بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
Kitab (al-Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
Turunnya Al-Quran ini hanyalah dari Allah yang Mahaperkasa dalam kodrat-Nya dan pembalasan-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan hukum-hukum-Nya.اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَۗ
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu wahai Rasul al-Qur’an yang mengajak kepada kebenaran dan keadilan. Maka sembahlah Allah semata dan ikhlaskanlah segala ketaatan kepada-Nya.اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
Tafsir Al-Muyassar
Ketahuilah, hanya milik Allah semata segala ketaatan yang sempurna yang bebas dari syirik, Dan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan selain-Nya dan mengangkat sekutu-sekutu selain-Nya berkata : Kami tidak menyembah Illah-Ilah itu bersama Allah, kecuali agar ia memberi syafaat kepada kami di sisi Allah, dan mendekatkan kedudukan kami di sisi-Nya. Akibatnya mereka menjadi kafir karena itu, sebab ibadah dan syafaat hanya milik Allah semata. Sesungguhnya Allah menetapkan keputusan-Nya di antara orang-orang yang beriman yang ikhlas dengan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan selain-Nya di Hari Kiamat dalam perkara yang mereka perselisihkan terkait dengan ibadah mereka. Lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan haknya. Sesungguhnya Allah tidak membimbing siapa yang berdusta dengan nama-nama Allah lagi kafir kepada ayat-ayat dan hujjah-hujjah-Nya ke jalan yang lurus.لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗهُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
Tafsir Al-Muyassar
Sekiranya Allah hendak mengangkat seorang anak, niscaya Dia memilih siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari kepemilikan terhadap anak, karena Dia Maha Esa, Tunggal di mana seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, Mahaperkasa yang mengalahkan seluruh makhluk-Nya dengan kodrat-Nya. Segala sesuatu tunduk dan patuh kepada-Nya.خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya dengan haq. Dia mendatangkan malam dan menjadikan siang pergi. Dia juga menjadikan siang tiba dan malam pun berangkat pergi. Allah menundukkan matahari dan rembulan dengan tatanan untuk kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Masing-masing darinya beredar pada orbitnya sampai Hari Kiamat. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah yang melakukan semua itu dan Dia yang melimpahkan nikmat kepada makhluk-Nya dengan nikmat-nikmat ini, Dia Mahaperkasa atas makhluk-Nya, Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat kepada-Nya.خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَاَنْزَلَ لَكُمْ مِّنَ الْاَنْعَامِ ثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍ ۗ يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنْۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمٰتٍ ثَلٰثٍۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ فَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb kamu, Rabb yang mempunyai kerajaan. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan.
Tafsir Al-Muyassar
Rabb kalian menciptakan kalian (wahai manusia) dari Adam dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan Dia menciptakan delapan jenis hewan-hewan ternak, jantan dan betina dari unta, sapi, kambing dan domba. Allah menciptakan kalian dalam rahim ibu kalian fase demi fase dalam kegelapan perut, rahim dan plasenta. Itulah Allah yang menciptakan semua ini, Rabb kalian pemilik tunggal segala kerajaan, diesakan dengan ibadah dan yang berhak untuk disembah semata. Lalu bagaimana kalian bisa berpaling dari penyembahan kepada-Nya kepada selain-Nya dari makhluk-Nya?اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗوَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Rabbmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.
Tafsir Al-Muyassar
Bila kalian (wahai manusia) kafir kepada Rabb kalian dan tidak beriman kepada-Nya, tidak mengikuti utusan-utusan-Nya, maka sesunguuhnya Allah Mahakaya terhadap kalian. Dia sama sekali tidak membutuhkan keimanan kalian, sebaliknya kalianlah yang membutuhkan-Nya. Dan Allah tidak meridhai kekufuran bagi hamba-hamba-Nya, akan tetapi Dia hanya meridhai disyukurinya kenikmatan-Nya atas mereka. Satu jiwa tidak memikul beban dosa jiwa yang lain. Kemudian tempat kembali kalian adalah kepada Rabb kalian, lalu Dia membalas kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian dan menghisab kalian atasnya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala rahasia jiwa dan apa yang disembunyikan oleh dada manusia.وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُوْٓا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَادًا لِّيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًا ۖاِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ
Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Rabbnya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Dia memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang dia pernah berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka."
Tafsir Al-Muyassar
Bila manusia diterpa oleh ujian, kesulitan dan penyakit, maka dia mengingat Rabbnya, dia memohon dan berdoa kepada-Nya. Kemudian bila Allah menjawabnya dan mengangkat kesulitannya serta menggantinya dengan kenikmatan-Nya, maka dia lupa terhadap permohonannya kepada Rabbnya saat dia memerlukan-Nya, dan diapun mempersekutukan-Nya dengan sesuatu untuk menyesatkan orang lain sehingga tidak beriman dan tidak taat kepada Allah. Katakanlah kepadanya (wahai Rasul) seraya mengancam mereka : Silakan menikmati kekufuran kalian sebentar saja sampai kematian datang kepadamu dan ajalmu pun habis, sesungguhnya kamu termasuk penduduk neraka yang kekal di dalamnya.اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang kafir yang menikmati kekufurannya ini lebih baik, ataukah seseorang yang beribadah kepada Rabbnya dan taat kepada-Nya, menghabiskan malamnya dalam shalat dan sujud kepada Allah, takut kepada adzab akhirat dan berharap rahmat Rabb-Nya?? Katakanlah wahai Rasul : Apakah sama orang-orang yang mengetahui Rabb mereka dan agama mereka yang haq dengan orang-orang yang tidak mengetahui apa pun tentang hal itu?? Tidak sama. Hanya orang-orang yang berakal lurus yang mengetahui perbedaannya.قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai nabi) kepada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya : Takutlah kalian kepada Rabb kalian dengan menaati-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini dengan beribadah kepada Rabb mereka dan menaati-Nya kebaikan di akhirat, yaitu surga dan kebaikan di dunia berupa kesehatan, rizki, kemenangan dan sebagainya. Bumi Allah luas, maka berhijrahlah kalian ke tempat di mana kalian bisa menyembah Rabb kalian dan memungkinkan kalian untuk menegakkan agama kalian. IOrang-orang yang sabar hanya diberi pahala di akhirat tanpa batasan, hitungan dan kadar. Ini adalah pengagungan terhadap balasan bagi orang-orang yang sabar dan pahala mereka.قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul kepada manusia : Sesungguhnya Allah memerintahkanku dan orang-orang yang mengikutiku agar mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata bukan kepada selain-Nya.وَاُمِرْتُ لِاَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ
Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."
Tafsir Al-Muyassar
Dia memerintahkanku agar menjadi orang pertama yang berserah diri kepada-Nya dari umatku, tunduk dengan mentauhidkan-Nya dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya dari berlepas diri dari segala macam Illah yang disembah selain Allah.قُلْ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Katakanlah:"Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Rabbku."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada manusia : Sesungguhnya aku takut bila aku mendurhakai Rabbku dalam apa yang Dia perintahkan kepadaku, yaitu agar aku menyembah-Nya dan mengikhlaskan ketaatan, maka aku akan ditimpa adzab di Hari Kiamat, hari dimana ketakutan padanya sangat besar.قُلِ اللّٰهَ اَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهٗ دِيْنِيْۚ
Katakanlah: "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada manusia : Sesungguhnya aku menyembah Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dengan mengikhlaskan ibadah dan ketaatan-ku.فَاعْبُدُوْا مَا شِئْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖۗ قُلْ اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَاَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اَلَا ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ
Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah:"Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Tafsir Al-Muyassar
Maka sembahlah kalian (wahai orang-orang musyrikin) apa yang kalian ingin sembah selain Allah berupa berhala-berhala, patung-patung dan makhluk-makhluk-Nya yang lain, karena hal itu tidak akan merugikanku sedikitpun. Ini adalah ancaman keras terhadap siapa yang menyembah selain Allah dan mempersekutukannya dengan Allah. Katakanlah (wahai Rasul) : Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang merugi diri dan keluarga mereka di Hari Kiamat dan hal itu dengan menyesatkan mereka dan menghalang-halangi mereka dari iman di dunia. Ketahuilah bahwa kerugian orang-orang musyrikin itu pada diri dan keluarga mereka di Hari Kiamat adalah kerugian yang jelas dan nyata.لَهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۗذٰلِكَ يُخَوِّفُ اللّٰهُ بِهٖ عِبَادَهٗ ۗيٰعِبَادِ فَاتَّقُوْنِ
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertaqwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang merugi itu di Hari Kiamat dalam Neraka Jahanam mendapatkan potongan-potongan adzab Neraka dari atas mereka seperti atap yang memayungi, dari bawah mereka juga demikian. Dengan adzab yang seperti itulah Allah menakut-nakuti hamba-hamba-Nya agar mereka mewaspadai-nya. Wahai hamba-hamba-Ku, bertakwalah kepada-Ku dengan menjalankan perintah-perintah-Ku dan menjauhi larangan-larangan-Ku.وَالَّذِيْنَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَنَابُوْٓا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰىۚ فَبَشِّرْ عِبَادِۙ
Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang menolak untuk taat kepada setan dan tidak menyembah selain Allah, bertaubat kepada-Nya dengan beribadah kepada-Nya seraya mengikhlaskan agama untuk-Nya, bagi mereka adalah berita gembira dalam kehidupan dunia ini dengan sanjungan yang bagus dan taufik dari Allah. Sedangkan di akhirat mereka mendapatkan ridha Allah dan kenikmatan langgeng dalam surga. Maka sampaikanlah berita gembira (wahai Nabi) kepada hamba-hamba-Ku.الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدٰىهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ
yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang- orang yang mempunyai akal.
Tafsir Al-Muyassar
Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling lurus darinya. Sebaik-baik perkataan dan sekaligus paling lurus adalah kalam Allah kemudian sabda Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang telah Allah bimbing ke jalan yang benar lagi lurus. Allah menunjukkan kepada mereka akhlak dan perbuatan terbaik dan mereka adalah orang-orang yang memiliki akal yang sempurna.اَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِۗ اَفَاَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِى النَّارِۚ
Apakah (kamu hendak merobah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang berhak mendapatkan keputusan adzab, karena dia terus-menerus di atas kesesatan dan penentangannya, sesungguhnya tidak ada cara bagimu (wahai Rasul) untuk memberinya petunjuk. Apakah kamu mampu menyelamatkannya dari neraka? Tidak, kamu tidak kuasa untuk itu.لٰكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ ۙتَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ وَعْدَ اللّٰهِ ۗ لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ الْمِيْعَادَ
Tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
Tafsir Al-Muyassar
Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menaati-Nya dan mengikhlaskan ibadahnya hanya kepada-Nya, di surga mereka memperoleh kamar-kamar, sebagian darinya dibangun di atas sebagian yang lain, sungai-sungai mengalir dari bawah tempat tinggal dan kamar-kamar mereka. Semua itu Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa sebagai janji yang pasti, Allah tidak menyelisihi janji.اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَلَكَهٗ يَنَابِيْعَ فِى الْاَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهٗ حُطَامًا ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلْبَابِ
Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu tidak melihat (wahai Rasul) bahwa sesungguhnya Allah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Dia memasukkannya ke dalam tanah, menjadikannya mata air yang memancar dan air yang mengalir. Kemudian dengan air ini Allah menumbuhkan tanaman-tanaman yang beraneka ragam jenis dan warnanya, kemudian ia pun mengering setelah ia hijau segar, kamu melihatnya menguning, kemudian Allah menjadikannya kayu bakar yang lapuk lagi hancur?? Sesungguhnya dilakukannya hal itu merupakan peringatan dan nasihat bagi orang-orang yang memiliki akal yang selamat.اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗفَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan orang yang membatu hatinya) Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya sehingga dia berbahagia dengan menerima Islam, tunduk kepada-Nya dan beriman kepada-Nya, sehingga dia berjalan dengan ilmu dalam kehidupannya dan hidayah dari Rabb-nya, apakah dia sama dengan orang yang tidak seperti itu?? Tentu tidak sama. Celaka dan biasa orang yang keras hatinya dan berpaling sehingga tidak mengingat Allah. Mereka adalah orang-orang yang berjalan di atas kesesatan yang jauh dari kebenaran.اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.
Tafsir Al-Muyassar
Allah menurunkan perkataan terbaik yaitu al-Quran yang agung, sebagian darinya mirip dengan sebagaian yang lain dalam kebagusan, kecanggihan dan keakuratannya. Di dalamnya terkandung kisah-kisah, hukum-hukum, hujjah-hujjah dan keterangan-keterangan diulang, tilawahnya juga diulang, namun jiwa tidak merasa bosan karena banyaknya pengulangan. Kulit orang-orang yang takut kepada Rabb mereka bergetar dan merinding karena mendengarnya, karena mereka terpengaruh dengan ancaman siksa yang ada di dalamnya. Kemudian kulit dan hati mereka melunak karena berbahagia dengan janji pahala Allah yang ada di dalamnya. Pengaruh al-Quran terhadap diri itu merupakan hidayah Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan Allah membimbing siapa yang dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dengan al-Quran. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah dari iman dengan al-Quran ini karena kekufuran dan penentangannya, maka dia tidak memiliki orang yang bisa membimbing dan memberinya hidayah.اَفَمَنْ يَّتَّقِيْ بِوَجْهِهٖ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗوَقِيْلَ لِلظّٰلِمِيْنَ ذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ
Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang dicampakkan ke dalam api neraka dalam keadaan terbelenggu (sehingga dia tidak bias melindungi diri dari neraka kecuali dengan wajahnya karena kekufuran dan kesesatannya) adalah lebih baik dari orang yang bernikmat ria di dalam surga karena Allah membimbingnya?? Di hari itu dikatakan kepada orang-orang yang zhalim : Rasakanlah akibat buruk dari kemaksiatan-kemaksiatan yang dulu kalian kerjakan di dunia.كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَاَتٰىهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ
Orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang sebelum kaummu (wahai Rasul) mendustakan utusan-utusan mereka, lalu adzab datang kepada mereka dari arah di mana mereka tidak menyangka bahwa ia akan datang,فَاَذَاقَهُمُ اللّٰهُ الْخِزْيَ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚوَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Lalu Allah membuat umat-umat yang mendustakan itu mencicipi adzab dan kehinaan di dunia, sedangkan di akhirat Allah akan kembali menyediakan siksa yang jauh lebih pedih dan lebih keras. Sekiranya orang-orang musyrikin itu mengetahui bahwa apa yang menimpa mereka, disebabkan kekufuran dan pendustaan mereka, niscaya mereka akan mengambil pelajaran.وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَۚ
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam al-Quran setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Kami telah membuat segala perumpamaan kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah itu di dalam Al-Quran dari perumpamaan-perumpamaan umat-umat yang telah berlalu untuk menakut-nakuti mereka dan memberi peringatan, sehingga mereka menyadari lalu meninggalkan apa yang mereka perbuat, yaitu kekufuran kepada Allah.قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِيْ عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
(Ialah) al-Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami menjadikan al-Quran ini dengan bahasa Arab yang lafazhnya jelas dan maknanya mudah, tiada kerancuan padanya dan penyimpangan, agar mereka bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا رَّجُلًا فِيْهِ شُرَكَاۤءُ مُتَشَاكِسُوْنَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا ۗ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ۗبَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki beberapa sekutu yang bertikai. Hamba sahaya ini bingung sehingga tidak mampu membuat mereka semuanya ridha, dengan seorang hamba yang hanya dimiliki oleh seorang majikan saja, dia mengetahui keinginannya dan apa yang diridhainya. Adakah kedua perumpamaan ini sama?? Tidaklah sama, demikian pula orang musyrik, dia dalam kebingungan dan kebimbangan, sementara orang Mukmin dalam ketenangan dan ketentraman. Pujian yang sempurna lagi lengkap hanyalah milik Allah semata. Tetapi orang-orang musyrikin tidak mengetahui kebenaran untuk mengikutinya.اِنَّكَ مَيِّتٌ وَّاِنَّهُمْ مَّيِّتُوْنَۙ
Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya engkau (wahai Rasul) akan mati dan mereka juga akan mati.ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُوْنَ
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Rabbmu.
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian kalian semuanya (wahai manusia) di Hari Kamat di sisi Rabb kalian akan berselisih, sehingga Allah menetapkan keputusan-Nya di antara kalian dengan keadilan.فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللّٰهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ اِذْ جَاۤءَهٗۗ اَلَيْسَ فِيْ جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكٰفِرِيْنَ
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang kafir?
Tafsir Al-Muyassar
Tidak ada seseorang yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan kedustaan atas nama Allah dengan menisbahkan sesuatu kepada-Nya yang tidak patut dengan-Nya, seperti sekutu dan anak. Atau dia berkata : Aku diberi wahyu. Padahal dia tidak diberi apapun. Dan tidak seorang pun yang lebih zhalim daripada seseorang yang mendustakan kebenaran yang turun kepada Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Bukankah api neraka adalah tempat kembali dan tempat tinggal orang-orang yang kafir kepada Allah, tidak membenarkan Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan tidak mengamalkan apa yang dia bawa? Benar.وَالَّذِيْ جَاۤءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang yang datang membawa kebenaran pada perkataaannya dan perbuatannya dari kalangan para nabi dan para pengikut mereka, dan sekaligus membenarkannya dengan beriman dan mengamalkannya, mereka adalah orang-orang yang menggabungkan antara sifat-sifat takwa. Berada di deretan depan dari mereka adalah Nabi dan Rasul penutup, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang mengamalkan syariatnya dari kalangan para shahabat serta orang-orang yang datang sesudah mereka sampai Hari Kiamat.لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ ذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الْمُحْسِنِيْنَۚ
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Al-Muyassar
Bagi mereka apa yang mereka inginkan di sisi Rabb mereka berupa berbagai bentuk kenikmatan dan kelezatan. Itulah balasan orang yang menaati Rabb-nya dengan sebenar-benarnya, dan menyembahnya dengan sebaik-baiknya.لِيُكَفِّرَ اللّٰهُ عَنْهُمْ اَسْوَاَ الَّذِيْ عَمِلُوْا وَيَجْزِيَهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Allah hendak melebur perbuatan terburuk yang mereka kerjakan di dunia, di sebabkan mereka bertaubat dan kembali kepada Allah dengan meninggalkan keburukan yang mereka lakukan. Dan Allah membalas atas ketaatan mereka di dunia dengan balasan terbaik, yaitu surga.اَلَيْسَ اللّٰهُ بِكَافٍ عَبْدَهٗۗ وَيُخَوِّفُوْنَكَ بِالَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍۚ
Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya.
Tafsir Al-Muyassar
Bukankah Allah telah menjaga hamba-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dari tipu daya dan makar orang-orang musyrikin sehingga mereka tidak kuasa menimpakan keburukan atasnya?? Benar, sesungguhnya Allah akan mencukupkan untuknya perkara agama dan dunianya, membelanya dari siapa yang hendak bertindak buruk terhadapnya. Dan mereka (wahai Rasul) menakut-nakutimu dengan Illah-Illah mereka dimana mereka mengatakan bahwa ia akan menyakitimu. Barangsiapa yang dibiarkan oleh Allah lalu disesatkannya dari jalan kebenaran, maka dia tidak akan menemukan orang yang bisa memberinya petunjuk.وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ مُّضِلٍّ ۗ اَلَيْسَ اللّٰهُ بِعَزِيْزٍ ذِى انْتِقَامٍ
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa yang dibimbing oleh Allah kepada iman dan mengamalkan kitab-Nya dan mengikuti Rasul-Nya, maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dari jalan kebenaran yang telah dipijaknya. Bukankah Allah adalah Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya dari orang-orang yang kafir kepada-Nya dan durhaka kepada-Nya?وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗ قُلْ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَنِيَ اللّٰهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كٰشِفٰتُ ضُرِّهٖٓ اَوْ اَرَادَنِيْ بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكٰتُ رَحْمَتِهٖۗ قُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ ۗعَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" niscaya mereka menjawab: "Allah." Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?" Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.
Tafsir Al-Muyassar
Bila kamu (wahai Rasul) bertanya kepada orang-orang musyrikin yang menyembah selain Allah : Siapa yang menciptakan langit dan bumi ini?? Niscaya mereka akan menjawab : Allah lah yang telah menciptakannya. Mereka mengakui Khalik. Maka katakanlah kepada mereka : Apakah ilah-ilah yang kalian persekutukan dengan Allah itu mampu menjauhkan dariku gangguan yang telah Allah takdirkan atasku, atau menghilangkan keburukan yang mengenaiku?? Apakah ia juga mampu menahan manfaat yang telah Allah mudahkan untukku atau mencegah rahmat Allah kepadaku?? Mereka pasti akan menjawab : Tidak mampu. Maka katakanlah kepada mereka : Allah yang mencukupkanku dan menjagaku, kepada Nya-lah orang-orang bersandar dalam mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudharatan. Allah yang menjamin akan menjagaku benar-benar akan mencukupiku. Dia akan mencukupiku dari segala perkara yang aku butuhkan.قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ ۚفَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul kepada kaummu yang menentang : Beramallah sesuai dengan keadaan kalian yang kalian ridhai untuk diri kalian, di mana kalian menyembah sesuatu yang tidak berhak disembah dan tidak memiliki dari urusan hidup sedikit pun. Sementara aku juga menjalankan apa yang diperintahkan kepadaku, yaitu menghadapkan wajahku hanya kepada Allah semata dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatanku. Kalian akan mengetahui,مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ
siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal."
Tafsir Al-Muyassar
Siapa yang akan didatangi oleh adzab yang menghinakannya di dunia, sedangkan di akhirat dia akan menerima siksa yang langgeng, tidak berakhir dan tidak berpindah darinya.اِنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab (al-Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggungjawab terhadap mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu (wahai Rasul) al-Quran dengan kebenaran sebagai hidayah bagi alam semesta kepada jalan yang lurus. Barangsiapa yang mengambil hidayah dari cahayanya, beristiqamah di atas manhajnya, maka manfaatnya akan kembali kepada dirinya. Sebaliknya barangsiapa yang tersesat setelah jelas petunjuk baginya, maka kerugiannya akan menimpa dirinya sendiri. Dia tidak akan sedikit pun merugikan Allah. Sedangkan kamu (wahai Rasul) bukanlah penjaga yang bertugas mengurusi amal perbuatan mereka, kamu tidak akan dihisab karenanya dan tidak kuasa melindungi siapa yang kamu kehendaki, karena tugasmu hanyalah menyampaikan.اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَاۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Ia tahanlah jiwa (orang) yang telah ia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Tafsir Al-Muyassar
Allah yang mencabut arwah saat ajalnya tiba. Wafat besar ini adalah wafat kematian saat ajal telah habis, dan Allah menahan arwah yang belum mati dalam tidurnya. Ini adalah mati kecil. Lalu dari kedua arwah tersebut Allah menahan salah satu arwah yang telah ditetapkan kematiannya, yaitu arwah orang yang mati, dan melepaskan yang lain untuk menyempurnakan ajal dan rizkinya dan hal itu dengan mengembalikannya ke jasad pemiliknya. Sesungguhnya dalam hal Allah memegang arwah orang yang mati dan orang yang tidur, dan dilepaskannya arwah orang yang tidur serta ditahannya arwah orang yang mati mengandung petunjuk yang sangat jelas atas kodrat Allah bagi siapa yang merenung dan berpikir.اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ شُفَعَاۤءَۗ قُلْ اَوَلَوْ كَانُوْا لَا يَمْلِكُوْنَ شَيْئًا وَّلَا يَعْقِلُوْنَ
Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah. Katakanlah: "Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?"
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan Illah-Illah mereka yang mereka sembah itu mengangkat Illah-Illah itu sebagai pemberi syafaat bagi mereka, yang akan membantu menunaikan hajat mereka di depan Allah?? Katakanlah kepada mereka wahai Rasul : Apakah kalian tetap akan mengangkat mereka sebagai para pemberi syafaat menurut persangkaan kalian sekalipun mereka tidak memiliki apapun dan tidak memahami ibadah kalian kepada mereka?قُلْ لِّلّٰهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًا ۗ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Katakanlah:"Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuannya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin itu : Hanya milik Allah seluruh syafaat itu. Hanya milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi, dan apa yang ada di antaranya. Segala urusan adalah milik Allah semata, tidak seorang pun yang bisa memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dialah pemilik langit dan bumi, Dia yang mengatur apa yang ada pada keduanya. Maka semestinya syafaat itu diminta hanya kepada Allah sebagai pemiliknya dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya, dan tidak diminta dari Illah-Illah yang tidak bisa mendatangkan manfaat atau mudarat. Kemudian hanya kepada Allah kalian akan berpulang setelah kematian untuk menghadapi hisab dan pembalasan.وَاِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَحْدَهُ اشْمَئَزَّتْ قُلُوْبُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِۚ وَاِذَا ذُكِرَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ
Dan apabila nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.
Tafsir Al-Muyassar
Bila nama Allah semata disebut, maka hati orang-orang yang tidak beriman kepada kebangkitan setelah kematian akan menolak. Namun bila berhala-berhala, patung-patung dan para wali yang disembah selain Allah itu disebut, maka mereka akan bersuka cita, karena syirik memang sesuai dengan hawa nafsu mereka.قُلِ اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Katakanlah: "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya."
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah : Ya Allah, Pencipta lanit dan bumi dan Pembuat keduanya tanpa contoh sebelumnya, yang mengetahui yang rahasia dan yang terbuka. Engkau menetapkan keputusan di antara hamba-hamba-Mu di Hari Kiamat dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan tentang perkataan terhadap-Mu, keagungan-Mu, kekuasaan-Mu, iman kepada-Mu dan kepada utusan-Mu. Bimbinglah aku kepada kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, sesungguhnya Engkau membimbing siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. Ini termasuk doa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan ia mengandung pengajaran kepada para hamba agar bersandar hanya kepada Allah dan berdoa kepada-Nya dengan nama-nama-Nya yang sangat baik dan sifat-sifat-Nya yang Mahatinggi.وَلَوْ اَنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لَافْتَدَوْا بِهٖ مِنْ سُوْۤءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَبَدَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مَا لَمْ يَكُوْنُوْا يَحْتَسِبُوْنَ
Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.
Tafsir Al-Muyassar
Sekiranya orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu itu mempunyai segala kekayaan dan harta benda yang ada di bumi dan ditambah lagi yang semisal dengannya, niscaya di Hari Kiamat nanti mereka akan rela melepasnya untuk menebus buruknya siksa dari diri mereka. Sekiranya mereka memang hendak menebusnya, niscaya ia tetap tidak akan diterima. Semua itu tidak akan berguna sedikit pun bagi mereka di depan adzab Allah. Dan di hari itu mereka mengetahui keputusan dan adzab Allah yang tidak pernah mereka kira sebelumnya di dunia bahwa ia akan menimpa mereka.وَبَدَا لَهُمْ سَيِّاٰتُ مَا كَسَبُوْا وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mendustakan hari pembalasan itu melihat balasan dari perbuatan buruk yang mereka kerjakan, di mana mereka menisbatkan sesuatu yang tidak patut kepada Allah, melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dalam hidup mereka, sehingga siksa yang pedih mengepung mereka dari segala penjuru, sebagai hukuman atas mereka karena peremehan mereka terhadap peringatan siksa yang disampaikan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, dan mereka sama sekali tidak mempedulikannya.فَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَاۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّاۙ قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗبَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
Tafsir Al-Muyassar
Bila manusia ditimpa kesulitan dan kesusahan, dia memohon kepada Rabbnya agar mengangkat darinya. Namun bila Kami telah mengangkatnya darinya dan menggantinya dengan kenikmatan dari Kami, maka dia akan kembali kafir kepada Rabbnya dan mengingkari karunia-Nya. Dia berkata : Sesungguhnya apa yang aku dapatkan ini karena Allah mengetahui bahwa aku memang layak dan berhak. Tidak demikian, sebaliknya ia adalah ujian dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, agar Dia mengetahui siapa yang syukur dan siapa yang kufur dari mereka. Tapi kebanyakan dari mereka (karena kebodohan dan dugaan buruk mereka) tidak menyadari bahwa hal itu merupakan istidraj dari Allah bagi mereka, dan ujian dari-Nya untuk mensyukuri nikmat?قَدْ قَالَهَا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.
Tafsir Al-Muyassar
Perkataan mereka ini telah diucapkan oleh orang-orang sebelum mereka dari kalangan umat-umat yang telah berlalu lagi mendustakan. Harta dan anak-anak yang mereka miliki tidak sedikit pun bisa membantu mereka saat adzab Allah datang kepada mereka.فَاَصَابَهُمْ سَيِّاٰتُ مَا كَسَبُوْا ۗوَالَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْ هٰٓؤُلَاۤءِ سَيُصِيْبُهُمْ سَيِّاٰتُ مَا كَسَبُوْا ۙوَمَا هُمْ بِمُعْجِزِيْنَ
Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
Tafsir Al-Muyassar
Maka akibat buruk dari perbuatan buruk tersebut menimpa orang-orang yang mengucapkan perkataan tersebut dari kalangan umat-umat, kehinaan hidup di dunia menimpa mereka. Dan orang-orang zhalim dari kaummu (wahai Rasul) juga mengucapkan perkataan ini, maka mereka juga akan ditimpa akibat buruk dari buruknya perbuatan mereka, sebagaimana hal itu juga telah menimpa orang-orang sebelum mereka, dan mereka tidak akan bisa mencegah atau berlari dari Allah.اَوَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang itu tidak mengetahui bahwa rizki Allah kepada manusia bukan merupakan bukti kebaikan hidup pemiliknya, karena sesungguhnya Allah berdasarkan hikmah-Nya yang mendalam akan melapangkan rizki-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, baik dia shalih atau thalih (durhaka) dan menyempitkannya atas siapa yang Dia kehendaki dari mereka?? Sesungguhnya dilapangkan dan disempitkannya rizki mengandung petunjuk yang jelas bagi kaum yang membenarkan perintah Allah dan mengamalkannya.قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah." Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada hamba-hamba-Ku yang terbenam dalam kemaksiatan, dan melampaui batas atas diri mereka sendiri dengan melakukan dosa-dosa ajakan dari hawa nafsu mereka : Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah hanya karena banyaknya dosa kalian, karena sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa-dosa bagi siapa yang bertaubat darinya dan meninggalkannya sebanyak apa pun dosa-dosa itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi dosa para hamba-Nya yang bertaubat kepada-Nya, lagi Maha Penyayang kepada mereka.وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Tafsir Al-Muyassar
Kembalilah kalian (wahai manusia) kepada Rabb kalian dengan ketaatan dan taubat. Tunduklah kepada-Nya sebelum hukuman-Nya menimpa kalian, kemudian tidak ada yang bisa menolong kalian selain Allah.وَاتَّبِعُوْٓا اَحْسَنَ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَّاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَۙ
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
Tafsir Al-Muyassar
Ikutilah apa yang terbaik yang diturunkan oleh Rabb kalian kepada kalian, yaitu al-Qur’an yang agung, semuanya adalah baik. Laksanakanlah perintah-perintah-Nya dan jauhilah larangan-larangan-Nya sebelum kalian ditimpa adzab yang dating secara tiba-tiba sedangkan kalian tidak menyadarinya.اَنْ تَقُوْلَ نَفْسٌ يّٰحَسْرَتٰى عَلٰى مَا فَرَّطْتُّ فِيْ جَنْۢبِ اللّٰهِ وَاِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِيْنَۙ
supaya jangan ada orang yang mengatakan:"Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)."
Tafsir Al-Muyassar
Taatilah Rabb kalian dan bertaubatlah kepada-Nya sehingga suatu jiwa tidak akan menyesal dengan berkata : Duhai, betapa ruginya aku karena dulu di dunia aku menyia-nyiakan kesempatan untuk mengamalkan apa yang Allah perintahkan, aku tidak menaati-Nya dan menunaikan hak-Nya. Dulu di dunia aku termasuk orang yang memperolok-olok perintah Allah, kitab-Nya, utusan-Nya dan orang-orang yang beriman.اَوْ تَقُوْلَ لَوْ اَنَّ اللّٰهَ هَدٰىنِيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَۙ
atau supaya jangan ada yang berkata: "Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertaqwa."
Tafsir Al-Muyassar
Atau kamu akan berkata : Sekiranya Allah membimbingku kepada agama-Nya, niscaya aku termasuk orang-orang yang menjauhi syirik dan maksiat.اَوْ تَقُوْلَ حِيْنَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ اَنَّ لِيْ كَرَّةً فَاَكُوْنَ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab: "Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik."
Tafsir Al-Muyassar
Atau kamu berkata saat melihat adzab Allah telah mengelilingi di hari pembalasan : Seandainya aku memiliki kesempatan untuk kembali ke dunia, sehingga di sana aku akan menjadi orang-orang yang berbuat baik dengan menaati Rabb mereka dan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh para Rasul kepada mereka.بَلٰى قَدْ جَاۤءَتْكَ اٰيٰتِيْ فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
(Bukan demikian) sebenarnya telah datang ketetapan-ketetapan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan kamu adalah termasuk orang-orang yang kafir."
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu katakan, karena ayat-ayat-Ku yang jelas yang menunjukkan kepada kebenaran telah datang kepadamu, lalu kamu mendustakannya. Kamu menyombonkan diri dengan tidak mau menerima dan mengikutinya, dan kamu termasuk orang-orang yang kafir kepada Allah dan para Rasul-Nya.وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ تَرَى الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلَى اللّٰهِ وُجُوْهُهُمْ مُّسْوَدَّةٌ ۗ اَلَيْسَ فِيْ جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِيْنَ
Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?
Tafsir Al-Muyassar
Di Hari Kiamat, kamu akan melihat orang-orang yang mendustakan, yang mengatakan sesuatu tentang Rabb mereka yang tidak patut dengan keagungan-Nya, dan menisbahkan sekutu dan anak kepada-Nya, wajah-wajah mereka menghitam. Bukankah Jahanam adalah tempat kembali dan tempat tinggal bagi siapa yang menyombongkan diri di depan Allah, sehingga dia tidak berkenan untuk mentauhidkan dan menaati-Nya?? Benar.وَيُنَجِّى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْۖ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوْۤءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa karena kemenangan mereka, mereka tidak akan disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah menyelamatkan dari Jahanam dan siksanya orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menjalankan apa-apa yang Dia wajibkan dan menjauhi apa-apa yang Dia larang. Mereka beruntung karena harapan mereka terwujud, yaitu harapan meraih surga. Di sana mereka tidak tersentuh adzab Jahanam sedikit pun. Mereka juga tidak bersedih atas kenikmatan-kenikmatan dunia yang luput dari mereka.اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۙوَّهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
Tafsir Al-Muyassar
Allah adalah Pencipta segala sesuatu seluruhnya, Rabb, Pemilik dan Pengaturnya. Dia Maha Menjaga segala sesuatu, mengatur segala urusan makhluk-Nya.لَهٗ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dia memberikan sebagian darinya kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat al-Qur’an dan bukti-buktinya yang jelas yang terkandung di dalamnya, mereka adalah orang-orang yang benar-benar merugi di dunia dengan tidak dibimbing kepada iman. Dan di akhirat mereka di dalam neraka.قُلْ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَأْمُرُوْۤنِّيْٓ اَعْبُدُ اَيُّهَا الْجٰهِلُوْنَ
Katakanlah:"Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin dari kaummu : Apakah kalian wahai orang-orang yang tidak mengetahui Allah memerintahkanku untuk menyembah selain Allah padahal hanya Dia satu-satunya yang berhak untuk disembah?وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi."
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh telah diwahyukan kepadamu wahai Rasul dan kepada para Rasul sebelummu : Bila kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya amalmu akan batal dan kamu benar-benar termasuk orang-orang yang celaka lagi merugi di dunia dan di akhiratmu. Karena tidak ada amal shalih yang diterimanya bersama syirik.بَلِ اللّٰهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ
Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur."
Tafsir Al-Muyassar
Hanya Allah semata sembahlah (wahai Nabi) dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang mensyukuri Allah atas nikmat-nikmat-Nya.وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya pada hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrikin itu tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, saat mereka menyembah selain-Nya bersama-Nya, yang tidak bisa memberikan manfaat apapun atau mudarat. Mereka menyemakan makhluk yang lemah dengan Khalik yang Mahaagung, di mana di antara bukti keagungan-Nya adalah bahwa seluruh bumi dalam genggaman-Nya di Hari Kiamat, sedangkan langit-langit tergulung di tangan kanan-Nya. Mahasuci Allah lagi Mahaagung dari apa yang dipersekutukan oleh orang-orang musyrik itu. Ayat ini mengandung dalil yang menetapkan sifat qabdhah (menggenggam) dan yamin (tangan kanan) serta ath-Thayy (melipat) bagi Allah seuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, tanpa membagaimanakan dan tanpa menyamakan (dengan makhluk).وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusanya masing-masing).
Tafsir Al-Muyassar
Dan sangkakala ditiup, maka matilah semua yang ada di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk tidak mati. Kemudian malaikat menuipnya untuk kedua kalianya sebagai tanda kehidupan seluruh makhluk untuk bangkit menghadapi hisab di depan Rabb mereka. Maka mereka pun bangkit dari kubur-kubur mereka melihat apa yang hendak Allah perbuat terhadap mereka?وَاَشْرَقَتِ الْاَرْضُ بِنُوْرِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتٰبُ وَجِايْۤءَ بِالنَّبِيّٖنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Dan terangbenderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Rabbnya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
Tafsir Al-Muyassar
Bumi bersinar di Hari Kiamat saat Allah hadir memberikan keputusan-Nya di antara makhluk. Para malaikat membeber buku catatan amal setiap orang, para Nabi dan para saksi atas umat-umat didatangkan. Allah bertanya kepada para Nabi tentang tugas dakwah yang mereka pikul dan jawaban kaum mereka terhadap seruan dakwahnya, sebagaimana umat Muhammmad hadir untuk menjadi saksi bahwa para Rasul terdahulu telah menyampaikan dakwah mereka kepada umat-umat mereka, bila umat-umat tersebut mengingkari penyampaian tersebut, sehingga hujjah Allah tegak atas semua umat. Lalu Rabbul alamin memberikan keputusan-Nya di antara hamba-hamba-Nya dengan keadilan yang sempurna dan mereka tidak dizhalimi sedikitpun dengan dikurangi pahalanya atau ditambah hukumannya.وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُوَ اَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah memberikan balasan kepada setiap jiwa atas apa yang dilakukannya secara utuh, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Dia lebih mengetahui dengan apa yang mereka lakukan di dunia, baik berupa ketaatan maupun kemaksiatan.وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗقَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya digiring ke Neraka Jahanam secara berbondong-bondong. Ketika mereka tiba dan depannya, para malaikat penjaga membuka tujuh pintunya, lalu menghardik mereka sambil berkata : Bagaimana kalian mendurhakai Allah dan mengingkari bahwa Dia adalah Illah yang haq semata?? Bukankah Dia telah mengutus para Rasul dari kalangan kalian sendiri yang membacakan ayat-ayat Illah kaliankepada kalian dan memperingatkan kalian tentang beratnya beban di hari ini?? Mereka menjawab dengan penuh pengakuan terhadap dosa-dosa mereka : Benar, para Rasul Rabb kami telah datang kepada kami dengan membawa kebenaran, dan memperingatkan kami terhadap hari ini. Hanya saja kalimat Allah telah ditetapkan bahwa siksa-Nya akan menimpa orang-orang yang kafir kepada-Nya.قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya." Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
Tafsir Al-Muyassar
Dikatakan kepada orang-orang yang mengingkari bahwa Allah adalah Illah yang haq sebagai sebuah perendahan dan penghinaan bagi mereka : Masuklah kalian melalui pintu-pintu Jahanam dan kalian akan tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya. Seburuk-buruk tempat kembali bagi orang-orang yang menyombongkan diri di depan iman kepada Allah dan mengamalkan syariat-Nya.وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ
Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahtera (dilimpahkan) atasmu, berbahagialahkamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya."
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan mentauhidkan-Nya dan mengamalkan perintah-Nya digiring ke surge dengan berbondong-bondong. Ketika mereka tiba di depannya, Nabi meminta kepada Allah agar pintu-pintu surga dibuka. Maka ia pun dibuka, para malaikat penjaga surga menyambutnya, memberikan penghormatan kepada mereka dengan penuh kebahagiaan dan suka cita karena kesucian mereka dari noda-noda kemaksiatan, seraya berkata kepada mereka : Selamat untuk kalian, kalian juga selamat dari segala cacat, kehidupan kalian adalah baik. Masuklah kalian ke dalam surga dengan kekal di dalamnya.وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ صَدَقَنَا وَعْدَهٗ وَاَوْرَثَنَا الْاَرْضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاۤءُ ۚفَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ
Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki." Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang Mukmin berkata : Segala puji bagi Allah yang telah mewujudkan janji-NYa kepada kami melalui lisan para Rasul-Nya dan memberikan surga-Nya kepada kami, di mana kami bisa tinggal di bagian mana pun darinya. Itu adalah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menaati Rabb mereka.وَتَرَى الْمَلٰۤىِٕكَةَ حَاۤفِّيْنَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيْلَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Dan kamu (Muhammad) akan melihat melaikat-malaikat berlingkar disekeliling Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam."

