بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
سَاَلَ سَاۤىِٕلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍۙ
Seseorang telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi,
Tafsir Al-Muyassar
Seorang peminta dari kalangan kaum musyrik telah meminta atas dirinya dan kaumnya supaya diturunkan adzab atas mereka. Adzab itu pasti menimpa mereka pada Hari Kiamat, tidak ada yang bisa menghalanginya dari Allah yang memiliki keluhuran dan keagungan. Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun dari tahun dunia, dan itu bagi orang mukmin seperti mengerjakan salat fardhu.لِّلْكٰفِرِيْنَ لَيْسَ لَهٗ دَافِعٌۙ
Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,
Tafsir Al-Muyassar
Seorang peminta dari kalangan kaum musyrik telah meminta atas dirinya dan kaumnya supaya diturunkan adzab atas mereka. Adzab itu pasti menimpa mereka pada Hari Kiamat, tidak ada yang bisa menghalanginya dari Allah yang memiliki keluhuran dan keagungan. Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun dari tahun dunia, dan itu bagi orang mukmin seperti mengerjakan salat fardhu.مِّنَ اللّٰهِ ذِى الْمَعَارِجِۗ
(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.
Tafsir Al-Muyassar
Seorang peminta dari kalangan kaum musyrik telah meminta atas dirinya dan kaumnya supaya diturunkan adzab atas mereka. Adzab itu pasti menimpa mereka pada Hari Kiamat, tidak ada yang bisa menghalanginya dari Allah yang memiliki keluhuran dan keagungan. Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun dari tahun dunia, dan itu bagi orang mukmin seperti mengerjakan salat fardhu.تَعْرُجُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍۚ
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
Tafsir Al-Muyassar
Seorang peminta dari kalangan kaum musyrik telah meminta atas dirinya dan kaumnya supaya diturunkan adzab atas mereka. Adzab itu pasti menimpa mereka pada Hari Kiamat, tidak ada yang bisa menghalanginya dari Allah yang memiliki keluhuran dan keagungan. Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun dari tahun dunia, dan itu bagi orang mukmin seperti mengerjakan salat fardhu.فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, bersabarlah, wahai Rasul, dari ejekan mereka dan permintaan mereka supaya adzab disegerakan, kesabaran yang tiada keluh kesah kepada selain Allah.اِنَّهُمْ يَرَوْنَهٗ بَعِيْدًاۙ
Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil).
Tafsir Al-Muyassar
0rang-orang kafir menganggap mustahil datangnya adzab itu dan mereka menganggapnya tidak bakal terjadi, sedangkan kami memandangnya hampir terjadi dan sudah pasti.وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ
Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).
Tafsir Al-Muyassar
0rang-orang kafir menganggap mustahil datangnya adzab itu dan mereka menganggapnya tidak bakal terjadi, sedangkan kami memandangnya hampir terjadi dan sudah pasti.يَوْمَ تَكُوْنُ السَّمَاۤءُ كَالْمُهْلِۙ
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak.
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari ketika langit menjadi cair seperti cairan minyak, dan gunung-gunung menjadi seperti bulu-bulu yang diterbangkan yang dihempaskan oleh angin.وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِۙ
Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari ketika langit menjadi cair seperti cairan minyak, dan gunung-gunung menjadi seperti bulu-bulu yang diterbangkan yang dihempaskan oleh angin.وَلَا يَسْـئَلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًاۚ
Dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada kerabat yang bertanya kepada kerabatnya tentang urusannya, karena masing-masing dari keduanya sibuk dengan dirinya sendiri.يُبَصَّرُوْنَهُمْۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِىِٕذٍۢ بِبَنِيْهِۙ
Sedang mereka saling melihat. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka saling melihat dan mengetahui, tapi tidak seorang pun bisa memberi manfaat kepada yang lainnya. Orang kafir berangan-angan sekiranya ia bisa menebus dirinya dari adzab Hari Kiamat dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, familinya yang melindunginya dan ia berafiliasi kepada mereka dalam kekerabatan, serta dengan semua makhluk yang ada di muka bumi berupa manusia dan selainnya, kemudian mereka selamat dari adzab Allah.وَصَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِۙ
Dan isterinya dan saudaranya,
Tafsir Al-Muyassar
Mereka saling melihat dan mengetahui, tapi tidak seorang pun bisa memberi manfaat kepada yang lainnya. Orang kafir berangan-angan sekiranya ia bisa menebus dirinya dari adzab Hari Kiamat dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, familinya yang melindunginya dan ia berafiliasi kepada mereka dalam kekerabatan, serta dengan semua makhluk yang ada di muka bumi berupa manusia dan selainnya, kemudian mereka selamat dari adzab Allah.وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـئْوِيْهِۙ
Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).
Tafsir Al-Muyassar
Mereka saling melihat dan mengetahui, tapi tidak seorang pun bisa memberi manfaat kepada yang lainnya. Orang kafir berangan-angan sekiranya ia bisa menebus dirinya dari adzab Hari Kiamat dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, familinya yang melindunginya dan ia berafiliasi kepada mereka dalam kekerabatan, serta dengan semua makhluk yang ada di muka bumi berupa manusia dan selainnya, kemudian mereka selamat dari adzab Allah.وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِۙ
Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannnya.
Tafsir Al-Muyassar
Mereka saling melihat dan mengetahui, tapi tidak seorang pun bisa memberi manfaat kepada yang lainnya. Orang kafir berangan-angan sekiranya ia bisa menebus dirinya dari adzab Hari Kiamat dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, familinya yang melindunginya dan ia berafiliasi kepada mereka dalam kekerabatan, serta dengan semua makhluk yang ada di muka bumi berupa manusia dan selainnya, kemudian mereka selamat dari adzab Allah.كَلَّاۗ اِنَّهَا لَظٰىۙ
Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu angankan, wahai orang kafir, berupa penebusan. Ia adalah Jahanam yang apinya menyala-nyala, mengelupaskan kulit kepala dan seluruh ujung tubuh karena sedemikian panasnya, seraya memanggil siapa yang berpaling dari kebenaran di dunia, meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, mengumpulkan harta benda lalu menaruhnya di tempat penyimpanannya dan tidak menunaikan hak Allah di dalamnya.نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰىۚ
Yang mengelupaskan kulit kepala,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu angankan, wahai orang kafir, berupa penebusan. Ia adalah Jahanam yang apinya menyala-nyala, mengelupaskan kulit kepala dan seluruh ujung tubuh karena sedemikian panasnya, seraya memanggil siapa yang berpaling dari kebenaran di dunia, meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, mengumpulkan harta benda lalu menaruhnya di tempat penyimpanannya dan tidak menunaikan hak Allah di dalamnya.تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰىۙ
Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama).
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu angankan, wahai orang kafir, berupa penebusan. Ia adalah Jahanam yang apinya menyala-nyala, mengelupaskan kulit kepala dan seluruh ujung tubuh karena sedemikian panasnya, seraya memanggil siapa yang berpaling dari kebenaran di dunia, meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, mengumpulkan harta benda lalu menaruhnya di tempat penyimpanannya dan tidak menunaikan hak Allah di dalamnya.وَجَمَعَ فَاَوْعٰى
Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu angankan, wahai orang kafir, berupa penebusan. Ia adalah Jahanam yang apinya menyala-nyala, mengelupaskan kulit kepala dan seluruh ujung tubuh karena sedemikian panasnya, seraya memanggil siapa yang berpaling dari kebenaran di dunia, meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, mengumpulkan harta benda lalu menaruhnya di tempat penyimpanannya dan tidak menunaikan hak Allah di dalamnya.اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ
kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ دَاۤىِٕمُوْنَۖ
yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.وَالَّذِيْنَ فِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌۖ
dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِۖ
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.وَالَّذِيْنَ يُصَدِّقُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۖ
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.وَالَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَۚ
dan orang-orang yang takut terhadap azab Rabb nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.اِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍۖ
Karena sesungguhnya azab Rabb mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.وَّالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَۙ
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya manusia dikodratkan bersifat keluh kesah dan sangat rakus. Apabila ia ditimpa suatu yang tidak disukai dan kesusahan, maka ia banyak berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan dan kemudahan, maka ia banyak menolak dan menahan. Kecuali orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang memelihara pelaksanaannya di semua waktunya, dan tidak ada suatu pun yang melalaikannya dari shalat. Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat bagian tertentu yang diwajibkan Allah atas mereka, yaitu zakat bagi orang yang meminta bantuan dari mereka, dan orang yang menahan diri dari memintanya. Orang-orang yang beriman kepada hari penghisaban dan pembalasan, mereka akan mempersiapkan diri untuknya dengan beramal shalih. Orang-orang yang takut terhadap adzab Allah. Sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak sepatutnya ada seorangpun yang merasa aman darinya. Orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari segala yang diharamkan Allah atas mereka, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka, karena sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tidak mendapatkan hukuman.فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَۚ
Barangsiapa mencari yang dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mencari, untuk melampiaskan syahwatnya, pada selain istri dan hamba sahaya yang dimiliki, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui kehalalan kepada keharaman. Kemudian, orang-orang yang memelihara amanat Allah dan amanat para hamba, memelihara janji mereka kepada Allah dan para hamba-Nya. Orang-orang yang memberikan kesaksian mereka dengan benar tanpa merubah atau menyembunyikannya. Dan, orang-orang yang memelihara pelaksanaan shalat mereka, dan mereka tidak mengosongkan sedikit pun dari kewajibannya. Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat mulia itulah yang akan kekal di dalam surga penuh kenikmatan, dimuliakan di dalamnya dengan segala macam penghormatan.
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَۖ
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mencari, untuk melampiaskan syahwatnya, pada selain istri dan hamba sahaya yang dimiliki, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui kehalalan kepada keharaman. Kemudian, orang-orang yang memelihara amanat Allah dan amanat para hamba, memelihara janji mereka kepada Allah dan para hamba-Nya. Orang-orang yang memberikan kesaksian mereka dengan benar tanpa merubah atau menyembunyikannya. Dan, orang-orang yang memelihara pelaksanaan shalat mereka, dan mereka tidak mengosongkan sedikit pun dari kewajibannya. Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat mulia itulah yang akan kekal di dalam surga penuh kenikmatan, dimuliakan di dalamnya dengan segala macam penghormatan.
وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهٰدٰتِهِمْ قَاۤىِٕمُوْنَۖ
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mencari, untuk melampiaskan syahwatnya, pada selain istri dan hamba sahaya yang dimiliki, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui kehalalan kepada keharaman. Kemudian, orang-orang yang memelihara amanat Allah dan amanat para hamba, memelihara janji mereka kepada Allah dan para hamba-Nya. Orang-orang yang memberikan kesaksian mereka dengan benar tanpa merubah atau menyembunyikannya. Dan, orang-orang yang memelihara pelaksanaan shalat mereka, dan mereka tidak mengosongkan sedikit pun dari kewajibannya. Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat mulia itulah yang akan kekal di dalam surga penuh kenikmatan, dimuliakan di dalamnya dengan segala macam penghormatan.
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَۖ
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mencari, untuk melampiaskan syahwatnya, pada selain istri dan hamba sahaya yang dimiliki, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui kehalalan kepada keharaman. Kemudian, orang-orang yang memelihara amanat Allah dan amanat para hamba, memelihara janji mereka kepada Allah dan para hamba-Nya. Orang-orang yang memberikan kesaksian mereka dengan benar tanpa merubah atau menyembunyikannya. Dan, orang-orang yang memelihara pelaksanaan shalat mereka, dan mereka tidak mengosongkan sedikit pun dari kewajibannya. Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat mulia itulah yang akan kekal di dalam surga penuh kenikmatan, dimuliakan di dalamnya dengan segala macam penghormatan.
اُولٰۤىِٕكَ فِيْ جَنّٰتٍ مُّكْرَمُوْنَۗ
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mencari, untuk melampiaskan syahwatnya, pada selain istri dan hamba sahaya yang dimiliki, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui kehalalan kepada keharaman. Kemudian, orang-orang yang memelihara amanat Allah dan amanat para hamba, memelihara janji mereka kepada Allah dan para hamba-Nya. Orang-orang yang memberikan kesaksian mereka dengan benar tanpa merubah atau menyembunyikannya. Dan, orang-orang yang memelihara pelaksanaan shalat mereka, dan mereka tidak mengosongkan sedikit pun dari kewajibannya. Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat mulia itulah yang akan kekal di dalam surga penuh kenikmatan, dimuliakan di dalamnya dengan segala macam penghormatan.
فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙ
Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu,
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang mendorong orang-orang kaflr itu berjalan ke arahmu, wahai Rasul, dengan bersegera, dalam keadaan menjulurkan leher mereka kepadamu, menatap dengan penglihatan mereka kepadamu, berkumpul berkelompok-kelompok disebelah kanan dan kirimu sambil bercakap-cakap dan penuh keheranan? Apakah masing-masing dari orang-orang kafir itu ingin supaya Allah memasukkannya ke dalam surga kenikmatan yang abadi? Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka inginkan, karena mereka tidak akan memasukinya selama-lamanya. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui, yaitu air yang hina (sperma) sebagaimana selain mereka, tapi mereka tidak beriman. Lantas, dari manakah mereka tahu akan masuk surga penuh kenikmatan?عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ
Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang mendorong orang-orang kaflr itu berjalan ke arahmu, wahai Rasul, dengan bersegera, dalam keadaan menjulurkan leher mereka kepadamu, menatap dengan penglihatan mereka kepadamu, berkumpul berkelompok-kelompok disebelah kanan dan kirimu sambil bercakap-cakap dan penuh keheranan? Apakah masing-masing dari orang-orang kafir itu ingin supaya Allah memasukkannya ke dalam surga kenikmatan yang abadi? Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka inginkan, karena mereka tidak akan memasukinya selama-lamanya. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui, yaitu air yang hina (sperma) sebagaimana selain mereka, tapi mereka tidak beriman. Lantas, dari manakah mereka tahu akan masuk surga penuh kenikmatan?اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ
Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang mendorong orang-orang kaflr itu berjalan ke arahmu, wahai Rasul, dengan bersegera, dalam keadaan menjulurkan leher mereka kepadamu, menatap dengan penglihatan mereka kepadamu, berkumpul berkelompok-kelompok disebelah kanan dan kirimu sambil bercakap-cakap dan penuh keheranan? Apakah masing-masing dari orang-orang kafir itu ingin supaya Allah memasukkannya ke dalam surga kenikmatan yang abadi? Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka inginkan, karena mereka tidak akan memasukinya selama-lamanya. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui, yaitu air yang hina (sperma) sebagaimana selain mereka, tapi mereka tidak beriman. Lantas, dari manakah mereka tahu akan masuk surga penuh kenikmatan?كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang mendorong orang-orang kaflr itu berjalan ke arahmu, wahai Rasul, dengan bersegera, dalam keadaan menjulurkan leher mereka kepadamu, menatap dengan penglihatan mereka kepadamu, berkumpul berkelompok-kelompok disebelah kanan dan kirimu sambil bercakap-cakap dan penuh keheranan? Apakah masing-masing dari orang-orang kafir itu ingin supaya Allah memasukkannya ke dalam surga kenikmatan yang abadi? Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka inginkan, karena mereka tidak akan memasukinya selama-lamanya. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui, yaitu air yang hina (sperma) sebagaimana selain mereka, tapi mereka tidak beriman. Lantas, dari manakah mereka tahu akan masuk surga penuh kenikmatan?فَلَآ اُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغٰرِبِ اِنَّا لَقٰدِرُوْنَۙ
Maka Aku bersumpah dengan Rabb Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman dengan diri-Nya sendiri, dan Dia adalah Rabb Yang Mengatur tempat terbit dan terbenam matahari, bulan dan semua bintang; karena di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang terang yang menunjukkan atas kebangkitan, sesungguhnya Kami benar-benar Mahakuasa dengan kekuasaan yang sempurna.عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ
Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.
Tafsir Al-Muyassar
Untuk mengganti mereka dengan kaum yang lebih baik daripada mereka, dan lebih patuh kepada Allah. Tidak ada seorang pun yang mendahului Kami, melewatkan Kami, dan melemahkan Kami, jika Kami berkehendak untuk mendatangkan kaum yang lain yang lebih baik daripada mereka.فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَۙ
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Tetapi sudah ada ketetapan dalam pengetahuan Kami dan kehendak Kami tentang ditangguhkannya hukuman terhadap orang-orang kafir itu, dan mereka tidak digantikan dengan kaum lainnya. Karena itu, biarkanlah mereka larut dalam kebatilan mereka dan bermain-main dengan dunia mereka hingga mereka menjumpai hari kiamat yang diancamkan kepada mereka. Yaitu pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan bersegera, sebagaimana mereka di dunia pergi kepada sembahan-sembahan mereka yang mereka ciptakan untuk disembah dari selain Allah. Mereka berlari dan cepat-cepat, dalam keadaan menundukkan penglihatan mereka ke tanah, dengan diliputi kehinaan. ltulah hari yang diancamkan kepada mereka sewaktu di dunia, dan mereka mengolok-olok dan mendustakannya.يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ سِرَاعًا كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ
(yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),
Tafsir Al-Muyassar
Tetapi sudah ada ketetapan dalam pengetahuan Kami dan kehendak Kami tentang ditangguhkannya hukuman terhadap orang-orang kafir itu, dan mereka tidak digantikan dengan kaum lainnya. Karena itu, biarkanlah mereka larut dalam kebatilan mereka dan bermain-main dengan dunia mereka hingga mereka menjumpai hari kiamat yang diancamkan kepada mereka. Yaitu pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan bersegera, sebagaimana mereka di dunia pergi kepada sembahan-sembahan mereka yang mereka ciptakan untuk disembah dari selain Allah. Mereka berlari dan cepat-cepat, dalam keadaan menundukkan penglihatan mereka ke tanah, dengan diliputi kehinaan. ltulah hari yang diancamkan kepada mereka sewaktu di dunia, dan mereka mengolok-olok dan mendustakannya.خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ
dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.

