بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
طٰهٰۚ
Thaahaa.
Tafsir Al-Muyassar
Thaha. Pembicaraan tentang huruf terpenggal-penggal ini telah dibicarakan di awal surat al-Baqarah.مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓىۙ
Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah,
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak menurunkan al-Qur`an ini kepadamu, wahai Rasul, agar kamu menjadi susah karena kamu tidak sanggup mengamalkannya.اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰىۙ
tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
Tafsir Al-Muyassar
Tetapi Kami menurunkannya sebagai pelajaran, agar dijadikan sebagai peringatan oleh orang yang takut adzab Allah, lalu ia bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan.تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰىۗ
yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
Tafsir Al-Muyassar
Al-Qur`an ini diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
(Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas Arsy.
Tafsir Al-Muyassar
Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) yang beristiwa` di atas `Arsy, yakni `ala wa irtafa`a (di atas), istiwa` yang selaras dengan kebesaran dan keagungan-Nya.لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى
Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
Tafsir Al-Muyassar
Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah, baik ciptaan, kekuasaan maupun pengaturan.وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى
Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang telah tersembunyi.
Tafsir Al-Muyassar
Jika kamu mengeraskan perkataanmu, wahai Rasul, dengan menyatakannya, atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya tidak ada suatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan Allah. Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi daripada rahasia, yaitu apa yang terbersit dalam hatimu.اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى
Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang baik).
Tafsir Al-Muyassar
Allahlah yang tidak ada Illah yang berhak disembah dengan benar selain Dia. Hanya Dia semata yang mempunyai nama-nama yang sempurna keindahannya.وَهَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ
Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah telah datang kepadamu wahai Rasul berita Musa bin Imran, saat ia tiba dari Madyan ke Mesir??اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya:"Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
Tafsir Al-Muyassar
Ketika ia melihat api yang menyala pada malam hari, maka ia berkata kepada keluarganya : Tunggulah!! Sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa darinya seberkas api untuk menghangatkan tubuh kalian dan menyalakan api lainnya, atau aku mendapati di sana petunjuk yang bisa menuntun kita di atas jalan yang kita lalui.فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓىۙ
Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil:"Hai Musa!"
Tafsir Al-Muyassar
Ketika Musa mendatangi api itu, Allah memanggilnya : Wahai Musa,اِنِّيْٓ اَنَا۠ رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَۚ اِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۗ
Sesungguhnya Aku inilah Rabbmu maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Aku adalah Rabbmu, maka lepaskanlah kedua sandalmu. Sesungguhnya kamu sekarang berada di lembah Thuwa yang Aku berkahi. Hal itu sebagai persiapan untuk bermunajat kepada Rabbnya.وَاَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى
Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Aku telah memilihmu, wahai Musa, untuk mengemban risalah-Ku, maka dengarkanlah apa yang diwahyukan kepadamu dari-Ku.اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada sembahan yang hak selain Aku, tidak ada sekutu bagi-Ku, maka sembahlah Aku semata, dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku di dalamnya.اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Hari Kiamat saat manusia dibangkitkan itu akan datang, sudah pasti terjadinya. Hampir saja Aku merahasiakan waktu kedatangannya dari diri-Ku sendiri, maka bagaimana mungkin ada seorang makhluk pun yang mengetahuinya?? Agar tiap-tiap jiwa diberi balasan atas perbuatannya di dunia, baik kebaikan maupun keburukan.فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَتَرْدٰى
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu binasa."
Tafsir Al-Muyassar
Karena itu, janganlah kamu, wahai Musa, dipalingkan dari beriman kepadanya dan mempersiapkan diri untuknya oleh orang-orang yang tidak mengimani terjadinya kiamat dan tidak beramal untuknya, serta mengikuti hawa nafsunya lalu mendustakannya, sehingga kamu binasa.وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى
Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang ada di tangan kananmu, hai Musa??قَالَ هِيَ عَصَايَۚ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى
Berkata Musa:"Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya."
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata : ini adalah tongkatku, yang aku gunakan sebagai pegangan saat berjalan, dan kupergunakan untuk menggoyangkan pohon, agar kambing-kambingku makan dari dedaunannya yang berjatuhan. Aku juga mendapatkan manfaat-manfaat lainnya padanya.قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى
Allah berfirman:"Lemparkanlah ia, hai Musa!"
Tafsir Al-Muyassar
Allah berkata kepada Musa : Lemparkanlah tongkatmu!!فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى
Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
Tafsir Al-Muyassar
Musa pun melemparkannya di permukaan tanah. Maka tiba-tiba ia berubah menjadi seekor ular yang merayap cepat dengan seizin Allah. Musa melihat perkara yang besar, dan ia berpaling sambil lari.قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى
Allah berfirman:"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaanya semula,
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman kepada Musa : Ambillah ular itu, dan jangan takut terhadapnya, maka Kami akan mengembalikannya menjadi tongkat seperti keadaannya yang semula.وَاضْمُمْ يَدَكَ اِلٰى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍ اٰيَةً اُخْرٰىۙ
dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mukjizat yang lain (pula),
Tafsir Al-Muyassar
Dan masukkanlah tanganmu ke samping tubuh di bawah lengan (ketiak), niscaya tangan itu akan keluar dalam keadaan putih seperti salju bukan karena penyakit kusta; agar itu menjadi tanda (mukjizat) lainnya bagimu.لِنُرِيَكَ مِنْ اٰيٰتِنَا الْكُبْرٰىۚ
untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,
Tafsir Al-Muyassar
Kami melakukan hal itu, agar Kami perlihatkan kepadamu, wahai Musa, sebagian dari tanda-tanda Kami yang sangat besar yang menunjukkan kuasa Kami dan besarnya kekuasaan Kami, serta menunjukkan kebenaran risalahmu.اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى
Pergilah kepada Firaun! sesungguhnya ia telah melampai batas."
Tafsir Al-Muyassar
Pergilah, hai Musa, kepada Fir”aun; sesungguhnya ia telah melampaui batasnya dan durhaka kepada Rabbnya. Lalu ajaklah ia untuk mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya.قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْۙ
Berkata Musa:"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata : Wahai Rabbku, lapangkanlah dadaku,وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْۙ
dan mudahkanlah untukku urusanku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْۙ
dan lepaskanlah kekakuan lidahku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`يَفْقَهُوْا قَوْلِيْۙ
supaya mereka mengerti perkataanku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْۙ
dan jadikanlah aku seorang pembantu dari keluargaku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`هٰرُوْنَ اَخِىۙ
(yaitu) Harun saudaraku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْۙ
teguhkanlah dengan dia kekuatanku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْۙ
dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku,
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًاۙ
supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,"
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًاۗ
dan banyak mengingat Engkau.
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا
Sesungguhnya Engkau adalah Maha Malihat (keadaan) kami."
Tafsir Al-Muyassar
Musa memohon, `Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku. Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.`قَالَ قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يٰمُوْسٰى
Allah berfirman:"Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa."
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman : Sesungguhnya Aku telah memberikan semua permintaanmu, wahai Musa.وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً اُخْرٰٓىۙ
Dan sesungghnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain,
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu, wahai Musa, nikmat yang lainnya sebelum nikmat ini. Ketika kamu masih bayi yang disusui, Kami menyelamatkanmu dari keganasan Fir`aun.اِذْ اَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّكَ مَا يُوْحٰٓىۙ
yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan,
Tafsir Al-Muyassar
Yaitu, ketika Kami ilhamkan kepada ibumu :اَنِ اقْذِفِيْهِ فِى التَّابُوْتِ فَاقْذِفِيْهِ فِى الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗۗ وَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ ەۚ وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْۘ
Yaitu:"Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai(Nil), maka pasti sungai itu akan membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Firaun) musuh-Ku dan musuhnya; Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku."
Tafsir Al-Muyassar
Taruhlah anakmu Musa setelah dilahirkan, di dalam peti, kemudian lemparkanlah di sungai Nil, maka pasti Nil itu akan membawanya ke tepi, lalu akan di ambil Fir’aun, musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah memasukkan padamu kecintaan dari-Ku, sehingga dengan hal itu kamu menjadi dicintai di tengah manusia, dan agar kamu diasuh di bawah pengawasan dan perlindungan-Ku. Ayat ini berisikan penetapan sifat ‘Ain (mata) bagi Allah sebagaimana yang pantas dengan kebesaran dan kesempurnaan-Nya.اِذْ تَمْشِيْٓ اُخْتُكَ فَتَقُوْلُ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى مَنْ يَّكْفُلُهٗ ۗفَرَجَعْنٰكَ اِلٰٓى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ەۗ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا ەۗ فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ ەۙ ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى
(yaitu) ketika saudaramu yang permpuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Firaun):"Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,
Tafsir Al-Muyassar
Kami telah anugerahkan kepadamu, ketika saudara perempuanmu berjalan mengikutimu, kemudian ia berkata kepada orang-orang yang mengambilmu : Maukah kalian aku tunjukkan kepada orang yang bisa merawatnya dan menyusuinya untuk kalian?? Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, setelah kamu berada di tangan fir`aun, agar hatinya senang karena kamu selamat dari tenggelam dan pembunuhan, serta tidak bersedih atas kehilanganmu. Kamu pernah membunuh laki-laki Qibthi (Mesir) tanpa sengaja membunuhnya, lalu Kami menyelamatkanmu dari kesusahan perbuatanmu dan takut dibunuh. Kami telah mengujimu, lalu kamu keluar dalam keadaan ketakutan ke penduduk Madyan, lalu kamu berdiam di tengah mereka beberapa tahun lamanya. Kemudian, kamu datang dari Madyan pada waktu yang telah Kami tetapkan untuk mengutusmu, yaitu kedatangan yang selaras dengan ketetapan dan kehendak Allah. Urusan itu seluruhnya kepunyaan Allah Tabaraka wa Ta`ala.وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِيْۚ
dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.
Tafsir Al-Muyassar
Aku telah menganugerahkan kepadamu, wahai Musa, nikmat-nikmat ini karena Aku memilihmu untuk mengemban risalah-Ku, menyampaikan dari-Ku, dan menegakkan perintah dan larangan-Ku.اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِيْۚ
Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku;
Tafsir Al-Muyassar
Pergilah kamu, hai Musa dan saudaramu, Harun, dengan membawa ayat-ayat-Ku yang menunjukkan Uluhiyyah-Ku, kesempurnaan kekuasaan-Ku, dan kebenaran risalahmu. Janganlah kalian lemah untuk senantiasa mengingat-Ku.اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ
Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah malampaui batas;
Tafsir Al-Muyassar
Pergilah kalian kepada Fir`aun; karena ia telah melampaui batas dalam kekafiran dan kezhaliman,فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut."
Tafsir Al-Muyassar
Lalu katakanlah kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut kepada Rabbnya.قَالَا رَبَّنَآ اِنَّنَا نَخَافُ اَنْ يَّفْرُطَ عَلَيْنَآ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى
Berkatalah mereka berdua:"Ya Rabb kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas."
Tafsir Al-Muyassar
Musa dan Harun berkata : Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami takut bila ia akan segera menyiksa kami, atau durhaka terhadap kebenaran lalu tidak mau menerimanya.قَالَ لَا تَخَافَآ اِنَّنِيْ مَعَكُمَآ اَسْمَعُ وَاَرٰى
Allah berfirman:"Jangan kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat."
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman kepada Musa dan Harun : Jangan takut kepada Fir`aun, karena Aku senantiasa bersama kalian. Aku mendengar ucapan kalian dan melihat perbuatan kalian.فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗوَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى
Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firaun) dan katakanlah:"Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan Kami) dari Rabbmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Pergilah kepadanya dan katakan kepadanya : Sesungguhnya kami adalah utusan Rabbmu, maka bebaskanlah Bani Israil, dan jangan membebani mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak sanggup mereka lakukan.اِنَّا قَدْ اُوْحِيَ اِلَيْنَآ اَنَّ الْعَذَابَ عَلٰى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى
Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti mukjizat dari Rabbmu yang menunjukkkan kebenaran dakwah kami. Semoga keselamatan dari adzab Allah dilimpahkan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk-Nya. Sesungguhnya Rabmu telah mewahyukan kepada kami bahwa adzab-Nya ditimpakan pada orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari seruan dan syariat-Nya.قَالَ فَمَنْ رَّبُّكُمَا يٰمُوْسٰى
Berkata Firaun:"Maka siapakah Rabbmu berdua, hai Musa?"
Tafsir Al-Muyassar
Fir`aun berkata kepada keduanya (sebagai bentuk pengingkaran) : Siapakah Rabb kalian, hai Musa??قَالَ رَبُّنَا الَّذِيْٓ اَعْطٰى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهٗ ثُمَّ هَدٰى
Musa berkata:"Rabb kami ialah (Rabb) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk."
Tafsir Al-Muyassar
Musa menjawab kepadanya : Rabb kami adalah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu akan bentuk rupanya yang pantas untuknya dalam penciptaannya yang sempurna, kemudian menunjukkan tiap-tiap makhluk-Nya dengan petunjuk yang sempurna agar mengambil manfaat dari segala yang diciptakan Allah baginya.قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُوْنِ الْاُوْلٰى
Berkata Firaun:"Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
Tafsir Al-Muyassar
Fir`aun berkata kepada Musa (untuk bersilat lidah) : Lalu bagaimana dengan keadaan umat-umat terdahulu?? Bagaimana dengan berita generasi-generasi yang telah lalu, mereka telah mendahului kami kepada pengingkaran dan kekafiran??قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْ فِيْ كِتٰبٍۚ لَا يَضِلُّ رَبِّيْ وَلَا يَنْسَىۖ
Musa menjawab:"Pengetahuan tentang itu ada di sisi Rabbku, di dalam sebuah kitab, Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata kepada Fir`aun : Apa yang kamu tanyakan itu bukan menjadi urusan kami, tetapi pengetahuan tentang apa yang telah diperbuat generasi-generasi itu ada di sisi Rabbku di dalam al-Lauh al-Mahfuzh. Aku tidak memiliki pengetahuan mengenai hal itu. Rabbku tidak akan sesat (menyimpang) dalam perbuatan-perbuatan dan hukum-hukum-Nya. Dia tidak lupa sedikit pun dari apa yang telah diajarkan-Nya.الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah yang telah menjadikan bumi bagi kalian yang mudah untuk diambil manfaatnya, mengadakan bagi kalian banyak jalan di sana, dan menurunkan hujan dari langit. Dengan air hujan itu Kami tumbuhkan aneka macam tumbuhan.كُلُوْا وَارْعَوْا اَنْعَامَكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى النُّهٰى
Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
Tafsir Al-Muyassar
Makanlah, hai manusia, dari tumbuh-tumbuhan yang baik-baik yang Kami tumbuhkan untuk kalian, dan gembalakanlah hewan dan ternak kalian. Sesungguhnya pada apa yang telah disebutkan benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, ajakan untuk mengesakan-Nya, dan mengkhususkan-Nya dengan peribadatan, bagi orang-orang yang memiliki akal yang sehat.مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى
Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.
Tafsir Al-Muyassar
Dari bumilah Kami menciptakan kalian, wahai manusia, padanyalah Kami akan mengembalikan kalian setelah kematian, darinyalah Kami akan mengeluarkan kalian dalam keadaan hidup pada kalian lain untuk dihisab dan diberi balasan.وَلَقَدْ اَرَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَاَبٰى
Dan Sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Firaun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dengan enggan (menerima kebenaran).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah memperlihatkan kepada Fir`aun tanda-tanda dan keterangan-keterangan Kami seluruhnya yang menunjukkan atas Uluhiyyah Kami dan kekuasaan Kami, serta kebenaran risalah Musa, lalu ia mendustakannya dan menolak menerima kebenaran.قَالَ اَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ اَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يٰمُوْسٰى
Berkata Firaun:"Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa?"
Tafsir Al-Muyassar
Fir`aun berkata : Adakah kamu datang kepada kami, wahai Musa, untuk mengusir kami dari negeri kami sendiri dengan sihirmu ini??فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهٖ فَاجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهٗ نَحْنُ وَلَآ اَنْتَ مَكَانًا سُوًى
Dan kamipun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula kamu di suatu tempat yang pertengahan (letaknya)."
Tafsir Al-Muyassar
Kami akan mendatangkan sihir kepadamu seperti sihirmu, maka tetapkanlah waktu tertentu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang tidak akan kita selisihi, baik dari pihak kamimaupun kamu, di tempat pertengahan antara kami denganmu.قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّيْنَةِ وَاَنْ يُّحْشَرَ النَّاسُ ضُحًى
Berkata Musa:"Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik."
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata : Waktu yang ditentukan bagi kalian untuk pertemuan adalah hari raya, ketika manusia berhias, dan mereka akan berkumpul dari segala penjuru pada waktu Dhuha.فَتَوَلّٰى فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهٗ ثُمَّ اَتٰى
Maka Firaun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Fir`aun pergi dalam keadaan berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh Musa, lalu ia mengumpulkan para penyihirnya, kemudian setelah itu, ia datang ke tempat pertemuan yang telah ditetapkan waktunya.قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰى وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُوْا عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍۚ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرٰى
Berkata Musa kepada mereka:"Celakalah kamu, janganlah kamu mengadakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa." Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata kepada para penyihir Fir`aun untuk menasihati mereka : Hati-hatilah, janganlah kalian mengadakan kedustaan terhadap Allah, lalu Dia membinasakan kalian dengan adzab dari sisi-Nya. Sungguh merugilah orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah.فَتَنَازَعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ وَاَسَرُّوا النَّجْوٰى
Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka, dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
Tafsir Al-Muyassar
Maka para penyihir itu berbantah-bantahan satu sama lain tentang urusan mereka, dan mereka bercakap-cakap secara rahasia.قَالُوْٓا اِنْ هٰذٰنِ لَسٰحِرَانِ يُرِيْدَانِ اَنْ يُّخْرِجٰكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيْقَتِكُمُ الْمُثْلٰى
Mereka berkata:"Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama."
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berkata : Sesungguhnya Musa dan Harun ini benar-benar penyihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihir keduanya, dan keduanya akan melenyapkan metode sihir besar yang kalian jalankan.فَاَجْمِعُوْا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوْا صَفًّاۚ وَقَدْ اَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنِ اسْتَعْلٰى
Maka himpunlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini.
Tafsir Al-Muyassar
Maka kuatkanlah tipu daya kalian, dan bulatkan tekad kalian tanpa ada perselisihan di antara kalian. Kemudian datanglah dalam satu barisan, dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kalian dalam waktu bersamaan; agar kalian dapat mengelabuhi penglihatan dan mengalahkan sihir Musa dan saudaranya. Sesungguhnya siapa saja yang pada hari ini mampu mengungguli lawannya, lalu mengalahkannya, maka ia meraih apa yang diinginkannya.قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى
(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata:"Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang malemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"
Tafsir Al-Muyassar
Para penyihir berkata : Hai Musa, silahkan pilih, kamu melemparkan tongkatmu terlebih dahulu, ataukah kami yang memulainya sehingga kami bisa melemparkan yang kami bawa.قَالَ بَلْ اَلْقُوْاۚ فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى
Berkata Musa:"Silakan kamu sekalian melemparkan." Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata kepada mereka : Bahkan, lemparkanlah apa yang kalian bawa terlebih dahulu. Mereka pun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, maka terbbayang oleh Musa, karena kekuatan sihir mereka, bahwa tali-tali dan tongkat-tongkat itu laksana ular-ular yang merayap cepat,فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى
Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
Tafsir Al-Muyassar
Sehingga Musa merasa ketakutan dalam hatinya.قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى
Kami berkata: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
Tafsir Al-Muyassar
Ketika itulah, Allah berkata kepada Musa : Janganlah takut terhadap sesuatu pun, karena kamulah yang lebih unggul dibandingkan para penyihir, Fir’aun dan pasukannya, serta kamu akan mengalahkan mereka.وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْاۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍۗ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى
Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang."
Tafsir Al-Muyassar
Lemparkanlah tongkatmu yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka. Apa yang mereka perbuat di hadapanmu hanyalah makar penyihir dan bayangan sihir. Penyihir itu tidak akan menang dengan sihirnya, di mana saja ia berada.فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ هٰرُوْنَ وَمُوْسٰى
Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata:"Kami telah percaya kepada Rabb Harun dan Musa."
Tafsir Al-Muyassar
Musa pun melempar tongkatnya, lalu tongkat itu menelan apa yang mereka buat, maka tampaklah kebenaran dan hujjah tegak atas mereka. Para penyihir itu pun menyungkurkan diri mereka ke tanah untuk bersujud, seraya berkata : Kami beriman kepada Rabb Harun dan Musa. Seandainya ini sihir juga, niscaya kami pasti tidak akan terkalahkan.قَالَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَكُمْۗ اِنَّهٗ لَكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَۚ فَلَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ وَّلَاُصَلِّبَنَّكُمْ فِيْ جُذُوْعِ النَّخْلِۖ وَلَتَعْلَمُنَّ اَيُّنَآ اَشَدُّ عَذَابًا وَّاَبْقٰى
Berkata Firaun:"Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku beri izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya."
Tafsir Al-Muyassar
Fir`aun berkata kepada para penyihir : Apakah kalian akan percaya kepada Musa, mengikutinya, dan mengakuinya, sebelum aku mengizinkan hal itu kepada kalian?? Sesungguhnya Musa adalah pemimpin kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian; karena itu kalian mengikutinya. Sungguh aku akan memotong-motong tangan dan kaki kalian secara bersilang, tangan dari satu arah dan kaki dari arah yang lain. Dan sungguh aku akan menyalib kalian dengan mengikat tubuh kalian pada pangkal pohon kurma. Sungguh kalian akan mengetahui, wahai para penyihir, siapakah di antara kita: aku atau Rabb Musa yang lebih keras dan lebih kekal siksanya daripada yang lain??قَالُوْا لَنْ نُّؤْثِرَكَ عَلٰى مَا جَاۤءَنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالَّذِيْ فَطَرَنَا فَاقْضِ مَآ اَنْتَ قَاضٍۗ اِنَّمَا تَقْضِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۗ
Mereka berkata:"Kami sekali-kali tidak mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Rabb yang menciptakan Kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.
Tafsir Al-Muyassar
Para penyihir berkata kepada Fir`aun : Kami tidak akan mengutamakanmu, lalu menaatimu dan mengikuti agamamu, daripada bukti-bukti nyata yang dibawa Musa yang menunjukkan atas kebenarannya, kewajiban mengikutinya, dan menaati Rabbnya. Kami tidak akan mengutamakan ketuhanan (Rububiyyah) palsumu dibandingkan rububiyyah Allah yang telah menciptakan kami. Maka lakukanlah apa yang hendak kamu lakukan terhadap kami. Sesungguhnya kekuasaanmu hanyalah dalam kehidupan dunia ini saja. Apa yang kamu lakukan terhadap kami hanyalah adzab yang akan berakhir dengan berakhirnya kehidupan dunia.اِنَّآ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطٰيٰنَا وَمَآ اَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِۗ وَاللّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
Sesungghnya kami telah beriman kepada Rabb kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami telah beriman kepada Rabb kami, dan kami telah membenarkan Rasul-Nya serta mengamalkan ajaran yang dibawanya, agar Rabb kami mengampuni dosa-dosa kami, dan aktifitas sihir yang telah kamu paksakan kepada kami untuk melakukannya guna menghadapi Musa. Dan Allah adalah lebih baik balasan-Nya daripada kamu, wahai Fir’aun, bagi siapa yang menaati-Nya, dan lebih kekal adzab-Nya terhadap siapa saja yang durhaka dan menyelisihi perintah-Nya.اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِنَّ لَهٗ جَهَنَّمَ ۗ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى
Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya barangsiapa yang datang kepada Rabbnya dalam keadaan kafir kepada-Nya, maka ia mendapat Neraka Jahanam yang dengannya ia akan disiksa. Ia tidak akan mati didalamnya sehingga bisa istirahat, dan tidak pula hidup dengan kehidupan yang bisa ia nikmati.وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰىۙ
Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),
Tafsir Al-Muyassar
Sebaliknya, barangsiapa datang kepada Rabbnya sebagai orang yang beriman kepada-Nya yang telah melakukan amal-amal shalih, maka ia mendapatkan kedudukan-kedudukan yang tinggi di surga tempat tinggal yang abadi,جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗوَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا مَنْ تَزَكّٰى
(yaitu) surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).
Tafsir Al-Muyassar
Di surga tempat tinggal yang abadi, yang mengalir sungai-sungai dari bawah istana-istana dan pepohonannnya, dalam keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya. Nikmat yang abadi itu adalah pahala dari Allah bagi siapa yang membersihkan dirinya dari najis, kekejian dan kemusyrikan, serta menyembah Allah semata, lalu ia menaati-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya, dan berjumpa Rabbnya dalam keadaan tidak mempersekutukan seorang pun dari makhluk-Nya dalam beribadah kepada-Nya.وَلَقَدْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْ فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيْقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًاۙ لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَّلَا تَخْشٰى
Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa:"Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa : Keluarlah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku, yaitu Bani Israil, dari Mesir, lalu buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu. Jangan takut terhadap Fir`aun dan pasukannya yang mengejar kalian lalu dapat menyusul kalian, dan jangan pula takut tenggelam di laut.فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْۗ
Maka Firaun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Musa pun membawa pergi Bani Israil pada malam hari, dan membawa mereka menyeberangi jalan di lautan. Maka Fir`aun dan pasukannya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh air yang kadarnya hanya diketahui oleh Allah. Akibatnya, mereka semua tenggelam, sementara Musa dan kaumnya selamat.وَاَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهٗ وَمَا هَدٰى
Dan Firaun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk
Tafsir Al-Muyassar
Fir`aun telah menyesatkan kaumnya, dengan menjadikan mereka memandang baik kekafiran dan pendustaan, serta tidak membawa mereka untuk menempuh jalan hidayah.يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى
Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa.
Tafsir Al-Muyassar
Hai Bani Israil, ingatlah ketika Kami menyelamatkan kalian dari musuh kalian, Fir`aun, dan Kami jadikan tempat perjanjian kalian di sebelah kanan bukit Thur untuk menurunkan kitab Taurat pada kalian. Kami juga telah menurunkan kepada kalian di lembah Tih apa yang bias kalian makan, yaitu makanan menyerupai getah yang rasanya seperti madu, dan burung yang menyerupai burung puyuh.كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۙ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى
Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.
Tafsir Al-Muyassar
Makanlah dari rizki Kami yang baik, dan janganlah melampaui batas padanya dengan menzhalimi satu sama lain, lalu kalian ditimpa kemurkaan-Ku. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya ia akan binasa dan merugi.وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dari dosa dan kekafirannya, lalu beriman kepada-Ku dan mengerjakan amal-amal shalih, kemudian ia tertunjukkan kepada kebenaran dan istiqamah di atasnya.وَمَآ اَعْجَلَكَ عَنْ قَوْمِكَ يٰمُوْسٰى
Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang membuatmu tergesa-gesa dari kaummu, wahai Musa, sehingga kamu mendahului mereka ke sisi kanan bukit Thur, dan kamu meninggalkan mereka di belakangmu??قَالَ هُمْ اُولَاۤءِ عَلٰٓى اَثَرِيْ وَعَجِلْتُ اِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضٰى
Berkatalah Musa:"Itulah mereka telah menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridho (kepadaku)."
Tafsir Al-Muyassar
Musa menjawab : Sesungguhnya jika mereka di belakangku, nanti mereka akan menyusulku. Aku ingin mendahului mereka kepada-Mu, wahai Rabbku, agar Engkau semakin ridha kepadaku.قَالَ فَاِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْۢ بَعْدِكَ وَاَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ
Allah berfirman:"Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.
Tafsir Al-Muyassar
Allah berkata kepada Musa : Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu berpisah dengan mereka, dengan penyembahan pada patung anak sapi, dan Samiri telah menyesatkan mereka.فَرَجَعَ مُوْسٰٓى اِلٰى قَوْمِهٖ غَضْبَانَ اَسِفًا ەۚ قَالَ يٰقَوْمِ اَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا ەۗ اَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ اَمْ اَرَدْتُّمْ اَنْ يَّحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَخْلَفْتُمْ مَّوْعِدِيْ
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa:"Hai kaumku, bukankah Rabbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Rabbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku."
Tafsir Al-Muyassar
Lalu Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah terhadap mereka lagi bersedih seraya berkata kepada mereka : Hai kaumku, bukankah Rabb kalian telah menjanjikan kepada kalian janji yang baik, dengan diturunkannya kitab Taurat?? Apakah janji itu sudah terasa lama bagi kalian dan kalian menganggap lambat janji tersebut, ataukah kalian ingin melakukan suatu perbuatan yang menyebabkan kalian ditimpa kemurkaan dari Rabb kalian, sehingga kalian melanggar perjanjian kalian denganku, menyembah patung anak sapi, dan tidak komitmen dengan perintah-perintahku??قَالُوْا مَآ اَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلٰكِنَّا حُمِّلْنَآ اَوْزَارًا مِّنْ زِيْنَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنٰهَا فَكَذٰلِكَ اَلْقَى السَّامِرِيُّۙ
Mereka berkata:"Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya."
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berkata : Wahai Musa, kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami dibebani dengan beban-beban dari perhiasan kaum Fir’aun, maka kami melemparkannya ke dalam lubang yang terdapat api dengan perintah Samiri. Demikian pula Samiri melemparkan apa yang dibawanya berupa tanah bekas kaki kuda Jibril.فَاَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ فَقَالُوْا هٰذَآ اِلٰهُكُمْ وَاِلٰهُ مُوْسٰى ەۙ فَنَسِيَ
kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembuh yang bertubuh dan bersuara, maka dan mereka berkata:"Inilah Rabbmu dan Rabb Musa, tetapi Musa telah lupa."
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Samiri membuatkan untuk Bani Israil dari emas itu anak lembu bertubuh yang memiliki suara lembu. Maka orang-orang yang tergoda dengannya di antara mereka berkata kepada yang lain : Inilah sembahan kalian dan sembahan Musa, tetapi Musa telah melupakannya.اَفَلَا يَرَوْنَ اَلَّا يَرْجِعُ اِلَيْهِمْ قَوْلًا ەۙ وَّلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang yang menyembah anak sapi itu tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat berinisiatif untuk berbicara dengan mereka, tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak pula mampu menolak mudharat dari mereka dan mendatangkan kemanfaatan bagi mereka??وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هٰرُوْنُ مِنْ قَبْلُ يٰقَوْمِ اِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهٖۚ وَاِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمٰنُ فَاتَّبِعُوْنِيْ وَاَطِيْعُوْٓا اَمْرِيْ
Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya:"Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Rabbmu ialah (Rabb) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelum Musa kembali kepada mereka : Hai kaumku, kalian hanyalah diberi cobaan dengan anak lembu ini; agar tampak jelas siapa yang beriman di antara kalian dan siapa yang kafir. Sesungguhnya Rabb kalian adalah ar-Rahman (Yang Maha Pemurah), bukan selain-Nya, maka ikutilah apa yang aku serukan kepada kalian berupa beribadah kepada Allah, dan taatilah perintahku untuk mengikuti syariat-Nya.قَالُوْا لَنْ نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عٰكِفِيْنَ حَتّٰى يَرْجِعَ اِلَيْنَا مُوْسٰى
Mereka menjawab:"Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami."
Tafsir Al-Muyassar
Para penyembah patung anak sapi di antara mereka berkata : Kami akan tetap menyembah patung anak sapi ini hingga Musa kembali kepada kami.قَالَ يٰهٰرُوْنُ مَا مَنَعَكَ اِذْ رَاَيْتَهُمْ ضَلُّوْٓاۙ
Berkata Musa:"Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
Tafsir Al-Muyassar
Musa mengatakan kepada saudaranya, Harun : Apakah yang menghalangimu, ketika kamu melihat mereka telah sesat dari agama mereka,اَلَّا تَتَّبِعَنِۗ اَفَعَصَيْتَ اَمْرِيْ
(sehingga) kamu tidak mengikuti aku. Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"
Tafsir Al-Muyassar
sehingga kamu tidak mengikutiku, lalu menyusulku dan meninggalkan mereka?? Apakah kamu mendurhakai perintahku berkenaan dengan apa yang telah aku perintahkan kepadamu, yaitu menggantikanku dan mengadakan perbaikan setelah kepergianku??قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِيْ وَلَا بِرَأْسِيْۚ اِنِّيْ خَشِيْتُ اَنْ تَقُوْلَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِيْ
Harun menjawab:"Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku). Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku."
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Musa memegang jenggot dan kepala Harun seraya menariknya kepadanya, maka Harun berkata kepadanya : Hai putra ibuku, janganlah pegang jenggot dan rambut kepalaku, sesungguhnya aku khawatir (jika aku meninggalkan mereka dan menyusulmu) kamu akan berkata : Kamu telah memecah belah di antara Bani Israil, dan kamu tidak memelihara pesanku dengan menjaga mereka secara baik.قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يٰسَامِرِيُّ
Berkata Musa:"Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?"
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata kepada Samiri : Apa urusanmu, hai Samiri?? Apakah yang mendorongmu melakukan apa yang telah kamu perbuat??قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوْا بِهٖ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ اَثَرِ الرَّسُوْلِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذٰلِكَ سَوَّلَتْ لِيْ نَفْسِيْ
Samiri menjawab:"Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya. Dan demikianlah nafsuku membujukku."
Tafsir Al-Muyassar
Samiri menjawab : Aku telah melihat apa yang tidak mereka lihat, yaitu Jibril menunggang kuda, pada waktu mereka keluar dari lautan dan Fir’aun dan berikut tentaranya tenggelam, lalu aku ambil dengan tanganku tanah bekas kaki kuda Jibril, lantas aku lemparkan pada perhiasan yang aku buat menjadi patung anak sapi, sehingga menjadi patung anak sapi bertubuh yang memiliki suara; sebagai cobaan. Demikianlah nafsuku yang senantiasa menyuruh kepada keburukan menjadikan aku memandang baik perbuatan ini.قَالَ فَاذْهَبْ فَاِنَّ لَكَ فِى الْحَيٰوةِ اَنْ تَقُوْلَ لَا مِسَاسَۖ وَاِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَّنْ تُخْلَفَهٗۚ وَانْظُرْ اِلٰٓى اِلٰهِكَ الَّذِيْ ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا ۗ لَنُحَرِّقَنَّهٗ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهٗ فِى الْيَمِّ نَسْفًا
Berkata Musa:"Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu didalam kehidupan di dunia ini(hanya dapat) mengatakan:"Janganlah menyentuh(aku)!" Dan sesungguhnya bagimu hukuman(di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhan kamu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata kepada as-Samiri : Pergilah, karena hukumanmu dalam kehidupan dunia ini ialah kamu hidup dalam keadaan terbuang seraya berkata kepada setiap orang : Aku tidak boleh menyentuh dan tidak boleh disentuh. Dan bagimu terdapat waktu yang ditentukandi akhirat bagi adzab dan siksamu, yang sekali-kali Allah tidak menyelisihi janji-Nya terhadapmu, dan kamu akan menghadapinya. Lihatlah sembahanmu yang tetap kamu sembah. Sungguh kami akan membakarnya dengan api, kemudian kami benar-benar akan menaburkannya di laut dalam bentuk abu yang berserakan agar ditiup angin, hingga tidak tersisa sedikit pun.اِنَّمَآ اِلٰهُكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا
Sesungguhnya tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya sembahan kalian, wahai manusia, adalah Allah, yang tiada Illah yang berhak disembah selain Dia. Ilmu-Nya meliuputi segala sesuatu.كَذٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ مَا قَدْ سَبَقَۚ وَقَدْ اٰتَيْنٰكَ مِنْ لَّدُنَّا ذِكْرًاۚ
Demikianlah Kami kisahkan kepadamu(Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan(al-Quran).
Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana telah Kami kisahkan kepadamu, wahai Rasul, kisah-kisah Musa dan Fir’aun beserta kaum keduanya, demikian pula Kami ceritakan kisah-kisah orang-orang terdahulu kepadamu. Sesungguhnya telah Kami berikan al-Quran ini kepadamu dari sisi Kami sebagai peringatan bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran.مَنْ اَعْرَضَ عَنْهُ فَاِنَّهٗ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وِزْرًا
Barangsiapa yang berpaling daripada al-Quran maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa berpaling dari al-Quran ini, tidak membenarkannya, dan tidak mengamalkan isinya, maka ia akan datang kepada Rabbnya pada Hari Kiamat dengan memikul dosa yang besarخٰلِدِيْنَ فِيْهِۗ وَسَاۤءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ حِمْلًاۙ
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,
Tafsir Al-Muyassar
Mereka kekal dalam adzab, Amat buruklah beban dosa yang sangat berat itu; karena beban itu memasukkan mereka ke neraka.يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَىِٕذٍ زُرْقًاۙ
(yaitu) dihari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru buram;
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari ketika malaikat meniup pada sangkakala untuk menyuarakan kebangkitan, dan Kami akan menggiring orang-orang kafir pada hari itu dalam keadaan muram. Kulit dan mata mereka berubah karena sedemikian berat dan mencekamnya peristiwa-peristiwa itu.يَّتَخَافَتُوْنَ بَيْنَهُمْ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا عَشْرًا
mereka berbisik-bisik diantara mereka:"Kami tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)."
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berbisik-bisik di antara mereka, berkata satu sama lain : Kalian tidak tinggal di dunia kecuali hanya sepuluh hari.نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ اِذْ يَقُوْلُ اَمْثَلُهُمْ طَرِيْقَةً اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا يَوْمًا
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya diantara mereka:"Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja."
Tafsir Al-Muyassar
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan apa yang mereka rahasiakan, ketika orang yang paling mengerti dan paling sempurna akalnya di antara mereka berkata : Kalian tidak tinggal di dunia melainkan hanya sehari saja, karena pendeknya masa dunia dalam hati mereka pada Hari Kiamat.وَيَسْـئَـلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًاۙ
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah:"Rabbku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,"
Tafsir Al-Muyassar
Kaummu bertanya kepadamu, wahai Rasul, tentang kesudahan gunung-gunung pada Hari Kiamat. Katakanlah kepada mereka : Rabbku akan melenyapkannya dari tempatnya, lalu menjadikannya sebagai debu-debu yang berhamburan.فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًاۙ
maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
Tafsir Al-Muyassar
Dia membiarkan bumi pada hari itu terbentang rata, licin, tidak bertumbuhan.لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًاۗ
tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.
Tafsir Al-Muyassar
Orang yang memandangnya, karena lurusnya tidak melihat kemiringan, bergelombang, atau menurun.يَوْمَىِٕذٍ يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهٗ ۚوَخَشَعَتِ الْاَصْوَاتُ لِلرَّحْمٰنِ فَلَا تَسْمَعُ اِلَّا هَمْسًا
pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari itu manusia mengikuti suara penyeru menuju pemberhentian kiamat, tidak ada yang bisa menghindar dari seruan penyeru; karena ini adalah kebenaran bagi semua makhluk. Sementara suara-suara lainnya terdiam karena tunduk kepada Yang Maha Pemurah, sehingga kamu tidak mendengar kecuali suara bisikan saja.يَوْمَىِٕذٍ لَّا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَرَضِيَ لَهٗ قَوْلًا
Pada hari itu tidak berguna syafaat,kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari itu manusia mengikuti suara penyeru menuju pemberhentian kiamat, tidak ada yang bisa menghindar dari seruan penyeru; karena ini adalah kebenaran bagi semua makhluk. Sementara suara-suara lainnya terdiam karena tunduk kepada Yang Maha Pemurah, sehingga kamu tidak mendengar kecuali suara bisikan saja.يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِهٖ عِلْمًا
Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Allah mengetahui apa yang ada di hadapan manusia berupa perkara kiamat, dan apa yang ada di belakang mereka berupa perkara dunia, sedangkan makhluk-Nya tidak meliputi ilmu-Nya.وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِۗ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang telah melakukan kezaliman.
Tafsir Al-Muyassar
Wajah-wajah makhluk tunduk dan menghinakan diri kepada Penciptanya yang memiliki semua makna-makna kehidupan yang sempurna, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Nya, yang tidak akan pernah mati, yang senantiasa mengatur urusan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada selain-Nya. Sungguh merugilah orang yang telah mempersekutukan salah satu makhluk Allah dengan-Nya pada Hari Kiamat.وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخٰفُ ظُلْمًا وَّلَا هَضْمًا
Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa mengerjakan amal-amal shalih dalam keadaan beriman kepada Rabbnya, maka ia tidak khawatir dizhalimi dengan ditambah keburukannya, dan tidak pula mendapat pengurangan dengan dikurangi kebajikan-kebajikannya.وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا وَّصَرَّفْنَا فِيْهِ مِنَ الْوَعِيْدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ اَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا
Dan demikianlah Kami menurunkan al-Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian ancaman, agar mereka bertaqwa atau (agar) al-Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana Kami jadikan orang-orang Mukmin senang dengan amal-amal shalih, dan Kami peringatkan orang-orang kafir dari tetap dalam kemaksiatan mereka dan kekafiran mereka kepada ayat-ayat Kami. Kami turunkan al-Qur’an ini dalam bahasa Arab; agar mereka memahaminya, dan Kami uraikan didalamnya berbagai macam ancaman; dengan harapan agar mereka bertakwa kepada Rabb mereka, atau al-Qur’an ini akan menjadi peringatan bagi mereka, lalu mereka mengambil pelajaran darinya.فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah:"Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
Tafsir Al-Muyassar
Maka Mahasuci Allah dan Mahatinggi, serta Mahasuci dari segala kekurangan, Raja yang menguasai kekuasaan-Nya dengan segala wewenang, yang bertindak terhadap segala sesuatu, Yang Mahabenar, jani-Nya benar, ancaman-Nya benar, dan segala sesuatu dari-Nya adalah benar. Janganlah tergesa-gesa, wahai Rasul, dengan mendahului Jibril dalam membaca al-Qur’an sebelum ia selesai darinya, dan katakanlah : Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku di samping ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku.وَلَقَدْ عَهِدْنَآ اِلٰٓى اٰدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهٗ عَزْمًا
Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami telah wasuatkan kepada Adam, sebelum ia makan dari pohon larangan, agar ia tidak makan darinya. Dan Kami katakan kepadanya : Sesungguhnya Iblis adalah musuh bagimu dan bagi istrimu. Jangan sampai ia mengeluarkan kalian dari surga, lalu kamu dan istrimu akan sengsara di dunia. Namun Iblis menggodanya, lalu Adam menaatinya dan lupa akan wasiat itu. Kami mendapatinya tidak memiliki kemauan yang kuat untuk menjaga apa yang diperintahkan kepadanya.وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَ اَبٰىۗ
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat:"Sujudlah kamu kepada Adam!" maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.
Tafsir Al-Muyassar
Ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami berkata kepada malaikat : Sujudlah kepada Adam, sujud penghormatan dan pemuliaan. Maka mereka taat dan sujud, tetapi Iblis menolak bersujud.فَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقٰى
Maka Kami berkata:"Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
Tafsir Al-Muyassar
Kami katakan : Hai Adam, sesungguhnya Iblis ini adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka hati-hatilah terhadapnya dan jangan menaatinya dengan bermaksiat kepadaku, lalu ia mengeluarkan kalian dari surga. Akibatnya kamu celaka, jika kamu dikeluarkan darinya.اِنَّ لَكَ اَلَّا تَجُوْعَ فِيْهَا وَلَا تَعْرٰىۙ
Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kamu wahai Adam, di surga ini akan selalu makan sehingga tidak akan kelaparan di dalamnya, dan kamu selalu berpakaian sehingga tidak akan telanjang.وَاَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا فِيْهَا وَلَا تَضْحٰى
dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya."
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kamu tidak akan kehausan di surga ini dan kamu tidak akan ditimpa panas matahari.فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى
Kemudian syaitan membisikan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata :"Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa."
Tafsir Al-Muyassar
Setan membisikkan kepada Adam dan mengatakan kepadanya : Maukah kamu aku tunjukkan pada sebuah pohon yang jika kamu memakannya, kamu akan abadi tidak akan pernah mati, dan kamu memiliki kerajaan yang tidak akan habis dan tiada putus-putusnya??فَاَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْاٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِۚ وَعَصٰٓى اٰدَمُ رَبَّهٗ فَغَوٰىۙ
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di)surga, dan durhakalah Adam kepada Rabb dan sesatlah ia.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Adam dan Hawa memakan dari buah pohon yang dilarang Allah memakannya, maka terbukalah aurat keduanya, padahal sebelumnya tertutup dari pandangan mata keduanya. Keduanya pun mulai mengambil daun-daun pepohonan surga dan menempelkannya pada tubuh keduanya, untuk menutupi aurat keduanya yang terbuka. Adam telah mendurhakai perintah Rabbnya, lalu ia tersesat dengan makan buah pohon yang dilarang Allah untuk mendekatinya.ثُمَّ اجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدٰى
Kemudian Rabbnya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Allah memilih Adam, mendekatkannya (kepada-Nya), menerima taubatnya, dan menunjukkannya kepada jalan yang lurus.قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدٰيَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
Allah berfirman:"Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka.
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman kepada Adam dan Hawa : Turunlah kalian dari surga semuanya bersama Iblis, lalu kalian dan dia adalah musuh. Jika datang kepada kalian petunjuk dan penjelasan dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk dan penjelasan-Ku serta mengamalkannya, maka ia lurus dan mendapat petunjuk di dunia, serta ia tidak akan celaka di akhirat dengan mendapatkan adzab dari Allah.وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."
Tafsir Al-Muyassar
Sebaliknya barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku yang Aku peringatkan kepadanya, maka dalam kehidupan dunia ini, ia mendapat penghidupan yang sempit lagi berat (meskipun secara lahiriahnya ia adalah orang yang berkelebihan dan berkelapangan), kuburnya disempitkan dan diadzab di dalamnya. Dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta, tidak bias melihat sesuatu dan tidak bias melihat hujjah.قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا
Berkatalah ia:"Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat."
Tafsir Al-Muyassar
Orang yang berpaling dari peringatan Allah itu mengatakan : Wahai Rabbku, mengapa Engkau menghimpunku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat di dunia??قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى
Allah berfirman:"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamu dilupakan."
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjawab kepadanya : Aku menghimpunmu dalam keadaan buta; karena telah dating kepadamu ayat-ayat Kami yang terang, lalu kamu berpaling darinya dan tidak mengimaninya. Sebagaimana kamu telah meninggalkannya sewaktu di dunia, maka demikian pula pada hari ini kamu ditinggalkan di neraka.وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ اَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْۢ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖۗ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَشَدُّ وَاَبْقٰى
Dan demikanlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya terhadap ayat-ayat Rabbnya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
Tafsir Al-Muyassar
Demikianlah Kami menghukum orang yang melampaui batas terhadap dirinya, lalu bermaksiat kepada Rabbnya dan tidak beriman kepada ayat-ayat-Nya dengan siksa-siksa di dunia. Dan sungguh adzab di akhirat yang disediakan untuk mereka itu lebih berat, lebih berkesinambungan, dan lebih kekal; karena tiada putus-putusnya dan tidak berkesudahan.اَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ يَمْشُوْنَ فِيْ مَسٰكِنِهِمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى النُّهٰى
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah belum menjadi petunjuk bagi kaummu, wahai Rasul, untuk menempuh jalan yang lurus, banyaknya umat-umat yang mendustakan sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka berjalan di bekas-bekas pemukiman umat-umat itu dan melihat bekas-bekas kebinasaan mereka?? Sesungguhnya pada banyaknya umat-umat itu dan bekas-bekas adzab yang menimpa mereka, benar-benar terdapat pelajaran-pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal dan pemahaman.وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَّاَجَلٌ مُّسَمًّىۗ
Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang terdahulu atau tidak ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya bukan karena telah ada ketetapan yang terdahulu dari Rabbmu dan waktu yang telah ditentukan di sisi-Nya, pastilah mereka mendapat adzab yang disegerakan; karena mereka pantas mendapatkannya, disebabkan kekafiran mereka.فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
Tafsir Al-Muyassar
Maka bersabarlah, wahai Rasul, atas apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mendustakan itu terhadapmu, berupa sifat-sifat (julukan-julukan) dan kebohongan-kebohongan. Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dalam shalat Shubuh sebelum terbit matahari, dalam shalat Ashar sebelum terbenamnya, dan dalam shalat Isya pada waktu-waktu malam. Bertasbih pulalah dengan memuji Rabbmu pada penghujung-penghujung siang dalam shalat Zhuhur (karena waktunya adalah penghujung pertengahan pertama dan pertengahan keduanya dari siang hari) dan dalam shalat Maghrib, agar kamu diberi balasan atas perbuatan-perbuatan ini dengan pahala yang membuatmu ridha.وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kamu melihat kesenangan yang telah Kami berikan kepada orang-orang musyrik itu dan orang-orang yang serupa dengan mereka; karena ia adalah perhiasan yang bakal lenyap dalam kehidupan dunia ini. Kami berikan kesenangan kepada mereka untuk menguji mereka dengannya. Rizki Rabbmu dan pahalanya adalah lebih baik dan lebih kekal bagimu daripada kesenangan yang telah Kami berikan kepada mereka; karena tiada putus-putusnya dan tiada habis-habisnya.وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـئَـلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat(yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Perintahkanlah, wahai Nabi, kepada keluargamu supaya mendirikan shalat, dan bersabarlah dalam melaksanakannya. Kami tidak meminta harta kepadamu. Kamilah yang member rizki kepadamu. Dan akibat yang baik di dunia dan akhirat itu bagi orang yang bertakwa.وَقَالُوْا لَوْلَا يَأْتِيْنَا بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِى الصُّحُفِ الْاُولٰى
Dan mereka berkata:"Mengapa ia tidak membawa bukti kepada Kami dari Rabbnya?" Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mendustakanmu, wahai Rasul, berkata : Mengapa kamu tidak membawa kepada kami suatu tanda dari Rabbmu yang menunjukkan kebenaranmu?? Ataukah belum datang kepada mereka al-Qur’an ini yang membenarkan kebenaran yang disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya??وَلَوْ اَنَّآ اَهْلَكْنٰهُمْ بِعَذَابٍ مِّنْ قَبْلِهٖ لَقَالُوْا رَبَّنَا لَوْلَآ اَرْسَلْتَ اِلَيْنَا رَسُوْلًا فَنَتَّبِعَ اٰيٰتِكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ نَّذِلَّ وَنَخْزٰى
Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum al-Quran itu (diturunkan), tentulah mereka berkata:"Ya Rabb kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya Kami binasakan orang-orang yang mendustakan itu dengan suatu adzab sebelum Kami mengutus seorang Rasul kepada mereka dan Kami turunkan kitab pada mereka, niscaya mereka akan berkata : Wahai Rabb kami, mengapa tidak Engkau utus kepada kami seorang Rasul dari sisi-Mu, lalu Kami mempercayainya, dan mengikuti ayat-ayat dan syariat-Mu, sebelum kami menjadi hina dan rendah dengan mendapat adzab-Mu??قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوْاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ اَصْحٰبُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدٰى
Katakanlah:"Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk."

