بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْٓا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰنًا عَجَبًاۙ
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Quran)," lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan,"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan al-Quran yang aku baca. Ketika mereka mendengarnya, mereka mengatakan kepada kaum mereka, "Sesungguhnya kami telah mendengarkan alQuran yang menakjubkan dalam hal balaghah dan fashahahnya, hikmah-hikmah, hukum-hukum dan berita-beritanya, yang menyeru kepada kebenaran dan jalan petunjuk, lalu kami membenarkan al-Qur an ini dan mengamalkannya. Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rabb kami dalam beribadah kepada-Nya.يَّهْدِيْٓ اِلَى الرُّشْدِ فَاٰمَنَّا بِهٖۗ وَلَنْ نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ اَحَدًاۖ
(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami,
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan al-Quran yang aku baca. Ketika mereka mendengarnya, mereka mengatakan kepada kaum mereka, "Sesungguhnya kami telah mendengarkan alQuran yang menakjubkan dalam hal balaghah dan fashahahnya, hikmah-hikmah, hukum-hukum dan berita-beritanya, yang menyeru kepada kebenaran dan jalan petunjuk, lalu kami membenarkan al-Qur an ini dan mengamalkannya. Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rabb kami dalam beribadah kepada-Nya.وَّاَنَّهٗ تَعٰلٰى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَّلَا وَلَدًاۖ
dan bahwasannya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.
Tafsir Al-Muyassar
Mahatinggi kebesaran dan keagungan Rabb kami, dia tidak mengambil istri atau mempunyai anak.وَّاَنَّهٗ كَانَ يَقُوْلُ سَفِيْهُنَا عَلَى اللّٰهِ شَطَطًاۖ
Dan bahwasannya, orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,
Tafsir Al-Muyassar
Dan bahwa orang yang kurang akal dari kalangan kami, yaitu Iblis, dahulu selalu mengatakan perkataan yang jauh dari kebenaran, yaitu mengklaim Allah memiliki istri dan anak.وَّاَنَّا ظَنَنَّآ اَنْ لَّنْ تَقُوْلَ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۙ
dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami mengira bahwa tidak ada seorang pun, baik manusia maupun jin, yang akan mengatakan perkataan dusta terhadap Allah, dalam hal menisbatkan istri dan anak kepada-Nya.وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
Tafsir Al-Muyassar
Bahwasannya ada beberapa orang laki-laki dari manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, lalu beberapa laki-laki dari jin itu menambah manusia semakin takut, karena manusia meminta perlindungan kepada mereka. Permintaan perlindungan kepada selain Allah yang Allah beritahukan kepada orang-orang jahiliyah ini adalah termasuk syirik paling besar (akbar) yang tidak akan diampuni oleh Allah kecuali bila pelakunya benar-benar bertaubat. Dalam ayat tersebut terdapat peringatan yang sangat keras dari meminta perlindungan kepada para tukang sihir, paranormal, dan semisal mereka.وَّاَنَّهُمْ ظَنُّوْا كَمَا ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّبْعَثَ اللّٰهُ اَحَدًاۖ
Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).
Tafsir Al-Muyassar
Kaum kafir dari kalangan manusia menyangka sebagaimana persangkaan kalian, wahai sekalian jin, bahwa Allah tidak akan membangkitkan seorang pun setelah kematian.وَّاَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاۤءَ فَوَجَدْنٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيْدًا وَّشُهُبًاۖ
dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kita, wahai sekalian jin, telah mencoba mencapai langit, untuk mendengarkan pembicaraan penduduknya, ternyata kami mendapatinya penuh dengan malaikat yang sangat banyak yang menjaganya, dan dengan bola-bola api yang membakar yang dilemparkan kepada siapa saja yang mendekatinya.وَّاَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِۗ فَمَنْ يَّسْتَمِعِ الْاٰنَ يَجِدْ لَهٗ شِهَابًا رَّصَدًاۖ
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (bereita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami, sebelum itu, menduduki beberapa tempat di langit itu; untuk mendengarkan berita-beritanya. Namun, sekarang, barangsiapa yang mencoba mencuri berita di langit, niscaya ia akan menjumpai panah api yang mengintai untuk membakarnya dan membinasakannya. Kedua ayat ini berisikan pembatalan klaim-klaim tukang sihir dan dukun yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, dan mereka memperdaya orang-orang yang lemah akal dengan kedustaan mereka.وَّاَنَّا لَا نَدْرِيْٓ اَشَرٌّ اُرِيْدَ بِمَنْ فِى الْاَرْضِ اَمْ اَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًاۙ
Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Rabb mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami, hai sekalian Jin, tidak mengetahui, apakah keburukan yang dikehendaki Allah untuk diturunkan-Nya kepada penduduk bumi, ataukah Dia menghendaki kebaikan dan petunjuk kepada mereka?وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَۗ كُنَّا طَرَاۤىِٕقَ قِدَدًاۙ
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang berbakti lagi bertakwa, dan di antara kami ada pula kaum yang tidak demikian, yaitu orang-orang kafir dan fasik. Kami bersekte-sekte dan mengikuti aliran yang berbeda-beda.وَّاَنَّا ظَنَنَّآ اَنْ لَّنْ نُّعْجِزَ اللّٰهَ فِى الْاَرْضِ وَلَنْ نُّعْجِزَهٗ هَرَبًاۖ
Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami yakin bahwa Allah kuasa atas kami, dan kami dalam genggaman dan kekuasaan-Nya. Kami tidak akan dapat lepas dari-Nya, jika Dia menghendaki suatu urusan kepada kami di mana pun kami berada. Kami tidak akan bisa lepas dari adzabNya dengan melarikan diri ke langit, jika Dia menghendaki keburukan pada kami.وَّاَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدٰىٓ اٰمَنَّا بِهٖۗ فَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِرَبِّهٖ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَّلَا رَهَقًاۖ
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengarkan petunjuk (al-Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Rabbnya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami, ketika kami mendengarkan al-Quran, kami beriman kepadanya, dan kami mengakui bahwa itu kebenaran dari sisi Allah. Barangsiapa beriman kepada Rabbnya, maka ia tidak takut pahalanya dikurangi, dan tidak pula takut dizhalimi dengan ditambah keburukannya.وَّاَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَمِنَّا الْقَاسِطُوْنَۗ فَمَنْ اَسْلَمَ فَاُولٰۤىِٕكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang tunduk kepada Allah dengan ketaatan, dan di antara kami ada orang-orang yang menyimpang dari jalan kebenaran. Barangsiapa yang berserah diri dan tunduk kepada Allah dengan melakukan ketaatan, maka mereka itulah orang-orang yang meniti jalan kebenaran. Mereka bersungguh-sungguh dalam memilihnya, lalu Allah menunjukkan mereka kepadanya. Adapun orang-orang yang menyimpang dari jalan Islam, maka mereka menjadi bahan bakar Neraka Jahanam.وَاَمَّا الْقَاسِطُوْنَ فَكَانُوْا لِجَهَنَّمَ حَطَبًاۙ
Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang tunduk kepada Allah dengan ketaatan, dan di antara kami ada orang-orang yang menyimpang dari jalan kebenaran. Barangsiapa yang berserah diri dan tunduk kepada Allah dengan melakukan ketaatan, maka mereka itulah orang-orang yang meniti jalan kebenaran. Mereka bersungguh-sungguh dalam memilihnya, lalu Allah menunjukkan mereka kepadanya. Adapun orang-orang yang menyimpang dari jalan Islam, maka mereka menjadi bahan bakar Neraka Jahanam.وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ
Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rizki yang banyak).
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya kaum kafir dari kalangan manusia dan jin berjalan di atas jalan Islam, dan tidak menyimpang darinya, niscaya Kami turunkan kepada mereka air yang banyak, dan Kami luaskan rizki mereka di dunia, untuk menguji mereka: bagaimana mereka mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada mereka? Sebaliknya, barangsiapa berpaling dari ketaatan kepada Rabbnya, mendengarkan al-Quran dan memperhatikannya, serta mengamalkannya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam adzab yang keras lagi berat.لِّنَفْتِنَهُمْ فِيْهِۗ وَمَنْ يُّعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهٖ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًاۙ
Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Rabbnya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya kaum kafir dari kalangan manusia dan jin berjalan di atas jalan Islam, dan tidak menyimpang darinya, niscaya Kami turunkan kepada mereka air yang banyak, dan Kami luaskan rizki mereka di dunia, untuk menguji mereka: bagaimana mereka mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada mereka? Sebaliknya, barangsiapa berpaling dari ketaatan kepada Rabbnya, mendengarkan al-Quran dan memperhatikannya, serta mengamalkannya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam adzab yang keras lagi berat.وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًاۖ
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya masjid-masjid itu untuk beribadah kepada Allah semata, maka janganlah kalian menyembah selain-Nya di dalamnya, dan murnikan doa dan ibadah untuk-Nya di dalamnya; karena mesjid tidak dibangun kecuali agar Allah semata yang disembah di dalamnya, bukan selain-Nya. Ayat ini berisikan kewajiban mensucikan masjid dari segala yang bisa menodai keikhlasan karena Allah dan mengikuti Rasul-Nya, Muhammad Saw.وَّاَنَّهٗ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللّٰهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًاۗ
Dan bahwasannya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak-mendesak mengerumuninya.
Tafsir Al-Muyassar
Tatkala Muhammad berdiri beribadah kepada Rabb-Nya, hampir saja jin-jin itu bersusun-susun satu sama lain, karena mereka sangat berdesak-desakan untuk mendengarkan al-Quran darinya.قُلْ اِنَّمَآ اَدْعُوْا رَبِّيْ وَلَآ اُشْرِكُ بِهٖٓ اَحَدًا
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya".
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang kafir itu, "Aku hanya menyembah Rabbku semata dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya dalam beribadah."قُلْ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَّلَا رَشَدًا
Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka, "Sesungguhnya aku tidak kuasa menolak kemudharatan dari kalian, dan tidak pula kuasa mendatang sesuatu kemanfaatan pun bagi kalian." Katakanlah, "Sesungguhnya tidak akan ada seorang pun yang dapat menyelamatkanku dari adzab Allah, jika aku durhaka kepada-Nya, dan aku tidak akan mendapatkan dari selain Allah tempat berlindung dari adzab-Nya. Tetapi aku hanya kuasa menyampaikan kepada kalian dari Allah apa yang diperintahkan kepadaku supaya disampaikan kepada kalian, dan risalah-Nya yang karenanya Dia mengutusku kepada kalian. Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berpaling dari agama Allah, maka balasannya adalah Neraka Jahanam, ia tidak keluar darinya selama-lamanya.قُلْ اِنِّيْ لَنْ يُّجِيْرَنِيْ مِنَ اللّٰهِ اَحَدٌ ەۙ وَّلَنْ اَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا ۙ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka, "Sesungguhnya aku tidak kuasa menolak kemudharatan dari kalian, dan tidak pula kuasa mendatang sesuatu kemanfaatan pun bagi kalian." Katakanlah, "Sesungguhnya tidak akan ada seorang pun yang dapat menyelamatkanku dari adzab Allah, jika aku durhaka kepada-Nya, dan aku tidak akan mendapatkan dari selain Allah tempat berlindung dari adzab-Nya. Tetapi aku hanya kuasa menyampaikan kepada kalian dari Allah apa yang diperintahkan kepadaku supaya disampaikan kepada kalian, dan risalah-Nya yang karenanya Dia mengutusku kepada kalian. Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berpaling dari agama Allah, maka balasannya adalah Neraka Jahanam, ia tidak keluar darinya selama-lamanya.اِلَّا بَلٰغًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِسٰلٰتِهٖۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ
Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasulnya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal didalamnya selama-lamanya.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka, "Sesungguhnya aku tidak kuasa menolak kemudharatan dari kalian, dan tidak pula kuasa mendatang sesuatu kemanfaatan pun bagi kalian." Katakanlah, "Sesungguhnya tidak akan ada seorang pun yang dapat menyelamatkanku dari adzab Allah, jika aku durhaka kepada-Nya, dan aku tidak akan mendapatkan dari selain Allah tempat berlindung dari adzab-Nya. Tetapi aku hanya kuasa menyampaikan kepada kalian dari Allah apa yang diperintahkan kepadaku supaya disampaikan kepada kalian, dan risalah-Nya yang karenanya Dia mengutusku kepada kalian. Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berpaling dari agama Allah, maka balasannya adalah Neraka Jahanam, ia tidak keluar darinya selama-lamanya.حَتّٰىٓ اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ فَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ اَضْعَفُ نَاصِرًا وَّاَقَلُّ عَدَدًاۗ
Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya.
Tafsir Al-Muyassar
Ketika orang-orang musyrik melihat adzab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui ketika adzab tersebut menimpa mereka, siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit tentaranya?قُلْ اِنْ اَدْرِيْٓ اَقَرِيْبٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ اَمْ يَجْعَلُ لَهٗ رَبِّيْٓ اَمَدًا
Katakanlah: "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Aku tidak mengetahui, apakah adzab yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat waktunya, ataukah Rabbku menjadikan masa yang panjang untuknya (ditangguhkan)? Dialah yang mengetahui apa yang tidak terlihat dari pandangan mata. Dia tidak memperlihatkan perkara ghaib-Nya kepada seorang pun dari makhluk-Nya, kecuali kepada orang yang dipilih-Nya dan diridhai-Nya untuk membawa risalah-Nya. Karena Dia memperlihatkan kepada mereka sebagian dari perkara ghaib, dan Dia mengirimkan dari hadapan dan dari belakang Rasul para Malaikat yang menjaganya dari para jin; agar mereka tidak mencurinya dan membisikkannya kepada para dukun. lni dimaksudkan agar Rasul mengetahui bahwa para Rasul sebelumnya seperti keadaannya, yaitu menyampaikan dengan benar dan jujur, dan bahwa ia dijaga sebagaimana mereka dijaga dari jin. Dan, bahwa Allah ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, baik zhahir maupun batin, berupa syariat, hukum dan selainnya, tidak ada satu pun yang luput dari-Nya. Dia menghitung segala sesuatu dengan detail, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهٖٓ اَحَدًاۙ
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Aku tidak mengetahui, apakah adzab yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat waktunya, ataukah Rabbku menjadikan masa yang panjang untuknya (ditangguhkan)? Dialah yang mengetahui apa yang tidak terlihat dari pandangan mata. Dia tidak memperlihatkan perkara ghaib-Nya kepada seorang pun dari makhluk-Nya, kecuali kepada orang yang dipilih-Nya dan diridhai-Nya untuk membawa risalah-Nya. Karena Dia memperlihatkan kepada mereka sebagian dari perkara ghaib, dan Dia mengirimkan dari hadapan dan dari belakang Rasul para Malaikat yang menjaganya dari para jin; agar mereka tidak mencurinya dan membisikkannya kepada para dukun. lni dimaksudkan agar Rasul mengetahui bahwa para Rasul sebelumnya seperti keadaannya, yaitu menyampaikan dengan benar dan jujur, dan bahwa ia dijaga sebagaimana mereka dijaga dari jin. Dan, bahwa Allah ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, baik zhahir maupun batin, berupa syariat, hukum dan selainnya, tidak ada satu pun yang luput dari-Nya. Dia menghitung segala sesuatu dengan detail, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.اِلَّا مَنِ ارْتَضٰى مِنْ رَّسُوْلٍ فَاِنَّهٗ يَسْلُكُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ رَصَدًاۙ
Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Aku tidak mengetahui, apakah adzab yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat waktunya, ataukah Rabbku menjadikan masa yang panjang untuknya (ditangguhkan)? Dialah yang mengetahui apa yang tidak terlihat dari pandangan mata. Dia tidak memperlihatkan perkara ghaib-Nya kepada seorang pun dari makhluk-Nya, kecuali kepada orang yang dipilih-Nya dan diridhai-Nya untuk membawa risalah-Nya. Karena Dia memperlihatkan kepada mereka sebagian dari perkara ghaib, dan Dia mengirimkan dari hadapan dan dari belakang Rasul para Malaikat yang menjaganya dari para jin; agar mereka tidak mencurinya dan membisikkannya kepada para dukun. lni dimaksudkan agar Rasul mengetahui bahwa para Rasul sebelumnya seperti keadaannya, yaitu menyampaikan dengan benar dan jujur, dan bahwa ia dijaga sebagaimana mereka dijaga dari jin. Dan, bahwa Allah ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, baik zhahir maupun batin, berupa syariat, hukum dan selainnya, tidak ada satu pun yang luput dari-Nya. Dia menghitung segala sesuatu dengan detail, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.لِّيَعْلَمَ اَنْ قَدْ اَبْلَغُوْا رِسٰلٰتِ رَبِّهِمْ وَاَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَاَحْصٰى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Rabbnya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu-persatu.

