× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
Apabila matahari digulung

Tafsir Ringkas Kemenag

Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama — disebutkan dari ayat 1 s.d. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup.
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit.
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan.
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya.

وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan.
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
dan apabila lautan dipanaskan.

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya.
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya.
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya,

بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
karena dosa apakah dia dibunuh,

Tafsir Ringkas Kemenag

karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup.
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ
dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka.
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
dan apabila langit dilenyapkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya.
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
dan apabila neraka jahim dinyalakan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila neraka Jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah.

وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
dan apabila surga didekatkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh.
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang,

Tafsir Ringkas Kemenag

Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir Quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
yang beredar dan terbenam,

Tafsir Ringkas Kemenag

yang beredar di garis edarnya dan terbenam,
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

Tafsir Ringkas Kemenag

demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya,
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur’an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
asesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman (Allah yang bibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

Tafsir Ringkas Kemenag

Demi ketiga hal itu, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman Allah yang dibawa turun oleh utusan yang mulia, yaitu Jibril yang diamanati untuk mengawal wahyu Allah kepada para nabi.
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy,

Tafsir Ringkas Kemenag

Kami turunkan Al-Qur’an melalui Jibril yang memiliki kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk lain. Jibril mempunyai 600 sayap. Dengan sayap sebanyak itu Jibril sanggup menembus langit ketujuh dengan kecepatan luar biasa. Itulah Jibril yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki ‘Arsy, singgasana yang agung karena ketaatannya kepada Allah dan tugasnya yang sangat mulia sebagai pembawa wahyu.

مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ
yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Itulah Jibril yang di sana, di alam malaikat, ditaati dan dipercaya atas wahyu yang disampaikannya.

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

Tafsir Ringkas Kemenag

Kami turunkan wahyu melalui Jibril kepada Nabi Muhammad, temanmu yang kamu kenal baik sifatnya. Dan temanmu itu bukanlah orang gila seperti tuduhanmu kepadanya. Dia adalah seorang yang santun, tepercaya, dan berakhlak mulia. Perkataan orang gila bersifat racauan, tidak beraturan, dan tidak mempunyai nilai. Berbeda dari AlQur’an, kitab yang susunan kalimat maupun kandungannya mempunyai nilai sangat tinggi.
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ
Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat ini menegaskan pertemuan antara Jibril dalam wujudnya yang asli dengan Nabi Muhammad sesaat setelah Nabi menerima wahyu pertama di Gua Hira. Kaum musyrik mendustakan hal tersebut. Dan sungguh, dia telah melihatnya, yakni melihat Jibril, di ufuk yang terang, sehingga tidak dapat diragukan bahwa sosok yang datang itu adalah Jibril.
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ
Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan dia bukanlah orang yang kikir untuk menerangkan ihwal perkara yang gaib, seperti Allah, malaikat, dan hari kiamat. Nabi dengan senang hati memberi penjelasan demi kemaslahatan banyak orang. Hal ini berbeda dari para dukun yang hanya mau membeberkan hal yang rahasia jika diberi imbalan.
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۚ
Dan al-Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan Al-Qur’an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. Ada perbedaan nyata antara Al-Qur’an dan perkataan setan. Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, sedangkan setan mengajak kepada kebatilan, kemaksiatan, dan kemungkaran.
فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَۗ
maka kemanakah kamu akan pergi

Tafsir Ringkas Kemenag

Maka, ke manakah kamu akan pergi? Jalan mana yang akan kamu pilih untuk menemukan kebenaran? Tidak ada yang lebih terang daripada jalan yang dijelaskan oleh Al-Qur’an.

اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ
al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

Tafsir Ringkas Kemenag

Al-Qur’an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. Al-Qur’an menjelaskan segala sesuatu untuk kebaikan manusia, baik urusan dunia maupun akhirat; mereka yang berbuat baik akan mendapat pahala dan surga, dan yang berbuat jahat akan mendapat dosa dan neraka.
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ
(yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

Tafsir Ringkas Kemenag

Peringatan Al-Qur’an itu ditujukan bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus, yaitu agama Islam, dan beristikamah dalam mengamalkan ajarannya.
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam.

Tafsir Ringkas Kemenag

Hanya saja, keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu tidak akan terlaksana kecuali jika Allah menghendaki. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.