× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ
dan bulan apabila mengiringinya,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ
dan siang apabila menampakkannya,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ
dan malam apabila menutupinya,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ
dan langit serta pembinaannya,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ
dan bumi serta penghamparannya,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, dengan bulan apabila mengiringinya ketika terbit dan terbenam, dengan siang apabila menghilangkan dan menyibak kegelapan, dengan malam apabila menutupi bumi lalu apa yang ada di permukaannya menjadi gelap, dengan langit dan bangunannya yang kokoh, dengan bumi dan penghamparannya, dan dengan jiwa berikut penyempurnaan ciptaannya oleh Allah untuk melaksanakan fungsinya. Lalu, Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan jalan kebaikan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan. Sebaliknya, merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآۙ
(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena melampaui batas,

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Tsamud telah mendustakan nabi mereka dengan kedurhakaan yang melampaui batas. Ketika orang paling celaka di antara kabilah itu bangkit untuk menyembelih unta betina, maka Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, "Janganlah mengganggu unta betina ini dengan mengusiknya, karena ia adalah mukjizat yang Allah kirimkan kepada kalian yang menunjukkan kebenaran Nabi kalian. Janganlah menzhalimi minumannya, karena ia memiliki jatah minum satu hari dan kalian memiliki jatah minum hari yang telah ditentukan. Namun, hal itu memberatkan mereka, lalu mereka mendustakannya berkenaan ancaman yang disampaikan kepada mereka lantas mereka menyembelih unta tersebut. Maka, Rabb mereka menimpakan adzab pada mereka dikarenakan dosa mereka, dan Dia menjadikan adzab tersebut menimpa mereka secara merata, tidak ada seorang pun dari mereka yang luput darinya. Dan, Allah tidak takut terhadap akibat siksa pedih yang ditimpakan kepada mereka itu.

اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Tsamud telah mendustakan nabi mereka dengan kedurhakaan yang melampaui batas. Ketika orang paling celaka di antara kabilah itu bangkit untuk menyembelih unta betina, maka Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, "Janganlah mengganggu unta betina ini dengan mengusiknya, karena ia adalah mukjizat yang Allah kirimkan kepada kalian yang menunjukkan kebenaran Nabi kalian. Janganlah menzhalimi minumannya, karena ia memiliki jatah minum satu hari dan kalian memiliki jatah minum hari yang telah ditentukan. Namun, hal itu memberatkan mereka, lalu mereka mendustakannya berkenaan ancaman yang disampaikan kepada mereka lantas mereka menyembelih unta tersebut. Maka, Rabb mereka menimpakan adzab pada mereka dikarenakan dosa mereka, dan Dia menjadikan adzab tersebut menimpa mereka secara merata, tidak ada seorang pun dari mereka yang luput darinya. Dan, Allah tidak takut terhadap akibat siksa pedih yang ditimpakan kepada mereka itu.
فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: "(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya."

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Tsamud telah mendustakan nabi mereka dengan kedurhakaan yang melampaui batas. Ketika orang paling celaka di antara kabilah itu bangkit untuk menyembelih unta betina, maka Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, "Janganlah mengganggu unta betina ini dengan mengusiknya, karena ia adalah mukjizat yang Allah kirimkan kepada kalian yang menunjukkan kebenaran Nabi kalian. Janganlah menzhalimi minumannya, karena ia memiliki jatah minum satu hari dan kalian memiliki jatah minum hari yang telah ditentukan. Namun, hal itu memberatkan mereka, lalu mereka mendustakannya berkenaan ancaman yang disampaikan kepada mereka lantas mereka menyembelih unta tersebut. Maka, Rabb mereka menimpakan adzab pada mereka dikarenakan dosa mereka, dan Dia menjadikan adzab tersebut menimpa mereka secara merata, tidak ada seorang pun dari mereka yang luput darinya. Dan, Allah tidak takut terhadap akibat siksa pedih yang ditimpakan kepada mereka itu.
فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Tsamud telah mendustakan nabi mereka dengan kedurhakaan yang melampaui batas. Ketika orang paling celaka di antara kabilah itu bangkit untuk menyembelih unta betina, maka Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, "Janganlah mengganggu unta betina ini dengan mengusiknya, karena ia adalah mukjizat yang Allah kirimkan kepada kalian yang menunjukkan kebenaran Nabi kalian. Janganlah menzhalimi minumannya, karena ia memiliki jatah minum satu hari dan kalian memiliki jatah minum hari yang telah ditentukan. Namun, hal itu memberatkan mereka, lalu mereka mendustakannya berkenaan ancaman yang disampaikan kepada mereka lantas mereka menyembelih unta tersebut. Maka, Rabb mereka menimpakan adzab pada mereka dikarenakan dosa mereka, dan Dia menjadikan adzab tersebut menimpa mereka secara merata, tidak ada seorang pun dari mereka yang luput darinya. Dan, Allah tidak takut terhadap akibat siksa pedih yang ditimpakan kepada mereka itu.
وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا
dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Tsamud telah mendustakan nabi mereka dengan kedurhakaan yang melampaui batas. Ketika orang paling celaka di antara kabilah itu bangkit untuk menyembelih unta betina, maka Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, "Janganlah mengganggu unta betina ini dengan mengusiknya, karena ia adalah mukjizat yang Allah kirimkan kepada kalian yang menunjukkan kebenaran Nabi kalian. Janganlah menzhalimi minumannya, karena ia memiliki jatah minum satu hari dan kalian memiliki jatah minum hari yang telah ditentukan. Namun, hal itu memberatkan mereka, lalu mereka mendustakannya berkenaan ancaman yang disampaikan kepada mereka lantas mereka menyembelih unta tersebut. Maka, Rabb mereka menimpakan adzab pada mereka dikarenakan dosa mereka, dan Dia menjadikan adzab tersebut menimpa mereka secara merata, tidak ada seorang pun dari mereka yang luput darinya. Dan, Allah tidak takut terhadap akibat siksa pedih yang ditimpakan kepada mereka itu.