Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat, innakum wa maa tabuduuna ming duunillaahi hashabu jahannama antum lahaa waariduun (sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya) (al-Anbiyaa: 98), bertanya Ibnuz Zubara: "Apakah penyembah matahari, bulan, malaikat, dan penyembah Uzair seluruhnya di dalam neraka beserta tuhan-tuhan kami?" Maka turunlah ayat, innal ladziina sabaqat lahum minnal husnaa, (bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari kami) (al-Anbiyaa: 101), sebagai penegasan bahwa orang-orang yang menepati ketetapan-ketetapan Allah akan dijauhkan dari api neraka. Dan turun pula ayat, wa lammaa dluribabnu maryama matsalaa. (dan tatkala putra Maryam [Isa] dijadikan perumamaan) (az-Zukhruf: 57-58).
Back

