Diriwayatkan oleh asy-syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) dan lain-lain yang bersumber dari Abu Dzarr bahwa turunnya ayat ini (al-Hajj: 19) berkenaan dengan Hamzah, Ubaidah, dan Ali bin Abi Thalib yang berlawanan dengan Utbah, Syaibah, dan al-Walid bin Utbah dalam masalah ketuhanan (peristiwa ini terjadi dalam perang Badr). Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Ali bin Abi Thalib bahwa ayat-ayat ini (al-Hajj: 19-22) turun pada waktu perang Badr. Diriwayatkan oleh al-Hakim melalui rawi yang lain, yang bersumber dari Ali bin Abi Thalib bahwa ayat ini (al-Hajj:19) turun pada waktu perang Badr berkenaan dengan Hamzah, Ali, Ubaidah bin al-Harits (dari pihak Islam) yang bersabung nyawa dengan Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, dan al-Walid bin Utbah (dari pihak kafir Quraisy). Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Qatadah bahwa ayat ini (al-Hajj: 19) turun berkenaan dengan ahli kitab yang berebut kebenaran dengan kaum Mukminin, dengan berkata: "Kami lebih utama daripada kamu di sisi Allah. Kitab kami diturunkan lebih dulu dan nabi kami pun diutus sebelum Nabimu." Berkatalah kaum Mukminin: "Kami lebih berhak kepada Allah daripada kamu. Kami percaya kepada Muhammad, kepada Nabimu, dan kepada semua kitab yang diturunkan Allah."
Back

