بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ
dan demi bukit Sinai,
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ
dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
Tafsir Al-Muyassar
Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah yang mendorongmu, wahai manusia, untuk mendustakan hari kebangkitan dan pembalasan, padahal sudah jelas bukti-bukti yang menunjukkan kuasa Allah atas hal itu?اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ
Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

