× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement

Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-raju ialah hujan, dan diriwayatkan pula darinya bahwa yang dimaksud adalah awan yang mengandung air hujan. Menurut riwayat lainnya lagi yang juga bersumber darinya, sehubungan dengan makna firman-Nya: {وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ} Demi langit yang mengandung hujan. (Ath-Thariq: 11) Yakni menurunkan hujan, kemudian menurunkan hujannya lagi. Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang mengembalikan rezeki hamba-hamba setiap tahunnya; seandainya tidak demikian, niscaya binasalah mereka dan juga hewan ternak mereka. Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang kembali bintang-bintangnya, mataharinya, dan rembulannya datang dari arah ini. {وَالأرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ} dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. (Ath-Thariq: 12) Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah terbelahnya bumi mengeluarkan tetumbuhannya. Hal yang sama dikatakan oleh Said ibnu Jubair, Ikrimah, Abu Malik, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, dan selain mereka yang bukan hanya seorang. Firman Allah Swt.: {إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ} sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil. (Ath-Thariq: 13) Ibnu Abbas mengatakan, faslun artinya yang hak atau yang benar. Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah, sedangkan yang lain mengatakan hukum yang adil. {وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ} dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. (Ath-Thariq: 14) Yakni bahkan Al-Quran itu sungguhan dan benar. Kemudian Allah menceritakan perihal orang-orang kafir, bahwa mereka mendustakan Al-Quran dan menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalannya. Untuk itu Allah Swt. berfirman: {إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا} Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (Ath-Thariq: 15) Mereka membuat tipu daya dalam seruannya kepada manusia untuk mengelabui mereka agar menentang Al-Quran. Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya: {فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ} Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu. (Ath-Thariq: 17) Yakni berilah mereka masa tangguh dan janganlah kamu tergesa-gesa terhadap mereka. {أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا} yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (Ath-Thariq: 17) Maksudnya, waktu sebentar. Maka kelak kamu akan menyaksikan apa yang bakal menimpa mereka, yaitu azab, pembalasan, dan hukuman serta kehancuran. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain: نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلى عَذابٍ غَلِيظٍ Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24).

Back

Snow
Snow
Snow