بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
Tafsir Al-Muyassar
Nampak perubahan dan kemasaman pada wajah Rasul, dan ia berpaling karena seorang buta, Abdullah bin Ummi Maktum datang kepadanya meminta arahan, sedangkan Rasul saat itu sedang sibuk mengajak para pemuka Quraisy kepada Islam.اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ
karena telah datang seorang buta kepadanya.
Tafsir Al-Muyassar
Nampak perubahan dan kemasaman pada wajah Rasul, dan ia berpaling karena seorang buta, Abdullah bin Ummi Maktum datang kepadanya meminta arahan, sedangkan Rasul saat itu sedang sibuk mengajak para pemuka Quraisy kepada Islam.وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).
Tafsir Al-Muyassar
Adakah sesuatu yang membuatmu tahu tentang hakikat urusannya? Mudah-mudahan dengan pertanyaannya, jiwanya akan bersih dan suci, atau ia akan mendapatkan tambahan pengajaran dan peringatan.اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
Tafsir Al-Muyassar
Adakah sesuatu yang membuatmu tahu tentang hakikat urusannya? Mudah-mudahan dengan pertanyaannya, jiwanya akan bersih dan suci, atau ia akan mendapatkan tambahan pengajaran dan peringatan.اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang merasa tidak membutuhkan petunjukmu, maka kamu menawarkan kepadanya dan menyimak perkataannya. Padahal, adakah yang menjadi tanggunganmu bila ia tidak membersihkan dirinya dari kekafirannya?فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ
maka kamu melayaninya.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang merasa tidak membutuhkan petunjukmu, maka kamu menawarkan kepadanya dan menyimak perkataannya. Padahal, adakah yang menjadi tanggunganmu bila ia tidak membersihkan dirinya dari kekafirannya?وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang merasa tidak membutuhkan petunjukmu, maka kamu menawarkan kepadanya dan menyimak perkataannya. Padahal, adakah yang menjadi tanggunganmu bila ia tidak membersihkan dirinya dari kekafirannya?وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.وَهُوَ يَخْشٰىۙ
sedang ia takut kepada (Allah),
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ
maka kamu mengabaikannya.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌۚ
Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Rabb itu adalah suatu peringatan,
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۘ
maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍۢ
yang ditinggikan lagi disucikan,
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ
di tangan para penulis (malaikat),
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
yang mulia lagi berbakti.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang yang berkeinginan untuk berjumpa denganmu, sedangkan ia takut kepada Allah dari lalai meminta bimbingan, maka kamu mengabaikannya. Perkaranya bukan sebagaimana yang kamu perbuat, wahai Rasul, sesungguhnya surat ini berikut petunjuk yang terkandung di dalamnya adalah pelajaran bagimu dan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran, Barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengingat Allah dan menjadikan wahyu-Nya sebagai imam. Wahyu ini, yaitu al-Quran, dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, dihormati, tinggi nilainya, disucikan dari noda, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat pencatat, para duta antara Allah dengan makhluk-Nya, makhluk yang dimuliakan, akhlak dan perbuatan mereka baik lagi suci.قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ
Dari apakah Allah menciptakannya
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ
Kemudian Dia memudahkan jalannya,
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ
kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ
sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,
Tafsir Al-Muyassar
Orang kafir dilaknat dan diadzab; betapa parahnya kekafirannya kepada Rabbnya! Apakah ia tidak melihat dari apakah Allah menciptakannya untuk pertama kalinya? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu mani, lalu Allah menentukannya secara bertahap. Kemudian Dia menjelaskan untuknya jalan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia mematikannya lalu menjadikan untuknya tempat penguburannya. Kemudian bila Dia menghendaki, maka Dia menghidupkannya dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan diberi balasan. Perkaranya bukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan orang kafir. Namun, karena ia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa iman dan melakukan ketaatan kepada-Nya.فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓۙ
maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ
Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ
lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ
anggur dan sayur-sayuran,
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ
Zaitun dan pohon kurma,
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا
kebun-kebun (yang) lebat,
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا
dan buah-buahan serta rumput-rumputan,
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, hendaklah manusia memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang nota bene adalah pilar kehidupannya? Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air pada permukaan tanah, kemudian Kami membelahnya dengan macam-macam tumbuhan yang Kami keluarkan darinya. Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian, anggur, pakan untuk ternak, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang besar pepohonannya, buah-buahan dan rumput-rumputan, untuk kalian nikmati berikut binatang ternak kalian.فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُۙ
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua),
Tafsir Al-Muyassar
Apabila datang suara kebangkitan pada Hari Kiamat yang membuat pendengaran menjadi tuli karena kedahsyatannya. Hari ketika manusia lari, karena ketakutan terhadap hari itu, dari saudaranya, ibu dan bapaknya, isteri dan anak-anaknya. Tiap-tiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menghalanginya dari sibuk dengan selain dirinya.يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,
Tafsir Al-Muyassar
Apabila datang suara kebangkitan pada Hari Kiamat yang membuat pendengaran menjadi tuli karena kedahsyatannya. Hari ketika manusia lari, karena ketakutan terhadap hari itu, dari saudaranya, ibu dan bapaknya, isteri dan anak-anaknya. Tiap-tiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menghalanginya dari sibuk dengan selain dirinya.وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ
dari ibu dan bapaknya,
Tafsir Al-Muyassar
Apabila datang suara kebangkitan pada Hari Kiamat yang membuat pendengaran menjadi tuli karena kedahsyatannya. Hari ketika manusia lari, karena ketakutan terhadap hari itu, dari saudaranya, ibu dan bapaknya, isteri dan anak-anaknya. Tiap-tiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menghalanginya dari sibuk dengan selain dirinya.وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ
dari isteri dan anak-anaknya,
Tafsir Al-Muyassar
Apabila datang suara kebangkitan pada Hari Kiamat yang membuat pendengaran menjadi tuli karena kedahsyatannya. Hari ketika manusia lari, karena ketakutan terhadap hari itu, dari saudaranya, ibu dan bapaknya, isteri dan anak-anaknya. Tiap-tiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menghalanginya dari sibuk dengan selain dirinya.لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila datang suara kebangkitan pada Hari Kiamat yang membuat pendengaran menjadi tuli karena kedahsyatannya. Hari ketika manusia lari, karena ketakutan terhadap hari itu, dari saudaranya, ibu dan bapaknya, isteri dan anak-anaknya. Tiap-tiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menghalanginya dari sibuk dengan selain dirinya.وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ
Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
Tafsir Al-Muyassar
Wajah-wajah para penghuni surga pada hari itu berseri-seri, berbahagia lagi bergembira. Sementara wajah-wajah penghuni neraka gelap lagi hitam.ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌۚ
tertawa dan gembira ria,
Tafsir Al-Muyassar
Wajah-wajah para penghuni surga pada hari itu berseri-seri, berbahagia lagi bergembira. Sementara wajah-wajah penghuni neraka gelap lagi hitam.وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ
dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,
Tafsir Al-Muyassar
Wajah-wajah para penghuni surga pada hari itu berseri-seri, berbahagia lagi bergembira. Sementara wajah-wajah penghuni neraka gelap lagi hitam.تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌۗ
dan ditutup lagi oleh kegelapan.
Tafsir Al-Muyassar
Wajah-wajah itu diliputi kehinaan. Orang-orang yang disifati dengan sifat ini, itulah orang-orang kafir terhadap nikmat-nikmat Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya, serta mereka lancang terhadap larangan-laranganNya dengan kedurhakaan dan perbuatan melampaui batas.اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

