بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
Tafsir Jalalein
(Demi yang berlari kencang) di dalam perang, yaitu kuda yang lari dengan kencangnya di dalam peperangan (dengan terengah-engah) lafal Adh-Dhabhu artinya suara napas kuda sewaktu berlari kencang.فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ
dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
Tafsir Jalalein
(Dan demi yang mencetuskan api) maksudnya kuda yang memercikkan api (dengan pukulan) teracak kakinya apabila ia berlari di tanah yang banyak batunya pada malam hari.فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ
dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
Tafsir Jalalein
(Dan demi yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi) yaitu kuda yang menyerang musuh di waktu pagi, karena pengendaranya melakukan penyerbuan di waktu tersebut.فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ
maka ia menerbangkan debu,
Tafsir Jalalein
(Maka ia menerbangkan) atau mengepulkan (di waktu itu) di waktu tersebut, atau di tempat ia berlari (debu) karena gerakannya yang sangat keras.فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
Tafsir Jalalein
(Dan menyerbu dalam kepulan debu ke tengah-tengah) artinya dengan membawa kepulan debu (kumpulan musuh) yang diserangnya; maksudnya kuda-kuda tersebut berada di tengah-tengah musuh dalam keadaan menyerang. Lafal Fawasathna yang kedudukannya sebagai Fi'il di'athafkan kepada Isim, karena mengingat bahwa semua Isim yang di'athafkan kepadanya mengandung makna Fi'il pula. Yakni demi yang berlari kencang, lalu mencetuskan api, lalu menerbangkan debu.اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌۚ
Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Rabbnya,
Tafsir Jalalein
(Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah manusia yang kafir (sangat ingkar kepada Rabbnya) artinya ia mengingkari semua nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepadanya.وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
Tafsir Jalalein
(Dan sesungguhnya manusia itu terhadap hal tersebut) terhadap keingkarannya (menyaksikan sendiri) atau dia menyaksikan bahwa dirinya telah berbuat ingkar.وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌۗ
dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.
Tafsir Jalalein
(Dan sesungguhnya karena cintanya kepada kebaikan) maksudnya cinta atas harta benda (dia sangat bakhil) artinya lantaran sangat mencintai harta, jadilah ia seorang yang amat bakhil atau kikir.اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
Tafsir Jalalein
(Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan) dibangunkan dan dikeluarkan (apa yang ada dalam kubur) yakni orang-orang mati yang dikubur di dalamnya.وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ
dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
Tafsir Jalalein
(Dan dilahirkan) atau ditampakkan dan dikeluarkan (apa yang ada dalam dada) maksudnya, apa yang tersimpan di dalam kalbu berupa kekafiran dan keimanan.اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ
Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka.

