× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

Tafsir Al-Muyassar

Ini adalah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya. Juga pengumuman batalnya perjanjian yang dilakukan antara orang-orang muslim dengan orang-orang musyrik.
فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ
Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Maka berjalanlah kalian (hai orang-orang musyrik) di muka bumi ini selama empat bulan, kalian boleh pergi kemana pun dengan tenang tanpa gangguan orang-orang mukmin. Dan ketahuilah, bahwa kalian tidak akan terbebas dari siksa. Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir dan mewariskan kepada mereka aib di dunia dan neraka di akhirat.
وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ
Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyirikin. Kemudian jika kamu (kaum musyirikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakan kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat ) siksa yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Pengumuman dari Allah dan Rasul-Nya, juga peringatan bagi manusia pada yaumun nahr (yaitu tanggal 10 Dzulhijjah atau pada hari Haji Akbar), bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Apabila kalian (hai orang-orang musyrik) kembali ke dalam kebenaran dan meninggalkan kemusyrikan kalian, itu lebih baik bagi kalian. Namun apabila kalian menolak untuk menerima kebenaran, dan menolak untuk masuk ke dalam agama Allah, maka ketahuilah bahwa kalian tidak akan selamat dari siksa Allah. Berilah peringatan olehmu (wahai Rasul) kepada para pembangkang Islam itu akan siksa Allah yang sangat pedih.
اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـئًا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
kecuali orang-orang musyirikin yang kamu mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatupun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Dikecualikan dari hukum itu, adalah orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian terbatas dalam satu waktu dengan kalian, dan mereka tidak mengkhianati isi perjanjian itu, juga tidak menolong musuh kalian, maka penuhilah isi perjanjian itu kepada mereka sampai habis waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang bertakwa yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya. Takutlah kalian berbuat syirik, khianat, dan berbuat maksiat yang lainnya.
فَاِذَا انْسَلَخَ الْاَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۚ فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila telah habis empat bulan tersebut, yaitu bulan dimana orang-orang musyrik merasa aman dari kalian, maka umumkanlah peperangan kepada setiap musuh Allah di mana pun mereka berada., kepunglah tempat persembunyian mereka, lalu bunuhlah mereka, intailah mereka di mana pun berada. Apabila mereka kembali dari kekufurannya lau masuk Islam, kemudian melaksanakan seluruh syariat Islam dengan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat; maka biarkanlah mereka, karena mereka telah menjadi saudara kalian dalam Islam. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan kembali, serta Maha Penyayang terhadap mereka.
وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَ
Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila salah seorang musyrik yang dihalalkan darah dan hartanya itu datang meminta perlindunganmu (wahai Rasul), penuhilah permintaannya supaya ia dapat mendengarkan al-Qur an yang mulia dan terbuka hidayah padanya. Kemudian kembalikan dia ke tempat di mana ia datang dengan aman, agar tegak hujjah atasnya. Demikian itu disebabkan orang-orang kafir adalah kaum yang tidak mengetahui akan hakikat Islam. Dan semoga dengan hal itu mereka mimilih Islam jika ketidaktahuan mereka akan Islam telah hilang.
كَيْفَ يَكُوْنُ لِلْمُشْرِكِيْنَ عَهْدٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ رَسُوْلِهٖٓ اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۚ فَمَا اسْتَقَامُوْا لَكُمْ فَاسْتَقِيْمُوْا لَهُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyirikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haram maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadapa mereka. Seaungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak ada perjanjian antara orang-orang musyrik dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali perjanjian yang kalian lakukan di Masjidil Haram, yaitu perjanjian damai Hudaibiyah. Maka selama mereka menepati perjanjian itu, tepati pulalah oleh kalian perjanjian itu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang bertakwa yang menepati janji mereka.
كَيْفَ وَاِنْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗيُرْضُوْنَكُمْ بِاَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْۚ وَاَكْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَۚ
Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyirikin), padahal mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya perilaku orang-orang musyrik itu adalah mereka akan menjaga perjanjian selama kemenangan tidak berpihak kepada mereka. Akan tetapi, apabila mereka sudah merasa kuat menghadapi orang-orang mukmin, mereka tidak akan mengindahkan hubungan baik (hubungan kekerabatan) dengan kalian, tidak pula dengan perjanjian kalian. Janganlah kalian tertipu dengan sikap mereka yang baik ketika mereka takut pada kalian. Mereka berbicara baik kepada kalian dengan lidahnya agar kalian merasa senang, sedangkan hati mereka menolaknya. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang ingkar terhadap Islam dan suka melanggar perjanjian.
اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan kesenangan dunia yang tidak berarti. Kemudian mereka berpaling dari kebenaran dan mencegah orang-orang yang menyenangi Islam untuk masuk kedalamnya. Amat buruklah apa yang mereka perbuat dan amat jahat apa yang mereka kerjakan.
لَا يَرْقُبُوْنَ فِيْ مُؤْمِنٍ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُعْتَدُوْنَ
Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang musyrik itu membenci keimanan dan orang mukmin. Mereka tidak akan berbuat adil terhadap orang-orang mukmin juga terhadap perjanjian yang telah mereka buat. Keadaan mereka itu dipenuhi permusuhan dan kezhaliman.
فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menuaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila mereka melepaskan diri dari menyembah selain Allah, dan mengucapkan kalimat tauhid, kemudian mereka menjalankan syariat Islam, di antaranya mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara kalian dalam Islam (seagama). Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengambil pelajaran dari hal itu.
وَاِنْ نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ فَقَاتِلُوْٓا اَىِٕمَّةَ الْكُفْرِۙ اِنَّهُمْ لَآ اَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُوْنَ
Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila orang-orang musyrik melanggar janji yang telah mereka buat bersama kalian dan mendiskreditkan agama Islam, perangilah mereka karena mereka adalah para pemimpin kesesatan. Tidak ada perjanjian dan tidak ada perlindungan bagi mereka, sampai mereka meninggalkan kekufuran mereka dan berhenti memusuhi Islam.
اَلَا تُقَاتِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِخْرَاجِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚفَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras untuk mengusir Rasul dan mereka yang pertama kali mamulai memerangi kamu Mengapa kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah kalian ragu-ragu memerangi kaum yang mengingkari perjanjian mereka, merekalah yang telah mengusir Rasulullah dari Makkah, mereka pulalah yang memulai menyakiti kalian pertama kali. Apabila kalian takut kepada mereka atau takut berhadapan dengan mereka di medan perang? Sesungguhnya Allah-lah yang berhak kalian takuti jika kalian benar-benar beriman.
قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadapa mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

Tafsir Al-Muyassar

Wahai sekalian umat mukmin, perangilah musuh-musuh Allah, karena Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung akan menyiksa mereka melalui perantaraan tangan-tangan kalian, dan menghinakan mereka dengan kekalahan dan kebinasaan, dan Allah akan menolong kalian atas mereka hingga tegaklah Kalimatullah. Maka hati kalian yang merasa sedih dan bingung karena tipu daya orang-orang musyrik itu menjadi tenang dengan kekalahan mereka.
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْۗ وَيَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Dan hilanglah kesusahan dari hati orang-orang mukmin. Apabila orang-orang durhaka itu ingin bertaubat, sesungguhnya Allah akan menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui kejujuran taubat mereka dan Maha Bijaksana dalam pengaturan maupun penciptaan-Nya, serta dalam meletakkan syariat bagi hamba-hamba-Nya.
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗوَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Merupakan Sunnatullah (ketentuan Allah) diturunkannya bala (cobaan dan ujian). Maka janganlah kalian (wahai orang-orang mukmin) mengira bahwa Allah akan meninggalkan kalian tanpa memberi ujian; agar Allah mengetahui siapa di antara kalian yang ikhlas dalam berjihad dan tidak meminta perlindungan selain kepada Allah, Rasul-Nya, serta orang-orang mukmin. Dan Allah Maha Mengetahui semua apa yang kalian kerjakan dan akan membalasnya.
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْۚ وَ فِى النَّارِ هُمْ خٰلِدُوْنَ
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjis-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Bukanlah perilaku orang-orang musyrik untuk memakmurkan Baitullah, sedangkan mereka mengumumkan kekufuran mereka dan menjadikan sekutu bagi Allah. Amal mereka akan dihapus semuanya pada Hari Kiamat, tempat kembali mereka adalah neraka dan mereka akan kekal di dalamnya.
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar

Yang memelihara dan memakmurkan Baitullah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, yang tetap mendirikan shalat dan menunaikan zakat, serta tidak takut celaan siapa pun dalam mengibadahi Allah. Merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk kepada kebenaran.
اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاۤجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۘ
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kalian (hai kaum) menyamakan apa yang kalian lakukan dengan memberi minum orang-orang yang berhaji dan mengurus Masjidil Haram, seperti keimanan orang yang percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah? Keadaan orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang kafir tidaklah sama disisi Allah, karena Allah tidak akan menerima amal seseorang tanpa keimanan. Dan Allah tidak akan memberi taufik terhadap perbuatan baik orang-orang yang mendzalimi diri sendiri dengan kekufuran.
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan meninggalkan negeri orang-orang kafir menuju negeri Islam (berhijrah), dan berjihad dengan harta dan diri mereka untuk menegakkan Kalimatullah, merekalah orang yang paling tinggi derajatnya disisi Allah. Merekalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan dengan keridhaan Allah.
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمْ فِيْهَا نَعِيْمٌ مُّقِيْمٌۙ
Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin yang berhijrah akan mendapatkan kegembiraan dari Rabbnya, yaitu dengan diberi rahmat-Nya yang luas dan keridhaan-Nya yang tidak ada murka setelah itu. Tempat kembali mereka adalah surga dan mereka kekal didalamnya, serta mendapatkan kenikmatan yang abadi.
خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka kekal didalam surga itu selamanya, itulah balasan atas ketaatan dan amal shalih yang mereka kerjakan semasa hidup di dunia. Sesungguhnya Allah mempunyai pahala yang besar bagi orang yang beriman dan beramal shalih dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu,jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan menjalankan syariat-Nya, janganlah kalian menjadikan kerabat (ayah, saudara-saudara kalian, atau lainnya) sebagai wali-wali kalian, yang mana kalian menceritakan rahasia-rahasia kaum muslimin dan meminta pendapat dalam urusan kalian, selama mereka masih berada dalam kekufuran dan memusuhi Islam. Barangsiapa yang menjadikan mereka wali dan memberikan kasih saying kepada mereka, sesungguhnya ia telah durhaka kepada Allah dan telah menzhalimi diri sendiri dengan kezhaliman yang besar.
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Katakanlah:"Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang mukmin : Jika kalian lebih mencintai bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta yang telah kalian kumpulkan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah yang telah kalian bangun. Jika kalian lebih mencintai semua itu daripada Allah dan Rasul-Nya, serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah peringatan dan hukuman Allah atas kalian. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang tidak mau menaati-Nya.
لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِيْ مَوَاطِنَ كَثِيْرَةٍۙ وَّيَوْمَ حُنَيْنٍۙ اِذْ اَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْـئًا وَّضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُّدْبِرِيْنَۚ
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dan bercerai-berai.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah telah menurunkan pertolongan kepada kalian pada banyak peperangan, yaitu ketika kalian melakukan usaha dan bertawakal kepada Allah. Dan pada hari Perang Hunain, kalian berkata : Kami tidak akan kalah pada peperangan ini karena jumlah mereka hanya sedikit. Akan tetapi, banyaknya jumlah kalian tidak bermanfaat dan kalian tertipu dengan itu. Terlihat musuh itu oleh kalian dan kalian tidak menemukan tempat berlindung di bumi yang luas ini, kemudian kalian pun akhirnya melarikan diri dengan tercerai-berai.
ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ
Kemudian Allah memberi ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada oang-orang yang beriman, dan Allah telah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikian pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin sehingga tegar hati mereka. Dan Allah menurunkan bala bantuan tentara malaikat yang tidak terlihat oleh mereka. Allah menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan menimpakan bencana kepada orang-orang kafir. Itulah siksaan dari Allah bagi kaum yang menentang agama-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.
ثُمَّ يَتُوْبُ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendaki-nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Orang yang kembali dari kekufurannya setelah itu dan masuk ke dalam Islam, sesungguhnya Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki-Nya di antara mereka. Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هٰذَا ۚوَاِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖٓ اِنْ شَاۤءَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini,maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis dan kotor, janganlah kalian membiarkan mereka tinggal di sekitar Masjidil Haram setelah tahun ini, yaitu tahun sembilah Hijrah. Jika kamu takut miskin karena hubungan perdagangan kamu terputus dengan mereka, sesungguhnya Allah akan menggantinya dan Allah akan mencukupkan kalian dengan karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keadaan kalian dan Maha Bijaksana dalam mengurus keadaan kalian.
قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَلَا يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَلَا يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صَاغِرُوْنَ
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Tafsir Al-Muyassar

Hai umat muslim, perangilah orang-orang kafir dari Yahudi dan Nasrani yang tidak mau beriman kepada Allah, Hari Kebangkitan, dan pembalasan, dan tidak mau meninggalkan apa yang telah Allah dan Rasul-Nya larang dan tidak mau menjalankan hukum syariat Islam, sehingga mereka membayar jizyah (pajak yang dikenakan kepada orang kafir) yang diwajibkan kepada mereka sebagai bentuk ketundukan dan kepatuhan.
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Orang-orang Yahudi berkata:"Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata:"Al-Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling.

Tafsir Al-Muyassar

Orang Yahudi telah menyekutukan Allah dengan menyangka bahwa Uzair putra Allah, dan begitu pula orang Nasrani dengan menyatakan bahwa al-Masih adalah putra Allah. Ini adalah pernyataan yang dibuat-buat oleh mereka sendiri, mereka malah meniru perkataan orang-orang musyrik terdahulu. Allah akan memerangi seluruh orang yang menyekutukan-Nya dan melaknat mereka. Bagaimana bisa mereka berpaling dari yang hak kepada yang batil?
اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Yahudi dan Nasrani itu menjadikan ulama-ulama dan para ahli ibadah mereka sebagai tandingan selain Allah, yang memberikan hukum yang mereka laksanakan, sedangkan mereka meninggalkan syariat Allah. Mereka juga menjadikan al-Masih putra Maryam sebagai ilah yang mereka sembah. Padahal Allah telah memerintahkan mereka untuk mengesakan-Nya, menyembah ilah yang Maha Esa, tidak ada Ilah Yang Haq selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang dibuat-buat oleh orang-orang musyrik dan orang-orang yang sesat itu.
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Mareka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir dengan pengingkarannya itu hendak menghancurkan agama Islam dan mendustakan bukti-bukti dan dalil-dalil keesaaan Allah yang disampaikan oleh Rasul-Nya, Muhammad saw Dan Allah tidak menghendaki, kecuali menyempurnakan agama-Nya dan menegakkannya, dan meninggikan kalimat-Nya, meskipun orang-orang kair itu tidak menyukainya.
هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walupun orang-orang musyrik tidak menyukainya".

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya, Muhammad saw dengan membawa al-Qur`an dan agama Islam, agar ditampakkannya atas seluruh agama yang ada, dimenangkannya atas mereka, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai agama yang hak (Islam).
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan mengikuti syariat-Nya. Sesungguhnya banyak dari orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani mengambil harta orang-orang dengan jalan yang batil, seperti menerima suap dan sebagainya, juga melarang mereka untuk masuk ke dalam agama Islam dan menghalang-halangi mereka dari jalan Allah. Dan orang-orang yang memiliki harta, tetapi mereka enggan menunaikan zakat dan tidak mengeluarkan dari harta itu hak-hak dan kewajibannya. Maka berilah kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang sangat pedih.
يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ
pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan".

Tafsir Al-Muyassar

Pada Hari Kiamat itu, potongan-potongan emas dan perak diletakkan di dalam neraka, dan ketika sudah sangat panas maka dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung pemiliknya. Lalu dikatakan kepada mereka (sebagai celaan) : Ini adalah harta yang kalian simpan untuk diri sendiri, dan kalian tidak mau mengeluarkan hak-haknya (yang Allah tetapkan didalamnya). Maka rasakanlah siksa yang sangat pedih, atas perbuatan kalian sendiri menyimpan dan menimbun harta.
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya bilangan bulan menurut hukum Allah dan yang telah ditetapkan di Lauhul Mahfudz ada dua belas bulan. Yaitu ketika Allah menciptakan langit dan bumi; dan di antara bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang diharamkan (diharamkan berperang di dalamnya), yaitu bulan Dzulqa dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Dan itulah agama yang lurus. Maka janganlah kalian menzhalimi diri sendiri pada bulan-bulan itu, karena sangat diharamkannya itu, dan perbuatan zhalim di bulan-bulan itu lebih berat dari bulan-bulan selainnya. Tapi bukan berarti perbuatan zhalim pada selain bulan itu dibolehkan. Dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa menjadi pelindung dan penolong mereka.
اِنَّمَا النَّسِيْۤءُ زِيَادَةٌ فِى الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَهٗ عَامًا وَّيُحَرِّمُوْنَهٗ عَامًا لِّيُوَاطِـُٔوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ۗزُيِّنَ لَهُمْ سُوْۤءُ اَعْمَالِهِمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ
Sesungguhnya mengundur-undur bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikannya dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan)menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi pertunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Yang dilakukan oleh bangsa Arab pada masa jahiliyah adalah mengharamkan empat bulan dalam setahun untuk berperang, akan tetapi mereka tidak membatasi dan menentukan bulan-bulan apa saja yang telah Allah haramkan itu. Maka terkadang mereka memundur-mundurkan bulan tersebut ataupun mendahulukannya dan menjadikan bulan-bulan yang dibolehkan perang sebagai pengganti bulan-bulan yang diharamkan itu, mereka melakukannya sesuai kebutuhan dan keinginan mereka untuk melakukan peperangan. Semuanya itu hanyalah menambah kekufuran mereka, setan menyesatkan mereka dengan itu semua. Mereka menghalalkan peperangan pada bulan-bulan yang diharamkan itu setahun penuh dan mengharamkannya setahun penuh. Itu semua mereka lakukan untuk menggenapkan jumlah bulan yang diharamkan, yaitu selama empat bulan. Mereka menghalalkan apa yang telah Allah haramkan (bulan-bulan itu) dan setan menjadikan mereka menganggap baik perbuatan buruk mereka itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk akan pahala dan kebenaran kepada orang-orang kafir.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَكُمْ اِذَا قِيْلَ لَكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّاقَلْتُمْ اِلَى الْاَرْضِۗ اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu :"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu meresa berat dan ingin tinggal ditempatmu. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menjalankan syariat-Nya, bagaimana kalian jika dikatakan kepada kalian : Keluarlah kalian untuk berjihad di jalan Allah memerangi musuh-musuh kalian, kalian merasa malas dan ingin tinggal di rumah kalian? Apakah kalian sudah merasa puas dengan kenikmatan dunia, daripada kenikmatan yang akan kalian dapatkan di akhirat?Yang kalian nikmati di dunia hanyalah kesenangan yang sedikit dan fana, sedangkan kenikmatan akhirat yang telah Allah persiapkan bagi orang-orang mukmin yang berjihad di jalan-Nya sangatlah banyak dan abadi.
اِلَّا تَنْفِرُوْا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا اَلِيمًاۙ وَّيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوْهُ شَيْـًٔاۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Jika kalian (hai orang-orang mukmin) tetap tidak mau berangkat untuk berperang melawan musuh-musuh Allah, niscaya Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada kalian. Kemudian Allah akan mendatangkan kaum yang lain yang bersedia berjihad apabila diminta, dan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak akan merasa rugi sedikit pun karena berpalingnya kalian dari perintah berjihad (tidak mau pergi berjihad). Allah Mahakaya atas kalian sedangkan kalian miskin dan sangat butuh pada-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu, yaitu menolong agama dan Nabi-Nya, meskipun tanpa bantuan kalian.
اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:"Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita". Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Hai para sahabat Rasulullah , jika kalian tidak mau berangkat berjihad bersama Rasul ketika diminta, dan kalian tidak mau menolongnya, sesungguhnya Allah telah membantu dan menolongnya tatkala orang-orang kafir Quraisy mengusirnya dari negerinya (Makkah). Ketika itu dia berdua (Rasul bersama Abu Bakar ash-Shiddiq) terpaksa berlindung dari kejaran orang-orang kafir di dalam gua di gunung Tsur. Keduanya bersembunyi didalamnya selama tiga malam. Rasul berkata kepada Abu Bakar ketika terlihat rasa takut dari raut mukanya : Janganlah takut!! Sesungguhnya Allah beserta kita dan akan memberikan pertolongan dan bantuan kepada kita. Maka Allah memberikan rasa tenang pada hati Rasulullah , kemudian membantunya dengan menurunkan tentara yang tidak terlihat oleh manusia, yaitu para malaikat. Dan Alah memenangkannya atas musuh-musuhnya dan menghinakan mereka. Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Semua itu untuk menegakkan dan meninggikan Islam. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam mengatur hamba-hamba-Nya. Ayat ini menyatakan pujian yang sangat agung kepada Abu Bakar ash-Shiddiq.
اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman, berangkatlah kalian semua untuk berjihad di jalan Allah, baik kalian yang muda maupun yang tua, baik merasa ringan maupun berat, dan bagaimanapun keadaan kalian. Nafkahkanlah harta kalian di jalan Allah, dan berperanglah dengan diri kalian untuk menegakkan kalimat Allah. Semua itu (keluar untuk berjihad dan menafkahkan harta) lebih baik bagi dunia dan akhirat kalian, daripada kemalasan kalian penahanan harta, dan berpaling dari berjihad, jika kalian mengetahui keutamaan berjihad dan pahala yang akan Allah berikan. Kerjakanlah apa yang diperintahkan pada kalian dan jawablah seruan Allah dan Rasul-Nya.
لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيْبًا وَّسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوْكَ وَلٰكِنْۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُۗ وَسَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْۚ يُهْلِكُوْنَ اَنْفُسَهُمْۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah:"Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu". Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

Tafsir Al-Muyassar

Allah mencela sejumlah orang-orang munafik yang meminta izin kepada Rasulullah saw untuk tidak ikut berperang pada perang Tabuk. Akan tetapi, jika diberitakan bahwa mereka akan pergi untuk memperoleh ghanimah (rampasan perang) di tempat yang dekat dan mudah didapatkan, niscaya mereka akan mengikutimu. Akan tetapi, ketika mereka diajak untuk berperang melawan pasukan Romawi di perbatasan negeri Syam pada waktu musim panas, mereka berpaling dan merasa lemah. Mereka mencari-cari alasan atas berpalingnya mereka dari peperangan itu dengan bersumpah bahwa mereka benar-benar tidak bisa berangkat. Mereka menghancurkan diri mereka sendiri dengan kebohongan dan kemunafikan. Dan Allah mengetahui bahwa mereka berbohong kepadamu dengan alasan yang mereka buat-buat itu.
عَفَا اللّٰهُ عَنْكَۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْكٰذِبِيْنَ
Semoga Allah memaafkanmu. Mangapa kamu memberi ijin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta,

Tafsir Al-Muyassar

Semoga Allah memaafkanmu (wahai Rasul), atas keputusanmu meninggalkan yang lebih utama dan lebih sempurna, yaitu tindakanmu mengizinkan orang-orang munafik itu untuk tidak pergi berjihad. Mengapa engkau mengizinkan mereka berpaling dari peperangan, sehingga jelas siapa yang jujur dan berbohong dengan udzur mereka?
لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta ijin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Bukanlah termasuk sikap orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan Hari Akhir, meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berjihad di jalan Allah dengan diri dan harta mereka. Ini merupakan sikap orang-orang munafik. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang takut kepada-Nya kemudian bertakwa dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
اِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوْبُهُمْ فَهُمْ فِيْ رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُوْنَ
Sesungguhnya yang meminta ijin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang meminta izin untuk tidak ikut berjihad hanyalah mereka yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mereka yang tidak berbuat kebajikan, dan mereka yang hatinya ragu akan kebenaran yang engkau (wahai Nabi) sampaikan, yaitu Islam dan syariat-syariatnya. Dan mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.
وَلَوْ اَرَادُوا الْخُرُوْجَ لَاَعَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ
Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka:"Tinggallah kamu bersama orang-oang yang tinggal itu".

Tafsir Al-Muyassar

Jika orang-orang munafik itu mau pergi berjihad bersamamu (wahai Nabi), niscaya mereka akan mempersiapkan bekal dan kendaraan mereka, akan tetapi Allah membenci keberangkatan mereka, maka mereka merasa berat dan hilang keinginan mereka untuk berangkat meskipun mereka mampu. Itu terjadi dengan qadha dan takdir Allah meski secara syar`i Allah perintahkan kepada mereka dengannya. Lalu, dikatakan kepada mereka : Tinggallah kalian disini bersama orang-orang yang tidak ikut berjihad, yaitu bersama orang-orang sakit, orang yang lemah, para wanita dan anak-anak.
لَوْ خَرَجُوْا فِيْكُمْ مَّا زَادُوْكُمْ اِلَّا خَبَالًا وَّلَاَوْضَعُوْا خِلٰلَكُمْ يَبْغُوْنَكُمُ الْفِتْنَةَۚ وَفِيْكُمْ سَمّٰعُوْنَ لَهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ
Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Jika orang-orang munafik itu berangkat bersama kalian (wahai orang-orang yang beriman) untuk berjihad, mereka hanya akan menyebarkan kekacauan dalam barisan kalian, serta menebar kejahatan dan kerusakan. Mereka akan bergerak diantara kalian mengadu domba dan menebar kebencian. Mereka ingin menebar fitnah dengan mendatangi dan melemahkan kalian untuk berjihad di jalan Allah. Dan diantara kalian (wahai orang-orang mukmin) ada yang menjadi mata-mata mereka, mereka mendengarkan perkataan kalian, dan mereka memindahkan perkataan di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang munafik dan orang-orang yang zhalim dan akan membalasnya atas perbuatan mereka itu.
لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوْا لَكَ الْاُمُوْرَ حَتّٰى جَاۤءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ اَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ كٰرِهُوْنَ
Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

Tafsir Al-Muyassar

Dari sebelum Perang Tabuk, orang-orang munafik itu selalu menginginkan kekacauan terhadap agama orang-orang mukmin dan bersaha menghalang-halangi mereka dari jalan Allah, serta membuka urusan mereka. Orang-orang munafik itu mengatur berbagai tipu daya untuk membatalkan apa yang engkau (wahai Nabi) bawa. Sebagaimana yang mereka lakukan pada waktu Perang Uhud dan Khandaq, mereka juga mengatur tipu daya untuk mencelakaimu sehingga datanglah pertolongan Allah, dikuatkan tentara-Nya, dan menanglah agama-Nya, sementara orang-orang munafik itu membencinya.
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْۗ اَلَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْاۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ
Di antara mereka ada yang berkata:"Berilah saya keijinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah". Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang munafik itu ada yang meminta izin untuk tidak ikut berjihad dan berkata : Janganlah engkau timpakan ujian kepadaku dengan apa yang akan aku hadapi ketika keluar (berjihad), yaitu terjerumus kedalam fitnah perempuan. Sesungguhnya mereka telah terjerumus ke dalam fitnah yang sangat besar, yaitu kemunafikan. Sesungguhnya Neraka Jahanamlah yang akan meliputi orang-orang yang kufur terhadap Allah dan Hari Akhir dan tidak ada seorang pun dari mereka yang akan terbebas darinya.
اِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۚ وَاِنْ تُصِبْكَ مُصِيْبَةٌ يَّقُوْلُوْا قَدْ اَخَذْنَآ اَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَّهُمْ فَرِحُوْنَ
Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata:"Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila engkau (wahai Nabi) mendapatkan kegembiraan dan ghanimah, orang-orang munafik itu merasa sedih. Dan jika engkau mendapatkan kesusahan dengan kekalahan atau terdesak, mereka berkata : Kami adalah orang-orang yang berpikir, kami telah berhati-hati dalam urusan kami dengan tidak mengikuti Muhammad. Kemudian mereka berpaling dengan gembira atas perbuatan mereka dan atas kesusahan yang engkau terima.
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Katakanlah:"Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah olehmu (wahai Nabi) kepada orang-orang yang berpaling itu sebagai bentakan dan celaan : Apa yang menimpa kami merupakan takdir Allah yang telah ditetapkan-Nya di Lauhul Mahfudz. Dialah penolong kami atas musuh-musuh kami. Hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin harus bertawakal.
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُوْنَ بِنَآ اِلَّآ اِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِۗ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ اَنْ يُّصِيْبَكُمُ اللّٰهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِنْدِهٖٓ اَوْ بِاَيْدِيْنَاۖ فَتَرَبَّصُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ مُّتَرَبِّصُوْنَ
Katakanlah:"Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada mereka wahai Nabi : Apa yang kalian tunggu bagi kami kecuali dua hal; mati syahid atau kemenangan kami atas kalian? Sedangkan yang kami tunggu dari kalian adalah Allah akan menimpakan adzab yang segera dari sisi-Nya atau melalui tangan-tangan kami, yaitu dengan memerangi kalian. Oleh sebab itu, tunggulah! Sesungguhnya kami menunggu bersama kalian apa yang akan Allah perbuat kepada kami dan kepada kalian.
قُلْ اَنْفِقُوْا طَوْعًا اَوْ كَرْهًا لَّنْ يُّتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۗاِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
Katakanlah:"Nafkahkanlah hartamu baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik".

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada orang-orang munafik wahai Nabi : Nafkahkanlah harta kalian sesuka hati dalam keadaan apa pun, sukarela maupun terpaksa. Namun Allah tidak akan menerima nafkah kalian, karena kalian adalah kaum yang keluar dari agama Islam dan tidak menaati Allah.
وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّآ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَالٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ
Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).

Tafsir Al-Muyassar

Yang menyebabkan tidak diterimanya nafkah mereka karena mereka menyembunyikan kekufuran kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya Muhammad saw Mereka tidak mendirikan shalat, kecuali dengan berat hati, dan tidak berinfak kecuali dengan terpaksa. Mereka tidak mengharapkan pahala atas kewajiban-kewajiban tersebut dan tidak takut akan siksa karena meninggalkannya disebabkan kekufuran mereka.
فَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka (orang mnuafik itu) membuatmu tertarik (wahai Nabi), sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka di dunia ini dengan harta dan anak-anak itu, yaitu dengan kesusahan mendapatkannya dan musibah-musibah yang akan menimpa mereka (pada harta dan anak-anak mereka), karena mereka tidak berharap (pahala) disisi Allah dalam mendapatkannya. Lalu mereka mati dalam keadaan kufur kepada Allah dan Rasul-Nya.
وَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ اِنَّهُمْ لَمِنْكُمْۗ وَمَا هُمْ مِّنْكُمْ وَلٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَّفْرَقُوْنَ
Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukan dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu bersumpah atas nama Allah kepada kalian hai orang-orang mukmin bahwa mereka termasuk golongan kalian, padahal sumpah mereka itu palsu dan batil. Sesungguhnya mereka tidaklah termasuk golongan kalian, tapi mereka adalah orang-orang yang penakut, karena itu mereka bersumpah kepada kalian agar selamat.
لَوْ يَجِدُوْنَ مَلْجَاً اَوْ مَغٰرٰتٍ اَوْ مُدَّخَلًا لَّوَلَّوْا اِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُوْنَ
Jikalu mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.

Tafsir Al-Muyassar

Jikalau orang-orang munafik itu menemukan tempat berlindung atau benteng yang dapat menjaga mereka, atau gua diatas gunung yang dapat melindungi mereka, atau lubang-lubang di dalam bumi yang dapat menyelamatkan mereka dari kalian, niscaya mereka akan segera melarikan diri ke sana secepatnya.
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّلْمِزُكَ فِى الصَّدَقٰتِۚ فَاِنْ اُعْطُوْا مِنْهَا رَضُوْا وَاِنْ لَّمْ يُعْطَوْا مِنْهَآ اِذَا هُمْ يَسْخَطُوْنَ
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat; jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak disebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang munafik itu ada yang mencelamu tentang pembagian zakat. Jika mereka mendapatkannya, mereka akan merasa senang dan diam, akan tetapi apabila mereka tidak mendapatkannya sedikit pun, mereka marah dan mencelamu.
وَلَوْ اَنَّهُمْ رَضُوْا مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۙ وَقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ سَيُؤْتِيْنَا اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ وَرَسُوْلُهٗٓ اِنَّآ اِلَى اللّٰهِ رَاغِبُوْنَ
Jiakalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata:"Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah", (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).

Tafsir Al-Muyassar

Jika orang-orang yang mencelamu pada pembagian zakat itu ridha atas apa yang telah dibagikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka dan mereka berkata : Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian karunia-Nya, begitu pula Rasul-Nya akan memberikan kepada kami apa-apa yang Allah berikan pada beliau. Sesungguhnya kami berharap Allah meluaskan rizki kami dan menjadikan kami kaya dan tercukupi sehingga tidak memerlukan zakat atau sedekah dari orang-orang. Jikalau mereka berbuat seperti itu, tentulah itu lebih baik bagi mereka.
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Muallaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya zakat-zakat yang wajib itu hanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya yang tidak memiliki apa-apa, orang-orang miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, para pengumpul zakat (amil-amil zakat), orang-orang mualaf yang dibujuk hatinya dan diharapkan keislamannya atau diharapkan bertambah kekuatan imannya, atau kemanfaatannya bagi Islam, atau dibayarkan untuk mencegah kejahatan yang akan dilakukan seseorang terhadap orang-orang muslim, juga untuk memerdekakan hamba sahaya dan budak yang hendak membebaskan dirinya, juga kepada orang yang bangkrut karena memperbaiki keadaan, dan untuk orang yang sangat banyak hutangnya (dan ia berutang bukan untuk hal-hal yang mubazir dan membuat kerusakan) sehingga dia melarat, juga untuk orang yang berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang bepergian yang kehabisan bekal (musafir). Pembagian zakat ini merupakan fardhu yang telah Allah tetapkan dan tentukan. Dan Allah Maha Mengetahui akan kemashlahatan hamba-hamba-Nya dan Mahabijaksana dalam mengurus dan menentukan syariat-Nya.
وَمِنْهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ النَّبِيَّ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ اُذُنٌ ۗقُلْ اُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ رَسُوْلَ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan:"Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah:"Ia mempercayai semua apa yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-oang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang munafik itu ada yang menyakiti Rasulullah dengan perkataan mereka. Mereka berkata : Dia (Muhammad) mempercayai semua yang didengarnya. Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Sesungguhnya Muhammad adalah orang yang mendengarkan setiap kebaikan, beriman kepada Allah, mempercayai berita yang dikatakan oleh orang-orang mukmin. Dia adalah rahmat bagi pengikutnya dan bagi yang mendapatkan petunjuk Allah. Dan siapa pun yang menyakiti Rasulullah dengan cara apa pun, akan mendapatkan siksa yang sangat pedih.
يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَكُمْ لِيُرْضُوْكُمْ وَاللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَحَقُّ اَنْ يُّرْضُوْهُ اِنْ كَانُوْا مُؤْمِنِيْنَ
Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang labih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu bersumpah palsu dengan nama Allah dan mengungkapkan alasan-alasan bohong agar orang-orang beriman ridha kepada mereka. Padahal Allah dan Rasul-Nya-lah yang lebih berhak untuk diminta keridhaannya, yaitu dengan cara beriman dan menaati Allah dan Rasul-Nya jika mereka benar-benar beriman.
اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّهٗ مَنْ يُّحَادِدِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاَنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيْهَاۗ ذٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيْمُ
Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasannya barangsiapa menentang Allah dan Rasuil-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah adalah kehinaan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Tidakkah orang-orang munafik itu mengetahui bahwa tempat kembalinya orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya adalah Neraka Jahanam, dan mereka akan mendapatkan siksa yang kekal di dalamnya? Itulah tempat yang teramat hina. Dan termasuk memerangi Allah dan Rasul-Nya adalah menyakiti Rasulullah dengan mencela dan menghinanya. Maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari bebruat hal demikian.
يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْاۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ
Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka:"Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan kepada mereka satu surat yang akan menceritakan kekufuran yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah olehmu, wahai Nabi : Teruskanlah ejekan-ejekan dan hinaan kalian (terhadap Allah dan Rasul-Nya). Sesungguhnya Allah-lah yang akan menerangkan apa yang kalian takuti.
وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:"Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah:"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?".

Tafsir Al-Muyassar

Apabila engkau (hai Muhammad) bertanya kepada mereka tentang olok-olokan yang mereka ucapkan kepadamu dan para sahabatmu, niscaya mereka akan berkata : Kami hanyalah bercakap-cakap, tidak ada maksud untuk mengejek. Maka katakanlah kepada mereka : Apakah kalian bermaksud mengolok-olok Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya?
لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak perlu kalian (hai orang-orang munafik) beralasan, karena alasan kalian tidak berguna. Karena kalian telah kufur disebabkan olok-olokan dan perkataan kalian. Jika kami memaafkan sebagian golongan dari kalian karena memohon ampunan dan tulus dalam bertaubat, kami akan menyiksa golongan yang lain karena perbuatan dosa dan perkataan mereka yang kotor dan salah.
اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan-perempuan, sebagian dari sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka mengenggam tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik baik laki-laki maupun perempuan sama saja, mereka mengumumkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran mereka dalam hati. Mereka menyuruh untuk kufur kepada Allah dan bermaksiat kepada Rasul-Nya, dan melarang mereka untuk beriman dan taat, mereka juga enggan untuk memberikan nafkah di jalan Allah. Mereka melupakan Allah dan tidak mengingat-Nya, maka Allah melupakan mereka dari rahmat-Nya dan tidak memberikan taufik-Nya kepada kebaikan. Sesungguhnya orang-orang munafik itu telah keluar dari keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.
وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚوَلَعَنَهُمُ اللّٰهُ ۚوَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌۙ
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal,

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengancam orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan dan orang-orang kafir bahwa tempat mereka kembali adalah Neraka Jahanam, dan mereka semua akan kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu sebagai balasan untuk mereka karena kekufuran mereka kepada Allah. Allah menjauhkan mereka dari rahmat-Nya dan bagi mereka adzab yang kekal selamanya.
كَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَّاَكْثَرَ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۗ فَاسْتَمْتَعُوْا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِيْ خَاضُوْاۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
(keadaan kamu hai orang-oang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah nikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Perbuatan kalian (hai orang-orang munafik), yaitu mengolok-olok dan kufur, sama seperti yang diperbuat oleh umat-umat terdahulu, mereka lebih kuat, memiliki lebih banyak harta dan anak-anak dari kalian. Mereka merasa tenang tinggal di dunia dan mereka menikmati kemakmuran dan kesenangan yang mereka miliki. Maka nikmatilah bagian kalian, yaitu syahwat duniawi yang fana ini sebagaimana mereka menikmati kemakmuran mereka yang fana pula, dan teruskanlah berbicara mendustakan Allah sebagaimana mereka mendustakan-Nya pula. Orang-orang yang memiliki perilaku seperti ini adalah mereka yang telah hilang kebaikannya didunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang merugi karena menjual kenikmatan akhirat dengan kenikmatan dunia yang mereka dapatkan.
اَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَاُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ ەۙ وَقَوْمِ اِبْرٰهِيْمَ وَاَصْحٰبِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكٰتِۗ اَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۚ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah. Telah datang kepada mereka Rasul-Rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Tafsir Al-Muyassar

Belum datangkah berita kepada orang-orang munafik itu tentang umat-umat terdahulu (yaitu) : umat Nabi Nuh, kaum Ad, Tsamud, umat nabi Ibrahim, penduduk Madyan, dan umat Nabi Luth, yaitu ketika mereka mendustakan utusan-utusan Allah yang datang membawa wahyu dan ayat-ayat-Nya? Maka Allah menurunkan adzab kepada mereka semuanya, sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka. Allah tidaklah menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri sendiri karena berpaling dan mendustakan Allah dan Rasul-Nya.
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۗ اُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, adalah penolong satu sama lain. Mereka menyuruh manusia untuk beriman dan beramal shalih dan melarang mereka untuk kufur dan berbuat maksiat, mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka juga menaati Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi apa yang telah dilarang kepada mereka. Merekalah orang-orang yang akan dirahmati Allah dan diselamatkan dari siksa-Nya, kemudian dimasukkan ke dalam surga-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas kerajaan-Nya, Maha Bijaksana dengan syariat-Nya dan hukum-Nya.
وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Allah menjanikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (baik laki-laki maupun perempuan) surga, mengalir dibawah istana-istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya, dan mendapatkan kenikmatan yang tidak akan putus. Mereka akan memiliki tempat tinggal yang bagus dan kediaman yang baik didalam surga. Namun yang lebih besar dari semua kenikmatan itu adalah mereka mendapat keridhaan Allah. Janji Alah dengan memberikan pahala di akhirat ini adalah keberuntungan yang sangat besar.
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗوَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dengan pedangmu dan melawan orang-orang munafik dengan lisan dan hujjah (dalil). Bersikap keraslah kepada mereka. Sesungguhnya tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali.
يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ مَا قَالُوْا ۗوَلَقَدْ قَالُوْا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوْا بَعْدَ اِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوْا بِمَا لَمْ يَنَالُوْاۚ وَمَا نَقَمُوْٓا اِلَّآ اَنْ اَغْنٰىهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ مِنْ فَضْلِهٖ ۚفَاِنْ يَّتُوْبُوْا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۚوَاِنْ يَّتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ عَذَابًا اَلِيْمًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَمَا لَهُمْ فِى الْاَرْضِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan apa pun yang menyakiti hati Rasulullah dan orang-orang mukmin. Sesungguhnya mereka itu berbohong, karena sebenarnya mereka telah mengatakan kata-kata kufur dan dengan perkataan itu mereka telah menjadi kafir, mereka berusaha menyekiti Rasulullah Muhammad , tetapi mereka tidak mampu melakukannya karena Allah tidak mengizinkannya. Orang-orang munafik itu tidak bisa menemukan satu hal pun untuk mencela dan memaki Nabi , hanya saja Alah telah memberikan karunia kepada mereka, maka Allah menjadikan mereka kaya, yaitu dengan kebaikan dan berkah yang telah Allah bukakan kepada Nabi-Nya . Jika orang-orang kafir itu kembali beriman dan bertaubat, maka itu lebih baik bagi mereka, tapi jika mereka berpaling dan tetap meneruskan perbuatan mereka dalam kekafiran, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang pedih di dunia melalui perantaraan orang-orang mukmin dan di akhirat dengan memasukkan mereka ke dalam Neraka Jahanam. Mereka tidak mempunyai pelindung maupun penolong yang dapat menyelamatkan mereka dari siksaan yang sangat buruk itu.
وَمِنْهُمْ مَّنْ عٰهَدَ اللّٰهَ لَىِٕنْ اٰتٰىنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan di antara mereka ada orang yang berikrar kepada Allah:"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian dari karunia-Nya kepada kami, pasti kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh".

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang munafik yang miskin itu ada yang memutuskan berjanji kepada dirinya sendiri : Seandainya Allah memberkan harta kepadanya, niscaya ia akan bersedekah, dan akan melakukan apa yang dilakukan orang-orang shalih terhadap hartanya, dan akan menempuh jalan orang-orang shalih.
فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

Tafsir Al-Muyassar

Maka tatkala Allah memberi mereka sebagian karunia-Nya, mereka kikir untuk mengeluarkan sedekah dan menginfakkan hartanya untuk kebaikan, lalu mereka berpaling dan menentang Islam.
فَاَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَآ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ
Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.

Tafsir Al-Muyassar

Maka balasan atas apa yang mereka perbuat adalah semakin bertambah kemunafikannya, mereka tidak bisa terbebas dari kemunafikan itu sampai hari pembalasan. Itu karena merekeka telah melanggar janji yang mereka ikrarkan terhadap diri mereka sendiri, juga disebabkan karena kemunafikan dan kebohongan mereka.
اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
Tidaklah mereka tahu bahwasannya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?

Tafsir Al-Muyassar

Tidakkah orang-orang munafik itu tahu bahwa Allah mengetahui tipu daya dan rencana jahat yang mereka sembunyikan dalam hati dan yang mereka ceritakan dalam perkumpulan mereka?? Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang ghaib?? Maka Allah akan memberikan balasan atas perbuatan yang mereka kerjakan.
اَلَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ اِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْ ۗسَخِرَ اللّٰهُ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu selain kikir, mereka juga selalu berusaha menyakiti orang-orang yang hendak bersedekah. Apabila orang kaya bersedekah dengan harta yang banyak, mereka mencelanya dan menganggap mereka riya. Dan apabila orang fakir yang bersedekah menurut kemampuannya, mereka mengejeknya sambil berkata : Apa yang bisa diharapkan dari sedekahmu itu??Sesungguhnya Allah akan membalas penghinaan orang-orang munafik itu, dan untuk mereka siksa yang sangat pedih dan hina.
اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun kepada mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu (wahai Rasul) memohon ampun bagi orang-orang munafik itu atau tidak, itu sama saja. Allah tidak akan mengampuni mereka. Sebanyak apa pun dan sesring apa pun kamu memohonkan ampun, karena mereka telah kufur terhadap Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang tidak menaati-Nya.
فَرِحَ الْمُخَلَّفُوْنَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ رَسُوْلِ اللّٰهِ وَكَرِهُوْٓا اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَالُوْا لَا تَنْفِرُوْا فِى الْحَرِّۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ اَشَدُّ حَرًّاۗ لَوْ كَانُوْا يَفْقَهُوْنَ
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata:"Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah:"Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas", jikalau mereka mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang ditinggalkan oleh Rasulullah itu bergembira dengan diamnya mereka di Madinah, mereka tidak mau mengikuti Rasul. Mereka tidak suka berjihad bersamanya dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka berkata kepada yang lain : Jangan kalian berperang di waktu panas ini! Peristiwa Perang Tabuk memang terjadi pada musim yang sangat panas. Katakanlah kepada mereka olehmu (wahai Rasul) : Sesungguhnya api neraka lebih sangat panas, kalau mereka mengetahuinya.
فَلْيَضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًاۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Maka orang-orang munafik yang meninggalkan Rasulullah saw pada waktu Perang Tabuk itu hendaklah tertawa sedikit ketika hidupnya di dunia yang fana ini, dan menangislah yang banyak kelak di Neraka Jahanam. Itu merupakan balasan atas apa yang mereka perbuat di dunia karena kemunafikan dan kekufuran mereka.
فَاِنْ رَّجَعَكَ اللّٰهُ اِلٰى طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوْكَ لِلْخُرُوْجِ فَقُلْ لَّنْ تَخْرُجُوْا مَعِيَ اَبَدًا وَّلَنْ تُقَاتِلُوْا مَعِيَ عَدُوًّاۗ اِنَّكُمْ رَضِيْتُمْ بِالْقُعُوْدِ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ فَاقْعُدُوْا مَعَ الْخَالِفِيْنَ
Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka meminta ijin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah:"Kamu tidak boleh keluar bersama-samaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang".

Tafsir Al-Muyassar

Apabila engkau (wahai Rasul) kembali dari perang kepada orang-orang munafik yang tetap dalam kemunafikannya. Kemudian orang-orang munafik itu meminta izin kepadamu untuk ikut bersamamu berperang pada peperangan yang lain selain Perang Tabuk itu, maka katakanlah kepada mereka : Kalian tidak akan keluar berperang bersamaku selamanya dan kalian tidak akan memerangi musuh bersamaku. Kalian menginginkan duduk (tinggal) di sini dan tidak ikut berperang pertama kali, karena itu tinggallah bersama orang-orang yang tidak ikut berjihad bersama Rasulullah Saw.
وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَاتُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ
Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah pernah engkau (wahai Rasul) menyalatkan jenazah seorang pun yang mati dari orang-orang munafik selamanya. Dan jangan pernah engkau berdiri di kuburannya untuk mendoakannya. Karena mereka adalah orang-orang yang kufur terhadap Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. Hukum ini umum berlaku bagi siapa saja yang diketahui kemunafikannya.
وَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَاَوْلَادُهُمْۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ
Dan janganlah harta dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah engkau (wahai Rasul) tertarik dengan harta benda dan anak-anak yang dimiliki oleh orang-orang munafik itu. Dengan harta benda itu, sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka di dunia dengan menyusahkan dan merepotkan mereka mengurusnya, dan mereka mati dalam keadaan kufur terhadap Allah dan Rasul-Nya.
وَاِذَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ اَنْ اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَجَاهِدُوْا مَعَ رَسُوْلِهِ اسْتَأْذَنَكَ اُولُوا الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوْا ذَرْنَا نَكُنْ مَّعَ الْقٰعِدِيْنَ
Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik itu):"Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta ijin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata:"Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila turun satu surah kepada Muhammad yang memerintahkan untuk beriman kepada Allah dengan sepenuh hati dan berjihad bersama Rasulullah maka orang-orang munafik yang memiliki kekayaan itu meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berperang. Mereka berkata : Tinggalkanlah kami bersama orang-orang yang lemah dan tidak mampu berperang.
رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ
Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu rela mendapatkan aib dengan tetap tinggal di rumah mereka bersama para wanita, anak-anak dan orang-orang yang uzur (dari ikut berjihad). Allah telah menutup hati mereka disebabkan kemunafikan dan berpalingnya mereka dari berjihad dan keluar bersama Rasulullah fi sabilillah. Sesungguhnya mereka tidak mengetahui perbuatan-perbuatan yang bisa membawa kebaikan (kemanfaatan) dan petunjuk bagi diri mereka.
لٰكِنِ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ جَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْخَيْرٰتُ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.

Tafsir Al-Muyassar

Jika orang-orang munafik itu berpaling dari peperangan, sungguh Rasul dan orang-orang Mukmin telah berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Mereka akan mendapatkan pertolongan Allah dan harta rampasan di dunia, mereka juga akan mendapatkan surga dan kemuliaan di akhirat kelak. Merekalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.
اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Pada Hari Kiamat kelak, Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai dari bawah istana-istana dan pohon-pohonnya. Mereka akan tinggal di dalamnya selamanya. Itulah keberuntungan yang besar.
وَجَاۤءَ الْمُعَذِّرُوْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِيْنَ كَذَبُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗسَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan uzur, yaitu orang-orang Arab Badwi agar diberi ijin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Dan telah datang sekelompok orang Arab yang tinggal di sekitar Madinah untuk meminta izin kepada Rasulullah bahwa mereka sudah uzur. Mereka menjelaskan bahwa mereka lemah dan tidak mampu untuk keluar berperang bersama beliau. Dan ada juga sekelompok orang yang tidak ikut berperang dan tetap tinggal di rumah tanpa memberikan alasan (uzur), mereka sombong dan berani menentang Rasulullah. Maka Allah akan menimpakan adzab yang pedih di dunia kepada mereka yang kafir, yaitu dengan peperangan atau selainnya, dan dengan memasukkan mereka ke dalam neraka di akhirat.
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاۤءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضٰى وَلَا عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ مَا يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ اِذَا نَصَحُوْا لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ مَا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ مِنْ سَبِيْلٍ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk mengalahkan orang-orang yang berbuat baik, Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang uzur karena lemah, sakit dan orang-orang fakir yang tidak memiliki harta sama sekali untuk persiapan mereka berperang, mereka tidak berdosa jika mereka tidak ikut berperang selama mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan syariat-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan dan menghukum orang yang tidak bisa ikut berjihad bersama Rasulullah karena uzur padahal dia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah Maha Pengampun dan Penyayang bagi orang-orang yang berbuat baik.
وَّلَا عَلَى الَّذِيْنَ اِذَا مَآ اَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ اَجِدُ مَآ اَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ ۖتَوَلَّوْا وَّاَعْيُنُهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلَّا يَجِدُوْا مَا يُنْفِقُوْنَۗ
dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata:"Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.

Tafsir Al-Muyassar

Dan juga tidak berdosa bagi orang-orang yang mendatangimu kemudian memintamu untuk membawa mereka pergi berjihad. Lalu engkau berkata : Aku tidak memiliki kendaraan yang bisa membawa kalian pergi berjihad, maka mereka pun pulang dengan berlinangan air mata disebabkan kesedihan, karena mereka akan kehilangan kemuliaan dan pahala berjihad; karena mereka tidak memiliki apa pun untuk diinfakkan dan di bawa dalam berjihad di jalan Allah.
اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَسْتَأْذِنُوْنَكَ وَهُمْ اَغْنِيَاۤءُۚ رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِۙ وَطَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta ijin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang yang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya dosa dan kecaman itu hanyalah bagi orang-orang kaya yang meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berperang. Mereka adalah orang-orang munafik kaya yang lebih memilih tinggal bersama para wanita, anak-anak, dan orang-orang yang uzur. Allah telah menutup hatinya dengan kemunafikan, maka keimanan tidak akan masuk ke dalam hati mereka. Mereka tidak mengetahui akibat buruk dari perbuatan mereka berpaling dan meninggalkan berjihad bersamamu.
يَعْتَذِرُوْنَ اِلَيْكُمْ اِذَا رَجَعْتُمْ اِلَيْهِمْۗ قُلْ لَّا تَعْتَذِرُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّاَنَا اللّٰهُ مِنْ اَخْبَارِكُمْ وَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah:"Janganlah kamu mengemukakan uzur;kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang tidak mau berjihad memerangi orang-orang musyrik itu mengemukakan uzur kepada kalian (orang-orang mukmin) dengan berbohong ketika kalian kembali dari Perang Tabuk. Katakan kepada mereka (wahai Rasul) : Janganlah kalian mengemukakan uzur, karena kami tidak lagi mempercayai apa yang kalian katakan. Sesungguhnya, Allah telah memberitahukan kepada kami apa yang sebenarnya kalian lakukan yang membuktikan di sisi kami kedustaan kalian. Allah dan Rasul-Nya akan melihat perbuatan kalian jika kalian bertaubat dari kemunafikan kalian atau tetap di dalamnya. Perbuatan kalian akan di tampakkan kepada orang-orang di dunia. Setelah mati, kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang tidak tersembunyi apa pun (yang lahir maupun batin) dari-Nya. Dia akan memberitahukan seluruh perbuatan kalian dan akan memberikan balasan atas apa yang telah kalian kerjakan di dunia.
سَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَكُمْ اِذَا انْقَلَبْتُمْ اِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ اِنَّهُمْ رِجْسٌۙ وَّمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاۤءً ۢبِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Kelak mereka bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada meraka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka Jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sekembalinya kalian dari peperangan, orang-orang munafik itu akan bersumpah palsu dengan nama Allah agar kalian meninggalkan mereka tanpa mempersalahkan mereka. Maka dari itu, jauhilah mereka dan berpalinglah kalian dari mereka sebagai penghinaan kepada mereka. Sesungguhnya jiwa mereka itu najis dan tempat mereka di akhirat kelak adalah Neraka Jahanam sebagai balasan atas dosa dan kesalahan yang mereka kerjakan di dunia.
يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚفَاِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha terhadap mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu bersumpah kepada kalian (wahai orang-orang Mukmin) dengan sumpah palsu agar kalian senang kepada mereka. Jika kalian telah merasa senang kepada mereka (karena kalian tidak tahu bahwa mereka telah berbohong), sesungguhnya Allah tidak ridho terhadap mereka dan orang-orang seperti mereka yang tetap berada dalam kefasikan dan tidak taat terhadap Allah dan Rasul-Nya.
اَلْاَعْرَابُ اَشَدُّ كُفْرًا وَّنِفَاقًا وَّاَجْدَرُ اَلَّا يَعْلَمُوْا حُدُوْدَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Bangsa Arab Badui yang tinggal di pedalaman lebih besar kekafiran dan kemunafikannya dari pada mereka yang tinggal di perkotaan, karena sikap kasar dan kerasnya hati mereka. Serta mereka jauh dari pengetahuan dan orang-orang yang berilmu, juga dari majelis-majelis tausiyah dan dzikir. Sehingga wajar jika mereka tidak mengetahui batas-batas agama, hukum-hukum dan syariat yang telah Allah turunkan. Allah Maha Mengetahui keadaan seluruh makhluk-Nya dan Maha Bijaksana dalam mengatur urusan mereka.
وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يَّتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ مَغْرَمًا وَّيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَاۤىِٕرَ ۗعَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِ ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu; merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah itu sebagai satu kerugian dan tidak mengharapkan pahala, juga tidak berlindung atas dirinya sendiri dari siksaan. Mereka menunggu bahaya dan kecelakaan menimpa kalian, tetapi justru mereka sendirilah yang akan mendapatkan keburukan itu, bukan orang-orang muslim. Allah Maha Mendengar apa yang mereka katakan dan dengan niat mereka untuk berbuat kerusakan.
وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبٰتٍ عِنْدَ اللّٰهِ وَصَلَوٰتِ الرَّسُوْلِ ۗ اَلَآ اِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ ۗ سَيُدْخِلُهُمُ اللّٰهُ فِيْ رَحْمَتِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan di antara orang-orang Badwi itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Dan diantara orang-orang Arab Badui itu ada juga yang beriman kepada Allah dan meyakini keesaan-Nya, meyakini Hari Kebangkitan setelah kematian, pahala dan dosa, dan memandang apa yang dinafkahkan di jalan Allah untuk memrangi orang-orang musyrik sebagai jalan untuk mengharapkan ridha Allah dan kecintaan-Nya, dan menjadikannya wasilah untuk memperoleh doa dari Rasul. Ketahuilah, bahwa amal yang mereka perbuat ini mendekatkan diri mereka kepada Allah, dan Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas dosa yang mereka perbuat lagi Maha Penyayang terhadap mereka.
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mendahului orang lainnya dan yang pertama-tama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dari orang-orang Muhajirin, yaitu mereka yang meninggalkan kaum dan keluarga mereka untuk pindah menuju negeri Islam, dan orang Anshar, yaitu mereka yang menolong Rasulullah dari musuh-musuhnya (orang-orang kafir); dan orang-orang yang mengikuti mereka berbuat baik dalam keyakinan, perkataan dan perbuatan untuk mencari keridhaan Allah, merekalah orang yang mendapatkan keridhaan Allah karena ketaatan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya. Mereka pun ridha kepada Allah atas limpahan pahala yang mereka terima karena ketaatan dan keimanan mereka. Allah menyediakan surga bagi mereka, yang mengalir di bawah istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang sangat besar. Ayat ini menceritakan pujian Allah terhadap para sahabat dan kedudukan mereka yang mulia. Sesungguhnya memuliakan para sahabat Rasulullah termasuk keimanan yang mendasar.
وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ مُنٰفِقُوْنَ ۗوَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَاقِۗ لَا تَعْلَمُهُمْۗ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيْمٍ ۚ
Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan di kembalikan kepada azab yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Dan di antara kaum Badui yang tinggal di sekeliling Madinah, juga di antara orang Madinah itu ada orang munafik. Mereka tetap dan bahkan semakin bertambah dan keterlaluan dalam kemunafikannya. Mereka menyembunyikan kemunafikan itu dari kamu (wahai Rasul), tetapi Kami mengetahuinya dan Kami akan menyiksa mereka dua kali; diperangi, ditawan dan dibuka kejelekannya di dunia. Di akhirat, mereka akan mendapat siksa kubur setelah mati, kemudian pada Hari Kiamat mereka akan dikembalikan pada siksa yang sangat pedih di Neraka Jahanam.
وَاٰخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلًا صَالِحًا وَّاٰخَرَ سَيِّئًاۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur-baurkan perkerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Dan sebagian penduduk di sekitar Madinah yang lain ada yang mengakui dosa-dosa mereka, lantas menyesal dan bertaubat. Kemudian mereka mencampuradukkan amal shalih (taubat, penyesalan, pengakuan dosa mereka dan perbuatan shalih mereka yang lain) dengan perbuatan buruk (berpaling dari Rasulullah dan perbuatan buruk lainnya). Semoga Allah mengampuni dan menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Ambilah zakat (wahai Rasul) dari sebagian harta mereka (orang-orang yang bertaubat, tetapi mencampuradukkan perbuatan baik dan buruk). Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan menyucikan mereka dari kesalahan dan dosa. Kamu pun mengangkat mereka dari derajat orang-orang munafik ke dalam derajat orang-orang ikhlas (mukhlisin). Doakanlah dan mohonkan ampunan untuk mereka agar mereka mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa mereka. Sesungguhnya doamu dan permohonan ampunmu merupakan rahmat dan ketenangan bagi mereka. Allah Maha Mendengar setiap doa dan perkataan, Maha Mengetahui keadaan para hamba dan niat mereka, dan Allah akan memberikan balasan kepada setiap hamba sesuai dengan amalannya.
اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَأْخُذُ الصَّدَقٰتِ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Tidaklah mereka mengetahui, bahwasannya Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

Tafsir Al-Muyassar

Tidakkah orang yang berpaling dari berjihad itu tahu bahwa hanya Allah-lah yang menerima taubat hamba-Nya, menerima zakat dan membalasnya dengan pahala, dan bahwa Allah-lah yang Maha Menerima taubat hamba-Nya apabila mereka kembali ke dalam ketaatan, dan Maha Penyayang jika mereka mengharap keridhaan-Nya?
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ
Dan katakanlah:"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat perkerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan".

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang berpaling dari berjihad (tidak mau ikut berjhad) : Bebuatlah karena Allah dengan melakukan apa yang diridhai-Nya berupa ketaatan, menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat, sesungguhnya Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin akan melihat apa yang kalian perbuat dan menampakkan urusan kalian, kemudian kalian akan dikembalikan pada Hari Kiamat kepada Dzat yang Maha Mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan tampakkan. Kemudian akan diberitahukan kepada kalian apa yang kalian perbuat. Ini adalah ancaman dan peringatan terhadap orang yang terus bebruat batil dan melampaui batas.
وَاٰخَرُوْنَ مُرْجَوْنَ لِاَمْرِ اللّٰهِ اِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَاِمَّا يَتُوْبُ عَلَيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Dan ada (pula) orang-orang yang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; ada kalanya Allah akan mengazab mereka dan ada kalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Dan di antara orang-orang yang berpaling dari kalian (wahai orang-orang Mukmin) dalam peperangan (Tabuk) itu ada yang lain yang ditangguhkan, yaitu ditangguhkan keputusan Allah atas mereka; apakah mereka akan mendapat adzab Allah atau ampunan-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang menyesali perbuatan mereka. Mereka adalah Murarah bin Rabi, Kaab bin Malik dan Hilal bin Umayyah. Allah Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapatkan siksa atau pengampunan. Maha Bijaksana dalam setiap perkataan dan perbuatan-Nya.
وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَآ اِلَّا الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah:"Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik yang mendirikan masjid dengan tujuan menimbulkan kemudharatan bagi orang-orang Mukmin, membuat kekafiran terhadap Allah dan untuk memecah belah mereka, agar sebagian orang Mukmin shalat di dalamnya dan meninggalkan Masjid Quba yang biasa digunakan shalat oleh orang-orang Mukmin, maka mereka berselisih dan terpecah karena hal itu. Masjid itu juga didirikan untuk menunggu orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dulu (yaitu Abu Amir ar-Rahib al-Fasiq) dan dijadikan tempat menyusun tipu daya terhadap orang-orang muslim. Mereka (orang-orang munafik) bersumpah bahwa mereka tidak mendirikan masjid itu kecuali untuk kebaikan dan menolong umat muslim, juga untuk memberikan kemudahan bagi orang-orang lemah dan tua yang merasa payah jika harus pergi ke Masjid Quba. Allah menjadi saksi bahwa sumpah mereka adalah palsu dan dusta. Maka dihancurkan dan dibakarlah masjid itu.
لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ
Janganlah kamu shalat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah engkau (wahai Nabi) shalat di masjid itu selamanya, karena masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama (yaitu Masjid Quba) lebih patut untuk tempatmu shalat. Di masjid ini, orang-orang senang berthaharah membersihkan diri dengan air dari najis dan kotoran, sebagaimana mereka bersuci dengan sikap waradan beristighfar dari setiap dosa dan maksiat. Allah menyukai orang-orang yang bersuci. Apabila Masjid Quba dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama didirikan, maka masjid Rasulullah juga lebih utama dan pantas untuk shalat.
اَفَمَنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى تَقْوٰى مِنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ اَمْ مَّنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهٖ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan(-Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Tafsir Al-Muyassar

Orang yang mendirikan bangunan atas dasar ketakwaan, ketaatan, dan mengharapkan ridha Allah tidak sama dengan orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang hampir runtuh. Maka dari itu mendirikan masjid dengan tujuan kemudharatan, kekufuran, dan perpecahan antara umat muslim, sama dengan dia telah bersiap untuk jatuh ke Neraka Jahanam. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zhalim yang melampaui batas.
لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِيْ بَنَوْا رِيْبَةً فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلَّآ اَنْ تَقَطَّعَ قُلُوْبُهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pengkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Bangunan munafik yang mereka dirikan untuk memberi kemudharatan terhadap Masjid Quba itu selalu menimbulkan keraguan dan kemunafikan dalam hati mereka. Hal itu tidak akan hilang sampai hati itu hancur karena mereka terbunuh atau mati, atau hingga mereka menyesal dengan sebenar-benar penyesalan, atau hingga bertaubat kepada Rabbnya, atau mereka takut dengan sangat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati orang-orang munafik, yaitu keraguan dan tujuan mereka mendirikan masjid itu. Allah Maha Bijaksana dalam mengatur urusan makhluk-Nya.
اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin diri mereka. Sebagai pengganti itu, Allah memberikan surga untuk mereka. Allah telah mempersiapkan (didalam surga itu) berbagai kenikmatan karena mereka telah menyerahkan seluruh jiwa dan harta mereka untuk berjihad di jalan Allah, memerangi musuh-musuh-Nya, menegakkan kalimat-Nya, dan memenangkan agama-Nya, kemudian mereka membunuh atau terbunuh. Semua itu adalah janji Allah yang hak di dalam Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, dan di dalam Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dan di dalam al-Qur an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Tiada seorang pun yang bisa lebih menepati janji melebihi Allah bagi orang yang memenuhi apa yang Allah janjikan. Maka dari itu, tampakkanlah kegembiraan kalian (hai orang-orang Mukmin) dengan jual beli yang kalian lakukan dengan Allah ini, dan dengan balasan yang telah dijanjikan Allah, yaitu surga dan keridhaan-Nya. Jual beli ini adalah keberuntungan yang sangat besar.
اَلتَّاۤىِٕبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحَامِدُوْنَ السَّاۤىِٕحُوْنَ الرَّاكِعُوْنَ السَّاجِدُوْنَ الْاٰمِرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, memuji (Allah), yang melawat, yang ruku, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara sifat-sifat orang Mukmin yang dijanjikan surga adalah orang-orang yang bertaubat, kembali dari perbuatan yang dibenci Allah menuju perbuatan yang disukai dan diridhai-Nya. Mereka ikhlas dalam beribadah kepada Allah semata, bersungguh-sungguh taat kepada-Nya, dan juga selalu memuji Allah dalam setiap cobaan yang diterimanya, baik cobaan itu berupa kebaikan atau keburukan. Mereka juga adalah orang-orang yang senantiasa berpuasa dan selalu mendirikan shalat, menyuruh orang-orang melakukan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya serta melarang apa yang dilarang oleh-Nya dan oleh Rasul-Nya. Mereka menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan dengan memperhatikan perintah dan larangan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang berdiri diatas ketaatan dan senantiasa memelihara hukum-hukum Allah. Maka dari itu, berikanlah kepada orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut kabar gembira (wahai Nabi) bahwa mereka akan mendapat kerdhaan Allah dan surga-Nya.
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasannya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak sepantasnya Nabi Muhammad saw dan orang-orang Mukmin memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang musyrik setelah mereka mati, meskipun mereka adalah sanak kerabat Nabi dan orang-orang Mukmin apabila mereka mati dalam keadaan menyekutukan Allah, menyembah berhala, dan sesudah jelas bahwa mereka adalah para penghuni Neraka Jahanam karena mereka mati dalam keadaan musyrik. Allah tidak mengampuni dosa orang-orang musyrik, sebagaimana firman-Nya : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya, dan firman-Nya dalam QS. Al-aidah ayat 72 Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya.
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ اِلَّا عَنْ مَّوْعِدَةٍ وَّعَدَهَآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗٓ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنْهُۗ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيْمٌ
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak lain permohonan ampun Nabi Ibrahim kepada Allah untuk bapaknya yang musyrik hanyalah untuk memenuhi janji yang telah diucapkan kepada bapaknya. Janji itu sebagaimana yang tertulis dalam firman Allah : aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (Qs.Maryam : 47). Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu merupakan musuh Allah, peringatan dan nasihat tidak lagi masuk kepadanya, dan bahwa bapaknya akan mati dalam keadaan kafir. Lalu Ibrahim meninggalkan bapaknya dan tidak memohonkan ampunan untuknya. Dia berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim itu sangat besar rasa tawadhunya kepada Allah, sangat pemaaf terhadap kesalahan kaumnya.
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِلَّ قَوْمًاۢ بَعْدَ اِذْ هَدٰىهُمْ حَتّٰى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَّا يَتَّقُوْنَۗ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Allah tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah Allah memberi mereka hidayah dan taufik sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus ditakuti dan dijauhi dan apa yang mereka butuhkan di dalam pokok-pokok agama dan cabangnya. Sesungguhnya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu telah mengajari kalian apa yang kalian tidak ketahui, menjelaskan kepada kalian apa yang bermanfaat bagi kalian, dan memberikan hujjah kepada kalian untuk menyampaikan risalah-Nya.
اِنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah Penguasa langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan, pengaturan, penghambaan dan syariat-Nya. Allah menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya dan mematikan siapa saja yang dikehendaki-Nya pula. Tidak ada pelindung dalam urusan kalian dan tidak ada penolong yang mampu menolong kalian menghadapi musuh-musuh kalian selain Allah.
لَقَدْ تَّابَ اللّٰهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ فِيْ سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيْغُ قُلُوْبُ فَرِيْقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّهٗ بِهِمْ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ۙ
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

Tafsir Al-Muyassar

Allah telah memberikan taufik kepada Nabi-Nya Muhammad untuk kembali dalam ketaatan kepada-Nya, juga menerima taubat orang-orang Muhajirin yang meninggalkan kediaman dan keluarga mereka menuju negeri Islam, juga taubat orang-orang Anshar yaitu para penolong Rasulullah yang pergi bersamanya untuk memerangi musuh pada peperangan Tabuk, pada hari yang sangat panas dengan perbekalan dan persiapan yang sangat sedikit. Allah juga telah menerima taubat mereka setelah hati sebagian dari mereka hampir berpaling dari kebenaran, mereka cenderung untuk meninggalkan peperangan dan tinggal di rumah. Akan tetapi, Allah memantapkan dan menguatkan mereka serta mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang terhadap mereka baik di dunia atau di akhirat. Di antara kasih sayang Allah adalah bahwa Allah telah menganugerahkan kepada mereka pengampunan-Nya, menerima taubat mereka, dan menetapkan mereka sebagai orang yang diterima taubatnya.
وَّعَلَى الثَّلٰثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْاۗ حَتّٰٓى اِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْٓا اَنْ لَّا مَلْجَاَ مِنَ اللّٰهِ اِلَّآ اِلَيْهِۗ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) kepada mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi meraka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Demikian pula, Allah menerima taubat tiga orang Anshar yang berpaling dari peperangan (tidak ikut perang), yaitu Kaab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Rabi. Mereka meninggalkan Rasulullah kemudian mereka merasa sangat bersedih dan menyesal. Sampai ketika mereka merasa bumi yang luas terasa sempit karena kesedihan dan penyesalan mereka karena berpalingnya mereka dan jiwa mereka terasa sempit karena kesedihan yang mereka rasakan, dan mereka meyakini bahwa tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah, maka Allah memberi mereka taufik untuk kembali pada ketaatan dan keridhaan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjalankan syariat-Nya, kerjakanlah perintah-perintah Allah dan jauhilah larangan-larangan-Nya dalam setiap apa yang kalian kerjakan dan tinggalkan. Hendaklah kalian bersama orang-orang yang menepati janji dan sumpah mereka pada setiap keadaan.
مَا كَانَ لِاَهْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَلَا يَرْغَبُوْا بِاَنْفُسِهِمْ عَنْ نَّفْسِهٖۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَـُٔوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَالِحٌۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

Tafsir Al-Muyassar

Tidaklah pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekitar Madinah berdiam diri bersama keluarganya di rumahnya dan tidak turut menyertai Rasulullah berperang. Juga tidak pantas bagi mereka lebih menyukai diri mereka bersantai, sedangkan Rasulullah berada dalam kesusahan dan kepayahan. Sebab, tidaklah kehausan,kelaparan, dan kepayahan yang mereka rasakan dalam perjalanan dan jihad mereka di jalan Allah, juga tidaklah mereka menginjakkan kaki di suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan juga apa yang mereka terima dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka, berupa terbunuh atau kekalahan, melainkan semua itu dicatat sebagai amal shalih yang ditetapkan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, yang segera melaksanakan perintah Allah dan menjalankan hak Allah dan hak makhluk-Nya yang menjadi kewajibannya.
وَلَا يُنْفِقُوْنَ نَفَقَةً صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً وَّلَا يَقْطَعُوْنَ وَادِيًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
dan mereka tidak menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Dan tidaklah mereka mengeluarkan nafkah, baik sedikit maupun banyak di jalan Allah, dan tidaklah mereka melewati lembah bersama Rasulullah untuk berjihad, kecuali Allah telah menetapkan pahala amal shalih bagi mereka. Allah akan membalas mereka dengan sebaik-baik balasan atas amal shalih yang mereka kerjakan.
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Tafsir Al-Muyassar

Tidaklah pantas bagi orang-orang Mukmin untuk pergi semuanya berperang melawan musuh-musuh mereka, sebagaimana tidak pantas untuk berdiam diri semuanya. Mengapa tidak pergi berperang dan berjihad dari tiap-tiap golongan itu beberapa orang yang mencukupi dan tercapai maksud untuk itu, agar orang-orang yang tidak ikut berperang dapat memperdalam agama dan mempelajari hukum-hukum tentang agama Allah dan apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya, juga agar mereka dapat memperingatkan kaumnya dengan apa yang diketahuinya sekembalinya mereka dari medan perang, agar mereka menjaga diri dari adzab Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَاتِلُوا الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjalankan syariat-Nya, mulailah dengan memerangi orang-orang kafir yang berada dekat dengan negeri Islam agar mereka tahu bahwa kalian itu memiliki sikap keras terhadap mereka. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa, melindungi dan menolong mereka.
وَاِذَا مَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ اَيُّكُمْ زَادَتْهُ هٰذِهٖٓ اِيْمَانًاۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata :"Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?". Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila turun satu surat al-Qur an kepada Rasulullah, di antara orang-orang munafik ada yang berkata (sebagai pengingkaran dan ejekan) : Apakah keimanan kalian kepada Allah dan ayat-ayat-Nya akan bertambah dengan turunnya surat ini? Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka bertambah keimanannya dengan turunnya surat tersebut dengan mempelajarinya, mentadabburinya, meyakininya dan mengamalkannya. Mereka merasa gembira dengan keimanan dan keyakinan yang telah Allah berikan kepada mereka.
وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ
Dan adapun orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Adapun orang-orang yang di dalam hatinya terdapat kemunafikan dan keraguan terhadap agama Allah, maka dengan turunnya surat al-Qur an, semakin menambah bertambah kemunafikan dan keraguan mereka daripada sebelumnya. Celakalah orang-orang itu dalam kondisi mereka mengingkari Allah dan ayat-ayat-Nya.
اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

Tafsir Al-Muyassar

Apabila orang-orang munafik itu tidak memperhatikan bahwa Allah menguji mereka dengan musim kemarau yang panjang dan dengan ditampakkannya kemunafikan mereka sekali atau dua kali tiap tahun? Kemudian mereka tetap tidak juga bertaubat dari kekufuran dan kemunafikan mereka setelah itu, dan mereka tidak mengambil pelajaran atas ayat-ayat Allah yang telah diperlihatkan kepada mereka.
وَاِذَا مَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍۗ هَلْ يَرٰىكُمْ مِّنْ اَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوْاۗ صَرَفَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain (sambil berkata):"Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?". Sesudah itupun mereka pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila turun satu surat, orang-orang munafik itu memberi isyarat dengan mata mereka satu sama lain sebagai bentuk pengingkaran, ejekan dan juga kebencian mereka atas turunnya surat itu. Itu karena ayat yang diturunkan menyebutkan aib-aib dan perbuatan mereka. Kemudian mereka berkata : Apakah ada orang yang melihat kalian jika kalian bangun dari sisi Rasulullah? Apabila tidak ada seorang pun yang melihat, mereka bangkit dan berpaling dari Rasulullah saw karena takut kejelekan mereka akan terbuka. Allah telah memalingkan hati mereka dari keimanan karena mereka tidak memahami dan merenungkannya.
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya telah datang kepada kalian (hai orang-orang mukmin) seorang Rasul dari kaum kalian sendiri. Dia merasakan susah dan berat atas penderitaan dan siksaan yang kalian terima. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan kalian. Dia pun amat berbelas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang Mukmin.
فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah :"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki Arsy yang agung".

Tafsir Al-Muyassar

Apabila orang-orang musyrik dan munafik itu berpaling dari beriman kepadamu wahai Rasul, maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku yang menghilangkan segala kesusahanku. Tidak ada yang patut disembah dengan sebenarnya kecuali Dia. Kepada-Nyalah aku bersandar dan kepada-Nyalah aku menyerahkan segala urusanku. Sesungguhnya Dia-lah penolong dan pelindungku, dan Dialah Rabb yang memiliki Arsy yang agung, yang merupakan ciptaan Allah yang paling besar.