بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَاۤءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَاۤءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْۗ اِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَاَنَا۠ اَعْلَمُ بِمَآ اَخْفَيْتُمْ وَمَآ اَعْلَنْتُمْۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Rabbmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya. Janganlah kalian menjadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia yang kalian berikan kasih sayang kepada mereka, lalu kalian menyampaikan kepada mereka berita-berita Rasul Saw dan rahasia kaum muslimin. Padahal mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepada kalian, yaitu keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya serta al-Qur'an yang diturunkan kepadanya. Mereka mengusir Rasul dan mengusir kalian, wahai orang-orang Mukmin, dari Makkah, karena kalian percaya kepada Allah, Rabb kalian, dan mengesakanNya. Jika kalian, wahai orang-orang Mukmin, berhijrah untuk berjihad di jalan-Ku, mencari keridhaan-Ku kepada kalian, maka janganlah kalian mencintai musuh-Ku dan musuh kalian dengan menyampaikan rahasia kepada mereka karena kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Barangsiapa di antara kalian yang melakukan hal itu, maka ia telah menyimpang dari jalan yang benar, dan tersesat dari jalan yang lurus.اِنْ يَّثْقَفُوْكُمْ يَكُوْنُوْا لَكُمْ اَعْدَاۤءً وَّيَبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ وَاَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوْۤءِ وَوَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَۗ
Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kalian ditangkap oleh orang-orang yang kepada merekalah kalian menyampaikan rahasia karena kasih sayang, niscaya mereka bertindak sebagai musuh atas kalian. Dan mereka mengulurkan tangan mereka kepada kalian dengan pembunuhan dan penawanan, serta memenuhi lidah mereka dengan caci makian. Mereka-dalam segala keadaan-berharap kalian menjadi kafir sebagaimana mereka.لَنْ تَنْفَعَكُمْ اَرْحَامُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ ۛيَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۛيَفْصِلُ بَيْنَكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-kali tiada bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Kerabat dan anak-anak kalian tidak akan bermanfaat sedikit pun bagi kalian, ketika kalian setia kepada orang-orang kafir karena mereka, pada Hari Kiamat. Allah akan memisahkan di antara kalian, lalu Dia memasukkan orang-orang yang taat kepada-Nya ke dalam surga dan memasukkan orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya ke dalam neraka. Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. Tidak ada sedikit pun dari kata-kata dan perbuatan kalian yang luput dari pengetahuan-Nya.قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah." (Ibrahim berkata): "Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya ada keteladanan yang baik bagi kalian, wahai orang-orang yang beriman, pada diri Ibrahim dan orang-orang yang mengikutinya dari kalangan kaum beriman, ketika mereka berkata kepada kaum mereka yang kafir kepada Allah, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari sembahan-sembahan dan tandingantandingan yang kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari kalian dan mengingkari kekafiran yang kalian lakukan. Telah nyata permusuhan dan kebencian di antara kami dengan kalian selama-lamanya, selama kalian tetap dalam kekafiran kalian, sampai kalian beriman kepada Allah semata. Tetapi tidak termasuk untuk diteladani, ialah permohonan ampunan Ibrahim untuk ayahnya; karena hal itu dilakukan sebelum lbarahim mengetahui dengan jelas bahwa ayahnya adalah musuh Allah. Namun tatkala tampak jelas olehnya bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka ia berlepas diri darinya (dengan mengucapkan), "Wahai Rabb kami, hanya kepada-Mu lah kami bersandar. kepada-Mu-lah kami kembali dengan taubat, dan hanya kepadaMu lah tempat kembali pada hari kiamat.رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Tafsir Al-Muyassar
"Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang yang kafir, dengan adzab-Mu kepada kami, atau menguasakan kaum kafir atas kami, lalu mereka memfitnah kami dari agama kami, atau mereka menang atas kami lalu mereka menimpakah fitnah dengan hal itu seraya mengatakan, "Seandainya mereka itu di atas kebenaran, niscaya mereka tidak tertimpa adzab ini, sehingga mereka semakin kafir. Dan tutupilah dosa-dosa kami dengan memberikan ampunan-Mu terhadapnya, wahai Rabb kami. Sesungguhnya Engkau Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, Yang Maha Bijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya."لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْهِمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُو اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha terpuji.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh ada keteladanan yang baik bagi kalian, wahai orang-orang yang beriman, pada diri Ibrahim dan orang-orang yang mengikutinya, bagi siapa yang menginginkan kebaikan dari Allah di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang berpaling dari apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa meneladani para nabi-Nya, dan setia kepada musuh Allah, maka sesungguhnya Allah Mahakaya yang tidak membutuhkan para hamba-Nya, Mahaterpuji dalam Dzat dan sifat-sifat-Nya, lagi dipuji dalam segala keadaan.عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَادَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةًۗ وَاللّٰهُ قَدِيْرٌۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Mudah-mudahan Allah menjadikan di antara kalian, wahai orang-orang Mukmin, dengan orang-orang yang kalian musuhi dari kerabat kalian yang musyrik, kasih sayang setelah permusuhan, dan persatuan setelah perseteruan, dengan melapangkan dada mereka untuk memeluk Islam. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan Allah Maha Pengampun kepada para hamba-Nya lagi Maha Penyayang kepada mereka.لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Tafsir Al-Muyassar
Allah tiada melarang kalian, wahai orang-orang yang beriman, memberikan kebaikan dan berlaku adil terhadap orang-orang kafir yang tidak memerangi kalian karena agama, dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian, dengan berbuat baik kepada mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil dalam kata-kata dan perbuatan mereka.اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Allah hanyalah melarang kalian menjadlkan orang-orang yang memerangi kalian karena agama dan mengusir kalian dari negeri kalian, serta membantu kaum kafir untuk mengusir kalian sebagai teman-teman setia, dengan memberikan pertolongan dan kasih sayang kepada mereka. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai penolong atas orang-orang Mukmin dan kawan setia, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka sendiri, lagi keluar dari ketentuan-ketentuan Allah.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا جَاۤءَكُمُ الْمُؤْمِنٰتُ مُهٰجِرٰتٍ فَامْتَحِنُوْهُنَّۗ اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِهِنَّ فَاِنْ عَلِمْتُمُوْهُنَّ مُؤْمِنٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوْهُنَّ اِلَى الْكُفَّارِۗ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّوْنَ لَهُنَّۗ وَاٰتُوْهُمْ مَّآ اَنْفَقُوْاۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اَنْ تَنْكِحُوْهُنَّ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّۗ وَلَا تُمْسِكُوْا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقُوْاۗ ذٰلِكُمْ حُكْمُ اللّٰهِ ۗيَحْكُمُ بَيْنَكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariatNya. Apabila wanita-wanita yang beriman datang kepada kalian sebagai orang-orang yang berhijrah dari negeri kafir ke negeri Islam, maka ujilah mereka. Agar kalian mengetahui kebenaran keimanan mereka. Allah lebih mengetahui tentang hakikat keimanan mereka. Jika kalian telah mengetahui bahwa mereka beriman, berdasarkan tanda-tanda dan bukti yang kalian ketahui, maka janganlah kalian kembalikan mereka kepada suami-suami mereka yang masih kafir. Sebab kaum wanita beriman itu tidak halal dinikahi oleh orang-orang kafir, dan orang-orang kafir tidak halal menikahi wanita-wanita yang beriman. Berikanlah kepada suami-suami dari wanita-wanita yang telah masuk Islam itu setara dengan mahar yang telah mereka berikan. Tiada dosa atas kalian mengawini mereka, apabila kalian membayar mahar kepada mereka. Janganlah kalian mempertahankan tali pernikahan dengan istri-istri kalian yang kafir. Dan mintalah dari orang-orang musyrik mahar yang telah kalian berikan kepada istri-istri kalian yang telah murtad dari Islam dan bergabung dengan mereka. Demikian pula, hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka berikan kepada istri-istri mereka yang telah masuk Islam dan bergabung dengan kalian. Hukum yang disebutkan dalam ayat tersebut itulah hukum Allah yang diputuskanNya di antara kalian, maka janganlah kalian menyelisihinya. Allah Maha Mengetahui, tidak ada suatu pun yang luput dari pengetahuanNya, lagi Maha Bijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya.وَاِنْ فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ اِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَاٰتُوا الَّذِيْنَ ذَهَبَتْ اَزْوَاجُهُمْ مِّثْلَ مَآ اَنْفَقُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
Dan jika seseorang dari isteri-isterimu lari kepada orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari isterinya itu mahar sebanyak yang telah mereka bayar. Dan bertaqwalah kepada Allah Yang kepada-Nya kamu beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Jika seorang dari istri-istri kalian yang murtad bergabung kepada kaum kafir, dan kaum kafir tidak memberikan kepada kalian mahar yang telah kalian berikan kepadanya, kemudian kalian menangkap orang-orang kafir itu atau selain mereka, dan kalian menang atas mereka, maka berikanlah kepada orang-orang Muslim yang istri mereka pergi sebanyak yang telah mereka berikan kepadanya sebelum itu dari harta rampasan perang atau selainnya. Dan takutlah kepada Allah yang kepada-Nyalah kalian beriman.يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـئًا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai Nabi, apabila wanita-wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya datang kepadamu untuk mengadakan janji setia kepadamu bahwa mereka tidak akan menjadikan sekutu bersama Allah dalam beribadah kepada-Nya, tidak akan mencuri sedikit pun, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka setelah kelahiran atau sebelumnya, tidak menisbatkan kepada suami mereka anak-anak yang bukan berasal dari mereka, dan tidak akan pula mendurhakaimu dalam kebaikan yang engkau perintahkan kepada mereka, maka terimalah janji setia mereka, dan mohonkanlah ampunan dari Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa para hamba-Nya yang bertaubat lagi Maha Penyayang kepada mereka.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَىِٕسُوْا مِنَ الْاٰخِرَةِ كَمَا يَىِٕسَ الْكُفَّارُ مِنْ اَصْحٰبِ الْقُبُوْرِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.

