بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِنَّآ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖٓ اَنْ اَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dan Kami katakan kepadanya, "Berilah peringatan kepada kaummu sebelum adzab yang pedih datang kepada mereka." Nuh berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian dengan peringatan yang jelas terhadap adzab Allah, jika kalian bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, maka sembahlah Dia semata, takutlah kepada siksa-Nya, dan taatlah kepadaku dalam perkara yang aku perintahkan kepada kalian dan apa yang aku larang dari kalian. Jika kalian menaatiku dan memenuhi seruanku niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan memanjangkan umur kalian hingga waktu yang ditentukan dalam pengetahuan Allah. Sesungguhnya apabila kematian telah datang, maka tidak dapat ditangguhkan selamanya. Seandainya kalian mengetahui hal itu, niscaya kalian bersegera kepada keimanan dan ketaatan."قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۙ
Nuh berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dan Kami katakan kepadanya, "Berilah peringatan kepada kaummu sebelum adzab yang pedih datang kepada mereka." Nuh berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian dengan peringatan yang jelas terhadap adzab Allah, jika kalian bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, maka sembahlah Dia semata, takutlah kepada siksa-Nya, dan taatlah kepadaku dalam perkara yang aku perintahkan kepada kalian dan apa yang aku larang dari kalian. Jika kalian menaatiku dan memenuhi seruanku niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan memanjangkan umur kalian hingga waktu yang ditentukan dalam pengetahuan Allah. Sesungguhnya apabila kematian telah datang, maka tidak dapat ditangguhkan selamanya. Seandainya kalian mengetahui hal itu, niscaya kalian bersegera kepada keimanan dan ketaatan."اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ وَاَطِيْعُوْنِۙ
(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertaqwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dan Kami katakan kepadanya, "Berilah peringatan kepada kaummu sebelum adzab yang pedih datang kepada mereka." Nuh berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian dengan peringatan yang jelas terhadap adzab Allah, jika kalian bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, maka sembahlah Dia semata, takutlah kepada siksa-Nya, dan taatlah kepadaku dalam perkara yang aku perintahkan kepada kalian dan apa yang aku larang dari kalian. Jika kalian menaatiku dan memenuhi seruanku niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan memanjangkan umur kalian hingga waktu yang ditentukan dalam pengetahuan Allah. Sesungguhnya apabila kematian telah datang, maka tidak dapat ditangguhkan selamanya. Seandainya kalian mengetahui hal itu, niscaya kalian bersegera kepada keimanan dan ketaatan."يَغْفِرْ لَكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ اِذَا جَاۤءَ لَا يُؤَخَّرُۘ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dan Kami katakan kepadanya, "Berilah peringatan kepada kaummu sebelum adzab yang pedih datang kepada mereka." Nuh berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian dengan peringatan yang jelas terhadap adzab Allah, jika kalian bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, maka sembahlah Dia semata, takutlah kepada siksa-Nya, dan taatlah kepadaku dalam perkara yang aku perintahkan kepada kalian dan apa yang aku larang dari kalian. Jika kalian menaatiku dan memenuhi seruanku niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan memanjangkan umur kalian hingga waktu yang ditentukan dalam pengetahuan Allah. Sesungguhnya apabila kematian telah datang, maka tidak dapat ditangguhkan selamanya. Seandainya kalian mengetahui hal itu, niscaya kalian bersegera kepada keimanan dan ketaatan."قَالَ رَبِّ اِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَّنَهَارًاۙ
Nuh berkata: "Ya Rabbku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,"
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku supaya beriman kepada-Mu dan menaati-Mu pada malam dan siang hari, tapi seruanku kepada mereka supaya beriman hanya menambah mereka lari dan berpaling darinya. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka supaya beriman kepada-Mu; agar hal itu menjadi sebab Engkau mangampuni dosa-dosa mereka, maka mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, agar mereka tidak mendengar seruan kebenaran, dan mereka menutup (muka mereka) dengan pakaian mereka, agar mereka tidak melihatku. Mereka tetap pada kekafiran mereka dan menolak dengan keras untuk menerima kebenaran. Kemudian, aku menyeru mereka kepada keimanan dengan jelas lagi terang tanpa tersamar, kemudian aku menyerukan kepada mereka dengan suara lantang pada satu keadaan, dan aku menyerukan kepada mereka dengan diam-diam pada keadaan lainnya. Lalu aku katakan kepada kaumku, "Mohonlah ampunan dari dosa-dosa kalian kepada Rabb kalian, dan bertaubatlah kepadaNya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada siapa dari para hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya."فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَاۤءِيْٓ اِلَّا فِرَارًا
maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku supaya beriman kepada-Mu dan menaati-Mu pada malam dan siang hari, tapi seruanku kepada mereka supaya beriman hanya menambah mereka lari dan berpaling darinya. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka supaya beriman kepada-Mu; agar hal itu menjadi sebab Engkau mangampuni dosa-dosa mereka, maka mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, agar mereka tidak mendengar seruan kebenaran, dan mereka menutup (muka mereka) dengan pakaian mereka, agar mereka tidak melihatku. Mereka tetap pada kekafiran mereka dan menolak dengan keras untuk menerima kebenaran. Kemudian, aku menyeru mereka kepada keimanan dengan jelas lagi terang tanpa tersamar, kemudian aku menyerukan kepada mereka dengan suara lantang pada satu keadaan, dan aku menyerukan kepada mereka dengan diam-diam pada keadaan lainnya. Lalu aku katakan kepada kaumku, "Mohonlah ampunan dari dosa-dosa kalian kepada Rabb kalian, dan bertaubatlah kepadaNya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada siapa dari para hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya."وَاِنِّيْ كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوْٓا اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَاَصَرُّوْا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًاۚ
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mangampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku supaya beriman kepada-Mu dan menaati-Mu pada malam dan siang hari, tapi seruanku kepada mereka supaya beriman hanya menambah mereka lari dan berpaling darinya. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka supaya beriman kepada-Mu; agar hal itu menjadi sebab Engkau mangampuni dosa-dosa mereka, maka mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, agar mereka tidak mendengar seruan kebenaran, dan mereka menutup (muka mereka) dengan pakaian mereka, agar mereka tidak melihatku. Mereka tetap pada kekafiran mereka dan menolak dengan keras untuk menerima kebenaran. Kemudian, aku menyeru mereka kepada keimanan dengan jelas lagi terang tanpa tersamar, kemudian aku menyerukan kepada mereka dengan suara lantang pada satu keadaan, dan aku menyerukan kepada mereka dengan diam-diam pada keadaan lainnya. Lalu aku katakan kepada kaumku, "Mohonlah ampunan dari dosa-dosa kalian kepada Rabb kalian, dan bertaubatlah kepadaNya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada siapa dari para hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya."ثُمَّ اِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًاۙ
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku supaya beriman kepada-Mu dan menaati-Mu pada malam dan siang hari, tapi seruanku kepada mereka supaya beriman hanya menambah mereka lari dan berpaling darinya. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka supaya beriman kepada-Mu; agar hal itu menjadi sebab Engkau mangampuni dosa-dosa mereka, maka mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, agar mereka tidak mendengar seruan kebenaran, dan mereka menutup (muka mereka) dengan pakaian mereka, agar mereka tidak melihatku. Mereka tetap pada kekafiran mereka dan menolak dengan keras untuk menerima kebenaran. Kemudian, aku menyeru mereka kepada keimanan dengan jelas lagi terang tanpa tersamar, kemudian aku menyerukan kepada mereka dengan suara lantang pada satu keadaan, dan aku menyerukan kepada mereka dengan diam-diam pada keadaan lainnya. Lalu aku katakan kepada kaumku, "Mohonlah ampunan dari dosa-dosa kalian kepada Rabb kalian, dan bertaubatlah kepadaNya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada siapa dari para hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya."ثُمَّ اِنِّيْٓ اَعْلَنْتُ لَهُمْ وَاَسْرَرْتُ لَهُمْ اِسْرَارًاۙ
Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku supaya beriman kepada-Mu dan menaati-Mu pada malam dan siang hari, tapi seruanku kepada mereka supaya beriman hanya menambah mereka lari dan berpaling darinya. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka supaya beriman kepada-Mu; agar hal itu menjadi sebab Engkau mangampuni dosa-dosa mereka, maka mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, agar mereka tidak mendengar seruan kebenaran, dan mereka menutup (muka mereka) dengan pakaian mereka, agar mereka tidak melihatku. Mereka tetap pada kekafiran mereka dan menolak dengan keras untuk menerima kebenaran. Kemudian, aku menyeru mereka kepada keimanan dengan jelas lagi terang tanpa tersamar, kemudian aku menyerukan kepada mereka dengan suara lantang pada satu keadaan, dan aku menyerukan kepada mereka dengan diam-diam pada keadaan lainnya. Lalu aku katakan kepada kaumku, "Mohonlah ampunan dari dosa-dosa kalian kepada Rabb kalian, dan bertaubatlah kepadaNya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada siapa dari para hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya."فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ
maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun."
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku supaya beriman kepada-Mu dan menaati-Mu pada malam dan siang hari, tapi seruanku kepada mereka supaya beriman hanya menambah mereka lari dan berpaling darinya. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka supaya beriman kepada-Mu; agar hal itu menjadi sebab Engkau mangampuni dosa-dosa mereka, maka mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, agar mereka tidak mendengar seruan kebenaran, dan mereka menutup (muka mereka) dengan pakaian mereka, agar mereka tidak melihatku. Mereka tetap pada kekafiran mereka dan menolak dengan keras untuk menerima kebenaran. Kemudian, aku menyeru mereka kepada keimanan dengan jelas lagi terang tanpa tersamar, kemudian aku menyerukan kepada mereka dengan suara lantang pada satu keadaan, dan aku menyerukan kepada mereka dengan diam-diam pada keadaan lainnya. Lalu aku katakan kepada kaumku, "Mohonlah ampunan dari dosa-dosa kalian kepada Rabb kalian, dan bertaubatlah kepadaNya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada siapa dari para hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya."يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian bertaubat dan memohon ampun, niscaya Allah menurunkan kepada kalian hujan kepadamu dengan deras, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun yang bisa kalian nikmati buahnya dan keindahannya, serta Dia mengadakan pula untuk kalian sungai-sungai untuk menyirami tanaman kalian dan sebagai minum ternak kalian. Mengapa kalian, wahai kaum, tidak takut keagungan dan kekuasaan-Nya, padahal Dia telah menciptakan kalian secara bertahap: sperma, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang dan daging? Tidakkah kalian memperhatikan, bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain, dan menjadikan bulan pada langit-langit ini sebagai cahaya, serta menjadikan matahari sebagai pelita terang yang menerangi penduduk bumi.وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian bertaubat dan memohon ampun, niscaya Allah menurunkan kepada kalian hujan kepadamu dengan deras, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun yang bisa kalian nikmati buahnya dan keindahannya, serta Dia mengadakan pula untuk kalian sungai-sungai untuk menyirami tanaman kalian dan sebagai minum ternak kalian. Mengapa kalian, wahai kaum, tidak takut keagungan dan kekuasaan-Nya, padahal Dia telah menciptakan kalian secara bertahap: sperma, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang dan daging? Tidakkah kalian memperhatikan, bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain, dan menjadikan bulan pada langit-langit ini sebagai cahaya, serta menjadikan matahari sebagai pelita terang yang menerangi penduduk bumi.مَا لَكُمْ لَا تَرْجُوْنَ لِلّٰهِ وَقَارًاۚ
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian bertaubat dan memohon ampun, niscaya Allah menurunkan kepada kalian hujan kepadamu dengan deras, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun yang bisa kalian nikmati buahnya dan keindahannya, serta Dia mengadakan pula untuk kalian sungai-sungai untuk menyirami tanaman kalian dan sebagai minum ternak kalian. Mengapa kalian, wahai kaum, tidak takut keagungan dan kekuasaan-Nya, padahal Dia telah menciptakan kalian secara bertahap: sperma, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang dan daging? Tidakkah kalian memperhatikan, bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain, dan menjadikan bulan pada langit-langit ini sebagai cahaya, serta menjadikan matahari sebagai pelita terang yang menerangi penduduk bumi.وَقَدْ خَلَقَكُمْ اَطْوَارًا
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian bertaubat dan memohon ampun, niscaya Allah menurunkan kepada kalian hujan kepadamu dengan deras, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun yang bisa kalian nikmati buahnya dan keindahannya, serta Dia mengadakan pula untuk kalian sungai-sungai untuk menyirami tanaman kalian dan sebagai minum ternak kalian. Mengapa kalian, wahai kaum, tidak takut keagungan dan kekuasaan-Nya, padahal Dia telah menciptakan kalian secara bertahap: sperma, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang dan daging? Tidakkah kalian memperhatikan, bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain, dan menjadikan bulan pada langit-langit ini sebagai cahaya, serta menjadikan matahari sebagai pelita terang yang menerangi penduduk bumi.اَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللّٰهُ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۙ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian bertaubat dan memohon ampun, niscaya Allah menurunkan kepada kalian hujan kepadamu dengan deras, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun yang bisa kalian nikmati buahnya dan keindahannya, serta Dia mengadakan pula untuk kalian sungai-sungai untuk menyirami tanaman kalian dan sebagai minum ternak kalian. Mengapa kalian, wahai kaum, tidak takut keagungan dan kekuasaan-Nya, padahal Dia telah menciptakan kalian secara bertahap: sperma, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang dan daging? Tidakkah kalian memperhatikan, bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain, dan menjadikan bulan pada langit-langit ini sebagai cahaya, serta menjadikan matahari sebagai pelita terang yang menerangi penduduk bumi.وَّجَعَلَ الْقَمَرَ فِيْهِنَّ نُوْرًا وَّجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا
Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian bertaubat dan memohon ampun, niscaya Allah menurunkan kepada kalian hujan kepadamu dengan deras, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun yang bisa kalian nikmati buahnya dan keindahannya, serta Dia mengadakan pula untuk kalian sungai-sungai untuk menyirami tanaman kalian dan sebagai minum ternak kalian. Mengapa kalian, wahai kaum, tidak takut keagungan dan kekuasaan-Nya, padahal Dia telah menciptakan kalian secara bertahap: sperma, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang dan daging? Tidakkah kalian memperhatikan, bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain, dan menjadikan bulan pada langit-langit ini sebagai cahaya, serta menjadikan matahari sebagai pelita terang yang menerangi penduduk bumi.وَاللّٰهُ اَنْۢــبَتَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ نَبَاتًاۙ
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjadikan asal kalian dari tanah, kemudian mengembalikan kalian ke dalam tanah setelah mati, dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya pada hari kebangkitan. Allah telah menjadikan bumi untuk kalian terhampar laksana permadani, agar kalian menempuh jalan-jalan yang luas di permukaannya.ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَيُخْرِجُكُمْ اِخْرَاجًا
kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjadikan asal kalian dari tanah, kemudian mengembalikan kalian ke dalam tanah setelah mati, dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya pada hari kebangkitan. Allah telah menjadikan bumi untuk kalian terhampar laksana permadani, agar kalian menempuh jalan-jalan yang luas di permukaannya.وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ بِسَاطًاۙ
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjadikan asal kalian dari tanah, kemudian mengembalikan kalian ke dalam tanah setelah mati, dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya pada hari kebangkitan. Allah telah menjadikan bumi untuk kalian terhampar laksana permadani, agar kalian menempuh jalan-jalan yang luas di permukaannya.لِّتَسْلُكُوْا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا
supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjadikan asal kalian dari tanah, kemudian mengembalikan kalian ke dalam tanah setelah mati, dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya pada hari kebangkitan. Allah telah menjadikan bumi untuk kalian terhampar laksana permadani, agar kalian menempuh jalan-jalan yang luas di permukaannya.قَالَ نُوْحٌ رَّبِّ اِنَّهُمْ عَصَوْنِيْ وَاتَّبَعُوْا مَنْ لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهٗ وَوَلَدُهٗٓ اِلَّا خَسَارًاۚ
Nuh berkata: "Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata: "Wahai Rabbku! Sesungguhnya kaumku telah berlebih-lebihan, dalam mendurhakai dan mendustakanku dan orang-orang yang lemah dari mereka mengikuti para pemimpin sesat, yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepada mereka melainkan kesesatan di dunia dan adzab di akhirat Para pemimpin sesat memperdaya para pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang lemah dengan tipu-daya yang besar, seraya mengatakan kepada mereka, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan kepada sembahan-sembahan kalian menuju penyembahan kepada Allah semata, yang diserukan oleh Nuh, dan jangan kalian meninggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya`uq dan Nasr." Yaitu, nama-nama berhala mereka yang mereka sembah selain Allah. Semua itu adalah nama-nama orang-orang shalih. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka supaya mendirikan patung-patung dan gambar-gambar mereka, agar mereka lebih giat-menurut persangkaan mereka-untuk melakukan ketaatan ketika mereka melihatnya. Ketika kaum itu telah pergi (sudah mati) dan masa telah berjalan lama, serta mereka telah digantikan oleh generasi yang lain, maka setan memberikan was-was kepada mereka bahwa pendahulu mereka dahulu menyembah patung-patung dan gambar-gambar tersebut serta mereka bertawassul dengannya. Inilah di antara hikmah-hikmah diharamkannya patung dan diharamkannya membangun kubah di atas kubur; karena seiring dengan berjalannya waktu yang panjang, ia akan disembah oleh orang-orang jahil. Orang-orang yang diikuti itu (pemimpin) telah banyak menyesatkan manusia, dengan menjadikan mereka memandang baik jalan-jalan kesesatan itu. Kemudian Nuh berkata, Janganlah Engkau tambahkan, wahai Rabb kami, pada orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri, dengan kekafiran dan penentangan, melainkan jauh dari kebenaran. Disebabkan dosa-dosa mereka dan mereka bersikukuh di atas kekafiran dan perbuatan melampui batas, maka mereka ditenggelamkan dengan air bah, dan setelah ditenggelamkan, mereka dimasukkan ke dalam api yang sangat besar nyala dan daya bakarnya. Akibatnya, mereka tidak mendapati orang yang bisa menolong mereka selain dari Allah, atau menghalangi adzab Allah dari mereka.وَمَكَرُوْا مَكْرًا كُبَّارًاۚ
dan melakukan tipu-daya yang amat besar."
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata: "Wahai Rabbku! Sesungguhnya kaumku telah berlebih-lebihan, dalam mendurhakai dan mendustakanku dan orang-orang yang lemah dari mereka mengikuti para pemimpin sesat, yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepada mereka melainkan kesesatan di dunia dan adzab di akhirat Para pemimpin sesat memperdaya para pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang lemah dengan tipu-daya yang besar, seraya mengatakan kepada mereka, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan kepada sembahan-sembahan kalian menuju penyembahan kepada Allah semata, yang diserukan oleh Nuh, dan jangan kalian meninggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya`uq dan Nasr." Yaitu, nama-nama berhala mereka yang mereka sembah selain Allah. Semua itu adalah nama-nama orang-orang shalih. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka supaya mendirikan patung-patung dan gambar-gambar mereka, agar mereka lebih giat-menurut persangkaan mereka-untuk melakukan ketaatan ketika mereka melihatnya. Ketika kaum itu telah pergi (sudah mati) dan masa telah berjalan lama, serta mereka telah digantikan oleh generasi yang lain, maka setan memberikan was-was kepada mereka bahwa pendahulu mereka dahulu menyembah patung-patung dan gambar-gambar tersebut serta mereka bertawassul dengannya. Inilah di antara hikmah-hikmah diharamkannya patung dan diharamkannya membangun kubah di atas kubur; karena seiring dengan berjalannya waktu yang panjang, ia akan disembah oleh orang-orang jahil. Orang-orang yang diikuti itu (pemimpin) telah banyak menyesatkan manusia, dengan menjadikan mereka memandang baik jalan-jalan kesesatan itu. Kemudian Nuh berkata, Janganlah Engkau tambahkan, wahai Rabb kami, pada orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri, dengan kekafiran dan penentangan, melainkan jauh dari kebenaran. Disebabkan dosa-dosa mereka dan mereka bersikukuh di atas kekafiran dan perbuatan melampui batas, maka mereka ditenggelamkan dengan air bah, dan setelah ditenggelamkan, mereka dimasukkan ke dalam api yang sangat besar nyala dan daya bakarnya. Akibatnya, mereka tidak mendapati orang yang bisa menolong mereka selain dari Allah, atau menghalangi adzab Allah dari mereka.وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ
Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa, yaghuts, yauq dan nasr,"
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata: "Wahai Rabbku! Sesungguhnya kaumku telah berlebih-lebihan, dalam mendurhakai dan mendustakanku dan orang-orang yang lemah dari mereka mengikuti para pemimpin sesat, yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepada mereka melainkan kesesatan di dunia dan adzab di akhirat Para pemimpin sesat memperdaya para pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang lemah dengan tipu-daya yang besar, seraya mengatakan kepada mereka, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan kepada sembahan-sembahan kalian menuju penyembahan kepada Allah semata, yang diserukan oleh Nuh, dan jangan kalian meninggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya`uq dan Nasr." Yaitu, nama-nama berhala mereka yang mereka sembah selain Allah. Semua itu adalah nama-nama orang-orang shalih. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka supaya mendirikan patung-patung dan gambar-gambar mereka, agar mereka lebih giat-menurut persangkaan mereka-untuk melakukan ketaatan ketika mereka melihatnya. Ketika kaum itu telah pergi (sudah mati) dan masa telah berjalan lama, serta mereka telah digantikan oleh generasi yang lain, maka setan memberikan was-was kepada mereka bahwa pendahulu mereka dahulu menyembah patung-patung dan gambar-gambar tersebut serta mereka bertawassul dengannya. Inilah di antara hikmah-hikmah diharamkannya patung dan diharamkannya membangun kubah di atas kubur; karena seiring dengan berjalannya waktu yang panjang, ia akan disembah oleh orang-orang jahil. Orang-orang yang diikuti itu (pemimpin) telah banyak menyesatkan manusia, dengan menjadikan mereka memandang baik jalan-jalan kesesatan itu. Kemudian Nuh berkata, Janganlah Engkau tambahkan, wahai Rabb kami, pada orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri, dengan kekafiran dan penentangan, melainkan jauh dari kebenaran. Disebabkan dosa-dosa mereka dan mereka bersikukuh di atas kekafiran dan perbuatan melampui batas, maka mereka ditenggelamkan dengan air bah, dan setelah ditenggelamkan, mereka dimasukkan ke dalam api yang sangat besar nyala dan daya bakarnya. Akibatnya, mereka tidak mendapati orang yang bisa menolong mereka selain dari Allah, atau menghalangi adzab Allah dari mereka.وَقَدْ اَضَلُّوْا كَثِيْرًا ەۚ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا ضَلٰلًا
Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata: "Wahai Rabbku! Sesungguhnya kaumku telah berlebih-lebihan, dalam mendurhakai dan mendustakanku dan orang-orang yang lemah dari mereka mengikuti para pemimpin sesat, yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepada mereka melainkan kesesatan di dunia dan adzab di akhirat Para pemimpin sesat memperdaya para pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang lemah dengan tipu-daya yang besar, seraya mengatakan kepada mereka, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan kepada sembahan-sembahan kalian menuju penyembahan kepada Allah semata, yang diserukan oleh Nuh, dan jangan kalian meninggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya`uq dan Nasr." Yaitu, nama-nama berhala mereka yang mereka sembah selain Allah. Semua itu adalah nama-nama orang-orang shalih. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka supaya mendirikan patung-patung dan gambar-gambar mereka, agar mereka lebih giat-menurut persangkaan mereka-untuk melakukan ketaatan ketika mereka melihatnya. Ketika kaum itu telah pergi (sudah mati) dan masa telah berjalan lama, serta mereka telah digantikan oleh generasi yang lain, maka setan memberikan was-was kepada mereka bahwa pendahulu mereka dahulu menyembah patung-patung dan gambar-gambar tersebut serta mereka bertawassul dengannya. Inilah di antara hikmah-hikmah diharamkannya patung dan diharamkannya membangun kubah di atas kubur; karena seiring dengan berjalannya waktu yang panjang, ia akan disembah oleh orang-orang jahil. Orang-orang yang diikuti itu (pemimpin) telah banyak menyesatkan manusia, dengan menjadikan mereka memandang baik jalan-jalan kesesatan itu. Kemudian Nuh berkata, Janganlah Engkau tambahkan, wahai Rabb kami, pada orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri, dengan kekafiran dan penentangan, melainkan jauh dari kebenaran. Disebabkan dosa-dosa mereka dan mereka bersikukuh di atas kekafiran dan perbuatan melampui batas, maka mereka ditenggelamkan dengan air bah, dan setelah ditenggelamkan, mereka dimasukkan ke dalam api yang sangat besar nyala dan daya bakarnya. Akibatnya, mereka tidak mendapati orang yang bisa menolong mereka selain dari Allah, atau menghalangi adzab Allah dari mereka.مِمَّا خَطِيْۤـئٰتِهِمْ اُغْرِقُوْا فَاُدْخِلُوْا نَارًا ەۙ فَلَمْ يَجِدُوْا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْصَارًا
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata: "Wahai Rabbku! Sesungguhnya kaumku telah berlebih-lebihan, dalam mendurhakai dan mendustakanku dan orang-orang yang lemah dari mereka mengikuti para pemimpin sesat, yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepada mereka melainkan kesesatan di dunia dan adzab di akhirat Para pemimpin sesat memperdaya para pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang lemah dengan tipu-daya yang besar, seraya mengatakan kepada mereka, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan kepada sembahan-sembahan kalian menuju penyembahan kepada Allah semata, yang diserukan oleh Nuh, dan jangan kalian meninggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya`uq dan Nasr." Yaitu, nama-nama berhala mereka yang mereka sembah selain Allah. Semua itu adalah nama-nama orang-orang shalih. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka supaya mendirikan patung-patung dan gambar-gambar mereka, agar mereka lebih giat-menurut persangkaan mereka-untuk melakukan ketaatan ketika mereka melihatnya. Ketika kaum itu telah pergi (sudah mati) dan masa telah berjalan lama, serta mereka telah digantikan oleh generasi yang lain, maka setan memberikan was-was kepada mereka bahwa pendahulu mereka dahulu menyembah patung-patung dan gambar-gambar tersebut serta mereka bertawassul dengannya. Inilah di antara hikmah-hikmah diharamkannya patung dan diharamkannya membangun kubah di atas kubur; karena seiring dengan berjalannya waktu yang panjang, ia akan disembah oleh orang-orang jahil. Orang-orang yang diikuti itu (pemimpin) telah banyak menyesatkan manusia, dengan menjadikan mereka memandang baik jalan-jalan kesesatan itu. Kemudian Nuh berkata, Janganlah Engkau tambahkan, wahai Rabb kami, pada orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri, dengan kekafiran dan penentangan, melainkan jauh dari kebenaran. Disebabkan dosa-dosa mereka dan mereka bersikukuh di atas kekafiran dan perbuatan melampui batas, maka mereka ditenggelamkan dengan air bah, dan setelah ditenggelamkan, mereka dimasukkan ke dalam api yang sangat besar nyala dan daya bakarnya. Akibatnya, mereka tidak mendapati orang yang bisa menolong mereka selain dari Allah, atau menghalangi adzab Allah dari mereka.وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا
Nuh berkata: "Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, setelah putus asa dari kaumnya, "Wahai Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir yang masih hidup di permukaan bumi untuk berputar dan bergerak. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tanpa dibinasakan, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang beriman kepada-Mu dari jalan yang benar, dan tidak akan datang dari tulang sulbi dan rahim mereka melainkan keturunan yang menyimpang dari kebenaran, sangat kafir kepada-Mu, dan durhaka kepadaMu. Wahai Rabbku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman kepada-Mu, baik laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan pada orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan dan kerugian di dunia dan akhirat."اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْٓا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
Tafsir Al-Muyassar
Nuh berkata, setelah putus asa dari kaumnya, "Wahai Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir yang masih hidup di permukaan bumi untuk berputar dan bergerak. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tanpa dibinasakan, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang beriman kepada-Mu dari jalan yang benar, dan tidak akan datang dari tulang sulbi dan rahim mereka melainkan keturunan yang menyimpang dari kebenaran, sangat kafir kepada-Mu, dan durhaka kepadaMu. Wahai Rabbku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman kepada-Mu, baik laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan pada orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan dan kerugian di dunia dan akhirat."رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا
Ya Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan."

