× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ
dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ
dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia),

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُۗ
tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan keras, malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan giat dan lemah-lembut, malaikat-malaikat yang terbang saat turun dari langit dan naik kepadanya, malaikat-malaikat yang mendahului dan bersegera melaksanakan perintah Allah, dan malaikat-malaikat yang melaksanakan perintah Rabb mereka untuk mengatur urusan semesta yang dimandatkan kepada mereka-tapi manusia tidak boleh bersumpah dengan selain Penciptanya; jika ia melakukan hal itu, maka ia telah berbuat syirik. Sungguh manusia akan dibangkitkan dan dihisab, pada hari ketika bumi bergoncang dengan tiupan pertama, tiupan kematian, yang diikuti dengan tiupan kedua untuk dihidupkan kembali.

قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
hati manusia pada waktu itu sangat takut,

Tafsir Al-Muyassar

Hati orang-orang kafir pada waktu itu berguncang karena sangat takut, penglihatan mereka tunduk karena ketakutan terhadap apa Yang dilihat nya.
اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌۘ
pandangannya tunduk.

Tafsir Al-Muyassar

Hati orang-orang kafir pada waktu itu berguncang karena sangat takut, penglihatan mereka tunduk karena ketakutan terhadap apa yang dilihatnya.
يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ
(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mendustakan kebangkitan itu berkata, "Apakah kami akan dikembalikan setelah kematian kami kepada kehidupan yang semula di muka bumi? Apakah kita akan dikembalikan, sedangkan kami telah menjadi tulang belulang yang hancur?" Mereka berkata, "Pengembalian kita itu, kalau begitu, akan menjadi kegagalan sekaligus kedustaan."

ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةًۗ
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mendustakan kebangkitan itu berkata, "Apakah kami akan dikembalikan setelah kematian kami kepada kehidupan yang semula di muka bumi? Apakah kita akan dikembalikan, sedangkan kami telah menjadi tulang belulang yang hancur?" Mereka berkata, "Pengembalian kita itu, kalau begitu, akan menjadi kegagalan sekaligus kedustaan."
قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌۘ
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mendustakan kebangkitan itu berkata, "Apakah kami akan dikembalikan setelah kematian kami kepada kehidupan yang semula di muka bumi? Apakah kita akan dikembalikan, sedangkan kami telah menjadi tulang belulang yang hancur?" Mereka berkata, "Pengembalian kita itu, kalau begitu, akan menjadi kegagalan sekaligus kedustaan."

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,

Tafsir Al-Muyassar

Pengembalian itu hanyalah dengan satu tiupan saja, maka tiba-tiba mereka hidup kembali di permukaan bumi setelah sebelumnya mereka berada di dalam perut bumi.
فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ
maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

Tafsir Al-Muyassar

Pengembalian itu hanyalah dengan satu tiupan saja, maka tiba-tiba mereka hidup kembali di permukaan bumi setelah sebelumnya mereka berada di dalam perut bumi.
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ
Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah sudah sampai kepadamu, wahai Rasul, berita Musa? Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci lagi diberkahi, yaitu Thuwa.
اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ
Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa;

Tafsir Al-Muyassar

Apakah sudah sampai kepadamu, wahai Rasul, berita Musa? Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci lagi diberkahi, yaitu Thuwa.
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ
Pergilah kamu kepada Firaun, susungguhnya dia telah melampaui batas,

Tafsir Al-Muyassar

Rabbnya mengatakan kepadanya, "Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas dalam kemaksiatan, lalu katakanlah kepadanya, "Apakah engkau ingin mensucikan dirimu dari kekurangan dan menghiasinya dengan keimanan, serta aku membimbingmu menuju ketaatan kepada Rabbmu, lalu kamu takut dan bertakwa kepada-Nya?"
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ
dan katakanlah (kepada Firaun): "Apakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)?"

Tafsir Al-Muyassar

Rabbnya mengatakan kepadanya, "Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas dalam kemaksiatan, lalu katakanlah kepadanya, "Apakah engkau ingin mensucikan dirimu dari kekurangan dan menghiasinya dengan keimanan, serta aku membimbingmu menuju ketaatan kepada Rabbmu, lalu kamu takut dan bertakwa kepada-Nya?"
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu agar supaya kamu takut kepada-Nya

Tafsir Al-Muyassar

Rabbnya mengatakan kepadanya, "Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas dalam kemaksiatan, lalu katakanlah kepadanya, "Apakah engkau ingin mensucikan dirimu dari kekurangan dan menghiasinya dengan keimanan, serta aku membimbingmu menuju ketaatan kepada Rabbmu, lalu kamu takut dan bertakwa kepada-Nya?"
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu Musa memperlihatkan kepada Firaun tanda (mukjizat) yang besar: tongkat dan tangan, tetapi Firaun mendustakan Musa dan mendurhakai Rabbnya. Kemudian, ia berpaling dari iman, bersungguh-sungguh menantang Musa.
فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ
Tetapi Firaun mendustakan dan mendurhakai.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu Musa memperlihatkan kepada Firaun tanda (mukjizat) yang besar: tongkat dan tangan, tetapi Firaun mendustakan Musa dan mendurhakai Rabbnya. Kemudian, ia berpaling dari iman, bersungguh-sungguh menantang Musa.
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

Tafsir Al-Muyassar

Lalu Musa memperlihatkan kepada Firaun tanda (mukjizat) yang besar: tongkat dan tangan, tetapi Firaun mendustakan Musa dan mendurhakai Rabbnya. Kemudian, ia berpaling dari iman, bersungguh-sungguh menantang Musa.
فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ
maka ia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

Tafsir Al-Muyassar

Ia mengumpulkan penduduk kerajaannya dan berseru kepada mereka dengan mengatakan, "Akulah rabb kalian yang tiada rabb lagi di atasnya." Allah pun menghukumnya dengan adzab di dunia dan akhirat, serta menjadikannya sebagai pelajaran bagi orang-orang yang durhaka semisalnya. Sesungguhnya Firaun dan adzab yang menimpanya benar-benar menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran dan peringatan darinya.
فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ
(Seraya) berkata: "Akulah Rabbmu yang paling tinggi."

Tafsir Al-Muyassar

Ia mengumpulkan penduduk kerajaannya dan berseru kepada mereka dengan mengatakan, "Akulah rabb kalian yang tiada rabb lagi di atasnya." Allah pun menghukumnya dengan adzab di dunia dan akhirat, serta menjadikannya sebagai pelajaran bagi orang-orang yang durhaka semisalnya. Sesungguhnya Firaun dan adzab yang menimpanya benar-benar menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran dan peringatan darinya.

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

Tafsir Al-Muyassar

Ia mengumpulkan penduduk kerajaannya dan berseru kepada mereka dengan mengatakan, "Akulah rabb kalian yang tiada rabb lagi di atasnya." Allah pun menghukumnya dengan adzab di dunia dan akhirat, serta menjadikannya sebagai pelajaran bagi orang-orang yang durhaka semisalnya. Sesungguhnya Firaun dan adzab yang menimpanya benar-benar menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran dan peringatan darinya.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰىۗ
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Rabbnya).

Tafsir Al-Muyassar

Ia mengumpulkan penduduk kerajaannya dan berseru kepada mereka dengan mengatakan, "Akulah rabb kalian yang tiada rabb lagi di atasnya." Allah pun menghukumnya dengan adzab di dunia dan akhirat, serta menjadikannya sebagai pelajaran bagi orang-orang yang durhaka semisalnya. Sesungguhnya Firaun dan adzab yang menimpanya benar-benar menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran dan peringatan darinya.
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah dibangkitkannya kaliann, wahai manusia, setelah kematian, itu lebih sulit menurut perkiraan kalian ataukah penciptaan langit? Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan, dan meninggikan atapnya di udara tanpa ada keretakan. Dia menjadikan malamnya gelap dengan terbenam matahari, dan menjadikan siangnya terang dengan terbitnya. Sesudah penciptaan langit, Dia menghamparkan bumi, dan mengisinya dengan berbagai kemanfaatannya. Dia memancarkan mata airnya padanya, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan memancangkan padanya gunung-gunung sebagai pasaknya. Dia menciptakan semua nikmat-nikmat ini sebagai manfaat bagi kalian dan binatang ternak kalian. Sesungguhnya mengembalikan penciptaan kalian pada Hari Kiamat itu lebih mudah bagi Allah daripada penciptaan semua ini, dan semuanya sangat mudah bagi Allah.

فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ
Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila Kiamat besar dan kesusahan yang berat, yaitu tiupan kedua, telah datang, maka ketika itulah seluruh perbuatan manusia berupa kebaikan dan keburukan diperlihatkan kepadanya, agar teringat dan mengakuinya. Jahanam juga diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat, sehingga terlihat di pelupuk mata.

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ
Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

Tafsir Al-Muyassar

Apabila Kiamat besar dan kesusahan yang berat, yaitu tiupan kedua, telah datang, maka ketika itulah seluruh perbuatan manusia berupa kebaikan dan keburukan diperlihatkan kepadanya, agar teringat dan mengakuinya. Jahanam juga diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat, sehingga terlihat di pelupuk mata.

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila Kiamat besar dan kesusahan yang berat, yaitu tiupan kedua, telah datang, maka ketika itulah seluruh perbuatan manusia berupa kebaikan dan keburukan diperlihatkan kepadanya, agar teringat dan mengakuinya. Jahanam juga diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat, sehingga terlihat di pelupuk mata.

فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ
Adapun orang yang melampaui batas,

Tafsir Al-Muyassar

Adapun siapa yang membangkang terhadap perintah Allah, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, maka tempat kembalinya adalah ke neraka.

وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Tafsir Al-Muyassar

Adapun siapa yang membangkang terhadap perintah Allah, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, maka tempat kembalinya adalah ke neraka.
فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

Tafsir Al-Muyassar

Adapun siapa yang membangkang terhadap perintah Allah, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, maka tempat kembalinya adalah ke neraka.

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.

Tafsir Al-Muyassar

Adapun siapa yang takut di hadapan Allah untuk dihisab, dan mencegah dirinya dari hawa nafsunya yang rusak, maka surga itulah tempat tinggalnya.
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

Tafsir Al-Muyassar

Adapun siapa yang takut di hadapan Allah untuk dihisab, dan mencegah dirinya dari hawa nafsunya yang rusak, maka surga itulah tempat tinggalnya.
يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
(orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik bertanya kepadamu, wahai Rasul, dengan maksud meremehkan, tentang waktu datangnya kiamat yang diancamkan kepada mereka. Kamu tidak mengetahui sedikit pun tentang ilmunya. Bahkan, pengetahuannya dikembalikan kepada Allah. Urusanmu berkenaan dengan Hari Kiamat hanyalah memperingatkan terhadapnya kepada siapa saja yang takut kepadanya. Saat melihat terjadinya Kiamat, mereka seakan-akan tidak pernah tinggal dalam kehidupan dunia; karena sedemikian mencekamnya Hari Kiamat, melainkan sebentar saja antara Zhuhur hingga terbenam matahari, atau antara terbit matahari hingga separuh hari.

فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik bertanya kepadamu, wahai Rasul, dengan maksud meremehkan, tentang waktu datangnya kiamat yang diancamkan kepada mereka. Kamu tidak mengetahui sedikit pun tentang ilmunya. Bahkan, pengetahuannya dikembalikan kepada Allah. Urusanmu berkenaan dengan Hari Kiamat hanyalah memperingatkan terhadapnya kepada siapa saja yang takut kepadanya. Saat melihat terjadinya Kiamat, mereka seakan-akan tidak pernah tinggal dalam kehidupan dunia; karena sedemikian mencekamnya Hari Kiamat, melainkan sebentar saja antara Zhuhur hingga terbenam matahari, atau antara terbit matahari hingga separuh hari.

اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik bertanya kepadamu, wahai Rasul, dengan maksud meremehkan, tentang waktu datangnya kiamat yang diancamkan kepada mereka. Kamu tidak mengetahui sedikit pun tentang ilmunya. Bahkan, pengetahuannya dikembalikan kepada Allah. Urusanmu berkenaan dengan Hari Kiamat hanyalah memperingatkan terhadapnya kepada siapa saja yang takut kepadanya. Saat melihat terjadinya Kiamat, mereka seakan-akan tidak pernah tinggal dalam kehidupan dunia; karena sedemikian mencekamnya Hari Kiamat, melainkan sebentar saja antara Zhuhur hingga terbenam matahari, atau antara terbit matahari hingga separuh hari.

اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit).

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik bertanya kepadamu, wahai Rasul, dengan maksud meremehkan, tentang waktu datangnya kiamat yang diancamkan kepada mereka. Kamu tidak mengetahui sedikit pun tentang ilmunya. Bahkan, pengetahuannya dikembalikan kepada Allah. Urusanmu berkenaan dengan Hari Kiamat hanyalah memperingatkan terhadapnya kepada siapa saja yang takut kepadanya. Saat melihat terjadinya Kiamat, mereka seakan-akan tidak pernah tinggal dalam kehidupan dunia; karena sedemikian mencekamnya Hari Kiamat, melainkan sebentar saja antara Zhuhur hingga terbenam matahari, atau antara terbit matahari hingga separuh hari.

كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrik bertanya kepadamu, wahai Rasul, dengan maksud meremehkan, tentang waktu datangnya kiamat yang diancamkan kepada mereka. Kamu tidak mengetahui sedikit pun tentang ilmunya. Bahkan, pengetahuannya dikembalikan kepada Allah. Urusanmu berkenaan dengan Hari Kiamat hanyalah memperingatkan terhadapnya kepada siapa saja yang takut kepadanya. Saat melihat terjadinya Kiamat, mereka seakan-akan tidak pernah tinggal dalam kehidupan dunia; karena sedemikian mencekamnya Hari Kiamat, melainkan sebentar saja antara Zhuhur hingga terbenam matahari, atau antara terbit matahari hingga separuh hari.