بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الۤمّۤ
Alif laam miim.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Rabi bahwasanya orang-orang Nashrani mendatangi nabi saw dan mereka berdebat mengenai Isa as, maka turunlah ayat ini, "Alif Laam Miim, Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya." dari ayat satu sampai sekitar ayat delapan puluhan surah Ali Imran.Dari Ibnu Ishaq, berkata Muhammad bin Sahal bin Abi Umamah, bahwasanya ketika orang-orang Najran menghadap rasulullah saw, mereka menanyakan perihal Isa bin Maryam. Maka turunlah ayat pertama surah Ali Imran sampai delapan puluh ayat setelahnya. Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam kitab Dalail.
قُلْ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَتُغْلَبُوْنَ وَتُحْشَرُوْنَ اِلٰى جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir:"Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya dan Baihaqi dalam kitab Dalail, dari jalur Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwasanya setelah rasulullah saw mendapatkan kemenangan dalam perang Badar lalu kembali ke kota Madinah, beliau mengumpukan orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa, seraya beliau bersabda: "Hai orang-orang Yahudi! Masuklah kalian semua pada agama Islam, sebelum menimpa kepada kalian apa yang telah menimpa pada orang-orang Quraisy." Kemudian orang-orang Yahudi pun mejawab seruan beliau, "Hai Muhammad, janganlah tertipu dengan keadaan kamu dapat membunuh beberapa orang Quraisy, karena mereka tidak mahir berperang, Demi Allah! Sungguh kamu bila berperang dengan kami, kamu akan mendapatkan kami manusia yang kuat yang tidak akan pernah kamu menemukan manusia seperti kami." Maka Allah menurunkan ayat ini sampai dengan ayat setelahnya.Diriwayatkan dari Ibnu Mundzir dari Ikrimah berkata bahwasanya Fanhash seorang Yahudi berkata setelah perang Badar, "janganlah Muhammad tertipu dengan keadaan dapat mengalahkan orang-orang Quraisy, sesungguhnya orang-orang Quraisy tidak pandai berperang." Maka turunlah ayat ini.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتٰبِ اللّٰهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mundzir dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya pernah suatu ketika rasulullah saw masuk ke tempat peribadatan orang-orang Yahudi, lalu beliau mengajak mereka untuk memeluk Islam, lalu berkatalah diantara mereka yaitu Nuaim bin Amru dan Harits bin Zaid pada nabi saw, "Dalam agama apa engkau berada, wahai Muhammad?" Nabi saw menjawab, "Berada dalam agama Ibrahim." Berkatalah kedua orang Yahudi tersebut, "Sesungguhnya Ibrahim adalah orang Yahudi." Kemudian rasulullah saw bersabda pada kedua orang Yahudi tersebut, "Marilah kita lihat dengan seksama kitab Taurat yang ada di hadapan kita dan kalian." Mereka mengabaikannya, maka turunlah ayat ini.قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Katakanlah:"Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Qatadah, ia berkata bahwasanya suatu ketika rasulullah saw berdoa kepada Allah swt meminta agar kerajaan Romawi dan Persia menjadi umatnya atau pengikutnya, maka turunlah ayat ini.Disebutkan oleh Al-Wahidiy mengenai ayat ini, berkata Ibnu Abbas dan Anas bin Malik ra, bahwasanya ketika rasulullah saw mendapatkan kemenangan Fathu Makkah, maka beliau menjanjikan pada umatnya dapat menaklukkan kerajaan Persia dan Romawi, maka berkatalah orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi, "Tidak mungkin, bagaimana Muhammad dapat menaklukkan Persia dan Romawi, sedangkan mereka lebih mulia dan lebih kuat! Tidakkah cukup dengan kota Makkah dan Madinah saja, hingga ia ingin menaklukan Persia dan Romawi." Maka Allah pun menurunkan ayat ini.
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّآ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰىةًۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗۗ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
Janganlah orang-orang mumin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mumin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari jalur Said atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas ia berkata bahwasanya Hajjaj bin Amru bersekutu dengan Kaab bin Asyraf, Ibnu Abi Haqiq dan Qais bin Zaid. Mereka mendekati dan berbaur dengan beberapa orang Anshar agar orang-orang Anshar tersebut meninggalkan agama Islam. Kemudian Rifaah bin Mundzir dan Abdullah bin Jubair dan Said bin Hutsaimah berkata kepada beberapa orang Anshar tersebut, "Jauhilah orang-orang Yahudi itu, berhati-hatilah pada mereka yang berbaur dengan kalian, karena mereka ingin mengeluarkan kalian dari Islam." Lalu orang-orang Anshar itu mengabaikan seruan ini, maka turunlah ayat ini sampai ayat berikutnya.قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah:"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Hasan, berkata bahwasanya ada beberapa kaum pada zaman nabi saw berkata, "Wahai Muhammad, sesungguhnya kami sangat mencintai Tuhan kami." Maka turunlah ayat ini.ذٰلِكَ نَتْلُوْهُ عَلَيْكَ مِنَ الْاٰيٰتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) al-Quran yang penuh hikmah.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hasan, berkata bahwasanya telah datang dua orang pendeta dari Najran kepada rasulullah saw, salah seorang dari keduanya berkata kepada nabi saw, "Siapakah ayah dari Isa?" Lalu rasulullah saw tidak langsung menjawabnya, hingga ada perintah Allah. Maka turunlah ayat ini, sampai ayat 60.Diriwayatkan dari jalur Al-Aufa dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya telah datang beberapa orang utusan Najran menghadap nabi saw. Diantara mereka terdapat tuan-tuan mereka bersama bawahan-bawahannya. Mereka berkata, "Apa urusanmu menyebut sahib kami?" Rasulullah saw bertanya, "Siapa yang kamu maksud?" Mereka menjawab, "Isa, kamu menginginkan ia adalah hamba Allah?" Nabi saw menjawab, "Iya, ia memang hamba Allah." Mereka berkata, "Adakah kamu dapati orang seperti Isa, atau kamu telah mendapat kabar tentangnya?" Lalu mereka pergi meninggalkan rasulullah saw. Setelah itu, datanglah Jibril seraya berkata, "Katakanlah jika mereka datang kembali padamu! Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:"Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Rabbmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu."
Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam kitabnya Dalail, dari jalur Salmah bin Abdu Yasyu dari bapaknya dari kakeknya, bahwasanya rasulullah saw menulis surat kepada penduduk Najran sebelum turun ayat ini, surat itu berisi, "Tha Sin, dengan menyebut nama Tuhan Ibrahim, Ishaq, dan Yaqub dari Muhammad seorang Nabi," lalu di dalam surat tersebut terdapat penggalan hadis. Setelah mendapat surat tersebut, orang-orang Najran mengutus Syarahbil bin Widaah Al-Hamdaniy dan Abdullah bin Syarahbil Al-Ashbahiy dan Jabar Al-Haritsiy, mereka datang menghadap nabi saw, setelah saling bertanya dan membicarakan berbagai masalah, mereka bertanya kepada nabi saw, "Apa pendapatmu tentang Isa?" Nabi saw menjawab, "Aku tidak dapat menjawabnya hari ini, nanti akan aku kabari kalian." Lalu ke esokan harinya turunlah ayat ini, "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:"Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Rabbmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya):"Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تُحَاۤجُّوْنَ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَمَآ اُنْزِلَتِ التَّوْرٰىةُ وَالْاِنْجِيْلُ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِهٖۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir.
Asbabunnuzul
Dari Ibnu Ishaq dengan sanad yang berulang, dari Ibnu Abbas berkata, telah berkumpul suatu ketika orang-orang Nashrani dari Najran dan para pendeta Yahudi. Mereka berselisih mengenai Ibrahim, berkatalah Yahudi, "Tidaklah Ibrahim melainkan seorang Yahudi." Dan orang-orang Nashrani pun berkata, "Tidaklah Ibrahim melainkan seorang Nashrani." Maka turunlah ayat ini. Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam kitabnya Dalail.يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan dari Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya ada beberapa orang yaitu Abdullah bin Shoif, Adiy bin Zaid dan Harits bin Auf mereka saling berkata satu sama lain, "marilah kita beriman dengan apa yang diturunkan pada Muhammad dan para sahabatnya di pagi hari dan kita mengingkarinya di siang hari, hingga bercampur aduklah agama mereka dan mereka mengikuti apa yang kita lakukan, lalu mereka meninggalkan agama mereka." Maka turunlah ayat ini hingga dua ayat berikutnya.Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari As-Sudi dari Abi Malik, bahwasanya para pendeta Yahudi berkata pada orang-orang Yahudi lainnya, "janganlah kalian percaya kecuali pada orang yang mengikuti agama kalian!" Maka turunlah ayat, "Katakanlah, sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah,"
اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰۤىِٕكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۙ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan lainnya, bahwasanya Al-Asyats berkata, ada perselisihan anatara aku dan seorang Yahudi mengenai tanah dan orang Yahudi mengalahkanku, lalu aku mengadu pada nabi saw, maka nabi saw bertanya padaku, "apakah kamu punya bukti?" Aku menjawab, "Tidak." Lalu nabi berkata pada orang Yahudi itu, "Bersumpahlah!" Lalu aku berkata, wahai rasulullah, jika ia bersumpah maka hilanglah hartaku itu. Maka turunlah ayat ini.Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Abdullah bin Abi Aufa, bahwa ada seorang lelaki menjual barangnya di pasar, lalu ia bersumpah atas nama Allah bahwa barangnya yang ia jual lebih murah dari yang ia beli, untuk membujuk seorang pembeli muslim, maka turunlah ayat ini.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ikrimah, bahwasanya ayat ini turun mengenai Huyaiy bin Akhthab, dan Kaab bin Asyraf dan lainnya dari orang-orang Yahudi yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dalam kitab Taurat dan mereka menggantinya, lalu mereka bersumpah bahwa itu datang dari Allah. Hafidz Ibnu Hajar berkata, bahwa ayat ini kemungkinan mempunyai beberapa sebab, namun yang lebih kuat yang termuat dalam kitab shahih.
مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَۙ
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:"Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata):"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Baihaqi dari Ibnu Abbas, berkata Abu Rafi Al-Qurazhi bahwa pernah suatu ketika berkumpul para pendeta Yahudi dan Nashrani dari penduduk Najran di sisi rasulullah saw. Lalu rasulullah saw menyeru mereka memeluk Islam, namun mereka berkata, "apakah engkau mau kita menyembahmu wahai Muhammad seperti orang-orang Nashrani menyembah Isa?" Rasulullah saw menjawab, "Aku berlindung pada Allah." Maka turunlah ayat ini sampai ayat berikutnya.Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam tafsirnya, dari Hasan ia berkata, bahwasanya seorang lelaki telah berkata, "Wahai rasulullah saw, kami mengucapkan salam kepadamu sebagaimana kami mengucapkan salam kepada sesama kami, apakah kami harus bersujud kepadamu?" Rasulullah saw menjawab, "Tidak, akan tetapi muliakanlah nabi kalian, dan ketahuilah kebenaran bagi ahlinya, maka sesungguhnya tidaklah pantas bagi seseorang sujud selain kepada Allah." Maka turunlah ayat ini dan ayat setelahnya.
كَيْفَ يَهْدِى اللّٰهُ قَوْمًا كَفَرُوْا بَعْدَ اِيْمَانِهِمْ وَشَهِدُوْٓا اَنَّ الرَّسُوْلَ حَقٌّ وَّجَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim, dari Ibnu Abbas berkata, ada seorang lelaki Anshar masuk Islam namun setelah itu ia murtad, kemudian ia menyesali kemurtadanya, lalu ia mengirim pesan kepada kaumnya yang berisi, "kirimkanlah pesan kepada rasulullah, apakah aku masih bisa bertaubat?" Maka turunlah ayat ini sampai ayat 89. Lalu kaumnya mengirimkan kabar ini, maka ia pun masuk Islam kembali.Diriwayatakan oleh Musaddad dalam musnadnya, dan Abdurrazzaq dari Mujahid, ia berkata bahwasanya ada seseorang bernama Harits bin Suwaid datang kepada nabi saw, lalu ia memeluk Islam namun tidak lama kemudian ia kembali kepada kekafirannya. Dan ia pun kembali kepada kaumnya. Setelah itu turunlah ayat ini, sampai ayat 89. Lalu ada seorang lelaki menyampaikan ayat ini dan membacakannya kepada Harits. Maka Harits pun berkata, "Demi Allah, aku yakin engkau adalah orang yang jujur, dan sesungguhnya rasulullah saw lebih jujur dari engkau, dan sesungguhnya Allah lebih jujur lagi." Setelah itu, ia kembali memeluk Islam dan berislam dengan baik.
فِيْهِ اٰيٰـتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Said bin Manshur dari Ikrimah, ia berkata, ketika turun ayat: "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam," Maka berkatalah orang-orang Yahudi, "Sesungguhnya kamilah pemeluk agama Islam." Lalu nabi saw bersabda, "Sesungguhnya Allah mewajibkan kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji." Orang-orang Yahudi berkata, "Hal itu tidak diwajibkan kepada kami." Mereka enggan untuk melaksanakan ibadah haji. Maka turunlah ayat ini, "Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تُطِيْعُوْا فَرِيْقًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوْكُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ كٰفِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Ahli Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Al-Firyabi dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya dahulu pada zaman jahiliyah suku Aus dan Khajraj bermusuhan, lalu ketika mereka duduk bersama dan mengingat masa lalu, timbullah kemarahan diantara kedua suku tersebut. Sampai-sampai antara kedua suku tersebut mau mengangkat senjata, maka turunlah ayat ini, yaitu surah Ali Imran ayat 101 sampai dua ayat setelahnya.Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Abu Syaikh dari Zaid bin Aslam, ia berkata bahwa ada seorang Yahudi bernama Syas bin Qais berjalan melewati beberapa orang dari suku Aus dan Khajraj yang sedang berbincang-bincang dengan penuh kedamaiannya. Sehingga hal ini membuat dengki Syas seorang Yahudi ini, karena memang kedua suku ini dahulunya bermusuhan. Lalu Syas menyuruh seorang teman Yahudinya untuk ikut berbincang dengan mereka dan memancing keributan dengan mengingatkan kedua belah pihak tentang hari Buats. Lalu kedua belah pihak pun terpancing, masing-masing saling membanggakan diri mereka, sampai-sampai ada dua orang Aus yang loncat dan juga Jabar bin Shakhar dari Khajraj. Mereka saling mengata-ngatai dan timbullah kemarahan diantara keduanya dan mereka mau mengadakan perang. Lalu terdengarlah berita ini oleh rasulullah saw, datanglah rasul saw kepada mereka, rasul menasehati dan mendamaikan mereka. Merekapun mendengarkan dan mentaati rasulullah saw. Maka turunlah ayat ini untuk suku Aus dan orang-orang bersama mereka. Dan untuk Syas bin Qais turun ayat sebelumnya, yaitu ayat 99.
لَيْسُوْا سَوَاۤءًۗ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اُمَّةٌ قَاۤىِٕمَةٌ يَّتْلُوْنَ اٰيٰتِ اللّٰهِ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُوْنَ
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Thabrani dan Ibnu Mandah dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa tatkala Abdullah bin Salam, Tsalabah bin Sayah, Usaid bin Sayah dan Asad bin Abdu masuk Islam dan juga orang-orang Yahudi lainnya yang masuk Islam, mereka beriman, membenarkan serta mencintai Islam, maka berkatalah para pendeta Yahudi dan orang-orang kafir diantara mereka, "tidaklah orang-orang yang menjadi pengikut Muhammad kecuali orang-orang yang paling buruk diantara kita, dan sekiranya orang-orang terbaik diantara kita, mereka tidak akan meninggalkan agama nenek moyang dan berpaling kepada Isalam." Maka turunlah ayat ini.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًاۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya dahulu orang-orang Islam masih mempunyai hubungan dengan orang-orang Yahudi, karena pada zaman jahiliah mereka hidup berdampingan dan mengikat perjanjian. Maka Allah menurunkan ayat ini melarang menjadikan orang-orang Yahudi teman kepercayaan untuk menghindari fitnah yang mereka timbulkan.وَاِذْ غَدَوْتَ مِنْ اَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِيْنَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ
Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu Yala dari Masur bin Makhramah berkata, aku berkata kepada Abdurrahman bin Auf, "ceritakanlah kepadaku tentang perang Uhud!" Ia menjawab, "Bacalah surah Ali Imran setelah ayat 120, kamu akan dapatkan kisah kami!" Allah berfirman, "Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."Allah berfirman dalam surah Ali Imran: 122, "ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah karena Allah saja orang-orang mumin bertawakkal." ia berkata, "mereka adalah orang-orang yang meminta keamanan dari orang-orang musyrik."
Allah berfirman dalam surah Ali Imran: 143, "Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya." ia berkata, "dia berangan-angan orang-orang mukmin bertemu dengan musuh,
Allah berfirman dalam surah Ali Imran:144, "Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." ia berkata, "itu adalah teriakan setan pada hari perang Uhud yang mengatakan bahwa Muhmamd telah terbunuh,
Allah berfirman pada surah Ali Imran: 154, "Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu." ia berkata, "dijadikan mereka merasa kantuk.
لَيْسَ لَكَ مِنَ اْلأَمْرِ شَىْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ
Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan dari Ahmad dan Muslim, dari Anas, bahwasanya nabi saw pada waktu perang Uhud terkena serangan hingga patah giginya dan terluka wajahnya hingga darah mengalir di wajahnya tersebut. Maka beliau pun bersabda, "bagaimana suatu kaum akan beruntung bila diantara mereka memperlakukan nabinya seperti ini, padahal ia mengajak pada jalan Allah." Maka Allah pun berfirman dengan ayat ini.Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dari Ibnu Umar, berkata bahwa aku mendengar nabi saw bersabda, "Ya Allah laknalah si Fulan, Ya Allah laknatlah Harits bin Hisyam, Ya Allah laknatlah Suhail bin Amru, Laknatlah Sofwan bin Umayah." Maka Allah pun menurunkan ayat ini. Dan Allah mengampuni mereka semua.
Hafidz Ibnu Hajar berkata, cara menggabungkan dua hadis tersebut di atas bahwasanya nabi saw mendoakan orang-orang tersebut pada saat perang Uhud tersebut selesai, maka turunlah ayat ini pada dua hal sekaligus yaitu pada apa yang terjadi dengannya dan pada doa yang ia panjatkan kepada orang-orang tersebut.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰٓوا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةًۙ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Al-Firyabi dari Mujahid, berkata bahwasanya dahulu orang-orang bertransaksi dengan menentukan waktu akhir pembayaran, dan apabila batas waktu akhir telah tiba, maka mereka menambah tenggang waktunya dan juga menambahkan harganya. Maka Allah pun menurunkan ayat ini.Diriwayatkan pula oleh Al-Firyabi dari Atha, bahwasanya dahulu pada jaman Jahiliyah Bani Tsaqif berutang pada Bani Nadhir, dan apabila telah tiba waktu pembayaran, mereka berkata, "kami akan mengambil ribanya dan menambahkan tenggang waktu untuk kalian." Maka turunlah ayat ini.
اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗۗ وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ikrimah, bahwasanya tatkala para isteri tidak kunjung mendapatkan kabar mengenai perang Uhud, mereka keluar untuk mencari tahu. Lalu terlihatlah dua orang laki-laki menunggangi kendaraan pulang dari peperangan, bertanyalah seorang wanita, "Bagaimana keadaan rasulullah?" Dua orang lelaki itu menjawab, "Beliau masih hidup." Lalu wanita itu berkata, "Maka aku tidak memperdulikan Allah yang mengambil para hambanya sebagai syuhada." Dan turunlah ayat Quran ini atas apa yang dikatakan wanita tersebut.وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَلْقَوْهُۖ فَقَدْ رَاَيْتُمُوْهُ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari jalur Al-Aufa dari Ibnu Abbas, bahwasanya suatu ketika para sahabat berkata "andaikan kita bisa berperang sebagaimana berperangnya orang-orang di Badar, atau andaikan kita mendapatkan hari seperti hari Badar dimana kita bisa memerangi orang-orang musyrik dan mendapatkan pahala kebaikan, atau mendapatkan syahid dan surga atau mendapatkan kehidupan dan rezeki." Maka Allah pun menghadapkan mereka pada perang Uhud, dan tidak ada yang beranjak ikut peperangan kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah. Maka Allah pun menurunkan ayat ini.وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْئًاۗ وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dari Umar, ia berkata, kami terpisah dari rasulullah saw pada saat perang Uhud, maka aku pun memanjat gunung Uhud dan terdengar seorang Yahudi berkata, "Muhammad telah terbunuh." Maka aku pun berkata, "Tidak seorangpun berkata bahwa Muhammad terbunuh kecuali akan ku tebas lehernya!" maka aku pun melihat rasulullah saw dari kejauhan bersama orang-orang kembali. Maka turunlah ayat ini.Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Rabi, ia berkata bahwa tatkala kaum muslimin terpojok oleh serangan musuh di perang Uhud, para sahabat berteriak memanggil nabi. Orang-orang berkata, "Nabi telah terbunuh." Maka orang-orang berkata, "Jika ia seorang nabi, ia tidak akan terbunuh." Dan orang berkata, "Berperanglah kalian atas apa yang nabi kalian perangi sampai Allah memberikan kemenangan pada kalian atau kalian bertemu dengan Nya." Maka turunlah ayat ini.
Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam kitab Dalail, dari Abi Najih, bahwa seorang lelaki dari kaum Muhajirin melintas dihadapan seorang lelaki dari kaum Anshar yang darahnya sedang bercucuran. Maka ia berkata, "apakah kamu merasa bahwa Muhammad telah terbunuh?" Maka salah seorang lagi menjawab, "Jika Muhammad terbunuh, beliau telah menyampaikan risalahnya. Maka tetaplah kalian berperang demi agama kalian!" Maka turunlah ayat ini.
Diriwayatkan oleh Ibnu Rahawaih dalam musnadnya, dari Zuhri, bahwa setan berteriak ketika perang Uhud, "Muhammad telah terbunuh!" Kaab bin Malik berkata, "Aku orang pertama yang mengetahui kondisi nabi saat itu, aku lihat kedua mata beliau di balik topi baja, maka akupun berteriak, "Rasulullah masih Hidup!" Maka turunlah ayat ini.
ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَاۤىِٕفَةً مِّنْكُمْۙ وَطَاۤىِٕفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِۗ يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍۗ قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِۗ يُخْفُوْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَاۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata:"Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini". Katakanlah:"Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata:"Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah:"Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Rahawaih dari Zubair, ia berkata bahwa tatkala kekalahan perang Uhud terjadi dan rasa takut sedang meliputi kami, maka Allah mengirim rasa kantuk kepada kami, hingga dagu kami berada di atas dada kami karena kami tertidur pulas. Demi Allah, dalam mimpi aku mendengar Mutab bin Qusyair berkata, ""Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Maka aku pun hafal betul apa yang dikatakannya itu. Setelah itu turunlah ayat ini.وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّۗ وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, dengan riwayat hadis hasan. Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa ayat ini turun mengenai kain merah yang hilang setelah kemenangan perang Badar, maka berkatalah sebagian orang, "mungkin rasulullah saw telah mengambilnya." Maka turunlah ayat ini.Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab Kabir dengan sanad yang tsiqat. Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa suatu ketika nabi saw mengutus bala tentara, lalu kembali. Kemudian nabi saw mengutus lagi bala tentara lalu kembali dengan membawa emas sebesar kepala kijang. Maka turunlah ayat ini.
اَوَلَمَّآ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَاۙ قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَاۗ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata:"Dari mana datangnya (kekalahan) ini" Katakanlah:"Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Umar bin Khathab, ia berkata bahwa kekalahan di perang Uhud disebabkan apa yang telah mereka lalukan pada perang Badar, yaitu mengambil fida (tebusan). Maka terbunuhlah tujuh puluh orang dari mereka pada perang Uhud, para sahabat nabi pada kabur, dan gigi nabi pun patah, topi bajanya pecah hingga darah mengucur di kepalanya. Maka Allah menurunkan ayat ini.وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Al-Hakim, dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "tatkala saudara-saudara kalian terbunuh di perang Uhud, Allah menjadikan ruh-ruh mereka berada di dalam perut burung hijau, yang mana burung tersebut mendatangi sungai-sungai surga, makan sebagian dari buah-buahan surga, lalu hinggap di pelita-pelita emas yang tergantung dalam naungan arsy. Kemudian tatkala mereka mendapati makanan mereka, minuman serta perkataan mereka yang baik, maka mereka mengatakan, siapakah yang akan menyampaikan dari kami kepada saudara-saudara kami bahwa kami hidup di surga, dan kami diberi rezeki, agar mereka tidak bermalas-malasan dalam berjihad, serta tidak takut dalam berperang. Maka Allah berfirman, Aku yang akan menyampaikan kepada mereka untuk kalian." Maka Allah pun menurunkan ayat ini.اَلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ مِنْۢ بَعْدِ مَآ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُۙ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْمٌۚ
(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertaqwa ada pahala yang besar.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari jalur Al-Aufa dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Allah telah memasukkan rasa takut pada hati Abu Sofyan pada hari perang Uhud setelah ia bersama pasukannya, sehingga Abu Sofyan kembali ke kota Makkah. Maka nabi saw bersabda, "Sesungguhnya Abu Sofyan telah sedikit mendapatkan kemenangan daripada kalian, ia telah kembali. Dan Allah memasukkan rasa takut dalam hatinya." Perang Uhud itu terjadi pada bulan Syawal, setelah kejadian perang Uhud yang mana kaum mukminin mendapatkan kekalahan tersebut, di Bulan Dzul Qadah ada kabar bahwa para pedagang bergerak ke kota Madinah, mereka singgah di Badar Shugra. Maka nabi saw mengajak orang-orang untuk berangkat bersama beliau, lalu setan datang menakut-nakuti pengikutnya. Maka nabi saw bersabda, "sesungguhnya musuh telah berkumpul untuk kalian." Maka orang-orang pun mengabaikan seruan nabi saw. Lalu nabi saw bersabda, "Aku tetap akan berangkat meski tidak satupun mengikutiku." Maka berangkatlah beliau bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Zubair, Said, Thalhah, Abdurrahan bin Auf, Abdullah bin Masud, Hudzaifah bin Yaman dan Abu Ubaidah bin Jarrah dalam tujuh puluh rombongan laki-laki untuk mencari Abu Sofyan. Kemudian mereka singgah di Shafra. Maka turunlah ayat ini.Diriwayatkan oleh Thabrani dengan sanad shahih, dari Ibnu Abbas bahwsanya ketika orang-orang musyrik pulang dari perang Uhud, mereka berkata, "kalian tidak dapat membunuh Muhammad, dan juga tidak membawa gadis-gadis, sungguh buruk apa yang telah kalian lakukan, kembalilah kalian!" Hal ini didengar oleh rasulullah saw, maka beliau mengajak orang-orang untuk pergi, maka mereka pergi dan sampailah di Hamra Asad atau sumur Abi Utbah, maka turunlah ayat ini.
Abu Sofyan saat itu berkata pada nabi, "kita akan bertemu di Badar, karena kalian telah membunuh para sahabat kami." Dan setelah nabi saw mengajak orang-orang, ada yang penakut tidak ikut, sedangkan yang berani ikut dengan mempersiapkan senjata dan juga sekalian alat-alat perdagangan. Maka mereka pun berangkat dan mereka tidak menemukan siapa pun, dan mereka pun akhirnya berdagang. Maka turunlah ayat 174 Ali Imran.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih, dari Abi Rafi bahwasanya nabi saw mengutus Ali dengan beberapa orang bersamanya untuk mencari Abu Sofyan. Lalu mereka bertemu orang Badui dari Khazaah, lalu ia berkata, "Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk menyerang kalian." Orang-orang bersama Ali berkata, "Cukuplah Allah penolong kami, dan hanya Allah sebaik-baik penolong." Lalu turunlah ayat ini.
لَقَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ فَقِيْرٌ وَّنَحْنُ اَغْنِيَاۤءُۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوْا وَقَتْلَهُمُ الْاَنْۢبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۙ وَّنَقُوْلُ ذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan:"Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):"Rasakanlah olehmu azab yang membakar".
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas bahwasanya suatu ketika Abu Bakar masuk ke tempat peribadatan Yahudi (Baitul Midras), ia mendapati orang-orang Yahudi sedang mengerumuni seseorang yang bernama Fanhas, lalu ia berkata, "Wahai Abu Bakar, bukanlah kita yang miskin, tetapi Allah lah yang miskin, karena jika Allah lebih kaya dari kita, maka ia tidak akan meminta pinjaman seperti apa yang telah diyakini oleh sahabatmu." Maka Abu Bakar pun marah dan menampar wajah orang itu. Lalu Fanhas pergi mengadu pada rasulullah saw seraya berkata, "Wahai Muhammad, lihatlah apa yang telah dilakukan sahabatmu kepadaku?" Maka rasulullah saw bertanya, "wahai Abu Bakar, apa yang membuatmu melakukan itu?" Maka Abu Bakar menjawab, "Wahai rasulullah, ia telah mengatakan perkataan yang sangat keji, ia mengatakan bahwa Allah itu miskin, sedangkan mereka lebih kaya dari Allah." Kemudian Fanhas mengingkari dan tidak mau mengakuinya. Maka Allah menurunkan ayat ini.Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, bahwasanya telah datang orang-orang Yahudi menemui nabi saw ketika turunnya ayat, "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik." Al-Baqarah: 245. Mereka berkata, "Wahai Muhammad, apakah Tuhanmu itu miskin, sampai meminta pinjaman pada hamba-hambanya?" Maka Allah menurunkan ayat ini. Yaitu Ali Imran: 181 dan Ali Imran: 186.
لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَذًى كَثِيْرًاۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mundzir dengan sanad Hasan dari Ibnu Abbas, bahwasanya ayat ini turun berkenaan dengan adanya pertikaian antara Abu Bakar dengan Fanhas yang bertikai mempermasalahan ayat yang berbunyi, ""Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya." Ali Imran: 181.Diriwayatkan oleh Abdurazaq dari Mamar dari Zuhri dari Abdurrahman bin Kaab bin Malik, bahwasanya ayat ini turun mengenai Kaab bin Asyraf yang mana ia menghina nabi saw dan para sahabat dengan syairnya.
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan selain keduanya dari jalur Hamid bin Abdurrahman bin Auf, bahwasanya Marwan berkata pada penjaga pintunya, "Hai Rafi, pergilah pada Ibnu Abbas dan katakan bila seandainya setiap dari kita yang merasa senang dengan apa yang dilakukan dan suka apabila dipuji dengan apa yang tidak dilakukan akan membuat diazab, maka semuanya akan mendapatkan azab tersebut." Maka Ibnu Abbas pun berkata, "Ada apa dengan kalian ini? Sesungguhnya ayat ini diturunkan untuk para ahli kitab (orang-orang Yahudi) yang ditanya oleh nabi saw mengenai sesuatu, namun orang-orang ahli kitab itu menyembunyikannya dan mengatakan dengan hal lain yang bohong." Lalu orang-orang ahli kitab itu pergi seraya terlihat seolah-olah diri mereka telah memberitahukan apa yang ditanyakan. Dan mereka ingin dipuji dengan hal itu, maka mereka setelah itu merasa senang dengan apa yang telah mereka sembunyikan mengenai sesuatu yang ditanyakan.Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abi Said Al-Khudri, bahwasanya apabila rasulullah saw pergi berperang, orang-orang munafik tidak ikut berperang dan mereka malah bangga dengan ketidakpergiannya itu untuk menyelisihi rasulullah saw. Dan apabila rasulullah saw kembali dari medang perang, mereka mengemukakan berbagai alasan dengan disertai sumpah. Kemudian mereka ingin dipuji dengan apa yang tidak mereka lakukan. Maka turunlah ayat ini.
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Abbas ra, ia berkata bahwa pernah orang-orang Quraisy mendatangi orang-orang Yahudi lalu bertanya, "Apa tanda kebesaran Allah yang didatangkan oleh Musa?" Mereka menjawab, "Ada pada tongkatnya, dan juga tangannya terlihat putih." Lalu orang-orang Quraisy itu mendatangi orang-orang Nashrani, lalu bertanya, "Bagaimana dengan Isa?" Mereka menjawab, "Ia dapat menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penyakit sopak dan dapat menghidupkan orang mati." Kemudian orang-orang Quraisy mendatangi nabi saw seraya berkata, "Berdoalah kepada Tuhanmu untuk kami supaya bukit Safa dijadikan emas." Maka rasulullah saw pun berdoa, lalu turunlah ayat ini. Supaya mereka berpikir dalam hal ini.فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰىۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۚ فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ ثَوَابًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ
Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dan Said bin Mansur dan Tirmidzi, Al-Hakim dan Ibnu Abi Hatim dari Ummi Salamah, bahwasanya ia berkata pada Rasulullah saw, "Ya rasulallah! aku tidak mendengar Allah menyebutkan para perempuan dalam Hijrah sedikitpun." Maka Allah menurunkan ayat ini.وَاِنَّ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خٰشِعِيْنَ لِلّٰهِۙ لَا يَشْتَرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًاۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Rabbnya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.
Asbabunnuzul
Diriwayatkan oleh Nasai dari Anas, berkata bahwasanya tatkala datang kepada rasulullah saw tentang kabar kematian An-Najasyi, beliau bersabda, "Mari kita solat gaib untuknya!" Para sahabat berkata, "Ya rasulullah, apakah kita harus menshalatkan seorang hamba dari Habasyah?" Maka Allah SWT, pun menurunkan ayat ini.Dan Ibnu Jarir meriwayatkan hadis yang sama dengan hadis ini dari Jabir.
Dalam kitab Al-Mustadrak dari Abdullah bin Zubair berkata, bahwa ayat ini turun mengenai An-Najasyi.
Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw mengumumkan kematian An-Najasyi, kemudian beliau maju dan membuat barisan shaf di belakang, beliau lalu takbir empat kali.

