× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

Tafsir Al-Muyassar

Ketika orang-orang munafik hadir di majelismu, wahai Rasul, mereka berkata dengan lisan mereka, "Kami bersaksi bahwa engkau benar-benar utusan Allah." Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan Allah. Allah bersaksi bahwa orangorang munafik itu benar-benar berdusta dalam kesaksian yang mereka tunjukkan kepadamu. Mereka bersumpah kepadanya dengan lisan mereka, sedangkan mereka menyembunyikan kekafiran kepadanya.

اِتَّخَذُوْٓا اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang tela mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munaflk itu menjadikan iman yang mereka nyatakan dengan sumpah itu sebagai penutup dan perisai untuk melindungi diri mereka dari hukuman. Mereka menghalangi diri mereka dan menghalangi orang lain dari jalan Allah yang lurus. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan. Hal itu karena mereka beriman secara zhahimya, kemudian mereka kafir dalam batin mereka, lalu Allah mengunci mati hati mereka disebabkan kekafiran mereka. Akibatnya, mereka tidak mengerti apa yang berisikan kemaslahatan mereka.

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munaflk itu menjadikan iman yang mereka nyatakan dengan sumpah itu sebagai penutup dan perisai untuk melindungi diri mereka dari hukuman. Mereka menghalangi diri mereka dan menghalangi orang lain dari jalan Allah yang lurus. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan. Hal itu karena mereka beriman secara zhahimya, kemudian mereka kafir dalam batin mereka, lalu Allah mengunci mati hati mereka disebabkan kekafiran mereka. Akibatnya, mereka tidak mengerti apa yang berisikan kemaslahatan mereka.

وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗيَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Dan apabila melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka: semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran?

Tafsir Al-Muyassar

Apabila kamu melihat orang-orang munafik itu, maka bentuk tubuh dan penampilan mereka mengagumkanmu. Jika mereka berbicara, maka kamu akan terkesima dengan pembicaraan mereka, karena kefasihan lidah mereka. Padahal mereka itu, karena hati mereka kosong dari keimanan dan akal mereka kosong dari pemahaman dan ilmu yang bermanfaat, laksana kayu-kayu yang disandarkan pada dinding yang tiada kehidupan di dalamnya. Mereka mengira tiap-tiap teriakan keras ditujukan kepada mereka dan merugikan mereka; karena mereka mengetahui hakikat keadaan mereka, sifat pengecut mereka yang keterlaluan, dan ketakutan yang bersarang dalam hati mereka. Mereka itulah musuh sebenarnya yang sangat keras permusuhannya terhadapmu dan terhadap orang-orang Mukmin. Karena itu, berhati-hatilah terhadap mereka, semoga Allah menghinakan mereka dan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran kepada kemunafikan dan kesesatan yang sedang mereka jalani?

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَيْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila dikatakan kepada orang-orang munafik itu, "Datanglah sebagai orang-orang yang bertaubat dan mengakui kesalahan yang telah kalian lakukan berupa perkataan yang buruk dan ucapan yang bodoh, agar Rasulullah memintakan ampunan bagi kalian, dan memohon kepada Allah ampunan bagi dosa-dosa kalian," niscaya mereka memalingkan muka mereka dan menggeleng-gelengkannya sebagai bentuk ejekan dan penolakan. Serta kamu, wahai Rasul, melihat mereka berpaling darimu dalam keadaan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.

سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ اَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ اَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ لَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Sama saja bagi mereka, kamu mintakan atau tidak kamu minta bagi mereka, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Sama saja bagi orang-orang munafik itu, apakah kamu memintakan ampunan dari Allah untuk mereka, wahai Rasul, atau tidak memintakan ampunan untuk mereka, sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mereka selamanya; karena mereka tetap meneruskan kefasikan dan mereka tidak bergeming dalam kekafiran. Sesungguhnya Allah tidak memberi taufik untuk beriman kepada orang-orang yang kafir kepada-Nya, lagi keluar dari ketaatan kepada-Nya.

هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْاۗ وَلِلّٰهِ خَزَاۤىِٕنُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ
Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu ialah orangorang yang mengatakan kepada penduduk Madinah, "Janganlah kalian memberikan nafkah kepada para shahabat Rasulullah dari kalangan Muhajirin hingga mereka bercerai berai dari Rasulullah." Padahal kepunyaan Allah sematalah perbendaharaan langit dan bumi beserta rizki-rizki yang terdapat di keduanya, yang Dia berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia menghalanginya dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami bahwa rizki itu berasal dari sisi Allah, karena kejahilan mereka kepada-Nya.

يَقُوْلُوْنَ لَىِٕنْ رَّجَعْنَآ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ ۗوَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu berkata, "Sungguh jika kita telah kembali ke Madinah, niscaya golongan kita yang lebih kuat akan benar-benar mengusir golongan orang-orang Mukmin yang lemah darinya." Padahal kekuatan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahuinya, karena kejahilan mereka yang keterlaluan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan syariatNya. Janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari beribadah kepada Allah dan menaati-Nya. Barangsiapa yang dilalaikan hartanya dan anak-anaknya dari hal itu (beribadah kepada Allah dan menaati-Nya), maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"

Tafsir Al-Muyassar

Belanjakanlah, wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian di jalan kebajikan, dengan bersegera melakukan hal itu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kalian. Ia melihat tanda-tandanya. lalu mengatakan sebagai penyesalan, "Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat menyedekahkan hartaku dan aku termasuk orang-orang yang shalih lagi bertakwa."


وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Allah tidak akan menangguhkan seseorang, apabila waktu kematiannya telah tiba. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan berupa kebaikan dan keburukan, serta akan membalas kalian atas perbuatan itu.