بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَۚ
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).
Tafsir Al-Muyassar
Sudah dekat waktu perhitungan manusia atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Kendati demikian, orang-orang kafir hidup dalam keadaan lalai dari hakikat ini, lagi berpaling dari peringatan tersebut.مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّهِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَۙ
Tidak datang kepada mereka suatu ayat al-Quran pun yang baru (diturunkan) dari Rabb mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada sedikitpun yang diturunkan dari al-Qur`an yang dibacakan kepada mereka, untuk memperbaharui peringatan terhadap mereka, melainkan mereka mendengarnya dengan bermain-main dan melecehkan.لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَىۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۖ هَلْ هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ
(lagi)hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka:"Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya,"
Tafsir Al-Muyassar
Hati mereka lalai dari al-Quran yang mulia, sibuk dengan dunia berikut kesenangannya yang sia-sia, tidak memahami isinya. Bahkan orang-orang yang zhalim dari kalangan kaum Quraisy telah bersepakat atas perkara rahasia, yaitu menyiarkan apa yang dapat menghalangi manusia dari beriman kepada Muhammad, bahwa dia adalah manusia biasa seperti mereka tanpa ada perselisihan sedikit pun dari mereka, dan bahwa apa yang dibawanya berupa al-Quran adalah sihir. Jadi, bagaimana mungkin kalian dating kepadanya dan mengikutinya, padahal kalian melihat sendiri bahwa ia adalah manusia biasa seperti kalian??قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Berkatalah Muhammad (kepada mereka):"Rabbku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dam Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Tafsir Al-Muyassar
Nabi mengembalikan urusannya kepada Rabb-nya seraya berkata : Rabbku mengetahui semua perkataan di langit dan bumi. Dia mengetahui pembicaraan yang kalian rahasiakan, dan Dia Maha Mendengar perkataan kalian, lagi Maha Mengetahui keadaan kalian. Ini berisikan teguran dan ancaman terhadap mereka.بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَآ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ
Bahkan mereka berkata(pula):"(al-Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan ia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus."
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan orang-orang kafir mengingkari al-Quran. Di antara mereka ada yang mengatakan : Al-Quran itu adalah mimpi-mimpi yang tidak mengandung arti, tidak ada kenyataannya. Ada yang mengatakan : Al-Quran itu hanya diada-adakan dan dusta, bukan wahyu. Ada pula yang mengatakan : Sesungguhnya Muhammad itu penyair, dan al-Quran yang dibawanya itu adalah syair. Jika ia ingin supaya kami membenarkannya, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kami suatu mukjizat yang nyata, seperti unta nabi Shalih, mukjizat-mukjizat Musa dan Isa, serta mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Rasul-rasul sebelumnya.مَآ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ
Tidak ada (penduduk)suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman?
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada satu negeri pun sebelum kaum kafir Makkah yang penduduknya meminta mukjizat kepada Rasul mereka, lalu mukjizat itu terlaksana yang beriman. Bahkan mereka tetap mendustakan, lalu Kami membinasakan mereka. Apakah kaum kafir Makkah akan beriman, apabila mukjizat-mukjizat yang mereka minta itu terealisir?? Sekali-kali tidak, mereka tetap tidak akan beriman.وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـئَلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, wahai Rasul, melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Dan Kami tidak mengutus para malaikat. Tanyakanlah, wahai orang-orang kafir Makkah, kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, jika kalian tidak mengetahui hal itu.وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ
Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak menjadikan orang-orang yang diutus sebelummu itu keluar dari tabiat manusia yang tidak butuh makan dan minum, dan tidak pula mereka itu kekal yang tidak akan mati.ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَنْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَاۤءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ
Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Kami penuhi apa yang telah Kami janjikan kepada para Nabi dan pengikut mereka berupa pertolongan dan keselamatan, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas terhadap diri mereka dengan kekafiran mereka kepada Rabb mereka.لَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Quran ini kepada kalian, yang berisikan kejayaan dan kemuliaan kalian di dunia dan akhirat, Jika kalian mengingatnya. Maka apakah kalian tidak memahami apa yang dengannya Aku melebihkan kalian atas selain kalian??وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ
Dan berapa banyaknya (penduduk)negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kamu yang lain (sebagai penggantinya).
Tafsir Al-Muyassar
Betapa banyak negeri-negeri yang penduduknya zhalim, karena kekafiran mereka kepada apa yang dibawa oleh rasul-rasul mereka, lalu Kami binasakan mereka dengan adzab yang membinasakan mereka semua. Dan Kami adakan setelah mereka kaum yang lain selain mereka.فَلَمَّآ اَحَسُّوْا بَأْسَنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَۗ
Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.
Tafsir Al-Muyassar
Ketika orang-orang yang zhalim itu melihat adzab Kami yang sangat keras menimpa mereka dan mereka menyaksikan tanda-tandanya, tiba-tiba mereka segeran melarikan diri dari negeri mereka.لَا تَرْكُضُوْا وَارْجِعُوْٓا اِلٰى مَآ اُتْرِفْتُمْ فِيْهِ وَمَسٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـئَلُوْنَ
Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya.
Tafsir Al-Muyassar
Maka mereka diseru dalam keadaan ini : Janganlah kalian melarikan diri, dan kembalilah kepada kelezatan dan kesenangan kalian di dunia kalian yang melenakan dan tempat tinggal kalian yang kokoh, mudah-mudahan kalian ditanya sesuatu tentang dunia kalian. Itu sebagai ejekan dan olok-olok terhadap mereka.قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
Mereka berkata:"Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
Tafsir Al-Muyassar
Mereka tidak memiliki jawaban selain pengakuan mereka akan kejahatan mereka seraya mengatakan : Duhai celaka kami, sesungguhnya kami telah menzhalimi diri kami dengan kekafiran kami.فَمَا زَالَتْ تِّلْكَ دَعْوٰىهُمْ حَتّٰى جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خَامِدِيْنَ
Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.
Tafsir Al-Muyassar
Kata-kata itu (yaitu mengutuk diri mereka dan mengakui kezhaliman) terus menerus menajdi seruan yang mereka ulang-ulang hingga Kami jadikan mereka laksana tanaman yang telah dipanen, mati, tiada kehidupan dalam diri mereka. Karena itu, hati-hatilah, wahai orang-orang yang diajak bicara, dari tetap mendustakan Muhammad, lalu kalian ditimpa adzab sebagaimana adzab yang telah ditimpakan terhadap umat-umat sebelum kalian.وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
Dan tidaklah Kami ciptalan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dengan bermain-main.
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidaklah menciptakan langit dan bumi berikut segala yang ada di antara keduanya dengan main-main dan sia-sia. Bahkan untuk menegakkan hujjah atas kalian, wahai manusia. Dan agar kalian mengambil pelajaran dari semua itu, lalu kalian mengetahui bahwa yang menciptakan semua itu tidak serupa dengan sesuatu pun, dan ibadah tidak patut diberikan kecuali untuk-Nya.لَوْ اَرَدْنَآ اَنْ نَّتَّخِذَ لَهْوًا لَّاتَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّآ ۖاِنْ كُنَّا فٰعِلِيْنَ
Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan(isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian,(tentulah Kami telah melakukannya).
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya Kami membuat permainan berupa anak atau istri, niscaya Kami telah menjadikannya dari sisi Kami, bukan dari sisi kalian. Namun Kami tidak melakukan hal itu; karena mustahil bila Kami memiliki anak atau istri.بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌۗ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensipati (Allah dengan sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya).
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan Kami melontarkan kebenaran dan menjelaskannya untuk menghancurkan kebatilan, maka tiba-tiba kebatilan itu lenyap. Dan kalian, wahai orang-orang musyrik, mendapatkan adzab di akhirat, karena kalian menyifati Rabb kalian dengan selian sifat-Nya yang patut bagi-Nya.وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَۚ
Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.
Tafsir Al-Muyassar
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan bumi. Malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya tidak menolak beribadah kepada-Nya dan tiada pula merasa jemu. Maka bagaimana mungkin hamba dan makhluk-Nya boleh disekutukan dengan-Nya??يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka senantiasa mengingat Allah dan mensucikan-Nya. Mereka tidak merasa lemah dan tidak pula jemu.اَمِ اتَّخَذُوْٓا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَرْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?
Tafsir Al-Muyassar
Bagaimana mungkin orang-orang musyrik itu bisa dibenarkan menjadikan sembahan-sembahan yang lemah dari bumi, yang tidak mampu menghidupkan orang-orang yang sudah mati?لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya di langit dan bumi terdapat sembahan-sembahan selain Allah yang mengatur urusan keduanya, niscaya sistem keduanya sudah rusak. Mahasuci Allah, Rabb Arsy, dari apa yang disifatkan oleh orang-orang yang ingkar lagi kafir berupa dusta, kebohongan, dan segala kekurangan.لاَيُسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَلُونَ
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.
Tafsir Al-Muyassar
Di antara bukti-bukti bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan dan yang berhak disembah, bahwa Dia tidak ditanya tentang ketetapan-Nya pada makhluk-Nya, sementara semua makhluk-Nya akan ditanya tentang perbuatan mereka.اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً ۗقُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْۚ هٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَّعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِيْۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَۙ الْحَقَّ فَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selainnya Katakanlah:"Unjukkanlah hujjahmu! (al-Quran)ini adalah petunjuk bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang sebelumku." Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang musyrik itu menjadikan sembahan-sembahan selain Allah yang dapat memberi manfaat dan menolak mudarat, dapat menghidupkan dan mematikan?? Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka : Berikanlah bukti yang kalian miliki berkenaan dengan apa yang kalian jadikan sebagai sembahan-sembahan!! Karena dalam al-Quran yang aku bawa, begitu juga dalam kitab-kitab sebelumnya, tidak ada bukti yang menunjukkan kebenaran pendapat kalian. Mereka tidak melakukan kemusyrikan meliankan karena kebodohan dan taklid, sedang mereka berpaling dari kebenaran lagi mengingkarinya.وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:"Bahwasanya tidak ada tuhan(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku."
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelummu, wahai Rasul, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tiada sembahan yang hak kecuali Allah, maka murnikanlah peribadatan hanya untuk-Nya semata.وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗۗ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَۙ
Dan mereka berkata:"Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak," Maha Suci Allah. Sebenarnya(malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimulyakan,
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik berkata : Allah Yang Maha Pemurah telah mengambil anak, dengan persangkaan mereka bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Mahasuci Allah dari semua itu. Karena malaikat adalah hamba-hamba Allah yang didekatkan (kepada-Nya) lagi diistimewakan dengan keutamaan.لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkatan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka karena ketaatan mereka yang sempurna, tidak berbicara kecuali dengan perkataan yang diperintahkan kepada mereka oleh Rabb mereka, dan mereka tidak akan melaksanakan suatu perbuatan hingga Dia memberi izin kepada mereka.يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُوْنَۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada satu perbuatan pun dari perbuatan-perbuatan malaikat, baik yang sudah berlalu maupun yang akan dating, melainkan Allah mengetahuinya dan memperhitungkannya atas mereka. Mereka tidak bias memberi syafaat kecuali kepada orang yang diridhai Allah untuk mereka beri syafaat. Dan mereka itu, karena rasa takut kepada Allah, berhati-hati dari menyelisihi perintah dan larangan-Nya.وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْٓ اِلٰهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَنَّمَۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ
Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa di antara malaikat yang mengklaim bahwa ia adalah sembahan di samping Allah (ini hanya pengandaian) maka balasannya adalah Jahanam. Seperti balasan itulah Kami memberi balasan kepada setiap orang yang zhalim lagi musyrik.اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang yang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu dulu menyatu tidak ada pemisah antara keduanya, sehingga tidak ada hujan dari langit dan tidak ada tumbuhan dari bumi, lalu Kami pisahkan keduanya dengan kekuasaan Kami. Kami turunkan hujan dari langit, dan Kami keluarkan tumbuhan dari bumi. Dari air itu Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah orang-orang yang ingkar itu tetap tidak beriman, lalu membenarkan apa yang mereka saksikan, dan memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja??وَجَعَلْنَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi ini (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Kami telah menciptakan gunung-gunung di bumi untuk mengokohkannya hingga tidak bergoncang. Dan Kami jadikan jalan-jalan yang luas di permukaannya, dengan harapan manusia dapat tertunjukkan kepada penghidupan mereka, dan mentauhidkan Pencipta mereka.وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ
Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
Tafsir Al-Muyassar
Kami jadikan langit sebagai atap bagi bumi yang tidak ditinggikan dengan tiang-tiang, dan ia terpelihara, tidak runtuh, dan tidak bias ditembus oleh setan. Sedangkan orang-orang kafir itu lalai dari memperhatikan tanda-tanda langit (matahari,bulan,dan bintang), lagi lalai dan lengah dari memikirkannya.وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya,
Tafsir Al-Muyassar
Allah-lah yang telah menciptakan malam, agar manusia merasa tentram di dalamnya, dan menciptakan siang, agar mereka mencari penghidupan pada waktu itu. Dia menciptakan matahari sebagai tanda siang, dan menciptakan bulan sebagai tanda malam. Masing-masing dari keduanya memiliki tempat peredaran di mana ia beredar dan berjalan tanpa pernah menyimpang darinya.وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَۗ اَفَا۟ىِٕنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰلِدُوْنَ
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak pernah menjadikan seorang pun sebelummu, wahai Rasul, mendapatkan hidup kekal di bumi. Apabila kamu mati, maka apakah mereka akan berharap kekal sesudahmu?? Ini tidak mungkin terjadi. Ayat ini berisikan dalil bahwa Khidhir itu sudah mati, karena dia adalah manusia biasa.كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap jiwa sudah pasti akan merasakan mati, meskipun ia diberi umur panjang di dunia. Keberadaannya dalam kehidupan ini hanyalah ujian dengan taklif, baik dengan perintah maupun larangan, dan keadaan yang berubah-ubah, baik kebaikan maupun keburukan, kemudian tempat kembalinya sete;ah itu ialah kepada Allah semata untuk dihisab dan diberi basalan.وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَتَكُمْۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan):"Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?" padahal mereka adalah orang-orang yang inkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
Tafsir Al-Muyassar
Ketika orang-orang kafir melihatmu, waha Rasul, mereka menunjukmu untuk mengejekmu, dengan mengatakan satu sama lain : Inikah orang yang mencaci maki sembahan-sembahan kalian?? Mereka mengingkari Allah Yang Maha Pemurah dan nikmat-nikmat-Nya, serta mengingkari al-Qur’an dam petunjuk yang diturunkan-Nya.خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍۗ سَاُورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda(azab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.
Tafsir Al-Muyassar
Manusia diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa. Ia tergesa-gesa kepada sesuatu dan minta disegerakan terjadinya. Kaum Quraisy minta adzab disegerakan dan mereka menganggap terlambat kedatangannya. Maka Allah memperingatkan mereka bahwa Dia akan memperlihatkan kepada mereka adzab yang mereka minta supaya disegerakan. Karena itu, janganlah mereka minta kepada Allah supaya adzab disegerakan.وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Mereka berkata:"Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar?"
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir berkata (meminta adzab disegerakan sebagai bentuk pelecehan) : Kapankah terjadinya apa yang kamu ancamkan kepada kami, wahai Muhammad, jika kamu dan pengikutmu termasuk orang-orang yang benar??لَوْ يَعْلَمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا حِيْنَ لَا يَكُفُّوْنَ عَنْ وُّجُوْهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُوْرِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Andai kata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (dimana) mereka tak mampu untuk mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka tidak(pula) mendapatkan pertolongan, (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya orang-orang kafir itu mengetahui apa yang mereka jumpai, ketika mereka tidak mampu menolak api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat penolong yang bias menolong mereka, niscaya mereka tidak akan tetap dalam kekafiran mereka, dan niscaya mereka tidak akan meminta adzab mereka disegerakan. بَلْ تَأْتِيهِم بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلاَ يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلاَهُمْ يُنظَرُونَ
Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh kiamat itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka bingung ketika itu, sangat ketakutan, tidak sanggup menolak adzab dari diri mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan untuk bertaubat atau mengemukakan alasan.وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِيْنَ سَخِرُوْا مِنْهُمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Dan sungguh telah diperolok-olokan beberapa rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Rasul-rasul sebelummu, wahai Rasul, telah diperolok-olokkan, lalu orang-orang yang mengolok-olok itu ditimpa adzab yang dulu menjadi bahan ejekan dan olok-olok nereka.قُلْ مَنْ يَّكْلَؤُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمٰنِۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
Katakanlah:"Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Rabb mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang yang minta disegerakan adzab itu : Tidak ada seorang pun yang dapat memelihara dan menjaga kalian di waktu malam dan siang hari kalian, di waktu tidur dan terjaga kalian, dari adzab Allah Yang Maha Pemurah bila menimpa kalian. Bahkan mereka adalah orang-orang yang lalai dan lengah dari al-Quran dan peringatan-peringatan Rabb mereka.اَمْ لَهُمْ اٰلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِّنْ دُوْنِنَاۗ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَ اَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِّنَّا يُصْحَبُوْنَ
Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu,
Tafsir Al-Muyassar
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan yang dapat menghalangi mereka dari adzab Kami?? Sesungguhnya sembahan-sembahan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri, maka bagaimana mungkin mereka dapat menolong orang-orang yang menyembah mereka?? Mereka tidak dapat terlindungi dari Kami.بَلْ مَتَّعْنَا هٰٓؤُلَاۤءِ وَاٰبَاۤءَهُمْ حَتّٰى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُۗ اَفَلَا يَرَوْنَ اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاۗ اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan(hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang kafir dan bapak-bapak mereka telah terterdaya dengan penangguhan, karena mereka melihat harta, anak-anak dan usia yang panjang. Karena itu, mereka tetap dalam kekafiran mereka dan tidak mau meninggalkannya. Mereka menyangka bahwa mereka tidak akan ditimpa adzab, dan mereka lalai sunnah (ketetapan Allah) yang telah berlalu. Allah mengurangi bumi dari berbagai penjurunya, dengan perang dan kekalahan yang ditimpakan Allah kepada kaum musyrik dari berbagai penjuru. Apakah orang-orang kafir Makkah memiliki keleluasaan untuk keluar dari kekuasaan Allah, atau mampu menolak kematian??قُلْ اِنَّمَآ اُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِۖ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاۤءَ اِذَا مَا يُنْذَرُوْنَ
Katakanlah (hai Muhammad):"Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang yang kamu diutus kepada mereka : Aku tidaklah memberi peringatan kepada kalian melainkan dengan wahyu dari Allah, yaitu al-Qur’an. Tetapi orang-orang kafir tidak mendengarkan apa yang disampaikan kepada mereka dengan penuh perhatian, ketika mereka diberi peringatan, lalu mereka tidak memetik manfaatnya.وَلَىِٕنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Rabbmu, pastilah mereka berkata:"Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri."
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya orang-orang kafir itu tertimpa sebagian dari adzab Allah, niscaya mereka mengetahui akibat pendustaan mereka. Dan mereka menghadapinya dengan kutukan terhadap diri mereka, disebabkan kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri dengan menyembah selain Allah.وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـئًاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.
Tafsir Al-Muyassar
Allah memasang timbangan yang adil untuk penghisaban pada Hari Kiamat, dan mereka atau selain mereka tidak dizhalimi sedikit pun. Walaupun perbuatan itu hanya seberat zarrah, baik kebaikan maupun keburukan, maka diperhitungkan dalam hisab pelakunya. Cukuplah Allah sebagai penghitung perbuatan para hamba-Nya, dan membalas mereka atas perbuatan tersebut.وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاۤءً وَّذِكْرًا لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun hujah dan pertolongan menghadapi musuh keduanya, dan sebuah kitab (yaitu Taurat) yang dengannya Kami membedakan antara kebenaran dan kebatilan, dan cahaya yang menuntun orang-orang yang bertakwa.الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab)Rabb mereka, sedang mereka tidak melihatnya dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.
Tafsir Al-Muyassar
Yaitu orang-orang yang takut kepada adzab Rabb mereka, dan mereka takut terhadap waktu kedatangan Hari Kiamat.وَهٰذَا ذِكْرٌ مُّبٰرَكٌ اَنْزَلْنٰهُۗ اَفَاَنْتُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ
Dan al-Quran ini adalah suatu kitab(peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?
Tafsir Al-Muyassar
Al-Quran ini yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw, adalah peringatan bagi siapa yang mengingatnya, mengamalkan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, banyak kebaikannya, besar manfaatnya. Apakah kalian mengingkarinya, padahal al-Quran sangat terang dan jelas??وَلَقَدْ اٰتَيْنَآ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ
Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Ibrahim, yang telah ia dakwahkan kepada manusia sebelum Musa dan Harun. Dan Kami mengetahui bahwa ia berhak mendapatkan hal itu.اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا هٰذِهِ التَّمَاثِيْلُ الَّتِيْٓ اَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُوْنَ
(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya:"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
Tafsir Al-Muyassar
Ketika ia berkata kepada ayah dan kaumnya : Berhala-berhala apakah yang kalian buat ini, kemudian kalian tetap tekun menyembahnya??قَالُوْا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا لَهَا عٰبِدِيْنَ
Mereka menjawab:"Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya."
Tafsir Al-Muyassar
Mereka menjawab : Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya, dan kami menyembahnya karena mengikuti mereka.قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Ibrahim berkata:"Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata."
Tafsir Al-Muyassar
Ibrahim berkata kepada mereka : Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian, dalam penyembahan terhadap berhala-berhala ini, benar-benar dalam kejauhan yang nyata dari kebenaran.قَالُوْٓا اَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ اَمْ اَنْتَ مِنَ اللّٰعِبِيْنَ
Mereka menjawab:"Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?"
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berkata : Apakah kata-kata yang kamu bawa kepada kami ini benar dan sungguh-sungguh, ataukah kata-katamu kepada kami ini kata-kata orang yang sedang main-main dan mengolok-olok yang tidak menyadari apa yang dikatakannya??قَالَ بَلْ رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الَّذِيْ فَطَرَهُنَّۖ وَاَنَا۠ عَلٰى ذٰلِكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
Ibrahim berkata:"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu."
Tafsir Al-Muyassar
Ibrahim berkata kepada mereka : Bahkan Rabb kalian yang aku serukan kalian kepada-Nya adalah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya, dan aku termasuk orang-orang yang bersaksi atas hal itu.وَتَاللّٰهِ لَاَكِيْدَنَّ اَصْنَامَكُمْ بَعْدَ اَنْ تُوَلُّوْا مُدْبِرِيْنَ
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.
Tafsir Al-Muyassar
Demi Allah, sungguh aku akan memperdaya dan menghancurkan berhala-berhala kalian, sesudah kalian pergi berpaling darinya.فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
Tafsir Al-Muyassar
Lalu Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu, dan menjadikannya hancur berkeping-keping, dan membiarkan yang terbesar dari berhala-berhala itu. Agar kaum tersebut kembali dan bertanya kepadanya, sehingga akan tampak jelas kelemahan dan kesesatan mereka, serta hujjah tegak di hadapan mereka.قَالُوْا مَنْ فَعَلَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَآ اِنَّهٗ لَمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Mereka berkata:"Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim."
Tafsir Al-Muyassar
Kaum itu kembali dan melihat berhala-berhala mereka telah hancur dalam keadaan terhina, maka mereka pun bertanya satu sama lain : Siapakah yang melakukan tindakan ini terhadap sembahan-sembahan kita?? Sesungguhnya dia benar-benar zhalim, karena lancing terhadap sembahan-sembahan yang berhak untuk diagungkan dan dimuliakan.قَالُوْا سَمِعْنَا فَتًى يَّذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهٗٓ اِبْرٰهِيْمُۗ
Mereka berkata:"Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim."
Tafsir Al-Muyassar
Orang yang pernah mendengar Ibrahim bersumpah bahwa ia akan memperdaya berhala-berhala mereka berkata : Kami pernah mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim.قَالُوْا فَأْتُوْا بِهٖ عَلٰٓى اَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ
Mereka berkata:"(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan."
Tafsir Al-Muyassar
Para pemuka mereka berkata : Kalau begitu, bawalah Ibrahim, di hadapan mata orang banyak, agar mereka menyaksikan pengakuannya terhadap apa yang telah dikatakannya, agar itu menjadi hujjah atasnya.قَالُوْٓا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَا يٰٓاِبْرٰهِيْمُۗ
Mereka bertanya:"Apakah kamu, yang melakuakan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?"
Tafsir Al-Muyassar
Ibrahim pun didatangkan, dan mereka bertanya kepadanya dengan penuh pengingkaran : Apakah benar kamu yang telah menghancurkan sembahan-sembahan kami?? Maksudnya berhala-berhala mereka.قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـئَلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ
Ibrahim menjawab:"Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara!"
Tafsir Al-Muyassar
Ibrahim pun memperoleh keinginannya dengan sempurna untuk menunjukkan kebodohan mereka di depan mata mereka sendiri. Ia berkata untuk menyanggah mereka, menampakkan kedunguan mereka : Bahkan berhala yang besar itulah yang telah menghancurkannya. Tanyakanlah kepada sembahan-sembahan kalian yang palsu itu tentang hal itu, jika mereka dapat berbicara atau memberi jawaban.فَرَجَعُوْٓا اِلٰٓى اَنْفُسِهِمْ فَقَالُوْٓا اِنَّكُمْ اَنْتُمُ الظّٰلِمُوْنَۙ
Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata:"Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya(diri sendiri),"
Tafsir Al-Muyassar
Mereka pun sadar, dan tampak kepada mereka akan kesesatan mereka ; maka bagaimana mungkin mereka menyembahnya, padahal berhala-berhala itu tidak mampu menolak suatu mudharat dari diri mereka dan tidak bias menjawab orang yang bertanya kepadanya??Mereka mengakui bahwa mereka telah menzhalimi diri mereka dan telah melakukan kemusyrikan.ثُمَّ نُكِسُوْا عَلٰى رُءُوْسِهِمْۚ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هٰٓؤُلَاۤءِ يَنْطِقُوْنَ
kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata):"Sesungguhnya kamu(hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara."
Tafsir Al-Muyassar
Namun, sangat cepat pula pembangkangan mereka kembali lagi setelah mereka sadar sejenak, lalu mereka berbalik kepada kebatilan, dan mereka berargumen kepada Ibrahim dengan argumennya terhadap mereka : Bagaimana mungkin kami bertanya kepada berhala-berhala itu, sedangkan kamu sudah tahu bahwa mereka tidak dapat berbicara??قَالَ اَفَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًا وَّلَا يَضُرُّكُمْۗ
Ibrahim berkata:"Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak(pula) memberi mudharat kepada kamu"
Tafsir Al-Muyassar
Ibrahim berkata, meremehkan perihal berhala-berhala itu : Maka bagaimana mungkin kalian menyembah berhala-berhala yang tidak dapat memberi manfaat bila disembah, dan tidak pula dapat memberi mudharat bila ditinggalkan??اُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗاَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami
Tafsir Al-Muyassar
Keburukan bagi kalian dan sembahan-sembahan yang kalian sembah selain Allah. Apakah kalian tidak berpikir, lalu memahami keburukan apa yang kalian jalani??قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
Mereka berkata:"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak."
Tafsir Al-Muyassar
Tatkala bantahan mereka mentah dan kebenaran menjadi jelas, maka mereka beralih menggunakan kekuasaan mereka seraya mengatakan : Bakarlah Ibrahim dengan api; sebagai bentuk kemarahan untuk membela sembahan-sembahan kalian, jika kalian menolongnya. Nyalakan api yang besar dan lemparkanlah ia ke dalam kobarannya.قُلْنَا يَانَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ
Kami berfirman:"Hai api menjadi dinginlah, dan menjaddi keselamatanlah bagi Ibrahim,"
Tafsir Al-Muyassar
Maka Allah menolong Rasul-Nya dan berkata kepada api : Jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim. Karena itu, Ibrahim tidak mendapat suatu hal yang menyakitkan dan tidak pula terkena suatu yang dibenci di dalamnya.وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَۚ
mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi.
Tafsir Al-Muyassar
Kaum itu bermaksud membinasakan Ibrahim, tapi Allah membatalkan tipu daya mereka, dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang kalah lagi hina.وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ
Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.
Tafsir Al-Muyassar
Kami selamatkan Ibrahim dan Luth yang beriman kepada-Nya dari Irak ke negeri Syam yang telah Kami berkahi dengan banyak kebaikan, dan mayoritas para Nabi berada di sana.وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ نَافِلَةً ۗوَكُلًّا جَعَلْنَا صٰلِحِيْنَ
Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yaqub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh.
Tafsir Al-Muyassar
Allah telah memberi nikmat kepada Ibrahim, dengan menganugerahkan anak untuknya, yaitu Ishaq, ketika dia berdoa kepada-Nya. Dan Dia memberikan kepadanya Ya’qub dari keturunan Ishaq, sebagai tambahan anugerah untuknya. Masing-masing dari Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub, Allah jadikan sebagai orang yang shalih lagi menaati-Nya.وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَۙ
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
Tafsir Al-Muyassar
Kami jadikan Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub sebagai teladan bagi manusia yang menyeru mereka supaya beribadah kepada Allah dan menaati-Nya dengan seizin-Nya. Kami wahyukan kepada mereka supaya mengerjakan kebajikan-kebajikan, yaitu melaksanakan syariat-syariat para para Nabi, mendirikan shalat dengan cara yang benar, dan menunaikan zakat. Lalu mereka melaksanakan hal itu, dan mereka hanya patuh kepada Allah semata, bukan kepada selain-Nya.وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰۤىِٕثَۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَۙ
dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,
Tafsir Al-Muyassar
Kami berikan kepada Luth kenabian, memutuskan perkara di antara orang-orang yang bersengketa, dan pengetahuan akan perintah Allah dan agama-Nya. Kami telah menyelamatkannya dari negerinya : Sadum yang penduduknya mengerjakan perbuatan kekejian. Sesungguhnya mereka, disebabkan kekejian dan kemungkaran yang mereka lakukan, adalah kaum yang jahat dan buruk, keluar dari ketaatan pada Allah.وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.
Tafsir Al-Muyassar
Allah telah menyempurnakan nikmat atasnya, lalu memasukkannya ke dalam rahmat-Nya, dengan menyelamatkannya dari adzab yang menimpa kaumnya; karena ia termasuk orang-orang yang melaksanakan ketaatan kepada Allah.وَنُوْحًا اِذْ نَادٰى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ
Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika ia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta pengikutnya dari bencana yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, kisah Nuh, ketika ia berseru kepada Rabbnya sebelummu, dan sebelum Ibrahim dan Luth. Maka Kami mengabulkan doanya, lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya yang beriman dari adzab yang keras.وَنَصَرْنٰهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَ
Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.
Tafsir Al-Muyassar
Kami menolongnya dari tipu daya kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami yang menunjukkan kebenarannya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buruk, maka Kami tenggelamkan mereka semua dengan air bah.وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَۙ
Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, kisah Nabi Allah Dawud dan putranya, Sulaiman, ketika keduanya memutuskan perkara yang diajukan oleh dua orang yang berperkara. Kambing-kambing salah satu dari keduanya memasuki tanaman milik yang lainnya, dan menyebar di dalamnya pada malam hari sehingga merusak tanaman. Maka Dawud memutuskan bahwa kambing-kambing itu menjadi milik pemilik tanaman sebagai ganti tanaman yang dirusak, karena nilai keduanya sama. Dan Kami menyaksikan keputusan mereka, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari Kami.فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum(yang lebih tepat): dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.
Tafsir Al-Muyassar
Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman untuk memelihara kemashlahatan kedua belah pihak dengan adil, lalu ia memutuskan pada pemilik kambing agar memperbaiki tanaman yang rusak, dalam waktu yang sama pemilik tanaman mengambil manfaat dari kambing-kambing itu berupa susu, bulu dan semacamnya. Kemudian setelah itu, kambing-kambing itu dikembalikan kepada pemiliknya dan tanaman dikembalikan ke pemiliknya; karena nilai tanaman yang rusak hanya setara dengan manfaat kambing-kambing itu. Masing-masing dari Dawud dan Sulaiman Kami berikan hikmah dan ilmu. Kami karuniakan kepada Dawud, dengan menundukkan gunung-gunung untuk bias bertasbih bersamanya, ketika ia bertasbih. Demikian pula burung-burung bertasbih bersamanya, dan Kamilah yang melakukan hal itu.وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْۚ فَهَلْ اَنْتُمْ شَاكِرُوْنَ
Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperangan; Maka hendaklah kamu bersyukur(kepada Allah).
Tafsir Al-Muyassar
Allah mengistimewakan Dawud dengan mengajarkan kepadanya cara membuat baju besi. Ia membuatnya dalam bentuk bulatan-bulatan yang menyatu satu sama lain, yang memudahkan gerakan tubuh, guna memelihara orang-orang yang berperang dari terkena senjata. Maka apakah kalian bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kalian, yang dilangsungkan-Nya lewat tangan hamba-Nya, Dawud??وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ
Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَۙ
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu,
Tafsir Al-Muyassar
Kami tundukkan pula bagi Sulaiman sebagian dari setan-setan yang akan ia jadikan sebagai pembantu dalam perkara yang tidak mampu dilakukan oleh selain mereka. Mereka menyelam di laut untuk mengambil mutiara dan batu-batu mulia. Mereka juga mengerjakan pekerjaan yang diinginkannya dari mereka. Mereka tidak sanggup menolak apa yang diinginkannya dari mereka. Allah memelihara mereka untuknya, dengan kekuatan dan keperkasaan-Nya.وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَۚ
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya:"(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, kisah hamba Kami, Ayyub, ketika Kami mengujinya dengan penyakit berat di tubuhnya, dan kehilangan keluarga, harta dan anaknya. Namun ia tetap bersabar dan berharap pahala, serta berseru kepada Rabbnya : Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang, maka hilangkanlah penyakit itu dariku.فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَۚ
Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Kami mengabulkan doanya, lalu Kami cabut ujian darinya, dan Kami kembalikan kepadanya apa yang telah hilang darinya, yaitu keluarga, anak dan harta dengan berlipat ganda. Kami melakukan hal itu sebagai rahmat dari Kami, dan agar ia menjadi teladan bagi setiap orang yang bersabar menghadapi ujian, berharap rahmat Rabbnya, lagi beribadah kepada-Nya.وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِدْرِيْسَ وَذَا الْكِفْلِۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيْنَۙ
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orand-orang yang sabar.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah kisah Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, menjauhi kedurhakaan kepada-Nya dan bersabar atas segala ketentuan-Nya, sehingga mereka tidak berhak mendapat sebutan dan pujian yang baik.وَاَدْخَلْنٰهُمْ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهُمْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Kami telah masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.
Tafsir Al-Muyassar
Kami masukkan mereka dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang shalih zhahir dan batinnya, lalu menaati Allah dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap:"Bahwa tak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah kisah orang yang pernah ditelan ikan besar, yaitu Yunus bin Matta. Allah mengutusnya kepada kaumnya untuk menyeru mereka, tetapi mereka tidak beriman. Kemudian ia memberikan ancaman kepada mereka dengan adzab, tetapi mereka tidak bertaubat. Ia tidak bersabar terhadap mereka, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadanya, dan ia pergi dari mereka dalam keadaan marah terhadap mereka, sesak dadanya karena kedurhakaan mereka. Ia menyangka bahwa Allah tidak akan menyulitkannya dan tidak akan menghukumnya akibat menyelisihi perintah-Nya. Ternyata Allah mengujinya dengan kesulitan dan penahanan sedemikian rupa, serta ditelan ikan besar di laut. Ia pun menyeru Rabbnya dalam kegelapan malam,lautan, dan perut ikan, dalam keadaan bertaubat lagi mengakui kezhalimannya; karena ia tidak bisa bersabar menghadapi kaumnya, dengan berucap : Tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـــْۨـجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikanlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami membebaskannya daripada duka kesusahan ini. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang membenarkan lagi mengamalkan syariat Kami.وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَۚ
Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabbnya:"Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, kisah hamba Allah, Zakaria, tatkala berdoa kepada Rabbnya agar mengaruniakan keturunan kepadanya, ketika usianya sudah tua renta, dengan mengucapkan : Wahai Rabbku, janganlah Engkau biarkan aku seorang diri tanpa memiliki pengganti. Berikanlah kepadaku seorang pewaris yang akan menegakkan perkara agama di tengah manusia sepeninggalku, dan Engkaulah sebaik-baik yang kekal, dan sebaik-baik yang menggantikanku dengan kebaikan.فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami berikan anak, yaitu Yahya kepadanya saat usianya sudah tua renta, dan Kami jadikan istrinya sebagai wanita yang shalihah dalam akhlaknya, dapat mengandung dan melahirkan setelah sebelumnya mandul. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera kepada segala kebajikan, dan berdoa kepada Kami dengan mengharapkan apa yang ada di sisi Kami, lagi takut terhadap adzab Kami. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi merendahkan diri kepada Kami.وَالَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda(kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, kisah Maryam binti Imran yang selalu memelihara kemaluannya dari keharaman, dan tidak pernah melakukan perbuatan nista selama hidupnya. Allah mengutus Jibril kepadanya, lalu meniup pada krah bajunya dan tiupan itu sampai ke rahimnya. Dengan tiupan itulah Allah menciptakan Isa. Maka iapun bisa mengandung dengan tanpa suami. Ia dan anaknya, dengan cara penciptaan yang seperti itu, adalah tanda kekuasaan Allah dan pelajaran bagi manusia hingga Hari Kiamat.اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka sembahlah Aku.
Tafsir Al-Muyassar
Semua Nabi itu agamanya satu, Islam, yaitu berserah diri kepada Allah dengan ketaatan dan hanya beribadah kepada-Nya. Allah adalah Rabb semua makhluk, maka sembahlah Dia semata, wahai manusia, tiada sekutu bagi-Nya.وَتَقَطَّعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْۗ كُلٌّ اِلَيْنَا رَاجِعُوْنَ
Dan mereka telah memotong-motong urusan(agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.
Tafsir Al-Muyassar
Tetapi manusia berselisih terhadap Rasul-rasul mereka, dan banyak dari pengikut mereka yang berpecah belah dalam urusan agama menjadi bergolong-golongan, lalu mereka menyembah makhluk dan hawa nafsu. Mereka semua akan kembali kepada Kami, dan mereka akan dihisab sesuai amal perbuatan mereka.فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖۚ وَاِنَّا لَهٗ كَاتِبُوْنَ
Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang menetapi keimanan kepada Allah dan para Rasul-Nya, serta mengerjakan amal-amal shalih yang sanggup dilakukannya karena ketaatan kepada Allah dan beribadah kepada-Nya, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalnya dan tidak menggugurkannya. Bahkan Dia melipatgandakan semuanya dengan berkali-kali lipat. Dan ia akan mendapati apa yang telah dilakukannya (tertulis) dalam buku catatan amalnya pada hari ketika ia dibangkitkan setelah kematiannnya.وَحَرَامٌ عَلٰى قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَآ اَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
Tafsir Al-Muyassar
Tidak mungkin penduduk negeri-negeri yang telah Kami binasakan karena kekafiran dan kezhaliman mereka dapat kembali lagi ke dunia sebelum Hari Kiamat, supaya mereka dapat mengejar apa yang dulu mereka lalaikan.حَتّٰىٓ اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّـنْسِلُوْنَ
Hingga apabila dibukakan (tembok) Yajuj dan Majuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila tembok Ya`juj dan Ma`juj telah dibuka, dan mereka turun dari tempat-tempat yang tinggi dan bertebaran di berbagai penjurunya dengan cepat.وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَاِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ اَبْصَارُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar(hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata): "Aduhai, celakalah kami,sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Berarti Hari Kiamat sudah dekat dan kedahsyatannya mulai tampak. Ketika itulah, penglihatan orang-orang kafir terbelalak nyaris tidak bisa berkedip, karena melihat ketakutan yang mencekam, seraya mengtuk diri mereka dalam penyesalan : Duhai celakalah kami, sesungguhnya kami lalai terhadap hari ini dan menyiapkan diri untuknya, sedangkan kami adalah orang-orang yang zhalim dengan hal itu.اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَنَّمَۗ اَنْتُمْ لَهَا وَارِدُوْنَ
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kalian, wahai orang-orang kafir, dan apa yang kalian sembah selain Allah berupa berhala-berhala dan siapa saja yang senang kalian menyembah mereka dari golongan jin dan manusia, adalah bahan bakar Jahanam. Kalian dan mereka akan masuk di dalamnya.لَوْ كَانَ هٰٓؤُلَاۤءِ اٰلِهَةً مَّا وَرَدُوْهَاۗ وَكُلٌّ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya orang-orang yang kalian sembah selain Allah itu adalah sembahan-sembahan yang berhak disembah, niscaya mereka tidak akan masuk Neraka Jahanam bersama kalian, wahai orang-orang musyrik. Sesungguhnya masing-masing dari penyembah dan yang disembah akan kekal di dalam Neraka Jahanam.لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّهُمْ فِيْهَا لَا يَسْمَعُوْنَ
Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang diadzab di neraka itu akan mendapatkan penderitaan yang diungkapkan oleh rintihan mereka yang didesak oleh nafas dari dada mereka dengan kuat, dan mereka tidak bisa mendengar di neraka; karena mencekamnya adzab mereka.اِنَّ الَّذِيْنَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِّنَّا الْحُسْنٰٓىۙ اُولٰۤىِٕكَ عَنْهَا مُبْعَدُوْنَۙ
Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang telah mendapat ketetapan dari Kami untuk mendapat kebahagiaan yang baik dalam pengetahuan Kami, karena mereka termasuk ahli surga, mereka itulah orang-orang yang dijauhkan dari neraka, sehingga mereka tidak memasukinya dan tidak pula dekat darinya.لَا يَسْمَعُوْنَ حَسِيْسَهَاۚ وَهُمْ فِيْ مَا اشْتَهَتْ اَنْفُسُهُمْ خٰلِدُوْنَۚ
mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka tidak mendengar suara kobaran api neraka dan jasad terbakar di dalamnya, karena mereka menempati tempat tinggal mereka di surga, dan mereka kekal selama-lamanya dalam kenikmatan dan kelezatannya yang diingini hati mereka.لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْاَكْبَرُ وَتَتَلَقّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُۗ هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata):"Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu."
Tafsir Al-Muyassar
Mereka tidak dicemaskan oleh ketakutan yang sangat besar pada Hari Kiamat. Bahkan mereka diberi kabar gembira oleh malaikat : Inilah hari yang telah dijanjikan kepada kalian, yang di dalamnya terdapat kemurahan dari Allah dan pahala yang besar.يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِۗ كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗۗ وَعْدًا عَلَيْنَاۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ
(Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah janji yang pasti Kami tepati;sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
Tafsir Al-Muyassar
Hari ketika Kami menggulung langit sebagaimana lembaran-lembaran kertas yang bertulis digulung. Pada hari itu Kami membangkitkan makhluk sesuai bentuk yang Kami ciptakan pada pertama kalinya, sebagaimana mereka dilahirkan ibu mereka. Itulah janji Allah yang tidak akan diselisihi-Nya. Kami menjanjikannya sebagai janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami senantiasa melaksanakan janji Kami.وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ
Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam kitab-kitab yang diturunkan, sesudah dituliskan dalam al-Lauh al-Mahfuzh, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan menjauhi apa yang mereka dilarang darinya, yaitu umat Muhammad ۗ اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat)ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya pada bacaan ini benar-benar terdapat pelajaran yang cukup bagi kaum yang beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang Dia syariatkan untuk mereka dan Dia ridhai dari mereka.وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak mengutusmu, wahai Rasul, melainkan sebagai rahmat bagi semua manusia. Barangsiapa beriman kepadamu, maka ia berbahagia dan selamat. Sebaliknya, barangsiapa tidak beriman, maka ia merugi.قُلْ اِنَّمَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Katakanlah:"Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah : Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku dan yang dengannya aku diutus, ialah bahwa Illah kalian yang berhak disembah satu-satunya adalah Allah, maka berserah dirilah kepada-Nya, dan patuhlah untuk beribadah kepada-Nya.فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ اٰذَنْتُكُمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ وَاِنْ اَدْرِيْٓ اَقَرِيْبٌ اَمْ بَعِيْدٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ
Jika mereka berpaling maka katakanlah:"Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh."
Tafsir Al-Muyassar
Jika mereka berpaling dari Islam, maka katakanlah kepada mereka : Aku menyampaikan kepada kalian semua apa yang diwahyukan Allah kepadaku. Karena aku dan kalian sama dalam pengetahuan, tatkala aku memberikan peringatan terhadap kalian. Aku tidak lebih tahu (setelah itu) kapankah adzab yang diancamkan terhadap kalian itu akan menimpa kalian.اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُوْنَ
Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah mengetahui perkataan yang kalian ucapkan dan perkataan yang kalian sembunyikan dalam hati kalian, dan Dia akan menghisab kalian atas hal itu.وَاِنْ اَدْرِيْ لَعَلَّهٗ فِتْنَةٌ لَّكُمْ وَمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ
Dan aku tiada mengetahui boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
Tafsir Al-Muyassar
Aku tidak mengetahui boleh jadi penundaan adzab yang kalian minta disegerakan itu adalah penguluran dan cobaan bagi kalian, dan agar kalian bisa bersenang-senang di dunia hingga suatu waktu; agar kalian semakin bertambah kafir, kemudian hal itu akan menambah adzab kalian.قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ
(Muhammad) berkata:"Ya Rabbku, berilah keputusan dengan adil. Dan Rabb kami adalah Rabb Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan".

