× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالطُّوْرِۙ
Demi bukit,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan Thur, yaitu bukit di mana Allah mengajak bicara Musa di atasnya, bersumpah dengan kitab yang tertulis, yaitu al-Quran pada lembaran yang terbuka, bersumpah dengan Baitul Mamur di langit berikut para malaikat mulia yang senantiasa thawaf di sekelilingnya, bersumpah dengan atap yang ditinggikan, yaitu langit dunia, dan bersumpah dengan laut yang bergelombang dipenuhi air.

وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ
dan kitab yang ditulis,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan Thur, yaitu bukit di mana Allah mengajak bicara Musa di atasnya, bersumpah dengan kitab yang tertulis, yaitu al-Quran pada lembaran yang terbuka, bersumpah dengan Baitul Mamur di langit berikut para malaikat mulia yang senantiasa thawaf di sekelilingnya, bersumpah dengan atap yang ditinggikan, yaitu langit dunia, dan bersumpah dengan laut yang bergelombang dipenuhi air.

فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ
pada lembaran yang terbuka,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan Thur, yaitu bukit di mana Allah mengajak bicara Musa di atasnya, bersumpah dengan kitab yang tertulis, yaitu al-Quran pada lembaran yang terbuka, bersumpah dengan Baitul Mamur di langit berikut para malaikat mulia yang senantiasa thawaf di sekelilingnya, bersumpah dengan atap yang ditinggikan, yaitu langit dunia, dan bersumpah dengan laut yang bergelombang dipenuhi air.

وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ
dan demi Baitul Makmur,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan Thur, yaitu bukit di mana Allah mengajak bicara Musa di atasnya, bersumpah dengan kitab yang tertulis, yaitu al-Quran pada lembaran yang terbuka, bersumpah dengan Baitul Mamur di langit berikut para malaikat mulia yang senantiasa thawaf di sekelilingnya, bersumpah dengan atap yang ditinggikan, yaitu langit dunia, dan bersumpah dengan laut yang bergelombang dipenuhi air.

وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ
dan atap yang ditinggikan (langit),

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan Thur, yaitu bukit di mana Allah mengajak bicara Musa di atasnya, bersumpah dengan kitab yang tertulis, yaitu al-Quran pada lembaran yang terbuka, bersumpah dengan Baitul Mamur di langit berikut para malaikat mulia yang senantiasa thawaf di sekelilingnya, bersumpah dengan atap yang ditinggikan, yaitu langit dunia, dan bersumpah dengan laut yang bergelombang dipenuhi air.

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ
dan laut yang di dalam tanahnya ada api,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan Thur, yaitu bukit di mana Allah mengajak bicara Musa di atasnya, bersumpah dengan kitab yang tertulis, yaitu al-Quran pada lembaran yang terbuka, bersumpah dengan Baitul Mamur di langit berikut para malaikat mulia yang senantiasa thawaf di sekelilingnya, bersumpah dengan atap yang ditinggikan, yaitu langit dunia, dan bersumpah dengan laut yang bergelombang dipenuhi air.
اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌۙ
sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya adzab Rabb-mu, wahai Rasul, terhadap kaum kafir pasti terjadi, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya ketika terjadi. Pada hari ketika langit bergoncang sehingga rusak sistemnya dan kacau bagian-bagiannya, dan itu adalah klimaks kehidupan dunia, serta gunung lenyap dari tempatnya dan berjalan laksana berjalannya awan.

مَّا لَهٗ مِنْ دَافِعٍۙ
tidak seorangpun yang dapat menolaknya,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya adzab Rabb-mu, wahai Rasul, terhadap kaum kafir pasti terjadi, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya ketika terjadi. Pada hari ketika langit bergoncang sehingga rusak sistemnya dan kacau bagian-bagiannya, dan itu adalah klimaks kehidupan dunia, serta gunung lenyap dari tempatnya dan berjalan laksana berjalannya awan.

يَّوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاۤءُ مَوْرًاۙ
pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya adzab Rabb-mu, wahai Rasul, terhadap kaum kafir pasti terjadi, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya ketika terjadi. Pada hari ketika langit bergoncang sehingga rusak sistemnya dan kacau bagian-bagiannya, dan itu adalah klimaks kehidupan dunia, serta gunung lenyap dari tempatnya dan berjalan laksana berjalannya awan.

وَّتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًاۗ
dan gunung benar-benar berjalan.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya adzab Rabb-mu, wahai Rasul, terhadap kaum kafir pasti terjadi, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya ketika terjadi. Pada hari ketika langit bergoncang sehingga rusak sistemnya dan kacau bagian-bagiannya, dan itu adalah klimaks kehidupan dunia, serta gunung lenyap dari tempatnya dan berjalan laksana berjalannya awan.

فَوَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

Tafsir Al-Muyassar

Maka kecelakaan pada hari ini menimpa orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan, dan menjadikan agama mereka sebagai senda gurau dan mainan.

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَۘ
(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan,

Tafsir Al-Muyassar

Maka kecelakaan pada hari ini menimpa orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan, dan menjadikan agama mereka sebagai senda gurau dan mainan.

يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاۗ
pada hari mereka didorong ke neraka jahannam dengan sekuat-kuatnya.

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari ketika orang-orang yang mendustakan itu didorong ke Neraka Jahanam dengan dorongan yang keras dan menghinakan, seraya dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan bagi mereka, "Inilah neraka yang dulu kalian dustakan."

هٰذِهِ النَّارُ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
(Dikatakan kepada mereka): "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya."

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari ketika orang-orang yang mendustakan itu didorong ke Neraka Jahanam dengan dorongan yang keras dan menghinakan, seraya dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan bagi mereka, "Inilah neraka yang dulu kalian dustakan."

اَفَسِحْرٌ هٰذَآ اَمْ اَنْتُمْ لَا تُبْصِرُوْنَ
Maka apakah ini sihir Ataukah kamu tidak melihat?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah adzab yang kalian saksikan ini sihir, ataukah kalian tidak melihat? Rasakanlah panasnya neraka ini, lalu bersabarlah atas kepedihan dan kesusahannya, atau janganlah bersabar atas hal itu, karena adzab tidak akan diringankan dari kalian. Kalian tidak akan keluar darinya, baik kalian bersabar maupun tidak bersabar. Sesungguhnya kalian hanyalah diberi balasan atas apa yang telah kalian kerjakan semasa di dunia.

اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْٓا اَوْ لَا تَصْبِرُوْاۚ سَوَاۤءٌ عَلَيْكُمْۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah adzab yang kalian saksikan ini sihir, ataukah kalian tidak melihat? Rasakanlah panasnya neraka ini, lalu bersabarlah atas kepedihan dan kesusahannya, atau janganlah bersabar atas hal itu, karena adzab tidak akan diringankan dari kalian. Kalian tidak akan keluar darinya, baik kalian bersabar maupun tidak bersabar. Sesungguhnya kalian hanyalah diberi balasan atas apa yang telah kalian kerjakan semasa di dunia.

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍۙ
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan,

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan yang besar. Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka berupa kenikmatan dari aneka macam kelezatan, dan Allah menyelamatkan mereka dari adzab neraka.

فَاكِهِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْۚ وَوَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka; dan Rabb mereka memelihara mereka dari azab neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan yang besar. Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka berupa kenikmatan dari aneka macam kelezatan, dan Allah menyelamatkan mereka dari adzab neraka.

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤئًا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
Dikatakan kepada mereka):"Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."

Tafsir Al-Muyassar

Makanlah makanan yang enak, dan minumlah minuman yang menyegarkan, sebagai balasan dari amal-amal shalih yang telah kalian kerjakan semasa di dunia. Mereka duduk di atas dipan-dipan yang saling berhadapan, dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari cantik berkulit putih bermata lebar.

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ
mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Tafsir Al-Muyassar

Makanlah makanan yang enak, dan minumlah minuman yang menyegarkan, sebagai balasan dari amal-amal shalih yang telah kalian kerjakan semasa di dunia. Mereka duduk di atas dipan-dipan yang saling berhadapan, dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari cantik berkulit putih bermata lebar.

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang beriman, dan anak keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak keturunan mereka dengan mereka dalam hal kedudukan mereka di surga, meskipun mereka tidak mencapai amal bapak-bapak mereka; agar bapak-bapak terhibur dengan anak-anak mereka di sisi mereka dalam kedudukan yang sama dengan mereka. Mereka dikumpulkan dalam keadaan yang paling baik. Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia tergadai dengan amalnya, ia tidak menanggung dosa orang lain.

وَاَمْدَدْنٰهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ
Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.

Tafsir Al-Muyassar

Kami beri mereka tambahan, di samping nikmat yang telah Kami sebutkan, dengan buah-buahan dan daging dari segala yang enak dan disenangi. Di antara nikmat ini ialah bahwa mereka saling memberikan segelas khamr di surga, seorang dari mereka memberikannya kepada kawannya, agar kenikmatan mereka menjadi lengkap dengannya. Minuman ini berbeda dengan khamr dunia, karena tidak menyebabkan akal peminumnya hilang, tidak menimbulkan kata-kata yang tidak berguna, atau kata-kata yang berisikan dosa atau kemaksiatan.

يَتَنَازَعُوْنَ فِيْهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيْهَا وَلَا تَأْثِيْمٌ
Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.

Tafsir Al-Muyassar

Kami beri mereka tambahan, di samping nikmat yang telah Kami sebutkan, dengan buah-buahan dan daging dari segala yang enak dan disenangi. Di antara nikmat ini ialah bahwa mereka saling memberikan segelas khamr di surga, seorang dari mereka memberikannya kepada kawannya, agar kenikmatan mereka menjadi lengkap dengannya. Minuman ini berbeda dengan khamr dunia, karena tidak menyebabkan akal peminumnya hilang, tidak menimbulkan kata-kata yang tidak berguna, atau kata-kata yang berisikan dosa atau kemaksiatan.

وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَاَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُوْنٌۚ
Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka dikelilingi anak-anaK muda yang disiapkan untuk melayani mereka, seakan-akan mereka itu, dalam hal kejernihan, keputihan dan keindahan, laksana mutiara yang tersimpan dalam kerangnya.

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.

Tafsir Al-Muyassar

Ahli surga menghadap untuk bertanya satu sama lain tentang besarnya nikmat yang mereka rasakan dan sebabnya. Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu semasa di dunia-dan kami berada di tengah-tengah keluarga kami-merasa takut kepada Rabb kami, takut kepada adzab dan siksa-Nya Pada Hari Kiamat. Lalu Allah memberikan hidayah dan taufik kepada kami, serta memelihara kami dari adzab samum Jahanam, yaitu apinya dan panasnya. Sesungguhnya kami dahulu berdoa kepada-Nya semata tanpa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, agar Dia melindungi kami dari adzab neraka dan menyampaikan kami ke surga penuh kenikmatan. Dia pun mengabulkan kami dan memenuhi permohonan kami. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. Di antara kebaikan dan rahmat-Nya kepada kami ialah Dia memberikan kepada kami ridha-Nya dan surga, serta melindungi kami dari murka-Nya dan neraka.
قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ
Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)."

Tafsir Al-Muyassar

Ahli surga menghadap untuk bertanya satu sama lain tentang besarnya nikmat yang mereka rasakan dan sebabnya. Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu semasa di dunia-dan kami berada di tengah-tengah keluarga kami-merasa takut kepada Rabb kami, takut kepada adzab dan siksa-Nya Pada Hari Kiamat. Lalu Allah memberikan hidayah dan taufik kepada kami, serta memelihara kami dari adzab samum Jahanam, yaitu apinya dan panasnya. Sesungguhnya kami dahulu berdoa kepada-Nya semata tanpa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, agar Dia melindungi kami dari adzab neraka dan menyampaikan kami ke surga penuh kenikmatan. Dia pun mengabulkan kami dan memenuhi permohonan kami. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. Di antara kebaikan dan rahmat-Nya kepada kami ialah Dia memberikan kepada kami ridha-Nya dan surga, serta melindungi kami dari murka-Nya dan neraka.
فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Ahli surga menghadap untuk bertanya satu sama lain tentang besarnya nikmat yang mereka rasakan dan sebabnya. Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu semasa di dunia-dan kami berada di tengah-tengah keluarga kami-merasa takut kepada Rabb kami, takut kepada adzab dan siksa-Nya Pada Hari Kiamat. Lalu Allah memberikan hidayah dan taufik kepada kami, serta memelihara kami dari adzab samum Jahanam, yaitu apinya dan panasnya. Sesungguhnya kami dahulu berdoa kepada-Nya semata tanpa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, agar Dia melindungi kami dari adzab neraka dan menyampaikan kami ke surga penuh kenikmatan. Dia pun mengabulkan kami dan memenuhi permohonan kami. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. Di antara kebaikan dan rahmat-Nya kepada kami ialah Dia memberikan kepada kami ridha-Nya dan surga, serta melindungi kami dari murka-Nya dan neraka.
اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ
Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar

Ahli surga menghadap untuk bertanya satu sama lain tentang besarnya nikmat yang mereka rasakan dan sebabnya. Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu semasa di dunia-dan kami berada di tengah-tengah keluarga kami-merasa takut kepada Rabb kami, takut kepada adzab dan siksa-Nya Pada Hari Kiamat. Lalu Allah memberikan hidayah dan taufik kepada kami, serta memelihara kami dari adzab samum Jahanam, yaitu apinya dan panasnya. Sesungguhnya kami dahulu berdoa kepada-Nya semata tanpa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, agar Dia melindungi kami dari adzab neraka dan menyampaikan kami ke surga penuh kenikmatan. Dia pun mengabulkan kami dan memenuhi permohonan kami. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. Di antara kebaikan dan rahmat-Nya kepada kami ialah Dia memberikan kepada kami ridha-Nya dan surga, serta melindungi kami dari murka-Nya dan neraka.
فَذَكِّرْ فَمَآ اَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّلَا مَجْنُوْنٍۗ
Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Rabbmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.

Tafsir Al-Muyassar

Maka berilah peringatan, wahai Rasul, kepada orang-orang yang engkau diutus kepada mereka dengan al-Quran. Dan kamu, disebabkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu berupa kenabian dan ketajaman akal, bukanlah seorang dukun yang mengabarkan perkara ghaib tanpa berdasarkan ilmu. Dan bukan pula orang gila yang tidak memahami apa yang diucapkannya, sebagaimana yang mereka sangkakan.

اَمْ يَقُوْلُوْنَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهٖ رَيْبَ الْمَنُوْنِ
Bahkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah orang-orang musyrik mengatakan kepadamu, wahai Rasul, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kematian menimpanya?" Katakanlah kepada mereka, "Tunggulah kematianku, karena sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian adzab menimpa kalian, dan kalian akan melihat bagi siapakah akibat yang baik itu."

قُلْ تَرَبَّصُوْا فَاِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُتَرَبِّصِيْنَۗ
Katakanlah: "Tunggulah, maka sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu."

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah orang-orang musyrik mengatakan kepadamu, wahai Rasul, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kematian menimpanya?" Katakanlah kepada mereka, "Tunggulah kematianku, karena sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian adzab menimpa kalian, dan kalian akan melihat bagi siapakah akibat yang baik itu."

اَمْ تَأْمُرُهُمْ اَحْلَامُهُمْ بِهٰذَآ اَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas!

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan apakah orang-orang yang mendustakan itu diperintah oleh akal mereka untuk mengucapkan kata-kata yang kontradiktif ini? Sebab sifat-sifat perdukunan, syair dan kegilaan tidak mungkin berkumpul dalam satu waktu. Tetapi mereka adalah kaum yang melampaui batas dalam kezhaliman.

اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَۚ
Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya." Sebenarnya mereka tidak beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan apakah orang-orang musyrik itu mengatakan, "Muhammad membuat-buat al-Quran dari dirinya sendiri?" Bahkan mereka itu tidak beriman. Seandainya mereka beriman, niscaya tidak mengucapkan kata-kata seperti itu.

فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَۗ
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.

Tafsir Al-Muyassar

Silakan mereka mendatangkan kalam (kalimat) semisal al-Quran, jika mereka orang-orang yang benar-dalam sangkaan mereka-bahwa Muhammad telah mengada-adakannya.

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخَالِقُوْنَۗ
Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang musyrik itu diciptakan dengan tanpa Pencipta, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Kedua perkara itu batil dan mustahil. Dengan demikian jelaslah bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka, dan Dia sajalah yang berhak disembah, dan ibadah tidak patut diberikan kecuali untuk-Nya.

اَمْ خَلَقُوا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَۗ
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu dengan ciptaan yang menawan ini? Bahkan, mereka tidak meyakini adzab Allah, karena mereka musyrik.

اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَبِّكَ اَمْ هُمُ الْمُصَۣيْطِرُوْنَۗ
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa ?

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah di sisi mereka terdapat perbendaharaan Rabbmu yang bisa mereka belanjakan sesuka mereka, atau mereka para penguasa yang menguasai makhluk Allah dengan paksaan dan mengalahkan? Perkaranya tidak seperti itu, bahkan mereka adalah orang yang lemah lagi tidak berdaya.

اَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَّسْتَمِعُوْنَ فِيْهِۚ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۗ
Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu hal-hal yang gaib? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah mereka mempunyai tangga ke langit untuk mendengarkan wahyu di sana bahwa apa yang mereka anut adalah kebenaran? Siapa yang menyangka bahwa ia telah mendengarkan hal itu, silakan membawa keterangan nyata yang membuktikan pengklaimannya.

اَمْ لَهُ الْبَنٰتُ وَلَكُمُ الْبَنُوْنَۗ
Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah anak-anak perempuan diperuntukkan bagi Allah, sedangkan anak-anak laki-laki diperuntukkan bagi kalian, sebagaimana yang kalian sangkakan dengan dusta?

اَمْ تَسْئَلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ
Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan apakah kamu -wahai Rasul- meminta kepada orang-orang musyrik upah atas penyampaian risalah, sehingga mereka berada dalam kesusahan dan kesulitan akibat terbebani hutang yang kamu minta dari mereka?

اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَۗ
Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?

Tafsir Al-Muyassar

Apakah mereka memiliki pengetahuan tentang perkara ghaib, lalu mereka menuliskannya kepada manusia dan mengabarkannya kepada mereka? Perkaranya tidak seperti itu, karena tiada yang mengetahui perkara ghaib di langit dan bumi kecuali Allah.

اَمْ يُرِيْدُوْنَ كَيْدًاۗ فَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا هُمُ الْمَكِيْدُوْنَۗ
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya.

Tafsir Al-Muyassar

Bahkan mereka bermaksud melakukan tipu daya terhadap Rasulullah dan orang-orang Mukmin, lalu tipu daya dan makar orang-orang yang kafir itu kembali kepada diri mereka sendiri.

اَمْ لَهُمْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Tafsir Al-Muyassar

Ataukah mereka mempunyai sembahan yang berhak disembah selain Allah? Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia tidak memiliki sekutu dalam kekuasaan, tidak memiliki sekutu dalam keesaan dan ibadah.

وَاِنْ يَّرَوْا كِسْفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ سَاقِطًا يَّقُوْلُوْا سَحَابٌ مَّرْكُوْمٌ
Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: "Itu adalah awan yang bertindih-tindih."

Tafsir Al-Muyassar

Jika orang-orang musyrik itu melihat sebagian dari langit jatuh pada mereka sebagai azab bagi mereka, maka mereka tidak akan beranjak dari pendustaan yang mereka lakukan, dan niscaya mereka mengatakan, "Ini adalah awan yang bertumpuk-tumpuk satu sama lain.

فَذَرْهُمْ حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ فِيْهِ يُصْعَقُوْنَۙ
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan.

Tafsir Al-Muyassar

Karena itu, biarkanlah (wahai Rasul) orang-orang musyrik itu hingga mereka menemui hari mereka di waktu mereka dibinasakan, yaitu Hari Kiamat.

يَوْمَ لَا يُغْنِيْ عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۗ
(yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari itu tipu daya mereka tidak bisa menghalangi mereka dari adzab Allah sedikit pun, dan tidak ada seorang pun yang akan menolong mereka dari adzab Allah.

وَاِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا عَذَابًا دُوْنَ ذٰلِكَ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tersebut akan mendapatkan adzab yang mereka terima di dunia sebelum adzab pada Hari Kiamat, yaitu dibunuh, dijadikan sebagai budak, adzab Barzakh (kubur) dan selainnya. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui hal itu.

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُۙ
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami,

Tafsir Al-Muyassar

Dan bersabarlah, -wahai Rasul- terhadap hukum dan ketetapan Rabb-mu berkenaan dengan risalah yang diembankan-Nya kepadamu, dan terhadap gangguan kaummu yang sampai kepadamu. Karena sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan, penjagaan dan perhatian Kami. Bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu, ketika kamu hendak mengerjakan shalat, dan ketika bangun dari tidurmu. Dan pada sebagian malam, bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu, agungkanlah, dan kerjakan shalat karena-Nya. Lakukanlah hal itu ketika shalat Shubuh di waktu bintang-bintang terbenam.

Ayat ini berisikan penetapan sifat dua mata bagi Allah yang sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakannya dengan makhluk-Nya atau menanyakan hakikat dzat-Nya Yang Mahasuci dan segala puji bagi-Nya, sebagaimana hal itu ditetapkan oleh Sunnah dan telah menjadi ijma` salaf umat ini. Lafal ini disebutkan di sini dengan sighat (kata) jama` sebagai bentuk pengagungan.

وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاِدْبَارَ النُّجُوْمِ
dan bertasbihlah padanya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).

Tafsir Al-Muyassar

Dan bersabarlah, -wahai Rasul- terhadap hukum dan ketetapan Rabb-mu berkenaan dengan risalah yang diembankan-Nya kepadamu, dan terhadap gangguan kaummu yang sampai kepadamu. Karena sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan, penjagaan dan perhatian Kami. Bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu, ketika kamu hendak mengerjakan shalat, dan ketika bangun dari tidurmu. Dan pada sebagian malam, bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu, agungkanlah, dan kerjakan shalat karena-Nya. Lakukanlah hal itu ketika shalat Shubuh di waktu bintang-bintang terbenam.

Ayat ini berisikan penetapan sifat dua mata bagi Allah yang sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakannya dengan makhluk-Nya atau menanyakan hakikat dzat-Nya Yang Mahasuci dan segala puji bagi-Nya, sebagaimana hal itu ditetapkan oleh Sunnah dan telah menjadi ijma` salaf umat ini. Lafal ini disebutkan di sini dengan sighat (kata) jama` sebagai bentuk pengagungan.