× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ
dan demi bukit Sinai,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ
dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal. Dia bersumpah dengan bukit Thur Sinai, di mana Allah bercakap-cakap dengan Musa secara langsung. Dia bersumpah dengan negeri yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah tempat turunnya wahyu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka, jika tidak menaati Allah dan mengikuti para Rasul. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah yang mendorongmu, wahai manusia, untuk mendustakan hari kebangkitan dan pembalasan, padahal sudah jelas bukti-bukti yang menunjukkan kuasa Allah atas hal itu?

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ
Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Tafsir Al-Muyassar

Bukankah Allah yang menjadikan hari ini (Kiamat) untuk memutuskan perkara di antara manusia, adalah hakim yang seadil-adilnya bagi semua makhluk? Tentu saja. Apakah makhluk dibiarkan sia-sia tanpa diperintah dan dilarang, tanpa diberi pahala dan diberi siksa? Itu tidak benar, dan tidak mungkin.