× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
تَبٰرَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلٰى عَبْدِهٖ لِيَكُوْنَ لِلْعٰلَمِيْنَ نَذِيْرًاۙ
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.

Tafsir Al-Muyassar

Alangkah agungnya keberkahan Allah dan alangkah banyak kebaikan-Nya. Mahasempurna sifat-sifat Allah yang telah menurunkan al-Qur’an yang membedakan antara yang haq dengan yang batil. Diturunkan kepada hamba-Nya yang bernama Muhammad, yang menajdi seorang Rasul untuk manusia dan jin, dan yang mengancam mereka dengan adzab Allah.
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukuran sesuai dengan makhluk-Nya. Kesesuaian yang mendatangkan hikmah-Nya tanpa ada kekurangan dan cacat.
وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً لَّا يَخْلُقُوْنَ شَيْئًا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَ وَلَا يَمْلِكُوْنَ لِاَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا وَّلَا يَمْلِكُوْنَ مَوْتًا وَّلَا حَيٰوةً وَّلَا نُشُوْرًا
Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), yang tidak menciptakan sesuatu apapun, bahkan mereka sendiripun diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan dan tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik Arab menjadikan sesembahan selain Allah. Sesembahan yang tidak mampu menciptakan apapun. Allah-lah yang menciptakan sesembahan tersebut dan yang menciptakan mereka. Sesembahan tersebut tidak mampu menolak keburukan maupun mendatangkan kemanfaatan bagi dirinya sendiri. Tidak mampu mematikan sesuatu yang hidup dan tidak mampu menghidupkan sesuatu yang mati. Atau membangkitkan seseorang yang sudah mati dari kuburnya dalam keadaan hidup.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اِفْكُ ِۨافْتَرٰىهُ وَاَعَانَهٗ عَلَيْهِ قَوْمٌ اٰخَرُوْنَۚ فَقَدْ جَاۤءُوْ ظُلْمًا وَّزُوْرًاۚ
Dan orang-orang kafir berkata:"al-Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang kufur kepada Allah berkata : Al-Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan dan kedustaan yang diada-adakan oleh Muhammad dengan bantuan orang lain. Mereka telah berbuat kezhaliman yang mengerikan dan mendatangkan kedustaan yang keji. Al-Quran tidak mungkin dibuat oleh seorang manusia.
وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Dan mereka berkata:"Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."

Tafsir Al-Muyassar

Mereka berkata tentang Al-Quran : Al-Quran ini adalah dongengan-dongengan orang-orang terdahulu yang tertulis di dalam kitab-kitab mereka. Muhammad telah menyalinnya dari kitab-kitab tersebut dan membacanya tiap pagi dan petang.
قُلْ اَنْزَلَهُ الَّذِيْ يَعْلَمُ السِّرَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّهٗ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Katakanlah:"al-Quran itu diturunkan (Allah) Yang mengetahui segala rahasia di langit dan bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang kafir : Sesungguhnya yang menurunkan al-Quran adalah Allah Taala, yang ilmu-Nya meliputi semua yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat orang yang bertaubat dari dosa dan kemaksiatannya, lagi Maha Penyayang kepada mereka, yakni dengan tidak segera menimpakan adzab kepada mereka.
وَقَالُوْا مَالِ هٰذَا الرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِيْ فِى الْاَسْوَاقِۗ لَوْلَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهٗ نَذِيْرًاۙ
Dan mereka berkata:"Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang muysrik berkata : Mengapa orang yang dianggap utusan Allah yakni Muhammad, memakan makanan seperti yang kita lakukan dan juga berjalan di pasar-pasar untuk mencari rizki?? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat yang bersaksi tentang kejujurannya,
اَوْ يُلْقٰىٓ اِلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ تَكُوْنُ لَهٗ جَنَّةٌ يَّأْكُلُ مِنْهَاۗ وَقَالَ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya." Dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir."

Tafsir Al-Muyassar

atau diturunkan dari langit gudang harta untuknya atau kebun yang luas yang ia akan memakan buah-buahan di dalamnya?? Orang-Orang zhalim lagi pendusta itu berkata : Wahai orang-orang yang beriman, kalian hanyalah mengikuti seseorang yang sedang terkena sihir yang telah menguasai akalnya.
اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا
Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka. Mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

Tafsir Al-Muyassar

Perhatikanlah (wahai Rasul) : Bagaimana para pendusta itu berkata tentang dirimu dengan perkataan-perkataan yang aneh dan karena anehnya ia serupa dengan dongeng. (Hal itu mereka lakukan) agar bisa mendustakanmu. Karena itu mereka akan semakin jauh dari kebenaran dan mereka tidak menemukan jalan kepadanya untuk memperbaiki apa yang sudah mereka katakan tentang dirimu, yakni membuat kedustaan dan berita-berita bohong.
تَبٰرَكَ الَّذِيْٓ اِنْ شَاۤءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِّنْ ذٰلِكَ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ وَيَجْعَلْ لَّكَ قُصُوْرًا
Maha Suci (Allah) Yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.

Tafsir Al-Muyassar

Begitu agung berkah Allah dan betapa banyak kebaikan Allah. Jika Dia menghendaki dirimu wahai Rasul untuk mendapatkan kebaikan lebih dari yang mereka angan-angankan untukmu, niscaya Allah akan menjadikan untukmu kebun-kebun yang banyak di dunia yang di sela-selanya ada sungai, dan akan menjadikan istana yang sangat besar untuk dirimu.
بَلْ كَذَّبُوْا بِالسَّاعَةِۙ وَاَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيْرًا
Bahkan mereka mendustakan hari kiamat.Dan Kami sediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka mendustakan dirimu bukan karena engkau makan dan berjalan di pasar-pasar. Bahkan mereka juga mendustakan Hari Kiamat dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, yang diantaranya adalah balasan. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang mendustakan Hari Kiamat api yang sangat panas yang dinyalakan untuk mereka.
اِذَا رَاَتْهُمْ مِّنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ سَمِعُوْا لَهَا تَغَيُّظًا وَّزَفِيْرًا
Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila neraka melihat orang-orang yang mendustakan Hari Kiamat dari jarak yang jauh, mereka mendengar suara mendidih dan suara nyalanya karena ia sangat geram dengan mereka.
وَاِذَآ اُلْقُوْا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُّقَرَّنِيْنَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُوْرًاۗ
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sangat sempit di Neraka Jahanam sedangkan tangan mereka dibelenggu hingga ke lehernya. Mereka berdoa agar segera binasa supaya bisa selamat dari Neraka Jahanam tersebut.
لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُوْرًا وَّاحِدًا وَّادْعُوْا ثُبُوْرًا كَثِيْرًا
(Akan dikatakan kepada mereka):"Janganlah kamu mengharapkan satu kebinasaan saja, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak."

Tafsir Al-Muyassar

Dan akan dikatakan kepada mereka agar mereka putus asa : Janganlah hari ini kalian mengharapkan kebinasaan sekali saja, tapi mintalah kebinasaan berkali-kali dan yang banyak. Hal itu hanya akan menambahkan kesedihan bagi kalian karena kalian pasti tidak akan selamat.
قُلْ اَذٰلِكَ خَيْرٌ اَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاۤءً وَّمَصِيْرًا
Katakanlah:"Apakah (azab) yang demikian itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?" Surga itu menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, katakanlah kepada mereka : Apakah neraka yang sudah disebutkan kepada kalian ini lebih baik, ataukah surga yang penuh dengan kenikmatan yang telah dijanjikan untuk orang-orang yang takut terhadap adzab Rabbnya, hal itu sebagai pahala bagi amal perbuatan mereka dan tempat kembali mereka nanti di akhirat?
لَهُمْ فِيْهَا مَا يَشَاۤءُوْنَ خٰلِدِيْنَۗ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ وَعْدًا مَّسْئُوْلًا
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Rabbmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Bagi orang-orang yang taat di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki dari berbagai macam kenikmatan. Kesenangan mereka di dalam surga kekal. (Wahai Rasul) mereka masuk ke dalam surga karena janji Rabbmu yang bisa dipertanggungjawabkan. Jani yang akan diminta oleh para hamba Allah yang bertakwa. Dan Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya.
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَقُوْلُ ءَاَنْتُمْ اَضْلَلْتُمْ عِبَادِيْ هٰٓؤُلَاۤءِ اَمْ هُمْ ضَلُّوا السَّبِيْلَۗ
Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah):"Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"

Tafsir Al-Muyassar

Pada Hari Kiamat Allah mengumpulkan orang musyrik dan sesembahan yang mereka sembah selain Allah. Allah berfirman kepada para sesembahan tersebut : Apakah kalian menyesatkan para hamba-Ku dari jalan yang benar, dan kalian perintahkan mereka untuk beribadah kepada kalian, ataukah mereka yang tersesat dari jalan-Ku kemudian beribadah kepada kalian dengan keinginan mereka sendiri?
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ مَا كَانَ يَنْۢبَغِيْ لَنَآ اَنْ نَّتَّخِذَ مِنْ دُوْنِكَ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ وَلٰكِنْ مَّتَّعْتَهُمْ وَاٰبَاۤءَهُمْ حَتّٰى نَسُوا الذِّكْرَۚ وَكَانُوْا قَوْمًاۢ بُوْرًا
Mereka (yang disembah itu) menjawab:"Maha Suci Engkau tidaklah patut bagi kami mengambil selain Engkau (jadi) pelindung, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup, sampai mereka lupa mengingat (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa."

Tafsir Al-Muyassar

Para sesembahan selain Allah tersebut kemudian menjawab : Mahasuci Engkau wahai Rabb kami, dari perbuatan apa yang mereka lakukan. Tidaklah patut bagi kami mengangkat selain Engkau para wali yang kami berikan loyalitas kami kepada mereka. Namun Engkau telah memberikan kesenangan kepada orang-orang musyrik tersebut dan nenek moyang mereka dengan harta dan kesehatan saat di dunia, hingga mereka melupakan diri-Mu dan menyekutukan-Mu. Mereka adalah kaum yang akan hancur dan dikuasai oleh kecelakaan dan kehinaan.
فَقَدْ كَذَّبُوْكُمْ بِمَا تَقُوْلُوْنَۙ فَمَا تَسْتَطِيْعُوْنَ صَرْفًا وَّلَا نَصْرًاۚ وَمَنْ يَّظْلِمْ مِّنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيْرًا
Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang berbuat kesyirikan : Sesungguhnya sesembahan yang kalian sembah telah mendustakan apa yang kalian katakan tentang mereka. Maka mereka pasti tidak akan mampu menolak adzab dari diri kalian dan tidak akan dapat menolong. Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah dan berbuat zhalim terhadap dirinya dengan beribadah kepada selain Allah dan meninggal dalam keadaan seperti itu, maka Allah akan menimpakan adzab yang sangat dahsyat kepadanya.
وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّآ اِنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِى الْاَسْوَاقِۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً ۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi yang lain. Sanggupkah kamu bersabar Dan Rabbmu Maha Melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul! Kami tidak mengutus Rasul-Rasul sebelum dirimu melainkan mereka adalah manusia biasa. Mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Wahai sekalian manusia!! Kami jadikan sebagian kalian cobaan dan ujian bagi sebagian yang lain yakni dengan petunjuk dan kesesatan, kekayaan dan kemiskinan, sehat dan sakit, apakah kalian akan bersabar dan tetap menjalankan kewajiban yang telah diwajibkan Allah atas kalian. Serta mensyukurinya sehingga Maula kalian (Allah) akan memberikan pahala kepada kalian?? Ataukah kalian tidak bersabar sehingga kalian berhak mendapatkan hukuman? Wahai Rasul! Rabbmu melihat mana orang yang putus asa dan mana orang yang sabar, mana orang yang kufur dan mana orang yang bersyukur.
وَقَالَ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ نَرٰى رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيْرًا
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami:"Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Rabb kita." Sesungguhnya mereka menganggap besar diri mereka dan mereka benar-benar sangat melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang tidak mempunyai keinginan untuk bertemu dengan Rabbnya setelah kematiannya karena mengingkarinya berkata : Mengapakah tidak diturunkan kepada kita Malaikat saja, lalu dia memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah orang yang benar, atau mengapa kita tidak melihat Rabb kita secara nyata, sehingga Dia sendiri yang mengabarkan kepada kita tentang kebenarannya dan kebenaran risalahnya?? Sesungguhnya mereka bangga dengan diri mereka sendiri sehingga berani berkata yang demikian. Mereka telah melampaui batas dalam kesesatan dan kekafiran mereka.
يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ لَا بُشْرٰى يَوْمَىِٕذٍ لِّلْمُجْرِمِيْنَ وَيَقُوْلُوْنَ حِجْرًا مَّحْجُوْرًا
Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata:"Hijraan mahjuuraa."

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari mereka melihat malaikat, yakni ketika sakaratul maut, di dalam kubur, dan di Hari Kiamat dengan bentuk yang tidak mereka sangka. Bukan untuk menyampaikan kabar gembira dengan surga namun untuk mengatakan kepada mereka : Allah telah mengharamkan surga bagi kalian.
وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tampakkan segala amal perbuatan yang telah mereka kerjakan, yang nampaknya sebuah kebaikan, lalu Kami jadikan amal perbuatan tersebut batil dan lenyap tidak bermanfaat bagi mereka, seperti debu yang berterbangan, yakni seperti debu kecil yang terlihat di bawah sinar matahari, hal itu karena amal perbuatan tidak akan bermanfaat di akhirat kecuali bila terkumpul dalam diri pelakunya; iman kepada Allah, ikhlas karena Allah dan mengikuti Rasul-Nya Muhammad saw.
اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ يَوْمَىِٕذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَّاَحْسَنُ مَقِيْلًا
Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

Tafsir Al-Muyassar

Pada Hari Kiamat para penghuni surga menempati tempat tinggal yang jauh lebih baik dari pada penduduk neraka, dan sebaik-baik tempat adalah di dalam surga. Kegembiraan mereka sempurna, kenikmatannya tidak tercampuri dengan kecemasan.
وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاۤءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ تَنْزِيْلًا
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, ingatlah pada hari ketika langit pecah kemudian melalui celahnya Nampak kabut putih yang tipis. Dan Allah menurunkan para malaikat langit lalu mengelilingi para makhluk yang sedang berada di padang mahsyar. Allah kemudian datang sesuai dengan keagungan-Nya untuk memutuskan hukum di antara para hamba-Nya.
اَلْمُلْكُ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْحَقُّ لِلرَّحْمٰنِۗ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكٰفِرِيْنَ عَسِيْرًا
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Rabb Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari itu kerajaan yang haq hanyalah milik Dzat yang Maha Pemurah saja tidak yang lainnya. Hari itu adalah hari yang penuh dengan kesukaran dan kesulitan bagi orang-orang kafir. Karena mereka akan menerima balasan dan adzab yang sangat pedih.
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata:"Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, ingatlah pada hari itu orang-orang zhalim menggigit tangannya sebagai bentuk penyesalan dan kerugian seraya berkata : Alangkah nikmatnya sekiranya aku menemani Rasulullah dan mengikutinya, serta menjadikan agama Islam sebagai jalan menuju surga.
يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku).

Tafsir Al-Muyassar

Ia merasa rugi seraya berkata : Alangkah nikmatnya sekiranya aku tidak menjadikan orang-orang kafir itu sebagai teman, yang kemudian aku mengikuti dan mencintainya.
لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Quran ketika al-Quran telah datang kepadaku. Dan syaitan itu tidak akan menolong manusia.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh teman ini telah menjauhkanku dari al-Quran setelah kedatangannya kepadaku. Sesungguhnya setan makhluk yang terlaknat tidak akan memberi pertolongan kepada manusia selama-lamanya. Ayat ini menjelaskan tentang perlunya sikap kehati-hatian terhadap teman yang buruk, karena sesungguhnya ia bisa menjadi sebab bagi temannya untuk masuk ke dalam neraka.
وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan."

Tafsir Al-Muyassar

Rasul berkata sebagai bentuk keluh-kesah atas tingkah laku umatnya : Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku telah meninggalkan al-Quran dan menjadikannya sesuatu yang tidak diacuhkan. Mereka terus menerus menolaknya, tidak mau merenungkannya, tidak mau mengamalkan dan tidak mau menyampaikannya. Ayat ini mengandung ancaman besar bagi orang-orang yang mengacuhkan al-Quran dan tidak mengamalkannya.
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِيْنَۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَّنَصِيْرًا
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari (kalangan) orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, sebagaimana telah Kami jadikan orang-orang yang berdosa dari kaummu sebagai musuhmu, maka Kami juga menjadikan untuk para Nabi seorang musuh yang berasal dari kaumnya yang berdosa. Bersabarlah sebagaimana mereka bersabar! Cukuplah Allah sebagai pemberi hidayah, petunjuk, dan pertolongan yang akan menolongmu dari musuh-musuhmu. Di dalam ayat ini terdapat hiburan bagi Nabi-Nya Muhammad saw.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْاٰنُ جُمْلَةً وَّاحِدَةً ۛ كَذٰلِكَ ۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنٰهُ تَرْتِيْلًا
Berkatalah orang-orang kafir:"Mengapa al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?" demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir berkata : Mengapa al-Quran itu tidak diturunkan kepada Muhammad sekali turun saja seperti Taurat, Injil dan Zabur? Allah kemudian berfirman : Demikianlah, Kami turunkan secara terpisah-pisah supaya Kami bisa meneguhkan hatimu dengannya dan menambah ketenanganmu. Sehingga kamu bisa memahaminya dan membawanya. Kami menjelaskannya dengan akurat dan perlahan.
وَلَا يَأْتُوْنَكَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاَحْسَنَ تَفْسِيْرًاۗ
Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu perumpamaan, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul, tidaklah orang-orang musyrik itu datang kepadamu dengan membawa argumen atau syubhat, melainkan Kami pasti datangkan kepadamu suatu jawaban yang benar dan dengan sebaik-baik penjelasan.
اَلَّذِيْنَ يُحْشَرُوْنَ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ اِلٰى جَهَنَّمَۙ اُولٰۤىِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ سَبِيْلًا
Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret di atas mukanya, mereka itulah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir adalah mereka yang nanti akan diseret di atas wajahnya ke dalam Neraka Jahanam, mereka itu adalah manusia yang paling buruk tempatnya dan yang paling jauh jalannya dari kebenaran.
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهٗٓ اَخَاهُ هٰرُوْنَ وَزِيْرًاۚ
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertainya sebagai wazir (pembantu).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab Taurat kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya sebagai pendukungnya.
فَقُلْنَا اذْهَبَآ اِلَى الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ فَدَمَّرْنٰهُمْ تَدْمِيْرًاۗ
Kemudian Kami berfirman kepada keduanya:"Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami." Maka Kami binasakan mereka sehancur-hancurnya.

Tafsir Al-Muyassar

Kami katakan kepada mereka berdua : Pergilah kalian berdua kepada Firaun dan kaumnya yang mendustakan bukti-bukti rububiyah dan uluhiyyah Kami. Kemudian mereka berdua pergi kepada Firaun dan kaumnya dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan menaati-Nya serta tidak menyekutukan-Nya. Mereka kemudian mendustakan Musa dan Harun, maka Kami binasakan mereka dengan kebinasaan yang sangat dahsyat.
وَقَوْمَ نُوْحٍ لَّمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ اَغْرَقْنٰهُمْ وَجَعَلْنٰهُمْ لِلنَّاسِ اٰيَةًۗ وَاَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ عَذَابًا اَلِيْمًاۚ
Dan(telah Kami binasakan)kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

Tafsir Al-Muyassar

Kami telah menenggelamkan kaum Nabi Nuh ke dalam banjir bandang tatkala mereka mendustakannya. Sesungguhnya ketika mereka mendustakan satu Rasul pada hakikatnya mereka telah mendustakan semua Rasul. Kami jadikan tenggelamnya mereka itu sebagai pelajaran bagi manusia, dan Kami sediakan untuk orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka Di Hari Kiamat adzab yang sangat dahsyat.
وَعَادًا وَّثَمُوْدَا۟ وَاَصْحٰبَ الرَّسِّ وَقُرُوْنًاۢ بَيْنَ ذٰلِكَ كَثِيْرًا
dan (Kami binasakan) kaum Ad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami binasakan kaum Ad yakni kaum Nabi Hud, Tsamud yakni kaumnya Nabi Shalih dan kaum pemilik sumur (kaum Nabi Syuain-penj) serta umat-umat yang banyak di antara kaum Nabi Nuh, Ad, Tsamud dan penduduk Rass. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah.
وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْاَمْثَالَۖ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيْرًا
Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka tamsil ibarat; dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya.

Tafsir Al-Muyassar

Untuk setiap umat, Kami telah memberikan bukti-bukti. Kami telah menjelaskan dalil-dalil dengan nyata. Kami singkirkan peluang untuk beralasan dari mereka. Meskipun begitu, mereka tetap tidak beriman. Maka Kami binasakan mereka dengan adzab yang menghancurkan.
وَلَقَدْ اَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتِيْٓ اُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِۗ اَفَلَمْ يَكُوْنُوْا يَرَوْنَهَاۚ بَلْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ نُشُوْرًا
Dan sesungguhnya mereka(kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu; bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya mereka, yaitu kaum musyrik Makkah dan rombongannya telah melewati negeri kaum Nabi Luth yakni negeri Sadum, yang dulu dihujani dengan hujan batu dari langit. Namun mereka tetap tidak mau mengambil pelajaran darinya bahkan mereka sama sekali tidak mengharapkan akhirat di Hari Kiamat nanti, yang mana mereka akan mendapatkan balasan di dalamnya.
وَاِذَا رَاَوْكَ اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ بَعَثَ اللّٰهُ رَسُوْلًا
Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan):"Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?"

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul! Apabila para pendusta itu melihatmu, maka mereka akan mengejekmu dengan mengatakan : Inikah orang yang mengaku dirinya telah diutus oleh Allah sebagai Rasul kepada kita?
اِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ اٰلِهَتِنَا لَوْلَآ اَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَاۗ وَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ حِيْنَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ اَضَلُّ سَبِيْلًا
Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya. Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya hampir saja dia menyesatkan kita dari ibadah kepada berhala-berhala kita karena kuatnya argument dan penjelasannya, sekiranya kita tidak konsisten untuk tetap beribadah kepada berhala-berhala tersebut. Mereka kelak akan mengetahui ketika melihat adzab yang pantas untuk mereka dapatkan, siapa yang lebih sesat agamanya, apakah mereka atau Muhammad?
اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul! Perhatikanlah! Alangkah menakjubkannya orang-orang yang menaati hawa nafsunya seperti mereka menaati Allah? Apakah kamu bertanggung jawab menjaganya hingga kamu mengembalikan mereka kepada keimanan?
اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ اَوْ يَعْقِلُوْنَۗ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا
atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu).

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar ayat-ayat Allah dengan merenungkannya atau memahaminya? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, sama-sama tidak mau mengambil manfaat dari apa yang mereka dengar. Bahkan mereka jauh lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu.
اَلَمْ تَرَ اِلٰى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّۚ وَلَوْ شَاۤءَ لَجَعَلَهٗ سَاكِنًاۚ ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلًاۙ
Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Rabbmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah memanjangkan bayang-bayang saat terbit fajar sampai terbit matahari?? Kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikannya itu tetap dan tidak dihilangkan oleh matahari. Kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.
ثُمَّ قَبَضْنٰهُ اِلَيْنَا قَبْضًا يَّسِيْرًا
kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu dengan tarikan yang perlahan-lahan. Ketika matahari bertambah naik maka semakin berkurang bayang-bayang. Hal itu menunjukkan kekuasaan Allah dan keagungan-Nya, dan bahwa hanya Dia saja yang berhak untuk diibadahi bukan yang lain.
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِبَاسًا وَّالنَّوْمَ سُبَاتًا وَّجَعَلَ النَّهَارَ نُشُوْرًا
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

Tafsir Al-Muyassar

Allah-lah yang menjadikan untuk kalian malam yang menutupi kalian dengan kegelapannya sebagaimana pakaian yang menutupi kalian. Dan menjadikan tidur untuk istirahat untuk jasad kalian, di dalamnya kalian menemukan ketenangan dan ketentraman. Dan Dia menjadikan siang agar kalian berpencar di muka bumi untuk mencari nafkah.
وَهُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۚ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً طَهُوْرًاۙ
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang meniupkan angin yang membawa awan sebagai pembawa kabar gembira dengan adanya hujan sebagai rahmat dari-Nya. Dan Kami turunkan air dari langit untuk bersuci dengannya,
لِّنُحْيِ َۧ بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا وَّنُسْقِيَهٗ مِمَّا خَلَقْنَآ اَنْعَامًا وَّاَنَاسِيَّ كَثِيْرًا
agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.

Tafsir Al-Muyassar

Dan agar Kami menumbuhkan tanaman di tempat yang tidak ada tanamannya, kemudian tempat yang tandus akan hidup kembali setelah mati. Dan Kami beri minum dengan air tersebut para makhluk Kami banyak di antaranya adalah hewan ternak dan manusia.
وَلَقَدْ صَرَّفْنٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوْاۖ فَاَبٰىٓ اَكْثَرُ النَّاسِ اِلَّا كُفُوْرًا
Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah menurunkan hujan di sebagian tempat dan tidak menurunkannya di tempat yang lain, agar orang-orang yang diberi hujan mengingat nikmat Allah yang dikaruniakan kepada mereka, lalu bersyukur kepada Allah. Dan agar orang-orang yang tidak diberi hujan ingat lalu mereka segera bertaubat kepada Allah Jalla wa `Ala agar Allah mengaruniakan rahmat-Nya dan memberi minum kepada mereka. Kebanyakan manusia berpaling dan kufur terhadap nikmat-nikmat yang telah Kami karuniakan kepada mereka, miisalnya ucapan mereka : Kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu.
وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ نَّذِيْرًاۙ
Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul! Andaikata Kami menghendaki niscaya Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan, mengajak mereka kepada Allah, dan memperingatkan mereka terhadap adzab-Nya. Namun, Kami menjadikan dirimu (wahai Rasul) seorang utusan untuk seluruh penduduk bumi, dan Kami perintahkan dirimu untuk menyampaikan al-Quran ini.
فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَجَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَادًا كَبِيْرًا
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Quran dengan jihad yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah kamu menaati orang-orang kafir dengan meninggalkan risalah yang kamu bawa. Sebaliknya, curahkanlah kesungguhanmu di dalam menyampaikan risalah. Berjihadlah dengan sungguh-sungguh menghhadapi orang-orang kafir dengan al-Quran ini tanpa tercampuri oleh kebosanan.
وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang mencampur dua laut, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia menjadikan dinding pemisah di antara keduanya, yang mencegah salah satu dari keduanya untuk merusak yang lain, dan menghalangi yang satu dari yang lainnya sehingga keduanya tidak tercampur.
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاۤءِ بَشَرًا فَجَعَلَهٗ نَسَبًا وَّصِهْرًاۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Dia pula yang menciptakan manusia lelaki maupun perempuan dari air mani seorang lelaki dan perempuan. Kemudian berkembang kekerabatan secara nasab dan mushaharah. Sesungguhnya Rabbmu Mahakuasa menciptakan makhluk sesuai kehendak-Nya.
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْۗ وَكَانَ الْكَافِرُ عَلٰى رَبِّهٖ ظَهِيْرًا
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (syaitan untuk durhaka) terhadap Rabb-nya.

Tafsir Al-Muyassar

Meskipun dengan adanya dalil-dalil tentang keuasaan Allah dan banyaknya nikmat yang telah diberikan oleh-Nya kepada makhluk-Nya, namun orang-orang kafir tetap menyembah selain Allah. Sesembahan yang tidak bisa memberikan manfaat saat mereka menyembahnya, dan tidak akan menimpakan kesulitan saat mereka tidak menyembahnya. Dan orang-orang kafir itu adalah penolong setan untuk berbuat syirik dalam beribadah kepada Allah dan membantunya dalam bermaksiat kepada Allah.
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًا
Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Rasul!! Kami tidaklah mengutusmu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dengan surga, dan pemberi peringatan kepada orang-orang yang kafir dengan neraka.
قُلْ مَآ اَسْـئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اَنْ يَّتَّخِذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
Katakanlah:"Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada mereka : Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kalian dalam menyampaikan risalah ini. Namun barangsiapa yang ingin mendapatkan hidayah dan berjalan sesuai dengan jalan yang benar untuk menuju kepada Rabbnya dan berinfak untuk meraih ridha-Nya, maka aku tidak memaksanya dan hal itu lebih baik untuk kalian.
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۚ
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,

Tafsir Al-Muyassar

Bertakwalah kepada Allah yang memiliki seluruh makna kehidupan yang sempurna, sesuai dengan keagungan-Nya, yang tidak akan mati. Sucikanlah Dia dari sifat-sifat kekurangan. Cukuplah Allah sebagai Dzat yang mengetahui dosa-dosa yang dilakukan oleh para hamba-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari diri-Nya. Dia akan menghisab mereka dan memberi balasan kepada mereka atasnya.
اَلَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ اَلرَّحْمٰنُ فَسْئَلْ بِهٖ خَبِيْرًا
Yang Menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, yakni naik dan tinggi di atasnya, dengan bersemayam yang sesuai dengan keagungan-Nya. Wahai Nabi!! Dia adalah Dzat yang Maha Pemurah, tanyakanlah tentang diri-Nya, yakni tentang diri Allah, karena Dial ah yang mengetahui sifat-sifat-Nya, keagungan-Nya dan keluhuran-Nya, dan tiada seseorang yang lebih mengetahui dan lebih mengenal tentang diri Allah daripada hamba dan Rasul-Nya, Muhammad saw.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اسْجُدُوْا لِلرَّحْمٰنِ قَالُوْا وَمَا الرَّحْمٰنُ اَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُوْرًا
Dan apabila dikatakan kepada mereka. "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang!", mereka menjawab: "Siapakah Yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Rabb Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)," dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

Tafsir Al-Muyassar

Ketika dikatakan kepada orang-orang kafir : Sujudlah dan beribadahlah kalian kepada Dzat yang Maha Penyayang. Maka mereka menjawab : Kami tidak mengetahui siapakah Dzat yang Maha Penyayang itu?? Apakah kami akan sujud kepada-Nya karena menaati perintahmu?? Dan perintah sujud kepada Allah itu hanya akan membuat mereka semakin menjauh dan berpaling dari iman.
تَبٰرَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَّقَمَرًا مُّنِيْرًا
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

Tafsir Al-Muyassar

Begitu agung berkah Allah dan betapa banyak kebaikan-Nya. Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang besar di langit yang berada pada porosnya. Dan Dia juga yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya di sana.
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ اَرَادَ اَنْ يَّذَّكَّرَ اَوْ اَرَادَ شُكُوْرًا
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti, yang satu menggantikan yang lain, bagi orang yang ingin mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dengan beriman kepada pengatur dan penciptanya, atau orang yang ingin bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat dan karunia-karunia-Nya.
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Tafsir Al-Muyassar

Hamba-hamba ar-Rahman yang shalih itu berjalan di atas bumi dengan tenang dan rendah hati. Apabila orang-orang yang bodoh berbicara dengan mereka dengan kata-kata yang menyakitkan, maka mereka menjawabnya dengan kata-kata yang baik. Mereka mengucapkan dengan kata-kata yang mengandung keselamatan dari dosa. Membalas orang yang bodoh dengan kebodohannya.
وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang memperbanyak shalat malam dengan ikhlas karena Rabbnya, merendahkan dirinya kepada Allah dengan sujud dan berdiri.
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاۙ
Dan orang-orang yang berkata:"Ya Rabb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasan yang kekal."

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang sekalipun mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah, mereka tetap takut kepada Allah dan berdoa kepada-Nya agar diselamatkan dari adzab Jahanam. Sesungguhnya adzab di dalamnya akan terus di timpakan kepada para penghuninya.
اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Neraka Jahanam adalah seburuk tempat menetap dan tempat kediaman.
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang apabila menginfakkan hartanya, maka mereka tidak melampaui batas dalam memberi dan tidak pula mempersempit nafkah. Infak mereka selalu tengah-tengah antara terlalu boros dan terlalu kikir.
وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mentauhidkan Allah, tidak berdoa dan menyembah Tuhan selain Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk membunuhnya kecuali dengan alasan yang dibenarkan untuk membunuhnya karenanya, berupa kufur setelah iman, atau zina setelah pernikahan atau membunuh jiwa tanpa dosa. Dan mereka tidak berzina, sebaliknya mereka menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap pasangan-pasangan sah mereka atau hamba sahaya mereka. Barangsiapa yang melakukan salah satu dari dosa-dosa besar ini, maka di akhirat dia akan menerima hukuman setimpal.
يُّضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًاۙ
(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

Tafsir Al-Muyassar

Siksanya di Hari Kiamat dilipatgandakan dan dia dikekalkan di dalamnya dalam keadaan rendah dan terhina. Ancaman kekal ini berlaku untuk siapa yang melakukan seluruhnya atau bagi siapa yang mempersekutukan Allah.
اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi siapa yang bertaubat dari dosa-dosa ini dengan taubat yang nasuha, beriman dengan iman yang kokoh yang diikuti dengan amal shalih, maka Allah akan menghapus keburukan-keburukan mereka dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan disebabkan taubat dan penyesalan mereka. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, di mana Dia tetap mengajak mereka untuk bertaubat setelah menentangnya dengan dosa-dosa yang paling besar.
وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَاِنَّهٗ يَتُوْبُ اِلَى اللّٰهِ مَتَابًا
Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang bertaubat dari dosa-dosa yang telah dikerjakannya, melakukan amal shalih, maka dengan itu dia telah kembali kepada Allah secara benar, maka Allah menerima taubatnya dan menghapus dosa-dosanya.
وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang tidak bersaksi dengan kebohongan dan tidak menghadiri majelis-majelis kebohongan. Dan bila mereka melewati para pelaku kebatilan dan pemuja permainan tanpa sengaja, maka mereka berlalu dengan berpaling, mengingkari dan membersihkan diri darinya, serta mereka tidak merelakannya untuk orang lain.
وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang jika dinasihati dengan ayat-ayat al-Qur’an dan dalil-dalil keesaan Allah, maka mereka tidak melalaikannya, seolah-olah mereka adalah orang-orang yang tuli dan tidak mendengarnya, buta yang tidak melihatnya, sebaliknya hati mereka memahami, bashirah mereka terbuka menerima, maka mereka pun merunduk sujud dan taat kepada Allah.
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang memohon kepada Allah dengan berkata : Wahai Rabb kami berikanlah kepada kami dan anak keturunan kami sesuatu yang menyenangkan jiwa kami, padanya terdapat kebahagiaan dan ketenteraman bagi kami, serta jadikanlah kami teladan yang diteladani oleh orang-orang yang bebrtakwa dalam kebaikan.
اُولٰۤىِٕكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوْا وَيُلَقَّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَّسَلٰمًاۙ
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang memiliki sifat-sifat diatas adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih, mereka meraih pahala surga dengan derajat tertinggi, karena rahmat Allah di samping kesabaran mereka dalam menjalankan ketaatan. Di surga mereka akan mendapatkan penghormatan dan salam dari para malaikat, kehidupan yang baik dan keselamatan dari segala penyakit.
خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya tanpa mati, sebaik-baik tempat tinggal di mana mereka tinggal di dalamnya dan sebaik-baik rumah di mana mereka berdiam di dalamnya. Mereka tidak mencari penggantinya untuk berpindah darinya.
قُلْ مَا يَعْبَؤُا بِكُمْ رَبِّيْ لَوْلَا دُعَاۤؤُكُمْۚ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُوْنُ لِزَامًا
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik):"Rabbku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu.(Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)."

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mempedulikan manusia dan terpengaruh oleh mereka, kalau tidak ada doa ibadah dan doa amsalah dari mereka kepada-Nya. Sungguh kalian wahai orang-orang kafir telah mendustakan, dimana pendustaan kalian ini membawa kalian kepada siksa yang akan mengikat kalian seperti pemilik uang mengikat orang yang berhutang kepadanya, dan ia akan membinasakan kalian di dunia dan akhirat.