× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
طٰسۤۚ تِلْكَ اٰيٰتُ الْقُرْاٰنِ وَكِتَابٍ مُّبِيْنٍۙ
Thaa Siin.(Surat) ini adalah ayat-ayat al-Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,

Tafsir Al-Muyassar

Thaa, siin. Perbincangan tentang huruf-huruf terpenggal telah hadir di awa; surat al-Baqarah. Ini adalah ayat-ayat al-Qur’an, ayat-ayat sebuah kitab yang mulia, maknanya jelas, petunjuknya terang, mengandung ilmu-ilmu, hikmah-hikmah dan syariat-syariat. Al-Qur’an adalah al-Kitab, Allah memberinya dua nama tersebut.
هُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَۙ
untuk menjadi petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,

Tafsir Al-Muyassar

Ia adalah ayat-ayat yang membimbing kepada jalan keberuntungan di dunia dan di akhirat, menyampaikan berita gembira berupa pahala yang baik kepada orang-orang yang beriman yang membenarkannya dan mengambil petunjuuknya.
الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu dengan rukun-rukunnya yang sempurna dan syarat-syaratnya yang lengkap, menunaikan zakat yang fardhu kepada yang berhak menerimanya. Di samping itu mereka meyakini kehidupan akhirat, termasuk pahala dan hukuman yang ada di sana.
اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ زَيَّــنَّا لَهُمْ اَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُوْنَۗ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mempercayai kehidupan akhirat dan tidak beramal untuknya, Kami menjadikan baik amal-amal mereka yang buruk, sehingga mereka akan melihatnya baik. Lalu mereka kebingungan dan terombang-ambing.
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَهُمْ سُوْۤءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ
Mereka itulah oramg-orang yang mendapat azab yang buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan adzab yang buruk di dunia berupa pembunuhan, ditawan, kehinaan dan kesalahan, sedangkan di akhira mereka adalah orang-orang yang paling berat kerugiannya.
وَاِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْاٰنَ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ عَلِيْمٍ
Dan sesungguhnya kamu telah diberi al-Quran dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya engkau (wahai Rasul) benar-benar menerima al-Qur`an dari sisi Allah, Dzat yang Mahabijaksana pada penciptaan dan pengaturan-Nya di mana ilmu-Nya mencakup segala sesuatu.
اِذْ قَالَ مُوْسٰى لِاَهْلِهٖٓ اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًاۗ سَاٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ اٰتِيْكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya:"Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang."

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah kisah Musa saat dia berkata kepada keluarganya dalam perjalanan malamnya dari Madyan ke Mesir : Sesungguhnya aku melihat api, aku akan mencari tahu berita darinya tentang jalan yang benar, atau aku akan membawakan sebongkah api agar kalian bisa menggunakannya untuk melawan hawa dingin.
فَلَمَّا جَاۤءَهَا نُوْدِيَ اَنْۢ بُوْرِكَ مَنْ فِى النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَاۗ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia:"Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta Alam."

Tafsir Al-Muyassar

Manakala Musa datang kepada api, Allah memanggilnya dan mengabarkan kepadanya bahwa tempat ini adalah tempat suci, Allah memberkahinya dan menjadikannya sebagai tempat untuk berbicara kepada Musa dan mengangkatnya sebagai utusan. Dan bahwa Allah memberkahi malaikat yang ada pada api itu dan yang ada di sekitarnya, sebagai ungkapan penyucian bagi Allah Rabb seluruh makhluk dari apa yang tidak layak bagi-Nya.
يٰمُوْسٰٓى اِنَّهٗٓ اَنَا اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ
(Allah berfirman):"Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,

Tafsir Al-Muyassar

Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah yang berhak disembah semata, Yang Mahaperkasa yang mampu membalas musuh-musuh-Ku, Yang Mahabijaksana dalam mengatur makhluk-Ku.
وَاَلْقِ عَصَاكَۗ فَلَمَّا رَاٰهَا تَهْتَزُّ كَاَنَّهَا جَاۤنٌّ وَّلّٰى مُدْبِرًا وَّلَمْ يُعَقِّبْۗ يٰمُوْسٰى لَا تَخَفْۗ اِنِّيْ لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُوْنَۙ
dan lemparkanlah tongkatmu." Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut! Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku,

Tafsir Al-Muyassar

Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka Musa melemparkannya, ia pun menjadi ular. Manakala Musa melihatnya bergerak-gerak dengan ringan layaknya gerakan ular yang cepat, Musa pun berlari meninggalkannya dan tidak kembali kepadanya. Maka Allah menenangkannya dengan firman-Nya : Wahai Musa jangan takut, sesungguhnya siapa yang Aku utus membawa risalah-Ku tidak patut untuk takut.
اِلَّا مَنْ ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًاۢ بَعْدَ سُوْۤءٍ فَاِنِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi siapa yang melakukan pelanggaran dengan berbuat dosa, kemudian dia bertaubat, sehingga kebaikan taubat menggantikan keburukan dosa, maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun kepadanya dan Maha Penyayang kepadanya. Maka jangan ada seseorang berputus asa dari rahmat Allah dan ampunan-Nya.
وَاَدْخِلْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍۙ فِيْ تِسْعِ اٰيٰتٍ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهٖۚ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit.(Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik."

Tafsir Al-Muyassar

Masukkanlah tanganmu di celah bajumu yang ada di bagian atas dadamu itu, niscaya ia akan keluar bersinar terang seperti salju bukan karena penyakit sopak, dalam kumpulan Sembilan mukjizat; yaitu tangan yang putih,tongkat,tahun paceklik, menipisnya buah-buahan, angin topan, belalang,kutu,kodok dan darah, untuk mendukungmu dalam mengemban risalahmu kepada Fir’aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang keluar dari perintah Allah dan ingkar kepada-Nya.
فَلَمَّا جَاۤءَتْهُمْ اٰيٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka:"Ini adalah sihir yang nyata."

Tafsir Al-Muyassar

Manakala mukjizat ini datang kepada mereka dengan jelas dan nyata, siapa yang melihatnya pasti akan mengetahui hakikat dari apa yang ditunjukkannya, mereka berkata : Ini adalah sihir yang jelas lagi nyata.
وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَّعُلُوًّاۗ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

Tafsir Al-Muyassar

Fir`aun dan kaumnya mendustakan mukjizat yang berjumlah Sembilan itu, padahal ia adalah mukjizat yang jelas yang membuktikan kebenaran kenabian Musa dan dakwahnya. Mereka mengingkari dengan lisan mereka bahwa ia dari Allah, padahal hati mereka meyakininya. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap kebenaran, sebagai bentuk kesombongan sehingga menolak untuk mengakuinya. Maka lihatlah (wahai Rasul) bagaimana akhir perjalanan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan membuat kerusakan di muka bumi, manakala Allah menenggelamkan mereka di laut?? Dan hal itu mengandung pelajaran bagi siapa yang mengambil pelajaran.
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ عِلْمًاۗ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman."

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman lalu keduanya mengamalkannya. Keduanya berkata : Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia ini kepada kami sehingga kami lebih dari hamba-hamba-Nya yang beriman. Ayat ini menunjukkan kemuliaan ilmu dan ketinggian orang yang berilmu.
وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍۗ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata:"Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata."

Tafsir Al-Muyassar

Dan Sulaiman mewarisi bapaknya Dawud dalam kenabian, ilmu dan kerajaan. Dan Sulaiman berkata kepada kaumnya : Wahai manusia, kami diberi pengetahuan dan pemahaman tentang bahasa burung, dan kami diberi segala sesuatu yang di butuhkan. Sesungguhnya apa yang Allah berikan kepada kami merupakan sebuah karunia yang nyata yang membedakan kita dari orang lain.
وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

Tafsir Al-Muyassar

Bala tentara Sulaiman berkumpul dari kalangan jin, manusia, burung dalam sebuah perjalanan, sekalipun mereka berjumlah besar, mereka tetap tidak dilalaikan, karena masing-masing jenis memiliki komando yang memimpin mereka dari awal sampai akhir, sehingga mereka tetap berdiri secara teratur.
حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:"Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari!"

Tafsir Al-Muyassar

Ketika mereka tiba di lembah semut, seekor semut berkata : Wahai semut-semut, masuklah kalian ke dalam tempat tinggal kalian, jangan sampai kalian celaka karena Sulaiman dan bala tentaranya, sementara mereka tidak menyadari hal itu.
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa:"Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Tafsir Al-Muyassar

Maka Sulaiman pun tertawa karena perkataan semut tersebut, di mana semut tersebut memahami dan mengetahui bagaimana cara memperingatkan semut-semut lainnya. Maka Sulaiman merasakan nikmat Allah atasnya, maka dia menghadap kepada Allah dengan berdoa : Ya Rabbi, tunjukkan dan bimbinglah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu kepadaku dan kepada bapakku dan agar aku bisa beramal shalih yang Engkau ridhai dariku. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam kenikmatan surgamu bersama hamba-hamba-Mu yang shalih yang Engkau ridhai amalnya.
وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَآ اَرَى الْهُدْهُدَۖ اَمْ كَانَ مِنَ الْغَاۤىِٕبِيْنَ
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata:"Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir?

Tafsir Al-Muyassar

Sulaiman memeriksa keadaan burung-burung yang tunduk kepadanya dan keadaan yang tidak hadir darinya. Di antara burung-burung terdapat Hudhud yang berbeda dan dikenal, Sulaiman tidak melihatnya, dia berkata : Mengapa aku tidak melihat Hudhud yang aku ketahui? Apakah ia bersembunyi dariku atau ia memang tidak hadir di sini, sehingga aku tidak melihatnya karena ia memang tidak hadir?
لَاُعَذِّبَنَّهٗ عَذَابًا شَدِيْدًا اَوْ لَاَا۟ذْبَحَنَّهٗٓ اَوْ لَيَأْتِيَنِّيْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang."

Tafsir Al-Muyassar

Manakala Sulaiman mengetahui bahwa ia tidak hadir, dia berkata : Aku pasti akan menghukum Hudhud itu dengan hukuman yang setimpal karena dia tidak hadir demi mendidiknya, atau aku akan menyembelihnya sebagai hukuman atas perbuatannya, di mana dia melalaikan tugas yang dibebankan kepadanya, atau ia harus membawa bukti yang nyata yang mengandung alasan dari ketidakhadirannya.
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيْدٍ فَقَالَ اَحَطْتُّ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَاٍ ۢبِنَبَاٍ يَّقِيْنٍ
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata:"Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

Tafsir Al-Muyassar

Tidak lama berselang Hudhud pun hadir, maka Sulaiman menyalahkannya karena ketidakhadirannya dan keterlambatannya. Maka Hudhud berkata kepadanya : Saya mengetahui sesuatu dengan sangat baik yang tidak engkau ketahui, saya datang dari kota Saba’ di Yaman dengan membawa berita yang sangat penting, dan saya benar-benar meyakini kebenarannya.
اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

Tafsir Al-Muyassar

Saya melihat ada seorang wanita yang berkuasa atas penduduk Saba, Wanita tersebut diberi segala sebab kekuasaan dunia, ia memiliki singgasana yang agung, dan dia duduk mengatur kerajaannya di atasnya.
وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

Tafsir Al-Muyassar

Saya melihatnya dan kaumnya menyembah matahari, berpaling dari penyembahan kepada Allah. Setan membaguskan perbuatan mereka yang buruk yang mereka lakukan, sehingga setan memalingkan mereka dari iman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Mereka tidak tertunjukkan jalan kepada Allah, tauhid dan penghambaan kepada-Nya semata.
اَلَّا يَسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَ
mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan.

Tafsir Al-Muyassar

Setan menghiasi hal itu bagi mereka, agar mereka tidak bersujud kepada Allah yang mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi lagi tersimpan di langit dan di bumi berupa hujan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Dan Dia Maha Mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan kalian tampakkan.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Allah, tidak ada tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai Arsy yang besar."

Tafsir Al-Muyassar

Allah Dzat yang tidak ada yang berhak disembah selain-Nya, pemilik `Arsy yang agung yang merupakan makhluk yang paling agung.
قَالَ سَنَنْظُرُ اَصَدَقْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ
Berkata Sulaiman:"Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

Tafsir Al-Muyassar

Sulaiman berkata kepada Hudhud : Kami akan meneliti berita yang kamu bawa, apakah kamu benar atau kamu termasuk pembual?
اِذْهَبْ بِّكِتٰبِيْ هٰذَا فَاَلْقِهْ اِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُوْنَ
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."

Tafsir Al-Muyassar

Pergilah dengan membawa suratku ini ke negeri Saba`, berikanlah ia kepada mereka, lalu menjauhlah sedikit dari mereka di mana kamu masih bisa mendengar pembicaraan mereka, simaklah apa yang mereka perbincangkan.
قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اِنِّيْٓ اُلْقِيَ اِلَيَّ كِتٰبٌ كَرِيْمٌ
Berkatalah ia (Balqis):"Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

Tafsir Al-Muyassar

Hudhud pergi dan melemparkan surat kepada sang ratu dan diapun membacanya, lalu dia mengumpulkan para pembesar kaumnya. Hudhud mendengar sang ratu berkata kepada mereka : Sesungguhnya aku telah menerima surat yang sangat penting dari orang yang sangat agung.
اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian sang ratu menjelaskan isinya, dia berkata : "Sesungguhnya ia dari Sulaiman, sesungguhnya ia dibuka dengan : Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang",
اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

Tafsir Al-Muyassar

Jangan menyombongkan diri dan jangan takabur terhadap ajakanku ini. Datanglah kepadaku dengan tunduk kepada Allah, mengakui keesaan-Nya, menaati dan berserah diri kepada-Nya.
قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اَفْتُوْنِيْ فِيْٓ اَمْرِيْۚ مَا كُنْتُ قَاطِعَةً اَمْرًا حَتّٰى تَشْهَدُوْنِ
Berkatalah dia (Balqis):"Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)."

Tafsir Al-Muyassar

Ratu berkata : Wahai para pembesar, berikanlah pendapat kalian kepadaku tentang perkara ini, saya tidak akan memutuskan suatu perkara kecuali setelah meminta pendapat kalian dan di hadapan kalian.
قَالُوْا نَحْنُ اُولُوْا قُوَّةٍ وَّاُولُوْا بَأْسٍ شَدِيْدٍ ەۙ وَّالْاَمْرُ اِلَيْكِ فَانْظُرِيْ مَاذَا تَأْمُرِيْنَ
Mereka menjawab:"Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan."

Tafsir Al-Muyassar

Mereka menjawab : Kami adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dari sisi jumlah dan perlengkapan, orang-orang yang pemberani menghadapi beratnya peperangan, namun urusan ini kembali kepada anda, karena pemegang keputusan adalah Anda, renungkanlah apa yang hendak Anda perintahkan kepada kami? Kami akan mendengar perintahmu dan menaatinya.
قَالَتْ اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً اَفْسَدُوْهَا وَجَعَلُوْٓا اَعِزَّةَ اَهْلِهَآ اَذِلَّةً ۚوَكَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ
Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

Tafsir Al-Muyassar

Dia memperingatkan kaumnya untuk tidak memusuhi Sulaiman secara terbuka, dan menjelaskan akibat buruk dari peperangan : Sesungguhnya bila para raja masuk ke sebuah perkampungan dengan kekuatan dan bala tentaranya, maka mereka akan menghancurkannya dan merubah penduduknya yang mulia menjadi terhina, mereka akan membunuh dan menawan, ini adalah adat mereka yang berlaku terus menerus demi membuat manusia takut kepada mereka.
وَاِنِّيْ مُرْسِلَةٌ اِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ فَنٰظِرَةٌ ۢبِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُوْنَ
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu."

Tafsir Al-Muyassar

Saya akan mengirimkan kepada Sulaiman dan kaumnya sebuah hadiah yang berisi harta-harta paling berharga. Saya hendak mengambil hatinya dengan hadiah itu dan setelah itu kita menunggu apa yang di bawa utusan pembawa hadiah.
فَلَمَّا جَاۤءَ سُلَيْمٰنَ قَالَ اَتُمِدُّوْنَنِ بِمَالٍ فَمَآ اٰتٰىنِ َۧ اللّٰهُ خَيْرٌ مِّمَّآ اٰتٰىكُمْۚ بَلْ اَنْتُمْ بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُوْنَ
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata:"Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

Tafsir Al-Muyassar

Manakala utusan sang ratu datang kepada Sulaiman membawa hadiah, Sulaiman mengingkari perbuatannya dan menyampaikan kepadanya bahwa Allah telah melimpahkan nikmat-nikmat-Nya kepadanya : Apakah kalian memberiku harta hanya untuk mengambil hatiku? Kenabian, kerajaan dan harta melimpah ruah yang telah Allah berikan kepadaku jauh lebih baik dan lebih utama daripada apa yang kalian berikan kepadaku. Justru kalianlah orang-orang yang akan berbahagia bila diberi hadiah, karena kalian adalah orang-orang yang gemar bersaing dan membanggakan dunia.
اِرْجِعْ اِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُمْ بِجُنُوْدٍ لَّا قِبَلَ لَهُمْ بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُمْ مِّنْهَآ اَذِلَّةً وَّهُمْ صَاغِرُوْنَ
Kembalilah kepada mereka sungguh Kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina."

Tafsir Al-Muyassar

Sulaiman berkata kepada utusan Ratu Saba` : Pulanglah ke negerimu, demi Allah, saya akan membawa pasukan, di mana orang-orangmu tidak akan mampu menahan dan melawannya. Kami akan mengusir mereka semuanya dari negeri mereka sendiri dalam keadaan hina dan rendah bila mereka tetap tidak mau tunduk kepada agama Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.
قَالَ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اَيُّكُمْ يَأْتِيْنِيْ بِعَرْشِهَا قَبْلَ اَنْ يَّأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ
Berkata Sulaiman:"Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

Tafsir Al-Muyassar

Sulaiman berkata kepada bala tentaranya dari kalangan manusia dan jin yang Allah tundukkan untuknya : Siapa di antara kalian yang mampu membawa singgasananya yang agung sebelum mereka datang kepadaku dalam keadaan tunduk lagi patuh?
قَالَ عِفْرِيْتٌ مِّنَ الْجِنِّ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ تَقُوْمَ مِنْ مَّقَامِكَۚ وَاِنِّيْ عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ اَمِيْنٌ
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin:"Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya."

Tafsir Al-Muyassar

Seorang jin yang sangat kuat lagi tangguh berkata : Saya akan membawanya kepadamu sebelum engkau meninggalkan majlismu di mana engkau duduk di atasnya untuk menetapkan hukum di antara manusia, sesungguhnya aku adalah jin yang kuat untuk membawanya, dipercaya untuk menjaganya. Saya akan menghadirkannya sebagaimana ia, aku tidak akan mengurangi dan tidak akan mengganti.
قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَۗ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْۗ لِيَبْلُوَنِيْٓ ءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab:"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

Tafsir Al-Muyassar

Seorang yang memiliki ilmu tentang al-Kitab berkata : Saya akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kelopak matamu berkedip bila ia berkedip untuk melihat sesuatu. Maka Sulaiman mengizinkannya lalu ia berdoa kepada Allah dan ia pun bisa menghadirkannya. Manakala Sulaiman melihatnya hadir dan ada di sisinya, dia berkata : Ini termasuk karunia Rabbku yang telah menciptakanku dan menciptakan alam semesta seluruhnya, untuk mengujiku apakah aku bersyukur dengan mengakui nikmat-nikmat Allah kepadaku, atau kufur dan tidak bersyukur?? Barangsiapa yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya barangsiapa yang ingkar dan menolak untuk bersyukur, maka Rabbku sama sekali tidak memerlukan syukurnya. Dia Maha Pemurah, kebaikan-Nya mencakup seluruh dunia, yang bersyukur maupun kufur, kemudian menghisab dan membalas mereka di akhirat.
قَالَ نَكِّرُوْا لَهَا عَرْشَهَا نَنْظُرْ اَتَهْتَدِيْٓ اَمْ تَكُوْنُ مِنَ الَّذِيْنَ لَا يَهْتَدُوْنَ
Dia berkata:"Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."

Tafsir Al-Muyassar

Sulaiman berkata kepada orang-orangnya : Ubahlah singgasana yang dia duduki ke dalam bentuk yang tidak dia kenali bila dia melihatnya, kita akan melihat apakah dia masih bisa mengenalnya atau tidak.
فَلَمَّا جَاۤءَتْ قِيْلَ اَهٰكَذَا عَرْشُكِۗ قَالَتْ كَاَنَّهٗ هُوَۚ وَاُوْتِيْنَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِيْنَ
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya:"Serupa inikah singgasanamu" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri."

Tafsir Al-Muyassar

Manakala Ratu Saba` datang ke hadapan Sulaiman di mejelisnya, dia dintanya : Inikah singgasanamu?? Dia menjawab : Ia mirip. Maka Sulaiman mengetahui bahwa jawabannya tepat, dia mengetahui kodrat Allah dan kenabian Sulaiman. Maka Sulaiman berkata : Dan kami telah diberi ilmu tentang Allah dan kodrat-Nya sebelum itu, kami tunduk kepada perintah Allah, mengikuti agama Allah (Islam).
وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَّعْبُدُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗاِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كٰفِرِيْنَ
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Apa yang dia sembah selain Allah menjadi penghalang baginya untuk menyembah Allah semata. Dia adalah wanita kafir, tumbuh di tengah-tengah kaum kafir, maka diapun memegang agama mereka. Bila tidak maka berarti dia memiliki kecerdasan dan kepintaran yang dengannya dia bisa membedakan antara yang haq dengan yang batil. Akan tetapi akidah-akidah yang rusak mengikir bashirah dalam hati.
قِيْلَ لَهَا ادْخُلِى الصَّرْحَۚ فَلَمَّا رَاَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَّكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّنْ قَوَارِيْرَ ەۗ قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Dikatakan kepadanya:"Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman:"Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca." Berkatalah Balqis:"Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam."

Tafsir Al-Muyassar

Dikatakan kepada Ratu Saba : Masuklah ke dalam istana. Lantainya adalah kaca dibawahnya adalah air. Manakala dia melihat lantai istana, dia mengiranya air yang beriak, maka dia mengangkat kain betisnya untuk masuk ke dalam air. Maka Sulaiman berkata kepadanya : Ia adalah lantai dari kaca yang mulus, air itu dibawahnya. Maka diapun mengetahui kebesaran kerajaan Sulaiman, lantas dia berkata : Ya Rabbi, sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku dengan kesyirikan yang selama ini aku anut, sekarang aku tunduk mengikuti Sulaiman, masuk ke dalam agama Rabbil `alamin.
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَآ اِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ فَاِذَا هُمْ فَرِيْقٰنِ يَخْتَصِمُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru):"Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Shalih yang mengajak : Hendaknya kalian mentauhidkan Allah, jangan mengangkat sembahan lain selain-Nya. Manakala Shalih datang kepada mereka sebagai penyeru kepada Tauhid dan penyembahan kepada Allah semata, maka kaumnya terbagi menjadi dua kubu: Kubu yang beriman dan kubu yang kafir kepada dakwahnya, dan masing-masing dari keduanya mengaku benar.
قَالَ يٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِۚ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Dia berkata:"Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat."

Tafsir Al-Muyassar

Shalih berkata kepada kubu yang kafir : Mengapa kalian memilih kekufuran dan perbuatan buruk yang mendatangkan adzab Allah atas kalian, dan meninggalkan iman dan perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi kalian? Mengapa kalian tidak memohon ampunan kepada Allah pertama kali, bertaubat kepada-Nya dengan harapan kalian diberi rahmat?
قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَّعَكَۗ قَالَ طٰۤىِٕرُكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُوْنَ
Mereka menjawab: "Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu." Shaleh berkata:"Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji."

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Shalih berkata kepadanya : Kami merasa sial karena dirimu dan orang-orang yang bersamamu yang masuk ke dalam agamamu. Maka Shalih berkata kepada mereka : Apa yang Allah berikan kepada kalian berupa kebaikan dan keburukan Dia-lah yang mentakdirkannya atas kalian, dan Dia akan membalas kalian dengannya. Kalian adalah kaum yang diuji dengan kemakmuran dan kesulitan, kebaikan dan keburukan.
وَكَانَ فِى الْمَدِيْنَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُّفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ
Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

Tafsir Al-Muyassar

Di negeri Shalih, yaitu al-Hijr yang terletak di barat laut Jazirah Arab terdapat Sembilan orang yang selalu membuat kerusakan di bumi, tidak memiliki sedikit pun perbuatan baik.
قَالُوْا تَقَاسَمُوْا بِاللّٰهِ لَنُبَيِّتَنَّهٗ وَاَهْلَهٗ ثُمَّ لَنَقُوْلَنَّ لِوَلِيِّهٖ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ اَهْلِهٖ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ
Mereka berkata:"Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar."

Tafsir Al-Muyassar

Sembilan orang itu, sebagian dari mereka berkata kepada yang lain : Bersumpahlah kalian dengan nama Allah bahwa setiap orang bersumpah untuk yang lain, Kami akan mendatangi Shalih secara tiba-tiba di malam hari untuk membunuhnya dan membunuh keluarganya. Kemudian kami akan berkata kepada keluarga besarnya : Kami tidak tahu menahu tentang pembunuhan terhadapnya, kami adalah orang-orang yang jujur dalam apa yang kami katakan.
وَمَكَرُوْا مَكْرًا وَّمَكَرْنَا مَكْرًا وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka menyusun rencana tersebut untuk membinasakan Shalih dan keluarganya sebagai tindak maker dari mereka. Maka Kami menolong Nabi Kami, Shalih dan Kami menimpakan adzab atas mereka saat mereka lengah. Mereka sama sekali tidak menduga balasan tipu daya Kami sebagai balasan atas tipu daya mereka.
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ اَنَّا دَمَّرْنٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ اَجْمَعِيْنَ
Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

Tafsir Al-Muyassar

Maka lihatlah (wahai Rasul) dengan penglihatan untuk mengambil pelajaran akibat dari pengkhianatan orang-orang tersebut kepada Nabi mereka Shalih. Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
فَتِلْكَ بُيُوْتُهُمْ خَاوِيَةً ۢبِمَا ظَلَمُوْاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Itu adalah negeri mereka yang kosong, tidak tersisa seorang pun. Allah membinasakan mereka semua disebabkan oleh kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri dengan kesyirikan dan pendustaan kepada Nabi mereka. Sesungguhnya di balik pembinasaan dan penghancuran tersebut terdapat nasihat bagi kaum yang mengetahui apa yang Kami lakukan terhadap mereka. Ini adalah Sunnah Kami terhadap siapa yang mendustakan para Rasul.
وَاَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ
Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertaqwa.

Tafsir Al-Muyassar

Kami menyelamatkan Shalih dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang berlindung dengan iman mereka dari adzab Allah dari apa yang menimpa Tsamud.
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ
Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat(nya)?"

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah Luth saat dia berkata kepada kaumnya : Apakah kalian melakukan perbuatan yang sangat-sangat buruk sedangkan kalian menyadari bahwa ia sangat buruk?
اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِ ۗبَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ
"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)?"

Tafsir Al-Muyassar

Kalian mendatangi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum wanita. Kalian adalah orang-orang yang jahil terhadap hak Allah atas kalian, maka dengan itu kalian menyelisihi perintah-Nya. Kalian mendurhakai utusan-Nya dengan perbuatan buruk kalian, di mana sebelum kalian, tidak ada seorang pun yang melakukannya.
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَخْرِجُوْٓا اٰلَ لُوْطٍ مِّنْ قَرْيَتِكُمْۙ اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ
Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan:"Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih."

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Luth tidak memiliki jawaban kepada Luth kecuali ucapan sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain : Usirlah kelurga Luth dari negeri kalian, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merasa bersih sehingga tidak mau melakukan hal ini kepada kaum laki-laki. Mereka mengucapkannya sebagai penghinaan kepada Luth.
فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اِلَّا امْرَاَتَهٗ قَدَّرْنٰهَا مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

Tafsir Al-Muyassar

Maka Kami menyelamatkan Luth dan keluarganya dari adzab yang akan menimpa kaumnya, kecuali istrinya, Kami mentakdirkannya termasuk orang-orang yang tersapu adzab sehingga dia binasa bersama orang-orang yang binasa. Karena wanita ini adalah penolong kaumnya atas perbuatan buruk mereka dan merelakannya.
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami menghujani mereka dari langit dengan batu dari tanah yang membinasakan. Hujan yang menimpa orang-orang yang telah diperingatkan memang buruk, orang-orang yang telah disodori hujjah.
قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَسَلٰمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰىۗ ءٰۤاللّٰهُ خَيْرٌ اَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Katakanlah:"Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) pujian dan syukur adalah milik Allah, keselamatan adalah dari-Nya dan amanah bagi hamba-hamba-Nya yang Dia angkat untuk mengemban risalah-Nya. Kemudian tanyakan kepada orang-orang musyrikin dari kaummu : Apakah Allah yang memiliki manfaat dan mudarat lebih baik, ataukah Illah lain yang kalian sembah selain Allah yang tidak memiliki manfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain dan tidak pula mudarat?
اَمَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَاَنْزَلَ لَكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ حَدَاۤىِٕقَ ذَاتَ بَهْجَةٍۚ مَا كَانَ لَكُمْ اَنْ تُنْۢبِتُوْا شَجَرَهَاۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَّعْدِلُوْنَۗ
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

Tafsir Al-Muyassar

Tanyakan kepada mereka : Siapa yang menciptakan langit dan bumi, dan yang menurunkan hujan dari langit lalu dengannya Dia menumbuhkan kebun-kebun dengan pemandangannya yang indah?? Kalian tidak kuasa menumbuhkan pohon-pohonnya kalau Allah tidak menurunkan kepada kalian hujan dari langit. Sesungguhnya penyembahan kepada Allah adalah haq sedangkan penyembahan kepada selain-Nya adalah batil. Adakah sesembahan lain bersama Allah yang bisa melakukan perbuatan-perbuatan ini, sehingga dia layak disembah dan dipersekutukan dengan-Nya?? Sebaliknya orang-orang musyrikin itu adalah kaum yang menyimpang dari jalan kebenaran dan iman. Lalu mereka pun menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah pengagungan.
اَمَّنْ جَعَلَ الْاَرْضَ قَرَارًا وَّجَعَلَ خِلٰلَهَآ اَنْهٰرًا وَّجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًاۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَۗ
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah penyembahan kepada apa yang kalian persekutukan dengan Rabb kalian lebih baik, ataukah Allah yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal kalian, mengalirkan sungai-sungai di sela-selanya, menjadikan gunung-gunug yang kokoh menjulang dan meletakkan pembatas di antara dua lautan yang tawar dengan yang asin sehingga salah satu dari keduanya tidak merusak yang lainnya?? Adakah sesembahan lain di samping Allah yang bisa melakukan hal itu sehingga kalian menjadikannya sekutu bagi Allah dalam ibadah kalian?? Bahkan kebanyakan orang-orang musyrikin itu tidak mengetahui kadar keagungan Allah, mereka mempersekutukan Allah atas dasar taklid dan kezhaliman.
اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Apakah penyembahan kepada apa yang kalian persekutukan dengan Allah lebih baik, ataukah Allah yang menjawab doa orang yang dalam kesulitan bila dia berdoa kepadanya, mengangkat kesulitan yang menimpanya dan menjadikan kalian penerus dari orang-orang sebelum kalian di muka bumi?? Adakah sesembahan lain selain Allah yang bisa melimpahkan nikmat-nikmat tersebut kepada kalian?? Hanya sedikit kalian mengambil pelajaran dan mengingat. Oleh karena itu kalian mempersekutukan Allah dengan selain-Nya dalam beribadah kepada-Nya.
اَمَّنْ يَّهْدِيْكُمْ فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَنْ يُّرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًا ۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Apakah penyembahan kepada apa yang kalian persekutukan dengan Allah lebih baik, ataukah Allah yang membimbing kalian dalam kegelapan darat dan laut bila kalian tersesat karena kegelapan menghalangi jalan-jalan kalian, yang mengirimkan angin dengan membawa kabar gembira, dengannya Dia merahmati hamba-hamba-Nya dalam bentuk hujan yang menghidupkan bumi yang mati?? Adakah sesembahan lain selain Allah yang bisa melakukan hal itu sehingga kalian berdoa kepadanya selain Allah?? Mahasuci dan Mahabersih Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan selain-Nya.
اَمَّنْ يَّبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَمَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah:"Unjukkanlah bukti kebenarannmu jika kamu orang-orang yang benar."

Tafsir Al-Muyassar

Dan tanyakanlah kepada mereka : Siapa yang mulai menciptakan makhluk dan mematikannya bila Dia berkehendak, kemudian mengembalikannya?? Siapa yang memberi mereka rizki kepada kalian dengan menurunkan hujan dari langit, dan dari bumi dengan menumbuhkan tanaman dan lainnya?? Adakah sesembahan lain selain Allah yang bisa melakukan hal itu?? Katakanlah : Berikanlah bukti kalian bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam klaim kalian bahwa Allah memiliki sekutu dalam kerajaan dan ibadah.
قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ
Katakanlah:"Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah." Dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Tidak seorang pun mengetahui perkara-perkara ghaib yang Allah simpan untuk diri-Nya di langit dan di bumi, mereka juga tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan dari kubur mereka di Hari Kiamat?
بَلِ ادّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى الْاٰخِرَةِۗ بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْهَاۗ بَلْ هُمْ مِّنْهَا عَمُوْنَ
Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan ilmu mereka akan sempurna di akhirat. Saat itu mereka baru meyakini kehidupan akhirat, termasuk hal-hal besar yang terjadi di sana mereka menyaksikannya dengan mata mereka. Padahal di dunia mereka meragukannya, bahkan lebih dari itu bashirah mereka tertutup darinya.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا تُرَابًا وَّاٰبَاۤؤُنَآ اَىِٕنَّا لَمُخْرَجُوْنَ
Berkatalah orang-orang yang kafir:"Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mengingkari keesaan Allah berkata : Apakah kami dan leluhur kami akan dibangkitkan seperti keadaan kami sekarang setelah kami wafat dan setelah kami menjadi tanah??
لَقَدْ وُعِدْنَا هٰذَا نَحْنُ وَاٰبَاۤؤُنَا مِنْ قَبْلُۙ اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala."

Tafsir Al-Muyassar

Kami dan leluhur kami sebelumnya juga sudah ditakut-takuti dengan hari kebangkitan ini, dan kami tidak melihat kejadian dan hakikatnya. Ancaman ini hanyalah kebohongan yang ditorehkan oleh orang-orang terdahulu dalam buku-buku mereka dan dusta yang mereka ada-adakan.
قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِيْنَ
Katakanlah:"Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan tersebut : Berjalanlah di muka bumi, lalu perhatikanlah negeri orang-orang yang datang sebelum kalian dari kalangan para pelaku dosa, bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang mendustakan para Rasul? Allah membinasakan mereka akibat pendustaan mereka, dan Allah akan melakukan hal yang sama terhadap kalian bila kalian tidak beriman.
وَلاَتَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلاَتَكُن فِي ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ
Dan janganlah kamu berduka cita terhadapa mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan."

Tafsir Al-Muyassar

Jangan bersedih karena orang-orang musyrikin berpaling darimu dan mendustakanmu, jangan bersempit dada karena ulah makar mereka kepadamu, karena Allah menolongmu atas mereka.
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata:"Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrikin dari kaummu berkata kepadamu wahai Rasul : Kapan saat terwujudnya ancaman siksa yang telah engkau dan para pengikutmu katakan kepada kami, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam memberikan ancaman kepada kami?
قُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ رَدِفَ لَكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ تَسْتَعْجِلُوْنَ
Katakanlah:"Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka : Sebagian siksa Allah yang kalian minta untuk disegerakan bisa jadi telah dekat saatnya.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُوْنَ
Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Rabbmu pemilik karunia atas manusia dengan tidak menyegerakan hukuman atas mereka karena kemaksiatan mereka kepada-Nya dan kekufuran mereka kepada-Nya. Akan tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur kepada Allah karena itu, sehingga mereka beriman dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُوْرُهُمْ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Rabbmu mengetahui apa yang tersimpan dalam dada makhluk-Nya dan apa yang mereka tampakkan.
وَمَا مِنْ غَاۤىِٕبَةٍ فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).

Tafsir Al-Muyassar

Tiada sesuatu yang ghaib dari pandangan makhluk di langit dan di bumi kecuali ia tertulis dalam kitab yang nyata di sisi Allah. Kitab tersebut meliputi segala apa yang terjadi dan akan terjadi.
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَقُصُّ عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَكْثَرَ الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Sesungguhnya al-Quran ini menjelaskan kepada Bani Israil sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Al-Qur`an ini menyampaikan kebenaran kepada Bani Israil dalam kebanyakan perkara yang mereka perdebatkan.
وَاِنَّهٗ لَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Dan sesungguhnya al-Quran itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar merupakan hidayah dari kesesatan, rahmat dari adzab bagi siapa yang membenarkannya dan mengambil petunjuknya.
اِنَّ رَبَّكَ يَقْضِيْ بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهٖۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمُۚ
Sesungguhnya Rabbmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Rabbmu memutuskan di antara dua kubu yang bertikai dari Bani Israil dan lainnya dengan ketetapan hukum-Nya di antara mereka. Dia menghukum pendusta dan membalas orang yang benar. Dia Mahaperkasa yang mengalahkan, ketetapan-Nya tidak ditolak, Maha Mengetahui sehingga tidak samar baginya kebenaran dengan kebatilan.
فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ
Sebab itu bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Bersandarlah wahai Rasul dalam segala urusanmu kepada Allah, percayalah kepada-Nya, karena Dia mencukupimu. Sesungguhnya Kamu diatas kebenaran yang nyata yang tidak ada keraguan padanya.
اِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاۤءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ
Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya kamu (wahai Rasul) tidak kuasa memperdengarkan kebenaran kepada orang yang hatinya telah ditutup oleh Allah lalu Dia mematikannya. Dakwahmu juga tidak akan terdengar oleh siapa yang Allah tulikan pendengarannya dari mendengarkan kebenaran saat mereka berpaling menjauh darimu. Orang yang tuli tidak akan mendengar panggilan sekalipun di datang menghadap, lalu bagaimana bila dia berpaling dan menjauh?
وَمَآ اَنْتَ بِهٰدِى الْعُمْيِ عَنْ ضَلٰلَتِهِمْۗ اِنْ تُسْمِعُ اِلَّا مَنْ يُّؤْمِنُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.

Tafsir Al-Muyassar

Kamu (wahai Rasul) tidak bisa memberi petunjuk dari kesesatan kepada orang yang Allah butakan matanya dari hidayah dan jalan lurus. Kamu tidak mungkin memperdengarkan kecuali siapa yang beriman kepada ayat-ayat Kami, dan mereka adalah orang-orang yang taat dan berserah diri, menjawab dengan baik apa yang kamu dakwahkan.
وَاِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ اَخْرَجْنَا لَهُمْ دَاۤبَّةً مِّنَ الْاَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ اَنَّ النَّاسَ كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا لَا يُوْقِنُوْنَ
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

Tafsir Al-Muyassar

Bila adzab sudah berhak mereka dapatkan, karena kebengalan mereka dalam kemaksiatan dan pelanggaran, berpalingnya mereka dari syariat dan hukum Allah, sehingga mereka menjadi orang-orang terburuk dari makhluk Allah, maka Kami keluarkan untuk mereka dari bumi di akhir zaman sebuah tanda di antara tanda-tanda Kiamat Kubra, yaitu hewan melata yang menyampaikan kepada mereka bahwa manusia yang mengingkari kebangkitan tidak membenarkan dan tidak mengamalkan al-Qur’an dan agama yang dibawa oleh Muhammad.
وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ فَوْجًا مِّمَّنْ يُّكَذِّبُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).

Tafsir Al-Muyassar

Di hari pengumpulan Kami mengumpulkan dari setiap umat orang-orang yang mendustakan dalil-dalil Kami dan hujjah-hujjah Kami. Mereka semuanya ditahan dari yang pertama sampai yang akhir, sehingga mereka semuanya berkumpul, kemudian mereka digiring untuk dihisab.
حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءُوْ قَالَ اَكَذَّبْتُمْ بِاٰيٰتِيْ وَلَمْ تُحِيْطُوْا بِهَا عِلْمًا اَمَّاذَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman:"Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?"

Tafsir Al-Muyassar

Saat setiap golongan yang mendustakan dari setiap umat sudah hadir, Allah berfirman : Apakah kalian mendustakan ayat-ayat-Ku yang telah Aku turunkan kepada utusan-utusan-Ku, dan ayat-ayat yang Aku tegakkan sebagai bukti atas Tauhid-Ku, dan bahwa hanya Aku-lah semata yang berhak untuk disembah, dan kalian tidak mengetahui kebatilannya, sehingga kalian berpaling darinya dan mendustakannya, atau apakah yang kalian lakukan??
وَوَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ بِمَا ظَلَمُوْا فَهُمْ لَا يَنْطِقُوْنَ
Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).

Tafsir Al-Muyassar

Kalimat siksa berlaku atas mereka di sebabkan oleh kezhaliman mereka dan pendustaan mereka. Mereka sama sekali tidak bisa menyodorkan hujjah yang dengannya mereka bisa membela diri dari adzab yang menimpa mereka.
اَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا الَّيْلَ لِيَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang yang mendustakan tersebut tidak memperhatikan ayat-ayat Kami, bahwa Kami menjadikan malam sebagai waktu istirahat dan mereka pun tidur padanya, sedangkan siang sebagai waktu untuk berusaha demi kehidupan mereka?? Sesungguhnya pada pengaturan malam dan siang mengandung petunjuk bagi kaum yang beriman kepada kesempurnaan kuasa Allah, keesaan-Nya dan keagungan nikmat-nikmat-Nya.
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗوَكُلٌّ اَتَوْهُ دَاخِرِيْنَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Rasul saat malaikat meniup sangkakala lalu penghuni langit dan bumi terkejut bukan kepalang karena dahsyatnya tiupan, kecuali siapa yang dikecualikan oleh Allah dari kalangan orang-orang yang Dia muliakan dan jaga dari keterkejutan. Semua makhluk akan datang kepada Rabb mereka dalam keadaan tunduk dan patuh.
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَفْعَلُوْنَ
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Dan kamu melihat gunung-gunung, kamu mengira berdiri tegak namun ia berjalan dengan cepat layaknya gerakan awan yang dihembuskan angin. Dan ini adalah ciptaan Allah yang menciptakan segala sesuatu yang sangat bagus dan canggih. Sesungguhnya Allah Maha Mengenal apa yang kalian lakukan wahai manusia, baik berupa kebaikan maupun keburukan dan Dia akan membalas kalian atas itu.
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَاۚ وَهُمْ مِّنْ فَزَعٍ يَّوْمَىِٕذٍ اٰمِنُوْنَ
Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram daripada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang datang dengan mentauhidkan Allah, iman kepada-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya semata serta amal-amal shalih di Hari Kiamat, maka dia mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah yang lebih baik dan lebih utama darinya, yaitu surga. Mereka juga aman dari ketakutan yang paling besar.
وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِۗ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa yang datang membawa kesyirikan dan amal-amal buruk lagi mungkar, maka balasan mereka adalah bahwa Allah akan menjungkirkan tubuhnya dengan kepala di bawah ke dalam api neraka di Hari Kiamat. Kepada mereka dikatakan sebagai sebuah celaan : Bukankah kalian dibalas sesuai dengan apa yang kalian perbuat di dunia?
اِنَّمَآ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ رَبَّ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِيْ حَرَّمَهَا وَلَهٗ كُلُّ شَيْءٍ وَّاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَۙ
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada manusia : Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini, yaitu Makkah yang Dia haramkan atas makhluk-Nya untuk menumpahkan darah yang haram di dalamnya, atau melakukan kezhaliman di dalamnya terhadap seseorang, atau diburu hewan buruannya atau dipotong pohonnya. Allah Subhanahu memiliki segala sesuatu, dan aku diperintahkan untuk menyembah-Nya semata bukan selain-Nya. Aku juga diperintahkan untuk masuk ke dalam golongan orang-orang yang tunduk kepada perintah-Nya, bersegera dalam menaati-Nya,
وَاَنْ اَتْلُوَا الْقُرْاٰنَ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
Dan supaya aku membacakan al-Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan."

Tafsir Al-Muyassar

Dan membacakan al-Qur`an kepada manusia. Barangsiapa yang mengambil petunjuk dari apa yang terkandung di dalamnya dan mengikuti apa yang aku bawa, maka hal itu jauh lebih baik baginya dan balasannya untuk dirinya sendiri. Tetapi siapa yang tersesat dari kebenaran, maka katakanlah (wahai Rasul) : Sesungguhnya saya hanyalah pemberi peringatan bagi kalian dari adzab Allah dan hukuman-Nya bila kalian tidak beriman. Saya adalah satu dari Rasul-Rasul yang memperingatkan kaumnya, sedangkan saya tidak memegang hidayah sedikit pun.
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ سَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ فَتَعْرِفُوْنَهَاۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) : Sanjungan yang bagus adalah milik Allah, Dia akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya kepada kalian pada diri kalian, pada langit dan juga bumi, sehingga kalian mengetahuinya dengan pengetahuan yang menunjukkan kalian kepada kebenaran dan menjelaskan kebatilan kepada kalian. Dan Rabbmu tidak lalai dari apa yang kalian perbuat, dan Dia akan membalas kalian atasnya.