× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Diriwayatkan dari Ahmad, Abu Daud dan Al-Hakim, melalui jalur Abdurrahman bin Abi Laila dari Muadz bin Jabal, berkata bahwasanya dulu kaum muslimin makan, minum dan menggauli istrinya apabila tidak tidur. Dan apabila mereka tidur, mereka tidak melakukannya, kemudian ada seorang lelaki Anshar yang bernama Qais bin Shormah setelah melakukan salat Isya, ia tidur dan tidak makan dan juga tidak minum sampai pagi, maka ia pun dalam keadaan lemah. Dan Umar menggauli istrinya setelah ia bangun dari tidurnya, maka diceritakanlah hal itu semua kepada nabi saw, maka turunlah ayat ini. Diriwayatkan Oleh Imam Bukhari dari Barra berkata bahwasanya para sahabat nabi saw jika seseorang diantara mereka berpuasa kemudian tertidur sebelum waktu berbuka tiba, maka ia tidak makan di malam dan juga siang harinya sampai petang hari. Dan Qais bin Shormah seorang Anshor berpuasa dan ketika waktu berbuka tiba, ia mendatangi isterinya seraya berkata, "apakah kamu punya makanan?" Isterinya menjawab, "Tidak, tapi aku akan mencarinya untukmu." Lalu di siang harinya dia bekerja keras hingga mengantuk lalu tertidur. Ketika isterinya melihat dia sedang tertidur, isterinya berkata, "Rugilah kamu!" Maka pada tengah harinya Qais jatuh pingsan. Lalu persoalan ini diadukan kepada nabi saw, makan turunlah ayat ini. Diriwayatkan lagi oleh Imam Bukhari dari Barra, bahwasanya ketika diperintahkan puasa Ramadhan, orang-orang tidak mau mendekati isteri-isteri mereka sepanjang bulan Ramadhan tersebut. Dan ada beberapa orang yang mengkhianati dirinya sendiri. Maka Allah menurunkan ayat ini. Diriwayatkan dari Ahmad dan Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Abdullah bin Kaab bin Malik dari bapaknya berkata, bahwasanya di bulan Ramadhan ketika seseorang berpuasa dan memasuki waktu malam, maka dia mengharamkan dirinya makanan, minuman dan wanita, sampai saat berbuka besoknya. Umar bin Khathab setelah kembali dari sisi nabi saw pada suatu malam, dia mendapati isterinya telah tertidur, namun Umar menginginkanya. Maka isterinya berkata, "Aku telah tertidur." Umar ra berkata, "Kenapa kau tidur?" Lalu dia menggaulinya. Kaab juga melakukan hal yang sama, lalu pada pagi harinya Umar menemui nabi saw dan menceritakan hal ini. Lalu Allah menurukan ayat ini. "Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu." Diriwayatkan dari Ahmad, dari Sahal bin Saad berkata, ketika turun ayat "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam," dan belum diturunkan ayat lanjutannya yaitu "dari fajar", ada diantara orang-orang apabila hendak puasa, seseorang mengikat sutas benang putih dan hitam pada kakinya yang dia senantiasa meneruskan makannya hingga jelas terlihat perbedaan benang-benang itu. Maka Allah kemudian menurunkan ayat lanjutannya "dari fajar". Dari situ mereka mengetahui bahwa yang dimaksud dengan benang hitam dan putih adalah malam dan siang.

Back

Snow
Snow
Snow