بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
طٰسۤمّۤ
Thaa Siim Miim.
Tafsir Ringkas Kemenag
Tà Sìn Mìm. Nama-nama huruf yang dengannya Al-Quran tersusun. Susunan Al-Quran tidak mampu disaingi oleh manusia. Inilah yang menjadikan Al-Quran menjadi mukjizat sepanjang zaman.تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
Inilah ayat-ayat al-Quran yang menerangkan.
Tafsir Ringkas Kemenag
Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) yang men-jelas-kan yang menjelaskan hal-hal benar yang harus diikuti, dan yang batil yang harus dijauhi, yang baik dan mana yang buruk. Semuanya dijelaskan secara gamblang. Walaupun demikian gamblang, masih banyak manusia yang mengingkarinya.لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Boleh jadi engkau, wahai Rasul, akan membinasakan dirimu dengan kesedihan yang mendalam karena mereka penduduk Mekah itu tidak mau beriman denganmu, padahal kamu sangat menginginkan mereka untuk beriman.اِنْ نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ اٰيَةً فَظَلَّتْ اَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِيْنَ
Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Jika Kami menghendaki agar mereka beriman kepadamu, niscaya Kami turunkan kepada mereka suatu kejadiaan yang luar biasa, yaitu berupa mukjizat dari langit yang turun kepada mereka yang akan memaksa mereka dan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya. Akan tetapi, Kami tidak menghendaki cara pemaksaan seperti itu. Kami ingin mereka beriman dengan suka rela, tanpa ada satu paksaan apa pun kepada mereka. Iman dengan sukarela akan membuahkan hasil yang baik dan berkelanjutan. Sebaliknya keimanan dengan secara terpaksa, akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik pula.وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمٰنِ مُحْدَثٍ اِلَّا كَانُوْا عَنْهُ مُعْرِضِيْنَ
Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Rabb Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru yakni ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya. Mereka tidak mau mendengarkan, tidak mau memedulikannya, bahkan menertawakannya.فَقَدْ كَذَّبُوْا فَسَيَأْتِيْهِمْ اَنْۢبـٰۤؤُا مَا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Sungguh mereka telah mendustakan (al-Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, mereka telah mendustakan Al-Quran, bahkan memperolok-olokkannya. Maka, kelak di hari Kiamat akan datang kepada mereka kebenaran berita-berita mengenai apa, yakni azab, yang dulu mereka perolok-olokkan. Pada saat itulah mereka baru tersadarkan diri atas kesalahan mereka. Tapi sudah tidak berguna lagi penyesalan itu.اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah kemudian mengajak mereka untuk belajar dari alam seluruh, agar mereka tahu bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk disembah. Dan apakah mereka yaitu orang musyrik itu tidak memperhatikan apa yang mereka lihat di hamparan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan tumbuh-tumbuhan yang baik dan membawa banyak sekali kemanfaatan bagi manusia. Bukankah itu pertanda atas kekuasaan Allah, dan anugerah-Nya yang tak terhingga kepada manusia?اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Allah yang mampu menghidupkan tanah yang gersang, menciptakan berbagai ragam tanaman, dan tetumbuhan. Akan tetapi, Betapa pun banyaknya bukti-bukti kekuasaan Allah yang ada di hadapan mereka, kebanyakan mereka tidak beriman, karena kedengkian, takabur, dan ingin mempertahankan status sosial mereka. Akhirnya Allah mengunci hati, pengelihatan dan pendengaran mereka.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, tidak akan terku-rangi kekuasaan-Nya oleh banyaknya orang-orang yang ingkar kepada-Nya, namun demikian, Dia juga Maha Penyayang dengan tidak cepat menyiksa makhluk-Nya yang durhaka, tapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.وَاِذْ نَادٰى رَبُّكَ مُوْسٰٓى اَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۙ
Dan (ingatlah) ketika Rabbmu menyeru Musa (dengan firman-Nya):"Datangilah kaum yang zalim itu,
Tafsir Ringkas Kemenag
Sebagai hiburan kepada Nabi Muhammad dan sebagai pelajaran bagi penduduk Mekah, Allah menceritakan kembali sejarah nabi-nabi terdahulu dan keingkaran kaumnya terhadap mereka. Dan ingatlah, wahai Rasul, ketika Tuhanmu di lembah Tuwa menyeru Nabi Musa dengan firman-Nya, “Datangilah dan berserulah, atas nama-Ku kepada kaum yang zalim, yang melampaui batas-batas kemanusiaan itu, seperti menyembah kepada selain Allah dan membunuhi bayi-bayi lelaki."قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۗ اَلَا يَتَّقُوْنَ
(yaitu) kaum Firaun. Mengapa mereka tidak bertaqwa?"
Tafsir Ringkas Kemenag
"Yaitu kaum Firaun di Mesir. Datangilah mereka hai Musa, dan tanyalah mereka mengapa mereka tidak bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?"قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِۗ
Berkata Musa:"Ya Rabbku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah mendengar perintah dari Allah, dia yakni Nabi Musa berkata, “Ya Tuhanku yang memelihara diriku, aku tahu kezaliman mereka perilaku dan sifat mereka yang sangat buruk. Oleh karena itu sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku ketika aku menyampaikan pesan-pesan-Mu.وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku).
Tafsir Ringkas Kemenag
Sehingga, karenanya dadaku terasa sempit, sedih dan kesal karena ulah mereka, dan lidahku tidak lancar, tidak fasih untuk memberikan penjelasan kepada mereka seperti apa yang ada di dalam hatiku. Maka, aku memohon kepada-Mu ya Rabbi, utuslah dan angkatlah Harun sebagai rasul agar dia bisa bersamaku untuk menyampaikan pesan-pesan-Mu kepada mereka.وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْۢبٌ فَاَخَافُ اَنْ يَّقْتُلُوْنِۚ
Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan aku berdosa terhadap mereka karena aku pernah membunuh salah seorang di antara mereka. Maka, aku takut mereka akan membunuhku, karena aku yakin mereka masih menaruh dendam kepadaku.قَالَ كَلَّاۚ فَاذْهَبَا بِاٰيٰتِنَآ اِنَّا مَعَكُمْ مُّسْتَمِعُوْنَۙ
Allah berfirman:"Jangan takut (mereka tidak akan membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar keluhan Nabi Musa, Allah berfirman, "Hai Musa! Jangan takut terhadap mereka seperti yang kau katakan! Mereka tidak akan pernah dapat membunuhmu. Aku akan tetap memeliharamu dan menolongmu Maka pergilah kamu berdua menghadap mereka dengan membawa ayat-ayat Kami yaitu mukjizat-mukjizat yang telah Kami berikan kepadamu seperti tongkat dan tanganmu. Sungguh, Kami bersamamu memeliharamu dan menolongmu. Aku akan mendengarkan apa yang mereka katakan.فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Maka datanglah kamu berdua kepada Firaun dan katakanlah olehmu:"Sesungguhnya kami adalah Rasul Tuhan semesta alam,
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka datanglah kamu berdua kepada Fir‘aun tanpa dihinggapi rasa takut dan katakanlah dengan kesungguhan hati dan kepercayaan diri, “Sesungguhnya kami berdua adalah para rasul Tuhan seluruh alam.اَنْ اَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۗ
lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami."
Tafsir Ringkas Kemenag
Lepaskanlah bangsa kami yaitu Bani Israil biarkan mereka pergi bersama kami ketempat yang kami kehendaki. Jangan lagi kau perbudak mereka.قَالَ اَلَمْ نُرَبِّكَ فِيْنَا وَلِيْدًا وَّلَبِثْتَ فِيْنَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِيْنَۗ
Firaun menjawab:"Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar ucapan Nabi Musa, dia Firaun, menjawab dengan nada marah dan mengungkit jasanya terhadap Nabi Musa di masa lalu, “Bukankah kami telah mengasuhmu, memeliharamu dengan sebaik-baiknya dalam lingkungan keluarga kami, yaitu waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu yaitu semenjak engkau masih bayi sampai engkau menjadi pemuda?"وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِيْ فَعَلْتَ وَاَنْتَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.”
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun melanjutkan bicaranya dengan mengungkit kesalahan Nabi Musa, "Dan engkau, Musa, telah melakukan kesalahan pada perbuatan yang telah engkau lakukan dengan membunuh salah seorang bangsaku dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih."قَالَ فَعَلْتُهَآ اِذًا وَّاَنَا۠ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
Berkata Musa:"Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf."
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Musa berkata, “Aku telah melakukannya, yakni pembunuhan terhadap seorang Qibti tanpa aku sengaja dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf bahwa pukulanku terhadapnya akan mengakibatkan kematiannya, padahal aku memukulnya dengan tujuan untuk memberikan pelajaran kepadanya.فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Lalu aku lari meningggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Rabbku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu aku lari darimu menuju ke negeri Madyan, karena aku takut kepadamu pada pembalasan-mu. Kemudian Tuhanku yang memeliharaku menganugerahkan ilmu yang bermanfaat kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara para rasul sebagaimana para rasul yang lain sebelumku."وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ اَنْ عَبَّدْتَّ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۗ
Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil."
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu Nabi Musa membandingkan antara kebaikan yang dia terima dari Firaun dengan kekejaman Firaun terhadap Bani Israil. Musa berkata lagi, "Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, engkau pelihara diriku ketika aku masih bayi sampai aku dewasa. Sementara itu engkau telah memperbudak Bani Israil, kaumku sendiri. Engkau perlakukan mereka dengan tidak berperikemanusiaan. Sungguh ini dua hal yang tidak sebanding. Jika bukan karena kekejamanmu, ibuku tidak akan melemparkan aku ke sungai, dan tidak akan kau pelihara diriku."قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Firaun bertanya:"Siapa Rabb semesta alam itu?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun penasaran terhadap perkataan Nabi Musa bahwa dia dan sudaranya Harun diutus oleh Allah Rabbul alamin. Firaun bertanya kepada Musa, “Siapa Tuhan pencipta dan pemelihara seluruh alam itu?"قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ
Musa menjawab:"Rabb Pencipta langit dan bumi dan apa saja yang di antara keduanya (Itulah Rabbmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Musa menjawab dengan tiga jawaban. Pertama: “Tuhan yang mengutusku adalah Tuhan pencipta, pengurus, pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya seperti benda-benda langit dan lainnya. Hal berbeda dengan dirimu yang hanya meguasai negeri Mesir dengan kekuatanmu. Aku katakan hal ini kepadamu dengan sebenar-benarnya, jika kamu mempercayai-Nya."قَالَ لِمَنْ حَوْلَهٗٓ اَلَا تَسْتَمِعُوْنَ
Berkata Firaun kepada orang-orang sekelilingnya:"Apakah kamu tidak mendengarkan?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar jawaban Nabi Musa ini, Firaun terasa mulai tersentak. Dia, yakni Firaun, berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, yaitu para pembesar kerajaan, “Apakah kamu tidak mendengar apa yang dikatakannya?”قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
Musa berkata (pula):"Rabb kamu dan Rabb nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
Tafsir Ringkas Kemenag
Jawaban kedua, "Dia yakni Musa berkata kepada Firaun, “Dia itu adalah Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.” Tuhanku itu satu, tidak ada yang lain. Dialah pencipta alam seluruh dan pencipta manusia dari dahulu sampai kini dan sampai kapan pun, termasuk engkau Firaun dan kaummu.قَالَ اِنَّ رَسُوْلَكُمُ الَّذِيْٓ اُرْسِلَ اِلَيْكُمْ لَمَجْنُوْنٌ
Firaun berkata:"Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila."
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun semakin geram dan marah. Dia yakni Firaun berkata kepada para pembesar itu dengan penuh kemarahan, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.” Dia mengatakan sesuatu yang tidak biasa aku dengar.قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
Musa berkata:"Rabb yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya (Itulah Rabbmu) jika kamu mempergunakan akal."
Tafsir Ringkas Kemenag
Jawaban terakhir, merupakan jawaban yang telak dan sulit bagi Firaun untuk mengelak darinya. Nabi Musa, berkata kepada Firaun dengan perkataan yang pernah diucapkan juga oleh Nabi Ibrahim kepada penguasa yang zalim (Lihat: Al-Baqarah/2: 258), “Ketiga, Dialah Tuhan yang menguasai ufuk timur tempat terbit matahari dan ufuk barat tempat terbenamnya matahari dan apa yang ada di antara ke-duanya, seperti gunung-gunung, lautan dan lain sebagainya, jika kamu mengerti, dan menggunakan akalmu dengan baik dan benar. Janganlah kau terus menerus dengan kebatilan, padahal kau tahu kebenaran. Apakah kamu mampu melakukan apa yang dilakukan Tuhanku?قَالَ لَىِٕنِ اتَّخَذْتَ اِلٰهًا غَيْرِيْ لَاَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُوْنِيْنَ
Firaun berkata:"Sungguh jika kamu menyembah tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang di penjarakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun semakin berang mendengar perkataan Nabi Musa dan mulai menggunakan kekuatannya, sebagaimana juga penguasa yang zalim, untuk membungkam musuh-musuh mereka. Firaun berkata dengan nada mengancam, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara. Sebagaimana orang-orang yang telah aku penjarakan. Aku akan siksa dirimu dengan siksaan yang amat pedih."قَالَ اَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِيْنٍ
Musa berkata:"Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Musa sama sekali tidak gentar dengan ancaman itu, karena yakin Allah selalu bersamanya. Dengan hati yang tenang, Nabi Musa menawarkan kepada Firaun satu tawaran. Dia Musa berkata, “Apakah engkau tetap akan memenjarakanku sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu bukti yang nyata sebagai tanda bahwa aku adalah benar-benar utusan Tuhanku?"قَالَ فَأْتِ بِهٖٓ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Firaun berkata:"Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun berkata, baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memenjarakanmu, tetapi tunjukkan sesuatu bukti yang nyata yang kau janjikan itu jika engkau termasuk orang yang benar terhadap pengakuanmu itu bahwa engkau adalah benar-benar utusan Tuhan!" Tidak berselang lama, Nabi Musa memperlihatkan kepada Firaun apa yang ditawarkannya, yaitu tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang mengeluarkan sinar yang berkilauan.فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka Musa melemparkan tongkatnya yang dahulu dia gunakan untuk menggembala kambing di negeri Madyan, tiba-tiba tongkat itu atas izin Allah berubah menjadi ular besar yang sebenarnya. Bukan tipuan sebagaimana yang dilakukan oleh para pesihir. Dengan peristiwa ini, Allah mampu mengubah benda mati menjadi benda yang hidup. Maka kebangkitan manusia di hari Kiamat bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah.وَنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَ
Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun mencoba memengaruhi para pembesarnya agar jangan terpengaruh oleh ajakan Nabi Musa. Firaun, berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia ini pasti seorang pesihir yang sangat pandai, maka janganlah kamu sekalian tertipu olehnya.قَالَ لِلْمَلَاِ حَوْلَهٗٓ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌۙ
Firaun berkata kepada pembesar-pembesar di sekelilingnya: "Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia hendak mengusir kamu dari negerimu yang subur makmur ini, di mana kamu hidup enak dan tenang di dalamnya, dengan ilmu sihirnya. Oleh karena itu apakah yang kamu sarankan kepadaku sehingga aku bisa melaksanakannya?” Firaun merasa terdesak sehingga meminta pertimbangan dari para pembesarnya. Pengusiran seorang dari negerinya adalah sebuah prahara kehidupan, karena mereka harus meninggalkan apa yang mereka cintai. Firaun menggunakan taktik ini agar mereka merasa tersentak dan akhirnya melawan Nabi Musa.يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهٖۖ فَمَاذَا تَأْمُرُوْنَ
ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Para pembesar itu menawarkan kepada Firaun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”قَالُوْٓا اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَابْعَثْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَۙ
Mereka menjawab:"Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat ini, Allah menjelaskan jawaban para pembesar dan pemuka kaum Firaun atas saran yang dimintanya. Mereka menyarankan agar urusan Musa dan saudaranya, Harun, ditunda karena mereka akan mengumpulkan semua ahli sihir ulung yang ada di negeri mereka. Para ahli sihir itu dikumpulkan dan diperintahkan supaya datang mengadakan pertandingan sihir dengan Musa. Pada hari dan tempat yang telah ditentukan, para ahli sihir itu harus memperlihatkan kelebihannya di hadapan Firaun dan Musa. Menurut mereka, pada saat itu kemenangan akan berada di pihak mereka sehingga rakyat kembali mendukungnya. Saran ini diterima baik oleh Firaun dan akan dilaksanakan pada waktunya. Sebagai imbalan, ia juga akan memenuhi segala tuntutan mereka.يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيْمٍ
niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Para pembesar itu menawarkan kepada Firaun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍۙ
Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang di tetapkan di hari yang maklum,
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu pagi pada hari yang telah ditentukan, yaitu pada hari raya mereka, di mana mereka berhias diri untuk bersenang-senang (Lihat: Surah Thaha/20: 59).وَّقِيْلَ لِلنَّاسِ هَلْ اَنْتُمْ مُّجْتَمِعُوْنَۙ
dan dikatakan kepada orang banyak:"Berkumpullah kamu sekalian.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan diumumkan kepada orang banyak untuk segera berkumpul menyaksikan pertandingan yang sangat menentukan nasib para petarung, apakah Nabi Musa atau para penyihir itu. “Berkumpullah kamu semua, jangan ada di antara kamu yang tertinggal.لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ اِنْ كَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَ
semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang."
Tafsir Ringkas Kemenag
"Tujuannya adalah agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang dalam perang tanding ini." Untuk mengalahkan Nabi Musa, Ternyata Firaun yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan, masih menggunakan orang lain, seperti penyihir, bukan kekuatan dirinya.فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالُوْا لِفِرْعَوْنَ اَىِٕنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Firaun:"Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Firaun untuk meminta janji imbalan, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang melawan Musa?" Demikianlah para pesihir bersedia membela Firaun bukan karena mempertahankan kebenaran tapi menginginkan imbalan yang besar.قَالَ نَعَمْ وَاِنَّكُمْ اِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
Firaun menjawab:"Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun menjawab, “Ya, kalian akan mendapatkan imbalan yang besar dan bahkan di samping itu, kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat kepadaku, dengan kedudukan itu kamu pasti akan mendapatkan fasilitas-fsilitas terbaik dariku."قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰٓى اَلْقُوْا مَآ اَنْتُمْ مُّلْقُوْنَ
Berkatalah Musa kepada mereka:"Jatuhkanlah apa yang hendak kamu jatuhkan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Para pesihir mempersilakan Nabi Musa memperlihatkan kehebatannya terlebih dahulu (Lihat: Surah Al-A`ràf/7: 115). Namun sebelumnya Nabi Musa mengingatkan mereka agar tidak meneruskan perang tanding ini karena mereka pasti kalah (Lihat: Surah Tàha:61). Akan tetapi, mereka tetap dengan pendirian mereka. Perang tanding pun dimulai. Musa, berkata kepada mereka para pesihir itu, "Sekarang aku berikan kesempatan kepada kalian, Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan, agar nanti bisa terlihat mana yang benar dan mana yang batil." Lain halnya jika Nabi Musa terlebih dahulu yang beraksi.فَاَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوْا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ اِنَّا لَنَحْنُ الْغٰلِبُوْنَ
Lalu mereka menjatuhkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata:"Demi kekuasaan Firaun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata dan bersumpah dengan penuh keyakinan, “Demi kekuasaan Firaun, pasti kamilah yang akan menang.” Tongkat dan tali temali yang dilemparkan para pesihir itu terlihat oleh pengunjung seperti ular-ular yang berkeliaran ke sana ke mari yang menakutkan. Inilah puncak prestasi sihir mereka. Melihat gelagat ini, Nabi Musa merasa takut, tapi Allah menentramkannya, "Wahai Musa, jangan takut, kamu pasti menang” Allah kemudian memerintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya.فَاَلْقٰى مُوْسٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَۚ
Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba saja tongkat itu berubah menjadi ular besar yang sangat menakutkan, kemudian ia, ular besar itu menelan benda-benda yang kelihatan seperti ular itu, padahal itu adalah benda-benda yang palsu yang mereka ada-adakan itu, karena berasal dari sihir, dan sihir itu berasal dari setan.فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَۙ
Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
Tafsir Ringkas Kemenag
Sehabis menelan “ular-ular” para pesihir, Nabi Musa mengambil tongkatnya kembali. Melihat kejadian yang sangat dramatis ini, para pesihir tertegun, terpana, dan merasa terkalahkan. Mereka yakin bahwa Nabi Musa bukanlah penyihir. Lalu serta merta mereka bersujud. Maka, tanpa menunggu lebih lama lagi menyungkurlah para pesihir itu, bersujud di tanah tanpa ragu-ragu, karena mereka telah menemukan kebenaran.قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
mereka berkata:"Kami beriman kepada Rabb semesta alam,
Tafsir Ringkas Kemenag
Para pesihir berkata dengan penuh keyakinan “Kami beriman, yakin, dan percaya kepada Tuhan pencipta seluruh alam sebagaimana yang diyakini oleh Musa, yaitu Tuhan Musa dan Harun, Tuhan seluruh alam."رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
(yaitu) Rabb Musa dan Harun."
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah menyaksikan apa yang terjadi, ahli-ahli sihir Firaun itu menyerah kalah. Mereka tersungkur dan lalu bersujud kepada Allah Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa, sambil berikrar, "Kami telah beriman kepada Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan yang disembah Musa dan Harun." Mereka berbuat demikian karena sadar bahwa apa yang mereka perlihatkan kepada orang banyak hanyalah khayalan dan tipuan semata. Adapun apa yang diperlihatkan Musa adalah mukjizat, dan betul-betul bukan sihir. Itu adalah suatu kekuasaan yang jauh lebih unggul dari apa yang mereka ketahui, dan datangnya dari langit untuk memperkuat Musa di dalam pengakuannya sebagai seorang rasul Allah.قَالَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَكُمْۚ اِنَّهٗ لَكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَۚ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ەۗ لَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ وَّلَاُصَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَۚ
Firaun berkata:"Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dengan dikalahkannya para pesihir itu, posisi Firaun semakin terdesak. Padahal kejadian ini disaksikan banyak sekali penduduk yang berkerumun. Fir’aun lalu berkata kapada para pesihir dengan suara lantang dan menggertak dengan nada geram, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Padahal aku adalah pemimpin yang ditaati dan ditakuti. Sesungguhnya dia, Musa, pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu." Lalu Fir’aun mengancam mereka, "Nanti kamu pasti akan tahu akibat perbuatanmu. Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya di tiang sampai kamu mati di tiang salib itu.قَالُوْا لَا ضَيْرَۙ اِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَۚ
Mereka berkata:"Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami,
Tafsir Ringkas Kemenag
Namun ancaman Firaun tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus beriman kepada Allah. Demikianlah hati jika sudah tenteram dengan keimanan tidak akan mudah goyah dengan ancaman apa pun. Para pesihir itu bahkan berani berterus terang dengan keimanan mereka. Mereka berkata, “Tidak ada sama sekali yang kami takutkan dengan semua yang engkau ancamkan kepada kami, karena pada akhirnya kami semua akan mati, kami akan kembali kepada Tuhan kami dan kami harus mempertanggungjawabkan perbuatan kami di hadapan Tuhan kami.اِنَّا نَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطٰيٰنَآ اَنْ كُنَّآ اَوَّلَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ
sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Rabb kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka terus berkata, "Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni segala kesalahan yang kami perbuat karena perbuatan sihir kami, ketaatan kami kepada Firaun, dan lain-lainnya, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman kepada Tuhan Musa dan Harun."وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْٓ اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَ
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa:"Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli."
Tafsir Ringkas Kemenag
Walaupun Firaun telah kalah dalam pertarungan, tapi tetap saja dia angkuh dan sombong, dan bahkan terus menindas Bani Israil di Mesir. Nabi Musa terus berdakwah beberapa tahun lamanya. Sampai pada puncaknya, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk keluar dari tanah Mesir menuju ke negeri yang dijanjikan yaitu di baitul Maqdis. Dan Kami wahyukan serta Kami perintahkan kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa serta hamba-hamba-Ku, yaitu Bani Israil, keluar dari tanah Mesir, agar mereka lepas dari kezaliman raja Fir’aun, sebab pasti kamu akan dikejar. Jika kamu keluar pada malam hari, kamu akan sampai di tepi laut pada pagi harinya. Mereka yang mengejar di pagi hari tidak akan mampu mengejarmu, karena saat itu kamu sudah berada di laut." Mendengar Nabi Musa dan Bani Israil keluar dari Mesir, Firaun memerintahkan kaumnya untuk mengejar Nabi Musa dan Bani Israil.فَاَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَۚ
Kemudian Firaun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Firaun mengirimkan orang ke kota-kota untuk memobilisasi umum bala tentaranya dan pengikutnya dalam rangka mengejar Nabi Musa kemudian membunuhnya. Setelah Firaun melihat jumlah bala tentaranya demikian besar, dia menganggap remeh Nabi Musa dan Bani Israil. Tapi sebenarnya Firaun sudah merasa panik dan galau.اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيْلُوْنَۙ
(Firaun berkata):"Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil,
Tafsir Ringkas Kemenag
Firaun berkata kepada para pembesarnya, “Sesungguhnya mereka Bani Israil itu hanya sekelompok kecil. Jumlah mereka sangat tidak sebanding dengan tentara kita. Kita akan dengan mudah bisa mengalahkan mereka."وَاِنَّهُمْ لَنَا لَغَاۤىِٕظُوْنَۙ
dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sesungguhnya mereka, Bani Israil itu, telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, seperti ajakan mereka kepada kita untuk menyembah Tuhan mereka, padahal mereka adalah bawahan dan rakyat jelata kita.وَاِنَّا لَجَمِيْعٌ حٰذِرُوْنَۗ
dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga."
Tafsir Ringkas Kemenag
"Dan sesungguhnya kita semua, tanpa kecuali, harus selalu waspada, mawas diri terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi yang diperbuat oleh Musa dan Bani Israil." Kemudian Firaun bergerak mengejar Nabi Musa dan meninggalkan Mesir.فَاَخْرَجْنٰهُمْ مِّنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
Maka Kami keluarkan Firaun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian, Kami keluarkan mereka, yaitu Firaun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan Kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan.وَّكُنُوْزٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍۙ
dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia,
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian, Kami keluarkan mereka, yaitu Firaun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan Kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan.كَذٰلِكَۚ وَاَوْرَثْنٰهَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۗ
demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya itu kepada Bani Israil. Merekalah pada akhirnya yang mewarisi kekayaan Firaun dan peng-ikutnya setelah semuanya binasa.فَاَتْبَعُوْهُمْ مُّشْرِقِيْنَ
Maka Firaun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu Firaun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka Musa dan Bani Israil, pada waktu matahari terbit di pagi hari. Kedua kekuatan berada pada jarak yang semakin dekat. Situasi sudah sangat menegangkan.فَلَمَّا تَرَاۤءَ الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰٓى اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَۚ
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa dengan nada gemetar dan takut “Kita benar-benar akan tersusul, oleh Firaun dan bala tentaranya."قَالَ كَلَّاۗ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
Musa menjawab:"Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia Musa menjawab dengan tenang dan meyakinkan, “Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Tuhanku yang menyuruhku keluar dari Mesir, maka pasti Tuhanku jualah yang akan melindungi kita dengan cara-Nya sendiri."فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِۚ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa:"Pukullah lautan itu dengan tongkatmu!" Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada saat genting seperti inilah, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Allah sebenarnya bisa membelahkan laut tanpa harus ada penyebab berupa pukulan tongkat, tapi Allah ingin agar manusia tetap berusaha. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Lalu Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut, Maka seketika itu, terbelahlah lautan itu menjadi daratan yang bisa dilalui oleh Nabi Musa. Daratan itu terdiri dari dua belas belahan, sesuai dengan kelompok yang ada pada Bani Israil. Dan setiap belahan seperti gunung yang besar.وَاَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِيْنَۚ
Dan disanalah Kami dekatkan golongan yang lain.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain, yaitu Firaun dan bala tentaranya, sebagai cara Kami sebelum menenggelamkan mereka. Lalu Firaun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa melalui jalan yang terbelah itu. Kemudian setelah semuanya berada di tengah laut, Kami kembalikan daratan itu menjadi laut kembali, sehingga Firaun dan semua bala tentaranya mati tenggelam.وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۚ
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya sebagai balasan atas kesabaran mereka dalam mengahadapi Firaun dan kekejamannya, dan atas kesabaran taat kepada ajakan Nabi Musa untuk berhijrah dari negeri Mesir.ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَۗ
Dan Kami tenggelamkan golongan yang itu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain yaitu Firaun dan bala tentaranya, sebagai balasan atas kesombongan dan kekafiran mereka.اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu binasanya orang yang durhaka dan selamatnya orang yang beriman, terdapat suatu tanda kekuasaan Allah yang demikian besar, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa Mahakuat atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya, Disisi lain, Dia Maha Penyayang bagi mereka yang beriman dan mau kembali ke jalan Allah.وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ اِبْرٰهِيْمَۘ
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat-ayat berikut ini menyebutkan beberapa kisah Nabi Ibrahim ketika menyeru kaumnya untuk mengesakan Allah. Dan bacakanlah kepada mereka, kaum musyrik Mekah, kisah perjuangan Nabi Ibrahim. Kaum musyrik menganggap bahwa mereka adalah penerus agama Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail, padahal hal itu sama sekali bertentangan dengan agama Ibrahim yang sebenarnya, yaitu agama tauhid.اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا تَعْبُدُوْنَ
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya:"Apakah yang kamu sembah?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika dia Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, yang menyembah berhala di Irak selatan, “Apakah yang kamu sembah? bukankah itu benda mati yang dibuat dengan tanganmu sendiri?"قَالُوْا نَعْبُدُ اَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عٰكِفِيْنَ
Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya setiap saat." Nabi Ibrahim mencoba berdialog dengan mereka dan mengajak mereka berpikir secara rasional, tidak secara emosional.قَالَ هَلْ يَسْمَعُوْنَكُمْ اِذْ تَدْعُوْنَۙ
Berkata Ibrahim:"Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?
Tafsir Ringkas Kemenag
Ibrahim berkata dalam bentuk kalimat tanya agar mereka mulai berpikir, “Apakah mereka, tuhan yang kamu sembah itu, mendengarmu ketika kamu berdoa kepadanya sehingga kamu pantas untuk menyembahnya?". Alasan seorang menyembah sesuatu adalah dalam rangka mendatangkan kemanfaatan dan menolak bahaya.اَوْ يَنْفَعُوْنَكُمْ اَوْ يَضُرُّوْنَ
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"
Tafsir Ringkas Kemenag
"Atau, dapatkah mereka memberi manfaat kepada kamu seperti rezeki, jika kamu menyembahnya atau mencelakakan kamu jika kamu tidak menyembahnya?" lanjut Nabi Ibrahimقَالُوْا بَلْ وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ
Mereka menjawab:"(bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka menjawab, “Tidak, mereka tidak memberikan kemanfaatkan dan mendatangkan bahaya, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.” Mereka berbangga dengan perilaku seperti itu. Inilah bentuk taklid buta, yaitu mengikuti cara beribadah orang lain walaupun hal itu salah.قَالَ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَۙ
Ibrahim berkata:"Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
Tafsir Ringkas Kemenag
Ibrahim berkata, “Apakah kamu memperhatikan dengan sebenar-benarnya apa yang kamu sembah, apakah hal itu pantas kamu lakukan?اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمُ الْاَقْدَمُوْنَۙ
kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?
Tafsir Ringkas Kemenag
Kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?" Nabi Ibrahim lantas memperlihatkan sikapnya yang tegas dan bernada permusuhan, karena dalam hal keimanan dan ibadah tidak ada kompromi dengan siapa pun.فَاِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّيْٓ اِلَّا رَبَّ الْعٰلَمِيْنَۙ
karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Rabb Semesta Alam,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Sesungguhnya mereka, yakni apa yang kamu sembah, itu musuhku, karena mereka adalah setan dalam bentuk berhala lain halnya Tuhan seluruh alam yang banyak sekali memberikan anugerah kepadaku dan kepada kamu sekalian." demikian Nabi Ibrahim menyebutkan satu persatu anugerah Tuhannya agar mereka sadar akan kekeliruan mereka dan mengikuti ajakan Nabi Ibrahim.الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِۙ
(yaitu Rabb) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Ibrahim melanjutkan keterangannnya, Dia adalah Zat yang telah menciptakan aku dalam sebaik-baiknya bentuk dan aku diberi kesempatan dalam hidupku untuk menyembah Allah, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, menuju ke jalan yang benar melalui wahyu yang diberikan kepadaku.وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِۙ
dan Rabbku, Dia yang memberi makan dan minum kepadaku,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Yang memberi makan dan minum kepadaku, melalui rezeki dari air hujan yang menyuburkan tanah sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Dari situlah aku makan dan minum.وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ
dan apabila aku sakit. Dialah Yang menyembuhkan aku,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan apabila aku sakit, Dialah pada hakikatnya yang menyembuhkan aku, baik melalui sebab atau tidak.وَالَّذِيْ يُمِيْتُنِيْ ثُمَّ يُحْيِيْنِۙ
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Yang akan mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku kembali, pada hari akhirat nanti. Inilah Tuhan yang patut kamu sembah, karena kekuasaan-Nya yang mutlak.وَالَّذِيْٓ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْۤـئَتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat,” hari di mana aku harus mempertanggungjawabkan atas semua amalku.رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَۙ
(Ibrahim berdoa):"Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Ibrahim lantas berdoa untuk kebaikan dirinya, orang tuanya, dan orang lain, baik di dunia maupun akhirat, “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan pemahaman terhadap rahasia agama dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh yang selalu berada pada jalan yang benar.وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَۙ
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Namanya tetap bersinar, sikapnya tetap diagungkan, keturunannya adalah para nabi dari Bani Israil yang terakhir adalah Nabi Muhammad Sallallàhu ‘alaihi wa sallam.وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِۙ
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan yang tiada habis-habisnya, sebagai anugerah yang tak terhingga dari-Mu, ya Allah." lanjut doa Nabi Ibrahimوَاغْفِرْ لِاَبِيْٓ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Ibrahim adalah seorang yang sangat santun kepada orang tuanya, walaupun kafir. Dia berdoa untuk kebaikan ayahnya."Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat, penyembah berhala." Namun karena Allah melarang seseorang mendoakan orang kafir yang telah meninggal, Nabi Ibrahim tidak lagi melanjutkan doa untuk ayahnya.وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, di hadapan manusia lain bersamaku, tapi tutupilah kesalahanku, hanya Engkau sajalah yang mengetahui keadaanku yang sebenarnya.يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Tafsir Ringkas Kemenag
yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, untuk menebus semua dosa-dosa yang ada," demikian Nabi Ibrahim menutup doanya. Allah tidak membutuhkan semua itu, karena Allah Mahakaya.اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
Tafsir Ringkas Kemenag
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, yang selamat dari noda dan dosa.وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertaqwa,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa yang selalu menjaga diri dari kemaksiatan, agar terhindar dari murka Allah. Surga diperlihatkan kepada mereka, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan yang sangat indah di dalamnya. Inilah kenikmatan permulaan sebelum mereka masuk ke dalamnya.وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغٰوِيْنَۙ
dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sebaiknya neraka Jahim yang sangat panas dan menakutkan diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang memilih jalan sesat,” yaitu jalan kehidupan yang tidak diridai oleh Allah seperti kekafiran dan kesyirikan.وَقِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَۙ
dan dikatakan kepada mereka: "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya),
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan pada saat itu dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah. Mestinya berhala-berhala itu berada di sini untuk menolongmu dari siksaan api neraka.مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ هَلْ يَنْصُرُوْنَكُمْ اَوْ يَنْتَصِرُوْنَۗ
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?” Mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan berhala-berhala itu dan yang menyembahnya akan masuk neraka bersama-sama.فَكُبْكِبُوْا فِيْهَا هُمْ وَالْغَاوٗنَۙ
Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka mereka, sesembahan itu, dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat, berkali-kali.وَجُنُوْدُ اِبْلِيْسَ اَجْمَعُوْنَۗ
dan bala tentara iblis semuanya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan juga bala tentara Iblis semuanya. Iblis sebagai penggoda, manusia kafir yang tergoda, dan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan, semuanya akan masuk neraka. Semuanya adalah simbol-simbol pengingkaran terhadap Allah. Pada saat mereka di neraka, terjadilah aksi saling menghujat di antara Iblis dan pengikutnya.قَالُوْا وَهُمْ فِيْهَا يَخْتَصِمُوْنَ
Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka para penghuni neraka itu berkata sambil bertengkar di dalamnya. Penghuni neraka mengakui atas kesesatannya.تَاللّٰهِ اِنْ كُنَّا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ
"demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu di dunia dalam kesesatan yang nyata," yaitu memilih jalan kekafiran.اِذْ نُسَوِّيْكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
karena kita mempersamakan kamu dengan Rabb semesta alam".
Tafsir Ringkas Kemenag
Karena kita mempersamakan kamu yaitu berhala-berhala itu, dengan Tuhan seluruh alam." Penyamaan Allah pencipta dan pengurus alam seluruh dengan berhala yang tidak mempunyai andil apa-apa dalam kehidupan adalah satu kezaliman yang nyata. Penghuni neraka tahu siapa sebenarnya yang menyesatkan mereka.وَمَآ اَضَلَّنَآ اِلَّا الْمُجْرِمُوْنَ
Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.
Tafsir Ringkas Kemenag
"Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa, yang terdiri dari setan yang berujud jin dan manusia yang tidak henti-hentinya menggoda ke jalan yang sesat."فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِيْنَۙ
Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorangpun,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Maka sehingga kita tidak mempunyai pemberi syafaat yaitu penolong, yang dapat menolong kita dari kesusahan saat ini."وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, yang bisa memberikan sedikit pertolongan." sesal mereka. Setelah tidak ada lagi yang membantu, mereka lantas menginginkan kembali lagi ke dunia agar bisa melakukan amal saleh.فَلَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman."
Tafsir Ringkas Kemenag
"Maka seandainya kita dapat kembali ke dunia niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman, dan beramal saleh." demikian mereka mengungkapkanpenyesalannya. Tapi hal itu mustahil mereka dapatkan, karena hidup di dunia cuma sekali.اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, pada yang demikian itu yaitu pada kisah Nabi Ibrahim jika direnungkan dengan saksama, terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, yang mampu mempercepat siksa-Nya, Maha Penyayang dengan mengakhirkan siksa sampai di akhirat nanti.كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَۚ
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum Nabi Nuh telah mendustakan para rasul. Para rasul Allah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Mendustakan satu rasul sama saja dengan mendustakan semua rasul.اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَۚ
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka:"Mengapa kamu tidak bertaqwa?
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika saudara mereka yaitu Nabi Nuh, saudara senegeri, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Pertanyaan itu terlontar mengingat bahwa mereka adalah penyembah patung-patung Wadd, Suwa`, Yaghuts, Ya`uq, dan Nasr (Lihat: Surah: Nuh: 23).اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Nuh melanjutkan dakwahnya, "Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu, untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhanku kepadamu."فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas Kemenag
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan menjaga diri agar tidak mendapat murka Allah dan taatlah kepadaku atas semua yang aku sampaikan kepadamu.وَمَآ اَسْـئَـلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۚ
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu baik berupa materi atau jasa, atas ajakan itu, karena imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam yang jauh lebih baik dari semua imbalan yang ada karena Allah Mahakaya, pemilik alam seluruh."فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku!"
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan mengerjakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangan-Nya dan taatlah kepadaku, atas semua yang aku sampaikan kepadamu." Kaum Nabi Nuh langsung memberikan reaksi secara negatif.قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَۗ
Mereka berkata:"Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?” Pengikut Nabi Nuh banyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu.قَالَ وَمَا عِلْمِيْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۚ
Nuh menjawab:"Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar ejekan kaumnya, dia, yakni Nabi Nuh, menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka orang-orang yang hina dina itu kerjakan. Aku hanya mengetahui hal-hal yang lahir saja dari mereka saja.اِنْ حِسَابُهُمْ اِلَّا عَلٰى رَبِّيْ لَوْ تَشْعُرُوْنَۚ
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Rabbku, kalau kamu menyadari.
Tafsir Ringkas Kemenag
Perhitungan amal perbuatan mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, karena Tuhanku yang mengetahui secara hakiki niat dari perbuatan mereka, jika kamu menyadari terhadap apa yang aku katakan. Semestinya kamu memahami persoalan ini dengan akal sehatmu.وَمَآ اَنَا۠ بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ
Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu dengan lantang Nabi Nuh mengatakan kepada kaumnya tentang pengikut-pengikutnya yang setia. "Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Tidak terkecuali apakah mereka terdiri dari orang-orang miskin, dari kalangan bawah atau lainnya. orang-orang itu pastilah memahami apa yang aku dakwahkan kepada mereka.اِنْ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۗ
Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Aku, Nabi Nuh, ini hanyalah pemberi peringatan yang jelas terhadap mereka yang selalu berdusta kepadaku, bahwa nasib mereka pastilah akan jelek.قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰنُوْحُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمَرْجُوْمِيْنَۗ
Mereka berkata:"Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar jawaban Nabi Nuh yang demikian tegas dan masuk akal, kaumnya mengintimidasinya. Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak mau berhenti dari ajakanmu, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam yaitu dilempari batu sampai mati.” Demikianlah sikap orang-orang zalim pada setiap zaman. Mereka akan menggunakan kekuatan jika kalah dalam adu argumentasi. Mendengar ancaman kaumnya, Nabi Nuh mengadu kepada Tuhannya.قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ
Nuh berkata:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia, Nabi Nuh, berkata, “Ya Tuhanku sungguh kaumku telah mendustakan aku. Mereka telah memilih jalan kesesatan, padahal aku, sesuai dengan perintah-Mu, telah mengajak mereka dengan baik-baik, siang dan malam, selama ratusan tahun, untuk kembali ke jalan-Mu.فَافْتَحْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِيْ وَمَنْ مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka berilah keputusan antara aku dengan mereka wahai Tuhanku, di Tangan-Mu-lah nasib mereka dan aku memohon kepada-Mu, selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku dari siksaan-Mu yang akan Engkau timpakan kepada kaumku.فَاَنْجَيْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ
Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah pun mengabulkan doa Nabi Nuh. Kemudian Kami menyelamatkannya yakni Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan yaitu berupa kebutuhan pokok mereka.ثُمَّ اَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبٰقِيْنَ
Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian setelah penyelamatan itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal yaitu mereka yang durhaka.اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah yang demikian nyata, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa yang tidak berku-rang kekuasaan-Nya walaupun banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya, Maha Penyayang dengan tidak cepat membinasakan orang yang durhaka kepada-Nya, tapi masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.كَذَّبَتْ عَادُ ِۨالْمُرْسَلِيْنَۙ
Kaum Aad telah mendustakan para rasul.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum Ad yang mendiami tanah Yaman telah mendustakan para rasul. Mendustakan satu rasul, sama saja dengan mendustakan seluruh rasul, karena mereka adalah satu kesatuan, yaitu sebagai utusan Allah.اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ هُوْدٌ اَلَا تَتَّقُوْنَۚ
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka:"Mengapa kamu tidak bertaqwa?
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika saudara mereka sendiri yang satu negeri dan satu kabilah yaitu Hud berkata kepada mereka dengan tulus ikhlas mengajak mereka ke jalan yang benar, “Mengapa kamu tidak bertakwa?"اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu, agar kamu taat kepada-Nya."فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas Kemenag
"Karena itu bertakwalah kepada Allah dengan menaati semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku atas apa yang aku katakan kepada kamu.وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian agar kaumnya tidak mencurigai missinya sebagai missi yang komersial, Nabi Hud berkata, "Dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu, baik materi maupun jasa atas ajakan itu; karena imbalanku hanyalah dari Tuhan yang mengatur seluruh alam seluruh karena aku adalah utusan-Nya."اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَۙ
Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Hud mengecam perilaku buruk kaumnya dan berkata, Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi hanya untuk kemegahan dan kepongahan tanpa ditempati? Sungguh hal ini keterlaluan.وَتَتَّخِذُوْنَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَۚ
dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan kamu membuat benteng-benteng yang kokoh dan kuat, atau penampungan-penampungan air yang besar dengan maksud supaya kamu kekal di dunia?"وَاِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِيْنَۚ
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan apabila kamu menyiksa orang-orang yang terkena sanksi hukum dalam pandangan kamu, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis di luar batas peri kemanusiaan.فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Ketahuilah bahwa apa yang kamu lakukan itu adalah perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah.وَاتَّقُوا الَّذِيْٓ اَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُوْنَۚ
Dan bertaqwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui dan kamu rasakan, yaitu segala kenikmatan duniawi.اَمَدَّكُمْ بِاَنْعَامٍ وَّبَنِيْنَۙ
Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Hud lalu memerinci beberapa kenikmatan itu. Dia telah menganugerahkan dan melimpahkan kepada kamu binatang-binatang ternak yang sangat besar manfaatnya dalam kehidupan kamu dan Dia juga memberimu anak-anak yang dengan mereka kamu merasa kuat.وَجَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ
dan kebun-kebun dan mata air,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan kebun-kebun yang rindang, dengan aneka macam tumbuh-tumbuhan dan pepohonan dan mata air yang jernih dan melimpah.اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍۗ
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab yang besar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar, yaitu hari Kiamat. Apa yang kamu miliki dan kamu banggakan, pada hari itu, tidak akan bisa menolong kamu dari siksa api neraka.قَالُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْنَآ اَوَعَظْتَ اَمْ لَمْ تَكُنْ مِّنَ الْوَاعِظِيْنَۙ
Mereka menjawab:"Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat,
Tafsir Ringkas Kemenag
Namun, dengan sikap sombong, kaumnya menolak ajakannya. Mereka menjawab, "Adalah sama saja bagi Kami, apakah kamu wahai Hud, memberi nasihat atau tidak memberi nasihat, kami tetap tidak akan menuruti ajakanmu. Kami akan terus berpegang teguh dengan keyakinan kami. Maka kamu tak perlu bersusah payah terus menerus mengajak kami.اِنْ هٰذَآ اِلَّا خُلُقُ الْاَوَّلِيْنَۙ
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Agama kami ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu. Apa yang dilakukan nenek moyang kami, itulah yang kami ikuti." Inilah bentuk taklid buta dalam hal keyakinan agama yang sangat dibenci oleh Allah.وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَۚ
dan kami sekali-kali tidak akan di azab."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan dengan pongahnya mereka berkata lagi, "Dan Kami sama sekali tidak akan di azab oleh Allah di akhirat kelak." Mereka menganggap bahwa kenikmatan yang mereka miliki adalah bentuk kasih sayang Allah kepada mereka, maka di akhirat pun mereka yakin tidak akan disiksa.فَكَذَّبُوْهُ فَاَهْلَكْنٰهُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sebagai sanksi atas kepongahan mereka, Allah menurunkan siksaNya kepada mereka. Maka mereka mendustakan Hud terhadap semua ajakan dan nasihatnya, lalu Kami binasakan mereka dengan angin yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus (Lihat juga Surah Al-Haqqah/69: 7). Sungguh pada kejadian yang demikian itu terdapat tanda kekuasaan Allah yang demikian besar dan nyata yang semestinya menjadi pelajaran bagi mereka, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman bahkan mendustakan Allah dan rasul-Nya.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa yang tidak berkurang kekuasaan-Nya dengan banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya, Maha Penyayang dengan tidak cepat membinasakan orang yang durhaka kepadaNya, tapi masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum Samud telah mendustakan para rasul yang mengajak mereka kembali kepada jalan yang benar, yaitu menauhidkan Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain dan beribadah kepada-Nya dengan ikhlas.اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ صٰلِحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَۚ
Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kapada mereka:"Mengapa kamu tidak bertaqwa?
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika saudara mereka yang berasal dari negeri dan kabilah mereka sendiri yaitu Saleh berkata kepada mereka dengan maksud menasihati, "Mengapa kamu tidak bertakwa dengan menjaga diri kamu dari murka Allah, dengan menauhidkan-Nya dan menjalani semua perintahnya?"اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafsir Ringkas Kemenag
"Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu, untuk mengingatkanmu akan jalan kebenaran untuk kebaikanmu juga."فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas Kemenag
Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku terhadap apa yang aku perintahkan dan yang aku larang kepadamu.وَمَآ اَسْـئَـلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan aku tidak meminta suatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, baik berupa materi atau non materi. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan Pemelihara seluruh alam. Dialah yang mengutusku.اَتُتْرَكُوْنَ فِيْ مَا هٰهُنَآ اٰمِنِيْنَۙ
Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
Tafsir Ringkas Kemenag
Apakah kamu mengira akan dibiarkan tinggal di sini di negeri kamu ini dengan segala kenikmatannya, dengan aman, tanpa harus bertanggung jawab terhadap Tuhan yang menciptakan kamu?فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
di dalam kebun-kebun serta mata air,
Tafsir Ringkas Kemenag
Di dalam kebun-kebun yang rindang serta mata air yang jernih dan melimpah,وَّزُرُوْعٍ وَّنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيْمٌۚ
dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.
Tafsir Ringkas Kemenag
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut yang akan menghasilkan buah kurma yang enak dan lezat.وَتَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا فٰرِهِيْنَ
Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin;
Tafsir Ringkas Kemenag
dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung batu yang demikian besar untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin dan kepiawaian; tapi semua itu kamu lakukan dengan penuh kesombongan dan kepongahan, bukan untuk kemanfaatan semata.فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya dan taatlah kepadaku terhadap apa yang aku sampaikan kepadamu, karena aku adalah utusan Allah;وَلَا تُطِيْعُوْٓا اَمْرَ الْمُسْرِفِيْنَۙ
dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,الَّذِيْنَ يُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ
yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka adalah para pemuka masyarakatmu yang kafir, sombong, berbuat kerusakan, keonaran, dan kemaksiatan di muka bumi dan mereka sama sekali tidak mengadakan perbaikan dalam kehidupan mereka." Mereka yang dimaksud Nabi Saleh berjumlah 9 orang (lihat surah an-Naml/27:48) dan tinggal dikawasan antara Madinah dan Yordania yang disebut dengan negeri Mada`in tempat tinggal kaum Samud.قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَۙ
Mereka berkata:"Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;
Tafsir Ringkas Kemenag
Akan tetapi mereka menolak dakwah Nabi Saleh dengan berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir, karena apa yang engkau dakwahkan tidak sesuai dengan kebiiasaan kami.مَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ فَأْتِ بِاٰيَةٍ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Engkau wahai Saleh, tidak lain hanyalah seorang manusia biasa seperti kami; makan, minum, dan lain-lainnya. Mengapa hanya engkau yang diberi wahyu? Maka, oleh karena itu, datangkanlah sesuatu mukjizat, kejadian yang luar biasa jika engkau memang termasuk orang-orang yang benar”, bahwa kamu adalah utusan Allah."قَالَ هٰذِهٖ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَّلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍۚ
Shaleh menjawab:"Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Nabi Saleh meminta kepada Allah agar diturunkan tanda-tanda kebesaran-Nya sebagaimana yang dimintakan oleh kaum-nya. Lalu Allah memenuhi permintaan Nabi Saleh dengan keluarnya seekor unta dari batu-batu besar yang ada di sekeliling mereka. Nabi Shaleh menjelaskan, “Ini seekor unta betina, sebagai pertanda kebenaran kenabianku seperti apa yang kamu inginkan, dengan dua ketentuan. Pertama, Dia berhak mendapatkan giliran untuk mendapatkan air minum pada satu hari, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu, secara bergiliran.وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan, ketentuan kedua, janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, baik dengan memukulnya apalagi membunuhnya, hal yang menyebabkan kamu akan ditimpa azab hari yang besar.فَعَقَرُوْهَا فَاَصْبَحُوْا نٰدِمِيْنَۙ
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
Tafsir Ringkas Kemenag
Ternyata mereka melanggar ketentuan ini. Kemudian salah seorang di antara mereka membunuhnya, sementara yang lain mendiamkannya saja, sebagai tanda persetujuan. Dengan persetujuan ini semuanya dianggap ikut terlibat dalam pembunuhan itu. Lalu mereka merasa menyesal atas apa yang telah mereka lakukan, karena mereka tahu akan akibat dari perbuatan mereka yaitu datangnya siksaan Allah. Tapi tak berguna lagi penyesalan itu. Mereka diberi tenggat waktu sampai tiga hari, (Lihat: Surah Hud/11: 65) lalu datanglah azab yang mereka takutkan.فَاَخَذَهُمُ الْعَذَابُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
maka mereka ditimpa azab.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka mereka ditimpa azab. yaitu suara yang menggelegar disertai dengan guncangan bumi yang dahsyat (lihat: Surah Hùd/11:67) dan (al-Hàqqah/69: 4). Mereka semua mati bergelimpangan, kecuali nabi Saleh dan orang-orang yang beriman kepadanya. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda yang nyata atas kemahakuasaan Allah dan bahwa janji dan ancaman Allah itu benar adanya. Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman, hati mereka terkunci mati oleh kesombongan mereka.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Sungguh Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa, yang tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, Banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya tidak mengurangi sedikit pun kekuasaan-Nya. Dia juga Maha Penyayang yang masih memberikan kesempatan kepada yang berdurhaka untuk kembali bertobat.كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَۙ
Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Kaumnya mendiami negeri Sodom, di dataran rendah Yordania. Mereka melakukan kejahatan seksual yaitu sodomi. Kaum Luth telah mendustakan para rasul. Setiap rasul dan penggiat kebenaran pasti mendapatkan tantangan dari banyak pihak. Nabi Luth menyeru kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar.اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَۚ
ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka:"Mengapa kamu tidak bertaqwa?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika saudara mereka yang satu negeri dengan mereka, yaitu Nabi Luth, berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?” dengan bertakwa kamu akan selamat baik di dunia maupun di akhirat.اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan yang (di utus) kepadamu,
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu untuk membawa misi kebenaran dari Tuhan Yang mengutusku.فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. dan taatlah kepadaku. Atas apa yang aku katakan padamu.وَمَآ اَسْـئَـلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan aku sekali-kali tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan pemelihara seluruh alam yang menjadikan aku sebagai utusan-Nya.اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَۙ
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah berdakwah setelah umum, Nabi Luth kemudian memasuki area dakwah yang lebih khusus lagi, "Mengapa kamu mendatangi atau melakukan hubungan seksual dengan laki-laki di antara manusia. Sungguh ini merupakan perbuatan yang sangat keji yang dimurkai Allah.وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ
dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang di jadikan oleh Rabbmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Terhadap merekalah kamu semaikan bibit keturunanmu kelak, untuk menjadi generasi yang saleh yang memakmurkan bumi. Kamu memang orang-orang yang melampaui batas. Karena melakukan sesuatu bukan pada peruntukannya.قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
Mereka menjawab:"Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir."
Tafsir Ringkas Kemenag
Namun dengan angkuh mereka menjawab: "Wahai Luth, jika engkau tidak berhenti dari apa yang engkau lakukan, engkau termasuk orang-orang yang terusir dari negeri ini, karena kami tidak menghendaki engkau berada bersama kami.قَالَ اِنِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَۗ
Luth berkata:"Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia, Lut, berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu karena bertentangan dengan fitrah manusia, hanya mengumbar nafsu seksual belaka yang bukan pada tempatnya."رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
(Luth berdoa):"Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Melihat sikap kaumnya yang tidak berubah bahkan menjadi-jadi, Nabi Lut memohon keselamatan dari Allah dengan berdoa, "Ya Tuhanku selamatkanlah aku dan keluargaku dan pengikutku yang beriman dari akibat perbuatan yang mereka kerjakan.فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۙ
Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَۚ
kecuali seorang perempuan tua (isterinya) yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
Tafsir Ringkas Kemenag
kecuali seorang perempuan tua yaitu istrinya sendiri, yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Dia berkhianat terhadap suaminya, dan bergabung dengan kaumnya yang kafir dan lacur.ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَۚ
Kemudian Kami binasakan yang lain.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Kami binasakan yang lain dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya.وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan setelah negeri mereka dijungkirbalikkan, Kami hujani mereka dengan hujan batu yang demikian keras. Maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. inilah kesudahan dari kaum yang durhaka kepada Allah. Mereka diberi peringatan demi peringatan namun mereka tetap memilih jalan kehidupan yang keji yang dibenci oleh Allah.اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata akan ke Maha Kuasanya Allah. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Mereka yang ingkar terkena laknat, dan yang yang beriman akan selamat. Inilah ketetapan Allah yang tidak pernah berubah.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh Tuhanmu, yang memeliharamu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang dengan tidak cepat-cepat menghukum para pendosa, tapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.كَذَّبَ اَصْحٰبُ لْـئَـيْكَةِ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul;
Tafsir Ringkas Kemenag
Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul; yaitu Nabi Syuaib yang diutus kepada mereka, untuk memperbaiki akidah dan akhlak mereka,اِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ اَلَا تَتَّقُوْنَۚ
ketika Syuaib berkata kepada mereka:"Mengapa kamu tidak bertaqwa?,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Syuaib memulai dakwahnya dengan berpesan kepada kaumnya untuk bertakwa. Ketika Syuaib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?" Bertakwa adalah pokok pangkal kebaikan segala sesuatu. Inilah anjuran pertama para rasul sebelum masuk pada materi dakwah lainnya kepada kaumnya. Nabi Syuaib memperkenalkan dirinya dan kedudukannya selaku utusan Allah.اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Syuaib melanjutkan dakwahnya, "Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu.فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku!
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada perintah dan ajakan-ku untuk beribadah kepada Allah dan melakukan kebaikan.وَمَآ اَسْـئَـلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan aku tidak bermaksud sedikitpun untuk meminta imbalan apa pun baik berupa materi atau jasa, kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan seluruh alam. Dengan tidak adanya imbalan, Nabi Syuaib tidak mempunyai kepentingan apa-apa kecuali untuk kemaslahatan mereka.اَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُخْسِرِيْنَۚ
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Nabi Syuaib mulai memasuki wilayah dakwah yang lebih nyata lagi yaitu kejahatan ekonomi yang dilakukan kaumnya. "Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain". Mengurangi takaran dan timbangan sangat merugikan konsumen. Memakan hasilnya hukumnya haram dan tidak membawa berkah dalam kehidupan.وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۚ
dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan timbanglah dengan timbangan yang benar, yaitu timbangan yang adil, sesuai dengan yang menjadi kesepakatan masyarakat luas. Hal ini akan menjadikan keberkahan bagimu, wahai para penjual, karena memakan dari harta yang halal.وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَۚ
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di bumi. Pada dasarnya prinsip hubungan antar manusia menurut Islam adalah tidak boleh menzalimi dan tidak boleh dizalimi dengan cara apa pun dan dalam bidang apa pun.وَاتَّقُوا الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْاَوَّلِيْنَۗ
dan bertaqwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Syuaib menutup penjelasannya dengan berkata, "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu". Umat terdahulu dari kaum Syuaib seperti kaum ‘Ad, dan Šamud jauh lebih kuat. mereka dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka.قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَۙ
Mereka berkata:"Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,
Tafsir Ringkas Kemenag
Terhadap ajakan Nabi Syuaib, mereka mulai berang dan jengkel, lalu mereka mengeluarkan tuduhan dan hasutan yang tidak berdasar. Mereka berkata: "Engkau tidak lain hanyalah orang yang kena sihir". Semua nabi yang berdakwah kepada kaumnya dituduh sebagai pesihir sebagai cara untuk menjauhkan para nabi dengan masyarakat.وَمَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَاِنْ نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكٰذِبِيْنَۚ
dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.
Tafsir Ringkas Kemenag
"Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, yang makan dan minum. Apa keistimewaanmu sehingga engkau menjadi seorang utusan Tuhan? Sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta, tuduh mereka. Inilah usaha untuk mematikan gerak dakwah Nabi Syuaib.فَاَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَۗ
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka dengan pongahnya balik menantang Nabi Syuaib agar bisa mendatangkan siksaan kepada mereka. Maka cepat jatuhkanlah siksaan Tuhanmu kepada kami berupa gumpalan apa saja dari langit, baik berupa batu atau lainnya, jika engkau termasuk orang-orang yang benar bahwa engkau adalah utusan Allah.قَالَ رَبِّيْٓ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Syuaib berkata:"Rabbku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Syuaib berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan." Biarlah Dia saja yang akan membuat perhitungan dengan kamu, karena Dialah yang mengetahui sepak terjangmu.فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian mereka mendustakan apa yang disampaikan Nabi Syuaib, lalu tidak berapa lama, mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. karena ditutupi awan. Dengan awan ini mereka menganggap bahwa mereka telah selamat, tapi secara mengejutkan mereka dihujani dengan api yang besar dari langit. Sungguh, azab itulah azab pada hari yang dahsyat. Peristiwa yang memilukan itu semestinya menjadi pelajaran bagi semua pihak.اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman, karena hati mereka sudah tertutup oleh kekafiran, keangkuhan dan kesombongan.وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya dan tidak terkurangi sedikit pun kekuasaan-Nya dengan banyaknya orang yang kafir kepada-Nya. Dia juga Maha Penyayang.yang masih memberikan kesempatan bagi orang yang berdosa untuk bertobat kepada-Nya.وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan sesungguhnya al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan pemilik dan pemelihara seluruh alam, Tuhan yang sangat menyayangi makhluk-Nya, Al-Quran tidak berasal dari selain Allah, sebagaimana yang dituduhkan kaum musyrik, itu bukan untuk mencelakakan mereka.نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُۙ
dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
Tafsir Ringkas Kemenag
Al-Quran itu dibawa turun secara berangsur-angsur oleh Ar-Ruh Al-Amin yaitu Jibril, atas izin Allah. Ruh adalah sesuatu yang dengannya raga menjadi hidup, begitu juga Al-Quran.عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَۙ
ke dalam hatimu (Muahammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
Tafsir Ringkas Kemenag
Jibril langsung memasukkan Al-Quran ke dalam hatimu, wahai Nabi Muhmmad, yang dengan itu Al-Quran terpelihara. Tujuannya agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan kepada manusia agar mawas diri. Jika mereka memilih kekafiran dan kefasikan, setelah datangnya penjelasan, mereka akan diberi sanksi yang berat oleh Allah.بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍۗ
dengan bahasa Arab yang jelas.
Tafsir Ringkas Kemenag
Al-Quran yang diturunkan kepadamu, dan penjelasanmu tentangnya itu dengan bahasa Arab yang jelas. dengan demikian, bisa dengan mudah dipahami oleh masyarakat Arab, di mana Al-Quran turun pertama kali kepada mereka.وَاِنَّهٗ لَفِيْ زُبُرِ الْاَوَّلِيْنَ
Dan sesungguhnya al-Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Al-Quran itu benar-benar disebut dalam kitab-kitab orang yang dahulu seperti Taurat, Zabur, dan Injil (Lihat: Surah al-Araf/7: 157). Hal ini menunjukkan akan satunya tujuan, satunya sumber, dan keterkaitan antara satu kitab suci dengan kitab suci lainnya sama-sama menyeru kepada Tauhid.اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ
Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
Tafsir Ringkas Kemenag
Dukungan terhadap kebenaran Al-Quran juga datang dari para ulama Bani Israil. Apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? Mereka, dahulu, bahkan sangat menantikan kedatangan Nabi Muhammad.وَلَوْ نَزَّلْنٰهُ عَلٰى بَعْضِ الْاَعْجَمِيْنَۙ
Dan kalau al-Quran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan seandainya Al-Quran itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa Arab,فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَۗ
lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.
Tafsir Ringkas Kemenag
lalu ia membacakannya kepada mereka, yakni orang-orang kafir itu, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Ini menunjukkan keengganan mereka untuk menerima Al-Quran. Dari arah mana pun Al-Quran itu datang, mereka pasti tak akan beriman dengan berbagai alasan.كَذٰلِكَ سَلَكْنٰهُ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَۗ
Demikianlah Kami masukkan al-Quran ke dalam hati orang-orang yang durhaka.
Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah, sebagaimana Kami memasukkan rasa dusta terhadap Al-Quran pada hati orang kafir, Kami masukkan sifat dusta dan ingkar terhadap Al-Quran itu ke dalam hati orang- orang yang berdosa.لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka tidak juga akan beriman kepadanya, yakni Al-Quran, hingga mereka melihat azab yang pedih.فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَۙ
maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka, pada saat datang azab kepada mereka secara mendadak dan tiba-tiba, ketika mereka tidak menyadarinya, pada saat itulah mereka tersadar akan kesalahan mereka.فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَۗ
lalu mereka berkata:"Apakah kami dapat diberi tangguh?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu, yakni perpanjangan umur kami, sehingga kami bisa bertobat, beriman kepada Al-Quran dan melakukan amal saleh?اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?
Tafsir Ringkas Kemenag
Bukankah mereka yang meminta agar azab kami dipercepat? Akan tetapi, ketika Kami menimpakan azab itu kepada mereka, mereka meminta agar diberi kesempatan sekali lagi untuk bertobat. Inilah sikap mereka yang saling bertentangan.اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَۙ
Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka bagaimana pendapatmu, wahai Rasul, jika Kami berikan kepada mereka, orang-orang kafir itu, kenikmatan hidup beberapa tahun.ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَۙ
kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, sebagaimana permintaan mereka agar azab itu dipercepat datangnya.مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَۗ
niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan. Kenikmatan di dunia yang pada akhirnya membawa kesengsaraan di akhirat tidaklah berguna.وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا لَهَا مُنْذِرُوْنَۙ
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah memberikan alasan terhadap siksaan-Nya kepada orang-orang kafir. "Dan Kami tidak membinasakan sesuatu penduduk negeri mana pun, kecuali setelah ada orang-orang, yaitu para rasul yang memberi peringatan kepadanya, dengan sejelas-jelasnya dan menunjukkan berbagai bukti kebenaran mereka. Aakan tetapi, penduduk negeri tersebut mendustakan mereka. (Lihat: Surah al-Isrà’/17:15).ذِكْرٰىۚ وَمَا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.
Tafsir Ringkas Kemenag
Hal itu adalah untuk menjadi peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan sebagaimana mereka. Dan Kami tidak berlaku zalim, karena Kami telah mengirimkan utusan untuk memperbaiki keadaan. Mestinya mereka bersyukur. Kami berikan peringatan keras kepada mereka, namun mereka mengejek, mendustakan dan menantang (Lihat: Al-Qasas/28: 59).وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيٰطِيْنُ
Dan al-Quran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang musyrik menuduh bahwa Al-Qur’an itu adalah bisikan setan kepada Nabi Muhammad. Allah membantah dengan tegas tuduhan tersebut. Dan Al-Quran itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan. Al-Quran berisi hal-hal yang baik dan mulia, mengajak manusia ke jalan yang benar, sementara setan mengajak hal-hal keji dan mungkar dan mengajak kepada jalan yang sesat.وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيْعُوْنَۗ
Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Quran itu, dan merekapun tidak akan kuasa.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidaklah pantas bagi mereka Al-Quran itu karena hal-hal yang disebutkan di atas dan mereka pun tidak akan sanggup melakukan hal itu, karena Al-Quran mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi redaksi maupun isinya, yang tidak akan bisa tertandingi oleh siapa pun (Lihat: Surah al-Isrà/17: 88).اِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَۗ
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar al-Quran itu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Di samping alasan di atas, Allah telah menjaga kesucian Al-Quran. Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan karena jalan-jalan di langit yang biasa mereka lalui untuk menyadap kabar-kabar langit telah distrilkan dari lalu lalang mereka (Lihat: Surah Jin/72:8-9) sehingga Al-Quran bisa sampai kepada nabi secara utuh.فَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَكُوْنَ مِنَ الْمُعَذَّبِيْنَ
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di azab.
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mengingatkan Nabi Muhammad. Maka janganlah sekali-kali kamu menyeru tuhan selain Allah, karena nanti pada hari Kiamat, kamu termasuk orang-orang yang diazab karena dosa syirik itu tidak akan diampuni oleh Allah bagi siapa pun yang tidak bertobat ketika di dunia.وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَۙ
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan berilah peringatan, wahai Rasul, kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, janganlah mereka menyekutukan Allah, dan ajaklah mereka ke jalan yang benar. Keluarga adalah lingkaran pertama yang harus menjadi prioritas dakwah. Mengandalkan unsur kekerabatan tidak bisa menolong dari siksa Allah jika mereka masih tetap berbuat syirik.وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۚ
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Jangan kamu bertindak kasar terhadap mereka, karena mereka akan lari darimu, padahal mereka adalah pembantumu yang utama dalam berdakwah. Perjalanan dakwah tidak selamanya mulus. Ada banyak rintangan, antara lain pembelotan dari pengikut.فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَۚ
Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah:"Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Teruskanlah kamu berdakwah, wahai rasul. Kemudian jika engkau telah berdakwah kepada mereka, tetapi mereka, baik itu keluargamu, orang-orang kafir, atau para pengikutmu, mendurhakaimu dan tidak mengikuti perintahmu, maka katakanlah wahai Rasul, kepada mereka “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” Semua itu menjadi tanggung jawabmu di hadapan Allah.وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan setelah engkau lakukan tugasmu berdakwah kepada mereka, bertawakallah, pasrahkanlah semua urusanmu hanya kepada Allah Yang Mahaperkasa, Mahakuat yang mampu menyiksa siapa pun yang berani menantang-Nya, Maha Penyayang kepada siapa pun yang senantiasa taat kepada-Nya.الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ
Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat),
Tafsir Ringkas Kemenag
Dialah Allah yang selalu memerhatikanmu. Dia melihat engkau ketika engkau berdiri dengan penuh ketundukan untuk melakukan salat.وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ
dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Dia juga melihat perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud dalam salat, dari berdiri, sampai duduk atau pergerakanmu di antara orang-orang yang beriman, sebagaimana para nabi terdahulu.اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, Dia Maha Mendengar semua apa yang kau katakan dan engkau keluhkan, serta Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan. Semua yang terjadi tidak berlalu begitu saja, tetapi akan mendapatkan perhitungan dari Allah.هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰطِيْنُۗ
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat-ayat berikut menjelaskan tentang orang-orang yang mendapat bisikan dari setan dan bekerja sama dengannya untuk menyesatkan manusia. Maukah Aku beritakan kepadamu, wahai orang kafir Mekah, kepada siapa setan-setan itu turun untuk membisikkan kabar bohongnya?تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍۙ
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka, setan-setan itu, tidaklah turun kepada Nabi Muhammad sebagaimana apa yang kamu sangkakan selama ini, tetapi turun kepada setiap pendusta yang membalikkan sesuatu yang buruk menjadi baik dan sebaliknya, yang banyak berdosa dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma yang tidak dibenarkan oleh agama.يُّلْقُوْنَ السَّمْعَ وَاَكْثَرُهُمْ كٰذِبُوْنَۗ
mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka, para setan itu, menyampaikan hasil pendengaran mereka berupa kabar dari langit yang mereka curi, kemudian mereka mencampurnya dengan sejuta kebohongan, lalu menyampaikannya kepada para dukun, juru ramal dan lainya, sedangkan kebanyakan mereka, para setan atau dukun itu, adalah orang-orang pendusta. Bandingkan hal itu dengan Nabi Muhammad, seorang yang tidak pernah berdusta.وَالشُّعَرَاۤءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَۗ
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad sebagai seorang penyair. Allah membantah anggapan itu dengan tegas, "Dan penyair-penyair itu yang kamu sekalian terpukau dengan syair-syair mereka, diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak demikian halnya pengikut Nabi Muhammad yang sangat taat kepada aturan-aturan agama.اَلَمْ تَرَ اَنَّهُمْ فِيْ كُلِّ وَادٍ يَّهِيْمُوْنَۙ
Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,
Tafsir Ringkas Kemenag
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah dengan mengikuti hawa nafsu mereka? Terkadang membenci sesuatu kemudian memujinya dan sebaliknya.وَاَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَۙ
dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak menger-jakan-nya? Inilah bentuk kebohongan mereka. Bandingkan hal ini dengan Nabi Muhammad yang selalu bersikap jujur dalam segala hal.اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَذَكَرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّانْتَصَرُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوْا ۗوَسَيَعْلَمُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَيَّ مُنْقَلَبٍ يَّنْقَلِبُوْنَ
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

