× Beranda Toko Online Artikel ↷ Baca Quran Asbabunnuzul Tafsir ↷ Mencari Artikel Mencari Ayat Advertisement
×
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Hai orang yang berkemul (berselimut),

Tafsir Ringkas Kemenag

Di akhir surah al-Muzammil berisi berita gembira bagi yang berbuat kebajikan, di awal surah ini berisi perintah untuk bersemangat menyeru kepada kebajikan. Wahai orang yang berkemul atau berselimut yakni Nabi Muhammad!

قُمْ فَاَنْذِرْۖ
bangunlah, lalu berilah peringatan!

Tafsir Ringkas Kemenag

Bangunlah dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat, lalu berilah peringatan!

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ
dan Tuhanmu agungkanlah,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dalam menyampaikan dakwah pastilah akan banyak rintangan, maka hal itu tidak perlu merisaukan hatimu wahai Nabi. Ikutilah petunjuk-Ku, pertama, agar tetap tegar dan tidak pudar semangatmu, agungkanlah Tuhanmu,

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
dan pakaianmu bersihkanlah,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan kedua, untuk menunjang dakwahmu, bersihkanlah pakaianmu.
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ
dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dan petunjuk yang ketiga adalah, tinggalkanlah segala perbuatan yang keji seperti penyembahan berhala, betapa pun banyak yang melakukan.
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

Tafsir Ringkas Kemenag

Petunjuk yang keempat, dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, memberi yaitu usahamu dalam berdakwah dengan maksud untuk mendapatkan imbalan duniawi dari manusia. Dengan demikian engkau akan memperoleh balasan dari Allah, yang lebih banyak.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ
Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah.

Tafsir Ringkas Kemenag

Petunjuk terakhir, kelima, larangan memperoleh imbalan dapat menimbulkan kesulitan maka apabila menghadapi kesulitan ayat ini memberi petunjuk, dan hanya karena Tuhanmu, maka bersabarlah, pasti engkau akan berhasil dalam dakwahmu.

فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ
Apabila ditiup sangkakala,

Tafsir Ringkas Kemenag

Kesulitan dalam dakwah tidaklah seberapa, akan ada saat yang lebih sulit lagi, maka apabila sangkakala ditiup yaitu hari Kiamat telah tiba,
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

Tafsir Ringkas Kemenag

maka itulah hari yang serba sulit, bagi siapa saja.

عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

Tafsir Ringkas Kemenag

Terlebih bagi orang-orang kafir yaitu yang keras kepala mengingkari kebenaran, pada hari itu tidak mudah, keadaannya akan diliputi kesulitan yang dahsyat.
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

Tafsir Ringkas Kemenag

Di antara tokoh pendurhaka yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat ini dan akan mengalami kesulitan pada hari Kiamat adalah al-Walid bin al-Mugirah. Terhadap tokoh ini dan siapa saja yang perilakunya sama dengan al-Walid, maka Allah menegaskan demikian, Biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya, tanpa bantuan dari siapa pun
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak

Tafsir Ringkas Kemenag

Penciptaan manusia pastilah melibatkan kedua orang tua, namun pada ayat ini peran itu dinafikan karena menunjukkan ancaman yang serius terhadap yang durhaka. Dan orang tersebut juga Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah melalui sebab-sebab yang telah ditetapkan,
وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ
dan anak-anak yang selalu bersama dia,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan juga anugerah berupa anak-anak yang selalu bersamanya,
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ
dan Ku-lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat ini melanjutkan uraian tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada al-Walid bin al-Mugirah. Dan di samping itu Aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya.
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Kemudian dia juga berharap ingin sekali agar Aku menambahnya dengan bentuk anugerah lainnya, bahkan kalau bisa diberikan surga.

كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Quran).

Tafsir Ringkas Kemenag

Aneka nikmat yang dianugerahkan kepadanya mestinya dia syukuri dengan berbuat baik, ternyata malah membangkang maka tidak bisa terpenuhi keinginannya! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami yakni Al-Qur’an.

سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

Tafsir Ringkas Kemenag

Allah melanjutkan ancamannya terhadap yang menolak kebenaran Al-Qur’an. Karena ia berkeras menolak ayat-ayat-Ku, maka Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

Tafsir Ringkas Kemenag

Sesungguhnya dia yang sangat keras kepala itu telah memikirkan dengan sungguh-sungguh untuk mencari kelemahan Al-Qur’an dan menetapkan apa yang ditetapkannya
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

maka celakalah dan terkutuklah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh tidak masuk akal sehat.

ثُمَّ نَظَرَۙ
kemudian dia memikirkan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat-ayat ini merupakan kelanjutan dari gejolak hati dan pikir-an tokoh sentral dari surah ini. Kemudian dia merenung memikirkan bagaimana cara melecehkan Al-Qur’an,

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ
sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

Tafsir Ringkas Kemenag

lalu sesudah itu dia berwajah masam dan cemberut, karena dia tidak menemukan celah untuk melecehkannya,
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

Tafsir Ringkas Kemenag

kemudian dia berpaling dari kebenaran yang sebenarnya dia ketahui dan akui, dan menyombongkan diri,

فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ
lalu dia berkata: "(al-Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

Tafsir Ringkas Kemenag

dengan congkaknya lalu dia berkata, “Al-Qur’an ini hanyalah sihir yang dipelajari dari orang-orang dahulu.

اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
ini tidak lain hanyalah perkataan manusia."

Tafsir Ringkas Kemenag

Ini hanyalah perkataan manusia bukan firman Allah.”

سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.

Tafsir Ringkas Kemenag

Sebagai akibat dari kedurhakaan yang dilakukan oleh al-Walid dan siapa pun, sebagaimana diuraikan oleh ayat-ayat yang lalu, maka ia disiksa dan puncaknya dijelaskan pada ayat-ayat ini. Kelak, Aku akan menyiksanya dengan memasukkannya ke dalam neraka Saqar,

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

Tafsir Ringkas Kemenag

dan tahukah kamu apa neraka Saqar itu?
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.

Tafsir Ringkas Kemenag

Saqar itu tidak meninggalkan atau menyisakan, semua anggota tubuhnya akan diliputi siksa dan tidak membiarkan mati, sehingga terbebas dari azab.

لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

Tafsir Ringkas Kemenag

Saqar itu adalah yang menghanguskan kulit manusia.

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga).

Tafsir Ringkas Kemenag

Di atas neraka Saqar ada sembilan belas malaikat penjaga, yang siap siaga mengawasi penghuninya.

وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Tafsir Ringkas Kemenag

Mendengar penjaga saqar ada sembilan belas, mereka menduga sembilan belas orang, kaum musyrik dengan angkuhnya menyatakan akan mengalahkan sembilan belas penjaga tersebut. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat yang sangat kuat lagi kasar serta patuh kepada Allah, dan Kami menentukan bilangan mereka yang sembilan belas itu hanya sebagai cobaan yang dapat menyebabkan kesesatan bagi orang-orang kafir yang menganggap sepele jumlah tersebut, di sisi lain agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin karena bilangan tersebut sesuai dengan apa yang termaktub dalam kitab suci mereka, dan agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu. dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata,, “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

كَلَّا وَالْقَمَرِۙ
Sekali-kali tidak, demi bulan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Untuk menafikan dugaan orang-orang kafir tentang kemampuan mereka menghadapi penjaga-penjaga neraka, atau untuk mengancam dan menghardik mereka yang memperolok-olokkan bilangan itu, maka Allah berfirman, Sekali-kali Tidak! Aku bersumpah demi bulan,

وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَۙ
dan malam ketika telah berlalu,

Tafsir Ringkas Kemenag

dan demi malam ketika telah berlalu

وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَۙ
dan subuh apabila mulai terang.

Tafsir Ringkas Kemenag

dan demi subuh apabila mulai terang,
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,

Tafsir Ringkas Kemenag

sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang sangat besar,
نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِۙ
sebagai ancaman bagi manusia.

Tafsir Ringkas Kemenag

sebagai ancaman yang mengerikan dan sekaligus sebagai peringatan bagi manusia,

لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَۗ
(yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.

Tafsir Ringkas Kemenag

yaitu bagi siapa di antara kamu yang ingin maju meraih kebajikan atau mundur sehingga enggan untuk meraihnya.

كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat-ayat berikut merupakan pernyataan kepada manusia seluruhnya dalam kaitan dengan kebebasan memilih yang telah ditegaskan pada ayat-ayat sebelumnya. Manusia mau maju meraih kebaikan atau mundur yang jelas setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya masing-masing, kecuali golongan kanan golongan inilah yang meraih keberuntungan karena memilih yang baik.
اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِۛ
kecuali golongan kanan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa setiap jiwa manusia tergadai di sisi Allah. Baik yang muslim maupun yang kafir, yang ingkar atau pun yang taat, semuanya tergantung kepada Allah. Tiap jiwa terikat dengan amal yang dikerjakan sampai hari Kiamat, kecuali golongan kanan. Artinya mereka dapat melepaskan keterikatan mereka di sisi Allah dengan amal-amal baik yang mereka kerjakan, sebagaimana halnya seorang dapat melepaskan diri dari status gadai karena telah membayarkan kewajibannya. Golongan kanan yang dimaksudkan adalah orang-orang mukmin yang ikhlas, yang menerima buku amalan mereka di sebelah kanan di hari Kiamat. Akan tetapi, ada pula yang mengatakan golongan kanan dalam ayat ini adalah anak-anak yang memang belum diperhitungkan dosa dan kejahatannya. Bahkan ada yang berpendapat golongan kanan itu adalah para malaikat.
فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ
berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, "Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.
عَنِ الْمُجْرِمِيْنَۙ
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat ini menjelaskan lebih lanjut bahwa golongan kanan itu tempatnya di surga, mereka saling bertanya bagaimana nasib golongan yang durhaka. Mereka disambut oleh malaikat dengan ucapan salam sebagaimana firman Allah: Maka,"Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!" (sambut malaikat). (al-Waqi`ah/56: 91) Dan firman Allah: ¦Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya." (az-Zumar/39: 73)
مَاسَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?

Tafsir Ringkas Kemenag

Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.
قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka Saqar. “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin.
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat ini menjelaskan bahwa mereka tidak termasuk golongan yang senantiasa berbuat baik kepada kaum fakir miskin dan duafa. Padahal mereka dapat berbuat demikian karena berlebihnya nikmat dan rezeki Allah yang mereka peroleh. Mereka tidak mau meringankan kesulitan fakir-miskin dengan sedekah yang seharusnya mereka keluarkan.
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

Tafsir Ringkas Kemenag

Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian. Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati. Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat. Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka. Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya.
حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُۗ
hingga datang kepada kami kematian."

Tafsir Ringkas Kemenag

Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَۗ
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.

Tafsir Ringkas Kemenag

Kedurhakaan yang mereka lakukan berlanjut sampai kematian datang, maka mereka berharap kiranya mendapat syafaat atau pertolongan dari siapa saja. Maka Allah menegaskan, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat pertolongan dari orang-orang yang memberikan syafaat seandainya dimungkinkan.
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ
Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?

Tafsir Ringkas Kemenag

Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.
كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ
seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

Tafsir Ringkas Kemenag

Kemudian digambarkan pula sikap orang-orang musyrik dan kafir itu menghindarkan diri dari peringatan agama. Mereka diibaratkan seperti keledai liar yang lari terkejut menjauh dari singa. Artinya mereka orang-orang musyrik itu lari dari Muhammad saw atau mereka yang kafir itu lari dari agama Islam, seperti keledai ketakutan lari dikejar singa, atau lari ketakutan karena diburu manusia (pemburu). Ayat ini mengisyaratkan pula bahwa orang-orang yang seharusnya telah menerima seruan Islam dan mengambil pelajaran dari peringatan-peringatan yang diberikan Allah, malah justru menentangnya tanpa sebab-sebab yang logis. Di sini pula kita perbandingkan bagaimana seekor keledai lari ketakutan tanpa arah. Demikian pula manusia lari dari agama tanpa alasan yang tepat. Sifat berusaha menghindarkan diri dari kewajiban-kewajiban agama seperti itu kita lihat sekarang, memang sejak dari dulu telah digambarkan oleh Al-Quran.
فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍۗ
lari daripada singa.

Tafsir Ringkas Kemenag

Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.
بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

Tafsir Ringkas Kemenag

Setelah digambarkan sikap lahiriah para pendurhaka yang lari kebingungan bagaikan keledai, kini dilukiskan tentang keadaan batin mereka. Bahkan yang lebih aneh lagi setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran kitab yang terbuka dari Tuhan.
كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

Tafsir Ringkas Kemenag

Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.
كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌۚ
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Quran itu adalah peringatan.

Tafsir Ringkas Kemenag

Selanjutnya dalam ayat ini, Allah menegaskan lagi, "Sekali-kali tidak demikian halnya, sesungguhnya Al-Qur`an itu adalah peringatan." Al-Qur`an bukan sebagaimana yang mereka tuduhkan. Al-Qur`an bukan sihir yang dapat dipelajari, melainkan peringatan langsung dari Allah, sehingga tiada seorang pun yang dapat melepaskan diri dari pertanggungjawaban kepada Allah pada hari kemudian nanti.
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۗ
Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (al-Quran).

Tafsir Ringkas Kemenag

Allah mengatakan bahwa barang siapa menghendaki Al-Qur`an sebagai petunjuk, niscaya dia mendapatkan pelajaran darinya. Siapa saja yang selalu ingat kepada Al-Qur`an, tidak melupakannya, dan menjadikan sebagai pedoman hidupnya, maka manfaatnya adalah untuk dirinya sendiri. Dalam Al-Qur`an terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗهُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertaqwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat sebelumnya dapat menimbulkan kesan bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak, maka ayat ini menegaskan bahwa, dan mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an kecuali jika Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut kita bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan Dia juga yang berhak memberi ampunan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya