بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi mensucikan Allah dari segala yang tidak patut bagi-Nya; dan Dialah Yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan lagi Maha Bijaksana dalam qadar (ketentuan), pengaturan, perbuatan dan tasyri (penetapan syariat)-Nya, karena Dia meletakkan segala urusan pada tempatnya.هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ
Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan kedalam hati mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah yang telah mengeluarkan orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad saw di antara Ahli Kitab, yaitu Yahudi Bani Nadhir, dari pemukiman-pemukiman mereka yang berdekatan dengan kaum muslimin di sekitar Madinah. Itu adalah awal pengusiran mereka dari Jazirah Arab ke negeri Syam. Kalian tidak menyangka, wahai kaum muslimin, mereka akan keluar dari pemukiman-pemukiman mereka dengan kehinaan seperti ini; karena kekuatan mereka dan kekuatan pertahanan mereka. Orang-orang Yahudi juga yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dan `adzab Allah, dan tidak ada seorang pun yang sanggup menembusnya, maka datanglah hukuman Allah kepada mereka yang tak terlintas di benak mereka. Allah mencampakkan ke dalam hati mereka ketakutan yang hebat. Mereka menghancurkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian yang menimpa mereka itu sebagai pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan yang lurus dan akal yang cerdas.وَلَوْلَآ اَنْ كَتَبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاۤءَ لَعَذَّبَهُمْ فِى الدُّنْيَاۗ وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ
Dan jikalau tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka benar-benar Allah akan mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya bukan karena Allan telah menetapkan pengusiran terhadap mereka dari pemukiman mereka, niscaya Allah telah mengadzab mereka di dunia dengan pembunuhan dan penawanan (untuk dijadikan sebagai budak). Sementara di akhirat kelak, mereka akan mendapatkan adzab neraka.ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤقُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۖوَمَنْ يُّشَاۤقِّ اللّٰهَ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.
Tafsir Al-Muyassar
Yang demikian itu-yaitu peristiwa yang menimpa kaum Yahudi di dunia dan apa yang mereka nanti di akhirat-karena mereka sangat menyelisihi perintah Allah dan perintah Rasul-Nya, memerangi keduanya, dan bermaksiat kepada keduanya. Barangsiapa menyelisihi Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksaNya terhadapnya.مَا قَطَعْتُمْ مِّنْ لِّيْنَةٍ اَوْ تَرَكْتُمُوْهَا قَاۤىِٕمَةً عَلٰٓى اُصُوْلِهَا فَبِاِذْنِ اللّٰهِ وَلِيُخْزِيَ الْفٰسِقِيْنَ
Apa saja yang kami tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kapada orang-orang fasik.
Tafsir Al-Muyassar
Apa saja yang kalian tebang, wahai orangorang Mukmin, dari pohon kurma atau yang kalian biarkan tetap berdiri di atas batangnya, tanpa mengusiknya, maka semua itu dengan seizin Allah; dan agar dengan hal itu, Dia memberi kehinaan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan pada-Nya lagi menyelisihi perintah dan larangan-Nya, di mana Dia menguasakan kalian untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya.وَمَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْهُمْ فَمَآ اَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَّلَا رِكَابٍ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهٗ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Harta rampasan (fai') yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari harta Yahudi Bani Nadhir, yang untuk mendapatkannya kalian tidak mengendarai kuda atau unta, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada para Rasul-Nya terhadap siapa saja yang dikehendaki-Nya dari musuh-musuhNya. Maka mereka menyerahkan diri kepada orang-orang beriman tanpa peperangan. Fai` adalah apa yang diambil dari harta benda orang-orang kafir secara haq tanpa terjadi pertempuran. Dan, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya.مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Harta rampasan (fai`) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari harta penduduk kota-kota yang musyrik dengan tanpa mengendarai kuda atau unta, maka itu untuk Allah, Rasul-Nya, yang beliau belanjakan untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum, kerabat Rasulullah, yaitu Bani Hasyim dan Bani Muththalib, anak-anak yatim, yaitu anak-anak fakir yang ditinggal mati oleh ayah mereka sebelum mencapai usia baligh, orang-orang miskin, yaitu orang-orang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang dapat mencukupi dan menutupi kebutuhan mereka. Dan orang yang ada dalam perjalanan, yaitu orang asing lagi musafir yang kehabisan nafkahnya dan hartanya terputus darinya. Hal itu dimaksudkan agar harta itu jangan menjadi kepemilikan yang hanya beredar di antara orang-orang kaya saja, dan kaum fakir miskin terhalang darinya. Apa yang diberikan Rasul kepada kalian berupa harta, atau syariatnya yang ditetapkannya untuk kalian, maka terimalah. Sementara apa yang dilarangnya terhadap kalian dari mengambilnya atau mengerjakannya, maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya bagi siapa yang bermaksiat kepada Allah dan menyelisihi perintah dan larangan-Nya. Ayat ini adalah dasar dalam kewajiban beramal sesuai sunnah, baik secara perkataan, perbuatan maupun penetapan.لِلْفُقَرَاۤءِ الْمُهٰجِرِيْنَ الَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا وَّيَنْصُرُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَۚ
(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.
Tafsir Al-Muyassar
Demikian pula harta rampasan (fa`i) yang diberikan Allah kepada rasulNya juga dibagikan kepada fuqara Muhajirin.Yaitu orang-orang yang diusir oleh kaum kafir Quraisy dari kampung halaman dan harta benda mereka karena berharap kepada Allah semoga Dia mengaruniakan rizki kepada mereka di dunia dan keridhaan di akhirat, serta menolong agama Allah dan Rasul-Nya dengan berjihad di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar, yaitu orang-orang yang menyelaraskan perkataan dengan perbuatan mereka.وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗوَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum kaum Muhajirin berhijrah, yaitu kaum Anshar, mereka mencintai kaum Muhajirin dan memberikan hartanya kepada mereka. Dan mereka tidak mendapati dalam hati mereka rasa dengki terhadap kaum Muhajirin karena apa yang telah diberikan kepada mereka berupa harta fai` dan selainnya. Mereka lebih mengutamakan kaum Muhajirin dan orang-orang yang membutuhkan dibandingkan diri mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri sangat membutuhkan. Barangsiapa yang selamat dari kebakhilan dan menghalangi kelebihan hartanya (dari orang lain), mereka itulah orang-orang yang beruntung, yaitu orang yang mendapatkan apa yang mereka cari.وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang."
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang Mukmin yang datang sesudah kaum Muhajirin dan Anshar yang pertama berdoa, "Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan ampunilah saudara-saudara kami seagama yang telah beriman lebih dahulu daripada kami. Janganlah Engkau masukkan kedengkian dalam hati kami terhadap salah seorang dari orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau merahmati para hamba-Mu dengan rahmat yang luas, baik di dunia mereka maupun di akhirat mereka." Dalam ayat ini terdapat dalil hendaknya seorang muslim mengingat kebaikan pendahulunya dan mendoakan kebaikan untuk mereka. Dan hendaknya mencintai para shahabat Rasulullah Saw menyebutkan kebaikan mereka dan ridha terhadap mereka.اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ نَافَقُوْا يَقُوْلُوْنَ لِاِخْوَانِهِمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَىِٕنْ اُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيْعُ فِيْكُمْ اَحَدًا اَبَدًاۙ وَّاِنْ قُوْتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ
Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu." Dan Allah menyaksikan, bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik, mereka berkata kepada saudara-saudara mereka dalam kekafiran dari kalangan Yahudi Bani Nadhir, "Jika Muhammad dan para pengikutnya mengusir kalian dari pemukiman kalian, niscaya kami akan keluar bersama kalian, dan kami tidak akan mematuhi selama-lamanya, berkenaan dengan kalian, siapa pun yang meminta kami supaya membiarkan kalian atau tidak keluar bersama kalian. Jika mereka memerangi kalian, niscaya kami akan membantu kalian menghadapi mereka." Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta dalam janji mereka kepada Yahudi Bani Nadhir.لَىِٕنْ اُخْرِجُوْا لَا يَخْرُجُوْنَ مَعَهُمْۚ وَلَىِٕنْ قُوْتِلُوْا لَا يَنْصُرُوْنَهُمْۚ وَلَىِٕنْ نَّصَرُوْهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْاَدْبَارَۙ ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ
Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tiada akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi; niscaya mereka tiada akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tiada akan mendapat pertolongan.
Tafsir Al-Muyassar
Jika orang-orang Yahudi diusir dari Madinah, maka orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka. Dan jika mereka diperangi, maka orang-orang munafik itu tidak akan berperang bersama mereka sebagaimana janjinya. Jika pun berperang bersama mereka, maka mereka akan berpaling ke belakang untuk melarikan diri. Kemudian Allah tidak akan menolong mereka, bahkan menelantarkan dan menghinakan mereka.لَاَنْتُمْ اَشَدُّ رَهْبَةً فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنَ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti.
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh ketakutan kaum Yahudi dan kaum munafik kepada kalian, wahai orang-orang mukmin, lebih besar dalam hati mereka daripada rasa takut dan khasyah mereka kepada Allah. Hal itu karena mereka adalah kaum yang tiada memahami keagungan Allah dan keimanan kepada-Nya, serta tidak takut siksa-Nya.لَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ جَمِيْعًا اِلَّا فِيْ قُرًى مُّحَصَّنَةٍ اَوْ مِنْ وَّرَاۤءِ جُدُرٍۗ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌ ۗ تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتّٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَۚ
Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.
Tafsir Al-Muyassar
Kaum Yahudi tidak akan memerangi kalian dalam keadaan bersatu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng dengan pagar atau parit, atau mereka berlindung di balik tembok; karena sifat pengecut dan ketakutan yang bersarang dalam hati mereka. Permusuhan di antara sesama mereka sangat keras. Kamu menyangka mereka itu bersatu kata, tetapi hati mereka tercerai berai. Hal itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti urusan Allah dan tidak memperhatikan ayat-ayat-Nya.كَمَثَلِ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَرِيْبًا ذَاقُوْا وَبَالَ اَمْرِهِمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۚ
(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka dan bagi mereka azab yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Permisalan orang-orang Yahudi itu, berkenaan dengan adzab Allah yang menimpa mereka, adalah seperti kaum kafir Quraisy pada saat perang Badar dan Yahudi Qainuqa`. Di mana mereka telah merasakan akibat buruk dari kekafiran mereka dan permusuhan mereka terhadap Rasulullah SAW di dunia. sementara di akhirat kelak mereka akan mendapatkan azab yang pedih dan menyakitkan.كَمَثَلِ الشَّيْطٰنِ اِذْ قَالَ لِلْاِنْسَانِ اكْفُرْۚ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّنْكَ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia: "Kafirlah kamu!" Maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam."
Tafsir Al-Muyassar
Permisalan orang-orang munafik itu, dalam hal membujuk kaum Yahudi supaya berperang dan menjanjikan mereka kemenangan atas Rasulullah saw adalah seperti bujukan setan, ketika menjadikan manusia memandang baik kekafiran dan mengajaknya kepadanya. Lalu ketika manusia itu telah kafir, maka ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri darimu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam."فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَآ اَنَّهُمَا فِى النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيْهَاۗ وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَ
Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Akibat perintah setan dan manusia yang menaatinya lalu menjadi kafir, ialah keduanya masuk ke dalam neraka dalam keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya. ltulah balasan orang-orang zhalim yang melampaui ketentuan-ketentuan Allah.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya. Takutlah kepada Allah dan takutlah siksa-Nya dengan melaksanakan apa yang diperintahkanNya kepada kalian dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya terhadap kalian. Hendaklah setiap diri memperhatikan amalan yang telah diperbuatnya untuk Hari Kiamat. Dan takutlah kepada Allah dalam semua yang kalian lakukan dan yang kalian tinggalkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tidak ada sedikit pun dari perbuatan kalian yang luput dari pengetahuan-Nya, dan akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kalian, wahai orang-orang yang beriman, seperti orang-orang yang tidak menunaikan hak Allah yang diwajibkanNya atas mereka. Lalu dengan sebab itu, Allah menjadikan mereka lupa akan bagian diri mereka berupa kebaikan-kebaikan yang menyelamatkan mereka dari adzab Hari Kiamat. Mereka itulah orang-orang yang disifati dengan kefasikan, lagi keluar dari ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya.لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Al-Muyassar
Tiada sama para penghuni neraka yang mendapatkan azab dengan para penghuni surga yang mendapatkan Kenikatan. Para penghuni surga itulah orang-orang yang mendapat segala keinginan, lagi selamat dari segala yang dibenci.لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Kalau sekiranya kami menurunkan al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya Kami menurunkan alQuran ini kepada salah satu gunung, lalu ia memahami janji dan ancaman yang disebutkan di dalamnya, niscaya kamu melihatnya tunduk lagi terpecah, meskipun sedemikian kuat, keras dan besarnya, karena takut kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat, dan Kami jelaskan kepada manusia, agar mereka memikirkan kuasa Allah dan keagungan-Nya. Ayat ini berisikan anjuran untuk memperhatikan al-Qur`an, memahami maknanya, dan mengamalkannya.هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah Allah SWT, Sembahan yang haq. Tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia. Dia Maha Mengetahui perkara rahasia dan perkara yang nyata, lagi Maha Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nampak. Dia-lah Yang Maha Pemurah dimana rahmat-Nya mencakup segala sesuatu, lagi Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya.هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Tafsir Al-Muyassar
Dia-lah Allah Sembahan yang haq, Tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia, Raja bagi segala sesuatu lagi mengaturnya dengan tanpa ada yang bisa mencegah dan menghalanginya, Yang disucikan dari semua kekurangan, Yang terbebas dari semua aib, Yang membenarkan para rasul dan para nabi yang diutus-Nya dengan membawa bukti-bukti nyata, Yang Mengawasi semua makhlukNya dalam semua perbuatan mereka, Yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, Yang Mahakuasa yang menguasai semua hambaNya dan menundukkan semua makhluk kepada-Nya, Yang Memiliki segala keagungan dan kebesaran. Mahasuci Allah dari segala apa yang mereka persekutukan dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih Kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

