apapun darinya. Orang-orang kafir itu tidak akan mendapatkan pahala di akhirat, dan Allah tidak menzhalimi mereka karena itu, sebaliknya merekalah yang zhalim dengan kekufuran dan kemaksiatan mereka.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًاۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, janganlah mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin kalian dengan meninggalkan orang-orang mukmin, kalian membuka rahaisa-rahasia kalian kepada mereka. Mereka itu tidak akan pernah berhenti untuk merusak kehidupan kalian. Mereka bersuka cita manalaka kalian mendapatkan kesulitan atau kekalahan, kebencian mereka yang sangat terdengar dari kata-kata mereka, namun kebencian dan permusuhan yang mereka simpan dalam dada mereka jauh lebih besar. Kami telah menjelaskan bukti-bukti dan hujjah-hujjah kepada kalian agar kalian mengambil pelajaran dan bersikap waspada, bila kalian memang mengerti nasihat, perintah dan larangan Allah.هٰٓاَنْتُمْ اُولَاۤءِ تُحِبُّوْنَهُمْ وَلَا يُحِبُّوْنَكُمْ وَتُؤْمِنُوْنَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهٖۚ وَاِذَا لَقُوْكُمْ قَالُوْٓا اٰمَنَّاۖ وَاِذَا خَلَوْا عَضُّوْا عَلَيْكُمُ الْاَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِۗ قُلْ مُوْتُوْا بِغَيْظِكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:"Kami beriman"; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):"Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
Tafsir Al-Muyassar
Ini adalah bukti atas kekeliruan kalian dalam mencintai mereka, kalian menyintai mereka dan berbuat baik kepada mereka, namun mereka tidak mencintai kalian. Mereka menyembunyikan permusuhan dan kebencian terhadap kalian. Kalian beriman kepada Kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah seluruhnya termasuk kitab mereka, namun mereka tidak beriman kepada kitab kalian, lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka? Bila mereka bertemu dengan kalian maka mereka menampakkan wajah munafik, mereka berkata : Kami beriman dan membenarkan. Tetapi bila sebagian dari mereka telah bertemu dengan sebagian yang lain, kesedihan dan kecemasan nampak dari mereka. Mereka pun menggigit ujung jari-jemari mereka karena menahan amarah terhadap kesatuan dan persatuan kaum muslimin, kemenangan Islam dan kehinaan yang menimpa mereka. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Mati sajalah kalian karena kemarahan besar kalian. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada dan akan memberikan balasan kepada masing-masing sesuai baik buruknya amalan mereka.اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَاۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Di antara bukti permusuhan mereka terhadap kalian wahai orang-orang mukmin, bila kalian mendapatkan kehidupan yang baik berupa kemenangan atas musuh dan harta rampasan perang, maka terlihatlah kesedihan dan kemarahan di wajah mereka. Sebaliknya bila kalian ditimpa sesuatu yang tidak mengenakkan berupa kekalahan atau kekurangan harta, jiwa dan hasil panen, maka mereka berbahagia dengan itu. Bila kalian bersabar atas apa yang menimpa kalian, bertakwa kepada Allah dalam perintah dan larangan-Nya, niscaya makar mereka tidak akan membahayakan kalian. Allah mengetahui secara pasti kerusakan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut dan akan membalas mereka atasnya.وَاِذْ غَدَوْتَ مِنْ اَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِيْنَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ
Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Rasul saat kamu keluar dari rumahmu dengan memakai perlengkapan perang, kamu menata barisan sahabat-sahabat-mu, masing-masing dari mereka telah kamu tetapkan posisinya dalam melawan orang-orang musyrikin di Uhud. Allah Maha Mendengar perkataan kalian lagi Maha Mengetahui perbuatan kalian.اِذْ هَمَّتْ طَّاۤىِٕفَتٰنِ مِنْكُمْ اَنْ تَفْشَلَاۙ وَاللّٰهُ وَلِيُّهُمَاۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah karena Allah saja orang-orang mumin bertawakkal.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Nabi, perkara Bani Salimah dan Bani Haritsah saat mereka tergoda untuk kembali pulang bersama pemimpin munafik mereka yaitu Abdullah bin Ubay karena takut berperang melawan musuh, akan tetapi Allah tetap menjaga dan melindungi mereka. Selanjutnya mereka tetap bergerak bersamamu dengan penuh kepasrahan kepada Allah. Hanya kepada Allah semata hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْتُمْ اَذِلَّةٌۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang mukmin, Allah telah memberikan kemenangan kepada kalian di Badar atas musuh kalian orang-orang musyrikin sekalipun jumlah dan perlengkapan kalian jauh di bawah musuh kalian. Maka takutlah kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar kalian sanggup mensyukuri nikmat-nikmat-Nya kepada kalian.اِذْ تَقُوْلُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ اَلَنْ يَّكْفِيَكُمْ اَنْ يُّمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلٰثَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُنْزَلِيْنَۗ
(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mumin:"Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)"
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Nabi perkara sahabat-sahabatmu di Badar, saat itu mereka merasa berat terhadap bantuan yang datang mendukung orang-orang musyrikin, lalu Kami mewahyukan kepadamu agar berkata kepada mereka : Apakah belum cukup bagi kalian pertolongan dari Tuhan kalian berupa pengiriman tiga ribu malaikat yang turun dari langit ke medan perang untuk meneguhkan kalian, dan mereka juga ikut berperang bersama kalian?بَلٰٓىۙ اِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُسَوِّمِيْنَ
ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
Tafsir Al-Muyassar
Benar, bala bantuan tersebut sudah mencukupi plus kabar gembira yang lainnya untuk kalian. Yaitu bila kalian sabar dalam menghadapi musuh, bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Orang-orang musyrikin Mekkah datang kepada kalian dengan cepat untuk memerangi kalian, mereka mengira bahwa mereka akan mampu menghabisi kalian semuanya. Dalam keadaaan demikian niscaya Allah akan mendukung kalian dengan lima ribu malaikat yang telah membuat tanda yang terang bagi diri mereka dan kuda-kuda perang mereka.وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى لَكُمْ وَلِتَطْمَىِٕنَّ قُلُوْبُكُمْ بِهٖۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِۙ
Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Bantuan Allah kepada kalian berupa pengririman malaikat ini tidak lain kecuali merupakan berita gembira untuk kalian. Dia menggembirakan kalian dan menenangkan hati kalian dengan-nya, sehingga kalian merasa tenteram dengan janji dari Allah. Tidak ada kemenangan kecuali dari sisi Allah yang Mahaperkasa yang tidak bisa dikalahkan, Mahabijaksana dalam pengaturan dan perbuatan-Nya.لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوْا خَاۤىِٕبِيْنَ
(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.
Tafsir Al-Muyassar
Kemenangan dari Allah untuk kalian di Badar adalah demi membinasakan orang-orang kafir dengan pembunuhan. Dan siapa yang berhasil meloloskan diri dari mereka, maka dia pulang dengan memikul kesedihan dan jiwa yang sempit, kehinaan dan rasa malu meliputi wajah-wajah mereka. لَيْسَ لَكَ مِنَ اْلأَمْرِ شَىْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ
Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Engkau wahai Rasul tidak memiliki urusan manusia sedikitpun, karena segala urusan adalah milik Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bisa jadi di antara orang-orang yang memerangimu itu dilapangkan dadanya oleh Allah kepada Islam sehingga mereka masuk Islam maka Allah akan mengampuni mereka. Barangsiapa yang tetap di atas kekufurannya, maka Allah akan menyiksanya di dunia dan di akhirat di sebabkan kezhaliman dan pelanggarannya.وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah semata apa yang ada di langit dan di bumi. Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya dengan rahmat-Nya, dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya dengan keadilan-Nya. Allah Maha Mengampuni dosa-dosa para hamba dan menyayangi mereka.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰٓوا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةًۙ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, waspadailah riba dengan berbagai macamnya, jangan mengambil tambahan di atas harta pokok kalian dalam hutang sedikitpun. Lalu bagaimana bila tambahan tersebut berlipat ganda seiring dengan hadirnya waktu pelunasan hutang? Bertakwalah kepada Allah dengan berpegang kepada syariat-Nya agar kalian beruntung di dunia dan di akhirat.وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْٓ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَۚ
Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.
Tafsir Al-Muyassar
Bangunlah pelindung untuk diri kalian dari api neraka yang disiapkan bagi orang-orang kafir.وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ
Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Tafsir Al-Muyassar
Taatilah Allah wahai orang-orang mukmin dalam ketaatan-ketaatan yang Dia perintahkan dan apa yang Dia larang berupa memakan harta riba dan lainnya, dan taatilah Rasul, agar kalian dirahmati dan tidak diadzab.وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,
Tafsir Al-Muyassar
Berlomba-lombalah dalam menaati Allah dan Rasul-Nya agar kalian meraih ampunan besar dari Tuhan kalian dan surga yang luas seluas langit dan bumi, yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa.الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang menginfakkan harta mereka dalam keadaaan lapang dan sempit, orang-orang yang menahan amarah mereka dengan bersabar, bila mereka mampu maka mereka memaafkan orang yang telah menzhalimi mereka. Inilah perbuatan baik di mana Allah mencintai orang-orang yang melakukannya.وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang bila melakukan dosa besar atau menzhalimi dirinya sendiri dengan melakukan dosa selainnya, maka mereka mengingat janji dan ancaman Allah, sehingga mereka pun kembali kepada Tuhan mereka dalam keadaaan bertaubat, memohon kepada-Nya agar mengampuni dosa-dosa mereka. Mereka yakin bahwa tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Allah, karena itu mereka tidak akan bermukim di atas kemaksiatan, karena mereka tahu bahwa bila mereka bertaubat kepada Allah, niscaya Allah pasti akan mengampuni mereka.اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
Tafsir Al-Muyassar
Balasan bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat besar tersebut adalah bahwa Allah menutupi dosa-dosa mereka, bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawah pohon-pohon dan istana-istananya dengan airnya yang jernih lagi tawar, mereka kekal di dalamnya dan tidak akan keluar darinya untuk selama-lamanya. Sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal shalih adalah ampunan dan surga.قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌۙ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Tafsir Al-Muyassar
Allah berbicara kepada orang-orang mukmin saat mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan di perang Uhud sebagai hiburan bagi mereka bahwa sebelum kalian telah berlalu umat-umat. Orang-orang mukmin dari mereka telah diuji dengan kewajiban berperang melawan orang-orang kafir, maka akibat baik memihak mereka. Maka berjalanlah di muka bumi sambil mengambil pelajaran dari akibat yang menimpa orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-rasul-Nya.هٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
(al-Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Al- Qur an ini adalah penjelasan dan pembimbing ke jalan yang benar sekaligus peringatan yang melunakkan hati orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Mereka dikhususkan dalam hal ini karena hanya merekalah orang-orang yang mengambil manfaat darinya. وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ اْلأَعْلَوْنَ إْن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Jangan merasa lemah wahai orang-orang mukmin dalam memerangi musuh kalian, jangan bersedih terhadap apa yang menimpa kalian di Uhud, karena kalian adalah pemenang dan akibat yang baik adalah milik kalian, bila kalian membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan mengikuti syariat-Nya.اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗۗ وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,
Tafsir Al-Muyassar
Bila kalian wahai orang-orang mukmin mendapatkan luka atau sebagian dari kalian terbunuh di Uhud, lalu karena itu kalian bersedih, maka orang-orang musyrikin juga mendapatkan hal yang sama seperti kalian di Badar. Itu adalah hari-hari yang sudah diatur oleh Allah atas manusia, satu hari kemenangan dan satu hari kekalahan, karena hal itu mengandung hikmah, sehingga apa yang diketahui di azal terlihat. Agar Allah membedakan antara mukmin yang benar dengan mukmin yang palsu dan memuliakan sebagian dari mereka dengan syahadah. Allah tidak mencintai orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dan menolak untuk berangkat berperang.وَلِيُمَحِّصَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَمْحَقَ الْكٰفِرِيْنَ
dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
Tafsir Al-Muyassar
Kekalahan yang terjadi di Uhud merupakan ujian dan pembersihan bagi orang-orang mukmin, pembebasan bagi mereka dari orang-orang munafik dan kebinasaan bagi orang-orang kafir.اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai sahabat-sahabat Muhammad, apakah kalian mengira akan masuk surga sementara kalian sendiri belum diuji dengan perkara-perkara besar dan peperangan?Kalian tidak akan pernah memasukinya sehingga kalian diuji, dan Allah mengetahui dengan ilmu yang lahir yang nampak bagi manusia, orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dari kalian dan orang-orang yang sabar dalam melawan musuh.وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَلْقَوْهُۖ فَقَدْ رَاَيْتُمُوْهُ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
Tafsir Al-Muyassar
Kalian wahai orang-orang mukmin sebelum perang Uhud berharap bertemu musuh, agar kalian meraih keutamaan jihad dan gugur syahid sebagaimana yang telah diraih oleh saudara-saudara kalian di Badar. Sekarang apa yang kalian cari dan harapkan sudah terwujud, maka silakan berperang dan bersabarlah.وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْئًاۗ وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Tafsir Al-Muyassar
Muhammad tidak lain kecuali seorang Rasul sama dengan Rasul-rasul sebelumnya, dia menyampaikan risalah Tuhannya. Apakah kalau dia wafat karena ajalnya telah usai atau dia dibunuh seperti yang dihembuskan oleh para musuh, kalian akan kembali kepada agama lama kalian dan meninggalkan apa yang dibawa oleh Nabi kalian? Barangsiapa di antara kalian yang meninggalkan agamanya, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikitpun. Sebaliknya dia justru merugikan dirinya sendiri dengan kerugian yang sangat besar. Adapun siapa yang tetap teguh di atas iman dan bersyukur kepada Tuhannya atas nikmat Islam, maka Allah akan membalasnya dengan balasan terbaik.وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًاۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَاۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Tafsir Al-Muyassar
Seseorang tidak akan mati kecuali dengan izin dan takdir dari Allah dan sehingga dia menghabiskan masa ajal yang telah ditetapkan oleh-Nya. Barangsiapa yang mencari harta dunia dengan amal perbuatannya, maka Kami akan memberinya rizki yang Kami bagi kepadanya, namun di akhirat dia tidak mendapatkan bagian apa pun. Barangsiapa yang mencari balasan dari Allah di akhirat dengan amal perbuatannya, maka Kami mewujudkan untuknya apa yang dia cari dan Kami memberikan balasannya secara sempurna di samping rizki yang Allah bagi kepadanya di dunia ini. Dia telah bersyukur kepada Kami melalui ketaatan dan jihadnya, dan Kami akan membalas orang-orang yang beryukur dengan kebaikan.وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قَاتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak sedikit dari Nabi-nabi yang telah berlalu berperang bersama sahabat-sahabat mereka dalam jumlah yang besar. Mereka tidak melemah karena apa yang menimpa mereka berupa luka-luka atau kematian, karena hal itu mereka lakukan di jalan Rabb mereka. Mereka tidak melempem dan tidak pula mau tunduk kepada musuh mereka, sebaliknya mereka bersabar atas apa yang menimpa mereka dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْٓ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Tidak ada doa mereka selain ucapan:"Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Tafsir Al-Muyassar
Ucapan orang-orang sabar tersebut tidak lain kecuali : Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami untuk kami, dan pelanggaran yang kami lakukan dalam perkara agama kami. Teguhkanlah kaki-kaki kami sehingga kami tidak gentar dalam berperang melawan musuh-musuh kami, dan berilah kami kemenangan atas orang-orang yang mengingkari keesaan-Mu dan kenabian para nabi-Mu.فَاٰتٰىهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Karena itu Allah memberikan pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Tafsir Al-Muyassar
Lalu Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang bersabar tersebut di dunia dalam bentuk kemenangan atas musuh-musuh mereka, kekuasaan di muka bumi serta balasan yang agung lagi baik di akhirat, yaitu surga kenikmatan. Allah mencintai siapa pun yang beribadah dengan baik kepada Tuhannya dan bermuamalah dengan baik dengan makhluk-Nya.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تُطِيْعُوا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَرُدُّوْكُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu kebelakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian menaati orang-orang yang mengingkari uluhiyah-Ku dan tidak beriman kepada utusan-utusan-Ku dari kalangan orang-orang Yahudi, Nasrani, orang-orang munafik dan orang-orang musyrikin dalam hal apa yang mereka perintahkan dan apa yang mereka larang, niscaya mereka akan menyesatkan kalian dari jalan kebenaran, dan kalian akan meninggalkan agama kalian, sehingga kalian kembali memikul kerugian yang nyata dan kebinasaan yang pasti.بَلِ اللّٰهُ مَوْلٰىكُمْۚ وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِيْنَ
Tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya mereka tiada menolong kalian, akan tetapi Allah-lah yang menolong kalian dan Dia adalah sebaik-baik penolong, tidak membutuhkan bersama-Nya pertolongan siapa pun.سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَآ اَشْرَكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًاۚ وَمَأْوٰىهُمُ النَّارُۗ وَبِئْسَ مَثْوَى الظّٰلِمِيْنَ
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim".
Tafsir Al-Muyassar
Kami akan melemparkan ke dalam hati orang-orang kafir ketakutan dan kekhawatiran yang sangat, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang palsu. Mereka tidak mempunyai dalil atau bukti apapun bahwa tuhan-tuhan tersebut layak disembah bersama Allah. Maka keadaan mereka di dunia adalah ketakutan dan kekhawatiran dari orang-orang beriman. Adapun tempat mereka di akhirat di mana mereka mendudukinya adalah api neraka, hal itu disebabkan kezhaliman dan permusuhan mereka, sebuah kedudukan yang benar-benar sangat buruk.وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّٰهُ وَعْدَهٗٓ اِذْ تَحُسُّوْنَهُمْ بِاِذْنِهٖۚ حَتّٰٓى اِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَآ اَرٰىكُمْ مَّا تُحِبُّوْنَۗ مِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الْاٰخِرَةَۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْۚ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan seizin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Allah telah mewujudkan kemenangan yang Dia janjikan kepada kalian, saat kalian membunuh orang-orang kafir di perang Uhud dengan izin Allah, sampai kalian merasa gentar, kalian melemah dan berselisih, apakah kalian tetap berada di tempat kalian atau meninggalkannya untuk mengumpulkan harta rampasan perang bersama orang-orang yang mengumpulkannya? Kalian telah menyelisihi perintah Rasul kalian yang memerintahkan kalian agar tidak meninggalkan pos-pos kalian dalam keadaan apa pun, kalian akhirnya ditimpa kekalahan setelah sebelumnya Allah memperlihatkan kemenangan di depan mata kalian. Terbuktilah bahwa di antara kalian ada yang hanya menginginkan harta rampasan perang dan di antara kalian ada yang menginginkan akhirat dan pahalanya, kemudian Allah memalingkan wajah-wajah kalian dari musuh-musuh kalian untuk menguji kalian. Alllah mengetahui bahwa kalian sangat menyesal dan meminta ampun kepada-Nya maka Diapun mengampuni kalian, dan Allah adalah pemilik karunia yang besar atas orang-orang mukmin.اِذْ تُصْعِدُوْنَ وَلَا تَلْوٗنَ عَلٰٓى اَحَدٍ وَّالرَّسُوْلُ يَدْعُوْكُمْ فِيْٓ اُخْرٰىكُمْ فَاَثَابَكُمْ غَمًّاۢ بِغَمٍّ لِّكَيْلَا تَحْزَنُوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَآ اَصَابَكُمْۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai sahabat-sahabat Muhammad keadaaan kalian saat kalian mulai naik ke gunung untuk berlari menyelamatkan diri dari musuh kalian, kalian tidak menoleh kepada siapa pun karena saat itu kalian sedang dalam keadaan takut dan khawatir yang sangat. Sedangkan Rasulullah tetap teguh di tempatnya memanggil-manggil kalian dengan berseru : Kemarilah wahai hamba-hamba Allah. Namun kalian tidak mendengar dan tidak memandang. Maka sebagai balasannya Allah menurunkan kesedihan, kesempitan, dan kesusahan, agar kalian tidak bersedih atas apa yang lepas dari tangan kalian, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang. Dan agar kalian tidak berduka atas apa yang menimpa kalian berupa ketakutan dan kekalahan. Allah Maha Mengenal seluruh perbuatan kalian, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَاۤىِٕفَةً مِّنْكُمْۙ وَطَاۤىِٕفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِۗ يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍۗ قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِۗ يُخْفُوْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَاۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata:"Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini". Katakanlah:"Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata:"Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah:"Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian di antara rahmat Allah kepada orang-orang beriman yang ikhlas adalah bahwa Dia menancapkan ketenangan dan keyakinan terhadap janji Allah ke dalam hati mereka setelah diterpa kesedihan dan kegundahan. Di antara pengaruhnya adalah kantuk yang menyerang sebagian dari mereka, yakni orang-orang yang ikhlas dan yakin. Sementara sekelompok orang yang lain hanya memikirkan keselamatan diri mereka sendiri, tekad mereka melemah dan sibuk dengan diri mereka sendiri, mereka juga sudah berburuk sangka kepada Tuhan mereka, agama dan Nabi-Nya. Mereka mengira bahwa Allah tidak akan menyempurnakan dakwah Rasul-Nya dan bahwa Islam sudah tidak akan bisa berdiri kembali dengan kokoh. Oleh karena itu kamu melihat mereka menyesal karena telah keluar. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain : Apakah kami mempunyai pilihan untuk keluar berperang? Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya seluruh urusan di tangan Allah, Dia-lah yang mentakdirkan kalian keluar sehingga terjadi pada kalian apa yang terjadi. Mereka menyembunyikan dalam jiwa mereka sesuatu yang tidak mereka katakan kepadamu, yaitu penyesalan mereka karena telah keluar berperang. Mereka berkata : Seandainya kami memiliki sedikit pilihan, niscaya kami tidak akan dibunuh disini. Katakan kepada mereka : Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah sekalipun kalian berada di rumah kalian dan Allah mentakdirkan kalian untuk mati, niscaya orang-orang yang sudah ditetapkan untuk mati itu akan keluar menyongsong kematian mereka di tempat di mana mereka akan terbunuh. Allah tidak menjadikan hal itu kecuali untuk menguji apa yang ada di hati kalian berupa keraguan dan kemunafikan, memilah antara yang buruk dengan yang baik. Dia menampakkan bagi manusia perkara orang mukmin dari perkara orang munafik dalam perkataan maupun perbuatan. Allah Maha mengetahui apa yang ada di dalam dada makhluk-Nya, tidak ada sesuatu perkara pun yang samar bagi-Nya.اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۙ اِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوْاۚ وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang berlari dari kalian wahai sahabat-sahabat Muhammad saw dari medan perang di hari pertemuan orang-orang mukmin melawan orang-orang musyrik di perang Uhud, setanlah yang telah menjerumuskan mereka ke dalam dosa tersebut akibat sebagian dosa yang mereka lakukan. Allah telah memaaafkan mereka dan tidak akan menghukum mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi para pelaku dosa yang bertaubat, Maha Penyantun sehingga tidak menghukum para pendurhaka dengan segera.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ اِذَا ضَرَبُوْا فِى الْاَرْضِ اَوْ كَانُوْا غُزًّى لَّوْ كَانُوْا عِنْدَنَا مَا مَاتُوْا وَمَا قُتِلُوْاۚ لِيَجْعَلَ اللّٰهُ ذٰلِكَ حَسْرَةً فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ وَاللّٰهُ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang:"Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menyerupai orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Tuhan mereka. Mereka berkata kepada saudara-saudara mereka dari kalangan orang-orang kafir, bila mereka keluar di muka bumi mencari tempat kehidupan mereka atau mereka bersama orang-orang yang berperang, lalu mereka mati atau terbunuh : Seandainya mereka tidak keluar dan tidak berperang, sebaliknya mereka hanya tinggal bersama kami niscaya mereka tidak akan terbunuh atau mati. Kata-kata ini bisa menambah kesedihan dan penyesalan yang bersemayam di dalam hati mereka. Adapun orang-orang mukmin, maka mereka mengetahui bahwa hal itu bisa terjadi dengan takdir Allah, sehingga Allah memberi petunjuk kepada hati mereka dan meringankan musibah atas mereka. Allah menghidupkan siapa yang Dia takdirkan untuk hidup, -sekalipun dia musafir atau berperang-, dan mematikan siapa yang sudah habis ajalnya sekalipun dia hanya tinggal di rumah. Allah Maha Melihat segala apa yang kalian lakukan lalu Dia membalas kalian atasnya.وَلَىِٕنْ قُتِلْتُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.
Tafsir Al-Muyassar
Bila kalian terbunuh wahai orang-orang beriman sementara kalian dalam keadaan berjihad di jalan Allah atau kalian mati saat sedang berperang, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melimpahkan rahmat dari sisi-Nya kepada kalian, sehingga kalian beruntung dengan meraih surga kenikmatan. Dan hal itu lebih baik daripada dunia dan apa yang dikumpulkan oleh penduduknya.وَلَىِٕنْ مُّتُّمْ اَوْ قُتِلْتُمْ لَاِلَى اللّٰهِ تُحْشَرُوْنَ
Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.
Tafsir Al-Muyassar
Bila ajal kalian di dunia ini telah habis, lalu kalian meninggal di atas ranjang kalian atau kalian terbunuh di medan perang, niscaya hanya kepada Allah-lah kalian akan kembali dan Dia akan membalas kalian atasnya.فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۙ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Dengan rahmat Allah kepadamu dan kepada sahabat-sahabatmu wahai nabi, Allah melimphakan nikmat-Nya kepadamu sehingga kamu bisa bersikap lemah-lembut kepada mereka. Bila kamu berakhlak buruk dan berhati kasar maka para sahabatmu akan menjauh darimu. Maka jangan menyalahkan mereka karena apa yang mereka lakukan di perang Uhud. Mohonah wahai Nabi kepada Allah agar mengampuni mereka, bermusyawarahlah dengan mereka dalam perkara-perkara yang memang memerlukan musyawarah, lalu bila kamu sudah bertekad bulat melakukan salah satu urusan setelah bermusyawarah, maka lakukanlah dengan hanya berpegang kepada Allah semata. Sesungguhnya Allah menicintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang mumin bertawakkal.
Tafsir Al-Muyassar
Bila Allah memayungi kalian dengan kemenangan dan pertolongan-Nya, maka tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan kalian. Namun bila Allah tidak menolong kalian, maka siapa gerangan yang akan menolong kalian setelah Allah tidak berkenan untuk menolong kalian?Hendaknya hanya kepada Allah semata orang-orang mukmin bertawakal.وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّۗ وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak patut bagi Nabi mengkhianati sahabat-sahabatnya dengan mengambil sesuatu dari harta rampasan perang selain apa yang Allah khususkan untuknya. Barangsiapa di antara kalian yang melakukan hal itu maka dia akan datang di Hari Kiamat dengan membawanya agar ditampakkan di hadapan para makhluk di padang Mahsyar, kemudian masing-masing orang diberi balasan dari apa yang dilakukannya secara utuh tanpa dikurangi dan dizhalimi.اَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللّٰهِ كَمَنْۢ بَاۤءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰىهُ جَهَنَّمُۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah jahannam Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali
Tafsir Al-Muyassar
Tidak sama orang yang bermaksud mencari ridha Allah dengan orang yang terbenam dalam kemaksiatan kepada-Nya dan membuat Tuhannya murka, maka dengan itu dia berhak tinggal di Neraka Jahanam, dan ia adalah seburuk-buruk tempat kembali.هُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ
(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Penghuni surga yang mengikuti apa yang diridhai oleh Allah berbeda-beda derajatnya. Demikian pula dengan penduduk neraka yang mengikuti apa yang mengandung murka Allah, mereka juga berbeda-beda derajatnya, mereka tidak sama. Allah Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan mereka, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah.لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Tafsir Al-Muyassar
Allah telah melmpahkan nikmat kepada orang-orang mukmin dari kalangan bangsa Arab, tatkala Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka, membacakan ayat-ayat al-Qur an kepada mereka, membersihkan mereka dari syirik dan akhlak-akhlak yang rusak, mengajarkan al-Qur an dan sunnah kepada mereka, dan sebelum kedatangan Rasul tersebut mereka benar-benar dalam kesesatan dan kebodohan yang nyata.اَوَلَمَّآ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَاۙ قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَاۗ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata:"Dari mana datangnya (kekalahan) ini" Katakanlah:"Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Manakala kalian wahai orang-orang mukmin ditimpa musibah, yaitu apa yang menimpa kalian di perang Uhud, padahal kalian telah mendapatkan dua kali lipatnya dari orang-orang musyrikin di Badar. Kalian berkata dengan ketakjuban : Bagaimana hal ini bisa terjadi sementara kami adalah orang-orang muslim dan Rasulullah saw ada di antara kami, sedangkan mereka semua adalah orang-orang musyrikin? Katakan kepada mereka wahai Nabi : Apa yang menimpa diri kalian ini adalah berasal dari diri kalian sendiri, di sebabkan penyelisihan kalian terhadap Rasul kalian dan kesibukan kalian dalam mengumpulkan harta rampasan perang. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan hukum apa yang Dia inginkan, dan tidak ada yang boleh mengoreksi hukum-Nya.وَمَآ اَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ فَبِاِذْنِ اللّٰهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِيْنَۙ
Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Luka-luka dan kematian yang terjadi di perang Uhud saat kelompok orang-orang beriman beradu dengan kelompok orang-orang musyrik, lalu kemenangan pertama kali di pihak orang-orang mukmin dan selanjutnya berbalik menjadi milik orang-orang musyrik. Semua itu adalah dengan qadha dan qadar Allah, agar apa yang telah Allah ketahui di azal terlihat, dan untuk memilah orang-orang mukmin yang imannya benar di antara kalian.وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ نَافَقُوْاۙ وَقِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَوِ ادْفَعُوْاۗ قَالُوْا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَّاتَّبَعْنٰكُمْۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَىِٕذٍ اَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْاِيْمَانِۚ يَقُوْلُوْنَ بِاَفْوَاهِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُوْنَۚ
Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan:"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata:"Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Tafsir Al-Muyassar
Agar orang-orang munafik dapat diketahui, di mana Allah membeberkan apa yang ada di dalam hati mereka saat orang-orang mukmin berkata kepada mereka : Kemarilah, berperanglah bersama kami di jalan Allah. Jadilah kalian pendukung kami dengan memperbanyak jumlah kami. Maka mereka menjawab : Seandainya kalian mengetahui bahwa kalian akan berperang melawan seseorang, niscaya kami akan bersama kalian untuk melawan mereka. Pada hari itu mereka lebih dekat kepada kekufuran daripada iman, karena mereka mengucapkan dengan lisan mereka apa yang tidak diyakini oleh hati mereka. Allah lebih mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada mereka.اَلَّذِيْنَ قَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَاعُوْنَا مَا قُتِلُوْاۗ قُلْ فَادْرَءُوْا عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang:"Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah:"Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar".
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang munafik itu hanya duduk-duduk saja dan berkata kepada saudara-saudara mereka yang gugur bersama orang-orang muslimin di perang Uhud melawan orang-orang musyrikin : Seandainya mereka itu menaati kata-kata kami, niscaya mereka tidak akan terbunuh. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian katakan bahwa bila mereka menaati kalian, niscaya mereka tidak akan terbunuh dan bahwa kalian selamat dari kematian hanya karena kalian memutuskan tidak berangkat untuk berperang, maka tepislah kematian itu dari diri kalian.وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kamu mengira wahai Nabi bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah telah mati dan mereka tidak merasakan apa pun. Sebaliknya mereka adalah orang-orang yang hidup dengan kehidupan barzakh di sisi Tuhan mereka di mana mereka berjihad karena-Nya, dan gugur di jalan-Nya. Rizki-Nya mengalir bagi mereka di surga dan mereka berada dalam kenikmatan.فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Tafsir Al-Muyassar
Kebahagiaan memayungi mereka saat Allah melimpahkan nikmat-Nya kepada mereka. Allah memberikan dengan kedermawanan-Nya yang agung dan karunia-Nya yang luas nikmat-nikmat dan keridhaan yang menenangkan mereka. Mereka juga berbangga dengan saudara-saudara mereka para mujahidin yang meninggalkan mereka, sementara mereka dalam keadaan masih hidup agar mereka bisa beruntung sebagaimana para mujahidin itu beruntung, karena mereka mengetahui bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan yang telah diraih oleh saudara-saudara mereka para mujahidin bila mereka gugur sebagai syahid di jalan Allah dengan penuh keikhlasan untuk-Nya. Dan bahwa tidak ada rasa takut bagi mereka dalam perkara akhirat yang akan mereka hadapi dan tidak ada kesedihan atas kenikmatan dunia yang luput untuk mereka raih.يَسْتَبْشِرُوْنَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍۗ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Bahwa mereka dalam kebahagiaan besar dengan nikmat-nikmat yang telah Allah limpahkan kepada mereka dan pemberian-pemberian-Nya yang besar. Dan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang mukmin, sebaliknya Dia menumbuhkannya dan menambahkannya dari kemurahan-Nya.اَلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ مِنْۢ بَعْدِ مَآ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُۙ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْمٌۚ
(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertaqwa ada pahala yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang merespon panggilan Allah dan Rasul-Nya dan keluar untuk melawan orang-orang musyrikin di Hamraul Asad setelah kekalahan mereka di perang Uhud sekalipun saat itu mereka sedang dalam keadaan sedih dan terluka, akan tetapi mereka tetap mengeluarkan usaha maksimal dan memegang petunjuk Nabi mereka, dan orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa dari mereka akan mendapatkan pahala yang besar.اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".
Tafsir Al-Muyassar
Mereka adalah orang-orang di mana sebagian kaum musyrikin berkata kepada mereka : Sesungguhnya Abu Sufyan dan orang-orangnya telah sepakat untuk kembali kepada kalian guna membantai habis kalian, berhati-hatilah kepada mereka dan jangan coba-coba melawan mereka, karena kalian sudah tidak memiliki daya yang cukup untuk melawan mereka. Namun peringatan tersebut justru menambah keyakinan dan keteguhan mereka terhadap janji Allah. Hal itu tidak menyurutkan tekad mereka, maka mereka tetap keluar sampai di tempat yang dikehendaki oleh Allah dan mereka berkata : Cukuplah Allah sebagai Penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik Penolong, kepada-Nya segala urusan manusia diserahkan.فَانْقَلَبُوْا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْۤءٌۙ وَّاتَّبَعُوْا رِضْوَانَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَظِيْمٍ
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka pulang dari Hamraul Asad ke Madinah dengan membawa nikmat dari Allah berupa pahala yang besar dan karunia dari-Nya berupa kedudukan yang tinggi. Iman dan keyakinan mereka semakin meningkat, mereka berhasil merendahkan musuh-musuh Allah, mereka juga meraih keselamatan dari peperangan dan kematian, mengikuti ridha Alllah dengan ketaatan mereka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Allah adalah pemilik kebaikan dan pemberian yang banyak lagi luas kepada mereka dan kepada selain mereka.اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Pihak yang telah menggembosi kalian adalah setan. Dia datang kepada kalian dengan menakut-nakuti kalian supaya kalian gentar dalam menghadapi kawan-kawan-nya. Maka jangan takut kepada orang-orang musyrikin, karena mereka adalah orang-orang yang lemah yang tidak memiliki penolong. Sebaliknya takutlah kalian hanya kepada-Ku dengan menaati-Ku bila kalian memang membenarkan-Ku dan mengikuti Rasul-Ku.وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِۚ اِنَّهُمْ لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْـئًاۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ اَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِى الْاٰخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۚ
Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Jangan sampai hatimu wahai Nabi dibuat sedih oleh orang-orang kafir itu karena kecepatan mereka dalam pengingkaran dan kesesatan. Sesungguhnya mereka tidak sedikit pun merugikan Allah, sebaliknya mereka yang merugikan diri mereka sendiri dengan kegagalan mereka untuk mendapatkan manisnya iman dan besarnya pahala. Allah tidak berkehendak memberikan pahala bagi mereka di akhirat, karena mereka berpaling dari dakwah kebenaran dan bagi mereka siksa yang keras.اِنَّ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْـئًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-sekali mereka tidak akan dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekufuran, mereka itu tidak merugikan Allah sedikit pun. Sebaliknya kerugian dari perbuatan mereka kembali kepada diri mereka sendiri dan di akhirat nanti mereka akan mendapatkan siksa yang menyakitkan.وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنْفُسِهِمْۗ اِنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ لِيَزْدَادُوْٓا اِثْمًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mengingkari itu jangan menyangka bahwa bila Kami memanjangkan umur mereka, memberi mereka kenikmatan-kenikmatan dunia dan bahwa mereka tidak akan disiksa didunia atas kekufuran dan dosa-dosa mereka, bahwa mereka telah meraih kebaikan dengan itu untuk diri mereka, tidak demikian. Kami hanya menunda ajal dan siksa mereka agar mereka semakin zhalim dan berdosa, mereka akan mendapatkan siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka.مَا كَانَ اللّٰهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلٰى مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتّٰى يَمِيْزَ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَجْتَبِيْ مِنْ رُّسُلِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۙ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۚ وَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَلَكُمْ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mumin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertaqwa, maka bagimu pahala yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Allah tidak akan membiarkan kalian wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya dan mengamalkan syariatNya berada dalam keadaaan kalian saat ini, di mana orang mukmin bercampur dengan orang munafik sampai Allah membedakan yang buruk dengan yang baik, sehingga orang munafik dipilah dari orang mukmin yang benar. Buka termasuk hikmah Allah wahai orang-orang mukmin bila Allah membuat kalian mengetahui hal-hal ghaib yang Dia ketahui dari hamba-hamba-Nya, sehingga kalian dapat mengetahui yang mukmin dari mereka dengan yang munafik. Akan tetapi Allah membedakan mereka melalui ujian dan cobaan, hanya saja Allah memilih dari utusan-utusan-Nya siapa yang Dia kehendaki untuk diberitahu sebagian ilmu ghaib dengan wahyu dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, bila kalian beriman dengan benar dan bertakwa kepada Tuhan kalian dengan menaati-Nya, maka kalian akan memperoleh pahala besar di sisi Allah.وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah orang-orang yang kikir terhadap apa yang telah Allah limpahkan kepada mereka berupa kenikmatan sebagai sebuah karunia dari-Nya mengira bahwa kekikiran tersebut lebih baik bagi mereka, sebaliknya ia lebih buruk bagi mereka. Karena harta yang mereka kumpulkan akan diubah menjadi kalung besar dari neraka yang dilingkarkan di leher mereka di Hari Kiamat. Allah adalah pemilik kerajaan, Dialah yang kekal setelah seluruh makhluk-Nya fana, Dia Maha Mengenal perbuatan-perbuatan kalian semuanya dan akan membalas masing-masing dari kalian sesuai dengan haknya.لَقَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ فَقِيْرٌ وَّنَحْنُ اَغْنِيَاۤءُۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوْا وَقَتْلَهُمُ الْاَنْۢبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۙ وَّنَقُوْلُ ذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan:"Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):"Rasakanlah olehmu azab yang membakar".
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang Yahudi yang berkata : Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami-lah yang kaya, Dia meminta kepada kami agar memberinya hutang. Perkataan yang mereka ucapkan ini akan Kami catat, dan Kami juga akan mencatat bahwa mereka rela dengan apa yang dilakukan oleh leluhur mereka, berupa pembunuhan terhadap nabi-nabi Allah dengan kezhaliman dan pelanggaran. Kami akan menyiksa mereka karena itu di akhirat, saat mereka disiksa di dalam api neraka, Kami berfirman kepada mereka : Rasakanlah siksa neraka yang membakar.ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِۚ
(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Siksa keras yang mereka dapatkan itu akibat dari kemaksiatan yang berupa perkataan, perbuatan dan keyakinan yang mereka lakukan di dunia, dan bahwa Allah sama sekali tidak menzhalimi hamba-hamba-Nya.اَلَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ عَهِدَ اِلَيْنَآ اَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُوْلٍ حَتّٰى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُۗ قُلْ قَدْ جَاۤءَكُمْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِيْ بِالْبَيِّنٰتِ وَبِالَّذِيْ قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوْهُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.”
Tafsir Al-Muyassar
Saat orang-orang Yahudi itu diajak kepada Islam, mereka berkata : Sesungguhnya Allah telah berpesan kepada kami di dalam Taurat agar kami tidak mempercayai siapa yang datang kepada kami dan berkata bahwa dirinya adalah utusan Allah, sebelum dia mendatangkan kepada kami sedekah yang dengannya dia dapat mendekatkan diri kepada Allah, lalu api turun dari langit dan melahapnya. Katakan kepada mereka waha Rasul : Kalian adalah pembual dalam kata-kata kalian, karena bapak-bapak kalian telah didatangi oleh rasul-rasul sebelumku dengan membawa mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti kebenaran termasuk apa yang kalian klaim, yaitu kurban yang dimakan api dari langit, lalu mengapa nenek-moyang kalian membunuh para nabi bila klaim kalian adalah klaim yang benar?فَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ جَاۤءُوْ بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ
Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
Tafsir Al-Muyassar
Bila orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir lain mendustakanmu wahai Rasul, maka orang-orang pembual telah mendustakan rasul-rasul sebelummu. Mereka datang kepada kaum mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang mengagumkan dan hujjah-hujjah yang nyata, serta kitab-kitab langit yang merupakan cahaya penyingkap kegelapan dan kitab yang jelas lagi terang.كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Tafsir Al-Muyassar
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, dengan itu seluruh makhluk akan kembali kepada Allah untuk menghadapi hisab. Pahala atas amal perbuatan kalian akan diberikan sempurna tidak dikurangi di Hari Kiamat. Barangsiapa yang dimuliakan oleh Tuhannya dan diselamatkan oleh-Nya dari api neraka dan dimasukkan oleh-Nya ke dalam surga, maka dia telah meraih apa yang diinginkannya. Kehidupan dunia ini tidak lain kecuali kenikmatan sesaat, maka jangan terkecoh olehnya.لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَذًى كَثِيْرًاۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Tafsir Al-Muyassar
Kalian wahai orang-orang mukmin pasti akan diuji pada harta kalian melalui nafkah wajib dan mustahab yang harus dikeluarkan, dengan musibah-musibah yang menimpa kalian, dengan ujian pada diri kalian berupa ketaatan-ketaatan yang memang diwajibkan atas kalian. Apa yang menimpa kalian berupa luka-luka atau kematian dan kehilangan orang-orang terkasih, hal itu agar mukmin yang benar bisa dipisahkan dengan selainnya. Sungguh kalian akan mendengar dari orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrikin kata-kata yang dapat menyakitkan pendengaranmu, kata-kata syirik dan celaan terhadap agamamu. Bila kalian wahai orang-orang mukmin bersabar atas semua itu dan bertakwa kepada Allah dengan berpegang kepada ketaatan kepada-Nya dan menghindari larangan-larangan-Nya, maka hal itu termasuk perkara yang ditegaskan dan perlu diperebutkan.وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهٗ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُوْنَهٗۖ فَنَبَذُوْهُ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۗ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu):"Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah wahai Rasul saat Allah mengambil perjanjian yang tegas atas orang-orang yang diberi kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani ; orang-orang Yahudi mendapatkan Taurat sedangkan orang-orang Nasrani mendapatkan Injil, agar mereka mengamalkannya dan menjelaskannya kepada umat manusia tanpa menyembunyikannya dan menyamarkannya di depan mereka. Lalu mereka mencampakkan perjanjian dan tidak memegangnya, mereka malah mengambil harta yang sedikit sebagai upah atas penyembunyian mereka terhadap kebenaran dan penyelewengan mereka terhadap kitab Allah. Seburuk-buruk jual beli adalah apa yang mereka kerjakan, menyia-nyiakan perjanjian Allah dan merubah isi kitab Allah.لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah orang-orang yang berbangga dengan apa yang mereka kerjakan berupa perbuatan-perbuatan buruk dari kalangan orang-orang Yahudi, munafik dan lainnya, dan mereka suka disanjung dengan apa yang tidak mereka kerjakan, janganlah mereka menyangka bahwa mereka akan selamat dari adzab Alllah di dunia, sementara di akhirat mereka mendapatkan adzab yang menyakitkan. Ayat ini merupakan ancaman serius terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan buruk dan membanggakannya, dan orang-orang yang membanggakan sesuatu yang tidak dilakukannya agar orang-orang menyanjung dan memujinya.وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi: dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah semata kerajaan langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Pergantian malam dan siang, perbedaan di antara keduanya dalam panjang dan pendeknya mengandung bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk besar atas keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal lurus.الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mengingat Allah dalam segala keadaan, dalam keadaan berdiri,, duduk dan berbaring, mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi, mereka mengucapkan : Wahai Rabb kami, Engkau tidak menciptakan makhluk ini secara percuma. Engkau disucikan dari hal itu, maka palingkanlah kami dari siksa api neraka.رَبَّنَآ اِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ اَخْزَيْتَهٗۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Tuhan kami, selamatkanlah kami dari api neraka, karena siapa yang Engkau ya Allah masukkan ke dalam api neraka karena dosa-dosanya, maka Engkau mempermalukannya dan menghinakannya. Dan orang-orang yang berbuat dosa lagi zhalim terhadap diri mereka sendiri tidak memiliki seorang penolong yang bisa menolak siksa Allah darinya pada Hari Kiamat.رَبَّنَآ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّاۙ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ
Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):"Berimanlah kamu kepada Rabbmu"; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seorang penyeru, dia adalah Nabi-Mu Muhammad , dia menyeru manusia agar mempercayai-Mu dan mengakui keesaan-Mu serta mengamalkan syariat-Mu, lalu kami menjawab ajakannya dan kami membenarkan risalahnya. Maka ampunilah dosa kami, tutupilah aib-aib kami dan gabungkanlah kami ke dalam orang-orang shalih.رَبَّنَا وَاٰتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji".
Tafsir Al-Muyassar
Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan lewat lisan utusan-utusan-Mu berupa kemenangan, kekuasaan, taufik dan hidayah, janganlah permalukan kami dengan dosa-dosa kami di Hari Kiamat kelak.Sesungguhnya Engkau Maha Pemurah, dan tidak akan menyelisihi janji yang telah Engkau janjikan kepada hamba-hamba-Mu.فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰىۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۚ فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ ثَوَابًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ
Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjawab doa mereka, bahwa Dia tidak menyia-nyiakan usaha siapa yang beramal shalih dari mereka, baik dia laki-laki maupun wanita. Mereka adalah sama dalam persaudaraan agama, diterimanya amal dan balasannya. Orang-orang yang berhijrah karena berharap ridha Allah, diusir dari kampung halaman mereka, disakiti karena mereka menaati Tuhan mereka dan beribadah kepada-Nya, mereka berperang dan dibunuh di jalan Allah demi meninggikan kalimat-Nya, niscaya Allah akan menutupi kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka lakukan sebagaimana Dia menutupinya di dunia atas mereka, Dia tidak akan menghisab mereka karenanya, dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir dibawahnya istana-istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai sebagai balasan dari sisi Allah, dan di sisi Allah terdapat balasan yang baik.لَا يَغُرَّ نَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِى الْبِلَادِۗ
Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.
Tafsir Al-Muyassar
Jangan terkecoh wahai Rasul dengan kehidupan orang-orang yang kafir kepada Allah berupa kelapangan hidup, keluasan rizki, perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat yang lain untuk berniaga, mencari keuntungan dan harta kekayaan. Karena tidak lama lagi semua itu akan lenyap dari mereka semua dan mereka akan bergantung kepada amal-amal mereka yang buruk.مَتَاعٌ قَلِيْلٌۗ ثُمَّ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
Tafsir Al-Muyassar
Kenikmatan sedikit yang lenyap, kemudian tempat kembali mereka di Hari Kiamat adalah ke neraka, seburuk-buruk tempat kembali.لٰكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا نُزُلًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ لِّلْاَبْرَارِ
Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
Tafsir Al-Muyassar
Akan tetapi orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Allah telah menyiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai, ia adalah tempat tinggal mereka untuk selamanya tanpa keluar darinya. Apa yang ada di sisi Allah adalah lebih utama dan lebih agung bagi orang-orang yang taat daripada kenikmatan dunia yang dirasakan oleh orang-orang kafir.وَاِنَّ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خٰشِعِيْنَ لِلّٰهِۙ لَا يَشْتَرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًاۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Rabbnya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Di antara ahli kitab ada sebagian orang yang membenarkan Allah sebagai Rabb yang Esa dan berhak disembah, membenarkan al-Qur an yang Dia turunkan kepada kalian dan membenarkan Taurat dan Injil yang diturunkan kepada mereka dengan penuh ketundukan dan kerendahan kepada-Nya. Mereka tidak menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang murah berupa manfaat dunia, mereka juga tidak menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah dan tidak menyelewengkan seperti ahli kitab yang lainnya. Mereka itu mendapatkan pahala besar di sisi Tuhan mereka di hari perjumpaan dengan-Nya, maka Dia memberikannya kepada mereka tanpa dikurangi. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisab-Nya, tidak keteteran dalam menghitung amal pernuatan mereka dan menghisab mereka atasnya.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

