بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالْفَجْرِۙ
Demi fajar,
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan waktu fajar, sepuluh malam pertama dari Dzulhijjah dan apa yang dimuliakan dengannya, dengan semua bilangan genap dan ganjil, dan dengan malam ketika berlalu dengan kegelapannya. Bukankah sumpah-sumpah tersebut dapat memuaskan orang yang berakal?وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
dan malam yang sepuluh,
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan waktu fajar, sepuluh malam pertama dari Dzulhijjah dan apa yang dimuliakan dengannya, dengan semua bilangan genap dan ganjil, dan dengan malam ketika berlalu dengan kegelapannya. Bukankah sumpah-sumpah tersebut dapat memuaskan orang yang berakal?وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ
dan yang genap dan yang ganjil,
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan waktu fajar, sepuluh malam pertama dari Dzulhijjah dan apa yang dimuliakan dengannya, dengan semua bilangan genap dan ganjil, dan dengan malam ketika berlalu dengan kegelapannya. Bukankah sumpah-sumpah tersebut dapat memuaskan orang yang berakal?وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ
dan malam bila berlalu.
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan waktu fajar, sepuluh malam pertama dari Dzulhijjah dan apa yang dimuliakan dengannya, dengan semua bilangan genap dan ganjil, dan dengan malam ketika berlalu dengan kegelapannya. Bukankah sumpah-sumpah tersebut dapat memuaskan orang yang berakal?
هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ
Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan waktu fajar, sepuluh malam pertama dari Dzulhijjah dan apa yang dimuliakan dengannya, dengan semua bilangan genap dan ganjil, dan dengan malam ketika berlalu dengan kegelapannya. Bukankah sumpah-sumpah tersebut dapat memuaskan orang yang berakal?اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu berbuat terhadap kaum Aad
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu, wahai Rasul, tidak memperhatikan, bagaimana Rabbmu memperlakukan terhadap kaum `Aad, kabilah Iram, yang mempunyai kekuatan dan bangunan-bangunan tinggi yang bertumpuh pada tiang-tiang, yang belum pernah diciptakan seperti itu di negeri-negeri lain dalam hal kebesaran tubuh dan kekuatan beperang?اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan yang tinggi,
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu, wahai Rasul, tidak memperhatikan, bagaimana Rabbmu memperlakukan terhadap kaum `Aad, kabilah Iram, yang mempunyai kekuatan dan bangunan-bangunan tinggi yang bertumpuh pada tiang-tiang, yang belum pernah diciptakan seperti itu di negeri-negeri lain dalam hal kebesaran tubuh dan kekuatan beperang?الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu, wahai Rasul, tidak memperhatikan, bagaimana Rabbmu memperlakukan terhadap kaum `Aad, kabilah Iram, yang mempunyai kekuatan dan bangunan-bangunan tinggi yang bertumpuh pada tiang-tiang, yang belum pernah diciptakan seperti itu di negeri-negeri lain dalam hal kebesaran tubuh dan kekuatan beperang?وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ
dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu yang besar di lembah,
Tafsir Al-Muyassar
Bagaimana perlakuan Allah terhadap Tsamud, kaum Nabi Shalih yang memotong batu-batu besar di lembah dan menjadikannya sebagai rumah?وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ
dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
Tafsir Al-Muyassar
Dan, bagaimana perlakuan Allah terhadap Firaun, Raja Mesir, yang memiliki tentara-tentara yang mengukuhkan dan menguatkan kekuasaannya?الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ
yang berbuat sewenang-wenang dalam negerinya,
Tafsir Al-Muyassar
Mereka itulah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dan berbuat zhalim di negeri-negeri Allah, lalu mereka memperbanyak kerusakan di dalamnya dengan kezhaliman mereka. Karena itu, Rabbmu menimpakan kepada mereka adzab yang keras. Sesungguhnya Rabbmu, wahai Rasul, benar-benar mengawasi siapa yang bermaksiat kepada-Nya, dengan menangguhkannya sebentar, kemudian menghukumnya sebagai hukuman dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ
lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
Tafsir Al-Muyassar
Mereka itulah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dan berbuat zhalim di negeri-negeri Allah, lalu mereka memperbanyak kerusakan di dalamnya dengan kezhaliman mereka. Karena itu, Rabbmu menimpakan kepada mereka adzab yang keras. Sesungguhnya Rabbmu, wahai Rasul, benar-benar mengawasi siapa yang bermaksiat kepada-Nya, dengan menangguhkannya sebentar, kemudian menghukumnya sebagai hukuman dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ
karena itu Rabbmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
Tafsir Al-Muyassar
Mereka itulah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dan berbuat zhalim di negeri-negeri Allah, lalu mereka memperbanyak kerusakan di dalamnya dengan kezhaliman mereka. Karena itu, Rabbmu menimpakan kepada mereka adzab yang keras. Sesungguhnya Rabbmu, wahai Rasul, benar-benar mengawasi siapa yang bermaksiat kepada-Nya, dengan menangguhkannya sebentar, kemudian menghukumnya sebagai hukuman dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ
sesungguhnya Rabbmu benar-benar mengawasi.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka itulah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dan berbuat zhalim di negeri-negeri Allah, lalu mereka memperbanyak kerusakan di dalamnya dengan kezhaliman mereka. Karena itu, Rabbmu menimpakan kepada mereka adzab yang keras. Sesungguhnya Rabbmu, wahai Rasul, benar-benar mengawasi siapa yang bermaksiat kepada-Nya, dengan menangguhkannya sebentar, kemudian menghukumnya sebagai hukuman dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ
Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Rabbku telah memuliakanku."
Tafsir Al-Muyassar
Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya dengan kenikmatan, melapangkan rizkiNya, dan memberinya kesenangan hidup, maka ia menyangka bahwa itu benar-benar kemuliaan baginya di sisi Rabbnya seraya mengatakan, "Rabbku telah memuliakanku."وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ
Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Rabbku menghinakanku."
Tafsir Al-Muyassar
Adapun apabila Rabbnya mengujinya dengan menyempitkan rizkinya, maka ia menyangka bahwa itu karena kehinaannya di hadapan Allah seraya berkata, "Rabbku telah menghinakanku."كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh manusia ini. Bahkan, seseorang dimuliakan karena ketaatan kepada Allah, dan dihinakan karena kemaksiatan kepadaNya. Kalian tidak memuliakan anak yatim yang ditinggal mati ayahnya saat masih kecil, dan kalian tidak memperlakukannya dengan baik. Kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang membutuhkan (miskin), yang tidak mempunyai apa yang bisa mencukupi dan menutupi kebutuhannya. Kalian memakan hak-hak orang lain dalam warisan secara membabi buta. Dan, kalian mencintai harta benda secara berlebihan.وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh manusia ini. Bahkan, seseorang dimuliakan karena ketaatan kepada Allah, dan dihinakan karena kemaksiatan kepadaNya. Kalian tidak memuliakan anak yatim yang ditinggal mati ayahnya saat masih kecil, dan kalian tidak memperlakukannya dengan baik. Kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang membutuhkan (miskin), yang tidak mempunyai apa yang bisa mencukupi dan menutupi kebutuhannya. Kalian memakan hak-hak orang lain dalam warisan secara membabi buta. Dan, kalian mencintai harta benda secara berlebihan.وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ
dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil),
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh manusia ini. Bahkan, seseorang dimuliakan karena ketaatan kepada Allah, dan dihinakan karena kemaksiatan kepadaNya. Kalian tidak memuliakan anak yatim yang ditinggal mati ayahnya saat masih kecil, dan kalian tidak memperlakukannya dengan baik. Kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang membutuhkan (miskin), yang tidak mempunyai apa yang bisa mencukupi dan menutupi kebutuhannya. Kalian memakan hak-hak orang lain dalam warisan secara membabi buta. Dan, kalian mencintai harta benda secara berlebihan.وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ
dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh manusia ini. Bahkan, seseorang dimuliakan karena ketaatan kepada Allah, dan dihinakan karena kemaksiatan kepadaNya. Kalian tidak memuliakan anak yatim yang ditinggal mati ayahnya saat masih kecil, dan kalian tidak memperlakukannya dengan baik. Kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang membutuhkan (miskin), yang tidak mempunyai apa yang bisa mencukupi dan menutupi kebutuhannya. Kalian memakan hak-hak orang lain dalam warisan secara membabi buta. Dan, kalian mencintai harta benda secara berlebihan.كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ
Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
Tafsir Al-Muyassar
Tidak seperti ini semestinya keadaan kalian. Apabila bumi digoncangkan dan pecah satu dengan yang lainnya, dan Rabbmu datang untuk memutuskan perkara di antara makhlukNya, sedang malaikat berbaris-baris.وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ
dan datanglah Rabbmu; sedang malaikat berbaris-baris.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak seperti ini semestinya keadaan kalian. Apabila bumi digoncangkan dan pecah satu dengan yang lainnya, dan Rabbmu datang untuk memutuskan perkara di antara makhlukNya, sedang malaikat berbaris-baris.وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ
dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan, pada hari yang agung itu Jahannam didatangkan, maka pada hari itulah orang kafir akan mengambil pelajaran dan bertaubat. Tetapi bagaimana mungkin mengambil pelajaran dan taubat itu bermanfaat baginya, sedangkan ia telah melalaikan keduanya semasa hidup di dunia dan waktunya sudah lewat? Ia mengatakan, "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu semasa di dunia mengerjakan amal-amal yang bermanfaat bagiku dalam kehidupanku di akhirat."يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ
Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."
Tafsir Al-Muyassar
Dan, pada hari yang agung itu Jahannam didatangkan, maka pada hari itulah orang kafir akan mengambil pelajaran dan bertaubat. Tetapi bagaimana mungkin mengambil pelajaran dan taubat itu bermanfaat baginya, sedangkan ia telah melalaikan keduanya semasa hidup di dunia dan waktunya sudah lewat? Ia mengatakan, "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu semasa di dunia mengerjakan amal-amal yang bermanfaat bagiku dalam kehidupanku di akhirat."فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌۙ
Maka pada hari itu tiada seorangpun menyiksa seperti siksa-Nya,
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari yang sulit itu tiada seorang pun yang sanggup menyiksa sebagaimana siksa Allah terhadap orang-orang yang durhaka kepada-Nya. Tiada seorang pun yang mampu mengikat seperti ikatan Allah. Dan, tiada seorang pun yang mampu mencapaiNya berkenaan dengan hal itu.وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌۗ
dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari yang sulit itu tiada seorang pun yang sanggup menyiksa sebagaimana siksa Allah terhadap orang-orang yang durhaka kepada-Nya. Tiada seorang pun yang mampu mengikat seperti ikatan Allah. Dan, tiada seorang pun yang mampu mencapaiNya berkenaan dengan hal itu.يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Tafsir Al-Muyassar
Hai jiwa yang tenang karena mengingat Allah dan beriman kepada-Nya, serta tenang karena apa yang dijanjikan Allah kepadanya berupa surga kenikmatan yang disediakan bagi orang-orang mukmin. Kembalilah kepada Rabbmu dalam keadaan ridha kepada anugerah yang Allah berikan kepadamu, dan Allah telah ridha kepadamu. Maka, masuklah ke dalam golongan hamba Allah yang shalih, dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku.ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Hai jiwa yang tenang karena mengingat Allah dan beriman kepada-Nya, serta tenang karena apa yang dijanjikan Allah kepadanya berupa surga kenikmatan yang disediakan bagi orang-orang mukmin. Kembalilah kepada Rabbmu dalam keadaan ridha kepada anugerah yang Allah berikan kepadamu, dan Allah telah ridha kepadamu. Maka, masuklah ke dalam golongan hamba Allah yang shalih, dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku.فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku,
Tafsir Al-Muyassar
Hai jiwa yang tenang karena mengingat Allah dan beriman kepada-Nya, serta tenang karena apa yang dijanjikan Allah kepadanya berupa surga kenikmatan yang disediakan bagi orang-orang mukmin. Kembalilah kepada Rabbmu dalam keadaan ridha kepada anugerah yang Allah berikan kepadamu, dan Allah telah ridha kepadamu. Maka, masuklah ke dalam golongan hamba Allah yang shalih, dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku.وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.

