بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Hai orang yang berkemul (berselimut),
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.قُمْ فَاَنْذِرْۖ
bangunlah, lalu berilah peringatan!
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ
dan Tuhanmu agungkanlah,
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
dan pakaianmu bersihkanlah,
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ
dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ
Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang yang berselimut dengan pakainnya, bangunlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari adzab Allah. Khususkanlah kepada Rabbmu semata dengan pengagungan, tauhid dan ibadah. Sucikanlah pakaianmu dari najis; karena kesucian zhahir itu merupakan kesempurnaan kesucian batin. Tetap tinggalkan berhala dan semua perbuatan syirik, dan jangan mendekatinya. Janganlah kamu memberi, dengan maksud agar kamu memperoleh yang lebih banyak daripadanya. Dan, untuk mendapatkan keridhaan Rabbmu, maka bersabarlah terhadap segala perintah dan larangan.فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ
Apabila ditiup sangkakala,
Tafsir Al-Muyassar
Apabila sangkakala ditiup, tiupan kebangkitan, maka waktu itu pada hari itu sangat keras bagi orang-orang kafir, tidak mudah bagi mereka membebaskan diri mereka dari apa yang mereka alami, yaitu menghadapi penghisaban dan hal-hal mencekam lainnya.فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,
Tafsir Al-Muyassar
Apabila sangkakala ditiup, tiupan kebangkitan, maka waktu itu pada hari itu sangat keras bagi orang-orang kafir, tidak mudah bagi mereka membebaskan diri mereka dari apa yang mereka alami, yaitu menghadapi penghisaban dan hal-hal mencekam lainnya.عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
Tafsir Al-Muyassar
Apabila sangkakala ditiup, tiupan kebangkitan, maka waktu itu pada hari itu sangat keras bagi orang-orang kafir, tidak mudah bagi mereka membebaskan diri mereka dari apa yang mereka alami, yaitu menghadapi penghisaban dan hal-hal mencekam lainnya.ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ
dan anak-anak yang selalu bersama dia,
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ
dan Ku-lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Quran).
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.
Tafsir Al-Muyassar
Biarkanlah Aku, wahai rasul bertindak terhadap orang yang telah Aku ciptakan dalam kandungan ibunya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki harta dan anak, lalu Aku jadikan baginya harta yang terbentang luas dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya di Makkah tidak pernah pergi dari mereka. Aku memudahkan baginya jalan-jalan penghidupan (rizki) dengan semudah-mudahnya. Kemudian, setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali supaya Aku menambahnya dengan harta dan anak, sedangkan ia kafir kepada-Ku. Perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh pendurhaka lagi pendosa ini. Aku tidak akan menambahnya; karena sesungguhnya ia menentang lagi mendustakan al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya. Aku akan membebaninya dengan beban adzab dan kepayahan yang tidak bisa terbebas darinya. Dan, yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin alMughirah, seorang penentang kebenaran lagi memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang dan menampik kebenaran.اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya ia telah memikirkan dalam dirinya, dan telah menyiapkan caci makian yang akan diucapkannya terhadap Muhammad dan al-Quran.فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan,
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan,
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."ثُمَّ نَظَرَۙ
kemudian dia memikirkan,
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ
sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ
lalu dia berkata: "(al-Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
ini tidak lain hanyalah perkataan manusia."
Tafsir Al-Muyassar
Maka ia dilaknat, dan pantas mendapatkan kebinasaan karenanya. Bagaimanakah ia telah menyiapkan dalam dirinya caci maki ini? Kemudian ia dilaknat juga, kemudian perhatikanlah tentang apa yang telah ditentukan dan disiapkannya berupa caci makian terhadap al-Quran. Kemudian wajahnya mengerut dan sangat masam, ketika tipu dayanya mengalami kegagalan, dan ia tidak mendapati dalam al-Quran apa yang bisa dijadikan sebagai sasaran caci makian. Kemudian, ia kembali dalam keadaan berpaling dari kebenaran, dan menyombongkan diri dari mengakui kebenarannya, seraya mengatakan tentang al-Quran, "Apa yang dikatakan Muhammad ini tidak lain hanyalah sihir yang diambil dari orang-orang dahulu. Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia yang dipelajari Muhammad dari mereka, kemudian ia mengklaim bahwa ini berasal dari sisi Allah."سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.
Tafsir Al-Muyassar
Aku akan memasukkannya ke dalam Jahanam, agar ia merasakan panasnya dan terbakar dengan apinya. Tahukah kamu apakah Jahanam itu? Ia tidak menyisakan daging dan tidak membiarkan tulang melainkan membakarnya, merubah kulit manusia, menghitamkan, lagi membakarnya. Untuk mengadzab para penghuninya urusannya diserahkan sembilanbelas malaikat zabaniyah yang sangat keras.وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
Tafsir Al-Muyassar
Aku akan memasukkannya ke dalam Jahanam, agar ia merasakan panasnya dan terbakar dengan apinya. Tahukah kamu apakah Jahanam itu? Ia tidak menyisakan daging dan tidak membiarkan tulang melainkan membakarnya, merubah kulit manusia, menghitamkan, lagi membakarnya. Untuk mengadzab para penghuninya urusannya diserahkan sembilanbelas malaikat zabaniyah yang sangat keras.لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
Tafsir Al-Muyassar
Aku akan memasukkannya ke dalam Jahanam, agar ia merasakan panasnya dan terbakar dengan apinya. Tahukah kamu apakah Jahanam itu? Ia tidak menyisakan daging dan tidak membiarkan tulang melainkan membakarnya, merubah kulit manusia, menghitamkan, lagi membakarnya. Untuk mengadzab para penghuninya urusannya diserahkan sembilanbelas malaikat zabaniyah yang sangat keras.لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.
Tafsir Al-Muyassar
Aku akan memasukkannya ke dalam Jahanam, agar ia merasakan panasnya dan terbakar dengan apinya. Tahukah kamu apakah Jahanam itu? Ia tidak menyisakan daging dan tidak membiarkan tulang melainkan membakarnya, merubah kulit manusia, menghitamkan, lagi membakarnya. Untuk mengadzab para penghuninya urusannya diserahkan sembilanbelas malaikat zabaniyah yang sangat keras.عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga).
Tafsir Al-Muyassar
Aku akan memasukkannya ke dalam Jahanam, agar ia merasakan panasnya dan terbakar dengan apinya. Tahukah kamu apakah Jahanam itu? Ia tidak menyisakan daging dan tidak membiarkan tulang melainkan membakarnya, merubah kulit manusia, menghitamkan, lagi membakarnya. Untuk mengadzab para penghuninya urusannya diserahkan sembilanbelas malaikat zabaniyah yang sangat keras.وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak menjadikan para penjaga neraka itu melainkan dari kalangan malaikat yang sangat keras, dan Kami tidak menjadikan bilangan tersebut melainkan sebagai ujian bagi orang-orang yang kafir kepada Allah, dan supaya orang-orang yang diberi kitab, yaitu Yahudi dan Nashrani, merasa yakin bahwa apa yang disebutkan dalam al-Quran tentang para penjaga Jahanam itu adalah kebenaran dari Allah, karena sejalan dengan kitab-kitab mereka, dan orang yang beriman bertambah keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, dan orang-orang yang diberi kitab, yaitu Yahudi dan Nashrani, dan orang-orang Mukmin tidak ragu-ragu. Tujuan lainnya, agar orang-orang yang di dalam hatinya terdapat nifak (orang-orang munafik) dan orang-orang kafir mengatakan, "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan yang aneh ini?" Dengan perumpamaan yang telah disebutkan itu, Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk disesatkan, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya untuk diberi petunjuk. Tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu, di antaranya adalah malaikat, melainkan Allah sendiri. Dan, neraka itu tiada lain hanyalah peringatan dan pelajaran bagi manusia.كَلَّا وَالْقَمَرِۙ
Sekali-kali tidak, demi bulan,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sebutkan, yaitu mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul. Allah bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika telah berlalu dan pergi, dan dengan Shubuh ketika bersinar terang dan menyingsing. Sesungguhnya neraka itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kalian yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melakukan ketaatan, atau menunda melakukan ketaatan dengan melakukan kemaksiatan.وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَۙ
dan malam ketika telah berlalu,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sebutkan, yaitu mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul. Allah bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika telah berlalu dan pergi, dan dengan Shubuh ketika bersinar terang dan menyingsing. Sesungguhnya neraka itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kalian yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melakukan ketaatan, atau menunda melakukan ketaatan dengan melakukan kemaksiatan.وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَۙ
dan subuh apabila mulai terang.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sebutkan, yaitu mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul. Allah bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika telah berlalu dan pergi, dan dengan Shubuh ketika bersinar terang dan menyingsing. Sesungguhnya neraka itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kalian yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melakukan ketaatan, atau menunda melakukan ketaatan dengan melakukan kemaksiatan.اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sebutkan, yaitu mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul. Allah bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika telah berlalu dan pergi, dan dengan Shubuh ketika bersinar terang dan menyingsing. Sesungguhnya neraka itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kalian yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melakukan ketaatan, atau menunda melakukan ketaatan dengan melakukan kemaksiatan.نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِۙ
sebagai ancaman bagi manusia.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sebutkan, yaitu mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul. Allah bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika telah berlalu dan pergi, dan dengan Shubuh ketika bersinar terang dan menyingsing. Sesungguhnya neraka itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kalian yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melakukan ketaatan, atau menunda melakukan ketaatan dengan melakukan kemaksiatan.لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَۗ
(yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sebutkan, yaitu mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul. Allah bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika telah berlalu dan pergi, dan dengan Shubuh ketika bersinar terang dan menyingsing. Sesungguhnya neraka itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kalian yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melakukan ketaatan, atau menunda melakukan ketaatan dengan melakukan kemaksiatan.كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِۛ
kecuali golongan kanan,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ
berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."عَنِ الْمُجْرِمِيْنَۙ
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut." مَاسَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُۗ
hingga datang kepada kami kematian."
Tafsir Al-Muyassar
Tiap-tiap diri, dengan amal-amal keburukan yang diusahakannya, akan diperhitungkan lagi bertanggung jawab atas usahanya itu. Ia tidak dibebaskan hingga menunaikan hak-hak yang ada padanya dan diberi hukuman. Kecuali orang-orang muslim yang ikhlas, yaitu golongan kanan, yang melepaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka berada di dalam surga yang tidak diketahui sifatnya. Mereka bertanya satu sama lain tentang orang-orang kafir yang melakukan kejahatan terhadap diri mereka sendiri, "Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Jahanam, dan menjadikan kalian merasakan panasnya?" Orang-orang yang berdosa itu menjawab, "Kami dahulu semasa di dunia bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, kami mendustakan hari penghisaban dan pembalasan, hingga datang kematian kepada kami dan kami tetap dalam kesesatan dan kemungkaran tersebut."فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَۗ
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.
Tafsir Al-Muyassar
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat seluruhnya dari kalangan malaikat, nabi dan selain mereka. Karena syafaat hanya diberikan kepada orang-orang yang diridhai oleh Allah, dan pemberi syafaat diizinkan untuk memberi syafaat kepadanya.فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ
Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
Tafsir Al-Muyassar
Lalu mengapakah orang-orang musyrik itu berpaling dari al-Quran berikut pelajaran-pelajaran yang terdapat di dalamnya? Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari dengan sangat cepat, lari dari singa yang buas.كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ
seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,
Tafsir Al-Muyassar
Lalu mengapakah orang-orang musyrik itu berpaling dari al-Quran berikut pelajaran-pelajaran yang terdapat di dalamnya? Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari dengan sangat cepat, lari dari singa yang buas.فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍۗ
lari daripada singa.
Tafsir Al-Muyassar
Lalu mengapakah orang-orang musyrik itu berpaling dari al-Quran berikut pelajaran-pelajaran yang terdapat di dalamnya? Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari dengan sangat cepat, lari dari singa yang buas.بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan tiap-tiap orang dari kaum musyrik itu berkeinginan agar Allah menurunkan kepadanya sebuah kitab yang terbuka dari langit, sebagaimana yang telah diturunkan kepada Muhammad. Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, sebenarnya mereka tidak takut akhirat, dan tidak mempercayai kebangkitan dan pembalasan.كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan tiap-tiap orang dari kaum musyrik itu berkeinginan agar Allah menurunkan kepadanya sebuah kitab yang terbuka dari langit, sebagaimana yang telah diturunkan kepada Muhammad. Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Bahkan, sebenarnya mereka tidak takut akhirat, dan tidak mempercayai kebangkitan dan pembalasan.كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌۚ
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Quran itu adalah peringatan.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh al-Quran itu adalah pelajaran yang sangat mendalam yang sudah cukup untuk mereka jadikan sebagai pelajaran. Barangsiapa yang ingin mengambil pelajaran, maka ia mengambil pelajaran dari isinya dan mengambil manfaat dari petunjuknya. Namun, mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya, kecuali bila Allah menghendaki petunjuk untuk mereka. Dialah yang patut ditakwai dan ditaati, dan Dialah yang patut memberikan ampunan kepada siapa yang beriman kepada-Nya dan menaati-Nya.
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۗ
Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (al-Quran).
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh al-Quran itu adalah pelajaran yang sangat mendalam yang sudah cukup untuk mereka jadikan sebagai pelajaran. Barangsiapa yang ingin mengambil pelajaran, maka ia mengambil pelajaran dari isinya dan mengambil manfaat dari petunjuknya. Namun, mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya, kecuali bila Allah menghendaki petunjuk untuk mereka. Dialah yang patut ditakwai dan ditaati, dan Dialah yang patut memberikan ampunan kepada siapa yang beriman kepada-Nya dan menaati-Nya.
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗهُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertaqwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh al-Quran itu adalah pelajaran yang sangat mendalam yang sudah cukup untuk mereka jadikan sebagai pelajaran. Barangsiapa yang ingin mengambil pelajaran, maka ia mengambil pelajaran dari isinya dan mengambil manfaat dari petunjuknya. Namun, mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya, kecuali bila Allah menghendaki petunjuk untuk mereka. Dialah yang patut ditakwai dan ditaati, dan Dialah yang patut memberikan ampunan kepada siapa yang beriman kepada-Nya dan menaati-Nya.

