بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa."
Tafsir Jalalein
(Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Esa") lafal Allah adalah Khabar dari lafal Huwa, sedangkan lafal Ahadun adalah Badal dari lafal Allah, atau Khabar kedua dari lafal Huwa.اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan.
Tafsir Jalalein
(Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) lafal ayat ini terdiri dari Mubtada dan Khabar; artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya.لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,
Tafsir Jalalein
(Dia tiada beranak) karena tiada yang menyamai-Nya (dan tiada pula diperanakkan) karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya.وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

