بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Demi langit dan yang datang pada malam hari,
Tafsir Jalalein
(Demi langit dan yang datang pada malam hari) lafal Ath-Thaariq pada asalnya berarti segala sesuatu yang datang pada malam hari, antara lain ialah bintang-bintang, karena bintang-bintang baru muncul bila malam tiba.وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu?
Tafsir Jalalein
(Tahukah kamu) artinya apakah kamu mengetahui (apakah yang datang pada malam hari itu?) lafal Maa adalah Mubtada sedangkan lafal Ath-Thaariq adalah Khabarnya, kedua lafal tersebut berkedudukan menjadi Maf'ul kedua dari lafal Adraa. Lafal Maa yang kedua juga menjadi Khabar dari lafal Maa yang pertama, di dalamnya terkandung makna yang menjelaskan kedudukan Ath-Thaariq yang agung itu; selanjutnya pengertian Ath-Thaariq dijelaskan oleh firman berikutnya.النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
(yaitu) bintang yang bersinar tajam,
Tafsir Jalalein
(Yaitu bintang) yakni bintang Tsurayya, atau semua bintang (yang cahayanya menembus) kegelapan malam. Yang menjadi Jawab Qasam ialah:اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.
Tafsir Jalalein
(Tidak ada suatu jiwa pun melainkan ada penjaganya) jika dibaca Lamaa tanpa memakai Tasydid, berarti huruf Maa adalah huruf Zaidah, dan In adalah bentuk Takhfif dari Inna sedangkan Isimnya tidak disebutkan, dan huruf Lamnya adalah huruf Fariqah. Artinya sesungguhnya setiap diri itu ada penjaganya. Jika dibaca Lammaa dengan memakai Tasydid, berarti In adalah bermakna Nafi, sedangkan Lammaa bermakna Illaa; artinya tiada suatu jiwa pun melainkan ada penjaganya, yakni penjaga yang terdiri dari malaikat; malaikat penjaga itu bertugas untuk mencatat amal baik dan amal buruknya.فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
Tafsir Jalalein
(Maka hendaklah manusia memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi dengan mempelajarinya (dari apakah dia diciptakan?) artinya berasal dari apakah dia tercipta?خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ
Dia diciptakan dari air yang terpancar,
Tafsir Jalalein
(Dia diciptakan dari air yang terpancar) yakni yang dipancarkan oleh laki-laki ke dalam rahim wanita.يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
Tafsir Jalalein
(Yang keluar dari antara tulang sulbi) laki-laki (dan tulang dada) perempuan.اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ
Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).
Tafsir Jalalein
(Sesungguhnya Dia) yakni Allah swt. (untuk mengembalikannya) atau menghidupkan kembali manusia setelah mati (benar-benar kuasa) maka apabila manusia itu benar-benar memperhatikan asal mula kejadiannya, niscaya dia akan menyimpulkan, bahwasanya Yang Maha Kuasa menciptakan demikian, berkuasa pula untuk menghidupkannya kembali.يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ
Pada hari dinampakkan segala rahasia,
Tafsir Jalalein
(Pada hari ditampakkan) maksudnya, diuji dan dibuka (segala rahasia) yaitu hal-hal yang terkandung di dalam kalbu berupa keyakinan-keyakinan dan niat-niat.فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ
maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong.
Tafsir Jalalein
(Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu) yaitu bagi orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit (suatu kekuatan pun) yang dapat melindunginya dari azab (dan tidak pula seorang penolong pun) yang dapat menolak azab Allah.وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ
Demi langit yang mengandung hujan,
Tafsir Jalalein
(Demi langit yang mengandung hujan) hujan dinamakan Ar-Raj'u karena berulang datang pada musimnya.وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
Tafsir Jalalein
(Dan demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan) maksudnya retak-retak karena daripadanya keluar tumbuh-tumbuhan.اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil,
Tafsir Jalalein
(Sesungguhnya Alquran itu) yakni wahyu Alquran (benar-benar firman yang memutuskan) yang memisahkan antara perkara yang hak dan perkara yang batil.وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
dan (Al-Quran) itu bukanlah sendagurauan.
Tafsir Jalalein
(Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau) atau mainan dan kebatilan.اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ
Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.
Tafsir Jalalein
(Sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir (merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya) yaitu mereka melakukan tipu daya yang jahat terhadap diri Nabi saw.وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ
Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya
Tafsir Jalalein
(Dan Aku pun membuat rencana pula dengan sebenar-benarnya) maksudnya, Aku biarkan mereka bersenang-senang sesuka hatinya, tanpa mereka sadari bahwa hal itu merupakan Istidraj dari Aku, yang kelak Aku akan mengazab mereka dengan sepedih-pedihnya.فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.

