× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan dengan Kota Suci, yaitu Makkah. Dan, kamu, wahai Nabi, halal di Kota Suci ini melakukan apa saja di dalamnya. Tapi tidak dihalalkan untuknya kecuali sesaat dari waktu siang. Ayat ini berisikan kabar gembira kepada Nabi saw bahwa Makkah akan ditaklukkan lewat kedua tangannya, dan Makkah dihalalkan baginya untuk melakukan peperangan. Allah bersumpah dengan bapak manusia, yaitu Adam dan anak-anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan dan kepayahan karena menghadapi pertarungan hidup di dunia.

وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan dengan Kota Suci, yaitu Makkah. Dan, kamu, wahai Nabi, halal di Kota Suci ini melakukan apa saja di dalamnya. Tapi tidak dihalalkan untuknya kecuali sesaat dari waktu siang. Ayat ini berisikan kabar gembira kepada Nabi saw bahwa Makkah akan ditaklukkan lewat kedua tangannya, dan Makkah dihalalkan baginya untuk melakukan peperangan. Allah bersumpah dengan bapak manusia, yaitu Adam dan anak-anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan dan kepayahan karena menghadapi pertarungan hidup di dunia.

وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ
dan demi bapak dan anaknya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan dengan Kota Suci, yaitu Makkah. Dan, kamu, wahai Nabi, halal di Kota Suci ini melakukan apa saja di dalamnya. Tapi tidak dihalalkan untuknya kecuali sesaat dari waktu siang. Ayat ini berisikan kabar gembira kepada Nabi saw bahwa Makkah akan ditaklukkan lewat kedua tangannya, dan Makkah dihalalkan baginya untuk melakukan peperangan. Allah bersumpah dengan bapak manusia, yaitu Adam dan anak-anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan dan kepayahan karena menghadapi pertarungan hidup di dunia.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan dengan Kota Suci, yaitu Makkah. Dan, kamu, wahai Nabi, halal di Kota Suci ini melakukan apa saja di dalamnya. Tapi tidak dihalalkan untuknya kecuali sesaat dari waktu siang. Ayat ini berisikan kabar gembira kepada Nabi saw bahwa Makkah akan ditaklukkan lewat kedua tangannya, dan Makkah dihalalkan baginya untuk melakukan peperangan. Allah bersumpah dengan bapak manusia, yaitu Adam dan anak-anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan dan kepayahan karena menghadapi pertarungan hidup di dunia.

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌۘ
Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya

Tafsir Al-Muyassar

Apakah ia mengira dengan harta yang dikumpulkannya bahwa Allah tidak akan sanggup menguasainya?
يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ
Dia mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."

Tafsir Al-Muyassar

Ia mengatakan dengan berbangga bangga, "Aku telah membelanjakan harta yang banyak." Apakah ia menyangka, dengan perbuatannya ini, bahwa Allah tidak melihatnya, dan tidak menghisabnya atas perkara kecil dan besar?

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ
Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya

Tafsir Al-Muyassar

Ia mengatakan dengan berbangga bangga, "Aku telah membelanjakan harta yang banyak." Apakah ia menyangka, dengan perbuatannya ini, bahwa Allah tidak melihatnya, dan tidak menghisabnya atas perkara kecil dan besar?
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ
Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

Tafsir Al-Muyassar

Bukankah Kami memberikan untuknya dua mata untuk melihat, lidah dan dua bibir untuk berbicara, dan Kami jelaskan untuknya dua jalan: kebaikan dan keburukan?
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
lidah dan dua buah bibir.

Tafsir Al-Muyassar

Bukankah Kami memberikan untuknya dua mata untuk melihat, lidah dan dua bibir untuk berbicara, dan Kami jelaskan untuknya dua jalan: kebaikan dan keburukan?
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.

Tafsir Al-Muyassar

Bukankah Kami memberikan untuknya dua mata untuk melihat, lidah dan dua bibir untuk berbicara, dan Kami jelaskan untuknya dua jalan: kebaikan dan keburukan?
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۙ
Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu mengapakah ia tiada melewati kesulitan akhirat dengan menginfakkan hartanya, sehingga ia aman.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُۗ
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

Tafsir Al-Muyassar

Tahukah kamu apakah kesulitan akhirat itu, dan apa yang bisa membantu untuk melewatinya?
فَكُّ رَقَبَةٍۙ
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

Tafsir Al-Muyassar

Ialah merdekakan budak beriman, dari tawanan perbudakan.
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ
atau memberi makan pada hari kelaparan,

Tafsir Al-Muyassar

Atau memberi makan pada hari kelaparan yang parah, kepada anak yatim-yaitu anak kecil yang ditinggal mati ayahnya dari kalangan kerabat; dengan demikian di dalamnya berhimpun keutamaan sedekah dan menyambung kerabat, atau orang fakir yang tidak punya apa-apa.

يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ
(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

Tafsir Al-Muyassar

Atau memberi makan pada hari kelaparan yang parah, kepada anak yatim-yaitu anak kecil yang ditinggal mati ayahnya dari kalangan kerabat; dengan demikian di dalamnya berhimpun keutamaan sedekah dan menyambung kerabat, atau orang fakir yang tidak punya apa-apa.
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ
atau orang miskin yang sangat fakir.

Tafsir Al-Muyassar

Atau memberi makan pada hari kelaparan yang parah, kepada anak yatim-yaitu anak kecil yang ditinggal mati ayahnya dari kalangan kerabat; dengan demikian di dalamnya berhimpun keutamaan sedekah dan menyambung kerabat, atau orang fakir yang tidak punya apa-apa.

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ
Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian, di samping melakukan amal-amal kebajikan tersebut, ia termasuk orang-orang yang memurnikan keimanan kepada Allah, berpesan satu sama lain untuk bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan, serta saling berpesan untuk berkasih sayang kepada sesama.

اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ
Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang melakukan semua ini, mereka itulah golongan kanan, yaitu orang-orang yang akan dituntun pada Hari Kiamat dari sebelah kanan menuju surga.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ
Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

Tafsir Al-Muyassar

Sementara orang-orang yang kafir kepada al-Quran, mereka itulah golongan kiri, yaitu orang-orang yang akan diseret dari sebelah kiri menuju ke neraka.

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ
Mereka berada dalam neraka yang tertutup rapat

Tafsir Al-Muyassar

Balasan mereka adalah Jahanam yang ditutup rapat lagi dikunci atas mereka.