بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberiNya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka.وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
Tafsir Ringkas Kemenag
Demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkanNya sepanjang waktu,فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ
dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,
Tafsir Ringkas Kemenag
dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu,فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ
dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia),
Tafsir Ringkas Kemenag
dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah.يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, demi lima macam malaikat itu, kiamat pasti akan terjadi pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, menghancurkan gunung, mengubah lautan menjadi api, dan sebagainya. Setelah tiupan pertama ini semua makhluk hidup akan mati.تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُۗ
tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.
Tafsir Ringkas Kemenag
Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, di mana manusia bangkit dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
hati manusia pada waktu itu sangat takut,
Tafsir Ringkas Kemenag
Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌۘ
pandangannya tunduk.
Tafsir Ringkas Kemenag
Pandangannya tunduk karena merasa hina dina di hadapan Allah.يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ
(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, “Setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةًۗ
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat.
Tafsir Ringkas Kemenag
“Apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-Qur’an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan.”قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌۘ
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka yang ingkar itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau hal yang demikian itu benar-benar terjadi, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan bagi kami. Hal itu tidak akan terjadi kepada kami.”فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,
Tafsir Ringkas Kemenag
Pengembalian dan pembangkitan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja oleh Malaikat Israfil melalui tiupan yang kedua.فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ
maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi yang baru. Dengan tiupan sangkakala kedua itu saja semua manusia akan bangkit dari kubur dan digiring ke Padang Mahsyar.هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ
Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa,
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai Nabi Muhammad, bersabarlah atas pengingkaran kaummu sebagaimana kesabaran nabi-nabi terdahulu. Sudahkah sampai kepadamu kisah Nabi Musa yang berdakwah kepada Fir‘aun yang zalim?اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ
Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa;
Tafsir Ringkas Kemenag
Ingatlah kisah ketika Tuhan memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa;اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ
Pergilah kamu kepada Firaun, susungguhnya dia telah melampaui batas,
Tafsir Ringkas Kemenag
Di lembah itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa dan membekalinya dengan dua mukjizat: tongkat yang berubah menjadi ular dan telapak tangan yang bercahaya. Wahai Nabi Musa, pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, memperbudak bangsa Israel, membunuhi anak lelaki mereka, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka.فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ
dan katakanlah (kepada Firaun): "Apakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka nasihati dan katakanlah kepada Fir‘aun dengan sopan dan lemah lembut, “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa?وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu agar supaya kamu takut kepada-Nya
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan Tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik?”فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
Tafsir Ringkas Kemenag
Fir‘aun marah mendengar ajakan Nabi Musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi Musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ
Tetapi Firaun mendustakan dan mendurhakai.
Tafsir Ringkas Kemenag
Fir‘aun semakin marah karena merasa terhina dan harga dirinya terusik oleh kedatangan Nabi Musa. Bukan beriman, tetapi dia justru mendustakan Nabi Musa dan mendurhakai-nya dan menuduh beliau sebagai pesihir ulung.ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian dia berpaling dari kebenaran seraya berusaha menantang Nabi Musa untuk bertanding melawan para pesihir yang didatangkannya dari seluruh pelosok Mesir.فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ
maka ia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian dia mengumpulkan pembesar-pembesarnya yang setia lalu berseru memanggil kaumnya melalui petugas dan bala tentaranya.فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ
(Seraya) berkata: "Akulah Rabbmu yang paling tinggi."
Tafsir Ringkas Kemenag
Fir‘aun berkata dengan sombong dan angkuh, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Hanya aku yang berhak kamu taati, bukan Tuhan Nabi Musa. Akulah yang paling berkuasa di negeri Mesir ini.”فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.
Tafsir Ringkas Kemenag
Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Fir‘aun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰىۗ
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Rabbnya).
Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan Nabi Musa menghadapi Fir‘aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika.ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah telah menciptakan langit. Dia telah meninggikan bangunannya sedemikian tinggi dan kukuh lalu Dia menyempurnakannya sehingga tidak kamu jumpai di sana keretakan atau bentuk-bentuk cacat lainnya.وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia.وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan setelah penciptaan langit itu bumi Dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia hamparkan bumi dan darinya Dia pancarkan mata air dan Dia tumbuhkan tumbuh-tumbuhannya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makhluk hidup di sana.وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan di bumi itu gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh agar bumi tidak bergoncang sehingga bisa ditempati dengan nyaman.مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menciptakan itu semua untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. Kamu bisa hidup di bumi dengan memanfaatkan apa yang ada, sebagai bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga.فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ
Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka apabila malapetaka besar hari kiamat telah datang dengan hancurnya alam semesta.يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ
Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
Tafsir Ringkas Kemenag
yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk.وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ
Adapun orang yang melampaui batas,
Tafsir Ringkas Kemenag
Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat,وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
Tafsir Ringkas Kemenag
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat,فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
Tafsir Ringkas Kemenag
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya untuk waktu yang sangat lama. Inilah bukti keadilan Allah.وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama,فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Tafsir Ringkas Kemenag
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung Tuhan Yang Maha Pemurah.يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
(orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai Nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat dengan penuh keingkaran, “Kapankah terjadinya?”فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?
Tafsir Ringkas Kemenag
Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).
Tafsir Ringkas Kemenag
Hanya kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya, yakni ketentuan waktunya.اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit).
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai Nabi, engkau tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Engkau kami utus hanyalah sebagai pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya, lalu beriman dan berbuat baik untuk menghindari azab di akhirat.كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi.

