Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, yang bersumber dari Zaid bin Arqam bahwa Zaid bin Arqam mendengar Abdullah bin Ubay berkata kepada teman-temannya: "Kalian jangan memberi nafkah kepada orang-orang yang dekat dengan Rasulullah saw. sebelum mereka meninggalkan agamanya. Kelak apabila kita pulang ke Madinah, pasti orang yang mulia akan mengusir orang yang hina dari kota itu." Kejadian ini diterangkan oleh Zaid kepada pamannya, kemudian oleh pamannya disampaikan kepada Rasulullah saw. Rasulullah memanggil Zaid bin Arqam. Zaid menerangkan kejadian itu kepada beliau. Kemudian Rasulullah saw. memanggil Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya. Akan tetapi mereka bersumpah di hadapan Rasulullah saw. bahwa mereka tidak pernah berkata demikian. Rasulullah tidak mempercayai Zaid bin Arqam, bahkan beliau lebih mempercayai Abdullah bin Ubay . Zaid merasa sedih, karena belum pernah mendapat musibah seperti itu. Ia pun tinggal di rumahnya, dan tidak mau keluar. Pamannya berkata: "Aku tidak bermaksud supaya Rasulullah membenci dan tidak mempercayaimu." Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Munafiqun: 1) yang menegaskan bahwa kaum munafiqun selalu berdusta; dan ayat ini pun membenarkan ucapan Zaid bin Arqam. Kemudian Rasulullah saw. mengutus seseorang kepada Zaid bin Arqam untuk membacakan ayat tersebut, dan menegaskan bahwa Allah membenarkan ucapannya. Riwayat tentang Zaid bin Arqam ini mempunyai beberapa sumber, diantaranya ada yang menerangkan bahwa peristiwa tersebut tejadi pada waktu Perang Tabuk, dan turunnya surat ini pada malam hari.
Back

