× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى الْاٰخِرَةِۗ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Pujian kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya di mana seluruhnya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan dengan nikmat-nikmat-Nya yang lahir maupun yang batin, yang bersifat agama maupun dunia. Dia yang memiliki apa yang dilangit dan dibumi, dan bagi-Nya sanjungan sempurna di akhirat. Dia Maha Bijaksana dalam perbuatan-Nya, Maha Mengenal makhluk-Nya.
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ الرَّحِيْمُ الْغَفُوْرُ
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar dari padanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

Tafsir Al-Muyassar

Dia Maha Mengetahui apa yang meresap ke dalam bumi berupa tetesan air, mengetahui apa yang keluar darinya berupa tanaman, barang tambang dan air. Dia juga mengetahui apa yang turun dari langit berupa hujan, malaikat dan kitab-kitab, dan apa yang naik kepada-Nya, berupa malaikat dan perbuatan makhluk. Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya sehingga Dia tidak menyegerakan hukuman atas para pendosa mereka, Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hamba-Nya yang bertaubat dan bertwakal kepada-Nya.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَأْتِيْنَا السَّاعَةُ ۗقُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَتَأْتِيَنَّكُمْۙ عٰلِمِ الْغَيْبِۙ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَلَآ اَصْغَرُ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرُ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍۙ
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah:"Pasti datang, demi Rabb-ku yang mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada dilangit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir yang mengingkari kebangkitan berkata : Kiamat tidak akan datang kepada kami. Katakanlah wahai Rasul : Tidak demi Allah Rabbku, ia pasti akan datang. Hanya saja saat kedatangannya hanya diketahui oleh Allah yang Maha Mengetahui yang ghaib, di mana tidak samar bagi-Nya seekor semut pun di langit dan di bumi, tiada yang lebih besar atau lebih kecil dari itu kecuali ia telah tertulis dalam kitab yang nyata, yaitu Lauhul Mahfuzh.
لِّيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.

Tafsir Al-Muyassar

Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan mengikuti Rasulullah serta melakukan amal-amal yang shalih. Mereka mendapatkan ampunan bagi dosa-dosa mereka dan rizki yang mulia, yaitu surga.
وَالَّذِيْنَ سَعَوْ فِيْٓ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِّنْ رِّجْزٍ اَلِيْمٌ
Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang berusaha menghalang-halangi jalan Allah, mendustakan para utusan-Nya, dan membatalkan ayat-ayat-Nya adalah orang-orang yang menentang dan melawan perintah Allah, mereka akan mendapatkan adzab terburuk dan terberat kepedihannya.
وَيَرَى الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّۙ وَيَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ
Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang diberi ilmu mengetahui bahwa al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari sisi Rabbmu adalah haq. Ia membimbing ke jalan Allah yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan dan tidak terhalangi, sebaliknya Dia mengalahkan segala sesuatu dan mengunggulinya. Dzat Yang Maha Terpuji dalam firman-firman, perbuatan-perbuatan dan syariat-Nya.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ يُّنَبِّئُكُمْ اِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍۙ اِنَّكُمْ لَفِيْ خَلْقٍ جَدِيْدٍۚ
Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya): "Maukah kamu kami tunjukkan seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru?

Tafsir Al-Muyassar

Sebagian orang-orang kafir itu berkata kepada sebagian yang lain dalam rangka memperolok-olok : Maukah kalian kami tunjukkan seorang laki-laki (maksud mereka adalah Muhammad) yang mengabarkan kepada kalian bila kalian sudah mati, jasad kalian hancur sehancur-hancurnya, lalu kalian akan dihidupkan dan dibangkitkan kembali dari kubur kalian?? Mereka mengatakan hal ini karena pengingkaran mereka yang besar.
اَفْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَمْ بِهٖ جِنَّةٌ ۗبَلِ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ فِى الْعَذَابِ وَالضَّلٰلِ الْبَعِيْدِ
Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila? (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

Tafsir Al-Muyassar

Apakah laki-laki itu berdusta atas nama Allah, atau dia sudah gila sehingga dia berani berbicara sesuatu yang tidak dia ketahui?? Padahal perkaranya tidak seperti yang dikira oleh orang-orang kafir itu, sebaliknya Muhammad adalah orang yang paling jujur di antara orang-orang yang jujur. Dan orang-orang yang tidak mempercayai kebangkitan dan tidak beramal untuknya, mereka dalam adzab yang terus-menerus di akhirat, dan kesesatan yang jauh dari kebenaran di dunia.
اَفَلَمْ يَرَوْا اِلٰى مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ اِنْ نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْاَرْضَ اَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيْبٍ
Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Rabb) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Hari Akhirat itu tidak melihat keagungan kuasa Allah yang ada di depan mereka dan di belakang mereka, berupa langit dan bumi yang mencengangkan akal, dan bahwa keduanya telah mengelilingi mereka?? Bila Kami berkehendak, maka Kami membenamkan bumi sebagaimana yang Kami lakukan kepada Qarun, atau menurunkan potongan adzab atas mereka sebagaimana yang Kami lakukan kepada kaum Syu`aib, sungguh langit telah menghujani mereka dengan api yang membakar mereka. Sesungguhnya kuasa Kami yang Kami sebutkan di atas mengandung petunjuk yang nyata bagi setiap hamba yang kembali kepada Rabbnya dengan bertaubat, mengakui Tauhid-Nya dan mengikhlaskan ibadah untuk-Nya.
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًاۗ يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَ ۚوَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَۙ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami telah memberi Dawud kenabian, kitab dan ilmu, dan Kami berfirman kepada gunung-gunung dan burung-burung : Bertasbihlah bersamanya. Dan Kami melunakkan besi baginya, sehingga besi itu layaknya adonan yang dia bisa buat sebagaimana yang dia kehendaki.
اَنِ اعْمَلْ سٰبِغٰتٍ وَّقَدِّرْ فِى السَّرْدِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Buatlah baju-baju besi yang sempurna dan luas, tancapkan paku-paku pada sambungan-sambungannya, jangan membuat lingkaran-lingkaran kecil karena ia lemah, sehingga baju perang tidak akan mampu melindungi, dan jangan menjadikannya besar sehingga ia memberatkan pemakainya. Beramallah wahai Dawud dan keluargamu untuk taat kepada Allah. Sesungguhnya Aku Maha Melihat apa yang kalian lakukan, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Ku.
وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَّرَوَاحُهَا شَهْرٌۚ وَاَسَلْنَا لَهٗ عَيْنَ الْقِطْرِۗ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَّعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِاِذْنِ رَبِّهٖۗ وَمَنْ يَّزِغْ مِنْهُمْ عَنْ اَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapanya (di bawah kekuasaanya) dengan izin Rabb-nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tundukkan angin untuk Sulaiman, ia berhembus dari pagi sampai tengah hari sejarah perjalanan satu bulan, dan dari tengah hari sampai malam sejarah perjalanan satu bulan, yaitu menurut perjalanan pada umumnya. Dan Kami menurunkan tembaga untuknya sebagaimana air mengalir, dia menggunakan sesukanya. Dan Kami menunjukkan untuknya jin untuk bekerja kepadanya dengan izin Rabbnya. Barangsiapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami yang telah Kami tetapkan, yaitu mereka harus menaati Sulaiman, maka Kami akan menimpakan kepadanya siksa api neraka yang terus menerus.
يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada diatas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Tafsir Al-Muyassar

Jin membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya berupa tempat-tempat ibadah, gambar-gambar dari kaca dan tembaga, nampan-nampan besar seperti telaga tempat air dan bejana-bejana yang menetap di suatu tempat dan tidak bergerak karena besarnya. Dan Kami berfirman : Wahai keluarga Dawud, beramallah dengan mensyukuri Allah yang telah memberikan kepada kalian, dan hal itu dengan menaati-Nya dan menjalankan perintah-perintah-Nya. Hanya sedikit dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur dan Dawud beserta keluarganya termasuk yang sedikit itu.
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلٰى مَوْتِهٖٓ اِلَّا دَاۤبَّةُ الْاَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَاَتَهٗ ۚفَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ اَنْ لَّوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوْا فِى الْعَذَابِ الْمُهِيْنِۗ
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

Tafsir Al-Muyassar

Manakala Kami menetapkan kematian atas Sulaiman, jin juga tidak mengetahui kematiannya kecuali oleh petunjuk rayap yang telah menggerogoti tongkatnya yang biasa digunakan oleh Sulaiman untuk bersandar, maka Sulaiman pun jatuh ke tanah. Saat itu jin baru mengetahui, seandainya mereka mengetahui yang ghaib niscaya mereka tidak akan berada dalam siksaan yang menghinakan dan pekerjaan berat untuk Sulaiman, karena mereka mengira bahwa Sulaiman masih hidup. Ayat ini membantah keyakinan sebagian orang bahwa jin mengetahui perkara ghaib, karena bila jin mengetahui perkara gaib niscaya mereka pasti akan mengetahui wafatnya Sulaiman, dan mereka tidak akan hidup dalam siksaan yang menghinakan.
لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabb-mu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabb-mu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun."

Tafsir Al-Muyassar

Kabilah Saba` di Yaman memiliki tempat tinggal yang membuktikan kuasa Kami, dua kebun di kanan dan kiri. Makanlah dari rizki Rabb kalian dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya atas kalian, karena negeri kalian bertanah subur dan berhawa bagus, sedangkan Rabb kalian Maha Pengampun terhadap kalian.
فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنٰهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ اُكُلٍ خَمْطٍ وَّاَثْلٍ وَّشَيْءٍ مِّنْ سِدْرٍ قَلِيْلٍ
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.

Tafsir Al-Muyassar

Namun mereka berpaling dari perintah Allah, tidak bersyukur kepada-Nya dan mendustakan utusan-utusan Allah. Akibatnya Kami mengirimkan banjir bandang yang dahsyat yang menghancurkan bendungan dan menenggelamkan kebun-kebun. Dua kebun mereka yang berbuah lebat itu Kami ganti dengan dua kebun dengan buah-buahan yang buruk dan berasa tidak enak. Begitu pula pohon Atsl, yaitu sejenis jemara yang tidak berbuah, dan sedikit pohon bidara yang berduri.
ذٰلِكَ جَزَيْنٰهُمْ بِمَا كَفَرُوْاۗ وَهَلْ نُجٰزِيْٓ اِلَّا الْكَفُوْرَ
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

Tafsir Al-Muyassar

Pergantian dari yang baik kepada yang buruk adalah karena kekufuran mereka dan tidak syukurnya mereka kepada nikmat-nikmat Allah. Dan Kami tidak akan menimpakan hukuman yang keras ini, kecuali untuk orang yang sangat ingkar lagi kafir dengan kekufuran yang mendalam. Dia membalas atas perbuatannya dengan balasan yang semisal.
وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَّقَدَّرْنَا فِيْهَا السَّيْرَۗ سِيْرُوْا فِيْهَا لَيَالِيَ وَاَيَّامًا اٰمِنِيْنَ
Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami menjadikan antara Saba` yang di Yaman dengan bumi yang Kami berkahi, yaitu Syam, kota-kota yang sambung menyambung. Sebagian terlihat dari sebagian yang lain. Dan Kami menjadikan perjalanan padanya perjalanan yang ditentukan dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa adanya kesusahan padanya. Kami berfirman kepada mereka : Berjalanlah di kota-kota tersebut pada waktu kapan pun kalian ingin, siang atau malam, kalian tidak takut musuh, kelaparan dan kehausan.
فَقَالُوْا رَبَّنَا بٰعِدْ بَيْنَ اَسْفَارِنَا وَظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنٰهُمْ اَحَادِيْثَ وَمَزَّقْنٰهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍ
Maka mereka berkata:"Ya Rabb kami jauhkanlah jarak perjalanan kami," dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

Tafsir Al-Muyassar

Karena sikap mereka yang berlebih-lebihan, mereka bosan kepada kemudahan, keamanan dan kemakmuran hidup, mereka berkata : Ya Rabbana, jadikanlah kota-kota Kami berjauhan agar perjalanan kami di antaranya menjadi jauh, sehingga kami tidak menemukan kota yang ramai dalam perjalanan kami. Mereka malah menzhalimi diri mereka dengan kekufuran mereka, maka Kami membinasakan mereka dan menjadikan mereka sebagai pelajaran dan cerita bagi orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Kami memecahkan mereka sehingga mereka bercerai berai, dan negeri mereka pun akhirnya hancur. Sesungguhnya apa yang menimpa Saba adalah pelajaran bagi orang yang sangat sabar menghadapi hal-hal yang dibenci lagi berat, pandai bersyukur atas nikmat-nikmat Allah.
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Iblis menyangka dengan sangkaan tanpa keyakinan bahwa dia akan menyesatkan Bani Adam, dan bahwa mereka akan menaatinya dalam bermaksiat kepada Allah. Maka Allah membenarkan sangkaannya pada mereka, lantas mereka pun menaatinya dan mendurhakai Rabb mereka. Kecuali sekelompok orang-orang yang beriman kepada Allah, mereka tetap teguh di atas ketaatan kepada Allah.
وَمَا كَانَ لَهٗ عَلَيْهِمْ مِّنْ سُلْطَانٍ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُّؤْمِنُ بِالْاٰخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِيْ شَكٍّ ۗوَرَبُّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Rabb-mu Maha Memelihara segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar

Namun Iblis tetap tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang kafir sehingga bisa memaksa mereka untuk menjadi kafir. Akan tetapi hikmah Allah menuntut untuk memberi kesempatan kepada Iblis untuk menggoda Bani Adam agar apa yang Allah ketahui di alam azali terlihat. Supaya Dia membedakan antara siapa yang membenarkan kebangkitan, pahala dan siksa dengan siapa yang meragukannya. Dan Rabbmu Maha Menjaga segala sesuatu dengan penjagaan-Nya dan membalas atasnya.
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِۚ لَا يَمْلِكُوْنَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيْهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَّمَا لَهٗ مِنْهُمْ مِّنْ ظَهِيْرٍ
Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai ilah) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada diantara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin : Panggillah apa yang menurut kalian adalah sekutu-sekutu bagi Allah, lalu kalian menyembahnya selain Allah berupa berhala-berhala, malaikat-malaikat dan manusia. Mintalah mereka untuk menunaikan hajat kalian, karena mereka tidak akan menjawab kalian. Mereka tidak memiliki apa pun seberat semut kecil di langit dan tidak pula di bumi. Mereka tidak memiliki wewenang sedikit pun pada keduanya. Allah tidak dibantu oleh seorang pun dari orang-orang musyrikin itu untuk menciptakan sesuatu, sebaliknya Allah adalah satu-satunya Dzat yang mengadakan. Maka hanya Dia-lah yang patut disembah, tidak seorang pun selain-Nya yang berhak atas itu.
وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ لَهٗ ۗحَتّٰىٓ اِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَاۙ قَالَ رَبُّكُمْۗ قَالُوا الْحَقَّۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: "Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu" Mereka menjawab: "(Perkataan) yang benar," dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tafsir Al-Muyassar

Syafaat pemberi syafa`at di sisi Allah tidak akan berguna kecuali bagi siapa yang Allah izinkan. Dan diantara keagungan dan kemuliaan Allah adalah bahwa bila Dia berfirman dengan wahyu lalu penduduk langit mendengar firman-Nya, maka mereka akan gemetar ketakutan, sehingga mereka seperti pingsan. Sehingga pada saat ketakutan itu lenyap dari hati mereka, sebagian bertanya kepada sebagian yang lain : Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?? Malaikat menjawab : Dia berfirman yang haq, dan Dia Mahatinggi dengan Dzat-Nya, kekuasaan-Nya dan kedudukan-Nya, lagi Mahabesar atas segala sesuatu.
قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ قُلِ اللّٰهُ ۙوَاِنَّآ اَوْ اِيَّاكُمْ لَعَلٰى هُدًى اَوْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Katakanlah:"Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan dari bumi" Katakanlah:"Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin : Siapa yang memberi kalian rizki dari langit dengan hujan, dan dari bumi dengan tanaman, barang tambang dan lainnya?? Mereka pasti akan mengakui bahwa Dia adalah Allah. Namun bila mereka tidak mengakui, maka katakanlah kepada mereka : Dia-lah Dzat Yang Maha Memberi Rizki. Dan sesungguhnya salah satu di antara kedua kubu, kami atau kalian di atas hidayah yang kokoh dari-Nya, atau dalam kesesatan yang nyata lagi terbenam di dalamnya.
قُلْ لَّا تُسْئَلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْئَلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah:"Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kita perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah : Kalian tidak akan ditanya tentang dosa-dosa kami dan kami juga tidak akan ditanya tentang perbuatan-perbuatan kalian, karena kami berlepas diri dari kalian dan dari kekufuran kalian.
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّۗ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ
Katakanlah: "Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah : Rabb kami yang mengumpulkan antara kami dengan kalian di Hari Kiamat, kemudian menetapkan keputusan di antara kita dengan adil. Dia Maha Memberi keputusan yang menetapkan hukum di antara makhluk-Nya, Maha Mengetahui apa yang seharusnya diputuskan di antara mereka, mengetahui keadaan makhluk-Nya, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.
قُلْ اَرُوْنِيَ الَّذِيْنَ اَلْحَقْتُمْ بِهٖ شُرَكَاۤءَ كَلَّا ۗبَلْ هُوَ اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Katakanlah:"Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(Nya), sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah : Tunjukkanlah aku dengan hujjah dan dalil orang-orang yang kalian samakan dengan Allah, lalu kalian menjadikan mereka sekutu-sekutu bagi Allah dalam ibadah, adakah mereka menciptakan sesuatu?? Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka kira, karena hanya Allah-lah yang disembah dengan haq, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia Mahaperkasa dalam membalas orang-orang yang mempersekutukan-Nya, Mahabijaksana dalam firman-firman-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya dan pengaturan-Nya terhadap urusan makhluk-Nya.
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Rasul) kecuali kepada manusia seluruhnya, sebagai pemberi kabar gembira pahala dari Allah, dan sebagai penyampai peringatan terhadap hukuman-Nya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran, sehingga mereka berpaling darinya.
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka berkata: "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?"

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang musyrikin itu berkata memperolok-olok : Kapan janji yang kalian ancamkan kepada kami bahwa Allah akan mengumpulkan kami pada-Nya, kemudian Dia menetapkan keputusan-Nya di antara kita, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian ancamkan kepada kami??
قُلْ لَّكُمْ مِّيْعَادُ يَوْمٍ لَّا تَسْتَأْخِرُوْنَ عَنْهُ سَاعَةً وَّلَا تَسْتَقْدِمُوْنَ
Katakanlah: "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur daripadanya barang sesaatpun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul "Kalian memilikil waktu yang telah ditetapkan dan ia pasti akan mendatangi kalian tidak bisa tidak, waktu itu adalah Hari Kiamat. Kalian tidak akan bisa menunda sesaat pun untuk bertaubat, kalian juga tidak bisa memajukannya sesaat pun sebelumnya untuk adzab. Hati-hatilah kepada hari itu, dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapinya."
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ بِهٰذَا الْقُرْاٰنِ وَلَا بِالَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِۗ وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الظّٰلِمُوْنَ مَوْقُوْفُوْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْۖ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضِ ِۨالْقَوْلَۚ يَقُوْلُ الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا لَوْلَآ اَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِيْنَ
Dan orang-orang kafir berkata: "Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada al-Quran dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya." Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Rabb-Nya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebahagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman".

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir berkata : Kami tidak akan mau membenarkan al-Quran ini dan tidak pula kitab-kitab yang mendahuluinya, seperti Taurat, Injil dan Zabur. Sungguh mereka telah mendustakan seluruh kitab-kitab Allah. Seandainya kamu melihat (wahai Rasul), saat orang-orang zhalim ditahan di depan Rabb mereka untuk menjalani hisab, mereka berbisik-bisik di antara mereka, masing-masing menyalahkan yang lain, niscaya kamu akan melihat sesuatu yang menyeramkan. Orang-orang lemah berkata kepada orang-orang yang sombong, dan mereka adalah para tokoh dan pemimpin yang sesat lagi menyesatkan : Kalu saja kalian tidak menyesatkan kami dari petunjuk, niscaya kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
قَالَ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا لِلَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْٓا اَنَحْنُ صَدَدْنٰكُمْ عَنِ الْهُدٰى بَعْدَ اِذْ جَاۤءَكُمْ بَلْ كُنْتُمْ مُّجْرِمِيْنَ
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa."

Tafsir Al-Muyassar

Para pemimpin berkata kepada para pengikutnya : Apakah kami telah melarang kalian dari hidayah setelah ia datang kepada kalian?? Sebaliknya kalian adalah para pendosa dengan masuk ke dalam kekufuran dengan keinginan dari kalian sendiri dan kerelaan.
وَقَالَ الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا بَلْ مَكْرُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ اِذْ تَأْمُرُوْنَنَآ اَنْ نَّكْفُرَ بِاللّٰهِ وَنَجْعَلَ لَهٗٓ اَنْدَادًا ۗوَاَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَاَوُا الْعَذَابَۗ وَجَعَلْنَا الْاَغْلٰلَ فِيْٓ اَعْنَاقِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ هَلْ يُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak), sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya." Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak di balas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang lemah berkata kepada para pemimpin dalam kesesatan : Pengaturan kalian terhadap keburukan siang dan malam yang membuat kami terjerumus ke dalam kebinasaan. Kalian meminta kami agar kami kafir kepada Allah dan mengangkat sekutu-sekutu bagi-Nya dalam ibadah. Masing-masing kubu merintihkan penyesalan saat mereka melihat adzab disiapkan untuk mereka. Dan Kami menjadikan belenggu-belenggu di leher orang-orang kafir itu. Mereka tidak dihukum dengan hukuman ini kecuali disebabkan oleh kekufuran mereka kepada Allah dan perbuatan buruk mereka di dunia. Ayat ini memperingatkan dengan keras untuk tidak mengikuti para penyeru kepada kesesatan dan para imam kezhaliman.
وَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍ ِالَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ ۙاِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ
Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya."

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tidak mengutus di sebuah perkampungan seorang Rasul yang mengajak kepada Tauhid Allah dan mengesakan-Nya dalam ibadah, kecuali orang-orang dari penduduknya yang tenggelam dalam hawa nafsu dan syahwat berkata : Sesungguhnya kami (wahai para Rasul) mengingkari apa yang kalian bawa.
وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
Dan mereka berkata: "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan di azab."

Tafsir Al-Muyassar

Dan mereka berkata : Kami lebih banyak harta dan anak daripada kalian, dan Allah tidak akan memberikan nikmat-nikmat ini kepada kami kecuali karena dia ridha kepada kami, dan kami tidak akan disiksa di dunia dan di akhirat.
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Katakanlah:"Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya Rabbku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkan atas siapa yang Dia kehendaki, bukan karena cinta atau benci, akan tetapi untuk menguji. Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa hal itu adalah ujian bagi hamba-hamba-Nya, karena mereka tidak memperhatikan.
وَمَآ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ بِالَّتِيْ تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفٰىٓ اِلَّا مَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًاۙ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ جَزَاۤءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوْا وَهُمْ فِى الْغُرُفٰتِ اٰمِنُوْنَ
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

Tafsir Al-Muyassar

Bukan harta kalian dan anak-anak kalian yang bisa mendekatkan kedudukan kalian di sisi Kami dan meninggikan derajat kalian. Akan tetapi siapa yang beriman dan beramal shalih, maka mereka mendapatkan pahala kebaikan yang berlipatganda. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kebaikan sampai tambahan yang dikehendaki oleh Allah. Mereka berada di tempat-tempat yang tinggi di surga, aman dari siksa, kematian dan kesedihan.
وَالَّذِيْنَ يَسْعَوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ فِى الْعَذَابِ مُحْضَرُوْنَ
Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang berusaha membatalkan hujjah-hujjah Kami, menghalang-halangi dari jalan Allah, menentang dan melawan, mereka berada dalam adzab Jahanam di Hari Kiamat. Para malaikat Zabaniyah menyeret mereka ke dalamnya, dan mereka tidak akan keluar darinya.
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Katakanlah:"Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang menyombongkan diri dengan harta dan anak-anak mereka : Sesungguhnya Rabbku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkan atas siapa yang Dia kehendaki karena sebuah hikmah yang Dia ketahui. Apa pun yang kalian berikan, bila hal itu diperintahkan Allah, maka Dia akan mengganti kalian dengan gantinya di dunia dan dengan pahala di akhirat. Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki, maka mintalah rizki dari-Nya semata dan berusahalah dengan sebab-sebab yang Dia perintahkan kepada kalian.
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ يَقُوْلُ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اَهٰٓؤُلَاۤءِ اِيَّاكُمْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?"

Tafsir Al-Muyassar

Ingatlah wahai Rasul hari di mana Allah mengumpulkan orang-orang musyrikin dan apa-apa yang disembah selain Allah dari kalangan malaikat. Kemudian Allah berfirman kepada para malaikat sebagai pengingkaran atas orang-orang yang menyenbah mereka : Apakah kalian itu yang mereka sembah selain Kami??
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ اَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُوْنِهِمْ ۚبَلْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ الْجِنَّ اَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُّؤْمِنُوْنَ
Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu."

Tafsir Al-Muyassar

Malaikat menjawab : Kami menyucikan-Mu ya Allah dari sekutu dalam ibadah. Engkau adalah wali Kami yang kami taati dan kami sembah semata. Akan tetapi mereka menyembah setan-setan, kebanyakan dari mereka membenarkan dan menaati setan-setan itu.
فَالْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا وَّلَا ضَرًّا ۗوَنَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذُوْقُوْا عَذَابَ النَّارِ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim:"Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu."

Tafsir Al-Muyassar

Di Hari Kebangkitan, apa-apa yang disembah selain Allah tidak memiliki apa pun untuk para penyembahnya, tidak manfaat dan tidak pula mudarat. Dan Kami berfirman kepada orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan dan kemaksiatan : Rasakanlah siksa neraka yang dulu kalian dustakan.
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰتٍ قَالُوْا مَا هٰذَآ اِلَّا رَجُلٌ يُّرِيْدُ اَنْ يَّصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُكُمْ ۚوَقَالُوْا مَا هٰذَآ اِلَّآ اِفْكٌ مُّفْتَرًىۗ وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهُمْۙ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata: "Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang di sembah oleh bapak-bapakmu," dan mereka berkata:"(Al-Qurn) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja." Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

Tafsir Al-Muyassar

Bila ayat-ayat Allah yang jelas dibacakan kepada orang-orang Makkah, maka mereka berkata : Muhammad hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalang-halangi kalian untuk menyembah sembahan-sembahan yang kalian sembah, dan telah disembah sebelumnya oleh nenek moyang kalian. Mereka juga berkata : Al-Quran yang kamu bacakan kepada kami (wahai Muhammad) hanyalah dusta yang dibuat-buat. Kamu membuatnya dari dirimu sendiri bukan dari sisi Allah. Dan orang-orang kafir berkata tentang al-Quran manakala ia datang kepada mereka : Ini hanyalah sihir yang nyata.
وَمَآ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ كُتُبٍ يَّدْرُسُوْنَهَا وَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَّذِيْرٍۗ
Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun.

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tidak menurunkan kepada orang-orang kafir kitab-kitab yang mereka baca sebelum al-Quran, lalu kitab-kitab itu menunjukkan kepada mereka atas apa yang mereka klaim bahwa apa yang dibawa oleh Muhammad adalah sihir. Dan Kami tidak mengutus kepada mereka sebelummu wahai Rasul seorang Rasul yang memperingatkan mereka terhadap siksa Kami.
وَكَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۙ وَمَا بَلَغُوْا مِعْشَارَ مَآ اٰتَيْنٰهُمْ فَكَذَّبُوْا رُسُلِيْۗ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasu-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku.

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan utusan-utusan Kami, seperti `Ad dan Tsamud. Padahal orang-orang Makkah tidak memiliki sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada umat-umat terdahulu berupa kekuatan,kekayaan melimpah dan usia yang panjang, serta nikmat-nikmat lainnya. Lalu mereka mendustakan utusan-utusan-Ku dalam apa yang mereka bawa kepada mereka. Maka lihatlah (wahai Rasul) bagaimana pengingkaran-Ku atas mereka dan hukuman-Ku terhadap mereka?
قُلْ اِنَّمَآ اَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍۚ اَنْ تَقُوْمُوْا لِلّٰهِ مَثْنٰى وَفُرَادٰى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوْاۗ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِّنْ جِنَّةٍۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ لَّكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan lagi menentang itu : Aku hanya menasihatkan satu perkara kepada kalian : Hendaknya kalian menegakkan ketaatan kepada Allah, dua dua dan satu satu, kemudian renungkanlah keadaan teman kalian, Rasulullah dan apa yang dituduhkan kepadanya. Ternyata dia tidak gila, karena dia hanya pemberi peringatan kepada kalian, yang mengingatkan kalian terhadap adzab Jahanam sebelum kalian mencicipi panasnya.
قُلْ مَا سَاَلْتُكُمْ مِّنْ اَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Katakanlah:"Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang kafir : Aku tidak meminta atas kebaikan yang aku bawa kepada kalian sebuah upah, sebaliknya ia untuk kalian saja. Upahku yang aku nanti-nantikan telah ditanggung oleh Allah Yang Maha Mengetahui amalku dan amal kalian, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya. Dia membalas semua orang sesuai dengan apa yang menjadi haqnya.
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَقْذِفُ بِالْحَقِّۚ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
Katakanlah:"Sesungguhnya Rabb-ku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang ghaib."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) kepada pihak yang mengingkari tauhid dan risalah Islam : Sesungguhnya Rabbku melempari kebatilan dengan hujjah-hujjah kebenaran, maka hujjah-hujjah itu merobohkan dan menghancurkannya. Allah Maha Mengetahui perkara ghaib, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi-Nya di bumi dan di langit.
قُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيْدُ
Katakanlah:"Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai Rasul) : Kebenaran dan syariat yang agung telah datang dari Allah. Kebatilan telah lenyap dan kekuasaannya telah sirna, sehingga tidak tersisa darinya yang bisa memulainya dan mengembalikannya.
قُلْ اِنْ ضَلَلْتُ فَاِنَّمَآ اَضِلُّ عَلٰى نَفْسِيْۚ وَاِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوْحِيْٓ اِلَيَّ رَبِّيْۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ
Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Rabb-ku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat."

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah : Bila aku menyimpang dari kebenaran, maku aku sendiri yang memikul dosa dari kesesatanku. Namun bila aku istiqomah diatasnya, maka hal itu dengan wahyu Allah yang Dia wahyukan kepadaku. Sesungguhnya Rabbku Maha Mendengar apa yang aku katakan kepada kalian, lagi Mahadekat kepada orang yang meminta dan berdoa kepada-Nya.
وَلَوْ تَرٰىٓ اِذْ فَزِعُوْا فَلَا فَوْتَ وَاُخِذُوْا مِنْ مَّكَانٍ قَرِيْبٍۙ
Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya kamu (wahai Rasul) melihat saat orang-orang kafir itu ketakutan karena melihat adzab Allah, niscaya kamu akan melihat suatu perkara yang dahsyat. Tiada tempat berlari dan menyelamatkan diri bagi mereka. Mereka digiring ke dalam neraka dari tempat yang dekat.
وَّقَالُوْٓا اٰمَنَّا بِهٖۚ وَاَنّٰى لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍۚ
dan (di waktu itu) mereka berkata. "Kami beriman kepada Allah," bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir berkata manakala mereka melihat adzab di akhirat : Kami beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya. Bagaimana mungkin mereka menggapai iman di akhirat sementara jarak mereka dengan iman sangatlah jauh? Mereka dihalang-halangi dari iman, karena tempat iman adalah dunia, sementara di sana mereka mengingkarinya.
وَقَدْ كَفَرُوْا بِهٖ مِنْ قَبْلُۚ وَيَقْذِفُوْنَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍۚ
Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka telah mengingkari kebenaran di dunia, mendustakan para Rasul, menuduhnya dengan dugaan dari jarak yang jauh dari kebenaran. Mereka tidak mempunyai sandaran bagi dugaan batil mereka. Maka tidak ada jalan bagi mereka untuk mendapatkan kebenaran, sebagaimana pemanah yang tidak mungkin mengenai sasarannya dari jarak yang sangat jauh.
وَحِيْلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُوْنَۙ كَمَا فُعِلَ بِاَشْيَاعِهِمْ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا فِيْ شَكٍّ مُّرِيْبٍ
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir itu dihalangi dari apa yang mereka inginkan, yaitu taubat dan kembali ke dunia agar bisa beriman, sebagaimana Allah melakukan hal yang sama kepada orang-orang kafir seperti mereka dari umat-umat sebelumnya. Sesungguhnya mereka di dunia dalam kebimbangan terhadap perkara para rasul, kebangkitan dan hisab, serta membuat keragu-raguan dan kegoncangan. Oleh karena itu mereka tidak beriman.