× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الۤمّۤ
Alif lam mim

Tafsir Al-Muyassar

Alif Lam Mim adalah huruf-huruf yang terpenggal yang hadir di awal beberapa surat, mengandung isyarat kepada kemukjizatan al-Quran. Al-Quran menantang orang-orang musyrikin dan mereka tidak kuasa melawan nya. Al-Quran hanya tersusun dari huruf-huruf tersebut di mana bahasa Arab juga tersusun darinya. Ketidakmampuan orang-orang Arab untuk membuat yang semisal dengan al-Quran -padahal mereka adalah orang-orang yang paling fasih- membuktikan bahwa al-Quran merupakan wahyu dari Allah .
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

Tafsir Al-Muyassar

Al-Quran ini merupakan kitab yang agung yang tidak diragukan bahwa ia datang dari sisi Allah, maka siapa pun tidak patut meragukannya karena ia adalah kitab yang jelas. Orang-orang yang bertakwa mengambil manfaat darinya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan mengikuti hukum-hukum-Nya.
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang bertqwa adalah orang-orang yang membenarkan perkara ghaib, yaitu perkara di mana akal dan indera mereka saja tidak akan mampu mengatahui nya, karena ia hanya bisa di ketahui melalui wahyu Allah Taala kepada para rasul-Nya, seperti iman kepada para Malaikat, Surga, Neraka dan perkara-perkara lain nya yang telah di kabarkan oleh Allah dan di kabarkan pula oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Iman adalah kata general (menyeluruh) untuk menetapkan bagi keyakinan kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhir dan Takdir yang baik dan buruk .
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ
Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang bertaqwa beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu Al-Quran, dan apa yang diturunkan kepadamu berupa hikmah, yaitu sunnah. Mereka juga beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul sebelummu, seperti Taurat, Injil dan lainnya. Mereka juga membenarkan alam kehidupan setelah kematian termasuk apa yang ada disana, berupa hisab dan balasan amal perbuatan, mereka membenarkan dengan hati mereka dengan pembenaran yang terlihat dari lisan dan perbuatan mereka. Di sisni iman pada Hari Akhir disebut secara khusus karena iman kepadanya termasuk pendorong terkuat untuk melakukan kebaikan-kebaikan, menjauhi larangan-larangan dan mendorong seseorang untuk melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap dirinya.
اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut berjalan di atas cahaya dari Rabb mereka dan meraih taufik dari pencipta dan pemberi hidayah mereka.mereka adalah orang-orang yang beruntung yang meraih apa yang mereka cari dan selamat dari keburukan di mana mereka lari dari nya .
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yg mengingkari apa yg rabbmu turunkan kepadamu karena kesombongan atau keangkuhan, mereka tidak akan beriman, baik engkau memperingatkan dan menakut-nakuti mereka wahai Rasul dari siksa Allah atau engkau tidak melakukan hal itu, karena mereka tetap akan bersihkukuh di atas ke batilan yg mereka pegang.
خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Tafsir Al-Muyassar

Allah Subhanahu Wa Taala telah menutup rapat-rapat hati dan pendengaran mereka. Allah telah meletakkan penutup di depan pandangan mata mereka di sebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran mereka setelah sebelumnya mereka mengetehui kebenaran, sehingga Allah Subhanahu Wa Taala tidak membimbing mereka kepada petunjuk, dan bagi mereka siksa yang berat di dalam api Neraka Jahannam .
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُولُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan:"Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara manusia ada sekelompok orang yang ragu-ragu dan bimbang di antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir,mereka adalah orang-orang munafik yang berkata dengan lisan mereka,kami mempercayai Allah dan hari akhir.Namun dalam hati mereka ber dusta, mereka tidak beriman.
يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar.

Tafsir Al-Muyassar

Karena kebodohan, mereka meyakini bahwa mereka bisa menipu Allah dan orang-orang beriman hanya dengan menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, karena akibat tipuan mereka akan kembali pada diri mereka sendiri. Karena kebodohan mereka yang sangat, mereka tidak menyadari hal itu. Di sebabkan hati mereka benar-benar rusak .
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Tafsir Al-Muyassar

Dalam hati mereka mendekam kebimbangan dan kerusakan, sehingga mereka didera kemaksiatan yang menyebabkan hukuman atas mereka. Maka Allah menambah kebimbangan di atas kebimbangan mereka, mereka yang meraih hukuman yang menyakitkan disebabkan oleh kedustaan dan kemunafikan mereka.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab:"Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

Tafsir Al-Muyassar

Bila mereka di nasihati agar menghentikan pengrusakan di muka bumi dengan kekufuran dan kemaksiatan, membeberkan rahasia orang-orang mukmin dan memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir, maka mereka akan membantah secara dusta, Sesungguh nya kami adalah orang-orang yang memperbaiki .
اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya apa yang mereka kerjakan dan mereka klaim bahwa itu adalah perbaikan merupakan kerusakan itu sendiri, namun mereka tidak menyadarinya karena kebodohan dan pengingkaran mereka.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا كَمَآ اٰمَنَ النَّاسُ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ كَمَآ اٰمَنَ السُّفَهَاۤءُۗ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاۤءُ وَلٰكِنْ لَّا يَعْلَمُوْنَ
Apabila dikatakan kepada mereka:"Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman. Mereka menjawab:"Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman". Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila di katakan kepada orang-orang munafik, Berimanlah kalian seperti iman para sahabat, yaitu iman dengan hati, lisan dan anggota badan, maka mereka membantah dan menjawab, Apakah kami harus mempercayai seperti kepercayaan orang-orang lemah akal dan pikiran tersebut? Kalau demikian maka kami dengan mereka sama-sama dungu. Maka Allah Subhanahu Wa Ta`ala membantah mereka dengan menyatakan bahwa justru merekalah orang-orang yang dungu, karena mereka tidak mengetahui bahwa apa yang mereka pegang itu merupakan kesesatan dan kerugian.
وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّاۚ وَاِذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْۙ قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْۙ اِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan:"Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan:"Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang munafik itu berjumpa dengan orang-orang mukmin,mereka akan berkata,Kami mempercayai Islam seperti kalian. Namun bila mereka meninggalkan orang-orang mukmin dan berkumpul bersama para tokoh mereka dari kalangan orang-orang kafir yang bengal di hadapan Allah, mereka bersumpah bahwa mereka di atas agama kekufuran dan tidak meninggalkannya. Mereka mengucapkan hal itu kepada orang-orang mukmin hanya untuk merendahkan dan memperolok-olok orang-orang mukmin.
اَللّٰهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
Allah akan (membalas) olokan-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Allah memperolok-olok mereka dan memberi tangguh kepada mereka, sehingga kesesatan, kebimbangan dan keragu-raguan mereka semakin besar. Selanjut nya Dia akan membalas mereka atas penghinaan mereka terhadap orang-orang beriman .
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰىۖ فَمَا رَبِحَتْ تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu telah menjual diri mereka dalam sebuah akad jual beli yang merugi. Mereka menukar iman dengan kekufuran sehingga mereka tidak meraih apapun. Bahkan mereka kehilangan hidayah, dan ini merupakan kerugian yang sangat fatal.
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِى اسْتَوْقَدَ نَارًاۚ فَلَمَّآ اَضَاۤءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Kehidupan orang-orang munafik yang hanya beriman secara lahir dan bukan batin, kepada risalah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kemudian mereka kafir, sehingga mereka berada di dalam kegelapan kesesatan tanpa menyadarinya dan tanpa ada harapan untuk keluar darinya. Perumpamaannya mirip dengan keadaan beberapa orang di suatu malam yang gelap-gulita, salah seorang dari mereka menyalakan api yang besar untuk menghangatkan tubuh mereka. Namun begitu api tersebut menyala dan menerangi sekitarnya, ia langsung kembali padam, sehingga mereka di bekap kegelapan tanpa bisa melihat apapun, mereka tidak tahu jalan dan tidak bisa membebaskan darinya .
صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَۙ
Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

Tafsir Al-Muyassar

Mereka adalah orang-orang yang tuli sehingga tidak bisa mendengarkan kebenaran untuk selanjutnya meresapinya, bisu sehingga mereka tidak kuasa mengucapkannya, dan mereka juga buta sehingga tidak kuasa melihat cahaya petunjuk. Karenanya mereka tidak kuasa kembali kepada iman yang sebelumnya telah mereka campakkan, dan mereka menggantikannya dengan kesesatan.
اَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ فِيْهِ ظُلُمٰتٌ وَّرَعْدٌ وَّبَرْقٌۚ يَجْعَلُوْنَ اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِۗ وَاللّٰهُ مُحِيْطٌۢ بِالْكٰفِرِيْنَ
Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Sekelompok orang-orang munafik yang lain nya, di mana mengetahui kebenaran di suatu waktu dan meragukan nya di lain waktu. Keadaan mereka ini mirip dengan sekelompok orang yang berjalan di padang pasir, tiba-tiba hujan lebat mengguyur mereka. Hujan yang di iringi dengan kegelapan yang bertumpuk-tumpuk, raungan suara guruh, kilatan halilintar dan sambaran petir yang membuat mereka dalam ketakutan yang sangat sehingga mereka menutup telinga mereka dengan jari-jari mereka karena takut binasa. Padahal Allah Subhanahu Wa Taala meliputi org2 kafir, mereka tidak akan bisa lolos dari-Nya dan mereka tidak akan bisa melemahkan-Nya .
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْاۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Kilatan halilintar yang sangat kuat hampir saja membutakan pandangan mata mereka. Sekalipun demikian, setiap kali halilintar bersinar, mereka berjalan di bawah sinarnya, bila sinar tersebut padam maka gelaplah jalan mereka sehingga mereka hanya bisa berdiri di tempat mereka. Sekiranya Allah tidak memberikan tempo kepada mereka, niscaya halilintar tersebut telah mengambil penglihatan dan pendengaran mereka. Allah subhanallahu wa taalaa kuasa untuk melakukan hal itu setiap saat,karena sesungguhnya Dia Mahakuasa ayas segala sesuatu.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Seruan ini untuk semua manusia agar supaya beribadah menyembah Allah yang telah memelihara kalian semua dengan nikmat-nikmat Nya dan takutlah kepada Allah dan janganlah berpaling dari ajaran agamaNya. Allah yang telah menciptakan kalian sehingga kalian ada dari tidak ada dan menciptakan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa; yaitu orang-orang yang Allah Ridho kepada mereka dan mereka Ridho kepada Allah.
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءًۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Allah Taala adalah Tuhan kalian yang telah menciptakan bumi terhampar sehingga kehidupan menjadi mudah di atasnya dan menciptakan langit bagai bangunan yang kokoh. Menurunkan hujan dari awan sehingga tumbuhlah berbagai macam tumbuhan dan berbagai macam warna buah-buahan sebagai Rizki bagi kalian. Maka janganlah kalian menyekutukan Allah dalam beribadah padahal kalian tahu hanya Allah-lah satu-satunya yang mencipta dan memberi Rizki dan hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah.
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila kalian (Hai orang-orang kafir yang menentang) masih dalam keragu-raguan terhadap al-Quran yang telah kami turunkan kepada hamba kami Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam, dan kalian masih mengklaim bahwa al-Quran tidak dari sisi Allah, maka hadirkanlah satu surat yang semisal dengan satu surat di dalam al-Quran. Silakan kalian minta bantuan kepada siapa saja yang kalian mampu minta bantuan, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian dakwakan.
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Bila saat ini kalian tidak mampu, dan kalian tetap tidak akan pernah mampu di hari mendatang, maka takutlah kalian kepada api Neraka dengan beriman kepada Nabi salallahu alaihi wassalam, dan menaati Allah Taalaa. Api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, telah disiapkan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًاۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُۖ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًاۗ وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan:"Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Sampaikan -wahai Rasul- kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, sebuah berita yang akan mengusi hati mereka dengan kebahagiaan, bahwa di akhirat nanti mereka akan mendapatkan kebun-kebun yang menakjubkan, sungai-sungai nya mengalir di bawah istana-istana nya yang tinggi dan pohon-pohon nya yang rindang. Setiap kali mereka mendapatkan rizqi dari Allah berupa buah-buahan yang lezat, mereka berkata, Kami telah di beri rizqi seperti ini sebelum nya. Namun bila mereka merasakan nya, maka mereka akan merasakan sesuatu yang baru dalam rasa dan kelezatan nya, sekalipun ia mirip dengan yang sebelum nya dalam warna, penampilan dan warna. Di surga mereka mendapatkan pasangan-pasangan yang di sucikan dari berbagai macam kotoran hakiki seperti kencing dan haid, juga dari kotoran maknawi seperti dusta dan akhlak yang buruk. Mereka di dalam Surga berikut kenikmatan nya kekal, tidak mati dan tidak keluar dari nya.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًاۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:"Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah Taala tidak malu dari kebenaran untuk menyinggung sesuatu tertentu, kecil maupun besar, sekalipun hanya membuat perumpamaan dengan sesuatu yang sangat kecil, seperti nyamuk, lalat dan yang sejenisnya yang Allah Taalaa membuat permisalan dengannya sebagai bukti kelemahan segala yang disembah selain Allah.Orang-orang mukmin mengetahui hikmah Allah di balik perumpamaannya dengan sesuatu yang kecil dan besar dari makhlukNya. Lain halnya dengan orang-orang kafir, mereka memperolok-olok dan berkata, Apa yang diinginkan oleh Allah dari perumpamaan dengan serangga yang hina ini? Allah menjelaskan bahwa yang Dia inginkan adalah ujian, membedakan orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir. Oleh karena itu dengan perumpamaan ini Allah Taalaa memalingkan banyak orang dari kebenaran, karena mereka telah memperolok-oloknya. Sebaliknya Dia membimbing selain mereka kepada hidayah dan iman. Allah Taalaa tidak menzhalimi siapa pun, karena Dia tidak memalingkan kebenaran kecuali kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Nya.
الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka adalah orang-orang yang melanggar perjanjian dengan Allah yang telah Dia ambil atas mereka, perjanjian agar mereka mentauhidkan Allah dan menaati-Nya. Allah telah menegaskan nya dengan mengutus para rasul, dan menurunkan kitab-kitab. Mereka juga menyelisihi agama Allah dengan memutuskan Silaturahimdan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi di kehidupan dunia dan akhirat .
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan.

Tafsir Al-Muyassar

Bagaimana kalian -wahai orang-orang musyrikin- bisa memungkiri keesaan Allah Taalaa, mempersekutukan-Nya dengan yang lain dalam ibadah padahal bukti yang pasti terdapat pada dirimu? Sebelumnya kalian tidak ada, lalu Allah menciptakan kalian dan memberikan kehidupan kepada kalian, kemudian Dia mematikan kalian setelah ajal kalian yang telah Dia tetapkan untuk kalian habis, kemudian Dia mengembalikan kalian untuk hidup kembali di hari kebangkitan, kemudian kalian kembali kepada-Nya untuk menghadapi hisab dan menerima pembalasan .
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya Allah semata yang menciptakan untuk kalian semua kenikmatan di muka bumi di mana kalian bisa menikmatinya. Kemudian Dia menuju langit dan menciptakan nya dalam bentuk tujuh lapisan. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu dan Ilmu-Nya mencakup segala apa yang Dia ciptakan .
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat:"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata:"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau". Rabbberfirman:"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Tafsir Al-Muyassar

Sampaikan -wahai Rasul- kepada manusia saat Rabbmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguh nya Aku akan menciptakan di bumi suatu kaum yang sebagian akan meneruskan sebagian yang lain untuk memakmurkannya. Maka para malaikat berkata, Ya Rabb kami, tunjukkanlah dan sampaikanlah kepada kami apa hikmah dari penciptaan mereka, padahal mereka akan membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah dengan cara yang dzalim dan melampui batas. Sementara kami selalu menaati-Mu, menyucikan-Mu, dan memuliakan-Mu dengan segala sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan? Maka Allah menjawab, Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketehui, berupa kemaslahatan yang nyata di balik penciptaan mereka .
وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِئُوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:"Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!",

Tafsir Al-Muyassar

Dalam rangka menetapkan keutamaan Adam, Allah mengajarkan kepada nya nama-nama segala sesuatu, kemudian Allah menyodorkan nya kepada Malaikat dengan bertanya kepada mereka, Katakan kepada ku tentang nama-nama yang ada ini, bila kalian benar bahwa kalian lebih patut untuk memakmurkan bumi daripada mereka .
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَاۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
Mereka menjawab:"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Malaikat menjawab, Wahai Rabb kami, kami menyucikan-Mu, kami tidak mempunyai ilmu kecuali apa yang engkau ajarkan kepada kami, karena sesungguh nya hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala urusan makhluk-Mu, sekaligus Maha Bijaksana dalam penataan-Mu .
قَالَ يٰٓاٰدَمُ اَنْۢبِئْهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۚ فَلَمَّآ اَنْۢبَاَهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۙ قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَاَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ
Allah berfirman:"Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman:"Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan",

Tafsir Al-Muyassar

Allah Subhanahu Wa Taala berfirman, Wahai Adam, sampaikan kepada mereka nama-nama dari semua ini di mana mereka tidak mengetahuinya. Manakala Adam mengabarkan nya kepada mereka, maka Allah Subhanahu Wa Taala berfirman kepada para Malaikat, Sungguh Aku telah mengatakan pada kalian bahwa sesungguhnya Aku mengetahui apa yang samar bagi kalian di langit dan di bumi, Aku juga mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan .
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:"Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Sampaikan kepada manusia -wahai Rasul- pemuliaan Allah kepada Adam saat dia berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kalian kepada Adam sebagai bentuk pemuliaan untuknya dan menetapkan keutamaannya. Maka seluruh malaikat menaati kecuali Iblis, dia menolak sujud dengan kesombongan dan hasad, sehingga dia termasuk orang-orang yang mengingkari Allah, yang mendurhakai perintaah-Nya.
وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Dan Kami berfirman:"Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman, Wahai Adam, tinggallah kamu bersama Hawa istimu di Surga, nikmatilah buah-buahannya dengan nyaman dan tenang, di tempat manapun yang kalian berdua inginkan darinya. Namun jangan mendekati pohon ini agar kalian berdua tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan, akibatnya kalian akan termasuk orang-orang yang melanggar batasan-batasan Allah .
فَاَزَلَّهُمَا الشَّيْطٰنُ عَنْهَا فَاَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيْهِۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۚ وَلَكُمْ فِى الْاَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman:"Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian setan menjerumuskan mereka ke dalam kesalahan. Setan membisiki mereka sehingga mereka pun memakan buah pohon itu. Hal ini mengakibatkan mereka diusir dari surga dengan berbagai kenikmatannya. Allah berfirman kepada mereka, “Turunlah kalian ke bumi, sebagian kalian akan memusuhi sebagian yang lain, yaitu Adam, Hawa, dan setan! Di bumi ada tempat tinggal dan tempat menetap bagi kalian. Kalian bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada di dalamnya sampai berakhirnya ajal kalian.”
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۖ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Rabb-nya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu Adam menerima kalimat-kalimat yang Allah ilhamkan kepada nya sebagai ungkapan taubat dan permohonan ampun dari nya, yaitu firman Allah Subhanahu Wa Taala, Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami, dan bila Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi. Maka maka Allah menerima taubat yna dan mengampuni dosa-nya. Karena Allah Subhanahu Wa Taala Maha Menerima taubat bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hamba-Nya, sekaligus Maha Penyang kepada mereka .
قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًاۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Kami berfirman:"Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada mereka semuanya, Turunlah kalian semua dari Surga, kalian dan anak cucu kalian datang silih berganti dan akan datang sesuatu yang akan memberikan petunjuk kepada kalian menuju kebenaraan. Barangsiapa mengamalkan nya, maka dia tidak akan takut menghadapi perkara akhirat yang ada di hadapan mereka, mereka juga tidak akan sedih dari perkara dunia yang telah lewat atas mereka .
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Adapun orang-orangyang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَوْفُوْا بِعَهْدِيْٓ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْۚ وَاِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ
Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

Tafsir Al-Muyassar

Wahai anak keturunan Ya`qub! Ingatlah berbagai nikmat-Ku yang banyak yang diberikan kepada kalian! Bersyukurlah kepada-Ku dan laksanakanlah wasiat-Ku kepada kalian, yakni hendaklah kalian mengimani seluruh kitab dan rasul-Ku dan mengamalkan berbagai syariat-Ku! Jika kalian melakukan hal itu, maka Aku akan menyempurnakan apa yang pernah Aku janjikan kepada kalian, yakni melimpahkan rahmat di dunia dan keselamatan di akhirat. Hanya kepada-Ku hendaknya kalian takut. Berhati-hatilah terhadap kemurkaan-Ku jika kalian melanggar perjanjian dan mengingkari-Ku.
وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهٖۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًاۖ وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ
Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (al-Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Bani Israil, berimanlah kalian kepada Al-Quran yang telah Aku turunkan kepada Muhammad, Nabi Allah dan UtusanNya, karena hal itu sesuai dengan keterangan yang shahih dalam Taurat yang kalian ketahui. Jangan menjadi orang pertama di kalangan ahli kitab yang pertama kali ingkar kepada nya. Jangan menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit dalam bentuk harta dunia yang fana. Beramallah kalian hanya demi Aku, taatilah Aku dan tinggalkan kemaksiatan kepada-Ku .
وَلاَ تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan mencampur adukkan kebenaran yang telah Aku jelaskan kepada kalian dengan kebatilan yang kalian buat-buat dari diri kalian sendiri. Jangan menyembunyikan kebenaran yang nyata berupa keterangan tentang sifat Nabi dan Rasul Allah, Muhammad yang tercatat dalam kitab kalian. Kalian telah mengetahui bahwa sifta-sifat nya tertulis si sisi kalian, kalian mengetahui dari kitab yang ada di tangan kalian .
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku lah bersama orang-orang yang ruku.

Tafsir Al-Muyassar

Masuklah kalian ke dalam agama islam dengan mendirikan sholat secara shahih sebagaimana yang di ajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Bayarlah zakat yang wajib sesuai dengan yang di syariatkan, dan hendaknya kalian termasuk orang-orang yang rukuk dari ummatnya Sallallahu Alaihi Wa Sallam.
اَتَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَاَنْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتٰبَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir

Tafsir Al-Muyassar

Betapa buruk keadaan kalian dan keadaan ulama-ulama kalian saat kalian memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, sementara kalian membiarkan diri kalian sendiri. Kalian tidak mengajak diri kalian kepada kebaikan yang besar, yaitu Islam. Kalian membaca Taurat yang menjelaskan sifat-sifat Muhammad dan mewajibkan kalian beriman kepadanya. Mengapa kalian tidak menggunakan akal kalian dengan benar ??
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,

Tafsir Al-Muyassar

Gunakanlah kesabaran dengan seluruh bentuknya sebagai penolong kalian dalam menghadapi semua urusan kalian. Demikian pula sholat, dan sesungguhnya sholat itu benar-benar berat kecuali atas orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang takut kepada Allah dan berharap apa yang di sisi-Nya. Mereka yakin bahwa mereka akan berjupa dengan Rabb mereka Azza Wa Jallasetelah kematian, bahwa mereka akan kembali kepadanya di Hari Kiamat untuk menghadapi hisab dan memerima balasan .
الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Gunakanlah kesabaran dengan seluruh bentuknya sebagai penolong kalian dalam menghadapi semua urusan kalian. Demikian pula sholat, dan sesungguhnya sholat itu benar-benar berat kecuali atas orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang takut kepada Allah dan berharap apa yang di sisi-Nya. Mereka yakin bahwa mereka akan berjupa dengan Rabb mereka Azza Wa Jallasetelah kematian, bahwa mereka akan kembali kepadanya di Hari Kiamat untuk menghadapi hisab dan memerima balasan .
يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai anak keturunan Ya`qub, ingatlah nikmat-nikmat Ku yang banyak kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Ku atas nya. Ingatlah bahwa Aku telah mengunggulkan kalian di atas orang-orang di zaman kalian dengan banyak nya para Nabi dan kitab-kitab yang di turunkan seperti Taurat dan Injil .
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـئًا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

Tafsir Al-Muyassar

Takutlah kalian kepada hari kiamat, di hari itu tidak seorang pun mampu memberi manfaat kepada yang lain sedikit pun, dan Allah menolak syafaat untuk orang-orang kafir. Allah tidak menerima tebusan dari mereka sekalipun dengan dengan harta sepenuh jagat. Dan tidak seorang pun di hari itu bisa membantu mereka dan menyelamatkan mereka dari siksa Allah.
وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Rabb-mu.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah nikmat Kami kepada kalian saat Kami mengentaskan kalian dari penindasan Firaun dan para pengikutnya, mereka telah menimpakan siksaan yang berat atas kalian. Mereka banyak membunuh anak laki-laki kalian dan membiarkan anak perempuan kalian sebagai pelayan yang mereka hinakan. Semua itu merupakan ujian dari Rabb kalian. Diselamatkan nya kalian oleh-Nya dari hal itu merupakan nikmat yang agung yang mengharuskan kalian bersyukur kepada-Nya di setiap zaman dan generasi kalian .
وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah nikmat kami kepada kalian, saat kami membelah lautan untuk kalian. Kami membentangkan jalan yang kering di tengahnya, lalu kalian bisa menyeberanginya. Dan kami menyelamatkan kalian dari firaundan bala tentaranya, dan dari tenggelam di lautan. Manakala firaun dan bala tentaranya masuk ke jalan yang kalian lewati, kami membinasakan mereka di dalam air di depan mata kalian.
وَاِذْ وٰعَدْنَا مُوْسٰٓى اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَنْتُمْ ظٰلِمُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam untuk menurunkan Taurat sebagai hidayah dan cahaya bagi kalian. Akan tetapi, kalian malah menggunakan ketiadaan Musa yang hanya sebentar itu sebagai kesempatan dan menjadikan anak lembu yang dibuat dengan tangan kalian sendiri sebagai sembahan selain Allah. Inilah kekufuran pa-ling keji di sisi Allah karena kalian telah berbuat zalim dengan menjadikan anak lembu itu sebagai tuhan.
ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Kami memaafkan perbuatan mungkar kalian dan menerima tobat kalian sekembalinya Musa seraya berharap agar kalian bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat dan karunia-Nya dan agar kalian tidak terus berada dalam kekafiran dan kesesatan.
وَاِذْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَالْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kau mendapat petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Kami memberi kepada Musa kitab suci yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan, yaitu Taurat agar kalian mendapat petunjuk dan tidak sesat.
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ اَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْٓا اِلٰى بَارِىِٕكُمْ فَاقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِنْدَ بَارِىِٕكُمْۗ فَتَابَ عَلَيْكُمْۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:"Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadika anak lembu (sesembahanmu), maka bertaubatlah kepada Rabb yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Rabb yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Musa berkata kepada kaumnya, Sesungguhnya kalian telah menzalimi diri kalian sendiri dengan menjadikan anak lembu sebagai tuhan. Karena itu, bertobatlah kalian kepada Tuhan dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian yang lain. Cara ini lebih baik bagi kalian di sisi Tuhan dibandingkan kalian menetap abadi di neraka.Lalu, kalian pun melaksanakan hal itu sehingga Allah mengaruniai kalian dengan menerima tobat kalian. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima tobat bagi hamba-Nya yang mau bertobat, juga Maha Penyayang.
وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نُّؤْمِنَ لَكَ حَتّٰى نَرَى اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْكُمُ الصّٰعِقَةُ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:"Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang", karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah ketika kalian berkata, `Wahai, Musa! Selamanya kami tidak akan mempercayai bahwa apa yang kami dengar darimu itu adalah firman Allah kecuali kami melihat Allah secara langsung.` Kemudian langit menurunkan api yang langsung kalian lihat sendiri. Lalu, api itu membunuh kalian karena dosa-dosa kalian dan kelancangan kalian terhadap Allah.
ثُمَّ بَعَثْنٰكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Kami menghidupkan kalian setelah kematian kalian karena petir yang menyambar agar kalian mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kalian. Kematian ini merupakan hukuman bagi mereka. Kemudian Allah membangkitkan mereka untuk menyempurnakan ajal mereka.
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰىۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika kalian berputar-putar karena tersesat di muka bumi, yakni ketika Kami menjadikan awan menaungi kalian dari panas matahari. Kami pun menurunkan Manna kepada kalian, yaitu sejenis getah yang manisnya seperti madu. Kami juga menurunkan Salwa, yaitu sejenis burung puyuh. Kami katakan kepada kalian, `Makanlah oleh kalian sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian dan janganlah melanggar aturan agama kalian.` Akan tetapi, kalian tidak melakukannya. Tidaklah mereka menzalimi Kami karena kufur atas nikmat-nikmat itu. Namun, hakikatnya mereka menzalimi diri sendiri karena akibat dari perbuatan zalim itu kembali kepada mereka.
وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman:"Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukila pintu gerbangnya dengan bersujud, dan katakanlah:"Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Kami berfirman, “Masuklah kalian ke kota Baitulmakdis. Makanlah makanan yang baik dengan leluasa sekehendak kalian di sana. Masuklah dengan penuh ketundukan kepada Allah dan merendahkan diri seraya berkata, “Wahai Tuhan kami, hapuskanlah dosa-dosa kami.” Niscaya Kami akan mengabulkan doa kalian, memaafkan kalian, serta menutupi aib kalian. Kami akan menambahkan kebaikan dan pahala bagi orang-orang yang baik amalannya.
فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
Lalu orang-orang yang mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksaan dari langit, karena mereka berbuat fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu, orang-orang yang lalim dan sesat dari kalangan bani Israil mengganti firman Allah dan memalingkan ucapan dan perbuatan secara bersamaan, yaitu ketika mereka memasuki Baitulmakdis sambil mengesot, seraya berkata, “Sebiji dalam satu butir,” dan mengolok-olok agama Allah. Kemudian Allah menurunkan siksa dari langit karena kedurhakaan dan ketidaktaatan mereka kepada Allah.
وَاِذِ اسْتَسْقٰى مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۗ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًاۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْۗ كُلُوْا وَاشْرَبُوْا مِنْ رِّزْقِ اللّٰهِ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman:"Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika kalian sangat kehausan selama masa pembuangan, ketika Musa dengan sangat merendah berdoa kepada Kami agar Kami menurunkan hujan bagi kaumnya. Kami berkata, `Pukulkan tongkatmu ke batu itu.` Musa pun melakukannya sehingga mengalirlah dari batu itu dua belas mata air sesuai dengan jumlah kabilah yang ada di bani Israil. Setiap kabilah mengetahui mata air yang dikhususkan bagi mereka sehingga tidak saling berebut dan Kami ucapkan kepada mereka, `Makan dan minumlah sebagian rezeki Allah itu dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi.`
وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ مِنْۢ بَقْلِهَا وَقِثَّاۤىِٕهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَاۗ قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌۗ اِهْبِطُوْا مِصْرًا فَاِنَّ لَكُمْ مَّا سَاَلْتُمْۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:"Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabb-mu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata:"Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang baik Pergilah kamu ke suatu kota, pastilah kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah saat Allah menurunkan makanan yang manis kepada kalian, daging burung yang menggugah selera, lalu kalian mencela nikmat tersebut seperti kebiasaan kalian, akibat nya kalian di timpa kesulitan dan kejenuhan. Lalu klian berkata, Wahai Musa, kami tidak sabar mengkonsumsi satu makanan yang tidak pernah berubah setiap hari nya, berdoalah kepada Rabb mu agar mengeluarkan makanan-makanan dari perut bumi berupa sayuran, mentimun, bii-bijian yang di makan, kacang-kacangan dan bawang merah nya. Maka Musa berkata mengingkari mereka, Apakah kalian menginginkan makanan-makanan ini padahal ia lebih rendah mutu nya dan kalian menolak rizqi yang nermanfaat yang Allah Subhanahu Wa Taala pilihkan untuk kalian? Datanglah dari lembah ini ke kota manapun, niscaya kalian akan menemukan apa yang kalian minta di pasar-pasar dan di kebun-kebun. Manakala mereka melakukan itu, mereka mengetahui bahwa mereka telah mendahulukan pilihan mereka di setiap tempat atas pilihan Allah, mereka mengedepankan syahwat mereka atas apa yang telah Allah Taala pilihkan bagi mereka, maka mereka pun di timpa sifat kehinaan dan kemiskinan jiwa. Mereka pulang sambil memikul murka dari Allah, karena mereka berpaling dari agama Allah, dan karena mengingkari ayat-ayat Allah, membunuh Nabi-nabi dengan cara yang zhalim dan melampui batas. Hal ini karena kedurhakaan mereka dan sikap mereka yang melewati batas-batas Rabb mereka .
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالنَّصٰرٰى وَالصَّابِـِٕيْنَ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mumin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Rabb mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) meereka bersedih hati.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguh nya orang-orang mukmin dari kalangan ummat ini, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengamalkan syariat-Nya, dan orang-orang yang datang sebelum di utus nya Muhammad dari umat-umat terdahulu: orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin -yaitu kaum yang berpegang kepada fitrah mereka, tiada agama bagi mereka yang mereka anut-, bila mereka semua nya beriman kepada Allah dengan benar dan ikhlas, beriman kepada hari kebangkitan dan hari pembalasan, melakukan amalan yang di ridhoi oleh Allah, maka pahala mereka di berikan kepada mereka di sisi Rabb mereka. Tidak ada ketakutan atas mereka dalam menghadapi perkarA-perkara akhirat di masa mendatang, tidak ada kesedihan atas mereka atas perkara-perkara dunia yang luput dari mereka. Adapun setelah di utus nya Muhammad sebagai penutup para Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia, maka Allah tidak menerima agama dari siapa pun selain agama yang di bawa oleh Muhammad, yaitu Islam .
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat gunung (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman):"Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Bani Israil, manakala Kami mengambil perjanjian yang tegas atas kalian agar kalian beriman kepada Allah dan mengesakan-Nya dalam beribadah, Kami angkat gunung Thur di atas kepala kalian dan Kami berfirman kepada kalian, ambillah kitab yang Kami berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, dan jagalah ia. Bila tidak maka Kami akan menimpakan gunung atas kalian. Jangan melupakan Taurat, baik membaca nya maupun mengamalkan nya, agar kalian bertqwa kepada-Ku dan takut terhadap adzab-Ku .
ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَكُنْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ
Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian kalian menyelisihi dan mendurhakai sekali lagi, padahal sebelum nya Allah telah mengambil perjanjian atas kalian, seperti kebiasaan kalian. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian dengan menerima taubat kalian dan memaafkan kesalahan-kesalahan kalian, niscaya kalian menjadi orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat .
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنكُمْ فيِ السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka:"Jadilah kamu kera yang hina".

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh kalian wahai orang-orang Yahudi telah mengetahui hukuman Allah yang menimpa leluhur kalian dari penduduk sebuah desa yang mendurhakai perintah Allah, yaitu agar mereka mengagungkan hari Sabtu. Maka mereka membuat tipuan agar bisa menjaring ikan di hari Sabtu dengan meletakkan jaring dan membuat kolam-kolam, kemudian mereka menangkapnya di hari Ahad sebagai tipuan untuk melakukan yang diharamkan. Manakala mereke melakukan hal itu, Allah SWT merubah mereka menjadi kera yang terhina.
فَجَعَلْنَاهَا نَكَالاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Kami menjadikan desa tersebut sebagai pelajaran bagi desa-desa di sekitarnya yang mendengar berita mereka dan apa yang menimpa mereka, juga pelajaran bagi siapapun sesudah mereka yang akan melakukan dosa seperti yang mereka lakukan. Kami menjadikannya pelajaran sebagai peringatan bagi orang-orang shalih, agar mereka mengetahui bahwa mereka di atas kebenaran sehingga mereka tetap teguh di atasnya.
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةًۗ قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا هُزُوًاۗ قَالَ اَعُوْذُ بِاللّٰهِ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata:"Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?". Musa menjawab:"Aku berlindung kepada Allah sekiranya menjadi seorang dari orang-orang yang jahil".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Bani Israil kejahatan leluhur kalian, seringnya mereka menentang dan membantah Musa, saat itu Musa berkata kepada mereka, Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar menyembelih seekor sapi betina. Lalu mereka menjawabnya dengan kesombongan, Apakah kamu menjadikan kami sebagai sasaran ejekan dan olok-olokan? Maka Musa menjelaskan, Aku berlindung kepada Allah bila aku termasuk orang-orang yang memperolok-olok.
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَارِضٌ وَّلَا بِكْرٌۗ عَوَانٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَۗ فَافْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ
Mereka menjawab:"Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami, agar dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu?". Musa menjawab:"sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".

Tafsir Al-Muyassar

Tafsir Al Muyassar :
Mereka berkata, Berdoalah kepada Rabbmu untuk kami agar Dia menjelaskan sifat sapi tersebut. Maka Musa menjawab, Sesungguhnya Allah berfirman kepada kalian, Sifatnya adalah hendaknya ia tidak tua renta, tidak pula muda yang masih kecil, akan tetap tengah-tengah di antara itu. Bersegeralah melakukan perintah Rabb kalian.
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِيْنَ
Mereka berkata:"Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab:"Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya".

Tafsir Al-Muyassar

Maka mereka kembali membantah, Berdoalah kepada Rabbmu agar menjelaskan kepada kami apa warna sapi yang dimaksud. Maka Musa menjawab, Sesungguhnya dia berfirman bahwa ia adalah sapu berwarna kuning, sangat kuning yang membuat suka orang yang melihatnya.
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَۙ اِنَّ الْبَقَرَ تَشٰبَهَ عَلَيْنَاۗ وَاِنَّآ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَمُهْتَدُوْنَ
Mereka berkata:"Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk".

Tafsir Al-Muyassar

Bani Israil berkata kepada Musa, Berdoalah kepada Rabbmu agar menjelaskan kepada Rabbmu agar menjelaskan kepada kami sifat-sifat sapi selain yang sudah disebutkan diatas, karena sapi dengan ciri-ciri diatas berjumlah banyak sehingga kami bingung dalam memilihnya. Sesungguhnya kami insya Allah akan diberi petunjuk untuk menemukan sapi yang diperintahkan kepada kami agar kami menyembelihnya.
قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُوْلٌ تُثِيْرُ الْاَرْضَ وَلَا تَسْقِى الْحَرْثَۚ مُسَلَّمَةٌ لَّا شِيَةَ فِيْهَاۗ قَالُوا الْـٰٔنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوْهَا وَمَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَ
Musa berkata:"Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya". Mereka berkata:"Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

Tafsir Al-Muyassar

Maka Musa berkata kepada mereka, Sesungguhnya Allah berfirman, Ia adalah sapi yang jinak yang telah digunakan untuk membajak sawah untuk pertanian, tidak digunakan untuk menyiram tanaman, bebas dari segala cacat, di kulitnya tidak ada warna lain selain warna kulitnya. Mereka menjawab, Sekarang engkau telah mendatangkan ciri-ciri sapi sebenarnya. Mereka akhirnya menyembelih setelah proses negosiasi panjang dan mereka hampir saja tidak kuasa melakukannya karena penentangan mereka. Manakala mereka mempersulit diri, Allah pun mempersulit mereka.
وَاِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَاۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَۚ
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah saat kalian membunuh seseorang, lalu kalian bertikai tentang pelakunya, setiap orang menepis tuduhan pembunuhan dari dirinya, dan Allah mengeluarkan apa yang kalian sembunyikan terkait dengan urusan korban pembunuhan tersebut.
فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَاۗ كَذٰلِكَ يُحْيِ اللّٰهُ الْمَوْتٰى وَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Lalu Kami berfirman:"Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!". Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.

Tafsir Al-Muyassar

Kami berfirman, Pukullah korban dengan bagian apa pun dari sapi yang disembelih tersebut, karena Allah akan menghidupkannya dan dia akan mengatakan kepada kalian siapa yang telah membunuhnya. Maka mereka melakukannya dan Allah pun menghidupkannya. Selanjutnya dia akan mengatakan siapa yang telah membunuhnya. Begitulah Allah menghidupkan orang-orang yang sudah mati di Hari Kiamat dan memperlihatkan kepada kalian wahai Bani Israil mukjizat-Nya yang menunjukkan kekuasaan-Nya yang sempurna. Agar kalian menggunakan akal kalian untuk merenungkannya sehingga kalian tidak lagi mendurhakainya.
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةًۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi kalian tidak mengambil manfaat apa pun dari semua itu, karena setelah mukjizat-mukjizat yang luar biasa ini, justru hati kalian semakin keras dan membatu. Kebaikkan tidak bisa menyusup kedalamnya, tidak menjadi lunak di depan ayat-ayat yang mengagumkan yang Aku perlihatkan kepada kalian, sehingga hati kalian seperti batu pejal, antara batu ada yang terbelah dan terbuka sehingga ia memancarkan air dengan deras dan membentuk sungai yang mengalir. Di antara batu ada yang terpecah dan terbelah sehingga darinya memancar mata air dan sumber-sumber air. Dan di antara batu ada yang jatuh dari atas gunung karena takut kepada Allah dan pengagungannya kepada-Nya. Dan Allah tidak lalai dari apa yang kalian lakukan.
اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

Tafsir Al-Muyassar

Wahai kaum muslimin, apakah kalian lupa perbuatan-perbuatan Bani Israil, lalu kalian berharap orang-orang Yahudi akan membenarkan agama kalian? Ulama-ulama mereka telah mendengar firman Allah dari Taurat, kemudian mereka menyelewengkannya kepada makna yang tidak benar setelah mereka memahami kebenaran. Atau menyelewengkannya lafadz-lafadznya sementara mereka menyadari bahwa mereka menyelewengkann Kalam Rabb alam semesta secara dusta dan sengaja.
وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّاۚ وَاِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ قَالُوْٓا اَتُحَدِّثُوْنَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاۤجُّوْكُمْ بِهٖ عِنْدَ رَبِّكُمْۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:"Kamipun telah beriman", tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata:"Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Rabb-mu; tidakkah kamu mengerti?".

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang Yahudi tersebut bertemu dengan orang-orang mukmin, maka mereka akan mengucapkan dengan lisan mereka, Kami beriman kepada agama kalian dan Rasul kalian yang telah diberitakan di dalam Taurat. Namun saat orang-orang munafik dari kalangan Yahudi tersebut bertemu dengan sebagian yang lain, mereka mengingkari, Apakah kalian menyampaikan kepada orang-orang mukmin apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian menyampaikan kepada orang-orang mukmin apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian di dalam Taurat terkait dengan perkara Muhammad, sehingga mereka mempunyai hujjah atas kalian di sisi Rabb kalian di depan Allah pada Hari Kiamat? Apakah kalian tidak memahami? Waspadalah.
اَوَلَا يَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah mereka melakukan seluruh kejahatan ini dan mereka tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui segala apa yang mereka sembunyikan dan apa yang tampakkan?
وَمِنْهُمْ اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّآ اَمَانِيَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga".

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang Yahudi ada sekelompok orang yang tidak mengetahui baca tulis. Mereka tidak mengetahui Taurat dan isinya yang menetapkan sifat-sifat Nabiyullah Muhammad SAW, mereka tidak memiliki apa pun selain kedustaan dan dugaan-dugaan rusak,
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۗ فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya:"Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Celaka dan binasa para ulama Yahudi yang busuk, orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka, kemudian mengatakan, Ini datang dari Allah. Padahal ia menyelisihi apa yang diturunkan oleh Allah kepada Musa Nabi mereka, demi mendapatkan harta dunia. Mereka mendapatkan hukuman yang membinasakan karena mereka telah menulis kebatilan tersebut dengan tangan mereka. Mereka mendapatkan siksa yang mecelakakan karena telah mengambil imbalan dari harta yang haram seperti suap dan lainnya.
وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةًۗ قُلْ اَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا فَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ عَهْدَهٗٓ اَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan mereka berkata:"Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah:"Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".

Tafsir Al-Muyassar

Bani Israil berkata, Kami tidak akan tersentuh api Neraka di akhirat kecuali beberapa hari saja. Katakan kepada mereka –wahai Rasul – untuk menyanggah kebatilan dakwaan mereka, Apakah kalian mendapatkan janji demikian dari Allah, bila benar maka Allah tidak menyelisihi janji-janjiNya? Ternyata tidak, sebaliknya kalian hanya berkata dusta atas nama Allah semata.
بَلٰى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْۤئَتُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghui neraka, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Hukum Allah tetap, bahwa pelaku dosa-dosa yang menyeretnya kepada kekufuran, dosa-dosanya melingkupinya dari segala arah. Hal ini hanya terjadi pada orang yang mempersekutukan Allah. Mereka adalah orang-orang musyrikin lagi kafir, yang akan menjadi penghuni Neraka Jahanam untuk selama-lamnya, tidak akan pernah terputus darinya.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Hukum Allah juga berlaku untuk sebaliknya, bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dengan ikhlas, melakukan amal shalih yang sesuai dengan syariat Allah yang Dia wahyukan kepada Rasul-rasul-Nya, mereka ini di akhirat adalah para penghuni surga untuk selama-lamnya, tidak akan pernah terputus baginya.
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):"Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Bani Israil saat kami mengambil perjanjian yang tegas atas kalian, agar kalian menyembah Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, berbuat baik kepada kedua orang tua, para kerabat, anak-anak yang ditinggal mati bapak mereka sebelum mereka mencapai usia baligh, orang-orang yang membutuhkan yang tidak mempunyai apa yang bisa menutup hajat kebutuhan mereka, agar kalian berkata dengan perkataan paling baik kepada manusia, ditambah dengan mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Namun kalian justru berpaling dan membatalkan perjanjian tersebut, kecuali sedikit orang dari kalian, dan kalian tetap bersikukuh menolah dan berpaling.
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُوْنَ دِمَاۤءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْۖ ثُمَّ اَقْرَرْتُمْ وَاَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): Kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhi) sedang kamu mempersaksikannya.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Bani Israil saat Kami mengambil perjanjiaan yang tegas atas kalian di dalam Taurat agar sebagian dari kalian tidak menumpahkan darah sebagian yang lain, dan sebagian dari kalian tidak mengusir sebagian yang lain dari tanah tumpah darahnya. Kalian mengakui hal itu dan kalian bersaksi atas kebenarannya.
ثُمَّ اَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ تَقْتُلُوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُوْنَ فَرِيْقًا مِّنْكُمْ مِّنْ دِيَارِهِمْۖ تَظٰهَرُوْنَ عَلَيْهِمْ بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۗ وَاِنْ يَّأْتُوْكُمْ اُسٰرٰى تُفٰدُوْهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ اِخْرَاجُهُمْۗ اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍۚ فَمَا جَزَاۤءُ مَنْ يَّفْعَلُ ذٰلِكَ مِنْكُمْ اِلَّا خِزْيٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّوْنَ اِلٰٓى اَشَدِّ الْعَذَابِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu-membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian kalian wahai Bani Israil melanggarnya, sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain, sebagiian dari kalian mengusir sebagian yang lain dari tanah kelahirannya, sebagian dari kalian bersengkongkol dengan sebagian yang lain untuk melakukan pelanggaran terhadap sebagian yang lain. Bila datang kepada kalian para tawanan di tangan musuh, maka kalian akan berusaha untuk membebaskan mereka dari tawanan melalui tebusan, padahal mengusir mereka dari tanah tanah kelahiran mereka adalah haram atas kalian. Betapa buruk apa yang kalian kerjakan saat kalian beriman kepada sebagian hukkum Taurat dan kafir kepada sebagian hukumnya yang lain! Maka siapa yang melakukan hal tersebut di antara kalian, tidak mendapatkan balasan kecuali kehinaan dan kerendahan di dunia. Sementara di Hari Kiamat kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam siksa yang paling buruk di Neraka. Allah tidak lalai terhadap apa yang akan kalian lakukan.
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka adalah orang-orang yang mengedepankan kehidupan dunia atas akhirat, maka siksa tidak akan diringankan dari mereka, dan mereka tidak mempunyai penolong yang membantu mereka lepas dari adzab Allah.
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ بِالرُّسُلِۖ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰٓى اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْۚ فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mujizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa, dan Kami mengutus para rasul kepada Bani Israil setelahnya. Kami memberikan mukjizat-mukjizat yang jelas kepada Isa putra Maryam, dan Kami mendukungnya dengan Jibril. Apakah setiap kali kalian didatangi oleh seorang Rasul dari sisi Allah yang tidak sejalan dengan hawa nafsu kalian, kalian menyombongkan diri kepadanya, sebagian dari para rasul tersebut kalian bunuh dan sebagian yang lainnya kalian dustakan.
وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌۗ بَلْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلًا مَّا يُؤْمِنُوْنَ
Dan mereka berkata:"Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Bani Israil berkata kepada Nabiyullah dan utusan-Nya Muhammad SAW, Hati kami tertutup, ucapanmu tidak merasuk kedalamnya. Padahal perkaranya tidak seperti yang mereka katakan. Sebaliknya hati mereka dilaknat, dikunci rapat oleh Allah, mereka terusir dari rahmat Allah disebabkan karena pengingkaran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali dengan iman yang sangat sedikit yang tidak berguna bagi mereka.
وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْۙ وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهٖۖ فَلَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Dan setelah datang kepada mereka al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, lalu mereka ingkar kepadanya. Maka lanat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

Tafsir Al-Muyassar

Saat Al-Quran datang kepada mereka dari Allah dengan membenarkan Taurat yang ada di tangan mereka, mereka mengingkari kenabian Muhammad SAW, padahal sebelum Muhammad diutus mereka berharap akan mendapatkan kemenangan dengannya melaawan orang-orang musyrikin Arab. Mereka berkata, Telah dekat saat diutusnya Nabi akhir zaman, kami akan mengikutinya dan akan memerangi kalian bersamanya. Akan tetapi saat Rasul yang mereka ketahui sifat-sifatnya dan kejujurannya tersebut datang, mereka justru mendustakannya dan mengingkarinya. Maka laknat Allah atas siapa pun yang kafir kepada Nabiyullah dan utusan-Nya, Muhammad SAW dan kitab-kitab-Nya yang Dia wahyukan kepada-Nya.
بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ اَنْ يَّكْفُرُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بَغْيًا اَنْ يُّنَزِّلَ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖۚ فَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ عَلٰى غَضَبٍۗ وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang yang kafir siksaan yang menghinakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh buruk apa yang dipilih oleh Bani Israil untuk diri mereka, saat mereka menukar iman dengan kekufuran karena kezaliman dan hasad, hanya karena Allah SWT menurunkan karunia-Nya berupa Al-Quran kepada Nabiyullah dan utusan-Nya Muhammad SAW, Maka mereka memikul murka dari Allah disebabkan oleh pengingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad SAW setelah mereka juga mendapatkan murka-Nya disebabkan oleh penyelewengan mereka terhadap Taurat. Orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad SAW mendapatkan siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاۤءَهٗ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ اَنْۢبِيَاۤءَ اللّٰهِ مِنْ قَبْلُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka:"Berimanlah kepada al-Quran yang diturunkan Allah". Mereka berkata:"Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang al-Quran itu (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah:"Mengapa dahulu kamu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman".

Tafsir Al-Muyassar

Bila sebagian kau muslimin berkata kepada orang-orang Yahudi, Berimanah kepada Al-Quran yang diturunkan oleh Allah. Maka mereka akan menjawab. Kami hanya percaya apa yang Allah turunkan kepada nabi-nabi kami. Dan mereka mengingkari apa yang Allah turunkan setelah itu, padahal ia merupakan kebenaran yang membenarkan apa yang ada di tangan mereka. Seandainya mereka benar-benar beriman kepada Allah, niscaya mereka akan beriman kepada Al-Quran yang membenarkannya. Katakan kepada mereka wahai rasul, Bila kalian beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepada kalian, mengapa kalian membunuh nabi-nabi Allah sebelumnya?
وَلَقَدْ جَاۤءَكُمْ مُّوْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَنْتُمْ ظٰلِمُوْنَ
Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mujizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh nabi kalian Musa telah datang kepada kalian dengan membawa mukjizat-mukjizaat yang nyata sebagai bukti atas kebenarannya, seperti angin topan, belalang, kutu, kodok dan lain-lainnya yang Allah sebutkan di dalam Al-Quran yang agung. Sekalipun demikian, kalian justru menjadikan anak sapi sebagai sesembahan setelah Musa pergi untuk bermunajat kepada Rabbnya, kalian telah melanggar batas-batas Allah.
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاسْمَعُوْاۗ قَالُوْا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاُشْرِبُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْۗ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهٖٓ اِيْمَانُكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman):"Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab:"Kami mendengarkan tapi tidak menaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah:"Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika kamu betul beriman (kepada Taurat)".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah saat Kami mengambil perjanjian yang tegas atas kalian agar kalian menerima apa yang dibawa oleh Musa, yaitu Taurat, lalu kalian melanggar perjanjian tersebut, maka Kami mengangkat gunung Thur di atas kepala kalian. Kami berfirman kepada kalian, Ambillah apa yang telah Kami berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh, dengarkanlah dan taatilah, bila tidak maka Kami akan menimpakan gunung ini kepada kalian. Lalu mereka menjawab. Kami mendengar firman-Mu dan mendurhakai perintah-Mu. Hal itu karena penyembahan kepada anak sapi telah merasuk ke dalam darah-daging kalian disebabkan sikap kalian yang senantiasa bersikukuh berjalan di atas kekufuran. Katakan kepada mereka wahai Rasul. Benar-benar buruk yang diperintahkan oleh imam kalian kepada kalian, yaitu kesesatan dan kekufuran, bila kalian memang benar-benar membenarkan apa yang diturunkan oleh Allah kepada kalian.
قُلْ اِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ عِنْدَ اللّٰهِ خَالِصَةً مِّنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Katakanlah:"Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai rasul kepada orang-orang yahudi yang mengklaim bahwa surga adalah hak khusus mereka saja, karena mereka mengaku wali-wali Allah bukan manusia yang lain dan bahwa mereka adalah anak-anak dan orang-orang terkasih-nya, Bila perkaranya memang demikian, maka beharapkan kematian untuk orang-orang yang berdusta dari kalian atau dari selain kalian, billa kalian atau dari selain kalian, bila kalian memang benar dalam apa yang kalian dakwaan tersebut.
وَلَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ
Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang aniaya.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka tidak akan melakukan hal tersebut selama-lamanya, karena mereka mengetahui kebenaran Rasulullah dan kebohongan serta kedustaan diri mereka. Ditambah dengan kekufuran dan kedurhakaan yang mereka lakukan yang menyebabkan mereka gagal meraih surga dan berhak atas neraka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim dari para hamba-Nya dan Dia akan membalas mereka atas nya.
وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۛ يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, seloba-loba manusia kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkan daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Ketahuilah wahai Rasul, bahwa orang-orang yahudi adalah orang-orang yang paling berambisi untuk hidup dalam keadaan apapun, sekalipun hidup dengan kehinaan dan kerendahan. Bahkan keinginan mereka untuk hidup mengalahkan keinginan orang-orang musyrikin. Seorang dari mereka berharap hidup seribu tahun. Bila umur yang panjang tersebut terwujud, ia tetap tidak menghindarkannya dari siksa Allah. Tidak sedikitpun dari apa yang mereka lakukan samar bagi Allah, da Dia akan membalas mereka dengan siksaan yang memang layak mereka dapatkan.
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Katakanlah:"Barang siapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan (al-Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (Muhammad), `Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur`an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.`
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa memusuhi Allah, malaikat-malaikat-Nya dan utusan-utusan-Nya dari kalangan malaikat dan manusia, khususnya dua malaikat: Jibril dan Mikail, karena orang-orang yahudi mengklaim bahwa musuh mereka adalah Jibril sedangkan Mikail adalah kawan mereka. Katakanlah kepada mereka bahwa siapa yang memusuhi salah seorang dari keduanya, berarti telah memusuhi yang lain sekaligus memusuhi Allah. Karena Allah adalah musuh bagi orang-orang yang mengingkari apa yang dia turunkan kepada Rasul-Nya Muhammad.
وَلَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍۚ وَمَا يَكْفُرُ بِهَآ اِلَّا الْفٰسِقُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami telah menurunkan kepadamu wahai Rasul ayat-ayat yang jelas lagi nyata yang menetapkan bahwa engkau adalah utusan dari Allah dengan benar dan jujur. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang menyimpang dari agama Allah.
اَوَكُلَّمَا عٰهَدُوْا عَهْدًا نَّبَذَهٗ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengangkat janji, segolongan mereka melemparkannya Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Betapa buruk keadaan Bani Israil saat mereka melanggar perjanjian. Setiap kali mereka menyepakati suatu perjanjian, sekelompok orang dari mereka langsung mencampakkan perjanjian tersebut dan melanggarnya. Engkau bisa melihat mereka menyetujui perjanjian hari ini dan membatalkannya esok hari, bahkan kebanyakan dari mereka tidak membenarkan apa yang dibawa oleh Nabiyullah dan utusan-Nya Muhammad.
وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَۙ كِتٰبَ اللّٰهِ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ كَاَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَۖ
Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).

Tafsir Al-Muyassar

Saat Muhammad datang kepada mereka dengan membawa Al-Quran yang sesuai dengan Taurat, sekelompok orang dari mereka membuang kitab Allah, mencampakkannya di balik punggung mereka. Keadaan mereka sama dengan orang-orang bodoh yang tidak mengetahui hakikatnya.
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍۗ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaiu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:"Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan ijin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi mengikuti apa yang dibisikkan oleh para setan kepada tukang sihir di zaman Sulaiman bin Dawud. Sulaiman tidak kufur dan tidak mempelajari sihir, sebaliknya para setanlah yang kafir kepada Allah manakala mereka mengajarkan sihir kepada manusia untuk merusak agama mereka. Orang-orang yahudi juga mengikuti sihir yang diturunkan kepada dua malaikat Harut dan Marut di bumi Babil di Irak sebagai cobaan dan ujian dari allah kepada hamba-hamba-Nya. Dua malaikat tersebut tidak mengajar siapapun kecuali keduanya menasihatinya dan memperingatkannya agar tidak mempelajari sihir. Keduanya berkata kepadanya, Janganlah kamu menjadi kafir dengan mempelajari sihir dan menaati setan. Lalu orang-orang belajar dari dua malaikat tersebut sihir yang memicu kebencian di antara suami istri sehingga keduanya berpisah. Para tukang sihir itu tidak mampu menimpakan mudharat kepada seseorang kecuali dengan izin dan ketetapan dari Allah. Para tukang sihir itu tidak mempelajari kecuali sesuatu yang buruk yang merugikan mereka dan tidak memberi manfaat bagi mereka. Sihir ini dinukil oleh setan-setan kepada orang-orang Yahudi, sampai ia menyebar dikalangan mereka sehingga mereka mengedepankannya di atas kitab Allah. Orang-orang Yahudi menggetahui bahwa siap yang memilih sihir dan meninggalkan kebenaran, maka dia tidak meraih bagian kebaikan di akhirat. Benar-benar buruk sihir dan kekufuran yang mereka dapatkan dengan menggadaikan iman dan mengikuti Rasulullah, seandainya mereka mempunyai ilmu dan membuahkan amal dengan apa yang mereka dinasihati dengannya.
وَلَوْ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ خَيْرٌۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertaqwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya orang-orang Yahudi itu beriman dan takut kepada Allah, niscaya mereka akan meyakini bahwa pahala Allah adalah lebih baik bagi mereka daripada sihir dan dari apa yang mereka usahakan. Seandainya mereka mengetahui pahala dan balasan yang akan mereka peroleh dari iman dan takwa secara hakiki, niscaya mereka akan beriman.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقُوْلُوْا رَاعِنَا وَقُوْلُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوْا وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (Muhammad):"Raaina", tetapi katakanlah:"Unzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang beriman, jangan mengucapkan kepada Rasul Muhammad Raina, yakni, berikanlah pendengaranmu, pahamilah kami dan jadikanlah kami paham.. Orang-orang Yahudi mengucapkannya kepada Nabi dengan memutar lidah mereka dengan maksud menghina beliau dan menisbatkannya kepada Ruunah (kebodohan). Sebagai gantinya, Ucapakanlah wahai orang-orang mukmin, Unzhurna . Yakni lihat dan perhatikanlah kami. Kata ini menunaikan makna yang sama dengan kata sebelumnya. Dan dengarkanlah apa yang dibacakan kepadamu dari kitab Rabb-mu serta pahamila. Bagi orang-orang yang ingkar disediakan adzab yang pedih.
مَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Rabb-mu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang-orang musyrikin tidak suka bila Allah menurunkan kebaikan sekecil apa pun kepadamu. Baik berupa Al-Quran maupun ilmu, pertolongan maupun kabar gembira. Padahal Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki dengan kenabian dan kerasulan. Dan Allah adalah pemilik kebaikan dan pemberian yang banyak dan luas.
مَا نَنْسَخْ مِنْ اٰيَةٍ اَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَآ اَوْ مِثْلِهَاۗ اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Apa saja ayat yang kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak ada ayat yang Kami ganti atau Kami hapus dari hati atau pikiran kecuali Kami mendatangkan yang lebih bermanfaat bagimu darinya, atau Kami mendatangkan yang semisal dengannya dari sisi taklif dan pahala. Dan masing-masing menyimpan hikmah. Apakah kamu tidak mengetahui wahai Nabi, kamu dan umatmu, bahwa Allah Mahakuasa dan tidak sesuatu pun yang melemahkannya?
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Nabi, apakah kamu tidak mengetahui, kamu dan kaummu, bahwa Allah adalah Maharaja yang berwenang untuk bertindak di langit dan di bumi? Dia melakukan apa yang Dia kehendaki, menetapkan hukum sesuai dengan apa yang Dia inginkan, memerintah hamba-hamba-Nya dan melarang mereka sebagaimana yang Dia kehendaki.dan kewajiban mereka adalah taat dan menerima. Hendaknya pendurhaka mengetahui bahwa tidak ada bagi siapapun penolong selain Allah yang akan menolong mereka, dan tidak ada pembantu yang menyelamatkan mereka dari siksa Allah.
اَمْ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَسْـَٔلُوْا رَسُوْلَكُمْ كَمَا سُىِٕلَ مُوْسٰى مِنْ قَبْلُۗ وَمَنْ يَّتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada zaman dahulu. Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan kalian wahai manusia menginginkan untuk meminta dari Rasul kalian Muhammad perkara-perkara dengan maksud menentang dan menyombongkan diri, sebagaimana hal itu telah diminta kepada Musa sebelumnya. Ketahuilah, bahwa siapa yang memilih kekufuran itu dan meninggalkan iman, maka dia telah keluar dari jalan Allah yang lurus kepada kesesatan dan keboodohan.
وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًاۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّۚ فَاعْفُوْا وَاصْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maaafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguh-Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Banyak dari kalangan ahli kkitab berharap bisa mengembalikan kalian dari iman kepada kekufuran seperti keadaan kalian sebelumnya yang menyembah berhala, disebabkan oleh kedengkian yang memenuhi jiwa mereka setelah mereka mengetahui secara jelas kebenaran Nabi Allah dan utusan-Nya Muhammad dalam apa yang dia bawa. Biarkanlah keburukan dan kesalahan yang mereka perbuat, maafkanlah kebodohan mereka sampai Allah menetapkan hukumnya atas mereka dengan memerangi mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu apapun yang melemahkan-Nya.
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang mukmin, sibukkanlah diri kalian dengan mendirikan shalat secara benar dan menunaikan zakat yang diwajibkan. Ketahuilah bahwa setiap kebaikan yang kalian kerjakan untuk diri kalian, kalian akan menemukan pahalanya di sisi Allah di akhirat. Sesungguhnya Allah Maha Melihat seluruh perbuatan kalian dan akan membalas kalian atasnya.
وَقَالُوْا لَنْ يَّدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلَّا مَنْ كَانَ هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰىۗ تِلْكَ اَمَانِيُّهُمْۗ قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata:"Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:"Tunjukkan kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi dan Nasrani sama-sama mengklaim bahwa surga adalah milik mereka secara khusus, selain mereka tidak akan masuk ke dalamnya. Ini adalah mimpi mereka yang usak. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, hadirkanlah dalil kalian atas keabsahan apa yang kalian klaim bila kalian adalah orang-orang yang benar.
بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
(Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir Al-Muyassar

Perkaranya tidak seperti yang mereka katakan bahwa surga hanya khusus bagi mereka semata bukan selain mereka. Akan tetapi surga akan dimasuki oleh orang-orang yang ikhlas kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya, dan dia mengikuti Rasul Muhammad dalam segala perkataan dan perbuatannya. Barang siapa melakukan itu, maka dia akan mendapatkan pahala amalnya di sisi Rabb-nya di akhirat, yaitu masuk surga. Mereka tidak takut terhadap perkara akhirat yang mereka hadapi, dan mereka juga tidak sedih atas bagian dunia yang tidak mereka dapatkan.
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَيْءٍۖ وَّقَالَتِ النَّصٰرٰى لَيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى شَيْءٍۙ وَّهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتٰبَۗ كَذٰلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْۚ فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Dan orang-orang Yahudi berkata:"Orang-orang Nasrani itu tidak punya suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata:"Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan", padahal mereka (sama-sama) membaca Al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengucapkan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi berkata, orang-orang Nasrani tidak berpegang kepada agama yang benar. Orang-orang Nasrani juga berkata yang sama terhadap orang-orang Yahudi, padahal mereka mambaca Taurat dan Injil yang berisi kewajiban beriman kepada seluruh Nabi-nabi. Demikian juga orang-orang yang tidak mengeahui dari kalangan orang-orang Musyrikin Arab dan selain mereka mengucapkan seperti apa yang mereka ucapkan. Yakni mereka berkata kepada setiap pemeluk agama, Engkau tidak di atas agama yang benar. Allah akan memutuskan perkara agama, dan Dia akan membalas masiing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ مَا كَانَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَآ اِلَّا خَاۤىِٕفِيْنَەۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Tafsir Al-Muyassar

Tiada yang lebih dzalim daripada orang-orang yang melarang berdzikir kepada Allah di masjid-masjid dalam bentuk mendirikan shalat, membaca al-Quran dan sebagainya. Dan mereka berusaha keras untuk merobohkannya, atau menutupnya, atau melarang orang-orang mukmin darinya. Orang-orang yang dzalim tersebut tidak patut diberi kesempatan untuk masuk masjid kecuali dalam keadaan ketakutan dan kecemasan terhadap hukuman yang layak ditimpakan kepada mereka. Dengan itu mereka mendapatkan kehinaan dan kerendahan di dunia, sedangkan di akhirat mereka mendapatkan siksa yang berat.
وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah dua arah: arah terbit matahari dan arah terbenam matahari, termasuk diantara keduanya. Dialah penguasa bumi seluruhnya. Ke arah manapun kalian menghadap dalam shalat dengan perintah dari Allahuntuk kalian, maka kalian melakukannya demi memncari wajah-Nya, kalian tidak keluar dari ketaatan dan kekuasaan-Nya. Sesungguhnya Allah adalah pemilik rahmat yang luas kepada hamba-hamba-Nya, Maha Mengetahui perbuatan mereka, tiada sesuatupun yang samar bagii-Nya.
وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۙ سُبْحٰنَهٗۗ بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلٌّ لَّهٗ قَانِتُوْنَ
Mereka (orang-orang kafir) berkata:"Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikinberkata, Allah mengangkat anak untuk diri-Nya. Allah Subhanahu menyucikan diri-Nya dari perkataan batil ini. Karena semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya dan hamba-Nya. Mereka semuanya tunduk kepada-Nya dan patuh di bawah kekuasaan-Nya.
بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:"Jadilah". Lalu jadilah ia.

Tafsir Al-Muyassar

Allah adalah pencipta langit dan bumitanpa misal sebelumnya.bila dia mentakdirkan sesuatu dan menghendaki kejadiannya, maka cukup bagi-Nya untuk berkata, Jadilah, maka ia pun jadi.
وَقَالَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللّٰهُ اَوْ تَأْتِيْنَآ اٰيَةٌۗ كَذٰلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّثْلَ قَوْلِهِمْۗ تَشَابَهَتْ قُلُوْبُهُمْۗ قَدْ بَيَّنَّا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata:"Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami". Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang ahli kitab yang bodoh dan selain mereka berkata kepada Nabiyullah dan utusan-Nya Muhammad sebagai ungkapan pengingkaran, Mengapa Allah tidak berbicara kepada kami secara langsung sehingga Dia mengatakan kepada kami bahwa kamu adalah utusan-Nya, atau kamu mendatangkan mukjizat dari Allah yang menunjukkan kebenaranmu. Perkataan seperti ini telah dikatakan oleh umat-umat sebelumnya kepada pararasul mereka sebagai kesombongan dan pengingkaran. Hal itu karena adanya kemiripan hati orang-orang terdahulu dengan hati orang-orang yang datang setelahya dalam kekufuran dan kesesatan. Kami telah menjelaskan ayat-ayat bagi orang-orang yang membenarkan dengan kuat, karena mereka adalah orang-orang yang berimankepada Allah, mengikuti syariat-Nya untuk mereka.
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۙ وَّلَا تُسْـَٔلُ عَنْ اَصْحٰبِ الْجَحِيْمِ
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami mengutusmu wahai Rasul dengan membawa agama yang haq yang didukung dengan hujjah-hujjah dan mukjizat-mukjizat. Maka sampaikanlah kepada manusia disertai dengan penyampaian berita gembira kepada orang-orag beriman bahwa mereka akan mendapatkan dua kebaikan: kabaikan dunia dan kebaikan akhirat. Dan peringatkanlah orang-orang yang ingkar terhadap siksa Allah yang telah menanti mereka. Kamu tidak lagi bertanggung jawab setelah kamu menyampaikan tentang kekufuran siapa yang kafir dari mereka kepadamu, karena di hari kiamat kelak mereka akan masuk ke dalam api neraka dan tidak keluar darinya.
وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰىۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu wahai Rasl kecuali bila kamu meninggalkan agamamu dan mengikuti agama mereka. Katakanlah kepada mereka, Sesungguhnya agama islam adalah agama yang shahih. Bila kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah kedatangan wahyu-Ku kepadamu, niscaya kamu tidak akan mempunyai pembela di sisi Allah yang bisa memberimu manfaat, dan tidak memiliki penolong yang bisa membentumu. Sekalipun ayat ini ditunjukkan kepada Nabi secara khusus, namun ia berlaku untuk beliau dan untuk umatnya juga.
اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Orang-orang yang telah kami beri Al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tafsir Al-Muyassar

(yaitu) orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri kkitab, yang membacanya secara sahih, mengikutinya dengan sebaik-baiknya dan mereka beriman kepada kawajiban beriman kepada Rasul Allah yang tercantum di dalamnya. Dan diantara para Rasul adalah tersebut rasul penutup, Nabi dan Rasul kita Muhammad. Mereka tidak menyelewengkan dan tidak merubah apa Mereka tidak menyelewengkan dan tidak merubah apa yang tercantum di dalamnya. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad dan kepada apa yang diturunkan kepadanya. Lain halnya dengan orang-orang yang merubah sebagian isi kitab dan menyembunyikan sebagian yang lainnya, mereka ini adalah orang-orang yang kafir kepada Nabiyullah Muhammad dan kepada apa yang diturunkan kepadanya. Barang siapa kafir kepadanya, maka dia adalah orang-orang yang paling merugi di sisi Allah.
يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai anak keturunan Yaqub, ingatlah nikmat-nikmatKu yang berjumlah banyak kepada kalian, bahwa aku telah melebihkan kalian di atas manusia di zaman kalian dengan banyaknya nabi-nabi kalian dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka.
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـئًا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

Tafsir Al-Muyassar

Takutlah kalian kepada keadaan hari pembalasan yang menakutkan. Saat itu tiada jiwa yang dapat memberikan manfaat kepada jiwa yang lain, tidak diterima tebusan darinya untuk membebaskannya dari siksa Allah, perantara juga tidak berarti apapun dan tidak seorangpun yang menolongnya.
وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًاۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِـيْۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ
Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman:"Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata:"(Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman:"Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah, wahai nabi saat Allah Taala menguji Ibrahim dengan beban-beban taklif yang Dia syariatkan, maka Ibrahim menunaikannya dan melaksanakannya dengan sangat baik. Allah berfirman kepadanya, Sesungguhnya Aku menjadikanmusebagai teladan bagi menusia. Maka Ibrahim berkata, Robbi, angkatlah sebagian anak keturunanku sebagai imam dengan karuniaMu. Maka Allah menjawab bahwa orang-orang zhalim tidak akan meraih derajat imamah dalam agama.
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail:"Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku, dan yang sujud.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Nabi, ketika Kami menjadikan kabah sebagai tempat kembali bagi manusia,, mereka mendatangi kemudian pulang ke negeri mereka, kemudian mereka kembali lagi kepadanya. Kami menjadikannya sebagai tempat berkumpul dalam haji, umrah, thawaf, shalat dan sebagai tempat yang aman bagi mereka. Tiada musuh yang menyerang mereka di dalamnya. Dan Kami berfirman,Jadikanlah maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, yaitu batu dimana Ibrahim berpijak di atasnya saat ia membangun Kabah. Kami mewahyukan kapada Ibrahim dan anaknya Ismail agar menyucikan rumah Kami dari segala kotoran dan najis untk orang-orang yang beribadat di dalamnya dengan thawaf di sekitar kabah atau itikaf di masjid dan shalat di dalamnya.
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa:"Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman:"Dan kepada orang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Nabi saat Ibrahim berdoa kepada Allah,Rabbi, jadikanlah makkah sebagai negeri yang aman dari ketakutan, limpahkanlah rizki kepada penduduknya dari berbagai macam buah-buahan, khususkanlah rizki ini hanya untuk oorang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Allah berfirman, Siapa yang kafir dari mereka, maka Aku hanya akan memberinya rizki di dunia dan aku akan memberinya kenikmatan yang sedikit. Kemudian Aku akan mencampakkannya ke dalam api neraka. Sungguh ia adalah seburuk-buruk tempat kembali dan tempat tinggal.
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّاۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa):"Ya Rabb kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah -wahai Nabi- saat Ibrahim dan Ismail mengangkat pondasi-pondasi Kabah, saat itu keduanya berdoa kepada Allah dengan penuh kekhusyuan, Rabb kami, terimalah dari kami amal shalih kami dan doa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar kata-kata para hamba-Mu, Maha mengetahui keadaan mereka.
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rabb kami, jadikanlah kami berdua sebadai dua orang yang teguh di atas islam, tunduk kepada hukum-hukumMu. Jadikanlah anak keturunan kami sebagai umat yang tunduk kepada-Mu dengan beriman kepada-Mu, dan tunjukkanlah kami tatanan-tatanan ibadah kami kepda-Mu. Maafkanlah kesalahan-kesalahan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dari hamba—hamba-Mu, pemilik rahmat yang luas bagi mereka.
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (al-Quran) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rabb kami, utuslah dari umat ini seorang Rasul dari anak keturunan Ismail, yang membecakan ayat-ayat-Mu kepada mereka, mengajarkan Al-Quran dan hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka dari syirik dan akhlak-akhlak yang buruk. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa dimana tidak ada seorangpun yang mempu menolak di hadapan-Mu, Maha Bijaksana yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.
وَمَنْ يَّرْغَبُ عَنْ مِّلَّةِ اِبْرٰهٖمَ اِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهٗۗ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنٰهُ فِى الدُّنْيَاۚ وَاِنَّهٗ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang salih.

Tafsir Al-Muyassar

Tiada seorangpun berpaling dari agama Ibrahim yaitu Islam, kecuali orang bodoh lagi dungu. Sungguh Kami telah mengangkat Ibrahim di dunia ini sebagai Nabi dan Rasul. Sesungguhnya di akhirat Ibrahim termasuk orang-orang shaleh yang meraih derajat yang tinggi.
اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Ketika Rabb-nya berfirman kepadanya:"Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab:"Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam".

Tafsir Al-Muyassar

Sebab pemilihan ini adalah bersegeranya ia dalam menyerahkan dirinya kepada Allah tanpa keraguan sedikitpun saat Rabb-nya berfirman kepadanya, ikhlaskanlah dirimu kepada Allah dengan penuh ketundukan kepada-Nya. Maka Ibrahim meresponnya dengan cepat, Aku telah menyerahkan diriku kepada Rabb alam semesta dengan penuh keikhlasan, pengesaan, kecintaan dan pengagungan.
وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُۗ يٰبَنِـيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَۗ
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata):"Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

Tafsir Al-Muyassar

Ibrahim dan Yaqub mendorong anak-anak mereka agar berpegang teguh kepada islam dengan berkata, Wahai anak-amak kami, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, yaitu agama islam, maka janganlah kalian meninggalkannya selama kalian masih hidup, jangan sampai kematian mendatangi kalian kecuali kalian berada di atasnya.
اَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاۤءَ اِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُۙ اِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْۢ بَعْدِيْۗ قَالُوْا نَعْبُدُ اِلٰهَكَ وَاِلٰهَ اٰبَاۤىِٕكَ اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ
Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya:"Apa yang kamu sembah sepeninggalku". Mereka menjawab:"Kami akan menyembah Rabb-mu dan Rabb nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Rabb Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya".

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kalian wahai orang-orang Yahudi hadir saat kematian mendatangi Yaqub, saat itu dia mengumpulkan anak-anaknya dan bertanya kepada mereka, Apa yang kalian sembah setelah kematinku? Mereka menjawab, Kami menyembah Rabb-mu dan Rabb leluhurmu: Ibrahim, Ismail dan Ishaq, Rabb yang Esa. Dan kami tunduk dan patuh kepada-Nya.
تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Itu adalah umat dari orang-orang terdahulu yang telah lewat, bagi mereka amal perbuatan mereka dan bagi kalian amal perbuatan kalian. Kalian tidak ditanya tentang amal perbuatan mereka dan mereka juga tidak diitanya tentang amal perbuatan kalian. Masing-masing akan dibalas sesuai amal perbuatannya. Seseorang tidak disiksa karena perbuatan dosa orang lain, dan seseorang hanya mendapatkan kemanfaatan dari iman dan takwanya.
وَقَالُوْا كُوْنُوْا هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى تَهْتَدُوْاۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ اِبْرٰهٖمَ حَنِيْفًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Dan mereka berkata:"Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". katakanlah:"Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yahudi berkata kepada umat Muhammad, Masuklah kalian ke dalam agama Yahudi niscaya kalian akan mendapatkan hidayah. Orang-orang Nasrani juga berkata yang sama kepada mereka. Jawablah mereka wahai Rasul, Tidak, karena hidayah adalah hendaknya kita semua mengikuti agama Ibrahim, yang menjauhi semua agama yang batil kepada agama yang benar, dan Ibrahim bukan termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah.
قُوْلُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَعِيْسٰى وَمَآ اُوْتِيَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْۚ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْۖ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (hai orang-orang mumin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

Tafsir Al-Muyassar

Ucaplah wahai orang-orang mukmin kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, Kami beriman kepada Allah yang Maha Esa yang berhak untuk disembah. Kami juga beriman kepada Al-Quran yang Allah turunkan kepada kami sebagai wahyu melalui Nabi dan Rasul-Nya Muhammad. Kami juga beriman kepada suhuf-suhuf yang Allah turunkan kepada Ibrahim dan kedua anaknya: Ismail dan Ishaq, kepada Yaqub dan Asbath (mereka adalah para Nabi dari anak keturunan Yaqub yang berasal dari kabilah-kabilah Bani Israil yang berjumlah dua belas). Kami juga beriman kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, yaitu Taurat dan Injil. Kami juga beriman kepada apa yang diberikan kepada para Nabi seluruhnya berupa wahyu dari Rabb mereka, kami tidak membedakan diantara mereka dalam perkara iman, dan kami tunduk kepada Allah dengan menaati-Nya dan beribadah kepada-Nya.
فَاِنْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَآ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْاۚ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍۚ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللّٰهُۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُۗ
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang kafir dari kalangan orang-orang Yahudi, Nasrani dan selain mereka beriman pula kepada apa yang kalian imani dan beriman pula kepada apa yang dibawa oleh Rasul maka telah mendapat hidayah kepada kebenaran. Namun bila mereka berpaling maka mereka terjatuh kedalam khilaf (perselisihan) yang keras, maka Allah akan mencukupkanmu wahai Rasul dari keburukan mereka dan menolongmu atas mereka. Dia maha mendengan perkataanmu dan Maha Mengetahui keadaanmu.
صِبْغَةَ اللّٰهِۚ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةًۖ وَّنَحْنُ لَهٗ عٰبِدُوْنَ
Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nyalah kami menyembah.

Tafsir Al-Muyassar

Berpeganglah kepada agama Allah di mana Dia telah memfitrahkan kalian diatasnya, tiada yang lebih baik daripada fitrah Allah di mana Dia telah menfiitrahkan manusia di atasnya. Maka peganglah ia dan katakanlah, Kami tunduk dan patuh kepada Rabb kami dengan mengikuti agama Ibrahim,
قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا فِى اللّٰهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْۚ وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُخْلِصُوْنَۙ
Katakanlah:"Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Rabb Kami dan Rabb Kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya mengikhlaskan hati,

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai Rasul kepada ahli kitab, Apakah kalian mendebat kami tentang tauhid Allah dan keikhlasan kepada-Nya, padahal Dia adalah Rabb semesta alam seluruhnya, bikan monopoli suatu kaum dari kaum yang lain? Bagi kami amal perbuatan kami dan bagi kalian amal perbuatan kalian. Kami mengikhlaskan ibadah dan ketaatan kepada Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan kami tidak menyembah selain-Nya.
اَمْ تَقُوْلُوْنَ اِنَّ اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطَ كَانُوْا هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰىۗ قُلْ ءَاَنْتُمْ اَعْلَمُ اَمِ اللّٰهُۗ وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهٗ مِنَ اللّٰهِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani Katakanlah:"Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya". Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sebaliknya kalian justru malah mendebat tentang Allah, kalian serkata, Sesungguhnya Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan Asbath (Mereka adalah para nabi dari anak cucu Yaqub dan kabilah Bni Israil yang berjumlah dua belas), di atas agama Yahudi dan Nasrani ? ini adalah dusta. Mereka diutus dan telah wafat sebelum diturunkannya Taurat dan Injil, katakanlah kepada mereka wahai Rasul, Siapa yang lebih mengetahui agama mereka, kalian ataukah Allah?. Allah telah mengabarkan di dalam Al Quran bahwa mereka adalah orang-orang yang muslimlagi hanif. Tiada yang lebih zalimdari kalian saat kalian menyembunyikan kesaksian yang terbukti di tangan kalian dari Allah, dan kalian mengklaim sebaliknya sebagai kedustaan atas nama Allah. Allah tidak lalai terhadap amal perbuatan kalian sekecil apapun, sebaliknya Dia mencatat dan akan membalas kalian sesuai dengannya.
تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـئَلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْن
Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka adalah umat dari kalangan orang-orang yang mendahuluimu dan mereka telah berlalu. Bagi mereka amal perbuatan mereka dan bagi kalian amal perbuatan kalian, kalian tidak ditanya tentang amal perbuatan mereka dan mereka juga tidak ditanya tentang amal perbuatan kalian. Ayat ini memangkas segala ketergantungan kepada makhluk dan bahwa nasab kepada seseorang tidak bermanfaat, karena pertimbangan bakunya adalah iman kepada Allah dan beribadah hanya kepada Nya serta mengikuti Rasul-rasul-Nya. Dan bahwa barang siapa yang kafir kepada seorang Rasul dari mereka, maka dia telah kafir kepada seluruh Rasul.
سَيَقُوْلُ السُّفَهَاۤءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلّٰىهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِيْ كَانُوْا عَلَيْهَاۗ قُلْ لِّلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُۗ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata :"Apakah yang memalingkan mereka (ummat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?". Katakanlah :"Kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang bodoh dan orang-orang yang lemah akal dari kalangan orang-orang Yahudi dan lainnya berkata menghina dan menentang, Apa yang memalingkan orang-orang islam itu dari kiblat di mana selama ini mereka shalat menghadap ke sana di awal islam? Maksudnya adalah Baitul Maqdis. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, Barat dan timur serta apa yang ada di antara keduanya adalah milik Allah. Tidak ada satu arahpun yang keluar dari kekuasaan Allah, Dia membimbing siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus. Ini mengandung petunjuk bahwa segala urusan adalah milik Allah dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya, ke mana pun Dia memalingkan kami , ke sanalah kami berpaling.
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi beberapa orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Kami telah membimbing kalian wahai kaum muslimin ke jalan yang benar dalam agama, maka Kami menjadikan sebagai umat terbaik dan terpilih, agar di akhirat kelak kalian menjadi saksi bagi manusia seluruhnya bahwa para Rasul mereka telah menyampaikan risalah Rabb mereka. Demikian pula Rasulullah akan menjadi saksi atas kalian bahwa dia telah menyapaikan risalah Rabbnya. Kami tidak menjadikan wahai Rasul kiblat baitul maqdis di mana selama ini kamu menghadap ke sana, kemudian Kami memalingkanmu ke kabah di Makkah, kecuali untuk menampakkan apa yang telah Kami ketahui di azal berupa ilmu yang berkaitan dengan pahala dan hukuman. Agar Kami membedakan antara oorang-orang yang mengikutimu, menaatimu dan menghadap ke manapun kamu menghadap dengan orang-orang yang lemah imannya, sehingga dia berbalik menjadi murtad dari agama karena keragu-raguan dan kemunafikannya. Sesungguhnya keadaan ini, yaitu perubahan seorang muslim dalam shalatnya dari baiitul maqdis ke kabah adalah perkara yang berat dan sulit, kecuali atas orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan dikaruniai iman dan takwa oleh-Nya. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu kepada-Nya, ittibamu kepada Rasul-Nya dan shalatmu ke kiblat yang lama. Sesungguhnya Allah merahmati manusia dengan rahmat yang luas di dunia dan di akhirat.
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya kami melihat pandangan wajahmu (wahai Rasul) ke langit berkali-kali karena menunggu turunnya wahyu kepadamu terkait dengan perkara kiblat. Sungguh kami benar-benar akan memalingkanmu dari Baitul Maqdis kepada kiblat yang kamu cintai dan kamu ridhai, yaitu arah masjidil haram di Makkah. Maka hadapkanlah wajahmu kepadanya. Dan dimanapun kalian wahai kaum muslimin berada dan kalian hendak mendirikan shalat, maka haadpkanlah wajah kalian ke arah Masjidil Haram. Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri ilmutentang kitab benar-benar telah mengetahui bahwa perubahanmu ke kabah adalah kebenaran yang pasti dalam kitab-kitab mereka. Allah tidak melalaikan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang menentang lagi menanamkan keragu-raguan tersebut, dan Dia akan membalas mereka atas itu.
وَلَىِٕنْ اَتَيْتَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ بِكُلِّ اٰيَةٍ مَّا تَبِعُوْا قِبْلَتَكَۚ وَمَآ اَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ اِنَّكَ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَۘ
Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun tidak mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kamu, wahai Rasul, datang kepada orang-orang yang telah diberi Taurat dan Injil dengan segala macam hujjah dan bukti yang menetapkan bahwa menghadap ke Kabah yang kamu lakukan di dalam shalat merupakan kebenaran dari sisi Allah, niscaya mereka tetap tidak akan mengikutimu, karena mereka adalah orang-orang yang menentang dan menyombongkan diri. Dan kamu juga tidak patut mngikuti kiblat mereka lagi, sebagian dari mereka juga tidak mengikuti kiblat sebagian yang lain. Bila kamu mengikuti hawa nafsu mereka terkait dalam urusan kiblat ini dan lainnya setelah kamu mempunyai ilmu bahwa kamu di atas kebathilan, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang dzalim terhadap diri mereka sendiri. Ini adalah pembicaraan kepada seluruh umat, ia adalah ancaman dan peringatan keras bagi siapa yang mengikuti hawa nafsu orang-orang yang menyimpang dari syariat islam.
اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْۗ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Orang—orang yang telah Kami beri Taurat dan Injil dari kalangan para ulama Yahudi dan rahib Nasrani mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah melalui ciri-cirinya yang tercantum di dalam kitab mereka, seperti pengetahuan mereka terhadap anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sekelompok orang dari mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui kejujuran-Nya dan kepastian sifat-sifatnya.
اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

Tafsir Al-Muyassar

Yang diturunkan kepadamu itu wahai Nabi adalah kebenaran dari Rabbmu, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang meragukannya. Sekalipun pembicaraan dalam ayat ini mengarah kepada Rasulullah namun ia juga berlaku untuk umat beliau.
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Masing-masing umat mempunyai kiblat di mana mereka menghadap kepadanya di dalam shalat. Maka kalian wahai orang-orang mukmin, berlomba-lombalah kalian melakukan amal-amal kebaikan yang Allah syariatkan di dalam agama islam. Dia akan mengumpulkan kalian semua nya di Hari Kiamat dari tempat mana pun kalian berasal, karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segaal sesuatu.
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram; Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang haq dari Rabb-mu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah atas apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Ke mana pun kamu wahai Nabi berangkat sebagai musafir dan kamu hendak menegakkkan shalat, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Menghadapmu ke sana merupakan kebenaran dari Rabb mu yang pasti. Dan Allah tidak melalaikan apa yang kalian lakukan dan akan membalas kalian karenanya.
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۙ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ
Dan dari mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak hujjah manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar

Dimana pun posisimu wahai Nabi, hadapkanlah ke Masjidil Haram. Di mana pun kalian wahai kaum muslimin, di belahan bumi mana pun, hadapkanlah wajah kalian ke arah Masjidil Haram. Agar orang-orang yang menyelisihi tak memppunai hujjah atas mu melalui bantahan dan perdebatan setelah kalian menghadapkan wajah kalian ke Masjidil Haram. Kecuali orang-orang zhalim dan orang-orang yang menentang dari mereka akan terus berada di atas perdebatan mereka. Maka jangan takut kepada mereka, tetapi takutlah kalian kepada-Ku semata dengan menjalankan perintah-perintahKu dan menjauhi larangan-Ku. Dan agar Aku menyempurnakan nikmat-Ku atas kalian dengan memilih syariat yang paling sempurna untuk kalian, dan semoga dengan itu kalian terbimbing kepada kebenaran.
كَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلًا مِّنْكُمْ يَتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِنَا وَيُزَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَۗ
Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Kami telah memberikan nikmat kepada kalian berupa perubahan kiblat ke Kabah, Kami juga mengutus seoorang Rasul dari kalangan kalian sendiri, di mana dia membacakan ayat-ayat Allah yang menjelaskan kebenaran dan kebathilan kepada kalian, menyucikan kalian dari kotoran syirik dan akhlak yang buruk, mengajarkan Al-Quran dan sunnah serta hukum-hukum syariat kepada kalian dan mengajarkan berita-berita para Nabi kepada kalian serta kisah-kisah para umat sebelumnya yang, tadinya kalian belum mengetahuinya.
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Tafsir Al-Muyassar

Allah memerintahkan orang-orang mukmin agar berdzikir kepadanya dan menjanjikan pahala terbaik atasnya. Yaitu pujian di sisi malaikat kepada siapa yang mengingat-Nya. Wahai orang-orang mukmin, berikanlah rasa syukur kalian hanya kepada-Ku, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan, dan jangan memungkiri nikmat—nikmat-Ku kepada kalian.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang mukmin, mintalah bentuan kepada Allah dalam segala urusan kalian dengan bersabar atas segala musibah dan cobaan, bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan dan dosa-dosa, dan bersabar dalam menjalankan ketaatan-ketaatan dan kebaikan-kabaikan. Dan bersabarlah dalam menjalankan shalat di mana jiwa menjadi tenang dengannya, serta mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar melalui pertolongan, taufik dan bimbingan-Nya. Ayat ini menetapkan maiyah Allah (kebersamaan) yang khusus bagi orang-orang mukmin yang menuntut apa yang telah disebutkan. Adapun maiyah umum yang berarti ilmu dan pengetahuan Allah yang meliputi, maka ia berlaku untuk seluruh makhluk-Nya.
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan berkata wahai orang-orang mukmin kepada orang-orang yang terbunuh sebagai mujahid di jalan Allah bahwa mereka adalah orang-orang yang mati. Karena sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang hidup dengan kehidupan yang khusus bagi mereka di dalam kubur mereka. Bagaimananya hanya diketahui oleh Allah, kalian tidak merasakannya. Ini merupakan penetapan adanya nikmat kubur.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

Tafsir Al-Muyassar

Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, menipisna harta baik karena sulitnya mendapatkan atau hilangnya ia. Dan ujian pada jiwa berupa kematian atau syahadah di jalan Allah, menipisnya buah-buahan seperti kurma, anggur dan biji-bijian lainnya. Minimnya hasil semua itu atau kerusakannya. Sampaikan berita gembira wahai Nabi karena orang-orang yang sabar dalam menghadapi hal itu dan hal-hal yang sepertinya dengan sesuatu yang membahagiakan hati mereka berupa akibat baik di dunia dan di akhirat.
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun".

Tafsir Al-Muyassar

Di antara sifat orang-orang yang sabar tersebut adalah bahwa bila mereka ditimpa musibah yang tidak mereka harapkan, mereka berkata, sesungguhnya kami hanyalah hamba milik Allah, kami diatur oleh-Nya melalui perintah dan aturan-Nya, Dia melakukan terhadap kami sebagaimana yang Dia kehendaki. Sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya dengan kematian, kemudian Dia membangkitkan untuk menghisab dan membalas.
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang sabar tersebut mendapatkan sanjungan dari tuhan mereka, rahmat yang besar dari-Nya. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkkan bimbingan ke jalan yang lurus.
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَاۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ
Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai di antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Shafa dan Marwah, dua bukit kecil di dekat Kabah dari arah timur, termasuk syiar-syiar agama Allah yang nampak di mana hamba-hamba Allah beribadah kepada-Nya melalui sai di antara keduanya. Siapa yang mendatangi Kabah untuk menunaikan haji atau umrah, maka tiada dosa atasnya dan tidak masalah baginya untuk melakukan sai di antara keduanya, bahkan lebih dari itu ia wajib atasnya. Barangsiapa melakukan ketaatan-ketaatan dengan suka rela dari dalam jiwanya, ikhlas karena Allah semata, maka sesungguhnya Allah akan berterima kasiih kepadanya dengan membalasnya atas yang sedikit atau pun yang banyak. Dia Maha Mengetahui amal-amal perbuatan para hamba-Nya, sehingga Dia tidak menyia-nyiakan dan tidak menzhalimi siapa pun walau hanya seberat semut hitam.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَلْعَنُهُمُ اللّٰهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُوْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang menyebunyikan apa yang Kami turunkan, beruppa ayat-ayat yang jelas yang menetapkan kenabian Muhammad dan apa yang dibawanya, mereka adalah para ulama Yahudi dan Nasrani serta selain mereka dari orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah setelah sebelumnya Kami menjelaskannya kepada manusia di dalam kitab Taurat dan Injil. Mereka adalah orang-orang yang Allah usir dari rahmat-Nya, seluruh makhluk-Nya mendoakan dengan laknat atas mereka.
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولٰۤىِٕكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْۚ وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Kecuali orang-orang yang kembali bertaubat kepada Allah dari kesalahan-kesalahan mereka, memperbaiki apa yang mereka rusak, menjelaskan apa yang mereka sembunyikan, Aku menerima taubat mereka dan mengampuni mereka. Sesungguhnya Aku Maha Menerima taubat hamba-hamba-Ku yang bertaubat kepada-Ku dan menyayangi mereka. Karena Akulah yang membimbing mereka untuk bertaubat dan menerimanya dari mereka.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapati laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang memungkiri iman dan menyembunyikan kebenaran, bersikukuh di atas itu sampai mati. Mereka mendapatkan laknat dari Allah dengan pengusiran dari rahmat-Nya, dan mereka juga meraih laknat dari para malaikat dan seluruh manusia.
خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۚ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka kekal dalam laknat dan api Neraka, siksa tidak diringankan dari mereka, mereka juga tidak diberi tangguh dengan alasan yang mereka sodorkan.
وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Dan Ilah kamu adalah Ilah Yang Maha Esa; Tidak ada Ilah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Tuhan kalian wahai manusia adalah Tuhan yang Maha Esa, Tunggal dalam dzat-Nya, nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya, serta penghambaan makhluk-Nya kepada-Nya, tidak ada sesembahan yang haq selain-Nya. Dialah ar-Rahman, yang disifati dengan rahmat pada dzat dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada seluruh makhluk dan ar-Rahim kepada orang-orang mukmin.
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya pada penciptaan langit dengan ketinggian dan keluasannya, bumi dengan gunung-gunung, lembah-lembah dan lautan-lautannya, perbedaan malam dan siang, panjang dan pendeknya, gelap dan terangnya, dan pergantiannya di mana yang satu hadir menggantikan yang lain, perahu-perahu yang berjalan diatas air yang membawa manfaat bagi manusia, air hujan yang Allah turunkan dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi sehingga ia menjadi hijau dan indah setelah sebelumnya kering dan gersang tanpa tanaman, hewan-hewan yang melata di muka bumi yang Allah sebarkan, bertiupnya angin yang Dia karuniakan kepada kalian, awan yang tunduk di antara langit dan bumi, sesungguhnya pada semua bukti-bukti diatas terdapat tanda-tanda bagi keesaan Allah dan keagungan nikmat-Nya bagi kaum yang memahami titik-titik dalil, mengerti bukti-bukti-Nya atas keesaan-Nya dan bahwa hanya Dia yang berhak disembah.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِۙ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًاۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).

Tafsir Al-Muyassar

Di samping bukti-bukti yang pasti di atas, masih ada sekelompok orang yang mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah berupa berhala-berhala, patung-patung dan para wali yang mereka jadikan tandingan bagi Allah, memberikan kecintaan, pengagungan dan ketaatan yang hanya layak dan patut diberikan kepada Allah. Sementara orang-orang mukmin lebih besar cintanya kepada Allah daripada cinta orang-orang kafir kepada Allah dan kepada tuhan-tuhan mereka. Karena orang-orang mukmin memurnikan kecintaan seluruhnya kepada Allah, sedangkan orang-orang kafir berbuat syirik padanya. Seandainya orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan didunia mengetahui, saat mereka menyaksikan siksa di akhirat, bahwa Allah adalah pemilik tunggal seluruh kekuatan dan bahwa siksa Allah sangat keras, niscaya mereka tidak akan pernah mengangkat tuhan-tuhan selain-Nya yang mereka sembah, dan dengannya mereka akan mendekatkan diri kepada Allah.
اِذْ تَبَرَّاَ الَّذِيْنَ اتُّبِعُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا وَرَاَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْاَسْبَابُ
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan di antara mereka terputus sama sekali.

Tafsir Al-Muyassar

Saat mereka menyaksikan siksa di akhirat, para pemimpin yang diikuti berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti mereka dalam kesyirikan. Terputuslah hubungan-hubungan di antara mereka yang dulu menghubungkan mereka didunia, kekerabatan, pengikutan, agama dan lain-lainnya, semuanya terputus.
وَقَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّاَ مِنْهُمْۗ كَمَا تَبَرَّءُوْا مِنَّاۗ كَذٰلِكَ يُرِيْهِمُ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْ حَسَرٰتٍ عَلَيْهِمْۗ وَمَا هُمْ بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti:"Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengikuti berkata : Seandainya kami mempunyai kesempatan untuk kembali ke dunia, sehingga kami bisa mengumumkan bahwa kami berlepas diri dari para pemimpin tersebut, sebagaimana saat ini mereka mengumumkan bahwa diri mereka berlepas diri dari kami. Di samping Allah memperlihatkan siksa-Nya yang pedih kepada mereka di Hari Kiamat, dia juga memperlihatkan amal perbuatan mereka yang batil sebagai penyesalan-penyesalan atas mereka dan mereka tidak akan pernah keluar dari api Neraka selamanya.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai manusia, makanlah dari rizki Allah di muka bumi yang Dia izinkan untuk kalian, yaitu yang suci bukan najis, yang bermanfaat dan tidak membahayakan. Dn jangan mengikuti jalan-jalan setan dalam menghalalkan dan mengharamkan, dalam berbuat bid ah dan bermaksiat, karena setan adalah musuh kalian yang nyata.
اِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوْۤءِ وَالْفَحْشَاۤءِ وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui.

Tafsir Al-Muyassar

Setan hanya memerintahkan kalian untuk melakukan segala macam dosa yang buruk lagi memburukkan kalian. Dia memerintahkan segala bentuk kemaksiatan yang sangat buruk, dan agar kalian berdusta atas nama Allah dalam mengharamkan yang halal dan lainnya tanpa ilmu dari Allah.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَاۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka:"Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah". Mereka menjawab:"(Tidak) tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk".

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang mukmin menasihati para pengikut kesesatan : Ikutilah apa yang diturunkan oleh Allah berupa Al-Qur an dan petunjuk. Maka mereka tetap bersikukuh bertaklid kepada leluhur mereka yang musyrik dengan menjawab : Kami tidak mengikuti agama kalian, sebaliknya kami hanya mengikuti apa yang kami warisi dari leluhur kami. Apakah mereka tetap mengikuti leluhur mereka padahal leluhur mereka itu tidak mengerti apa pun dari Allah, dan tidak mengetahui jalan lurus?
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا كَمَثَلِ الَّذِيْ يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ اِلَّا دُعَاۤءً وَّنِدَاۤءًۗ صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

Tafsir Al-Muyassar

Sifat orang-orang kafir beserta penyeru mereka kepada iman adalah seperti sifat pengembala yang meneriaki hewan-hewan gembalaannya dan menghardiknya, sementara hewan-hewan tersebut tidak memahami makna kata-katanya, ia hanya mendengar panggilan dan gema suaranya saja. Orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang tuli sehingga mereka tidak mendengar kebenaran, bisu sehingga mereka tidak kuasa mengucapkan kebenaran dan buta sehingga mereka tidak bisa melihat bukti-bukti yang jelas. Mereka tidak menggunakan akal mereka dalam perkara yang bermanfaat bagi mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang beriman, makanlah dari makanan-makanan yang baik lagi halal yang Allah rizkikan kepada kalian. Dan janganlah kalian meniru orang-orang kafir yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang burukl. Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang agung kepada kalian dengan hati,lisan dan anggota badan kalian, bila kalian memang benar-benar tunduk dan patuh kepada-Nya, mendengar dan menaati-Nya, menyembah-Nya semata tiada sekutu bagi-Nya.
اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Allah hanya mengharamkan atas kalian apa yang berbahaya bagi kalian seperti bangkai yang tidak disembelih secara syar i, darah yang mengalir, daging babi dan sembelihan-sembelihan untuk selain Allah. Di antara kemudahan dan karunia Allah atas kalian adalah bahwa Dia membolehkan bagi kalian untuk memakan makanan-makanan yang diharamkan diatas dalam keadaan terpaksa. Siapa yang dipaksa oleh keadaaan untuk makan sebagian darinya, tanpa berbuat zhalim dengan makan melebihi hajatnya, tidak melampaui batas-batas Allah dalam apa yang dibolehkan baginya, maka tidak ada dosa atasnya dalam hal itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۙ اُولٰۤىِٕكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah dalam kitab-kitab mereka berupa ciri Muhammad dan kebenaran lainnya, berusaha dengan sungguh-sungguh mendapatkan harta dunia yang sedikit sebagai upah dari menyembunyikan tersebut. Mereka itu tidak makan sebagai upah apa yang mereka lakukan dari menyembunyikan kebenaran, kecuali api Neraka Jahanam yang berkobar-kobar didalam perut mereka. Allah tidak berbicara kepada mereka di Hari Kiamat karena Dia murka dan marah kepada mereka. Allah tidak menyucikan mereka dari kotoran dosa dan kekufuran mereka, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan.
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِۚ فَمَآ اَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjukdan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang dengan sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang menukar petunjuk dengan kesesatan serta ampunan Allah dengan siksa-Nya. Betapa beraninya mereka menjerumuskan diri mereka ke dalam Neraka dengan melakukan perbuatan-perbuatan penghuni Neraka!! Allah takjub terhadap keberanian mereka untuk melakukan hal itu. Maka kalian wahai manusia, takjublah terhadap keberanian, kesabaran dan keberadaan mereka di Neraka. Ini sebagai sebuah penghinaan dan perendahan terhadap mereka.
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ نَزَّلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِى الْكِتٰبِ لَفِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍ
Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al-Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al-Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).

Tafsir Al-Muyassar

Siksa yang mereka berhak mendapatkannya disebabkan karena Allah telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada utusan-utusan-Nya yang berisi kebenaran yang nyata, lalu mereka ingkar kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang al-Qur an, lalu mereka beriman keapada sebagian dan kafir kepada sebagian yang lainnya, benar-benar dalam keadaan berselisih dan berpecah belah yang parah dan jauh dari kebenaran serta jalan yang lurus.
لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Kebaikan di sisi Allah bukan dengan menghadap dalam shalat ke timur dan ke barat, bila hal itu bukan atas dasar perintah dari Allah dan syariat-Nya. Akan tetapi kebaikan bahkan seluruh kebaikan adalah beriman keapada Allah dan mempercayai-Nya sebagai sesembahan yang sah semata tiada sekutu bagi-Nya, beriman kepada hari kebangkitan dan pembalasan, para malaikat seluruhnya, kitab-kitab yang diturunkan semuanya, beriman kepada seluruh nabi-nabi tanpa membedakan. Dia juga memberikan hartanya secara suka rela sekalipun sangat memerlukannya kepada kerabat, anak-anak yatim yang membutuhkan, di mana bapak mereka wafat saat mereka belum mencapai usia baligh, orang-orang miskin yang tidak mempunyai apa yang bisa menutup hajat kebutuhan mereka, musafir-musafir yang membutuhkan, yang jauh dari keluarga dan negeri mereka, serta orang-orang yang meminta-minta yang terpaksa melakukan karena terdesak oleh kebutuhan. Dia juga berinfak demi membebaskan budak dan tawanan perang, mendirikan shalat, menunaikan zakat yang wajib, orang-orang yang memenuhi janji-janji mereka, orang-orang yang sabar dalam keadaan miskin, sakit dan dalam keadaaan peperangan yang dahsyat. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang benar imannya, mereka adalah orang-orang yang menjaga diri mereka dari adzab Allah dengan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِى الْقَتْلٰىۗ اَلْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْاُنْثٰى بِالْاُنْثٰىۗ فَمَنْ عُفِيَ لَهٗ مِنْ اَخِيْهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ ۢبِالْمَعْرُوْفِ وَاَدَاۤءٌ اِلَيْهِ بِاِحْسَانٍۗ ذٰلِكَ تَخْفِيْفٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) mambayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabb kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampui batas sesudah itu maka baginya siksa yang sangat pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, beramal dengan syariat-Nya. Allah telah mewajibkan atas kalian agar kalian menetapkan qishash atas pembunuhan dengan sengaja, dengan syarat kesamaan dan kesetaraan; orang merdeka diqishash dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, wanita dengan wanita. Namun siapa yang dimaafkan oleh wali korban, dimana wali korban tidak menuntut qishash dan mereka cukup dengan menuntut diyat, yaitu harta yang dibayarkan oleh pelaku kepada keluarga korban sebagai imbalan maaf yang mereka berikan kepadanya, maka hendaknya kedua belah pihak berpegang kepada akhlak yang baik, keluarga korban menuntut diyat dengan lemah-lembut, sementara pembunuh membayar hak mereka dengan baik tanpa menunda-nunda dan menguranginya. Maaf dengan menerima diyat merupakan keringanan dari Rabb kalian dan rahmat-Nya kepada kalian, karena ia mengandung kemudahan dan manfaat. Maka siapa yang membunuh si pembunuh setelah maaf dan menerima diyat, maka dia akan memperoleh siksa yang pedih dengan menanggung hukuman qishash di dunia atau api neraka di akhirat.
وَلَكُمْ فِى الْقِصَاصِ حَيٰوةٌ يّٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Di balik pensyariatan qishash dan pelaksanaannya terkandung kehidupan yang aman, wahai para pemilik akal yang lurus, dengan harapan terwujudnya ketakwaan kepada Allah dan takut kepada-Nya dengan selalu menaati-Nya.
كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرًاۖ ۨالْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِۚ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَۗ
Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Al-Muyassar

Allah telah menetapkan bila salah seorang di antara kalian didatangi tanda-tanda kematian dan mukadimahnya, -bila dia meninggalkan harta- hendaknya berwasiat dengan sebagian hartanya untuk bapak ibu dan para kerabatnya dengan tetap mempertimbangkan keadilan, tidak meninggalkan orang miskin dan justru memberikan wasiat untuk orang yang mampu, dan tidak boleh melebihi sepertiga. Hal itu merupakan hak yang tetap yang dilakukan oleh orang-orang bertakwa yang takut kepada Allah. Ketetapan ini sebelum turunnya ayat-ayat warisan di mana di dalamnya Allah telah menetapkan bagian masing-masing ahli waris.
فَمَنْۢ بَدَّلَهٗ بَعْدَ مَا سَمِعَهٗ فَاِنَّمَآ اِثْمُهٗ عَلَى الَّذِيْنَ يُبَدِّلُوْنَهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۗ
Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang merubah wasiat mayit setelah mendengarnya darinya sebelum mayit wafat, maka dosanya atas orang yang mengganti dan merubah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar wasiat kalian dan perkataan-perkataan kalian, Maha Mengetahui apa yang disimpan oleh dada kalian berupa kecondongan kepada kebenaran dan keadilan, atau kepada kezhaliman dan kecurangan, dan Dia akan membalas kalian dengannya.
فَمَنْ خَافَ مِنْ مُّوْصٍ جَنَفًا اَوْ اِثْمًا فَاَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosanya baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang mengetahui kezhaliman dari pemberi wasiat karena kekeliruan atau kesengajaan, lalu dia menasihati pemberi wasiat saat mengucapkan wasiat dan membimbingnya kepada wasiat yang adil, bila hal tersebut tidak bisa terlaksana, lalu dia melakukan perbaikan di antara pihak-pihak yang terkait dengan melakukan perubahan terhadap wasiat agar ia sejalan dengan syariat, maka tidak ada dosa atasnya dalam perbaikan yang dilakukannya tersebut. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya sekaligus Penyayang terhadap mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan syariat-Nya, Allah mewajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana Dia telah mewajibkannya atas umat-umat sebelum kalian, semoga kalian bertakwa kepada Rabb kalian. Sehingga kalian membangun tameng di antara kalian dengan siksa-Nya melalui ketaatan kepada-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya semata.
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mewajibkan atas kalian puasa di hari-hari tertentu, yaitu hari-hari di bulan Ramadhan. Siapa di antara kalian sakit sehingga puasa memberatkannya atau dia musafir, maka dia boleh berbuka dan dia harus menggantinya di hari lain sejumlah hari-hari di mana dia berbuka darinya. Orang-orang yang memaksakan diri untuk berpuasa, di mana puasa sangat memberatkannya dan dia tidak sanggup memikulnya seperti lansia dan orang yang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh. Maka dia membayar fidyah untuk setiap hari di mana dia tidak berpuasa padanya, yaitu memberi makan kepada orang yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang mencukupinya dan menutupi kebutuhannya. Barangsiapa yang memberikan jumlah lebih dari fidyah wajibnya dengan sukarela maka ia lebih baik baginya. Puasa kalian dengan memikul kesulitan adalah lebih baik bagi kalian daripada memberikan fidyah, bila kalian mengetahui keutamaan yang agung bagi puasa di sisi Allah.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Bulan Ramadhan di mana padanya Allah memulai menurunkan al-Qur an di malam lailatul qadar sebagai hidayah bagi manusia kepada kebenaran, di dalamnya terdapat petunjuk yang paling jelas atas hidayah Allah, dan pembeda antara yang haq dengan yang batil. Siapa di antara kalian yang menyaksikan bulan tersebut dalam keadaan tinggal lagi sehat, maka hendaknya dia berpuasa di siang harinya. Orang sakit dan musafir diberi keringanan untuk berbuka kemudian keduanya mengganti di hari lain sejumlah hari-hari di mana keduanya berbuka padanya. Allah menginginkan kemudahan dan keringanan bagi kalian dalam syariat-syariat-Nya, dan Dia tidak menghendaki kesulitan dan keberatan bagi kalian. Agar kalian menyempurnakan bilangan puasa satu bulan penuh, dan agar kalian menutup puasa dengan takbir kepada Allah di hari Raya Idul Fitri. Selain itu agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kalian, dan agar kalian bersyukur kepada-Nya atas apa yang Dia limpahkan kepada kalian sebagai nikmat berupa hidayah, taufik dan kemudahan.
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Tafsir Al-Muyassar

Bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu wahai Nabi tentang Aku, maka jawablah kepada mereka : Sesungguhnya Aku dekat dengan mereka. Aku menjawab doa orang yang berdoa bila dia berdoa kepada-Ku. Hendaknya mereka menaati-Ku dalam apa yang Aku perintahkan kepada mereka dan apa yang Aku larang dari mereka, serta agar mereka beriman kepada-Ku, semoga mereka terbimbing kepada kemashlatan dunia dan akhirat. Ayat ini merupakan berita dari Allah Subhanahu tentang kedekatan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, kedekatan yang patut dengan keagungan-Nya.
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam,(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam mesjid. Itulah larangang Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Allah membolehkan untuk kalian di malam-malam bulan Ramadhan untuk melakukan hubungan suami istri. Para istri itu adalah penutup dan penjaga bagimu, dan kalian juga merupakan penutup dan penjaga bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kalian mengkhianati diri kalian dengan menyelisihi apa yang Allah larang atas kalian, yaitu melakukan hubungan suami istri setelah Isya di malam-malam bulan puasa, hal ini di awal Islam. Lalu Allah mengampuni kalian dan melapangkan perkara bagi kalian. Maka sekarang silakan kalian melakukan hubungan suami istri, carilah apa yang ditakdirkan oleh Allah di balik hubungan tersebut, yaitu anak-anak. Makan dan minumlah sehingga jelas bagi kalian cahaya pagi dengan gelapnya malam melalui terbitnya fajar shadiq. Kemudian sempurnakanlah puasa dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sampai masuknya waktu malam dengan terbenamnya matahari. Jangan melakukan hubungan suami istri atau melakukan hal-hal yang mengarah kepadanya bila kalian sedang ber i tikaf di masjid, karena ia merusak i tikaf, -(i tikaf adalah berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah)-. Hukum-hukum yang Allah syariatkan untuk kalian ini adalah batasan-batasan-Nya yang memisahkan antara yang halal dengan yang haram, jangan mendekatinya supaya kalian tidak terjerumus ke dalam yang diharamkan. Dengan keterangan yang jelas seperti ini Allah menjelaskan ayat-ayat dan hukum-hukum-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa dan takut kepada-Nya.
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lainnya dengan cara yang batil seperti sumpah palsu, ghashab, mencuri, suap, riba dan lain sebagainya. Jangan membawanya kepada hakim-hakim dengan menyodorkan hujjah-hujjah batil agar kalian bisa memakan harta manusia melalui persengketaan dengan cara batil, padahal kalian mengetahui bahwa hal itu diharamkan atas kalian.
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَاۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah :"Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebaktian memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebaktian itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Tafsir Al-Muyassar

Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu wahai Nabi, tentang rembulan yang berubah-ubah. Jawablah mereka dengan mengatakan : Allah menjadikan rembulan sebagai alamat yang dengannya orang-orang bisa mengetahui waktu-waktu ibadah mereka yang tertentu, seperti puasa, haji dan muamalat-muamalat mereka. Bukanlah kebaikan apa yang kalian terbiasa melkukannya di zaman jahiliyah dan di awal Islam, berupa mendatangi rumah-rumah kalian dari arah belakang saat kalian berihram dengan haji atau umrah, dengan dugaan bahwa hal itu merupakan sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi kebaikan itu terletak pada pelaksanaan terhadap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Masuklah kalian ke rumah-rumah kalian dari pintu-pintunya saat kalian berihram dengan haji atau umrah, takutlah kalian kepada Allah dalam segala urusan kalian, agar kalian beruntung dengan meraih apa yang kalian harapkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Tafsir Al-Muyassar

Berperanglah wahai orang-orang mukmin demi menolong agama Allah melawan orang-orang yang memerangi kalian. Jangan melakukan hal-hal yang dilarang berupa memutilasi, ghulul dan membunuh orang-orang yang dilarang untuk dibunuh seperti kaum wanita, anak-anak dan orang-orang lanjut usia serta orang-orang yang dihukumi sama dengan mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batasan-batasan-Nya, lalu mereka menghalalkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan.
وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِۚ وَلَا تُقَاتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Bunuhlah orang-orang yang memerangi kalian, yaitu orang-orang musyrikin di mana pun kalian menemukan mereka, usirlah mereka dari tempat di mana mereka telah mengusir kalian darinya, yaitu kota Makkah. Fitnah, yaitu kekufuran, kesyirikan dan membendung jalan Islam, lebih besar daripada pembunuhan kalian terhadap mereka. Jangan memulai mereka dengan berperang di Masjidil Haram demi menjaga kehormatannya sehingga mereka yang memulai dengan memerangi kalian di dalamnya. Bila mereka yang memulai memerangi kalian di Masjidil Haram, maka balaslah perlakuan mereka. Balasan bagi orang-orang kafir adalah balasan yang membuat mereka jera.
فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang kafir tersebut berkenan mencampakkan kekufuran yang mereka pegang dan mereka menghentikan peperangan mereka terhadap kalian di Masjidil Haram dan masuk ke dalam iman, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada mereka.
وَقٰتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ لِلّٰهِۗ فَاِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيْنَ
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Teruslah wahai orang-orang mukmin untuk memerangi orang-orang musyrikin yang melampaui batas sehingga tiada lagi fitnah bagi kaum muslimin dari agama mereka dan tiada lagi kesyirikan kepada Allah, dan seluruh agama menjadi milik Allah semata secara murni, tiada apa pun yang disembah bersama-Nya. Bila mereka menghentikan kekufuran mereka dan peperangan mereka terhadapmu maka tahanlah dirimu. Hukuman hanya tetap berlaku atas orang-orang yang tetap bersikukuh di atas kekufuran dan pelanggaran mereka.
اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketauhilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Peperangan yang kalian lakukan wahai orang-orang mukmin pada bulan di mana padanya Allah mengharamkan berperang di dalamnya adalah balasan atas peperangan mereka terhadap kalian di bulan haram. Orang yang melanggar apa yang diharamkan oleh Allah terkait dengan tempat dan waktu, maka dia layak dihukum sesuai dengan perbuatannya dan sejenis dengan amalnya. Barangsiapa melakukan pelanggaran terhadap kalian dengan memerangi kalian atau selainnya maka timpakanlah kepadanya hukuman yang semisal dengan perbuatannya. Tiada dosa atas kalian dalam hal ini, karena mereka-lah orang-orang yang memulai melakukan pelanggaran. Takutlah kalian kepada Allah dan jangan melampaui batas dalam menetapkan hukuman. Ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dan menaati-Nya dengan menjalankan apa yang Dia wajibkan dan menghindari apa yang Dia haramkan.
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir Al-Muyassar

Teruslah kalian wahai orang-orang yang beriman dalam menginfakkan harta demi membantu agama Allah, dan berjihad di jalan-Nya. Dan jangan menjerumuskan diri kalian ke dalam kebinasaan dengan meninggalkan jihad di jalan Allah dan berinfak di jalan-Nya. Berbuat baiklah dalam berinfak dan taat, jadikanlah amal kalian seluruhnya ikhlas karena wajah Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang ikhlas dan berbuat baik.
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌۗ ذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan Umrah sebelum Haji (di dalam bulan Haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuhhari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah). Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketauhilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Laksanakanlah haji dan umrah dengan sempurna, ikhlas karena wajah Allah. Bila kalian terhalangi oleh sesuatu seperti musuh atau sakit sehingga kalian tidak mampu untuk menyempurnakannya padahal kalian telah berihram dengan keduanya, maka wajib atas kalian menyembelih apa yang mudah bagi kalian, berupa unta atau sapi atau domba dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, agar kalian keluar dari ihram kalian dengan mencukur kepala kalian atau memotongnya. Jangan mencukur kepala kalian saat kalian terhalang sehingga orang yang terhalangi menyembelih hadyunya di tempat di mana dia terhalangi, kemudian dia bertahallul dari ihramnya, sebagaimana Nabi menyembelih di Hudaibiyah kemudian mencukur kepalanya. Sedangkan orang yang tidak terhalangi maka dia tidak menyembelih hadyunya kecuali di Haram. Yaitu tempatnya bertahallul di hari Raya, yakni hari kesepuluh dan tiga hari sesudahnya, dan hari-hari tasyriq. Siapa yang sakit di antara kalian atau di kepalanya ada sesuatu yang mengganggunya sehingga dia harus mencukur kepalanya, padahal dia dalam keadaan berihram, maka dia boleh mencukur namun dia harus membayar fidyah; yaitu berpuasa selama tiga hari atau bersedekah kepada enam orang miskin, masing-masing miskin mendapatkan setengah sha makanan atau menyembelih kambing untuk orang-orang fakir di Haram. Bila kalian dalam keadaan aman dan sehat, maka siapa di antara kalian yang melakukan haji tamathu dan hal itu membolehkannya melakukan apa yang sebelumnya dilarang disebabkan ihram setelah menyelesaikan umrahnya, maka dia harus menyembelih hadyu yang mudah baginya. Siapa yang tidak mendapatkan hadyu untuk disembelih maka dia berpuasa selama tiga hari di bulan-bulan haji dan tujuh hari bila kalian telah menyelesaikan manasik haji dan pulang ke negeri kalian. Semuanya berjumlah sepuluh hari sempurna, dan puasa harus dilakukan sebanyak itu. Kewajiban hadyu dan puasa bagi siapa yang tidak mampu menyembelih hadyu berlaku bagi siapa yang keluarganya bukan termasuk penduduk bumi Haram. Takutlah kalian kepada Allah, konsistenlah dalam menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa Allah memiliki siksa yang keras bagi siapa yang menyelisihi perintah-Nya dan melakukan apa yang Dia larang.
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Tafsir Al-Muyassar

Waktu haji adalah bulan-bulan yang sudah dimaklumi, yaitu Syawal, Dzul Qa dah dan sepuluh hari pertama di bulan Dzul Hijjah. Siapa yang berniat menunaikan haji di bulan-bulan tersebut dengan melakukan ihram, maka dia tidak boleh melakukan persetubuhan dan segala mukadimahnya baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan, haram pula atasnya menyimpang dari ketaatan kepada Allah dengan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, serta berdebat dalam haji yang membawa kepada kemarahan dan kebencian. Kebaikan apa pun yang kalian lakukan diketahui oleh Allah, sehingga Dia membalas masing-masing orang sesuai dengan perbuatannya. Ambillah bekal untuk diri kalian berupa makanan dan minuman dlam safar haji, dan bekal berupa amal shalih untuk kehidupan akhirat, karena sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah. Takutlah kalian kepada-Ku wahai orang-orang yang memiliki akal yang lurus.
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْۗ فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
Tidak ada dosa bagimu mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Rabbmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masyaril haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang -orang yang sesat.

Tafsir Al-Muyassar

Tiada dosa atas kalian untuk mencari rizki dari Rabb kalian melalui jual beli yang menguntungkan di hari-hari haji. Bila kalian bergerak setelah terbenam matahari meninggalkan Arafah, tempat wukuf jamaah haji di hari ke sembilan Dzul Hijjah, maka berdzikirlah kepada Allah dengan tasbih, talbiyah dan doa di Masy aril Haram, (Muzdalifah). Ingatlah Allah dengan benar, yang telah membimbing kalian kepadanya padahal sebelum bimbingan dari Allah ini, kalian dalam kesesatan, kalian tidak mengetahui kebenaran karenanya.
ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafat) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Hendaknya bergeraknya kalian dari Arafah di mana Ibrahim bergerak meninggalkannya dalam keadaan menyelisihi orang-orang jahiliyah yang tidak wukuf di sana. Memohonlah kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosa kalian, sesungguhnya Dia Maha mengampuni hamba-hamba-Nya yang memohon ampunan kepada-Nya dan menyayangi mereka.
فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًاۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (denga menyebut) Allah, sebagimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendoa:"Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian telah menyempurnakan ibadah kalian dan merampungkan manasik haji kalian, perbanyaklah dzikir kepada Allah dan sanjungan kepada-Nya, seperti kalian menyebutkan kebanggaan-kebanggaan leluhur kalian, bahkan lebih besar dari itu. Di antara manusia ada sekelompok orang yang hanya berharap dunia saja, mereka berdoa : Rabb kami, berikanlah kepada kami kesehatan, harta dan anak-anak di dunia. Orang-orang ini tidak akan mendapatkan bagian dan balasan di akhirat, karena mereka memang tidak mengharapkannya dan keinginan mereka hanya terbatas pada dunia saja.
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa:"Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Tafsir Al-Muyassar

Di antara manusia ada orang-orang yang beriman, mereka berdoa : Ya Allah berikanlah kepada kami keselamatan, rizki, ilmu yang bermanfaat, amal shalih dan perkara-perkara dunia dan agama lainnya di dunia ini. Dan berikanlah surga kepada kami di akhirat, jagalah kami dari siksa api neraka. Doa ini termasuk doa yang paling komprehensif, dari sini maka Nabi sering menucapkannya, sebagaimana hal tersebut diriwayatkan dalam ash-Shahihain.
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengucapkan doa di atas meraih pahala yang besar disebabkan oleh amal-amal shalih yang mereka kerjakan. Allah adalah pemilik hisab yang cepat, menghitung amal hamba-hamba-Nya dan membalas mereka atasnya.
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۚ وَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertaqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketauhilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Berdzikirlah dengan tasbih dan takbir di hari-hari yang tidak banyak, yaitu hari-hari tasyriq, sebelas, dua belas dan tiga belas Dzul Hijjah. Barangsiapa yang tergesa-gesa dan hendak meninggalkan Mina sebelum terbenam matahari di hari kedua belas setelah melempar jamarat, maka tiada dosa atasnya. Namun barangsiapa yang menunda dengan bermalam di Mina sehingga bisa melempar jamarat di hari ketiga belas, maka tiada dosa atasnya bagi siapa yang bertakwa kepada Allah dalam hajinya. Menunda lebih utama, karena ia termasuk berbekal dengan ibadah dan juga meneladani perbuatan Nabi. Takutllah kalian wahai kaum muslimin kepada Allah dan hendaknya kalian merasakan pengawasan-Nya di segala perbuatan kalian. Ketahuilah bahwa kalian akan kembali kepada-Nya semata, kalian akan dibangkitkan setelah kematian untuk di hisab dan dibalas.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

Tafsir Al-Muyassar

Perkataan fasih sebagian manusia, yaitu orang-orang munafik, menakjubkanmu wahai Rasul, padahal dengan perkataan tersebut mereka hendak mendapatkan bagian dunia bukan akhirat. Dia berani bersumpah dengan menyebut nama Allah sebagai saksi atas apa yang ada didalam hatinya bahwa dia mencintai Islam. Apa yang dilakukannya tersebut merupakan kelancangan yang luar biasa terhadap Allah, padahal yang bersangkutan sangat memusuhi dan membenci Islam dan kaum muslimin.
وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

Tafsir Al-Muyassar

Bila yang bersangkutan keluar dari sisi-mu wahai Rasul, dia berusaha dengan giat dan rajin untuk membuat kerusakan di muka bumi, merusak kebun-kebun masyarakat dan membunuh ternak-ternak mereka, dan Allah tidak menyukai kerusakan.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
Dan apabila dikatakan kepadanya:"Bertaqwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

Tafsir Al-Muyassar

Bila si munafik perusak tersebut dinasihati, dikatakan kepadanya : Takutlah kamu kepada Allah dan waspadailah hukuman-Nya, hentikanlah pengrusakan di bumi. Maka dia tidak mau menerima nasihat. Sebaliknya kesombongan dan fanatisme jahiliyahnya bisa mendorongnya untuk melakukan dosa-dosa lebih. Maka cukuplah Jahanam baginya sebagai siksa dan ia adalah seburuk-buruk tempat kembali.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagian manusia ada yang menjual dirinya demi mencari ridha Allah melalui jihad di jalan Allah dan selalu menaati-Nya. Allah Mahalembut kepada hamba-hamba-Nya, menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang luas di dunia dan di akhirat, dan Dia membalas mereka dengan balasan yang terbaik pula.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Illah, Muhammad sebagai nabi dan rasul dan Islam sebagai agama, masuklah kalian ke dalam seluruh syariat Islam, mengamalkan seluruh hukum-hukumnya, jangan meninggalkan sebagian darinya, jangan mengikuti jalan-jalan setan dengan menuruti ajakannya untuk berbuat kemaksiatan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian, waspadailah.
فَإِن زَلَلْتُم مِّن بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepada kamu bukti-bukti kebenaran maka ketahuilah, bahwa bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian menyimpang dari jalan kebenaran setelah datang kepada kalian hujjah-hujjah yang jelas dari al-Qur an dan sunnah, maka ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya, tiada sesuatu pun yang luput dari-Nya, Maha Bijaksana dalam perintah dan larangan-Nya, meletakkan segala sesuatu di tempatnya yang cocok untuknya.
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ ۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Tiada yang mereka nanti-nantikan (pada hari Kiamat) melainkan datangnya (siksa) Allah dalam naungan awan dan malaikat, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir yang menentang itu tidak menunggu setelah tegaknya hujjah yang jelas kecuali kehadiran Allah kepada mereka sesuai dengan keagungan-Nya dalam naungan awan di Hari Kiamat untuk menetapkan keputusan-Nya yang adil, dan para malaikat juga akan datang. Saat itu Allah menetapkan keputusan-Nya di antara hamba-hamba-Nya, dan segala urusan makhluk akan kembali kepada-Nya semata.
سَلْ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ كَمْ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ اٰيَةٍۢ بَيِّنَةٍۗ وَمَنْ يُّبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Tanyakanlah kepada bani Israil:"Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Tanyakanlah wahai Rasul kepada Bani Israil yang menentangmu : Berapa banyak Kami memberi mereka ayat-ayat yang jelas dalam kitab-kitab mereka yang membimbing mereka kepada kebenaran, lalu mereka mengingkari semuanya dan berpaling darinya serta menyelewengkannya dari tempat-tempatnya. Barangsiapa mengganti nikmat Allah, yaitu agama-Nya, dan kufur kepadanya setelah dia mengetahui dan tegaknya hujjah atasnya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.
زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۘ وَالَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia dari pada mereka di hari Kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Tafsir Al-Muyassar

Dijadikan indah bagi orang-orang yang mengingkari keesaan Allah kehidupan dunia termasuk syahwat dan kenikmatan di dalamnya, dan mereka memperolok-olok orang-orang mukmin. Padahal orang-orang yang takut kepada Rabb mereka berada di atas orang-orang kafir seluruhnya di Hari Kiamat, di mana Allah memasukkan mereka ke surga dengan derajat yang paling tinggi dan menurunkan orang-orang kafir di derajat terendah dari api Neraka. Allah memberi rizki siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya tanpa perhitungan.
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang merekaperselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Manusia adalah umat yang satu, sepakat beriman kepada Allah. Kemudian mereka berselisih dalam agama mereka, maka Allah mengutus para nabi sebagai penyeru kepada agama-Nya, menyampaikan berita gembira kepada siapa yang menaati Allah dengan surga, dan memperingatkan siapa yang kafir kepada Allah dan mendurhakai-Nya dengan neraka, menurunkan kitab-kitab samawi kepada mereka dengan kebenaran sekaligus mengandung kebenaran, agar mereka menjadikannya sebagai dasar hukum dalam perkara-perkara yang diperselisihkan oleh manusia. Tiada yang berselisih tentang perkara Muhammad dan kitab-Nya secara zhalim dan hasad kecuali orang-orang yang telah Allah beri Taurat, dan mereka telah mengetahui isinya berupa hujjah-hujjah dan hukum-hukum. Maka Allah membimbing orang-orang mukmin dengan karunia-Nya sehingga mereka mampu membedakan yang haq dengan yang batil, mengetahui apa yang mereka perselisihkan. Dan Allah membimbing siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus.
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:"Bilakah datangnya pertolongan Allah". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kalian wahai orang-orang mukmin mengira akan masuk surga padahal kalian belum ditimpa ujian seperti yang telah menimpa orang-orang mukmin sebelum kalian; berupa kemiskinan, penyakit, rasa takut dan kecemasan. Mereka digoncang dengan berbagai bentuk ketakutan, sehingga Rasul mereka dan orang-orang beriman yang bersamanya, -karena mereka menginginkan kemenangan cepat dari Allah-berkata : Kapan akan datang pertolongan Allah? Ingatlah bahwa kemenangan dari Allah itu dekat kepada orang-orang mukmin.
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah:"Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Tafsir Al-Muyassar

Sahabat-sahabatmu wahai Nabi bertanya kepadamu apa yang mereka infakkan dari berbagai bentuk harta yang mereka miliki demi mendapatkan diri mereka kepada Allah dan kepada siapa mereka harus berinfak? Katakanlah kepada mereka : Infakkanlah kebaikan apa pun yang mudah bagi kalian dari berbagai bentuk harta benda yang halal lagi baik. Letakkanlah apa yang kalian nafkahkan kepada bapak ibu orang-orang terdekat dari keluarga kalian dan sanak kerabat kalian, anak-anak yatim yang ditinggal wafat bapak mereka saat mereka belum berusia baligh, orang-orang yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang bisa mencukupi mereka dan menutup hajat mereka, musafir yang membutuhkan yang jauh dari harta dan keluarga. Kebaikan apa pun yang kalian lakukan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mewajibkan atas kalian wahai orang-orang mukmin berperang melawan orang-orang kafir, sekalipun tabiat kalian tidak menyukai berperang, karena ia memang berat dan banyak mengakibatkan bahaya atas kalian. Ingatlah terkadang kalian membenci sesuatu padahal hakikat sebenarnya ia adalah baik bagi kalian, dan terkadang kalian mencintai sesuatu karena ia tidak perlu berlelah-lelah dan mengandung kenikmatan sesaat, padahal sebenarnya ia buruk bagi kalian. Allah mengetahui apa yang baik bagi kalian sementara kalian tidak mengetahui hal itu, maka bersegeralah berangkat untuk berjihad di jalan-Nya.
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْاۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Mereka bertanya tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah:"Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) dari pada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrikin bertanya kepadamu wahai Rasul tentang bulan haram, apakah berperang padanya dibolehkan? Katakan kepada mereka : Berperang di bulan haram dengan menumpahkan darah padanya adalah dosa besar di sisi Allah. Namun sikap kalian yang menghalang-halangi manusia untuk masuk Islam dengan menyiksa dan menakut-nakuti mereka, pengingkaran kalian kepada Allah, Rasul-Nya dan agama-Nya, pelarangan yang kalian berlakukan terhadap kaum muslimin sehingga mereka gagal untuk masuk ke Masjidil Haram, pengusiran kalian terhadap Nabi dan orang-orang mukmin darinya, padahal mereka adalah keluarganya sendiridan orang-orang yang menolongnya, semua ini jauh lebih besar dosanya dan lebih sangat kejahatannya di sisi Allah daripada berperang di bulan Haram. Orang-orang kafir tersebut tidak jera dari kejahatan-kejahatan mereka. Sebaliknya akan terus memerangi kalian sehingga mereka mengembalikan kalian dari agama kalian, Islam, kepada kekufuran bila mereka mampu melakukan hal itu. Barangsiapa yang menaati mereka di antara kalain wahai kaum muslimin dan dia murtad dari agamanya lalu dia mati di atas kekufuran, maka amal perbuatannya akan lenyap di dunia dan di akhirat, dia akan menjadi penduduk Neraka Jahanam untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah keluar darinya.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mengamalkan syariat-Nya, dan orang-orang yang meninggalkan negeri mereka dan berjihad di jalan Allah, mereka adalah orang-orang yang berharap pahala dan karunia-Nya. Dan Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa hamba-Nya yang beriman, Maha Penyayang kepada mereka dengan rahmat yang luas.
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:"Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:"Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir,

Tafsir Al-Muyassar

Kaum muslimin bertanya kepadamu wahai Nabi tentang hukum bermuamalat dengan khamar, meminumnya, menjual dan membelinya. Khamar adalah semua yang memabukkan yang menutup akal dan menghalangi kerjanya, baik dalam bentuk minuman maupun makanan. Mereka juga bertanya kepadamu tentang hukum judi, -yaitu memberikan dan menerima harta sebagai taruhan menang atau kalah di antara dua pihak- katakan kepada mereka : Semua itu mengandung mudharat-mudharat dan kerusakan-kerusakan di dunia dan di akhirat, akal dan harta, namun di sisi lain ia mempunyai manfaat bagi manusia dalam bentuk keuntungan materi dan lainnya. Tapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya. Karena keduanya menghalangi dzikir kepada Allah dan shalat, menanamkan permusuhan dan kebencian di antara manusia dan menghabiskan harta. Ayat ini merupakan mukadimah bagi pengharaman keduanya. Mereka juga bertanya kepadamu tentang kadar harta mereka yang akan mereka infakkan sebagai sedekah secara suka rela. Katakan kepada mereka : Nafkahkanlah kadar yang lebih dari kebutuhan kalian. Dengan keterangan yang jelas seperti ini Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayat-Nya dan hukum-hukum syariat-Nya, agar kalian merenungkan apa yang bermanfaat bagi kalian di dunia dan di akhirat.
فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـئَلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah:"Mengurus urusan merreka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu, dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka bertanya kepadamu wahai Nabi tentang anak-anak yatim yang ditinggal wafat oleh bapak mereka saat mereka belum berusia baligh, bagaimana mereka harus bertindak terkait dengan harta dan kehidupan mereka? Katakanlah kepada mereka : Perbaikan kalian terhadap mereka merupakan kebaikan, lakukanlah yang lebih bermanfaat bagi mereka. Bila kalian bergaul dengan mereka dalam segala urusan kehidupan, maka mereka adalah saudara-saudara kalian. Tentunya seorang saudara akan menjaga kemaslahatan saudaranya. Allah mengetahui siapa yang menyia-nyiakan harta anak yatim dan siapa yang berusaha memperbaikinya. Seandainya Allah berkehendak, niscaya Dia akan mempersempit dan menyulitkan kalian dengan melarang kalian bergaul dengan mereka. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya, Bijaksana dalam penciptaan, pengaturan dan peletakan syariat-Nya.
وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْاۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mumin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mumin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mumin lebih baik dari orang-orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintahnya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan menikahi -wahai kaum muslimin- wanita-wanita musyrikin yang menyembah berhala sehingga mereka masuk ke dalam Islam. Ketahuilah bahwa wanita hamba sahaya tanpa harta dan tanpa kedudukan, namun beriman kepada Allah adalah lebih baik daripada wanita musyrik, sekalipun wanita muysrik yang merdeka tersebut menakjubkan kalian. Jangan pula kalian menikahkan wanita-wanita muslimah, baik hamba sahaya maupun merdeka, dengan orang-orang musyrikin sehingga mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketahuilah bahwa seorang hamba mukmin sekalipun miskin adalah lebih baik daripada laki-laki musyrik sekalipun musyrik tersebut menakjubkanmu. Orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun wanita selalu mengajak orang-orang yang bergaul dengan mereka kepada apa yang menyeret ke dalam api Neraka. Sementara Allah mengajak hamba-hamba-Nya kepada agama-Nya yang haq yang membawa mereka ke surga dan ampunan terhadap dosa-dosa mereka dengan izin-Nya. Allah menjelaskan ayat-ayat dan hukum-hukum-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran dan mengingat-Nya.
وَيَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:"Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka bertanya kepadamu tentang haid, yaitu darah yang keluar dari rahim kaum wanita sesuai dengan tuntutan tabiat mereka di waktu-waktu tertentu. Katakanlah kepada mereka wahai Nabi : Ia adalah kotor dan najis, membahayakan siapa yang mendekatinya, maka jauhilah hubungan suami istri selama haid terjadi sampai darahnya berhenti. Bila darah para istri telah berhenti dan mereka telah mandi, maka lakukanlah hubungan suami istri di tempat yang dihalalkan oleh Allah bagi kalian, yaitu jalan depan bukan jalan belakang. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bayak beristighfar dan bertaubat, Dia juga menyukai orang-orang yang menyucikan diri dengan menjauhi perbuatan-perbuatan buruk dan hal-hal kotor.
نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah ahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Istri-istrimu adalah tempatmu bercocok tanam, kalian meletakkan benih dalam rahim mereka, lalu darinya lahir anak dengan kehendak Allah. Lakukanlah hubungan suami istri di tempatnya saja, yaitu jalan depan dalam posisi apa pun yang kalian kehendaki. Lakukanlah amal-amal shalih untuk dirimu dengan memperhatikan perintah-perintah Allah. Ketahuilah bahwa kalian pasti akan berjumpa dengan-Nya untuk menghadapi hisab di Hari Kiamat. Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin wahai Nabi dengan sesuatu yang membuat mereka gembira dan berbahagia berupa balasan yang baik di akhirat.
وَلَا تَجْعَلُوا اللّٰهَ عُرْضَةً لِّاَيْمَانِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْا وَتَتَّقُوْا وَتُصْلِحُوْا بَيْنَ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertaqwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengerahui.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah kalian wahai kaum muslimin menjadikan sumpah kalian dengan nama Allah sebagai penghalang bagi kalian untuk berbuat baik, bersilaturrahim, bertakwa dan melakukan perbaikan di antara manusia ; dimana kalian diajak untuk melakukan sebagian darinya, lalu kalian menolak dengan alasan sudah terlanjur bersumpah dengan nama Allah untuk tidak akan melakukannya. Sebaliknya orang yang bersumpah harus meninggalkan sumpahnya dan melakukan amal-amal kebaikan dan membayar denda kafarat sumpahnya, dan tidak menganggap apapun sumpahnya. Allah Maha Mendengar perkataan kalian dan Maha Mengetahui segala keadaan kalian.
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِاللَّغْوِ فِيْٓ اَيْمَانِكُمْ وَلٰكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوْبُكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak akan menghukum kalian akibat sumpah-sumpah yang kalian ucapkan tanpa sengaja, akan tetapi Dia akan menghukum kalian dengan sumpah yang diyakini oleh hati kalian. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat kepada-Nya, Maha Penyantun kepada orang-orang yang Mendurhakai-Nya dengan tidak menyegerakan hukuman atasnya.
لِلَّذِيْنَ يُؤْلُوْنَ مِنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ تَرَبُّصُ اَرْبَعَةِ اَشْهُرٍۚ فَاِنْ فَاۤءُوْ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Kepada orang-orang yang meng-ilaa isterinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Bagi orang-orang yang bersumpah dengan nama Allah untuk tidak menyentuh istri mereka masa tangguh selama empat bulan. Bila mereka rujuk sebelum empat bulan tersebut berlalu, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap apa yang terjadi dari mereka berupa sumpah disebabkan oleh rujuk mereka dan Maha Penyayang kepada mereka.
وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Namun jika mereka membulatkan tekad untuk mentalak (menceraikan) istri-istri mereka dengan tetap bersikukuh di atas sumpah mereka dan menolak untuk menggauli istri-istri mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perkataan mereka dan mengetahui niat-niat mereka dan Dia akan membalas mereka atasnya.
وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْۤءٍۗ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ فِيْٓ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ وَبُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذٰلِكَ اِنْ اَرَادُوْٓا اِصْلَاحًاۗ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۖ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa menanti itu jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maruf. Akan tetapi para suami, mempunyai saru tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Wanita-wanita yang ditalak mereka masih aktif haidh wajib menunggu tanpa menikah setelah talak jatuh selama tiga kali suci atau tiga kali haidh sebagai kewajiban iddah atas mereka, agar mereka bisa memastikan bebasnya rahim dari janin. Tidak boleh bagi mereka selama masa tersebut menikah dengan laki-laki lain. Tidak halal bagi mereka menyembunyikan haidh atau kehamilan yang Allah ciptakan dalam rahim mereka, bila wanita-wanita tersebut adalah wanita-wanita yang beriman dengan sebenar-benar iman kepada Allah dan hari akhir. Para suami yang telah mentalak mereka lebih berhak untuk merujuk mereka selama masa iddah, dan hal itu patut dilakukan dengan maksud melakukan perbaikan dan kebaikan, bukan dengan niat merugikan atau menyiksa mereka dengan memperpanjang masa iddah mereka. Para istri mempunyai hak-hak atas suami seperti kewajiban mereka dengan cara yang ma`ruf, namun kaum laki-laki tetap mempunyai kedudukan lebih atas kaum wanita dari kebaikan bermuamalah, pergaulan dengan cara yang baik dan qiwamah (pemimpin) terhadap rumah tangga serta kepemilikan hak talak. Allah Mahaperkasa, pemilik kemuliaan yang jelas, Mahabijaksana dengan meletakkan segala sesuatu di tempatnya yang patut
اَلطَّلَاقُ مَرَّتٰنِۖ فَاِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ تَسْرِيْحٌۢ بِاِحْسَانٍۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ اَنْ تَأْخُذُوْا مِمَّآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ شَيْـًٔا اِلَّآ اَنْ يَّخَافَآ اَلَّا يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللّٰهِۗ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللّٰهِۙ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيْمَا افْتَدَتْ بِهٖۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَعْتَدُوْهَاۚ وَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri utuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Talak yang masih membuka peluang rujuk adalah dua kali, satu kali setelah satu kali. Hukum Allah setelah talak satu adalah menahan istri dengan cara yang maa`ruf, mempergaulinya dengan baik setelah merujuknya atau membiarkan jalannya dengan tetap berbuat baik kepadanya dengan menunaikan hak-haknya dan tidak menyinggung keburukannya. Tidak halal bagi kalian wahai para suami untuk mengambil sedikitpun dari apa yang telah kalian berikan kepada para istri baik berupa mahar dan lainnya, kecuali bila suami istri khawatir tidak bisa menunaikan hak-hak rumah tangga, saat itu keduanya menyampaikan perkara mereka kepada para wali. Bila para wali khawatir suami istri tidak mampu menegakkan batasan-batasan Allah, maka tidak ada dosa bagi suami untuk menerima apa yang diberikan oleh istri sebagai tebusan tebusan atas permintaan talaknya. Hukum-hukum diatas adalah batasan-batasan Allah yang memisahkan antara yang halal dengan yang haram, maka janganlah kalian melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang zhalim dengan menganiaya diri mereka dengan beresiko memikul siksa Allah.
فَاِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهٗ مِنْۢ بَعْدُ حَتّٰى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهٗۗ فَاِنْ طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ اَنْ يَّتَرَاجَعَآ اِنْ ظَنَّآ اَنْ يُّقِيْمَا حُدُوْدَ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikanya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, ditengkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Bila suami telah mentalak istrinya dengan talak yang ketiga, maka istrinya sudah tidak halal baginya sehingga sang istri menikah dengan laki-laki lain secara sah dan keduanya telah melakukan hubungan suami istri dalam pernikahan tersebut. Pernikahan tersebut adalah pernikahan atas dasar minat, bukan dengan maksud tahlil (menghalalkan) wanita tersebut bagi suaminya yang pertama. Bila suami baru dari wanita tersebut menalaknya atau wafat meninggalkannya, lalu iddahnya telah habis, maka tiada dosa bagi wanita tersebut dengan suaminya yang pertama untuk melangsungkan akad nikah dengan mahar baru bila keduanya mengira akan bisa menegakkan hukum-hukum Allah yang Dia tetapkan untuk suami istri. Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya yang telah ditentukan bagi kaum yang mengetahui hukum-hukum dan batasan-batasan-Nya, karena mereka adalah orang-orang yang mengambil manfaat darinya.
وَاِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ فَبَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ سَرِّحُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍۗ وَلَا تُمْسِكُوْهُنَّ ضِرَارًا لِّتَعْتَدُوْاۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهٗۗ وَلَا تَتَّخِذُوْٓا اٰيٰتِ اللّٰهِ هُزُوًا وَّاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمَآ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنَ الْكِتٰبِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهٖۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang maruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang maruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasannya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian mentalak para istri, lalu mereka sudah mendekati masa habisnya iddah, maka silakan merujuk mereka sementara niat kalian adalah menunaikan hak-hak mereka secara baik sejalan dengan kaidah syar I dan kebiasaan, atau biarkan mereka sehingga mereka menyelesaikan iddah mereka. Hendaknya maksud merujuk mereka adalah bukan untuk memudharatkan mereka dan melanggar hak-hak mereka. Barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah menzhalimi dirinya sendiri, karena dia berhak mendapatkan hukuman. Jangan menjdaikan ayat-ayat Allah dan hukum-hukum-Nya sebagai bahan mainan dan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepadamu berupa Islam dan penjelasan tentang hukum-hukum-Nya secara terperinci. Ingatlah juga apa yang diturunkan kepadamu berupa al-Qur an dan sunnah. Bersukurlah hanya kepada Allah atas nikmat-nikmat yang agung ini. Allah mengingatkanmu dengan hal ini dan memperingatkanmu agat tidak menyimpang. Takutlah kepada Allah dan hendaknya kamu selalu merasa diawasi oleh-Nya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang samar bagi Allah, masing-masing orang akan dibalas sesuatu dengan haknya.
وَاِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ فَبَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ اَنْ يَّنْكِحْنَ اَزْوَاجَهُنَّ اِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ ذٰلِكَ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكُمْ اَزْكٰى لَكُمْ وَاَطْهَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaaan di antara mereka dengan cara yang maruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian mentalak istri-istri kalian kurang dari tiga, lalu iddah mereka telah habis tanpa kalian merujuk mereka, maka kalian wahai para wali jangan menyusahkan wanita-wanita yang ditalak tersebut dengan melarang mereka untuk kembali kepada suami mereka dengan akad nikah yang baru bila mereka menghendaki hal itu dan telah terwujud saling rela di antara keduanya secara syar I dan kebiasaan. Hal ini merupakan nasihat yang ditujukan kepada siapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Sesungguhnya tidak menghalang-halangi dan membiarkan para suami kembali kepada mantan istri mereka adalah lebih mulia dan lebih menjaga kesucian kehormatan kalian, lebih besar manfaatnya dan pahalanya bagi kalian. Allah mengetahui apa yang membawa kemaslahatan bagimu sedangkan kamu tidak mengetahui hal itu.
وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَاۗ وَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu bila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Para ibu harus menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh bagi siapa yang ingin menyempurnakan susuan, sedangkan para ayah harus menjamin kehidupan dan pakaian para ibu yang menyusui lagi ditalak secara baik sejalan dengan syariat dan kebiasaan, karena Allah tidak membebani suatu jiwa kecuali sebatas kemampuannya. Tidak halal bagi bapak ibu menjadikan anak sebagai sarana untuk menimpakan mudharat diantara mereka berdua, saat bapak meninggal ahli waris wajib memikul nafkah dan pakaian yang dipikul oleh bapak saat dia masih hidup. Bila bapak ibu hendak menyapih anak yang disusui sebelum dua tahun, maka tidak masalah bagi keduanya untuk melakukan hal itu bila keduanya melakukannya dengan musyarawah dan saling rela di antara keduanya, demi mewujudkan apa yang baik bagi anak. Bila bapak ibu sepakat untuk menyerahkan anak kepada ibu susu selain ibu kandungnya, maka hal tersebut juga tidak masalah bila ayah si anak tersebut menyerahkan hak kepada ibu susu dan membayarnya dengan cara yang baik sesuai dengan apa yang dikenal di masyarakat. Takutlah kalian kepada Allah dalam segala urusan kalian, ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kalian perbuat, Dia akan membalas kalian atas itu.
وَالَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُوْنَ اَزْوَاجًا يَّتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّعَشْرًاۚ فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا فَعَلْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis masa iddahnya, maka tiada dosa bagimu(para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dan meninggalkan istri-istri mereka, para istri tersebut wajib menjalani masa tunggu (iddah) selama empat bulan sepuluh hari, selama itu ia tidak boleh keluar dari rumah yang dihuninya bersama suaminya, tidak boleh berhias dan tidak boleh menikah. Bila masa tersebut telah berakhir, maka tidak ada dosa atas kalian wahai para wali terkait dengan apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka dalam bentuk keluar dari rumah, berhias dan menikah sesuai dengan cara yang ditetapkan oleh syariat. Allah Maha Mengenal apa yang kalian lakukan, lahir maupun batin dan akan membalas kalian atasnya.
وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا عَرَّضْتُمْ بِهٖ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاۤءِ اَوْ اَكْنَنْتُمْ فِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ سَتَذْكُرُوْنَهُنَّ وَلٰكِنْ لَّا تُوَاعِدُوْهُنَّ سِرًّا اِلَّآ اَنْ تَقُوْلُوْا قَوْلًا مَّعْرُوْفًا ەۗ وَلَا تَعْزِمُوْا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتّٰى يَبْلُغَ الْكِتٰبُ اَجَلَهٗۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوْهُۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang maruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasannya Allah mengetahi apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Tiada dosa atas kalian wahai kaum laki-laki terkait dengan ungkapan keinginan secara tidak langsung untuk menikahi wanita-wanita yang ditinggal wafat oleh suami-suami mereka, atau wanita-wanita yang ditalak tiga (thalaq bain) oleh suami mereka dalam masa iddah mereka. Tiada dosa atas kalian pula terkait dengan apa yang kalian pendam dalam hati kalian berupa keinginan untuk menikah dengan mereka bila masa iddah mereka telah usai. Allah mengetahui bahwa kalian akan menyebut-nyebut wanita-wanita yang berada dalam masa iddah, kalian tidak akan bisa menahan diri untuk diam karena kelemahan kalian. Oleh karena itu Allah membolehkan bagi kalian untuk menyebut-nyebut mereka secara tidak langsung atau memendamnya di dalam hati. Tetapi berhati-hatilah, jangan sampai kalian memberikan janji secara rahasia baik berupa hubungan yang haram atau kesepakatan untuk menikah saat iddah masih belum usai, kecuali bila kalian mengucapkan kata-kata yang menunjukkan bahwa wanita ini sepertinya diminati oleh banyak laki-laki.. Jangan melangsungkan akad nikah di masa iddah sampai ia rampung. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada pada diri kalian, maka takutlah kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat kepada-Nya dari dosa-dosanya. Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya sehingga Dia tidak menyegerakan siksa atas mereka.
لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ مَا لَمْ تَمَسُّوْهُنَّ اَوْ تَفْرِضُوْا لَهُنَّ فَرِيْضَةًۙ وَّمَتِّعُوْهُنَّ عَلَى الْمُوْسِعِ قَدَرُهٗ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهٗۚ مَتَاعًا ۢبِالْمَعْرُوْفِۚ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ
Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mutah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

Tafsir Al-Muyassar

Tiada dosa atas kalian wahai para suami bila kalian mentalak istri-istri kalian setelah akad dan sebelum terjadi hubungan suami istri, atau sebelum kalian menetapkan maskawin untuk mereka. Dalam kondisi ini berilah mereka hadiah yang bermanfaat untuk menghibur kesedihan mereka dan meringankan beban berat talak serta membuang permusuhan. Hadiah ini wajib menurut kemampuan suami yang mentalak, bagi yang kaya memberikan kadar yang sesuai dengan kekayaannya dan bagi yang miskin memberi sesuai dengan apa yang dimilikinya, sebagai hadiah sesuai dengan cara yang ma ruf lagi syar i. Hadiah ini merupakan hak yang pasti atas orang-orang yang berkenan untuk berbuat baik kepada wanita-wanita yang ditalak dan kepada diri mereka sendiri karena dengan itu mereka telah menaati Allah.
وَاِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ اِلَّآ اَنْ يَّعْفُوْنَ اَوْ يَعْفُوَا الَّذِيْ بِيَدِهٖ عُقْدَةُ النِّكَاحِۗ وَاَنْ تَعْفُوْٓا اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۗ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada taqwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian mentalak istri-istri setelah terjadinya akad dan belum berhubungan suami istri tetapi kalian sudah menetapkan mahar untuk mereka, maka kalian tetap wajib membayarkannya setengah dari mahar yang sudah disepakati. Kecuali bila para istri yang ditalak memaafkan sehingga mereka tidak menuntut mahar yang menjadi haknya, atau suami yang memaafkan sehingga dia tetap memberikan seluruh maskawin kepada istri yang ditalak seluruhnya. Saling memaafkan di antara kalian wahai kaum laki-laki dan kaum wanita lebih dekat kepada rasa takut kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya. Jangan melupakan wahai manusia keutamaan dan kebaikan di antara kalian, yaitu memberikan apa yang bukan merupakan kewajiban atas kalian dan bersikap mudah terkait dengan hak. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan, Dia mendorong kalian dalam kebaikan dan mengajak kalian berbuat keutamaan.
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ
Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.

Tafsir Al-Muyassar

Jagalah wahai kaum muslimin shalat lima waktu yang telah diwajibkan dengan melaksanakannya pada waktunya dengan syarat-syarat, rukun-rukun dan wajib-wajibnya. Jagalah shalat wusthaa di antara shalat-shalat tersebut, yaitu shalat Ashar, berdirilah dalam shalat kalian dalam keadaan taat kepada Allah, khusyu dan merendahkan diri.
فَاِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا اَوْ رُكْبَانًاۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian takut kepada musuh kalian, maka lakukanlah shalat khauf dengan berjalan kaki, atau berkendara dalam posisi yang kalian mampu melakukannya sekalipun hanya dengan berisyarat, atau tidak menghadap ke arah kiblat. Namun bila rasa takut kalian telah hilang, maka lakukanlah shalat sebagaimana mestinya. Ingatlah Allah di dalamnya, jangan menguranginya dari bentuk aslinya, bersyukurlah kepada Allah atas apa yang telah Dia ajarkan kepadamu berupa perkara-perkara agama dan hukum-hukum yang mana sebelumnya kalian tidak mengetahuinya.
وَالَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُوْنَ اَزْوَاجًاۖ وَّصِيَّةً لِّاَزْوَاجِهِمْ مَّتَاعًا اِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ اِخْرَاجٍۚ فَاِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْ مَا فَعَلْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَّعْرُوْفٍۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantaramu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat maruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Suami-suami yang wafat dan meninggalkan para istri, mereka patut memberikan wasiat kepada para istri agar para istri tersebut diberi kebebasan penuh selama satu tahun sejak hari wafat, untuk tinggal dirumah peninggalan suaminya, dan selama itu ahli waris suami tidak boleh mengusir mereka. Hal ini sebagai hiburan bagi para istri dan bukti bakti mereka kepada para suami yang telah meninggal. Bila para istri memilih untuk keluar dari rumah tersebut secara sukarela sebelum masa satu tahun habis, maka tidak ada dosa atas kalian wahai para ahli waris dalam hal ini, dan tidak ada dosa bagi para istri untuk melakukan hal-hal mubah terkait dengan dirinya. Allah Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya dan Bijaksana dalam perintah dan larangan-Nya. Ayat ini telah di mansukh dengan ayat sebelumnya (ayat 234).
وَلِلْمُطَلَّقٰتِ مَتَاعٌ ۢبِالْمَعْرُوْفِۗ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ
Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mutah menurut yang maruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang taqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Wanita-wanita yang ditalak berhak mendapatkah hadiah berupa pakaian dan nafkah dengan cara yang ma ruf lagi baik menurut syariat, sebagai sebuah kewajiban atas orang-orang yang takut dan bertakwa kepada Allah dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.

Tafsir Al-Muyassar

Dengan penjelasan yang jelas diatas terkait dengan hukum-hukum para anak dan para istri, Allah menjelaskan ayat-ayat dan hukum-hukum-Nya kepada kalian dalam segala urusan yang kalian perlukan di kehidupan dunia dan akhirat kalian, agar kalian memahaminya dan mengamalkannya.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ اُلُوْفٌ حَذَرَ الْمَوْتِۖ فَقَالَ لَهُمُ اللّٰهُ مُوْتُوْاۗ ثُمَّ اَحْيَاهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُوْنَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka:"Marilah kamu", kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu wahai Rasul tidak mengetahui kisah orang-orang yang berlari dari kampung halaman mereka dalam jumlah puluhan ribu karena takut mati dari wabah tha un atau takut perang, lalu Allah berfirman kepada mereka : Matilah kalian. Lalu mereka semua mati sekaligus sebagai hukuman atas perbuatan mereka yang berlari dari takdir Allah. Kemudian Allah menghidupkan mereka sesaat setelah itu agar mereka menyelesaikan ajal mereka, mengambil pelajaran dan bertaubat kepada-Nya. Sesungguhnya Allah adalah pemilik karunia yang agung atas manusia dengan nikmat-nikmat-Nya yang berjumlah banyak, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri karunia Allah atas mereka.
وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Perangilah wahai kaum muslimin orang-orang kafir untuk menegakkan agama Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar apa yang kalian ucapkan dan Maha Mengetahui apa yang kalian niatkan dan lakukan.
مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةًۗ وَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Tafsir Al-Muyassar

Siapa gerangan yang berkenan berinfak di jalan Allah dengan baik dan hanya berharap pahala dari-Nya semata, sehingga Allah melipatgandakan untuknya dengan jumlah yang besar, pahala yang tiada terhitung dan balasan yang tidak terhingga? Allah menahan dan memberi, maka berinfaklah dan jangan hitung-hitungan, karena Allah adalah Maha Memberi rizki, Dia mempersempit rizki hamba-hamba yang Dia kehendaki dan melapangkannya bagi yang lain. Milik-Nya hikmah yang mendalam dalam hal itu, hanya kepada-Nya-lah kalian akan kembali setelah mati, lalu Dia akan membalas kalian atas perbuatan-perbuatan kalian.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الْمَلَاِ مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰىۘ اِذْ قَالُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ اَلَّا تُقَاتِلُوْاۗ قَالُوْا وَمَا لَنَآ اَلَّا نُقَاتِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَدْ اُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَاَبْنَاۤىِٕنَاۗ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemukan Bani Israil sesudah Nabi Musa ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka:"Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab:"Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab:"Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul kisah orang-orang terpandang dan berkedudukan dari kalangan Bani Israil setelah zaman musa? Saat itu mereka meminta kepada Nabi mereka agar menunjuk seorang raja yang akan memimpin mereka berperang di jalan Allah melawan musuh-musuh mereka. Maka Nabi mereka menjawab : Saya khawatir perkaranya sebagaimana yang telah aku perkirakan sebelumnya, bila berperang dijalan Allah diwajibkan atas kalian maka kalian tidak akan berperang, karena aku mengira kalian adalah orang-orang penakut yang akan meninggalkan medan perang. Maka mereka menepis kekhawatiran Nabi mereka dengan menjawab : Apa yang menghalangi kami untuk berperang dijalan Allah, sementara musuh kami telah mengusir kami dari kampung halaman kami dan memisahkan kami dari keluarga kami lewat pembunuhan dan penawanan? Manakala Allah menetapkan kewajiban berperang atas mereka dibawah kepemimpinan raja yang Dia tetapkan bagi mereka, mereka merasa gentar dan mereka malah meninggalkan medan perang, kecuali hanya sedikit orang dari mereka yang masih teguh imannya.
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًاۗ قَالُوْٓا اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ اَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِۗ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَالْجِسْمِۗ وَاللّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْكَهٗ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Nabi mereka mengatakan kepada mereka:"Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab:"Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak" Nabi (mereka) berkata:"Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Nabi mereka berkata kepada mereka : Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut sebagai raja kalian sebagai jawaban atas permohonan kalian. Dia yang akan memimpin kalian untuk berperang melawan musuh kalian seperti yang kalian minta. Maka para pembesar Bani Israil menjawab : Bagaimana Thalut bisa menjadi raja kami, dia tidak berhak atasnya, dia bukan keturunan raja, bukan dari keturunan nabi dan tidak memiliki harta yang melimpah sebagai modal dia menjadi raja? Kamilah yang lebih berhak atas kerajaan ini daripadanya, karena kami adalah keturunan raja dan dari keluarga nabi. Maka Nabi mereka menjawab : Sesungguhnya Allah yang memilihnya atas kalian, Dia lebih mengetahui urusan hamba-hamba-Nya, di samping itu Allah memberikan kelebihan berupa keluasan ilmu dan kekuatan jasmani untuk memerangi musuh. Allah adalah pemilik kerajaan, Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Mahaluas pemberian dan karunia-Nya, Maha Mengetahui hakikat segala perkara dan tidak ada sesuatu yang samar bagi Allah.
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْكِهٖٓ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ التَّابُوْتُ فِيْهِ سَكِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰلُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka:"Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Rabbmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Nabi mereka berkata : Sesungguhnya bukti sah kerajaannya adalah peti yang berisi Taurat yang akan mendatangi kalian - sebelumnya peti ini telah dirampas oleh musuh- didalamnya terdapat ketentraman dari Rabb kalian yang dibawa para malaikat. Didalamnya terdapat sisa-sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, seperti tongkat, potongan lauh-lauh yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya hal itu merupakan bukti paling besar bagi kalian bahwa Thalut memang seorang raja pilihan untuk kalian atas dasar perintah dari Rabb kalian, hal itu bila kalian membenarkan Allah dan para utusannya.
فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوْتُ بِالْجُنُوْدِ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِنَّهٗ مِنِّيْٓ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً ۢبِيَدِهٖۚ فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۗ فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۙ قَالُوْا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖۗ قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata:"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku". Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata:"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya". Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata:"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".

Tafsir Al-Muyassar

Manakala Thalut membawa pasukannya untuk memerangi orang-orang yang sombong, dia berkata kepada mereka : Sesungguhnya Allah akan menguji kalian apakah kalian akan bersabar atau tidak dengan sebuah sungai yang akan kalian seberangi didepan kalian, agar orang mukmin bisa dipilah dari orang munafik. Siapa diantara kalian yang minum air sungai, maka dia bukan termasuk pasukanku, dan tidak layak untuk berperang bersamaku. Namun siapa yang tidak minum maka dia termasuk pasukanku karena dia taat kepada perintahku dan layak untuk berjihad. Kecuali siapa yang mengambil keringanan dengan hanya menciduk satu kali saja, maka dia tidak disalahkan. Manakala mereka tiba disungai, mereka langsung terjun kedalamnya dan sibuk minum darinya, kecuali hanya sedikit dari mereka yang sabar menahan haus dan panas, mereka merasa cukup hanya dengan sekali cidukan. Pada saat itu orang-orang yang melanggar ditinggalkan. Manakala Thalut dan sekelompok kecil pasukannya yang berjumlah tiga ratus dan belasan orang saja melewati sungai untuk melawan musuh, mereka melihat jumlah musuh yang besar dan perlengkapan mereka yang unggul, mereka pun berkata : Kita tidak akan mampu melawan pasukan Jalut yang kuat hari ini. Lalu orang-orang yang merasa yakin bahwa mereka akan bertemu Allah mengingatkan saudara-saudara mereka kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya, mereka berkata : Tidak jarang sekelompok kecil orang yang beriman lagi sabar meraih kemenangan dengan izin Allah dan karunia-Nya atas kelompok kafir yang durhaka dalam jumlah besar. Allah beserta orang-orang yang sabar dengan memberi mereka taufik, pertolongan dan balasan kebaikan.
وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَۗ
Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, merekapun berdoa:"Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir".

Tafsir Al-Muyassar

Manakala mereka telah berhadap-hadapan dengan pasukan Jalut, mereka melihat kematian berada didepan mata kepala mereka, mereka pun berdoa dan merendahkan diri kepada Allah, mereka berkata ; Ya Allah, turunkanlah kesabaran yang besar ke dalam dada kami, teguhkanlahlah kaki-kaki kami, jadikanlah ia kokoh dalam berperang melawan musuh kami, tidak gentar terhadap kengerian peperangan, dan berikanlah kemenangan kepada kami dengan pertolongan dan dukungan-Mu atas kaum yang kafir.
فَهَزَمُوْهُمْ بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَقَتَلَ دَاوٗدُ جَالُوْتَ وَاٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهٗ مِمَّا يَشَاۤءُۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَرْضُ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebagaian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Tafsir Al-Muyassar

Maka mereka berhasil mengalahkan Jalut dan bala tentaranya dengan izin Allah, Dawud membunuh panglima orang-orang sombong Jalut. Dan setelah itu Allah memberikan kerajaan dan kenabian kepada Dawud pada Bani Israil, dan mengajkarkan ilmu-ilmu yang Dia kehendaki kepadanya. Sekiranya Allah tidak mengalahkan dengan sebagian manusia -mereka adalah orang-orang yang taat dan beriman- terhadap sebagian yang lain -mereka adalah orang-orang durhaka dan mempersekutukan Allah- niscaya bumi akan menjadi rusak karena dominasi orang-orang kafir dan berkuasanya kelaliman serta ahli maksiat. Akan tetapi Allah adalah pemilik karunia atas seluruh makhluk.
تِلْكَ اٰيٰتُ اللّٰهِ نَتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّۗ وَاِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.

Tafsir Al-Muyassar

Itu adalah bukti-bukti dan tanda-tanda kebesaran Allah, Dia menceritakannya kepada engkau wahai Nabi dengan kebenaran. Dan sesungguhnya kamu benar-benar termasuk utusan Allah yang terpercaya.
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagaian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Para Rasul yang mulia itu, sebagian dari mereka diunggulkan oleh Allah atas sebagian yang lainnya, menurut apa yang Allah anugerahkan kepada mereka. Di antara mereka ada yang Allah berbicara langsung kepadanya, yaitu Musa dan Muhammad. Ini menetapkan sifat kalam bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya. Di antara mereka ada yang Allah angkat ke derajat-derajat yang tinggi seperti Muhammad dengan keumuman risalah penutup nubuwwah, keunggulan umatnya atas umat-umat yang lain dan sebagainya. Dan Allah telah memberikan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan dan mencengangkan kepada Isa putra Maryam seperti menyembuhkan orang buta bawaan sejak lahir dengan izin Allah, menyembuhkan penderita penyakii sopak dengan izin Allah dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan Allah mendukungnya dengan Jibril. Seandainya Allah berkehendak supaya orang-orang yang datang setelah para Rasul tersebut tidak bertikai setelah datang kepada mereka keterangan dari Allah, niscaya mereka tidak akan bertikai. Akan tetapi khilaf tetap terjadi di antara mereka; di antara mereka ada yang tetap teguh diatas imannya, dan diantara mereka ada yang tetap bersikukuh di atas kekufurannya. Kalau Allah berkehendak, setelah terjadi perselisihan diantara mereka yang membawa kepada pertikaian, niscaya mereka tidak bertikai. Akan tetapi Allah memberikan taufik-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki untuk menaati-Nya dan beriman kepada-Nya, dan membiarkan siapa yang Dia kehendaki sehingga dia mendurhakai-Nya dan kafir kepada-Nya. Dia melakukan dan memilih sebagaimana yang Dia kehendaki.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌۗ وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, membenarkan Rasul-Nya dan mengamalkan petunjuk-Nya, keluarkanlah zakat yang wajib, bersedekahlah dari apa yang telah Allah berikan kepadamu sebelum tiba Hari Kiamat. Saat itu tiada lagi jual beli sehingga keuntungan bisa diraih, tiada harta yang bisa kalian gunakan untuk menebus diri kalian dari siksa Allah, tiada talian pertemanan yang bisa membantu kalian, tiada pemberi syafaat yang bisa meringankanmu dari siksa Allah. Dan orang-orang kafir adalah orang-orang zhalim yang melanggar batas-batas Allah.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tafsir Al-Muyassar

Allah, tiada illah yang berhak untuk disembah selian Dia, Dia Mahahidup, Pemilik seluruh makna kehidupan sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, Pemelihara segala sesuatu, tidak pernah mengantuk apalagi tidur. Segala apa yang ada dilangit dan dibumi adalah milik-Nya, tidak ada seorangpun yang berani berbuat lancing dengan memberi syafaat dihadapan-Nya kecuali dengan izin-Nya. Ilmu-Nya mencakup segala apa yang ada, dimasa lalu, saat ini dan yang akan datang. Dia mengetahui perkara-perkara yang akan datang yang dihadapi oleh para makhluk dan mengetahui perkara-perkara masa lalu yang telah ditinggalkan oleh makhluk. Tidak seorangpun dari makhluk yang mengetahui sedikitpun dari ilmu-Nya , kecuali sebatas apa yang Allah ajarkan dan sampaikan kepadanya. Kursi-Nya meliputi langit-langit dan bumi. Kursi adalah tempat pijakan kedua kaki Rabb, dan hanya Allah yang mengetahui bagaimananya. Menjaga langit dan bumi tidak memberiatkan bagi Allah, Dialah yang Mahatinggi dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya di atas seluruh makhluk-Nya, pemilik segala sifat keagungan dan kesombongan. Ayat ini adalah ayat yang paling agung di dalam al-Qur an dan bernama ayat kursi.
لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesunguhnya ia tela berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Karena agama ini telah sempurna dan bukti-buktinya pun jelas, maka tidak diperlukan pemaksaan untuk mengikutinya dari orang-orang yang telah ditetapkan jizyah atas mereka. Bukti-buktinya sudah terang, dengannya yang haq diketahui dari yang batil, hidayah dari kesesatan. Barangsiapa kafir kepada segala apa yang disembah selain Allah dan beriman kepada Allah, maka dia telah berjalan lurus dan tegak diatas jalan yang benar, berpegang kepada agama dengan tali yang paling kokoh yang tidak akan terputus. Allah Maha Mendengar kata-kata hamba-Nya, Maha Mengetahui niat dan perbuatan mereka, dan Dia akan membalas mereka atasnya.
اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni nereka; mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah memperhatikan orang-orang beriman dengan pertolongan, taufik dan penjagaan-Nya, mengeluarkan mereka dari kegelapan kekufuran kepada cahaya iman. Sedangkan wali-wali dan penolong-penolong orang-orang kafir adalah sekutu-sekutu mereka dan berhala-berhala mereka yang mereka sembah selain Allah. Mereka mengeluarkan orang-orang kafir dari cahaya iman ke dalam kegelapan kekufuran. Mereka adalah para penghuni Neraka yang tinggal seterusnya di dalamnya, mereka kekal selama-lamanya dan tidak keluar darinya.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan:"Rabbku ialah yang menghidupkan dan mematikan". Orang itu berkata:"Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata:"Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu melihat wahai Rasul sesuatu yang lebih menakjubkan daripada keadaan orang yang mendebat Ibrahim tentang tauhid Allah dan rububiyah-Nya, hanya karena Allah memberikan kerajaan kepadanya lalu dia menyombongkan diri dan bertanya kepada Ibrahim : Siapa Rabbmu? Maka Ibrahim menjawab : Rabbku adalah yang menghidupkan seluruh makhluk sehingga mereka semuanya hidup, mencabut kehidupan dari mereka sehingga mereka pun mati. Dialah satu-satunya pemegang kehidupan dan kematian. Dia berkata ; Aku pun juga bisa menghidupkan dan mematikan. Maksudnya membunuh siapa yang aku ingin bunuh dan membiarkan siapa yang ingin aku biarkan. Maka Ibrahim berkata kepadanya : Sesungguhnya Allah yang aku sembah mendatangkan matahari dari timur, apakah kamu dapat merubah sunnah Ilahiyah ini dengan mendatangkannya dari barat? Maka Raja kafir tersebut bingung dan habislah argumentasinya. Dia sama dengan orang-orang zhalim, di mana Allah tidak akan membimbing mereka ke jalan kebenaran dan haq.
اَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۚ قَالَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَاۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗۗ قَالَ كَمْ لَبِثْتَۗ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ اِلٰى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْۚ وَانْظُرْ اِلٰى حِمَارِكَۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَانْظُرْ اِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًاۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang-orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata:"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah roboh" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya:"Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?". Ia menjawab:"Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman:"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian Kami mentupnya kembali dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata:"Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Tafsir Al-Muyassar

Atau apakah kamu wahai Rasul melihat seperti seorang laki-laki yang melewati sebuah perkampungan yang telah hancur perumahannya dan temboknya menumpangi atapnya, lalu laki-laki itu berkata : Bagaimana Allah menghidupkan perkampungan yang telah mati ini? Lalu Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya kepadanya : Berapa lama kamu mati? Dia menjawab : Satu atau sebagian hari saja. Lalu Allah mengabarkan kepadanya bahwa dia telah mati selama seratus tahun, Allah memerintahkannya untuk melihat makanan dan minumannya, bagaimana Allah menjaga keduanya sehingga keduanya tidak basi selama masa yang panjang tersebut. Allah memintanya untuk melihat keledainya, bagaimana Allah menghidupkannya lagi setelah sebelumnya ia hanyalah tulang-belulang yang tercecer. Allah berfirman kepadanya : Kami akan menjadikanmu sebagai bukti bagi umat manusia. Yakni bukti nyata keuasaan Allah dalam membangkitkan sesudah kematian. Allah memerintahkannya agar melihat kepada tulang-belulang, bagaimana Allah mengangkat sebagian diatas sebagiannya yang lainnya, menyambung sebagian dengan sebagian lainnya, kemudian membungkusnya dengan daging setelah ia tersusun dengan sempurna, kemudian mengembalikan kehidupan kepadanya. Manakala dia melihat semua itu dengan mata kepalanya, dia pun mengakui keagungan Allah dan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan dia sendiri menjadi bukti bagi manusia.
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata:"Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati," Allah berfirman:"Apakah kamu belum percaya" Ibrahim menjawab:"Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya". Allah berfirman:"(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung-burung itu kepadamu, kemudian letakkanlah tiap-tiap seekor daripadanya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepada kamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Dan ingatlah wahai Rasul permintaan Ibrahim kepada Rabbnya agar memperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan. Maka Allah bertanya kepadanya : Apakah kamu belum beriman? Ibrahim menjawab : Sudah. Akan tetapi aku memohon hal itu untuk menambah keyakinan di atas keyakinanku. Allah berfirman : Ambillah empat ekor burung, kumpulkanlah dan sembelihlah lalu potong-potonglah ia, kemudian letakkan sebagian darinya di setiap gunung, lalu panggillah mereka niscaya mereka akan dating saat itu juga. Lalu Ibrahim melakukan dan memanggil, burung-burung itu hadir seperti sedia kala. Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya, Maha Bijaksana dalam perkataan, perbuatan, syariat dan takdir-Nya.
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara amal shalih yang besar manfaatnya bagi orang-orang beriman adalah infak di jalan Allah. Perumpamaan orang-orang mukmin yang berinfak di jalan Allah adalah seperti sebuah biji yang ditanam di dalam bumi yang subur, lalu ia menumbuhkan sebuah batang yang bercabang tujuh, masing-masing cabang mempunyai seratus biji. Dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki, berdasarkan apa yang tertanam dalam hati penginfak berupa iman dan keikhlasan yang sempurna. Karunia Allah itu luas dan Dia mengetahui siapa yang berhak mendapatkannya, dan mengetahui niat-niat hamba-Nya.
اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُوْنَ مَآ اَنْفَقُوْا مَنًّا وَّلَآ اَذًىۙ لَّهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengeluarkan harta mereka di bidang jihad dan jalan-jalan kebaikan, kemudian mereka tidak mengiringi harta yang mereka infakkan itu dengan mengungkit-ungkitnya atas penerimanya dan tidak pula dengan sesuatu yang menyakiti berupa perkataan atau perbuatan yang mengindikasikan adanya keunggulan atasnya, mereka mendapatkan pahala besar di sisi Rabb mereka, tiada ketakutan atas mereka terkait dengan perkara akhirat yang akan mereka hadapi, dan tiada kesedihan bagi mereka terkait dengan perkara dunia yang tidak mereka dapatkan.
قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًىۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Perkataan yang baik kepada peminta dan memaafkan permintaan yang dilakukannya secara terus menerus adalah lebih baik daripada sedekah yang diikuti dengan sikap buruk yang menyakiti. Allah tidak memerlukan sedekah para hamba dan Dia Maha Penyantun sehingga tidak menyegerakan hukuman atas mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu denga menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepaa manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir itu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah kalian menyia-nyiakan pahala sedekah kalian dengan sikap mengungkit-ungkit dan menyakiti. Itu sama dengan orang yang bersedekah agar dilihat oleh manusia sehingga mereka memujinya, sementara dia juga tidak beriman kepada Allah dan tidak meyakini hari akhir. Perumpamaannya adalah seperti baju licin, di atasnya ada debu lalu hujan besar lagi deras mengguyurnya, hujan itu pun melenyapkan debu di atas batu tersebut, sehingga batu itu pun licin tiada bekasnya. Demikian pula keadaan orang-orang yang bersedekah dengan dorongan riya, amal-amal mereka lenyap di sisi Allah, mereka tidak mendapatkan balasan apapun disisi-Nya atas apa yang telah mereka nafkahkan. Allah tidak akan membimbing orang-orang kafir untuk mengetahui kebenaran dalam perkara infak dan lainnya.
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Tafsir Al-Muyassar

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka demi mencari ridha Allah disertai keyakinan yang kokoh terhadap kebenaran janji-Nya adalah seperti kebun yang besar di dataran tinggi yang subur yang disiram hujan yang deras, maka buah-buahannya melimpah ruah. Bila hujan yang deras tidak turun, maka cukuplah hujan kecil untuk menghasilkan buah-buahan yang melimpah. Demikian pula infak orang-orang yang ikhlas, ia diterima oleh Allah dan dilipatgandakan, sedikit maupun banyak. Allah Maha Mengetahui rahasia-rahasia, Maha Melihat apa yang Nampak dan apa yang tersembunyi, memberikan balasan kepada masing-masing orang berdasarkan keikhlasannya.
اَيَوَدُّ اَحَدُكُمْ اَنْ تَكُوْنَ لَهٗ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ لَهٗ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۙ وَاَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهٗ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاۤءُۚ فَاَصَابَهَآ اِعْصَارٌ فِيْهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah, Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah salah seorang di antara kalian berharap memiliki kebun kurma dan anggur, di bawah kebun itu mengalir sungai-sungai yang tawar airnya, di dalamnya dia mempunyai berbagai macam buah-buahan. Padahal dia sudah mencapai usia lanjut, tidak mampu lagi menanam seperti tanaman-tanaman itu, dia pun mempunyai anak-anak kecil yang membutuhkan kebun tersebut. Namun dalam kondisi demikian angin sangat kencang bertiup, angin itu adalah angin panas yang bisa membakar kebunnya? Demikianlah keadaan orang-orang yang tidak ikhlas dalam berinfak, mereka datang Di Hari Kiamat tanpa mendapatkan balasan kebaikan apa pun. Allah membimbing kalian kepada apa yang bermanfaat bagi kalian dengan penjelasan seperti ini agar kalian merenungkan sehingga kalian mengikhlaskan infak kalian karena Allah.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada-Ku dan mengikuti jalan-Ku, infakkanlah dari yang halal lagi baik dari apa yang kalian hasilkan dari usaha kalian dan dari apa yang Kami keluarkan dari bumi. Jangan sengaja memilih yang buruk darinya lalu memberikannya kepada fakir miskin. Seandainya yang buruk tersebut diberikan kepada kalian, niscaya kalian menolaknya karena keburukan dan aibnya. Lantas bagaimana kalian merelakan sesuatu untuk Allah padahal kalian tidak merelakannya untuk diri kalian sendiri? Sadarilah bahwa Allah yang telah memberi rizki kepada kalian tidak memerlukan sedekah kalian, Dia berhak disanjung dan dipuji dalam segala keadaan.
اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًاۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌۙ
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Kebakhilan dan kesengajaan memilih yang buruk untuk disedekahkan adalah dari setan yang menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan dan mendorong kalian untuk bersikap kikir. Dia juga memerintahkan kalian agar berbuat maksiat dan menyelisihi perintah Allah, padahal Allah menjanjikan dengan infak kalian itu ampunan bagi dosa-dosa kalian dan rizki yang lapang bagi kalian. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui niat dan perbuatan.
يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.

Tafsir Al-Muyassar

Allah memberikan ketepatan dalam bertutur kata dan berbuat kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Barangsiapa yang diberi nikmat yang demikian oleh Allah, maka dia telah diberi kebaikan yang melimpah. Hal ini tidak diingat dan tidak diambil manfaatnya kecuali oleh orang-orang yang memiliki akal yang bersinar karena cahaya Allah dan hidayah-Nya.
وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ نَّفَقَةٍ اَوْ نَذَرْتُمْ مِّنْ نَّذْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُهٗۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

Tafsir Al-Muyassar

Harta apapun yang kalian berikan, banyak atau sedikit, sebagai sedekah demi mendapatkan ridha Allah atau kalian mewajibkan sebagian harta atau selainnya atas diri kalian melalui pintu nadzar, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. Dia mengawasi niat-niat kalian dan akan membalas kalian atas itu. Barangsiapa menghalang-halangi hak Allah, maka dia adalah orang zhalim dan orang-orang zhalim itu tidak mempunyai penolong yang membantu mereka terbebas dari siksa Allah.
اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian menampakkan apa yang kalian sedekahkan, maka hal itu adalah sebaik-baik sedekah. Namun bila kalian merahasiaknnya dan memberikannya kepada fakir miskin, maka hal ini lebih utama bagi kalian, karena hal ini lebih jauh dari riya. Sedekah yang diiringi dengan keikhlasan merupakan pelebur bagi dosa-dosa kalian. Allah Maha Mengetahui perkara-perkara yang samar, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah, dan Dia akan membalas masing-masing sesuai dengan amalnya.
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).

Tafsir Al-Muyassar

Kamu wahai Rasul bukan penanggung jawab dalam memberikan hidayah kepada orang-orang kafir, akan tetapi Allah-lah yang melapangkan dada siapa yang dikehendaki-Nya kepada agama-Nya dan membimbing mereka kepadanya. Harta yang kalian berikan, manfaatnya kembali lagi kepada kalian dari Allah. Orang-orang mukmin tidak berinfak kecuali demi mencari ridha Allah. Harta apa pun yang kalian infakkan dengan ikhlas karena Allah, maka kalian akan mendapatkan pahalanya dengan sempurna, tidak dikurangi sedikitpun darinya. Ayat ini menetapkan sifat wajah bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya.
لِلْفُقَرَاۤءِ الَّذِيْنَ اُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِى الْاَرْضِۖ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ اَغْنِيَاۤءَ مِنَ التَّعَفُّفِۚ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمٰهُمْۚ لَا يَسئَلُوْنَ النَّاسَ اِلْحَافًاۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Berikanlah sedekah kalian kepada orang-orang fakir miskin kaum muslimin yang tidak mampu melakukan perjalanan demi mencari rizki karena mereka sibuk berjihad di jalan Allah. Sementara orang yang tidak mengenal mereka mengira bahwa mereka tidak memerlukan sedekah, hal itu karena mereka bisa menahan diri dengan tidak meminta-minta, kalian mengenal mereka dengan tanda-tanda mereka dan bekas-bekas kebutuhan pada mereka, namun mereka sama sekali tidak meminta kepada orang. Bila mereka meminta karena terpaksa, mereka juga tidak akan ngotot dalam memintanya. Harta apapun yang kalian infakkan di jalan Allah, maka Allah mengetahuinya karena tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya. Dan karenanya Dia akan membalas di Hari Kiamat dengan balasan yang paling sempurna.
اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengeluarkan harta mereka demi mendapatkan ridha Allah siang dan malam, secara terbuka dan secara rahasia, mereka mendapatkan pahala di sisi Rabb mereka, tiada ketakutan atas mereka dalam menghadapi perkara akhirat yang ada didepan mereka, dan tidak ada kesedihan bagi mereka terhadap bagian dunia yang tidak mereka raih. Syariat ilahi yang bijaksana itu adalah minhaj Islam dalam perkara infak, karena ia membantu menutupi kebutuhan orang-orang miskin dengan kemuliaan dan kehormatan, membersihkan harta orang-orang kaya, mewujudkan sikap tolong-menolong di atas kebaikan dan takwa demi mendapatkan wajah Allah tanpa paksaan dan tekanan.
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Adapun orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang bermuamalah dengan riba, yaitu tambahan diatas harta pokok, tidak bangkit dari kubuyr mereka diakhirat kecuali seperti seseorang yang berdiri dalam keadaan dirasuki oleh setan, sempoyongan karena tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka berkata : Sesungguhnya jual beli itu tidak lain kecuali sama dengan riba. Yakni kedua-duanya halal dan sama-sama menambah harta. Tetapi Allah membantah anggapan mereka. Dia menjelaskan bahwa Dia menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, karena jual beli mengandung manfaat bagi pribadi dan masyarakat dan karena riba menyeret kepada eksploitasi, kebinasaan dan kesia-siaan. Barangsiapa yang telah mengetahui larangan riba dari Allah lalu dia menghentikannya, maka untuknya apa yang telah berlalu sebelum dia mengetahui larangan, tidak ada dosa atasnya, sedangkan perkaranya yang akan datang kembali kepada Allah. Bila ia tetap teguh diatas taubatnya, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Namun siapa yang kembali kepada riba lalu dia tetap melakukannya padahal dia telah mengetahui larangan Allah terhadapnya, maka dia berhak mendapatkan hukuman, karena hujjah telah tegak atasnya. Karenanya Allah berfirman : Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.
يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Tafsir Al-Muyassar

Allah melenyapkan riba seluruhnya atau mencabut keberkahan harta dari pemiliknya sehingga dia tidak bisa mengambil manfaat darinya, sementara Dia menumbuhkan sedekah dan mengembangkannya, melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang bersedekah serta memberkahi harta mereka. Allah tidak menyukai orang-orang yang bersikukuh di atas kekufurannya, perbuatan yang menghalalkan memakan riba dan yang tetap berjalan di atas rel dosa, haram dan maksiat kepada Allah.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, melakukan perbuatan-perbuatan baik, mendirikan shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, membayarkan zakat harta mereka, mereka mendapatkan pahala besar yang khusus bagi mereka di sisi Rabb mereka dan pemberi rizki mereka, mereka tidak ditimpa ketakutan di akhirat dan mereka tidak bersedih atas apa yang luput dari bagian di dunia mereka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, takutlah kalian kepada Allah, jangan menuntut sisa-sisa riba yang menjadi hak kalian sebelum diharamkannya riba, bila iman kalian memang benar dari sisi perkataan dan perbuatan.
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۚ وَاِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian tidak meninggalkan apa yang Allah larang terhadap kalian, maka bersiap-siaplah untuk menghadapi peperangan dari Allah dan Rasul-Nya. Bila kalian kembali kepada Illah kalian dan meninggalkan riba, maka kalian berhak mengambil piutang kalian tanpa tambahan. Dengan itu kalian tidak menzhalimi siapa pun dengan mengambil apa yang lebih dari harta pokok, dan kalian juga tidak di zhalimi oleh siapa pun dengan membayar yang kurang dari hak kalian.
وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍۗ وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Bila pihak pemikul hutang tidak mampu untuk melunasi, maka berikanlah tenggang waktu kepadanya sampai Allah memberikan kemudahan kepadanya, sehingga dia bisa menunaikan kewajibannya kepada kalian. Bila kalian tidak menuntut harta pokok, baik seluruhnya atau sebagian darinya dan menggugurkannya maka hal ini jauh lebih baik bagi kalian, bila kalian mengetahui keutamaan hal itu dan bahwa ia lebih baik bagi kalian di dunia dan di akhirat.
وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِۗ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya.

Tafsir Al-Muyassar

Takutlah kalian wahai manusia terhadap suatu hari di mana pada saat itu kalian kembali kepada Allah, yaitu Hari Kiamat, di mana kalian menghadap kepada Allah untuk menghisab kalian. Dia akan membalas masing-masing orang dari kalian sesuai dengan amal perbuatannya, bila baik maka balasannya baik, bila buruk maka buruk pula balasannya tanpa ada yang di zhalimi. Ayat ini mengandung petunjuk agar meninggalkan usaha-usaha riba yang diharamkan oleh Allah, menyempurnakan iman dan tuntutan-tuntutannya berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat dan melakukan amal-amal shalih.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ وَلْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْۚ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـئًاۗ فَاِنْ كَانَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيْهًا اَوْ ضَعِيْفًا اَوْ لَا يَسْتَطِيْعُ اَنْ يُّمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهٗ بِالْعَدْلِۗ وَاسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ مِنْ رِّجَالِكُمْۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَّامْرَاَتٰنِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاۤءِ اَنْ تَضِلَّ اِحْدٰىهُمَا فَتُذَكِّرَ اِحْدٰىهُمَا الْاُخْرٰىۗ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاۤءُ اِذَا مَا دُعُوْاۗ وَلَا تَسْئَمُوْٓا اَنْ تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا اَوْ كَبِيْرًا اِلٰٓى اَجَلِهٖۗ ذٰلِكُمْ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ وَاَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَاَدْنٰٓى اَلَّا تَرْتَابُوْٓا اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَلَّا تَكْتُبُوْهَاۗ وَاَشْهِدُوْٓا اِذَا تَبَايَعْتُمْۙ وَلَا يُضَاۤرَّ كَاتِبٌ وَّلَا شَهِيْدٌ ەۗ وَاِنْ تَفْعَلُوْا فَاِنَّهٗ فُسُوْقٌۢ بِكُمْۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertaqwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya Muhammad, bila kalian bermuamalah dengan hutang untuk jangka waktu tertentu maka tulislah demi menjaga harta dan menepis perselisihan. Hendaknya yang menulis adalah seorang laki-laki yang dipercaya lagi teliti. Hendaknya orang yang telah diajari menulis oleh Allah tidak menolak untuk melakukan hal itu. Hendaknya pihak penghutang mendiktekan hutang yang dipikulnya, merasa diawasi oleh Rabbnya dan tidak mengurangi hutangnya sedikitpun. Bila pihak penghutang adalah seseorang yang telah mendapatkan vonis tidak boleh bertransaksi karena dia menghambur-hamburkan hartanya atau berfoya-foya, atau dia masih kecil atau orang gila, atau tidak bisa berbicara karena bisu atau tidak mampu berbicara secara sempurna, maka hendaknya walinya yang melakukan hal itu untuknya. Carilah dua orang saksi muslim dewasa dari kalangan orang-orang yang adil. Bila tidak ada dua orang laki-laki, maka terimalah kesaksian satu orang laki-laki dan dua orang wanita yang kalian terima kesaksiannya, sehingga bila salah seorang dari kedua wanita tersebut lupa maka yang lainnya mengingatkannya. Hendaknya para saksi berkenan mengabulkan permintaan siapa yang meminta mereka untuk bersaksi, para saksi juga harus memberikan kesaksiannya bila diminta untuk itu. Jangan merasa jenuh untuk menulis hutang-piutang, besar maupun kecil, sampai waktu yang telah ditentukan, karena hal itu lebih adil dalam syariat Allah dan petunjuk-Nya, lebih membantu dalam menegakkan kesaksian dan menunaikannya, serta lebih menjauhkan kemungkinan terjadinya keragu-raguan terkait dengan jenis hutang, kadar dan waktu pelunasannya. Akan tetapi bila masalahnya adalah jual beli, mengambil barang dan membayar harganya saat itu juga, maka tidak diperlukan penulisan, dianjurkan mengajukan saksi dalam hal ini demi menepis perselisihan dan percekcokan. Di antara kewajiban saksi dan penulis adalah menunaikan kesaksian sebagaimana ia dan penulisan sebagimana yang diperintahkan oleh Allah. Pemilik hak atau pemikul kewajiban tidak boleh menimpakan kesulitan kepada penulis dan saksi, demikian pula penulis dan saksi tidak boleh merugikan pihak yang memerlukan penulisan dan kesaksiannya. Bila kalian melakukan apa yang dilarang, maka hal itu merupakan penyimpangan dari ketaatan kepada Allah dan akibat buruknya akan menimpa kalian sendiri. Takutlah kalian semuanya kepada Allah dalam segala apa yang Dia perintahkan dan Dia larang. Dia mengajarkan kepada kalian segala apa yang bermanfaat di dunia dan akhirat kalian. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tiada yang samar bagi Allah dari urusan-urusan kalian dan Dia akan membalas kalian sesuai dengan apa yang kalian kerjakan.
وَاِنْ كُنْتُمْ عَلٰى سَفَرٍ وَّلَمْ تَجِدُوْا كَاتِبًا فَرِهٰنٌ مَّقْبُوْضَةٌۗ فَاِنْ اَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِى اؤْتُمِنَ اَمَانَتَهٗ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَۗ وَمَنْ يَّكْتُمْهَا فَاِنَّهٗٓ اٰثِمٌ قَلْبُهٗۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ
Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperolah seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Rabbnya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian dalam keadaan bepergian dan kalian tidak menemukan orang yang bisa menulis untuk kalian, maka serahkanlah sesuatu kepada pemilik hak sebagai jaminan bagi haknya sampai pihak penghutang membayar hutang yang menjadi kewajibannya. Bila sebagian di antara kalian mempercayai sebagian yang lain, maka tidak mengapa bila tidak dilakukan penulisan, kesaksian dan jaminan. Hutang tersebut merupakan amanat di pundak penghutang, dia harus melunasinya, dia harus merasa diawasi oleh Allah sehingga tidak akan mengkhianati si pemberi hutang. Bila pihak yang berhutang mengingkari hutang yang dipikulnya, lalu ada pihak laian yang hadir dan menyaksikan, maka hendaknya pihak tersebut membuka kesaksiannya. Dan barangsiapa yang menyembunyikan kesaksian tersebut, maka dia adalah pemilik hati yang buruk lagi pengkhianat. Allah mengawasi apa yang tersimpan di dalam dada, ilmu-Nya meliputi seluruh urusan kalian dan Dia akan menghisab kalian di atas itu.
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah apa yang di langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Kepemilikannya, pengaturannya dan ilmunya adalah di tangan Allah, tiada sesuatu yang samar bagi-Nya. Apa yang kalian tampakkan dari dalam dada kalian atau kalian sembunyikan, maka Allah tetap Mengetahuinya dan tetap akan menghisab kalian atasnya. Lalu Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Allah MahaKuasa atas segala sesuatu. Namun setelah ini Allah memuliakan kaum muslimin dengan memaafkan pembicaraan hati dan apa yang terlintas di dalam benak selama ia tidak diikuti dengan kata-kata atau perbuatan, sebagaimana hal itu diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah.
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan):"Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan:"Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa):"Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

Tafsir Al-Muyassar

Rasulullah beriman dan meyakini apa yang diwahyukan kepadanya dari Rabbnya. Dia memang patut untuk meyakini, demikian pula orang-orang mukmin mereka membenarkan dan mengamalkan al-Qur an yang agung. Masing-masing dari mereka membenarkan Allah sebagai Rabb dan sesembahan yang disifati dengan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan, bahwa Allah memiliki para malaikat yang mulia, bahwa Allah menurunkan kitab-kitab dan mengutus Rasul-rasul-Nya kepada manusia, maka kita sebagai orang-orang mukmin tidak boleh beriman kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian yang lain, akan tetapi kita beriman kepada mereka semuanya. Rasul dan orang-orang beriman mengucapkan : Kami dengar apa yang Engkau wahyukan dan kami taati dalam semua itu wahai Rabb kami. Kami berharap Engkau mengampuni dosa-dosa kami dengan karunia-Mu. Engkaulah yang telah menjaga kami dengan nikmat-nikmat-Mu kepada kami dan hanya kepada-Mulah semata kami akan kembali dan berpulang.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Tafsir Al-Muyassar

Agama Allah adalah agama yang mudah, tidak ada kesulitan padanya. Allah tidak menuntut dari hamba-hamba-Nya sesuatu yang mereka tidak mampu melakukannya. Siapa yang melakukan kebaikan, maka dia mendapatkan balasan kebaikan. Siapa yang melakukan sebaliknya, maka dia mendapatkan sebaliknya. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menyiksa kami bila kami lupa terhadap sesuatu yang telah Engkau wajibkan atas kami, atau bila kami berbuat salah dalam melakukan sesuatu dari apa yang Engkau larang kami dari mengerjakannya. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau membebani kami amal-amal yang berat yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang durhaka sebelum kami sebagai hukuman atas mereka. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau membebani kami dengan beban-beban dan musibah-musibah yang kami tidak kuasa memikulnya. Hapuslah dosa-dosa kami, tutupilah aib-aib kami, berbuat baiklah kepada kami, Engkau adalah pemegang urusan kami dan pengaturnya, tolonglah kami atas orang-orang yang mengingkari agama-Mu dan mengingkari keesaan-Mu serta mendustakan Nabi-Mu Muhammad, jadikanlah akibat yang baik bagi kami atas mereka di dunia dan akhirat.