بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, janganlah kalian memutuskan satu perkara pun dari syariat agama kalian dengan tanpa didasarkan pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, sehingga kalian mengada-adakan perkara baru (bid`ah). Takutlah kepada Allah dalam ucapan dan perbuatan kalian, jangan sampai menyelisihi perintah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan kalian, lagi Maha Mengetahui niat dan perbuatan kalian. Di dalamnya berisi peringatan terhadap orang-orang Mukmin agar tidak mengadakan-adakan perkara baru (bid`ah) dalam agama, atau menetapkan syariat yang tidak dizinkan oleh Allah.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dam janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan SyariatNya, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi ketika berbicara dengannya, dan janganlah memanggilnya dengan suara keras sebagaimana sebagian dari kalian mengeraskan suara kepada sebagian yang lain. Istimewakanlah dia dalam bercakap-cakap dengannya, sebagaimana dia diistimewakan dari selainnya dalam hal dipilihnya dia untuk mengemban risalah Rabbnya. Dan wajib beriman kepadanya, mencintainya, menaatinya dan meneladaninya karena dikhawatirkan pahala amalan kalian hilang sedangkan kalian tidak menyadari merasakan hal itu.اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suara mereka di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang hati mereka telah diuji oleh Allah dan dimurnikan-Nya untuk bertakwa kepada-Nya. Mereka mendapatkan dari Allah ampunan bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang banyak, yaitu surga.اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَاۤءِ الْحُجُرٰتِ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu, wahai Nabi, dari luar kamarmu dengan suara keras, kebanyakan mereka tidak memiliki akal yang bisa mendorong mereka untuk beradab yang baik bersama Rasulullah Saw dan menghormatinya.وَلَوْ اَنَّهُمْ صَبَرُوْا حَتّٰى تَخْرُجَ اِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu ke luar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Sekiranya mereka bersabar hingga kamu keluar menemui mereka, niscaya itu adalah lebih baik bagi mereka di sisi Allah, karena Allah telah memerintahkan mereka supaya menghormatimu. Dan Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa dan ketidaksopanan yang terlahir dari mereka karena kejahilan, lagi Maha Penyayang kepada mereka di mana Dia tidak menyegerakan hukuman kepada mereka.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan syariat-Nya. Jika orang fasik datang kepada kalian dengan membawa suatu berita, maka periksalah kebenaran beritanya sebelum mempercayainya dan menukilnya hingga kalian mengetahui kebenarannya, karena dikhawatirkan kalian akan menimpakan kepada suatu kaum yang tidak bersalah dengan tindak kejahatan dari kalian sehingga menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan itu.وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۗ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الرَّاشِدُوْنَۙ
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
Tafsir Al-Muyassar
Ketahuilah bahwa di tengah kalian ada Rasulullah, maka ber etika lah bersamanya; sesungguhnya ia lebih tahu daripada kalian tentang apa yang bermaslahat bagi kalian, karena ia menginginkan kebaikan pada kalian. Sementara kalian mungkin menghendaki keburukan dan kemudaratan bagi diri kalian yang tidak disetujui oleh Rasul. Sekiranya ia menuruti kemauan kalian dalam banyak urusan yang kalian pilih, niscaya hal itu menyebabkan kesusahan kalian. Tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati kalian lalu kalian beriman. Dan Dia menjadikan kamu benci kepada kekafiran kepada Allah. keluar dari ketaatanNya, dan bermaksiat kepada-Nya, Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat ini, mereka itulah orang-orang yang lurus yang meniti jalan kebenaran.فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَنِعْمَةً ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Kebaikan yang mereka peroleh ini sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang mensyukuri nikmatNya, lagi Maha Bijaksana dalam mengatur urusan makhluk-Nya.وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِۙ فَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Tafsir Al-Muyassar
Jika ada dua golongan dari kaum yang beriman berperang, maka damaikanlah, wahai orang-orang yang beriman, di antara keduanya, dengan menyeru keduanya supaya bertahkim (berhukum) kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Saw serta ridha dengan hukum keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya dan menolak memenuhi seruan itu, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Jika golongan itu telah kembali, maka damaikanlah di antara keduanya dengan adil, dan berlaku adillah dalam keputusan kalian, yaitu keputusan kalian tidak melanggar hukum Allah dan hukum Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil dalam keputusan hukum mereka, lagi memutuskan perkara di antara makhluk-Nya dengan adil. Ayat ini berisikan penetapan sifat mahabbah (mencintai) bagi Allah berdasarkan hakikatnya, sebagaimana yang pantas menurut keagungan-Nya.اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu saudara seagama, maka damaikanlah diantara kedua saudara kalian, jika keduanya saling berperang. Dan takutlah kepada Allah dalam segala urusan kalian, supaya kalian mendapatkan Rahmat.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang mempercayai Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan syariat-Nya. Janganlah suatu kaum yang beriman mengolok-olokkan kaum yang beriman lainnya, karena boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok. Jangan pula wanita-wanita Mukminat mengolok-olok wanita-wanita Mukminat lainnya, karena boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olok itu lebih baik daripada wanita-wanita yang mengolok-olok. Janganlah sebagian dari kalian mencela sebagian yang lainnya, dan janganlah sebagian dari kalian memanggil sebagian yang lain dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk sifat dan nama adalah kefasikan, yaitu mengolok-olok, mencela dan panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, sesudah kalian masuk Islam dan memahaminya. Barangsiapa tidak bertaubat dari perbuatan mengolok-olok, mencela, panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, dan kefasikan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka denqan melakukan larangan-larangan ini.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Hai orang-orang yang mempercayai Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan syariat-Nya. Jauhilah banyak prasangka buruk kepada orang-orang yang beriman; sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah mencari-cari rahasia orang-orang muslim, dan janganlah sebagian dari kalian membicarakan sebagian yang lain apa yang tidak disukainya saat ia tidak ada (yakni menggunjingnya). Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kalian tidak menyukainya. Karena itu, bencilah menggunjingnya. Dan takutlah pada Allah berkenaan dengan apa yang Dia perintahkan kepada kalian dengannya dan apa yang dilarang-Nya terhadap kalian. Sesungguhnya Allah Maha menerima taubat para hamba-Nya yang beriman, lagi Maha Penyayang kepada mereka.يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
Tafsir Al-Muyassar
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian satu bapak, yaitu Adam, dan dari satu ibu, yaitu Hawa, sehingga tidak ada perbedaan keutamaan di antara kalian dalam hal nasab. Dan Kami menjadikan kalian, lewat proses reproduksi, menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal satu sama lain. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa lagi Maha Mengenal mereka.قَالَتِ الْاَعْرَابُ اٰمَنَّا ۗ قُلْ لَّمْ تُؤْمِنُوْا وَلٰكِنْ قُوْلُوْٓا اَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْاِيْمَانُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ ۗوَاِنْ تُطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ لَا يَلِتْكُمْ مِّنْ اَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Orang-orang Arab Badwi itu berkata:"Kami telah beriman." Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah "kami telah tunduk," karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang Arab Badui itu berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang sempurna." Katakanlah kepada mereka (wahai Nabi) "Janganlah kalian mengklaim diri kalian memiliki keimanan yang sempurna, tetapi katakanlah, "Kami telah tunduk," karena iman belum masuk ke dalam hati kalian. Dan jika kalian menaati Allah dan Rasul-Nya, maka Dia tidak akan mengurangi sedikit pun dari pahala amalan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap orang yang bertaubat dari dosa-dosanya, lagi Maha Penyayang kepadanya. Ayat ini berisikan hardikan terhadap orang yang menampakkan keimanan dan mengikuti Sunnah, sementara perbuatannya terbukti menyelisihi hal itu.اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang mempercayai Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dalam keimanan mereka, dan mereka memberikan harta mereka yang berharga dan jiwa mereka untuk berjihad di jalan Allah, mentaati-Nya dan mencari keridhaanNya. Mereka itulah orang-orang yang benar dalam keimanan mereka.قُلْ اَتُعَلِّمُوْنَ اللّٰهَ بِدِيْنِكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Katakanlah (kepada mereka):"Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui seagala sesuatu."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah -wahai Nabi- kepada orang-orang Badui itu, "Apakah kalian akan memberitahukan kepada Allah tentang agama kalian dan keyakinan yang ada dalam hati kalian, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak tersembunyi dari-Nya apa yang ada dalam hati kalian berupa keimanan atau kekafiran, kebaktian atau kedurhakaan."يَمُنُّوْنَ عَلَيْكَ اَنْ اَسْلَمُوْا ۗ قُلْ لَّا تَمُنُّوْا عَلَيَّ اِسْلَامَكُمْ ۚبَلِ اللّٰهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ اَنْ هَدٰىكُمْ لِلْاِيْمَانِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar."
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang Badui itu merasa memberi nikmat kepadamu, wahai Nabi, dengan keislaman mereka, kesetiaan mereka, dan pertolongan mereka kepadamu. Katakanlah kepada mereka, "Janganlah kalian merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan masuknya kalian ke dalam Islam; karena manfaatnya hanyalah kembali kepada kalian. Sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepada kalian, dengan memberi taufik kepada kalian untuk beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam keimanan kalian."اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

