× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
حٰمۤۚ
Haa Miim

Tafsir Al-Muyassar

Haa Miim. Pembicaraan tentang potongan huruf-huruf ini telah dikemukakan di awal surah al-Baaarah.

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
Diturunkan kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Al-Muyassar

Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, lagi Maha Bijaksana dalam pengaturan dan perbuatanNya.

مَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّ وَاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَمَّآ اُنْذِرُوْا مُعْرِضُوْنَ
Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar, tidak main-main dan tidak sia-sia, bahkan tujuannya supaya para hamba mengetahui keagungan Pencipta keduanya lalu mereka menyembah-Nya semata, mengetahui bahwa Dia Mahakuasa untuk mengembalikan para hamba setelah kematian mereka, dan agar mereka menegakkan kebenaran dan keadilan di antara mereka, sampai pada batas waktu yang ditentukan di sisi-Nya. Dan orang-orang yang mengingkari bahwa Allah-lah sesembahan yang haq berpaling dari apa yang diperingatkan oleh al-Quran kepada mereka, mereka tidak mengambil pelajaran dan tidak pula berpikir.

قُلْ اَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقُوْا مِنَ الْاَرْضِ اَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِى السَّمٰوٰتِ ۖائْتُوْنِيْ بِكِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ هٰذَآ اَوْ اَثٰرَةٍ مِّنْ عِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkanlah kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (al-Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar."

Tafsir Al-Muyassar

Katakan lah -wahai Rasul- kepada orang-orang kafir itu, "Terangkanlah kepadaku tentang sembahan-sembahan dan berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah, perlihatkanlah kepadaku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini, atau apakah mereka memiliki bagian (saham) bersama Allah dalam penciptaan langit? Bawalah kepadaku kitab dari sisi Allah sebelum al-Quran ini atau peninggalan dari ilmu pengetahuan, jika memang kalian adalah orang-orang yang benar dalam persangkaan kalian."

وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنْ يَّدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَنْ لَّا يَسْتَجِيْبُ لَهٗٓ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَاۤىِٕهِمْ غٰفِلُوْنَ
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doanya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak ada yang lebih sesat dan lebih jahil daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan doanya selama-lamanya; karena sembahan-sembahan itu berupa orang-orang yang sudah mati, batu, pohon dan sebagainya, sedangkan mereka sendiri lalai dari memperhatikan doa orang-orang yang menyembah mereka, tidak mampu memberikan manfaat atau menolak mudarat dari mereka.

وَاِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوْا لَهُمْ اَعْدَاۤءً وَّكَانُوْا بِعِبَادَتِهِمْ كٰفِرِيْنَ
Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan mereka itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Apabila manusia dikumpulkan pada Hari Kiamat untuk dihisab dan diberi balasan, niscaya sembahan-sembahan yang dulu mereka sembah di dunia itu menjadi musuh bagi mereka, yang melaknat mereka, berlepas diri dari mereka, dan mengingkari penyembahan mereka kepadanya.

وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰتٍ قَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهُمْۙ هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌۗ
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang nyata."

Tafsir Al-Muyassar

Apabila dibacakan kepada orang-orang musyrik itu ayat-ayat Kami yang jelas, niscaya orang-orang yang kafir itu, ketika al-Quran datang kepada mereka, mengatakan, "ini adalah sihir yang nyata."
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗ قُلْ اِنِ افْتَرَيْتُهٗ فَلَا تَمْلِكُوْنَ لِيْ مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا ۗهُوَ اَعْلَمُ بِمَا تُفِيْضُوْنَ فِيْهِۗ كَفٰى بِهٖ شَهِيْدًا ۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ ۗ وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (al-Quran)," Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang al-Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan apakah orang-orang musyrik itu mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad telah mengada-adakan al-Quran." Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, "Jika aku mengada-adakannya atas nama Allah, niscaya kalian tiada mempunyai kuasa mempertahankan aku dari adzab Allah sedikit pun, jika Dia menghukumku atas perkara itu." Dia lebih mengetahui dari segala sesuatu selainNya tentang apa yang kalian percakapkan mengenai al-Quran. Cukuplah Dia menjadi saksi atasku dan atas kalian, dan Dialah Yang Maha Pengampun kepada orang yang bertaubat kepada-Nya lagi Maha Penyayang kepada para hamba-Nya yang beriman.

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَآ اَدْرِيْ مَا يُفْعَلُ بِيْ وَلَا بِكُمْۗ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ وَمَآ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Katalanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepaddaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah, -wahai Rasul-, kepada orang-orang musyrik kaummu, "Aku bukanlah rasul pertama di antara Rasul-rasul Allah kepada makhluk-Nya, dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat Allah terhadapku dan tidak pula mengetahui apa yang akan diperbuat Allah terhadap kalian. Aku tidak mengikuti berkenaan dengan apa yang aku perintahkan kepada kalian dan apa yang aku lakukan melainkan wahyu Allah yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan yang sangat jelas."

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَكَفَرْتُمْ بِهٖ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى مِثْلِهٖ فَاٰمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika al-Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) al-Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah, -wahai Rasul-, kepada Orang. orang musyrik kaummu, "Terangkanlah kepadaku, jika al-Quran itu dari sisi Allah dan kalian mengingkarinya, sedangkan seorang saksi dari Bani Israil, seperti Abdullah bin Salam, mengakui kebenaran yang semisal dengan al-Quran ini, yaitu apa yang terdapat dalam Taurat berupa konfirmasi tentang kenabian Muhammad Saw lalu ia beriman dan mengamalkan ajaran yang tertera dalam al-Quran, sementara kalian mengingkari itu karena kesombongan, maka bukankah ini tidak lain hanyalah kezhaliman terbesar dan kekafiran terparah?" Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada Islam dan mendapatkan kebenaran terhadap orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kekafiran mereka kepada Allah.

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُوْنَآ اِلَيْهِۗ وَاِذْ لَمْ يَهْتَدُوْا بِهٖ فَسَيَقُوْلُوْنَ هٰذَآ اِفْكٌ قَدِيْمٌ
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya dia (al-Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka berkata: "Ini adalah dusta yang lama."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad Saw berkata kepada orang-orang yang beriman, "Seandainya keimanan kalian kepada Muhammad Saw atas ajaran yang dibawanya itu adalah suatu yang baik, tentulah kalan tidak mendahului kami beriman kepadanya." Ketika mereka tidak mendapat petunjuk dengan al-Quran dan tidak bisa mengambil manfaat dari kebenaran yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka berkata, "ini adalah kedustaan, yang diambil dari orang-orang terdahulu."

وَمِنْ قَبْلِهٖ كِتٰبُ مُوْسٰٓى اِمَامًا وَّرَحْمَةً ۗوَهٰذَا كِتٰبٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۖوَبُشْرٰى لِلْمُحْسِنِيْنَ
Dan sebelum al-Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (al-Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memeri kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir Al-Muyassar

Sebelum al-Quran ini kami telah menurunkan Taurat sebagai imam (petunjuk) bagi Bani Israil yang mereka ikuti dan sebagai rahmat bagi siapa yang beriman kepadanya dan mengamalkannya. Al-Quran ini adalah kitab yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yang Kami turunkan dengan bahasa Arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kekafiran dan kemaksiatan, dan sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang menaati Allah, lalu mereka berbuat baik dalam keimanan dan ketaatan mereka di dunia.

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah," kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami adalah Allah,” kemudian mereka istiqamah di atas keimanan kepadaNya, maka tidak ada ketakutan atas mereka dari ketakutan Hari Kiamat, dan tidak pula mereka berduka cita atas apa yang mereka tinggalkan di belakang mereka setelah kematian mereka berupa keuntungan dunia.

اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۚ جَزَاۤءً ۢبِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka itulah penghuni surga, mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya, karena rahmat Allah untuk mereka, dan sebagai balasan atas amal shalih yang mereka kenakan di dunia.

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Tafsir Al-Muyassar

Kami perintahkan kepada manusia supaya memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik sebagai bentuk bakti kepada keduanya, baik semasa hidup mereka maupun sesudah mati. Ibunya telah mengandungnya saat masih janin di dalam perutnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah juga. Masa mengandungnya hingga menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Disebutkannya kesusahan ini yang ditanggung ibu bukan ayah, adalah bukti bahwa haknya atas anaknya lebih besar daripada hak ayah. Hingga apabila ia telah mencapai puncak kekuatan badan dan akalnya serta umurnya telah mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, berilah aku kemampuan supaya aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku." Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dari dosa-dosaku, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang tunduk kepadaMu dengan ketaatan serta berserah diri kepada perintah dan larangan Mu, lagi melaksanakan hukum Mu.
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّاٰتِهِمْ فِيْٓ اَصْحٰبِ الْجَنَّةِۗ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka sebaik-baik apa yang mereka lakukan berupa amal-amal shalih, dan Kami bebaskan kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Janji yang telah Kami janjikan ini adalah janji yang benar yang tidak diragukan lagi.

وَالَّذِيْ قَالَ لِوَالِدَيْهِ اُفٍّ لَّكُمَآ اَتَعِدَانِنِيْٓ اَنْ اُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُوْنُ مِنْ قَبْلِيْۚ وَهُمَا يَسْتَغِيْثٰنِ اللّٰهَ وَيْلَكَ اٰمِنْ ۖاِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّۚ فَيَقُوْلُ مَا هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya:"Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?" lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar." Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ketika keduanya mengajaknya supaya beriman kepada Allah dan mengakui adanya kebangkitan, "Keburukan bagi kalian berdua, apakah kalian memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan dari kuburku dalam keadaan hidup, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku, lalu mereka binasa dan tidak ada seorang pun dari mereka yang dibangkitkan?" Kedua orang tuanya memohon kepada Allah supaya memberi hidayah kepadanya seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah, benarkanlah, dan beramal shalihlah. Sesungguhnya janji Allah tentang kebangkitan itu adalah benar tiada keraguan di dalamnya." Ia berkata kepada keduanya, "Apa yang kalian katakan ini tidak lain hanyalah dongengan batil orang-orang terdahulu yang dinukil dari kitab-kitab mereka."

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِيْٓ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا خٰسِرِيْنَ
Mereka itulah orang-orang yang telah pasti (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungghnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang demikian sifat mereka itulah orang-orang yang pasti mendapatkan adzab Allah. Mereka mendapatkan hukuman dan murka dari-Nya bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari bangsa jin dan manusia atas kekafiran dan pendustaan mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang merugi, karena mereka menukar petunjuk dengan kesesatan, kenikmatan dengan adzab.

وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۚ وَلِيُوَفِّيَهُمْ اَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.

Tafsir Al-Muyassar

Masing-masing golongan dari ahli kebajikan dan ahli keburukan memiliki derajat-derajat yang berbeda di sisi Allah pada Hari Kiamat, sesuai amalan yang telah mereka kerjakan semasa di dunia. Masing-masing sesuai derajatnya. Dan agar Allah menyempurnakan bagi mereka balasan amal perbuatan mereka sedang mereka tidak dizhalimi dengan menambah keburukan mereka atau mengurangi kebajikan mereka.
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَلَى النَّارِۗ اَذْهَبْتُمْ طَيِّبٰتِكُمْ فِيْ حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَاۚ فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُوْنَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan kamu telah fasik."

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka untuk diadzab, maka dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan, "Sungguh kalian telah menghabiskan rizki kalian yang baik-baik dalam kehidupan duniawi kalian saja dan kalian telah bersenang-senang dengannya, maka pada hari ini, wahai orang-orang kafir, kalian akan diberi balasan dengan adzab yang menghinakan di neraka, karena kalian telah menyombongkan diri di muka bumi dengan tanpa hak, dan karena kalian telah keluar dari ketaatan pada Allah."

وَاذْكُرْ اَخَا عَادٍۗ اِذْ اَنْذَرَ قَوْمَهٗ بِالْاَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖٓ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَ ۗاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Dan ingatlah (Hud) saudara kaum Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar."

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah, wahai Rasul, nabi Allah Hud, saudara kaum `Ad dalam hal nasab bukan agama, ketika ia memberi peringatan kepada kaumnya bahwa adzab Allah akan menimpa mereka, saat mereka berada di tempat tinggal mereka yang dikenal dengan al-Ahqaaf, yaitu pasir yang sangat banyak di sebelah selatan jazirah Arab. Sesungguhnya telah berlalu beberapa orang Rasul dengan membawa peringatan kepada kaumnya sebelum Hud, dan sesudahnya (dengan mengatakan), "Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatupun dalam ibadah kalian kepada-Nya, sesungguhnya aku khawatir kalian akan ditimpa adzab Allah pada hari yang besar ketakutannya, yaitu Hari Kiamat."

قَالُوْٓا اَجِئْتَنَا لِتَأْفِكَنَا عَنْ اٰلِهَتِنَاۚ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Mereka menjawab: "apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar."

Tafsir Al-Muyassar

Mereka menjawab, "Apakah kamu datang kepada kami dengan membawa seruanmu untuk memalingkan kami dari menyembah sembahan-sembahan kami? Maka datangkanlah kepada kami adzab yang telah kamu ancamkan kepada kami, jika memang kamu termasuk orang-orang yang benar dalam ucapan dan janjimu."

قَالَ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖوَاُبَلِّغُكُمْ مَّآ اُرْسِلْتُ بِهٖ وَلٰكِنِّيْٓ اَرٰىكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُوْنَ
Ia berkata: "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku hanya menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh."

Tafsir Al-Muyassar

Hud as berkata, "Sesungguhnya pengetahuan tentang waktu kedatangan adzab yang diancamkan kepada kalian hanya pada sisi Allah. Aku hanyalah Rasul Allah yang diutus kepada kalian. Aku menyampaikan kepada kalian dari-Nya apa yang Dia mengutus aku dengannya, tetapi aku melihat kalian sebagai kaum yang jahil karena meminta azab disegerakan, dan karena kalian lancang terhadap Allah SWT.
فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami." (Bukan)! bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,

Tafsir Al-Muyassar

Tatkala mereka melihat adzab yang mereka minta disegerakan itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, maka mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami." Hud as mengatakan kepada mereka, "Itu bukan awan yang akan menurunkan hujan dan rahmat, tetapi itu adalah awan adzab yang kalian minta disegerakan, yaitu angin yang mengandung adzab yang pedih lagi menyakitkan."

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍۢ بِاَمْرِ رَبِّهَا فَاَصْبَحُوْا لَا يُرٰىٓ اِلَّا مَسٰكِنُهُمْۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ
yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Rabbnya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.

Tafsir Al-Muyassar

Yang menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya, yaitu yang dikirimkan untuk membinasakannya, dengan perintah Rabbnya dan kehendak-Nya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi di negeri mereka kecuali rumah-rumah mereka yang dulu mereka diami. Balasan seperti inilah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa, disebabkan kejahatan dan perbuatan mereka yang melampaui batas.

وَلَقَدْ مَكَّنّٰهُمْ فِيْمَآ اِنْ مَّكَّنّٰكُمْ فِيْهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَّاَبْصَارًا وَّاَفْـِٕدَةًۖ فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَآ اَبْصَارُهُمْ وَلَآ اَفْـِٕدَتُهُمْ مِّنْ شَيْءٍ اِذْ كَانُوْا يَجْحَدُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah memudahkan kepada kaum Ad faktor-faktor yang meneguhkan kedudukan mereka di dunia yang belum pernah Kami meneguhkan kedudukan kalian dalam hal itu, wahai sekalian kaum kafir Quraisy. Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran yang dengannya mereka mendengar, penglihatan yang dengannya mereka melihat, dan hati yang dengannya mereka berpikir, tapi mereka menggunakannya dalam perkara yang menyebabkan mereka mendapatkan murka. Akibatnya, semua itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari hujjah-hujjah Allah, dan mereka ditimpa adzab yang mereka memperolok-oloknya dan meminta disegerakan. Ini adalah ancaman dari Allah Yang Mahatinggi, dan peringatan bagi orang-orang kafir.


وَلَقَدْ اَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِّنَ الْقُرٰى وَصَرَّفْنَا الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitar kalian, wahai penduduk Makkah, seperti Ad dan Tsamud. Kami menjadikannya rata dengan tanah, dan Kami menjelaskan kepada mereka berbagai macam hujjah dan bukti agar mereka kembali dari apa yang mereka lakukan berupa pengingkaran terhadap Allah dan ayat-ayat-Nya.

فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ قُرْبَانًا اٰلِهَةً ۗبَلْ ضَلُّوْا عَنْهُمْۚ وَذٰلِكَ اِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.

Tafsir Al-Muyassar

Maka mengapakah orang-orang yang telah Kami binasakan dari umat-umat terdahulu itu tidak ditolong oleh tuhan-tuhan mereka yang mereka sembah untuk mendekatkan diri kepada Rabb mereka; agar memberi syafaat kepada mereka di sisi-Nya? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka, tidak mengabulkan mereka dan tidak pula membela mereka. ltulah kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan, yaitu mereka meniadikannya sebagai sembahan-sembahan.

وَاِذْ صَرَفْنَآ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوْٓا اَنْصِتُوْاۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)." Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami mengutus kepadamu segolongan jin untuk mendengarkan al-Quran darimu. Tatkala mereka hadir, dan Rasulullah saw membacanya, mereka berkata satu sama lain, "Diamlah kalian agar kita mendengarkan al-Quran." Setelah Rasulullah selesai membaca alQur’an, dan mereka telah memahaminya serta telah membekas dalam diri mereka, maka mereka kembali kepada kaum mereka untuk memberi peringatan kepada mereka akan adzab Allah, jika mereka tidak beriman kepada-Nya.

قَالُوْا يٰقَوْمَنَآ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka berkata, "Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan sebuah kitab yang telah diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan kitab-kitab Allah sebelumnya yang diturunkan-Nya kepada Rasul-rasul-Nya, yang menunjukkan kepada kebenaran dan kepada jalan yang benar lagi lurus."

يٰقَوْمَنَآ اَجِيْبُوْا دَاعِيَ اللّٰهِ وَاٰمِنُوْا بِهٖ يَغْفِرْ لَكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

"Wahai kaum kami, terimalah seruan Rasulullah Muhammad Saw, percayailah dan amalkanlah ajaran yang dibawanya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih lagi menyakitkan."

وَمَنْ لَّا يُجِبْ دَاعِيَ اللّٰهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى الْاَرْضِ وَلَيْسَ لَهٗ مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءُ ۗ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."

Tafsir Al-Muyassar

Dan barangsiapa yang tidak menerima seruan Rasulullah, maka ia tidak bisa melemahkan Allah di muka bumi jika Dia berkehendak untuk mengadzabnya, dan tidak ada baginya selain Allah pelindung yang dapat melindunginya dari adzab-Nya. Mereka itu nyata-nyata jauh dari kebenaran.

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ۗبَلٰٓى اِنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah mereka lupa dan tidak mengetahui bahwa Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dengan tanpa contoh sebelumnya, dan Dia tidak merasa lemah karena menciptakannya, lagi kuasa menghidupkan orang-orang mati yang pada awalnya Dia pula yang menciptakan mereka? Ya, bahkan itu adalah perkara mudah bagi Allah yang tiada sesuatu pun yang melemahkan-Nya. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَلَى النَّارِۗ اَلَيْسَ هٰذَا بِالْحَقِّ ۗ قَالُوْا بَلٰى وَرَبِّنَا ۗقَالَ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, dikatakan kepada mereka: "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab: "Ya benar, demi Rabb kami." Allah berfirman: "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar."

Tafsir Al-Muyassar

Pada Hari Kiamat orang-orang kafir dihadapkan ke Neraka Jahanam untuk diadzab, lalu dikatakan kepada mereka, "Bukankah adzab ini benar?" Mereka menjawab, "Ya, itu benar, demi Rabb kami." Maka dikatakan kepada mereka, "Maka rasakanlah adzab ini disebabkan kalian mendustakan dan mengingkarinya adzab neraka sewaktu di dunia."

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَّهُمْ ۗ كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوْعَدُوْنَۙ لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنْ نَّهَارٍ ۗ بَلٰغٌ ۚفَهَلْ يُهْلَكُ اِلَّا الْقَوْمُ الْفٰسِقُوْنَ
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

Tafsir Al-Muyassar

Bersabarlah, wahai Rasul, terhadap musibah yang menimpamu berupa gangguan dari kaummu yang mendustakanmu, sebagaimana kesabaran rasul-rasul Ulul Azmi (yang mempunyai keteguhan hati) sebelummu -mereka, menurut pendapat yang masyhur, adalah: Nuh, lbrahim, Musa, Isa dan kamu (Muhammad)-. Janganlah kamu meminta disegerakan adzab bagi kaummu. Ketika adzab itu datang dan mereka melihatnya seakan-akan mereka tidak tinggal di dunia melainkan sesaat dari waktu siang. Ini adalah suatu pelajaran yang cukup bagi mereka dan selain mereka. Dan tidak dibinasakan dengan adzab Allah melainkan kaum yang keluar dari perintah dan ketaatan kepada-Nya.