بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
حٰمۤ
Haa Miim
Tafsir Al-Muyassar
Haa, Miim. Pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal telah hadir di awal surah al-Baqarah.تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Al-Quran ini diturunkan dari Allah yang Maha perkasa dalam pembalasan Nya terhadap musuh-musuhnya, Maha bijaksana dalam pengaturan dan penciptaan Nya.اِنَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۗ
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya langit yang tujuh, dan bumi sebagai asal-usul manusia, berikut makhluk-makhluk yang ada padanya dengan keanekaragaman jenisnya merupakan bukti dan hujjah bagi orang-orang yang beriman.وَفِيْ خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَاۤبَّةٍ اٰيٰتٌ لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَۙ
Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,
Tafsir Al-Muyassar
Pada penciptaan kalian -wahai manusia- dan penciptaan makhluk-makhluk lainnya yang melata di muka bumi merupakan hujjah-hujjah dan dalil-dalil bagi kaum yang meyakini Allah dan syariat-Nya.وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ رِّزْقٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ اٰيٰتٌ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
Tafsir Al-Muyassar
Pada perbedaan malam dengan siang dan pergantian keduanya, hujan yang Allah turunkan dari langit lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah sebelumnya ia kering, lalu ia pun bergerak dengan tumbuhnya tanaman dan pohon-pohonan, berhembusnya angin untuk kalian dari segala arah dan pengaturannya untuk manfaat kalian, semua itu mengandung bukti-bukti dan hujjah-hujjah bagi kaum yang memahami hujjah-hujjah dan bukti-bukti Allah.تِلْكَ اٰيٰتُ اللّٰهِ نَتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّۚ فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَ اللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ يُؤْمِنُوْنَ
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Ayat-ayat dan hujjah-hujjah ini Kami bacakan kepadamu -wahai Rasul- dengan benar. Lalu kepada pembicaraan apa setelah Allah ayat-ayat-Nya serta dalil-dalil-Nya yang menunjukkan bahwa Dia adalah Ilah yang haq semata, tiada sekutu bagi-Nya mereka akan beriman, membenarkan dan mengamalkan?وَيْلٌ لِّكُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍۙ
Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,
Tafsir Al-Muyassar
Kebinasaan besar atas setiap pembual lagi pendosa.يَّسْمَعُ اٰيٰتِ اللّٰهِ تُتْلٰى عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَاَنْ لَّمْ يَسْمَعْهَاۚ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ
dia mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap bersikukuh di atas kekufurannya dan menyombongkan diri sehingga menolak untuk tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya, seolah-olah dia tidak mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepadanya. Sampaikan kepada pendusta lagi pendosa ini -wahai Rasul- berita gembira, yaitu adzab yang pedih dan menyakitkan di dalam Neraka Jahanam di Hari Kiamat.وَاِذَا عَلِمَ مِنْ اٰيٰتِنَا شَيْئًا ۨاتَّخَذَهَا هُزُوًاۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌۗ
Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.
Tafsir Al-Muyassar
Bila pendusta lagi pendosa ini mengetahui sebagian dari ayat-ayat Kami, maka dia menjadikannya bahan olok-olokan dan hinaan. Mereka akan mendapatkan adzab yang merendahkan dan menghinakan mereka di Hari Kiamat sebagai balasan atas penghinaan mereka terhadap al-Quran.مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ جَهَنَّمُ ۚوَلَا يُغْنِيْ عَنْهُمْ مَّا كَسَبُوْا شَيْئًا وَّلَا مَا اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَاۤءَۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۗ
Di hadapan mereka neraka jahannam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Di depan orang-orang yang menghina Al-Quran itu adalah Jahanam, harta dan anak yang mereka miliki tidak berguna bagi mereka sedikit pun, tidak pula tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah. Bagi mereka adzab yang besar dan menyakitkan.هٰذَا هُدًىۚ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَهُمْ عَذَابٌ مِّنْ رِّجْزٍ اَلِيْمٌ
Ini (al-Quran) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Rabbnya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih.
Tafsir Al-Muyassar
Al-Qur‘an yang Kami turunkan kepadamu ini -wahai Rasul- adalah petunjuk dari kesesatan, dalil kepada kebenaran, membimbing orang yang mengikuti dan mengamalkannya ke jalan yang lurus. Sedangkan orang-orang yang mengingkari apa yang ada di dalam al-Quran berupa ayat-ayat yang menunjukkan kepada kebenaran dan tidak membenarkannya, bagi mereka adzab yang pedih lagi menyakitkan, termasuk ke dalam adzab paling buruk di Hari Kiamat. اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَۚ
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.-
Tafsir Al-Muyassar
Allah SWT adalah yang menundukkan lautan bagimu sehingga bahtera-bahtera berjalan di atasnya dengan perintah-Nya, agar kalian bisa mencari karunia-Nya melalui berbagai bentuk perniagaan dan mata usaha. Dan agar kalian bersyukur kepada Rabb kalian karena Dia telah menundukkan hal itu untuk kalian, sehingga kalian menyembah Dia semata dan mentaati-Nya dalam apa yang Dia perintahkan kepada kalian dan apa yang Dia larang.وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.-
Tafsir Al-Muyassar
Dia menundukkan untuk kalian segala apa yang ada di langit berupa matahari, rembulan dan bintang-bintang, dan apa yang ada di bumi berupa hewan, pohon, bahtera dan lain-lainnya untuk manfaat kalian. Seluruh nikmat ini merupakan karunia dari Allah semata, Dia melimpahkannya kepada kalian sebagai nikmat, memberikannya kepada kalian sebagai karunia, maka hanya kepada-Nya-lah hendaknya kalian beribadah, jangan mengangkat sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya dalam apa yang Dia tundukkan mengandung bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk atas keesaan Allah bagi kaum yang merenungkan ayat-ayat, hujjah-hujjah dan dalil-dalil Allah, lalu mereka mengambil pelajaran darinya.قُلْ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَغْفِرُوْا لِلَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ اَيَّامَ اللّٰهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا ۢبِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan mengikuti Rasul-Nya agar mereka memaafkan dan memaklumi orang-orang yang tidak berharap pahala Allah dan tidak takut kepada hukumanNya, bila mereka menimpakan gangguan dan hal-hal yang dibenci kepada orang-orang yang beriman. Karena Allah akan membalas orang-orang musyrikin itu dengan apa yang mereka lakukan di dunia, berupa dosa-dosa dan menyakiti orang-orang beriman.مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barangsiapa yang Mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Rabbmulah kamu dikembalikan.
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa dari hamba-hamba Allah yang beramal shalih dan menaati-Nya, maka untuk dirinya sendiri dia beramal. Barangsiapa yang amal perbuatannya di dunia ini buruk dengan bermaksiat kepada Allah, maka dia hanya melakukan kejahatan atas dirinya. Kemudian kalian -wahai manusia- berjalan menuju Rabb kalian setelah kematian kalian, lalu Dia membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikannya dan orang yang berbuat buruk dengan keburukannva.وَلَقَْد ءَاتَيْنَا بَنِى إِسْرَاءِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُمْ مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al-Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Kami telah memberi Bani Israil Taurat dan Injil dan mewajibkan mereka berhukum kepada isi keduanya, dan Kami menjadikan mayoritas nabi-nabi dari anak keturunan Ibrahim. Kami juga memberi mereka rizki dari yang baik-baik, berupa makanan pokok, buah-buahan dan makanan, dan Kami mengunggulkan mereka atas manusia di zaman mereka.وَاٰتَيْنٰهُمْ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْاَمْرِۚ فَمَا اخْتَلَفُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗاِنَّ رَبَّكَ يَقْضِيْ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami memberi Bani Israil syariat-syariat yang jelas dalam perkara halal dan haram dan petunjuk-petunjuk yang menjelaskan kebenaran dari kebatilan. Lalu mereka tidak berselisih kecuali setelah ilmu datang kepada mereka, dan hujjah tegak atas mereka. Hal yang mendorong mereka demikian adalah pelanggaran sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya untuk mendapatkan kedudukan dan kepemimpinan. Sesungguhnya Rabbmu -wahai Rasul- memberikan keputusan di antara orang-orang yang berselisih dari Bani Israil di Hari Kiamat dalam perkara yang mereka perselisihkan di dunia. Ini adalah Peringatan bagi umat ini agar tidak menempuh jalan mereka.ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Kami menjadikanmu -wahai Rasul- di atas jalan yang terang dalam perkara agama. Maka ikutilah syariat dimana Kami menjadikanmu di atasnya, jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui syariat Allah yang tidak mengetahui kebenaran. Ayat ini mengandung dalil besar atas kesempurnaan agama ini dan kemuliaannya, serta kewajiban untuk tunduk kepada hukumnya dengan tidak condong kepada hawa nafsu orang-orang kafir lagi mulhid.اِنَّهُمْ لَنْ يُّغْنُوْا عَنْكَ مِنَ اللّٰهِ شَيْئًا ۗوَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۚ وَاللّٰهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ
Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan Rabb mereka yang mengajakmu untuk mengikuti hawa nafsu mereka, sama sekali tidak membantumu -wahai Rasul- di depan hukuman Allah, bila kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan sesungguhnya orang-orang zhalim yang melampaui batasan-batasan Allah dari kalangan orang-orang munafik, Yahudi dan lainnya, sebagian adalah pendukung sebagian yang lainnya untuk melawan orang-orang Mukmin kepada Allah yang menaati-Nya. Dan Allah adalah penolong orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menjalankan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang.هٰذَا بَصَاۤىِٕرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
Tafsir Al-Muyassar
Al-Quran yang Kami turunkan kepadamu ini -wahai Rasul- adalah penerang, dengannya manusia melihat antara yang haq dengan yang batil. Dengannya mereka mengetahui jalan yang lurus sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini kebenaran sejatinya, dan bahwa ia diturunkan dari Allah yang Maha perkasa lagi Maha Bijaksana.اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ اجْتَرَحُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَوَاۤءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang yang melakukan keburukan-keburukan, mendustakan para rasul, menyelisihi perintah Rabb mereka dan menyembah selain-Nya mengira bahwa Kami menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman kepada Allah, membenarkan para rasul-Nya dan mengerjakan amal shalih, serta mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya semata, apakah Kami menyamakan kedua kubu ini di dunia dan di akhiratmu? Keputusan mereka benar-benar buruk saat mereka menyamakan orang-orang fajir dengan orang-orang shalih.وَخَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran, keadilan dan hikmah, dan agar Dia membalas setiap jiwa di akhirat sesuai dengan apa yang diusahakannya, baik atau buruk. Dan mereka tidak dizhalimi sebagai balasan atas perbuatan mereka.اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu -wahai Rasul- tidak melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dia tidak menginginkan sesuatu kecuali dia melakukannya. Dan Allah menyesatkannya setelah sampainya ilmu kepadanya dan tegaknya hujjah atasnya, sehingga dia tidak mendengar nasihat-nasihat Allah dan tidak mengambil pelajaran darinya. Allah menutup rapat hatinya sehingga dia tidak memahami apa pun dengannya. Dan Allah meletakkan penutup pada penglihatannya sehingga dia tidak melihat hujjah-hujjah Allah? Siapa yang akan memberinya taufik untuk mendapatkan kebenaran dan jalan yang lurus setelah Allah menyesatkannya? Apakah kalian tidak mengingat -wahai manusia- sehingga kalian mengetahui bahwa siapa yang diperlakukan demikian oleh Allah, maka dia tidak akan mendapatkan petunjuk selamanya, dan dia tidak akan menemukan penolong dan pembimbing untuk dirinya? Ayat ini merupakan dasar peringatan bagi orang-orang beriman untuk menjadikan hawa nafsu sebagai pemicu dalam beramal.وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ وَمَا لَهُمْ بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍۚ اِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ
Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa," dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrikin itu berkata, "Kehidupan hanyalah kehidupan dunia yang kami rasakan saat ini, tiada kehidupan sesudahnya." Mereka mendustakan kebangkitan sesudah kematian. Mereka berkata, "Yang membinasakan kami hanyalah berlalunya hari-hari dan umur yang tua." Mereka mengingkari adanya Rabb yang memfanakan mereka dan membinasakan mereka. Padahal mereka tidak memiliki ilmu tentang hal ini. Mereka hanya berbicara dengan dasar dugaan, perkiraan dan sangkaan belaka.وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰتٍ مَّا كَانَ حُجَّتَهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوا ائْتُوْا بِاٰبَاۤىِٕنَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan dari mereka selain dari mengatakan: "Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar."
Tafsir Al-Muyassar
Bila ayat-ayat Kami yang jelas itu dibacakan kepada orang-orang musyrikin yang mendustakan kebangkitan, maka mereka tidak memiliki hujjah kecuali ucapan mereka kepada Rasul, "Hidupkanlah olehmu dan oleh orang-orang yang beriman leluhur-leluhur kami yang telah mati, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian ucapkan.قُلِ اللّٰهُ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَارَيْبَ فِيْهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Katakanlah: "Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya;" akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrikin yang mendustakan kebangkitan, “Allah SWT menghidupkan kalian di dunia dengan kehidupan yang dikehendaki-Nya, kemudian Dia mematikan kalian padanya, kemudian mengumpulkan kalian semuanya dalam keadaan hidup di Hari Kiamat yang tidak diragukan. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kodrat Allah untuk mematikan mereka, kemudian membangkitkan mereka di Hari Kiamat.وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ يَوْمَىِٕذٍ يَّخْسَرُ الْمُبْطِلُوْنَ
Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebathilan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan milik Allah kekuasaan langit yang tujuh dan bumi, penciptaan, kepemilikan dan penghambaan. Di hari di mana Kiamat tiba di mana saat itu orang-orang yang mati dibangkitkan dari kubur mereka dan dihisab, di hari itu merugilah orang-orang yang kafir kepada Allah yang mengingkari ayat-ayat Allah yang terang dan bukti-bukti-Nya yang nyata yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya.وَتَرٰى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً ۗ كُلُّ اُمَّةٍ تُدْعٰٓى اِلٰى كِتٰبِهَاۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Kamu melihat -wahai Rasul- di saat Kiamat tiba, setiap pengikut agama berdiam diri di atas lutut mereka. Setiap umat dipanggil kepada buku catatan amalnya, dan kepada mereka dikatakan, "Hari ini kalian diberi balasan sesuai dengan apa yang kalian kerjakan, baik atau buruk."هٰذَا كِتٰبُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۗاِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
(Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan."
Tafsir Al-Muyassar
lni adalah kitab Kami yang berbicara atas kalian dengan segala amal perbuatan kalian tanpa tambahan dan pengurangan, Sesungguhnya Kami memerintahkan para malaikat penjaga agar mencatat amal perbuatan kalian.فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِيْنُ
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya di dunia, menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, maka Allah memasukkan mereka ke Surga dengan rahmat-Nya. Dan masuknya mereka ke dalamnya adalah kemenangan yang nyata yang tidak ada kemenangan sesudahnya.وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اَفَلَمْ تَكُنْ اٰيٰتِيْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَاسْتَكْبَرْتُمْ وَكُنْتُمْ قَوْمًا مُّجْرِمِيْنَ
Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan): "Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan kamu jadi kaum yang berbuat dosa?"
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang orang yang mengingkari bahwa Allah adalah ilah yang haq, mendustakan utusan-utusan Nya dan tidak mengamalkan syariat-Nya, maka dikatakan kepada mereka sebagai pengingkaran dan perendahan, "Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepada kalian di dunia, lalu kalian menyombongkan diri sehingga kalian tidak mendengarnya dan tidak beriman kepadanya, dan kalian adalah kaum yang musyrik yang melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan tidak beriman kepada pahala dan hukuman?"وَاِذَا قِيْلَ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيْهَا قُلْتُمْ مَّا نَدْرِيْ مَا السَّاعَةُۙ اِنْ نَّظُنُّ اِلَّا ظَنًّا وَّمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِيْنَ
Dan apabila dikatakan (kepadamu): "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya," niscaya kamu menjawab: "Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)."
Tafsir Al-Muyassar
Bila dikatakan kepada kalian. "Sesungguhnya janji Allah untuk membangkitkan manusia dari kubur mereka adalah haq, dan bahwa Kiamat tidak ada keraguan padanya." Maka kalian menjawab, “Kami tidak tahu apa itu Kiamat? Kami tidak yakin ia terjadi, kecuali dugaan lemah saja. Kami tidak yakin bahwa Kiamat akan datang."وَبَدَا لَهُمْ سَيِّاٰتُ مَا عَمِلُوْا وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokannya. (
Tafsir Al-Muyassar
Dan nampak bagi orang-orang musyrikin yang dulu di dunia mendustakan ayat-ayat Allah apa yang mereka kerjakan di dunia berupa perbuatan-perbuatan buruk. Adzab Allah turun menimpa mereka sebagai balasan atas apa yang mereka tertawakan.وَقِيْلَ الْيَوْمَ نَنْسٰىكُمْ كَمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۙ وَمَأْوٰىكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
Dan dikatakan (kepada mereka):"Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong."
Tafsir Al-Muyassar
Dikatakan kepada orang-orang kafir itu, "Hari ini Kami membiarkan kalian dalam adzab Jahanam, sebagaimana kalian tidak beriman kepada Rabb kalian dan tidak beramal untuk menghadapi hari kalian ini. Tempat tinggal kalian adalah Neraka Jahanam, kalian tidak memiliki penolong-penolong yang membantu kalian dari adzab Allah."ذٰلِكُمْ بِاَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ هُزُوًا وَّغَرَّتْكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۚفَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُوْنَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُوْنَ
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.
Tafsir Al-Muyassar
Adzab Allah yang menimpa kalian ini disebabkan karena kalian menjadikan ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjah sebagai bahan penghinaan dan permainan, dan kehidupan dunia berikut kenikmatannya telah mengecoh kalian. Hari ini kalian tidak dikeluarkan dari neraka dan mereka juga tidak dikembalikan ke dunia untuk bertaubat dan beramal shalih.
فَلِلّٰهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَرَبِّ الْاَرْضِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah SWT semata segala pujian atas nikmat-nikmat-Nya yang tidak terhitung atas makhluk-Nya. Rabb langit dan bumi, pencipta keduanya dan pengatur keduanya, Rabb seluruh makhluk.وَلَهُ الْكِبْرِيَاۤءُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

