بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالضُّحٰىۙ
Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
Tafsir Jalalein
(Demi waktu Dhuha) yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari; atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya.وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
dan demi malam apabila telah sunyi,
Tafsir Jalalein
(Dan demi malam apabila telah sunyi) telah tenang, atau telah menutupi dengan kegelapannya.مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
Rabbmu tiada meninggikan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,
Tafsir Jalalein
(Tiada meninggalkan kamu) tiada membiarkan kamu sendirian, hai Muhammad (Rabbmu, dan tiada pula Dia benci kepadamu) atau tidak senang kepadamu. Ayat ini diturunkan setelah selang beberapa waktu yaitu lima belas hari wahyu tidak turun-turun kepadanya, kemudian orang-orang kafir mengatakan, sesungguhnya Rabb Muhammad telah meninggalkannya dan membencinya.وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.
Tafsir Jalalein
(Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu) maksudnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagimu, karena di dalamnya terdapat kemuliaan-kemuliaan bagimu (dari permulaan) dari kehidupan duniawi.وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ
Dan kelak pasti Rabbmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
Tafsir Jalalein
(Dan kelak Rabbmu pasti memberimu) di akhirat berupa kebaikan-kebaikan yang berlimpah ruah (lalu kamu menjadi puas) dengan pemberian itu. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Kalau begitu mana mungkin aku puas, sedangkan seseorang di antara umatku masih berada di neraka." Sampai di sini selesailah Jawab Qasam, yaitu dengan kedua kalimat yang dinisbatkan sesudah dua kalimat yang dinafikan.اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
Tafsir Jalalein
(Bukankah Dia mendapatimu) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan (sebagai seorang yatim) karena ayahmu telah mati meninggalkan kamu sebelum kamu dilahirkan, atau sesudahnya (lalu Dia melindungimu) yaitu dengan cara menyerahkan dirimu ke asuhan pamanmu Abu Thalib.وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
Tafsir Jalalein
(Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung) mengenai syariat yang harus kamu jalankan (lalu Dia memberi petunjuk) Dia menunjukimu kepadanya.وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
Tafsir Jalalein
(Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan) atau orang yang fakir (lalu Dia memberikan kecukupan) kepadamu dengan pemberian yang kamu merasa puas dengannya, yaitu dari ganimah dan dari lain-lainnya. Di dalam sebuah hadis disebutkan, "Tiadalah kaya itu karena banyaknya harta, tetapi kaya itu adalah kaya jiwa."فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
Tafsir Jalalein
(Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang) dengan cara mengambil hartanya atau lain-lainnya yang menjadi milik anak yatim.وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.
Tafsir Jalalein
(Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya) membentaknya karena dia miskin.وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Rabbmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

