Allah membuka untuk Nabi-Nya sebagian dosa-dosa orang Yahudi (dimana hal itu mereka rahasiakan di antara mereka), bahwa mereka berkata : Tangan Allah tertahan sehingga tidak bisa melakukan kebaikan, Allah kikir kepada kami sehingga Dia tidak mau melapangkan rizki kepada kami. Mereka mengucapkannya saat mereka ditimpa kesulitan dan kekeringan. Tidak demikian, justru tangan mereka-lah yang tertahan, yakni tertahan sehingga mereka tidak bisa melakukan kebaikan-kebaikan dan Allah mengusir mereka dari rahmat-Nya disebabkan oleh ucapan mereka. Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka katakana secara dusta atas Rabb mereka. Akan tetapi kedua tangan Allah terbuka dan tidak ada yang bisa menghalang-halangi-Nya, tidak ada pencegah yang bisa menghalangi-Nya untuk member. Karena Allah Maha Pemurah lagi Maha Pemberi, member sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Ayat ini menetapkan sifat al-Yadain (dua tangan) bagi Allah sesuai dengan kebesaran-Nya tanpa tasybih (menyerupakan) dan takyif (membagaikannya dengan makhluk). Kekufuran dan pelanggaran orang-orang Yahudi tersebut semakin meningkat disebabkan oleh kedengkian dan hasad mereka, karena Allah telah mengangkatmu sebagai Rasul-Nya. Allah mengabarkan bahwa beberapa orang Yahudi akan terus bermusuhan di antara mereka sampai Hari Kiamat, sebagian membelakangi sebagian yang lain. Sebagaimana mereka tidak pernah mau berhenti menyusun rencana jahat terhadap kaum muslimin dengan menyulut fitnah, menyalakan api peperangan dan Allah akan membatalkan rencana jahat mereka dan mencerai-beraikan persatuan mereka. Orang-orang Yahudi tersebut terus bermaksiat kepada Allah yang menimbulkan kerusakan dan kekacauan di muka bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
Back

