× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

Tafsir Al-Muyassar

Hai manusia, takutlah azab Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sesungguhnya apa yang terjadi pada Hari Kiamat berupa hal-hal menakutkan dan goncangan bumi yang sangat dahsyat, yang mencerai-beraikan semua penjurunya, adalah suatu yang besar, tidak bisa diperkirakan kadarnya, dan tidak ada yang mengetahui hakikatnya kecuali Allah Rabb semesta alam.
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah segala kandungan wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari ketika kalian melihat terjadinya kiamat, ibu lupa dengan bayinya yang disusuinya; karena ia tertimpa kesusahan, wanita yang mengandung menggugurkan kandungannya karena ketakutan, dan akal manusia hilang. Mereka seperti orang mabuk, karena sangat mencekam dan menakutkan. Mereka tidak mabuk karena khamar, tetapi adzab yang sangat keras itu telah menghilangkan akal dan kesadaran mereka.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطٰنٍ مَّرِيْدٍۙ
Di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat,

Tafsir Al-Muyassar

Sebagian pemimpin kekafiran membantah dan meragukan kuasa Allah untuk membangkitkan manusia dari kematiannya; karena mereka tidak mengetahui hakikat kekuasaan ini, dan karena mengikuti para pemimpin kesesatan dari setiap setan yang durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya.
كُتِبَ عَلَيْهِ اَنَّهٗ مَنْ تَوَلَّاهُ فَاَنَّهٗ يُضِلُّهٗ وَيَهْدِيْهِ اِلٰى عَذَابِ السَّعِيْرِ
yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke dalam azab neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Allah telah menetapkan dan menakdirkan terhadap setan ini bahwa ia akan menyesatkan setiap orang yang mengikutinya, dan tidak menunjukkannya kepada kebenaran. Bahkan ia membawanya menuju adzab Jahanam yang dinyalakan sebagai balasan karena mengikutinya.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـئًاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Hai manusia, kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah

Tafsir Al-Muyassar

Hai manusia, jika kalian dalam keraguan bahwa Allah akan menghidupkan orang yang sudah mati, maka sesungguhnya Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam dari tanah, kemudian anak keturunannya beranak-pinak dari setetes sperma, yaitu sperma yang dikeluarkan laki-laki ke dalam rahim wanita. Kemudian ia berubah dengan kekuasaan Allah menjadi segumpal darah, yaitu darah merah beku. Kemudian menjadi segumpal daging, yaitu sepotong daging kecil seukuran suapan, lalu sekali tempo ia menjadi ciptaan sempurna yang berakhir dengan keluarnya janin dalam keadaan hidup. Dan pada tempo yang lain, tidak sempurna, lalu ia gugur dalam keadaan tidak sempurna. Demikian itu agar Kami jelaskan kepada kalian akan kesempurnaan kekuasaan Kami mengatur tahap-tahap penciptaan. Dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki, yang disempurnakan kejadiannya hingga waktu yang telah ditentukan. Tahapan-tahapan itu menjadi sempurna dengan dilahirkannya janin itusebagai bayi kecil yang tumbuh besar hingga mencapai usia paling kuat, yaitu waktu pemuda, kuat dan akal yang sempurna. Sebagian bayi terkadang mati sebelum itu, dan sebagian dari mereka menjadi tua hingga mencapai usia sangat tua dan lemah akal; sehingga orang yang dipanjangkan umurnya ini tidak mengetahui sesuatu pun yang telah diketahuinya sebelum itu. Kamu melihat bumi ini kering, mati, tidak bertumbuhan. Kemudian apabila Kami menurunkan air padanya, maka bumi menggerakkan tumbuhan lalu tumbuh darinya, meninggi dan bertambah menghijau, serta menumbuhkan segala jenis tumbuh-tumbuhan yang indah yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya.
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ وَاَنَّهٗ يُحْيِ الْمَوْتٰى وَاَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Tafsir Al-Muyassar

Apa yang telah disebutkan berupa tanda-tanda keuasaan Allah itu, di dalamnya terdapat dalil yang pasti bahwa Allah adalah Rabb yang berhak disembah, yang tidak patut ibadah dilakukan kecuali untuk-Nya. Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

Tafsir Al-Muyassar

Hari kebangkitan itu pasti akan dating, tidak ada keraguan di dalamnya. Dan Allah akan membangkitkan semua orang yang sudah mati dari kubur mereka untuk dihisab dan diberi balasan.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍۙ
Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan,tanpa petunjuk dan tanpa kitab(wahyu) yang bercahaya,

Tafsir Al-Muyassar

Di antara orang-orang kafir terdapat orang-orang yang membantah dengan kebatilan terhadap Allah, tauhid-Nya,Rasul-Nya yang dipilih-Nya, dan al-Qur’an yang diturunkan-Nya. Bantahan tersebut dengan tanpa ilmu, tanpa penjelasan, dan tanpa kitab dari Allah yang berisikan keterangan dan hujjah yang nyata,
ثَانِيَ عِطْفِهٖ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَهٗ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّنُذِيْقُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَذَابَ الْحَرِيْقِ
dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di dunia dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar.

Tafsir Al-Muyassar

sambil memalingkan lehernya karena kesombongan, berpaling dari kebenaran, untuk menghalangi orang lain dari masuk ke dalam agama Allah. Kelak ia akan mendapat kehinaan di dunia, dengan tersiarnya keburukannya, dan Kami akan membakarnya dengan api neraka pada Hari Kiamat.
ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدٰكَ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ
(Akan dikatakan kepadanya):"Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya."

Tafsir Al-Muyassar

Dikatakan kepadanya : Adzab itu disebabkan kemaksiatan dan dosa yang telah kamu kerjakan, dan Allah tidak akan mengadzab seorang pun dengan tanpa dosa.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ِۨاطْمَــئَـنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ِۨانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi;maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara manusia ada yang masuk ke dalam Islam dalam keadaan lemah dan ragu-ragu, lalu ia menyembah Allah dengan penuh kebimbangan, seperti orang yang berdiri di tepi gunung atau tembok dengan tanpa berpegangan, dan ia mengikat keimanannnya dengan urusan dunianya. Jika ia hidup dalam kondisi sehat dan lapang, maka ia meneruskan ibadahnya. Sebaliknya, jika ia mendapat ujian dengan suatu yang tidak menyenangkan dan kesusahan, maka ia menisbatkan keburukan hal itu kepada agamanya. Lalu ia berbalik darinya, seperti orang yang membalikkan wajahnya, setelah sebelumnya bersikap istiqomah. Dengan demikian, ia merugi di dunia; karena kekafirannya tetap tidak akan merubah apa yang telah ditetapkan untuknya, dan ia juga merugi diakhirat dengan masuk ke dalam neraka. Itu adalah kerugian yang jelas lagi nyata.
يَدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهٗ وَمَا لَا يَنْفَعُهٗۗ ذٰلِكَ هُوَ الضَّلٰلُ الْبَعِيْدُۚ
Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

Tafsir Al-Muyassar

Orang yang merugi itu menyembah selain Allah yang tidak dapat memberi mudharat kepadanya bila meninggalkannya, dan tidak pula dapat memberi manfaat kepadanya bila menyembahnya. Itulah kesesatan yang jauh dari kebenaran.
يَدْعُوْا لَمَنْ ضَرُّهٗٓ اَقْرَبُ مِنْ نَّفْعِهٖۗ لَبِئْسَ الْمَوْلٰى وَلَبِئْسَ الْعَشِيْرُ
Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya mudharatnya lebih dekat dari manfaatnya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahat penolong dan sejahat-jahat kawan.

Tafsir Al-Muyassar

Ia menyembah orang yang mudaratnya sudah pasti lebih dekat daripada manfaatnya. Orang yang disembah itu adalah seburuk-buruk penolong dan seburuk-buruk kawan.
اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke alam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, teguh di atasnya, dan mengerjakan amal-amal shalih, ke dalam surga-surga yang mengalir sungai-sungai dari bawah istana-istana dan pepohonannnya. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki, yaitu memberi pahala kepada orang-orang yang menaati-Nya sebagai anugerah dari-Nya, dan memberi siksa kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya sebagai keadilan dari-Nya.
مَنْ كَانَ يَظُنُّ اَنْ لَّنْ يَّنْصُرَهُ اللّٰهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ اِلَى السَّمَاۤءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهٗ مَا يَغِيْظُ
Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang meyakini bahwa Allah tidak akan mendukung Rasul-Nya Muhammad, dengan pertolongan di dunia dengan memenangkan agamanya, dan di akhirat dengan meninggikan derajatnya, serta mengadzab orang-orang yang mendustakannya, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit-langit rumahnya dan mencekik dirinya dengan tali itu, lalu hendaklah ia memutuskan tali itu, kemudian hendaklah ia memperhatikan : Apakah hal itu dapat menghilangkan kemarahan yang dirasakannya dalam dirinya?? Karena Allah sudah pasti akan menolong Nabi-Nya, Muhammad Saw.
وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يُّرِيْدُ
Dan demikianlah Kami telah menurunkan al-Quran yang merupakan ayat-ayat yang nyata; dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Tafsir Al-Muyassar

Sebagaimana Allah telah menegakkan hujjah di hadapan orang-orang kafir berupa bukti-bukti kekuasaan-Nya untuk membangkitkan orang-orang yang sudah mati, demikian pula Dia telah menurunkan al-Quran. Ayat-ayatnya jelas dalam lafal dan maknanya, yang dengannya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki untuk diberi hidayah; karena tidak ada pemberi petunjuk selain-Nya.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـِٕيْنَ وَالنَّصٰرٰى وَالْمَجُوْسَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا ۖاِنَّ اللّٰهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi`in (yaitu kaum yang tetap diatas fitrah mereka, dan tidak memiliki agama resmi yang mereka ikuti), orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi (penyembah api) dan orang-orang musyrik (yaitu para penyembah berhala), Allah akan memberi keputusan di antara mereka semua pada Hari Kiamat, lalu Dia memasukkan orang-orang yang beriman ke dalam surga, dan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu, menyaksikan semua perbuatan para hamba, menghitungnya dan mencatatnya. Kelak Dia akan membalas masing-masing dengan balasan yang pantas diterimanya, balasan yang setimpal dengan perbuatan yang telah mereka lakukan.
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يَسْجُدُ لَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُوْمُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَاۤبُّ وَكَثِيْرٌ مِّنَ النَّاسِۗ وَكَثِيْرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُۗ وَمَنْ يُّهِنِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ مُّكْرِمٍۗ اِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata dan sebagian besar daripada manusia. Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui, wahai Rasul, bahwa malaikat yang ada di langit, makhluk yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, dan binatang bersujud kepada Allah dalam keadaan tunduk dan patuh?? Banyak di antara manusia yang bersujud kepada Allah dengan ketaatan dan kesadaran, dan banyak pula di antara manusia yang telah ditetapkan adzab atasnya dalam keadaan hina. Siapa saja di antara manusia yang dihinakan Allah, maka tidak ada seorang pun yang akan memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki pada makhluk-Nya yang sejalan dengan hikmah-Nya.
هٰذَانِ خَصْمٰنِ اخْتَصَمُوْا فِيْ رَبِّهِمْ فَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّنْ نَّارٍۗ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوْسِهِمُ الْحَمِيْمُۚ
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih.

Tafsir Al-Muyassar

Ini adalah dua golongan yang berselisih tentang Rabb mereka, yaitu golongan Mukmin dan golongan kafir. Masing-masing golongan mengklaim bahwa merekalah yang benar. Maka orang-orang kafir akan diliputi adzab dalam bentuk pakaian yang dibuat untuk mereka dari api neraka yang akan mereka pakai, lalu pakaian itu menghanguskan tubuh mereka. Dan disiramkan air yang sangat panas di kepala mereka,
ۗ يُصْهَرُ بِهٖ مَا فِيْ بُطُوْنِهِمْ وَالْجُلُوْدُ
Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).

Tafsir Al-Muyassar

dan air itu menjalar ke rongga tubuh mereka lalu melumat segala yang ada di dalamnya hingga tembus kulit mereka lalu kulit itu pun terkelupas.
وَلَهُمْ مَّقَامِعُ مِنْ حَدِيْدٍ
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.

Tafsir Al-Muyassar

Sementara malaikat memukul kepala mereka dengan alat pemukul dari besi.
كُلَّمَآ اَرَادُوْٓا اَنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ اُعِيْدُوْا فِيْهَا وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasakanlah azab yang membakar ini!"

Tafsir Al-Muyassar

Setiapkali mereka mencoba keluar dari neraka (karena mereka sangat kesusahan) maka mereka dikembalikan ke dalamnya untuk disiksa, dan dikatakan kepada mereka : Rasakanlah adzab neraka yang membakar ini.
اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُؤْلُؤًاۗ وَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ
Sesungguhnya Allah mamasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga-surga yang abadi kenikmatannya, yang mengalir sungai-sungai dari bawah istana-istana dan pepohonannya. Di surga itu mereka dihiasi dengan gelang-gelang yang terbuat dari emas dan mutiara, dan pakian sehari-hari mereka di surga adalah sutera, baik laki-laki maupun perempuan.
وَهُدُوْٓا اِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِۚ وَهُدُوْٓا اِلٰى صِرَاطِ الْحَمِيْدِ
Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki(pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah telah menunjukkan mereka di dunia kepada ucapan-ucapan yang baik, yaitu kalimat Tauhid, pujian, dan sanjungan kepada Allah. Sementara di akhirat, Allah menunjukkan mereka kepada pujian kepada-Nya atas kesudahan yang baik ini, sebagaimana Dia telah menunjukkan mereka sebelumnya (semasa di dunia) kepada jalan Islam yang terpuji yang mengantarkan ke surga.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِيْ جَعَلْنٰهُ لِلنَّاسِ سَوَاۤءً ۨالْعَاكِفُ فِيْهِ وَالْبَادِۗ وَمَنْ يُّرِدْ فِيْهِ بِاِلْحَادٍۢ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan masjidil haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya malakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan mendustakan ajaran yang di bawa oleh Muhammad, menghalangi orang lain masuk ke dalam agama Allah, dan menghalangi Rasulullah dan kaum Mukmin dalam peristiwa Hudaibiyah memasuki Masjidil Haram, yang Kami menjadikannya untuk semua orang Mukmin, baik yang bermukim di sana maupun yang dating ke sana, maka mereka akan mendapatkan adzab yang pedih lagi menyakitkan. Barangsiapa yang bermaksud, di Masjidil Haram, menyimpang dari kebenaran secara zhalim, lalu bermaksiat kepada Allah di sana, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.
وَاِذْ بَوَّأْنَا لِاِبْرٰهِيْمَ مَكَانَ الْبَيْتِ اَنْ لَّا تُشْرِكْ بِيْ شَيْئًا وَّطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْقَاۤىِٕمِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):"Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf,dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku dan sujud.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah, wahai Nabi, ketika Kami jelaskan kepada Ibrahim tempat Baitullah, dan Kami menyiapkannya untuknya, sedangkan tempat itu belum diketahui. Dan Kami memerintahkannya agar membangunnya berdasarkan ketakwaan kepada Allah dan mentauhidkan-Nya, serta mensucikan rumah tersebut dari kekafiran,bid`ah dan najis; agar menjadi kelapangan bagi orang-orang yang berthawaf di sekelilingnya dan orang-orang yang mengerjakan shalat di sisinya.
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.

Tafsir Al-Muyassar

Beritahukanlah, wahai Ibrahim, kepada manusia tentang kewajiban mengerjakan haji atas mereka, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan bermacam-macam keadaan mereka, dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang langsing, (yakni unta yang sedikit dagingnya karena terlalu banyak berjalan dan bekerja bukan karena kurus) yang datang dari segenap jalan yang jauh.
لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَۙ
supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.

Tafsir Al-Muyassar

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka berupa diampuni dosa-dosa mereka, mendapatkan pahala karena melaksanakan manasik dan ketaatan mereka, mendapatkan laba dari perdagangan mereka, dan selainnya. Hendaklah mereka menyebut nama Allah saat menyembelih unta, sapi dan kambing untuk mendekatkan diri kepada-Nya pada hari-hari yang telah ditentukan, yaitu 10 Dzulhijjah dan tiga hari sesudahnya, sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya. Mereka diperintahkan untuk memakan sebagian dari sembelihan-sembelihan ini sebagai suatu yang sunnah, dan memberikan sebagiannya yang lain kepada orang fakir yang parah kefakirannya.
ثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian orang-orang yang melaksanakan haji hendaklah menyempurnakan manasik mereka yang masih tersisa, dengan melakukan tahallul dan keluar dari ihram mereka. Yaitu dengan menghilangkan kotoran yang menumpuk pada tubuh mereka, memotong kuku mereka, dan mencukur rambut mereka. Hendaklah mereka menyempurnakan haji, umrah dan sembelihan yang mereka wajibkan atas diri mereka. Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf di sekeliling al-Bait al-`Atiq yang tua itu yang telah Allah bebaskan dari kekuasaan para penguasa durjana, yaitu Ka`bah.
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ وَاُحِلَّتْ لَكُمُ الْاَنْعَامُ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوْا قَوْلَ الزُّوْرِۙ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu kaharamannya, maka jauhilah olehmu barhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan yang dusta.

Tafsir Al-Muyassar

Apa yang diperintahkan Allah berupa menghilangkan kotoran, memenuhi nadzar, dan thawaf di Baitullah, adalah perkara-perkara yang diwajibkan Allah atas kalian, maka agungkanlah. Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, diantaranya adalah manasik-Nya dengan melaksanakannya secara sempurna semata-mata karena Allah, maka itu lebih baik baginya di dunia dan akhirat. Allah telah menghalalkan bagi kalian memakan semua binatang ternak, kecuali yang diharamkan-Nya dalam ayat-ayat yang dibacakan pada kalian dalam al-Qur`an, seperti bangkai dan selainnya, maka jauhilah. Di dalamnya berisi pembatalan terhadap sebagian binatang ternak yang diharamkan oleh sebagian bangsa Arab. Dan, jauhilah kotoran, yaitu berhaala, dan dusta yang notabene adalah dusta terhadap Allah.
حُنَفَاۤءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهٖۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَكَاَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاۤءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ اَوْ تَهْوِيْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ مَكَانٍ سَحِيْقٍ
dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

Tafsir Al-Muyassar

Lurus karena Allah dalam keikhlasan beramal karena-Nya, menuju ke haribaan-Nya dengan beribadah kepada-Nya semata dan mengesakan-Nya dengan ketaatan, lagi berpaling dari selain-Nya dengan mencampakkan kemusyrikan. Karena barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka permisalannya (dalam hal jauhnya dari petunjuk, kebinasaaannya, kejatuhannya dari keluhuran iman menuju kehinaan kekafiran, dan disambar setan dari berbagai penjuru) adalah seperti orang yang jatuh dari langit, lalu ada dua kemungkinan : ia disambar burung lalu memotong-motong anggota tubuhnya, atau diterbangkan angin yang sangat kencang lalu melemparkannya ke tempat yang sangat jauh.
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.

Tafsir Al-Muyassar

Itulah yang diperintahkan Allah, yaitu mentauhidkan-Nya dan memurnikan ibadah karena-Nya. Barangsiapa yang melaksanakan perintah Allah dan mengagungkan rambu-rambu agama, di antaranya amalan-amalan haji berikut tempat-tempat pelaksanaannya, dan sembelihan-sembelihan yang disembelih di sana, yaitu dengan menyembelihnya secara sempurna dan menyebut nama Allah saat menyembelihnya. Pengagungan ini merupakan perbuatan orang-orang yang memiliki hati yang bersifatkan dengan ketakwaan dan rasa takut kepada-Nya.
لَكُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَآ اِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
Bagi kamu pada binatang-binatang haddyu, itu ada beberapa manfaat, sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq (Baitullah).

Tafsir Al-Muyassar

Pada binatang-binatang sembelihan ini terdapat beberapa manfaat bagi kalian yang bisa kalian petik, yaitu bulu,susu,dikendarai,dan selainnya yang tidak membahayakannya hingga waktu penyembelihannya di al-Bait al-Atiq, yaitu tanah haram seluruhnya.
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

Tafsir Al-Muyassar

Tiap-tiap umat beriman yang telah lalu, Kami tetapkan manasik untuk mereka berupa menyembelih dan mengalirkan darah. Hal itu dimaksudkan agar mereka menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang ternak ini yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, dan bersyukur kepada-Nya. Illah (sembahan kalian), wahai manusia, adalah Illah Yang Maha Esa, yaitu Allah. Taatilah perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya. Berilah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang merendahkan dan tunduk kepada Rabb mereka dengan kebaikan dunia dan akhirat.
الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَالصَّابِرِيْنَ عَلٰى مَآ اَصَابَهُمْ وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِۙ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Di antara sifat-sifat orang-orang yang merendahkan diri lagi khusyu`, ialah apabila nama Allah saja yang disebutkan kepada mereka, maka mereka takut kepada siksa-Nya dan takut menyelisihi-Nya. Apabila mereka tertimpa kesulitan dan kesusahan, mereka bersabar terhadap hal itu karena mengharapkan pahala dari Allah, dan mereka mendirikan shalat secara sempurna. Di samping itu, mereka menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan kepada mereka dalam perkara yang diwajibkan atas mereka, berupa zakat, memberi nafkah keluarga, orang-orang yang wajib diberi nafkah, di jalan Allah, dan nafkah yang bersifat anjuran.
وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Kami jadikan untuk kalian penyembelihan unta sebagai bagian dari syiar-syiar dan simbul-simbul agama; agar kalian mendekatkan diri kepada Allah dengannya. Kalian, wahai orang-orang yang mendekatkan diri, memperoleh kebaikan padanya dalam hal manfaatnya, yaitu dimakan, disedekahkan, dan mendapatkan pahala. Karena itu ucapkanlah ketika menyembelihnya: Bismillah. Untuk disembelih dalam keadaan berdiri dengan dibentangkan ketiga kakinya dan diikat kaki yang keempat. Apabila tubuhnya telah roboh di tanah, maka sudah halal memakannya. Maka hendaklah orang yang mengorbankannya memakan sebagiannya sebagai bentuk ibadah, dan berilah makan sebagian darinya pada orang fakir (qani`) (yaitu orang fakir yang tidak meminta-minta karena menjaga harga dirinya) dan kepada orang yang membutuhkan yang tidak meminta-minta untuk mencukupi kebutuhannya. Demikianlah Allah menundukkan unta-unta itu untuk kalian, agar kalian bersyukur kepada Allah atas ditundukkannya hal itu bagi kalian.
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkanya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir Al-Muyassar

Daging dan darah sembelihan-sembelihan ini sedikit pun tidak akan sampai kepada Allah. Tetapi yang sampai kepada-Nya adalah keikhlasannya dan meniatkannya karena wajah Allah semata. Demikian pula Allah telah menundukkannya untuk kalian, wahai orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah, agar kalian mengagungkan Allah dan bersyukur kepada-Nya atas kebenaran yang Dia tunjukkan pada kalian, karena Dia berhak mendapatkan hal itu. Dan berilah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang berbuat baik dengan beribadah kepada Allah semata, dengan segala kebaikan dan keberuntungan.
اِنَّ اللّٰهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُوْرٍ
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman dari permusuhan orang-orang kafir dan tipu daya orang-orang jahat; karena Allah tidak menyukai setiap orang yang mengkhianati amanat Rabbnya lagi mengingkari nikmat-Nya.
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌۙ
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnaya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

Tafsir Al-Muyassar

Kaum muslimin pada mulanya dilarang memerangi kaum kafir, diperintahkan bersabar menghadapi segala gangguan yang menimpa mereka. Namun tatkala gangguan kaum kafir telah mencapai puncaknya, dan Nabi telah keluar dari Makkah berhijrah ke Madinah, serta Islam telah memiliki kekuatan, maka Allah mengizinkan kaum muslimin untuk berperang, karena mereka telah dizhalimi dan dimusuhi. Dan Allah Mahakuasa menolong mereka dan menaklukkan musuh mereka.
الَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ اِلَّآ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًاۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ
(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata:"Rabb kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sseungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Tafsir Al-Muyassar

Yaitu orang-orang yang dipaksa keluar dari kampong halaman mereka. Bukan karena sesuatu yang telah mereka perbuat, melainkan karena mereka masuk Islam dan berkata : Rabb kami hanya Allah semata. Sekiranya Allah tidak mensyariatkan untuk menolak kezhaliman yang bisa diambil manfaatnya oleh semua pemeluk agama-agama samawi, dan menolak kebatilan dengan peperangan yang diizinkan, maka tentulah kebenaran yang terdapat pada setiap umat telah dikalahkan, bumi telah dirusak, dan dihancurkan tempat-tempat ibadah di permukaannya, seperti sinagog para rahib, gereja umat Nasrani, tempat ibadah kaum Yahudi, dan masjid kaum muslimin di mana mereka mengerjakan shalat dan banyak menyebut nama Allah di dalamnya. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya atas musuhnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat tidak bisa dikalahkan, lagi Mahaperkasa yang tidak tertandingi. Sungguh Dia menguasai makhluk-Nya dan memegang ubun-ubun mereka.
اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ
(yaitu)orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang Kami janjikan kepada mereka bahwa Kami akan menolong mereka ialah orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi dan Kami jadikan mereka sebagai khalifah dengan memenangkan mereka atas musuh mereka, niscaya mereka akan mendirikan shalat dengan melaksanakannya tepat pada waktunya sesuai ketentuan-ketentuannya, mengeluarkan zakat harta mereka, menyuruh semua yang diperintahkan Allah berupa hak-hak-Nya dan hak-hak para hamba-Nya, serta melarang semua yang dilarang Allah dan Rasul-nya. Kepunyaan Allahlah tempat kembali segala urusan, dan kesudahan yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa.
وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّثَمُوْدُۙ
Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, Ad dan Tsamud.

Tafsir Al-Muyassar

Jika kaummu mendustakanmu, wahai Rasul, maka sebelum mereka, Rasul-Rasul telah duidustakan oleh kaum Nuh,’Ad, Tsamud,
وَقَوْمُ اِبْرٰهِيْمَ وَقَوْمُ لُوْطٍۙ
dan kaum Ibrahim dan kaum Luth,

Tafsir Al-Muyassar

kaum Ibrahim,kaum Luth,
وَّاَصْحٰبُ مَدْيَنَۚ وَكُذِّبَ مُوْسٰى فَاَمْلَيْتُ لِلْكٰفِرِيْنَ ثُمَّ اَخَذْتُهُمْۚ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang -orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu).

Tafsir Al-Muyassar

dan penduduk Madyan yang telah mendustakan Syu`aib, dan Fir`aun bersama kaumnya yang telah mendustakan Musa. Namun Aku tidak segera mengadzab umat-umat itu, tapi Aku menangguhkan mereka, kemudian Aku hukum masing-masing dari mereka dengan adzab. Maka perhatikanlah bagaimana pengingkaran-Ku terhadap kekafiran dan pendustaan mereka, serta perbuatan mereka menukar nikmat yang ada pada mereka, dengan adzab dan kebinasaan??
فَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۖ وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَّقَصْرٍ مَّشِيْدٍ
Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,

Tafsir Al-Muyassar

Betapa banyak negeri-negeri yang zhalim dengan kekafirannya telah Kami binasakan penduduknya, lalu negeri-negeri mereka hancur kosong dari penduduknya, sumur-sumurnya tidak diambil airnya, dan istana-istananya yang menjulang lagi berhias indah tidak dapat melindungi penghuninya dari adzab yang buruk.
اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang yang mendustakan dari penduduk Quraisy itu tidak pernah berjalan di muka bumi untuk menyaksikan bekas-bekas orang-orang yang dibinasakan, lalu mereka berpikir dengan akal mereka sehingga bisa mengambil pelajaran, dan mendengar kisah-kisah mereka dengan penuh perhatian sehingga bisa mengambil pelajaran darinya?? Karena sesungguhnya buta itu bukanlah buta mata, tetapi buta yang membinasakan itu ialah buta mata hati dari melihat kebenaran dan memperhatikannya.
وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ وَعْدَهٗۗ وَاِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَاَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ
Dan mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.

Tafsir Al-Muyassar

Kaum kafir Quraisy meminta kepadamu, wahai Rasul, (karena kejahilan mereka yang sangat parah) agar adzab yang kamu peringatkan terhadap mereka, ketika mereka tetap dalam kekafiran mereka, disegerakan kedatangannya. Allah tidak akan menyelisihi adzab yang diancamkan kepada mereka, karena itu pasti terjadi. Sungguh Allah telah menyegerakan hal itu bagi mereka di dunia dalam peristiwa Badar. Sesungguhnya sehari di sisi Allah (yaitu Hari Kiamat) adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun dunia yang kalian hitung.
وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ اَخَذْتُهَاۚ وَاِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).

Tafsir Al-Muyassar

Betapa banyak dari negeri-negeri yang zhalim, karena penduduknya tetap dalam kekafiran mereka, lalu Aku tangguhkan dan tidak segera mengadzab mereka sehingga mereka terpedaya. Kemudian Aku hukum mereka dengan adzab-Ku di dunia. Kepada-Kulah tempat kembali mereka setelah kebinasaan mereka, lalu naku akan mengadzab mereka dengan adzab yang pantas bagi mereka.
قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّمَآ اَنَا۠ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Katakanlah:"Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah, wahai Rasul : Hai manusia, aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan kepada kalian, penyampai risalah dari Allah.
فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan keimanan tersebut menetap dalam hati mereka, serta mereka mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan ampunan dari dosa-dosa mereka, ampunan yang menutupi kemaksiatan yang datang dari diri mereka, dan rizki yang baik yang tiada putus-putusnya, yaitu surga.
وَالَّذِيْنَ سَعَوْا فِيْٓ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Sementara orang-orang yang berusaha melakukan tipu daya untuk membatalkan ayat-ayat al-Qur’an dengan pendustaan, menentang lagi berusaha mengalahkan, maka mereka itu adalah para penghuni neraka. Mereka masuk di dalamnya dan kekal di dalamnya selama-lamanya.
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ وَّلَا نَبِيٍّ اِلَّآ اِذَا تَمَنّٰٓى اَلْقَى الشَّيْطٰنُ فِيْٓ اُمْنِيَّتِهٖۚ فَيَنْسَخُ اللّٰهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌۙ
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Tafsir Al-Muyassar

Kami tidak mengutus sebelummu, wahai Rasul, seorang Rasul dan Nabipun melainkan apabila ia membaca kitab Allah, maka setan akan memberikan was-was dan syubhat saat membacanya, untuk menghalangi manusia dari mengikuti apa yang dibacanya. Tetapi Allah membatalkan tipu daya setan, lalu hilanglah was-wasnya, dan mengukuhkan ayat-ayat-Nya yang terang. Allah Maha Mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, tidak ada sedikitpun yang tersembunyi dari-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam ketentuan dan perintah-Nya.
لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْۗ وَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَفِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍۙ
agar Dia menjadikan apa yang dimaksudkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

Tafsir Al-Muyassar

Perbuatan setan ini tidak lain hanyalah agar Allah menjadikannya sebagai ujian bagi orang-orang yang dalam hati merela terdapat keraguan dan kemunafikan, dan orang-orang musyrik yang berhati kasar yang tidak terpengaruh dengan hardikan. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim dari kalangan kaum munafik dan musyrik itu benar-benar dalam permusuhan yang keras terhadap Allah dan Rasul-nya, serta menyelisihi kebenaran, jauh darinya.
وَّلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهٖ فَتُخْبِتَ لَهٗ قُلُوْبُهُمْۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Quran itulah yang hak dari Rabbmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Hendaklah orang-orang berilmu yang bisa membedakan dengan ilmunya antara kebenaran dan kebatilan mengetahui bahwa al-Quran yang mulia adalah kebenaran yang turun dari sisi Allah kepadamu, wahai Rasul. Tidak ada syubhat di dalamnya dan tiada jalan bagi setan menuju kepadanya, sehingga iman mereka akan bertambah dengannya, dan hati mereka tunduk kepadanya. Sesungguhnya Allah benar-benar menunjukkan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan Rasul-Nya kepada jalan kebenaran yang jelas, yaitu Islam yang menyelamatkan mereka dari kesesatan.
وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً اَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيْمٍ
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap al-Quran, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir yang mendustakan itu terus menerus dalam keraguan terhadap al-Qur’an yang kamu bawa kepada mereka, hingga kiamat dating kepada mereka dengan tiba-tiba. Sedang mereka tetap dalam pendustaan mereka, atau adzab datang kepada mereka pada hari yang ketika itu mereka tidak memiliki kebaikan sedikit pun, yaitu Hari Kiamat.
اَلْمُلْكُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ ۗيَحْكُمُ بَيْنَهُمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.

Tafsir Al-Muyassar

Kerajaan dan kekuasaan pada hari itu kepunyaan Allah semata. Dia memberi keputusan di antara orang-orang Mukmin dan orang-orang kafir. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan kenikmatan yang abadi di dalam surga.
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka azab yang menghinakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sementara orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, mendustakan Rasul-Nya, dan mengingkari ayat-ayat al-Quran, maka mereka mendapatkan adzab yang menghinakan mereka di dalam Jahanam.
وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ثُمَّ قُتِلُوْٓا اَوْ مَاتُوْا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللّٰهُ رِزْقًا حَسَنًاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pemberi rezki.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang keluar dari negeri mereka untuk mencari ridha Allah dan menolong agama-Nya, di antara mereka ada yang terbunuh saat berjihad menghadapi kaum kafir, dan ada pula di antara mereka yang mati bukan karena peperangan, agar Allah mengaruniakan kepada mereka surga dan kenikmatannya yang tiada putus-putusnya dan terus menerus. Sesungguhnya Allah benar-benar sebaik-baik pemberi rizki.
لَيُدْخِلَنَّهُمْ مُّدْخَلًا يَّرْضَوْنَهٗۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَعَلِيْمٌ حَلِيْمٌ
Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Allah akan memasukkan mereka ke tempat masuk yang mereka sukai, yaitu surga. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui siapa yang keluar di jalan-Nya dan siapa yang keluar karena mencari dunia, lagi Maha Penyantun kepada orang yang bermaksiat kepada-Nya, sehingga Dia tidak menyegerakan hukuman terhadap mereka.
ذٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوْقِبَ بِهٖ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ
Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Tafsir Al-Muyassar

Itulah perkara yang telah Kami kisahkan kepadamu, yaitu dimasukkannya orang-orang yang berhijrah ke dalam surga. Barangsiapa yang dianiaya dan dizhalimi, maka sesungguhnya ia telah diizinkan untuk membalas orang jahat setara dengan perbuatannya, dan tiada dosa atasnya. Apabila orang yang jahat ini kembali mengganggunya dan berbuat zhalim, maka sesungguhnya Allah akan menolong orang yang teraniaya; karena tidak boleh ia dianiaya disebabkan keadilannya terhadap dirinya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Dia memaafkan orang-orang yang berdosa, sehingga tidak menyegerakan adzab kepada mereka, dan mengampuni dosa-dosa mereka.
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ
Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Yang mensyariatkan bagi kalian hukum-hukum yang adil itu adalah Allah yang Mahabenar, dan Dia Mahakuasa atas apa yang dikehendaki-Nya. Di antara keuasaan-Nya, bahwa Dia memasukkan waktu-waktu malam yang berkurang ke dalam waktu-waktu siang, dan memasukkan wakktu-waktu siang yang berkurang ke dalam waktu-waktu malam. Dan bahwa Allah Maha Mendengar segala suara, Maha Melihat segala perbuatan, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya.
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَاطِلُ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tafsir Al-Muyassar

Hal itu karena Allah adalah sembahan yang hak yang tidak semestinya ibadah dilakukan kecuali karena-Nya, dan bahwa apa yang disembah orang-orang musyrik selain Allah berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan adalah batil yang tidak bisa memberi manfaat dan memberi mudharat. Sesungguhnya Allahlah yang Mahatinggi atas makhluk-Nya, baik Dzat, kekuasaan maupun kekuatan-Nya, Mahasuci dari keserupaan dan tandingan, Mahabesar dalam dzat, nama dan sifat-Nya. Jadi, Dia lebih besar dibandingkan segala sesuatu.
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۖ فَتُصْبِحُ الْاَرْضُ مُخْضَرَّةًۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌۚ
Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tiada melihat, wahai Rasul, bahwa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu bumi menjadi menghijau dengan tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh di permukaannya?? Sesunggyuhnya Allah Mahahalus kepada para hamba-Nya dengan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dari bumi dengan air itu, lagi Maha Mengetahui segala kemaslahatan mereka.
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan Allahlah segala yang ada di langit dan bumi, baik penciptaan, keuasaan maupun peribadatan. Semuanya butuh kepada pengaturan dan anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya yang tidak membutuhkan kepada sesuatu pun, lagi Maha Terpuji dalam segala keadaan.
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖۗ وَيُمْسِكُ السَّمَاۤءَ اَنْ تَقَعَ عَلَى الْاَرْضِ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah menundukkan bagi kalian apa yang ada di bumi berupa binatang melata, binatang ternak, tanaman, buah-buahan, dan benda-benda mati, untuk kendaraan, makanan, dan semua kemanfaatan kalian, sebagaimana Dia menundukkan bagi kalian bahtera yang berlayar di lautan dengan kekuasaan dan perintah-Nya, lalu mengangkut kalian bersama barang-barang kalian ke negeri-negeri dan tempat-tempat yang kalian kehendaki. Dan Dialah yang menahan langit lalu memeliharanya sehingga tidak jatuh ke atas bumi lalu membinasakan orang-orang yang ada di permukaannya, kecuali bila Dia mengizinkannya?? Sesungguhnya Allah benar-benar merahmati manusia dengan rahmat yang luas di dunia dan akhirat mereka. Di antara rahmat-Nya kepada mereka, adalah Dia menundukkan bagi mereka hal-hal tersebut dan selainnya; sebagai karunia dari-Nya atas mereka.
وَهُوَ الَّذِيْٓ اَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ
Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat.

Tafsir Al-Muyassar

Dialah Allah yang telah menghidupkan kalian, dengan mengadakan kalian dari ketiadaan, kemudian mematikan kalian ketika habis umur kalian, kemudian menghidupkan kalian dengan kebangkitan (sesudah mati) untuk menghisab amal perbuatan kalian. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah dan keesaan-Nya.
لِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوْهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِى الْاَمْرِ وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَۗ اِنَّكَ لَعَلٰى هُدًى مُّسْتَقِيْمٍ
Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Rabbmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Tiap-tiap umat dari umat-umat yang telah lalu telah Kami tetapkan suatu syariat dan ibadah yang Kami perintahkan kepada mereka, dan mereka melakukannya. Karena itu, jangan sampai orang-orang musyrik Quraisy membantahmu, wahai Rasul, berkenaan dengan syariatmu, dan apa yang diperintahkan Allah kepadamu dalam manasik dan semua macam ibadah. Serulah mereka untuk mentauhidkan Rabbmu, memurnikan ibadah karena-Nya, dan mengikuti perintah-Nya. Sesungguhnya kamu benar-benar berada di atas agama lurus yang tiada kebengkokan padanya.
وَاِنْ جَادَلُوْكَ فَقُلِ اللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah :"Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan."

Tafsir Al-Muyassar

Jika mereka terus membantahmu dengan kebatilan terhadap apa yang kamu serukan kepada mereka, maka janganlah melayani mereka. Tetapi katakanlah kepada mereka : Allah lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan berupa kekafiran dan pendustaan. Karena mereka itu selalu menentang dan menolak.
اَللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah akan memutuskan di antara orang-orang muslim dan orang-orang kafir pada Hari Kiamat tentang perselisihan mereka dalam urusan agama. Dalam ayat ini terdapat etika yang baik dalam menjawab orang yang membantah karena pembangkangan dan penolakan.
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّ ذٰلِكَ فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak mengetahui, wahai Rasul, bahwa Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan bumi dengan pengetahuan sempurna yang telah dicatat-Nya dalam al-Lauh al-Mahfuzh?? Sesungguhnya pengetahuan itu adalah mudah bagi Allah yang tidak dapat dilemahkan oleh suatu pun.
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّمَا لَيْسَ لَهُمْ بِهٖ عِلْمٌ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang telah Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir Quraisy tetap dalam kemusyrikan kepada Allah, sekalipun sudah tampak jelas kebatilan ajaran yang mereka anut. Mereka menyembah sembahan-sembahan, yang tidak pernah turun dalam salah satu kitab-kitab Allah suatu bukti yang menerangkan bahwa sembahan-sembahan tersebut layak untuk disembah. Mereka sendiri tidak mempunyai pengetahuan tentang perkara yang mereka buat-buat dan mereka ada-adakan terhadap Allah. Padahal yang sebenarnya mereka hanyalah mengikuti nenek moyang mereka dengan tanpa bukti. Apabila dating waktu penghisaban di akhirat, maka orang-orang musyrik tidak mendapatkan seorang penolong pun yang akan menolong mereka, atau menghindarkan adzab dari mereka.
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰتٍ تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمُنْكَرَۗ يَكَادُوْنَ يَسْطُوْنَ بِالَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ عَلَيْهِمْ اٰيٰتِنَاۗ قُلْ اَفَاُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكُمْۗ اَلنَّارُۗ وَعَدَهَا اللّٰهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah:"Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila dibacakan ayat-ayat al-Quran yang jelas di hadapan orang-orang musyrik, niscaya kamu akan melihat ketidaksukaan tampak pada wajah mereka. Hampir saja mereka memukul orang-orang Mukmin yang mengajak mereka kepada agama Allah dan membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka. Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul : Tidakkah aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih tidak menyenangkan kalian daripada mendengarkan kebenaran dan melihat orang-orang yang menyerukan kepadanya?? Ialah neraka yang telah Allah sediakan bagi orang-orang kafir di akhirat. Itulah seburuk-buruk tempat kembali mereka.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗوَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـئًـا لَّا يَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

Tafsir Al-Muyassar

Hai manusia, telah dibuat permisalan, maka dengarkanlah dan perhatikanlah : Sesungguhnya berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang kalian sembah selain Allah itu tidak akan mampu secara bersama-sama menciptakan seekor lalat, maka bagaimana mungkin bisa menciptakan yang lebih besar dari itu?? Demikian pula mereka tidak mampu mengambil apa yang dirampas lalat dari mereka, maka adakah kelemahan setelah itu?? Jadi keduanya adalah sama-sama lemah ; `pencari itu`, yaitu sembahan yang disembah selain Allah, tidak mampu menyelamatkan apa yang telah dirampas lalat darinya. Begitu pula `yang dicari`, yaitu lalat. Maka bagaimana mungkin berhala-berhala dan tandingan-tandingan tersebut dijadikan sebagai sembahan-sembahan, padahal ia sedemikian lemah??
مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-bearnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik itu tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, ketika mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Padahal Dia Mahakuat yang menciptakan segala sesuatu, lagi Mahaperkasa yang tidak terkalahkan.
اَللّٰهُ يَصْطَفِيْ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًا وَّمِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌۚ
Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia: sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Allah memilih utusan-utusan dari kalangan malaikat untuk diutus kepada para Nabi-Nabi-Nya, dan memilih Rasul-Rasul dari kalangan manusia; untuk menyampaikan risalah-Nya kepada makhluk. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan para hamba-Nya, lagi Maha Melihat segala sesuatu, dan orang-orang yang dipilih-Nya dari makhluk-Nya untuk mengemban risalah-Nya.
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.

Tafsir Al-Muyassar

Dia mengetahui apa yang di hadapan malaikat-malaikat dan Rasul-Rasul-Nya sebelum menciptakan mereka, dan mengetahui apa yang akan terjadi setelah kebinasaan mereka. Hanya kepada Allah sematalah segala urusan dikembalikan.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad saw, ruku`lah dan sujudlah dalam shalat kalian, sembahlah Rabb kalian semata-mata tanpa ada sekutu bagi-Nya, dan berbuatlah kebajikan agar kalian beruntung.
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Tafsir Al-Muyassar

Berjihadlah memerangi nafsu kalian, dan laksanakanlah perintah Allah dengan sempurna. Ajaklah manusia ke jalan-Nya, dan berjihadlah dengan harta, lisan dan jiwa kalian, dengan niat yang ikhlas karena Allah, memasrahkan hati dan raga kalian kepada-Nya. Dia telah memilih kalian untuk mengemban agama ini, dan Dia telah memberi anugerah kepada kalian dengan menjadikan syariat kalian sebagai syariat yang lapang. Tidak ada kesempitan dan kesulitan dalam takalif (tugas-tugas agama) dan hukum-hukum-Nya, sebagaimana yang pernah diberlakukan terhadap sebagian umat-umat sebelum kalian. Agama yang lapang ini adalah agama bapak kalian, Ibrahim. Allah telah menamai kalian orang-orang muslim (muslimin) sejak dahulu dalam kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, dan dalam al-Quran ini. Allah mengistimewakan kalian dengan pilihan ini agar penutup para Rasul, Muhammad, menjadi saksi atas kalian bahwa dia telah menyampaikan risalah Rabb-nya kepada kalian. Dan agar kalian menjadi saksi atas umat-umat lainnya bahwa rasul-rasul mereka juga telah menyampaikan kepada mereka sebagaimana yang telah disampaikan Allah kepada kalian dalam kitab-Nya. Karena itu, hendaklah kalian mengetahui kadar nikmat ini lalu mensyukurinya, dan memelihara rambu-rambu agama dengan melaksanakan shalat sesuai rukun-rukun dan syarat-syaratnya, mengeluarkan zakat yang difardhukan, mencari perlindungan kepada Allah, dan bertawakal pada-Nya. Karena Dialah sebaik-baik Pelindung bagi siapa yang menjadikan-Nya sebagai Pelindung, dan Dialah sebaik-baik penolong bagi siapa yang minta pertolongan kepada-Nya.