× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat, melainkan kepada orang yang diridai Allah; dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah, " maka ia Kami beri balasan dengan Jahanam, demikianlah Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. Allah Swt. menjawab orang yang menduga bahwa Allah Swt. Yang Mahatinggi lagi Mahasuci mempunyai anak dari kalangan malaikat, seperti yang dikatakan oleh sebagian orang-orang Arab di masa lalu. Mereka mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Maka Allah Swt. menjawab mereka melalui firman-Nya: Mahasuci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (Al-Anbiya: 26) Yakni para malaikat itu adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisi-Nya pada kedudukan dan derajat yang tinggi, dan mereka sangat taat kepada-Nya, baik secara ucapan maupun perbuatan. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (Al-Anbiya: 27) Maksudnya, mereka tidak pernah mengucapkan kata-kata di hadapan­Nya dan mereka tidak pernah menentang apa yang diperintahkan kepada mereka, bahkan mereka bersegera mengerjakannya. Dan pengetahuan Allah meliputi mereka, tiada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi oleh pengetahuan-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. (Al-Anbiya: 28) Firman Allah Swt.: dan mereka tiada memberi syafaat, melainkan kepada orang yang diridai Allah. (Al-Anbiya: 28) Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu: Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? (Al-Baqarah: 255) Dan firman-Nya dalam ayat lain. Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu. (Saba: 23) Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. (Al-Anbiya: 28) Yaitu karena takut dan gentar kepada kebesaran-Nya. Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah.” (Al-Anbiya: 29) Yakni seseorang dari mereka yang mengakui dirinya sebagai tuhan di samping Allah. maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. (Al-Anbiya: 29) Yaitu setiap orang yang mengatakan demikian. Makna ayat ini mengandung arti syarat, dan syarat itu bukan berarti pasti terjadi; sama halnya dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya: Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (anak itu). (Az-Zukhruf: 81) Dan firman Allah Swt.: Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amal­mu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Az-Zumar: 65).

Back

Snow
Snow
Snow